Jurnal Delima Harapan
2020
Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2020
Page 19
HUBUNGAN BERAT BADAN IBU HAMIL, BERAT BADAN JANIN, USIA SAAT HAMIL, STATUS GRAVIDA DENGAN
BERAT BADAN BAYI LAHIR Liliek Pratiwi
Universitas Muhammadiyah Cirebon
Email: [email protected]
ABSTRACT
A person's nutritional condition is influenced by her nutritional status during the womb. In other words, the nutritional status of pregnant women is very influential on their own health and as a predictor of pregnancy outcomes for mothers and nutritional status of newborns. From several studies, it is still not known what factors most influence the birth weight of the baby, so in this study sistematic review was carried out as a strong first step for other researchers in developing this research.
A systematic review through journal reviews of the relationship between maternal weight, fetal weight, age at pregnancy, status of Gravida with birth weight
Based on the analysis of the article it was found that the relationship between maternal weight, fetal weight, gestational age, gravida status and birth weight. Several studies have reported an increased risk of low birth weight (LBW) among offspring (generally defined as women <20 years). The number of births for women 35 years and over is increasing in both high-income countries and middle-income countries. Several mechanisms have been suggested to explain this. Nutrition of pregnant adolescents also plays a role because adolescents still need nutrients to be shared with the fetus.
This study has not been able to find a relationship between the weight gain of pregnant women on the weight of the baby born. According to assumptions, this happens because there are still other factors that are not yet known exactly where these factors can affect the weight of the baby born.
Keywords: Pregnant Woman's Weight, Fetal Weight, Age at Pregnancy, Baby's Birth Weight
PENDAHULUAN
Penyimpanan lemak ibu selama kehamilan akan mencapai puncaknya pada trimester kedua dan kemudian akan semakin menurun seiring dengan meningkatnya kebutuhan janin pada akhir kehamilan. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap berat badan ibu selama hamil. Terganggunya asupan makanan ibu akan mempengaruhi penyimpanan dan kebutuhan energi bagi ibu dan janin yang sedang dalam pertumbuhan tadi. Selain peningkatan deposit, penambahan berat badan ibu selama kehamilan juga disebabkan oleh pertumbuhan uterus dan isinya. Untuk mencapai kebutuhan nutrisi yang
diharapkan terpenuhi bagi ibu selama kehamilan dan janinnya, ibu hamil harus mencapai penambahan berat badan pada angka tertentu selama hamil. (Prawirohardjo, 2010)
Jika dikaitkan pertambahan berat badan ibu hamil terhadap berat bayi lahir maka didapatkan hubungan yang tidak signifikan. Hal itu terjadi karena pertambahan berat badan ibu hamil < 10 kg memiliki rata-rata berat bayi yang lebih besar dibandingkan dengan berat badan ibu hamil 10-12,3 kg, yaitu 3,15 kg berbanding 3,138 kg. Rata-rata berat bayi lahir paling besar terdapat pada pertambahan berat badan ibu >12,3 kg.Hasil ini sedikit lebih kecil
Jurnal Delima Harapan
2020
Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2020
Page 20
dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Mardiah pada tahun 2011, yaitu peningkatan berat badan ibu selama hamil rata-rata 12,3 kg. Ini dimungkinkan karena dalam penelitian ini pengukuran berat badan dilakukan terhadap ibu hamil dengan usia kehamilan > 28 minggu, jadi belum sepenuhnya aterm dengan peningkatan berat badan yang optimal.(Mardiah, 2011)
Berat bayi lahir memang tidak hanya dipengaruhi oleh pertambahan berat badan ibu hamil. Berat bayi lahir merupakan interaksi dari berbagai faktor melalui suatu proses yang berlangsung selama berada dalam kandungan. Berat bayi lahir dipengaruhi oleh dua faktor ibu yang mempengaruhi pertumbuhan janin intrauterin, yaitu faktor internal dan eksternal. Pertambahan berat badan ibu yang rendah atau kurang dari penambahan berat badan ibu berdasarkan IMT, mempunyai resiko untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Itu merupakan salah satu faktor internal ibu yang mempengaruhi berat bayi lahir.(Arisman, 2010)
Bayi berat lahir rendah tergolong bayi dengan resiko tinggi karena angka kesakitan dan kematiannya tinggi. Angka kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia daripada di negara yang sudah maju. Oleh karena itu pencegahan BBLR sangat penting, yaitu dapat meningkatkan derajat kesehatan sebuah negara. Akibat BBLR pada anak adalah kecerdasan menurun, pertumbuhan terganggu, immunitas rendah dan morbiditas meningkat, mortalitas meningkat, dan menyebabkan penyakit degeneratif. (Djaali NS, Eryanto; 2010).
Taksiran berat badan janin (TBJ) intra uterin penting dalam penatalaksanaan persalinan karena berat janin mengindikasikan pertumbuhan janin. Ketepatan penaksiran berat badan lahir akan mempertepat penatalaksanaan persalinan. Bagi penolong persalinan, TBJ mempunyai arti yang sangat
penting. Dengan mengetahui perkiraan berat badan janin selama hamil terutama trimester III maka dapat dideteksi kemungkinan adanya janin yang kecil ataupun janin yang besar dan segera melakukan tindakan penatalaksanaan yang tepat pada masa hamil maupun bersalin. (TriWibowo, 2017).
Berbagai upaya kesehatan ibu dan anak dilakukan untuk menurunkan angka kematian. Salah satunya yaitu pertumbuhan janin terhambat (PJT) harus diketahui saat masih in utero sehingga klinisi dapat lebih ketat dalam memonitor dan merencanakan metode persalinannya untuk mengurangi risiko kematian perinatal. PJT merupakan salah satu penyebab utama kematian perinatal pada negara berkembang. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan berhubungan langsung dengan berat badan bayinya dan risiko melahirkan BBLR meningkat dengan kurangnya kenaikan berat badan selama kehamilan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat bayi lahir. (handayani, 2013). Dari beberapa penelitian, masih belum diketahui pasti faktor apa yang paling memengaruhi berat badan bayi lahir, sehingga dalam penelitian ini dilakukan
sistematic review sebagai langkah awal
yang kuat untuk peneliti lain dalam mengembangkan penelitian ini.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
sistematic review yang membahas Berat
Badan Ibu Hamil, Berat Badan Janin, Usia saat Hamil, Status Gravida dengan Berat Badan Bayi Lahir. Sumber untuk melakukan pencarian pada google
scholar melalui EBSCO, Jurnal
keperawatan, jurnal kebidanan, jurnal kesehatan masyarakat, sekitar kurang lebih 25 artikel direview.
Jurnal Delima Harapan
2020
Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2020
Page 21
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis artikel didapatkan bahwa hubungan berat badan ibu hamil, berat badan janin, usia kehamilan, status gravida dengan berat badan bayi lahir.
Beberapa penelitian telah melaporkan ibu remaja secara inheren berisiko untuk hasil kelahiran yang dikompromikan karena faktor biologis dipertimbangkan. Sampel AS yang besar menunjukkan bahwa hasil kelahiran yang tidak menguntungkan untuk ibu remaja dibandingkan dengan ibu yang lebih tua terjadi pada beberapa tingkat karena faktor biologis (Fraser, Brockert, & Ward, 1995; Chen, et al., 2007). Namun, penelitian tambahan menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak ada di antara wanita Afrika-Amerika karena paparan rata-rata yang lebih tinggi terhadap kerugian sosial dan lingkungan dibandingkan dengan kulit putih (Geronimus, 1987; 1996). Penjelasan ini menunjukkan bahwa hasil kelahiran yang tidak menguntungkan di kalangan remaja dibandingkan dengan ibu yang lebih tua adalah norma, dari mana ibu-ibu Afrika Amerika menyimpang sebagai akibat dari status sosial ekonomi yang lebih rendah (SES). Peran kerugian sosial dalam memahami risiko ibu muda dari hasil kelahiran yang dikompromikan diperiksa, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan remaja yang kurang beruntung untuk melahirkan anak. Dengan demikian, cara usia ibu muda dikaitkan dengan hasil kelahiran yang tidak menguntungkan dipertimbangkan, baik lintas maupun dalam kelompok ras / etnis.
Ada pengaruh usia ibu dengan kejadian BBLR dirumah sakit Manokwari(P=0,00 0), tidak ada efek pada ibu suku LBW dirumah sakit LBW Manokwari tetapi untuk factor BBLR 1299 kali lebih besar di suku Papua dibandingkan ibu dengan suku bukan Papua (0,202), Tidak ada efek paritas ibu terhadap BBLR (p= 0,407), ada ibu yang memeberikan efek jarak kelahiran pada kejadian BBLR dengan factor
resiko BBLR(p=0,004). Ibu remaja secara inheren berisiko untuk hasil kelahiran yang dikompromikan karena faktor biologis dipertimbangkan. Sampel AS yang besar menunjukkan bahwa hasil kelahiran yang tidak menguntungkan untuk ibu remaja dibandingkan dengan ibu yang lebih tua terjadi pada beberapa tingkat karena faktor biologis (Fraser, Brockert, & Ward, 1995; Chen, et al., 2007).
Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami oleh seorang ibu. Paritas mempengaruhi durasi persalinan dan insiden komplikasi. Pada ibu dengan primipara (melahirkan bayi pertama kali) karena pengalaman melahirkan belum pernah maka kelainan dan komplikasi yang dialami cukup besar seperi distosia persalinan dan juga kurang informasi tentang persalinan mempengaruhi proses persalinan. Persalinan prematur lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Kejadiannya akan berkurang dengan meningkatnya jumlah paritas yang cukup bulan sampai dengan paritas keempat (Krisnadi et al. 2009) Umumnya kejadian BBLR dan kematian perinatal meningkat seiring dengan meningkatnya paritas ibu, terutama bila paritas lebih dari 3. Paritas yang terlalu tinggi akan mengakibatkan terganggunya uterus terutama dalam hal fungsi pembuluh darah. Kehamilan yang berulang-ulang akan menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah uterus. Hal ini akan mempengaruhi nutrisi ke janin pada kehamilan selanjutnya, selain itu dapat menyebabkan atoni uteri. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan yang selanjutnya akan melahirkan bayi dengan BBLR (Winkjosastro,2008).
Hasil penelitian (Wiley-Blackwell, 2011) menunjukkan bahwa berat lahir anak yang baru lahir meningkat dengan meningkatnya BMI ibu hamil, dan bahwa berat lahir anak juga meningkat dengan meningkatnya pertambahan berat badan ibu selama kehamilan. Setiap peningkatan satu kg BMI sebelum kehamilan meningkatkan
Jurnal Delima Harapan
2020
Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2020
Page 22
berat badan lahir dengan 22,4 g. Peningkatan berat badan berikutnya selama kehamilan 10 kg meningkatkan berat badan lahir dengan 224 g. Selain itu, wanita dengan tingkat pendidikan tertinggi memiliki berat lahir anak tertinggi. Berat lahir anak pada wanita dengan pendidikan 17 tahun atau lebih adalah 79,2 g lebih tinggi daripada mereka yang kurang dari atau sama dengan pendidikan 9 tahun.
Resiko kenaikan berat badan ibu kurang dari target yang direkomendasikan, maka bayi yang akan diahirkan akan sangat berisiko mengalami BBLR. Dan BBLR mempunyai resiko kematian neonatal hampir 40 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi dengan berat lahir normal. Namun, jika berat badan ibu hamil itu berlebih ibu akan berisiko mengalami pre eklampsia dan kesulitan persalinan (Fikawati, 2012). Dampak jangka pendek dari BBLR adalah resiko kesakitan dan kematian bayi, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Sedangkan dampak jangka panjang BBLR disebutkan (Zwicker & Harris, 2008 dalam Putra, et al, 2012), yaitu hambatan tumbuh kembang, baik fisik, psikomotor, emosional, intelektual, dan kecacatan, sehingga akan menurunkan kualitas sumber daya manusia dan akan menjadi beban bagi keluarga.
Hasil penelitian lain dari Adamson, Harold (2017), Prevalensi Berat Lahir Rendah dan kelahiran kembar adalah 26,4% dan 2,9% masing-masing. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan BBLR meskipun ada hubungan yang signifikan antara kehamilan ganda dan BBLR tercatat. Gizi ibu,pengobatan dan penggunaan obat semuanya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Faktor-faktor prenatal ibu kemungkinan dapat memberikan pengaruh pada keadaan bayi postnatal. Penting untuk mendapatkan riwayat ibusecara lengkap
untuk mengantisipasi dan menghadapi neonatus risiko tinggi. Salah satu faktor ibu tersebut antara lain usia ibu, angka kejadian prematurnitas tertinggi ialahpada usia ibu dibawah 20 tahun dan multi gravida yang jarak kelahirannya terlalu dekat dan keadaan sosial ekonomi, keadaan ini sangat berpengaruh terhadap timbulnya prematuritas, kejadian yang tinggi terdapat pada golongan sosial ekonomi yang rendah. Hal ini disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik dan pengawasan antenatal yang kurang (Mitayani, 2009)
Berdasarkan uraian dari artikel di atas menunjukkan hasil bahwa Penelitian ini belum bisa menemukan hubungan antara pertambahan berat badan ibu hamil terhadap berat bayi lahir. Menurut asumsi, hal ini terjadi karena masih adanya faktor-faktor lain yang belum diketahui secara pasti dimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi berat bayi lahir.
REFERENSI
Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom KD, editor (penyunting).. Adaptasi
Ibu terhadap kehamilan. Obstetri
Williams. Edisi ke-21, Vol 1. Jakarta: EGC; 2006. hlm. 181. Handayani S. Hubungan Pertambahan
Berat Badan Ibu Saat Hamil
Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Dengan Berat Bayi Baru Lahir. Jurnal Kebidanan: 2013: 4 (2); 41-45.
Wiley-Blackwell. Mothers' weight before and during pregnancy affects baby's weight. 2011. Diunduh dari:
https://www.sciencedaily.com/releas es/2011/12/111213110521.htm Cunnington AJ. What’s so bad about
teenage pregnancy? The Journal of
Family Planning and Reproductive Health Care 2001; 27:36–41.
Jurnal Delima Harapan
2020
Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2020
Page 23
Fikawati, S., Wahyuni, D., & Syafiq, A. (2012). Status Gizi Ibu Hamil dan
Berat Lahir Bayi pada Kelompok
Vegetarian. Makara Kesehatan
Volume 16
Ganong, W. F. (2008). Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran. Jakarta :
EGC. Gant, F. N., & Cunningham, G. F. (2011). Dasar-dasar Ginekologi & Obstetri. Jakarta : EGC.
Adamson, Harold. Low birth weight in
relation to maternal age and multiple pregnancies at Muhimbili National Hospital. DMSJ Vol. 14
No. 2
Winkjosastro, H. (2008). Ilmu
Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan
Maternitas. Salemba Medika
Jakarta.
Putra, Y., Kordana, M., Artana, D., & Putra, J. (2012). Karakteristik dan
Luaran Bayi Berat Lahir Sangat Rendah yang Lahir di RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Ilmiah
Kedokteran. Denpasar : Universitas Udayana.
Chen Z, Du J, Shao L, Zheng L, Wu M, Ai M, Zhang Y. Prepregnancy body
mass index, gestational weight gain, and pregnancy outcomes in China.
Int. J. Gynaecol. Obstet. 2010; 109: 41-44.
Krisnadi, 2009. Prematuritas. Bandung : Refika Aditama