• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Adiksi Inhalansia Pada Anak Jalanan di Kota Padang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dinamika Adiksi Inhalansia Pada Anak Jalanan di Kota Padang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

98

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari ketiga informan memiliki dinamika yang hampir sama dalam proses adiksi inhalansia. Faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya menjadi faktor utama pada anak jalanan mengkonsumsi inhalansia. Selain itu, faktor ketersediaan zat dan mudahnya zat tersebut diperoleh di pasaran juga membuat anak jalanan mengkonsumsi zat tersebut, serta faktor lain seperti faktor keluarga juga menjadi pemicu anak jalanan mengkonsumsi zat tersebut.

Proses anak jalanan menjadi adiksi terhadap inhalansia diawali dengan mencoba zat tersebut dengan tujuan mencoba-coba karena rasa ingin tahu dan penasaran dengan efek yang dihasilkan oleh zat tersebut sehingga mereka mencoba mengkonsumsinya. mencoba mengkonsumsi dalam beberapa kali bersama teman-temannya hingga ketiga informan mulai mengkonsumsi dengan menambah jumlah konsumsi terhadap zat tersebut, dan akhirnya ketiga informan tidak bisa meninggalkan perilaku menghirup lem tersebut dan menagalami kecanduan. Hal ini disebabkan karena ilusi dan rasa melayang yang dihasilkan oleh zat tersebut ketika mengkonsumsinya, sehingga informan kembali menggunakan zat tersebut dan mengalami kecanduan. Sementara itu, dampak yang dirasakan oleh anak jalanan ketika mengkonsumsi zat tersebut berupa sakit di hidung maupun dada mereka.

(2)

99

ketika mereka tidak mengkonsumsi zat tersebut yang mereka rasakan ialah rasa pusing dan gelisah karena tidak mengkonsumsi inhalansia sehingga yang ada difikiran anak jalanan tersebut ialah bagaimana caranya mereka dapat mengkonsumsi zat tersebut.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan peneliti antara lain:

a. Bagi Informan Penelitian

Sebaiknya ketika informan merasakan bahwa ia menginginkan zat tersebut, informan dapat mencoba untuk melakukan aktivitas lain agar bisa mengalihkan fikirannya untuk tidak mengkonsumsi lem. Namun jika informan tidak dapat mengontrol diri sendiri, sebaiknya informan mengikuti proses rehabilitasi yang dibantu oleh tenaga medis sehingga informan dapat menghentikan secara perlahan adiksi terhadap inhalansia tersebut dengan menerapkan komitmen untuk lepas dari perilaku menghirup lem.

b. Bagi Pemerintah

Melalui penelitian ini, pemerintah dapat mengetahui informasi adiksi terhadap lem atau inhalansia yang dapat terus berlanjut jika tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah. Penanganan ditangkap dan kemudian dilepas begitu saja anak yang mengalami adiksi inhalansia tidak akan membuat anak jalanan jera untuk menggunakan zat tersebut. Mereka butuh penanganan secara dini seperti edukasi dan

(3)

100

rehabilitasi untuk pecandu berat agar dapat melepaskan mereka dari keterjebakan mereka terhadap zat tersebut.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hendaknya peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian dengan topik yang sejenis, sebaiknya juga menjalin kedekatan dengan orang-orang yang terkait dalam kehidupan informan seperti keluarga. Hal ini dilakukan agar dapat memahami faktor-faktor lain yang mungkin juga menjadi penyebab timbulnya adiksi terhadap zat yang dialami oleh informan, sehingga bisa dilihat proses yang terjadi pada informan terkait dengan beberapa faktor yang menyebabkan informan menjadi tergantung pada zat. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan aspek psikologis lainnya. Hal ini dikarenakan permasalahan yang berkaitan dengan adiksi terhadap inhalansia pada anak jalanan begitu kompleks.

(4)

101

DAFTAR PUSTAKA

Alberta. (2010). Teacher information series: The process of addiction. http://www.albertahealthservices.ca/AddictionsSubstanceAbuse/if-tch-teacher-info-series-process-of-addictions.pdf (diunduh 20 Mei 2015).

Azmiyati, S.R., Cahyati, W.H., & Handayani, O.W.K. (2014). Gambaran penggunaan napza pada anak jalanan di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9 (2), 137-143.

Azwar, S. (2013). Penyusunan skala psikologi. Edisi 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bagaskara, D.H. (2013). Pengaruh terapi keluarga model sirkumpleks untuk

menurunkan frekuensi pengkonsumsian zat adiktif dalam Lem. Jurnal Psikologi, 3 (1), 48-55.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan. (2014). Perilaku adiksi. Artikel (online). http://www.bnnprovsulsel.com (diunduh 20 Mei 2015).

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2009). Info POM. Handbook 10 (2), 6-12.

Chaplin, J.P. (2009). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Pers

Creswell, J.W. (2003). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approach. (Second Edition). California: Sage Publication.

Davison, G.C., Neale, J.M., & Kring, A.M. (2012). Psikologi abnormal. (Ed.9). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Departemen Sosial Republik Indonesi. (2010). Keputusan menteri sosial republik indonesia nomor 15 A/ HUK/ 2010

Fadeli, Y., & Simanjuntak, W.T. (2008). Lysergic acid diethylamide. Artikel (online). http://yosefw.wordpress.com/2008/05/18/lysergic-acid-diethylamide/. (diunduh 20 Mei 2015).

Fannggiade, A. (1993). Memahami masalah kesejahteraan sosial. Ed.2. Jakarta : Puspa Wara.

(5)

102

Foundation for a Drug-Free World, 2010. Kebenaran tentang inhalansia.Los Angeles: Foundation for a Drug-Free World. http://www.drugfreeworld.org/#/drugfacts. (diunduh 20 Mei 2015).

Gebrehiwet, Y.F., Yimesghen, Y. H., & Metwally, S.A. (2014). Glue sniffing and health hazard among street children: An eritrean field study. European Journal of Research in Social Sciences, 2 (2), 11-28.

Ginting, M. (2011). Perilaku ggelem pada anak jalanan. Skripsi. Medan: Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Huraerah, A. (2007). Child Abuse. (Ed.Rev). Bandung: Nuansa.

Hergenhahn, B.R. (2008). Theories of learning (teori belajar). Ed.7. Jakarta: Kencana Prenada Media Goup

Irwan, D. (2014). Menjauhkan anak dari bahaya “ngelem”. Artikel (online). http://www.dakwatuna.com (di unduh Rabu, 20 Mei 2015).

Kusmiyati. (2014). Komnas PA: Omong kosong Indonesia zero anak jalanan di 2014. Artikel (online). http://www.liputan6.com (di unduh Senin, 18 Januari 2016). Moleong, L.J. (2010). Metode penelitian kualitatif. Bandung : PT.Remaja

Rosdakarya.

Moustakas, C. (1994). Phenomenologi methods. New Delhi: Sage Publication.

Mulyadi, M. (2013). Perilaku ngelem pada anak jalanan. Skripsi. Batam: Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang. Munir, S. (2012). Gambaran perkembangan psikososial anak jalanan usia sekolah di

Kota Padang. Skripsi. Padang: Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Panahatan, A., Muryati, D.T., & Triasih, D. (2009). Faktor-faktor yang menyebabkan

munculnya anak jalanan dan upaya perlindungan hukum. Skripsi. Semarang: Fakultas Hukum Universitas Semarang.

Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human development. Ed.10. Jakarta : Salemba

Poerwandari, K. (2011). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: LPSP3 Universitas Indonesia.

(6)

103

Purwanto, S.A. (2010). Studi kualitatif survei nasional penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok anak jalanan di Sumatera Barat. Laporan Penelitian. Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ratta, G. (2008). Dampak psikologis ngelem pada anak jalanan. Skripsi. Semarang :

Universitas katolik Soegijapranata.

Sarwono, S.W. (2012). Psikologi remaja. Edisi 15. Jakarta: Rajawali Pers

Santrock, J.W. (2009). Psikologi pendidikan (educational psychology). Ed.3. Jakarta : Salemba Humanika.

Suyanto, B. (2013). Masalah sosial anak. (Ed.Rev). Jakarta: Prenadamedia.

Tamrin, M., Nasir, S., & Rizkiyani, S. (2013). Studi perilaku “ngelem” pada remaja di Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang tahun 2013. Artikel. Makasar: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin.

Taylor, S.E., Peplau, L.A., & Sears, D.O. (2009). Psikologi sosial. Ed.12. Jakarta : Kencana.

Thombs, D.L. (2006). Introduction to addictive behavior. (third edition). New York London: The Guilford Press.

Undang-undang Nomor 23. (2002). tentang perlindungan anak

UNICEF. (2002). State of the World’s Children 2003. June-august 2009:37 Dalam: Consortium for Street Children, 2009. Streetn Children Statistic. United States

of America: Consortium for Street

Children.http://www.streetchildren.org.uk/_uploads/resources/Street_Children_ Stats FINAL.pdf. (diunduh 20 Mei 2015).

http://www.albertahealthservices.ca/AddictionsSubstanceAbuse/if-tch-teacher-info-series-process-of-addictions.pdf ). http://www.bnnprovsulsel.com http://yosefw.wordpress.com/2008/05/18/lysergic-acid-diethylamide/. orld. http://www.drugfreeworld.org/#/drugfacts. http://www.dakwatuna.com ). http://www.liputan6.com n.http://www.streetchildren.org.uk/_uploads/resources/Street_Children_Stats

Referensi

Dokumen terkait

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014.. PARTAI

PREFEITURA MUNICIPAL DE PORTEIRINHA/MG - Aviso de Revogação de Licitação - Pregão Presencial nº.. Silvanei Batista Santos –

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014.. PARTAI

Di kota Bukittinggi pada bulan Agustus 2014 6 (enam) kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain: kelompok bahan makanan sebesar 0,78

Meningkatnya nilai It diakibatkan oleh menaiknya nilai It pada empat subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,79 persen, Subsektor Hortikultura sebesar

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) Asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Sumatera Barat bulan Juli 2014 selama 1,62 hari, naik 0,03 hari bila dibandingkan

gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruanggerak, hubungan dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan

Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam