• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANDUAN PRAKTIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER (Materi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PANDUAN PRAKTIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER (Materi"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN PRAKTIS PANDUAN PRAKTIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER

SISTEM JARINGAN KOMPUTER

(

(MateriMateri PembelajaranPembelajaran dandan LatihanLatihan))

Oleh

Oleh ::

Ir.Hasanuddin

Ir.Hasanuddin SiraitSirait

www.hsirait.co.cc www.hsirait.co.cc

Email:[email protected]

(2)

Uraian UraianUraian Uraian Uraian Uraian Uraian

Uraian dandandandandandandandan SasaranSasaranSasaranSasaranSasaranSasaranSasaranSasaran Uraian UraianUraian Uraian Uraian Uraian Uraian Uraian ::::::::

Materi ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Sasaran SasaranSasaran Sasaran Sasaran Sasaran Sasaran Sasaran ::::::::

Mahasiswa/Praktisan bisa mendesign dan membangun jaringan komputer (LAN, MAN, WAN), protokol komunikasi, topologi jaringan, model-model jaringan komputer, alokasi IP Address

(3)

Daftar Daftar Daftar Daftar Daftar Daftar Daftar

Daftar PustakaPustakaPustakaPustakaPustakaPustakaPustakaPustaka

 “Buku Pintar TCP/IP, Standart, Design dan

implementasi”, Ono W. Purbo, Elexmedia Komputindo, Jakarta 1999

 “Data dan computer communication, 6th, William

Stalling, Prentice Hall 2000

 Jaringan Komputer, Andri Kristanto, Graha Ilmu 2003

 “Networking with TCP/IP, Principles, Protokols, and

architecture”, Douglas Comer, Prentice Hall, 1998

 “Computer Network, 4th”, Andrew S. Tanenbaum,

(4)

Materi Materi Materi Materi Materi Materi Materi Materi

 Pengenalan Jaringan Komputer

 Klasifikasi Jaringan Komputer berdasarkan metode transmisi  Klasifikasi Jaringan Komputer berdasarkan geografis

 Model Jaringan Komputer

 Hardware Jaringan Komputer  Topologi Jaringan Komputer  Konsep Dasar Protokol TCP/IP

 Masking (Teknik Pembagian Jaringan)  Routing di Jaringan TCP/IP ke internet  Implementasi IP Address di internet  Protokol Aplikasi TCP/IP

(5)

Definisi DefinisiDefinisi Definisi Definisi Definisi Definisi Definisi Jaringan JaringanJaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

 Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer

otonom yang saling berhubungan antara satu dan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, penggunaan perangkat keras secara bersama (interkoneksi sejumlah komputer).

 Jaringan komputer merupakan kumpulan sejumlah

terminal komunikasi yang berada di berbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.

(6)

Latar LatarLatar Latar Latar Latar Latar

Latar BelakangBelakangBelakangBelakangBelakangBelakangBelakangBelakang

Jaringan JaringanJaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

 Kebutuhan akan informasi yang cepat dan

akurat.

 Penggabungan antara teknologi komputer

sebagai pengolah data dengan teknologi komunikasi.

(7)

Manfaat ManfaatManfaat Manfaat Manfaat Manfaat Manfaat Manfaat Jaringan JaringanJaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

 Jaringan untuk perusahaan atau organisasi  Jaringan untuk umum

(8)

Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan UntukUntukUntukUntukUntukUntukUntukUntuk

Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan

Perusahaan atauatauatauatauatauatauatauatau OrganisasiOrganisasiOrganisasiOrganisasiOrganisasiOrganisasiOrganisasiOrganisasi

 Resource Sharing  Reliabilitas tinggi  Lebih ekonomis  Skalabilitas  Media Komunikasi Back

(9)

Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing Resource Sharing

 Bertujuan agar seluruh program, peralatan,

khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai.

(10)

Reliabilitas Reliabilitas Reliabilitas Reliabilitas Reliabilitas Reliabilitas Reliabilitas

Reliabilitas TinggiTinggiTinggiTinggiTinggiTinggiTinggiTinggi

 Adanya sumber-sumber alternatif pengganti

jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan.

(11)

Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas Skalabilitas

 Kemampuan untuk meningkatkan kinerja

sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambah sejumlah prosesor.

(12)

Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan UntukUntukUntukUntukUntukUntukUntukUntuk UmumUmumUmumUmumUmumUmumUmumUmum

 Akses ke informasi yang berada di tempat

jauh.

 Komunikasi ke orang-orang  Hiburan interaktif

(13)

Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat

Perangkat KerasKerasKerasKerasKerasKerasKerasKeras JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan

 Multi I/O

 NIC (Network Interface Card)  Router

 Bridge  Gateway  Repeater  Modem

 Media (kabel, Gelombang Radio)

 HUB

(14)

Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi

Klasifikasi JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan

Berdasarkan MetodeMetodeMetodeMetodeMetodeMetodeMetodeMetode TransmisiTransmisiTransmisiTransmisiTransmisiTransmisiTransmisiTransmisi

 Broadcast

 Point to Point

(15)

Broadcast Broadcast Broadcast Broadcast Broadcast Broadcast Broadcast Broadcast

 Jaringan broadcast memiliki saluran

komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan tersebut.

 Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket,

yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field

alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket tersebut

(16)

Point to Point Point to Point Point to Point Point to Point Point to Point Point to Point Point to Point Point to Point

 Terdiri dari beberapa koneksi pasangan

individu dari mesin-mesin.

 Untuk pergi dari sumber ke tempat tujuan,

sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara.

 Seringkali harus melalui banyak route yang

mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan point-to-point.

(17)

Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi

Klasifikasi JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan

Berdasarkan GeografisGeografisGeografisGeografisGeografisGeografisGeografisGeografis

 Local Area Network (LAN) (10m – 1 km)  Metropolitan Area Network (MAN) (10 km)  Wide Area Network (WAN) (100 – 1000 km)  Jaringan Tanpa Kabel

(18)

Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN)Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN)

 Ukuran: LAN mempunyai keterbatasan ukuran

 Teknologi transmisi: LAN tradisional mempunyai

kecepatan mulai 1 sampai 100 Mbps. LAN modern mempunyai kecepatan sampai ratusan Mbps

 Topologi:

 Bus/Linear, mekanisme yang digunakan untuk

mengatur pengiriman pesan disebut IEEE 802.3 atau Ethernet.

 Ring  IEEE 802.5 (token ring IBM)

(19)

Metropolitan Area Network Metropolitan Area NetworkMetropolitan Area Network Metropolitan Area Network

Metropolitan Area Network Metropolitan Area Network Metropolitan Area Network Metropolitan Area Network

 Seperti LAN, cuma ukurannya lebih

besar

 Biasanya digunakan oleh

perusahaan-perusahaan

(20)

Wide Area Network Wide Area Network Wide Area Network Wide Area Network

Wide Area Network Wide Area Network Wide Area Network Wide Area Network

 Lingkungan dalam negara atau benua

 Host dihubungkan dengan sebuah subnet

 Tugas subnet: pembawa pesan dari satu host ke host

lainnya

 Komponen subnet: kabel transmisi dan element

switching

Element Switching sering juga disebut sebagai:

 Packet switching node  Intermediate system

 Data switching exchange  Router

(21)

Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan TanpaTanpaTanpaTanpaTanpaTanpaTanpaTanpa KabelKabelKabelKabelKabelKabelKabelKabel

 Manfaatnya: kantor portable, armada

truk, taksi, bis, kepentingan militer di medan perang.

 Kelemahannya: lambat daripada kabel

(umumnya 2 Mbps), laju kesalahan

lebih besar, transimisi yang berbeda

(22)

Internetwork Internetwork Internetwork Internetwork Internetwork Internetwork Internetwork Internetwork

 Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi disebut

Internetwork atau Internet.

 Bentuk internet yang umum adalah kumpulan dari

LAN yang dihubungkan oleh WAN.

 Perbedaan yang nyata antara subnet dan WAN dalam

kasus ini adalah keberadaan host.

 Bila di dalam sistem terdapat kurva tertutup yang

hanya terdiri dari router-router, maka itulah subnet.

 Bila sistemnya terdiri dari router dan host, maka

itulah WAN.

(23)

Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem

Sistem KoneksiKoneksiKoneksiKoneksiKoneksiKoneksiKoneksiKoneksi dalam dalam dalam dalam dalam dalam dalam

dalam JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

 Peer to Peer  Client - Server

(24)

Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer Peer to Peer

 Peer artinya rekan sekerja

 Adalah jaringan komputer yang terdiri dari

beberapa komputer.

 Adalah suatu model di mana setiap PC dapat

memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain.

 Dikenal sebagai workgroup. Dimana setiap

komputer dalam satu jaringan dikelompokkan dalam satu kelompok kerja

(25)

Client Client Client Client Client Client Client

Client -------- ServerServerServerServerServerServerServerServer

 Selain pada jaringan lokal, juga dapat

diterapkan dengan teknologi internet. Di mana ada suatu unit yang berfungsi sebagai server yang memberikan layanan bagi komputer lain, dan client yang hanya meminta layanan dari server.

 Client hanya bisa menggunakan resource

(26)

Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis

Jenis LayananLayananLayananLayananLayananLayananLayananLayanan Client Client Client Client Client Client Client

Client -------- ServerServerServerServerServerServerServerServer

 File Server

Memberikan layanan fungsi pengelolaan file.  Print Server

Memberikan layanan fungsi pencetakan.  Database Server

Proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.

 DIP (Document Information Processing)

Memberikan layanan fungsi penyimpanan, manajemen, dan pengambilan data.

(27)

Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer dandandandandandandandan Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem

Sistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

 Adalah sekumpulan komputer yang

saling terkoneksi dengan media

transmisi, dan terjadi proses transfer file.

(28)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan

Perbedaan JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

dan dan dan dan dan dan dan

dan SistemSistemSistemSistemSistemSistemSistemSistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

Jaringan Komputer Sistem Terdistribusi

Komputer yang terhubung merupakan gabungan dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client

Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan host)

Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri-sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan. Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem.

Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah/beberapa pekerjaan besar bersama. Host melayani beberapa terminal & melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal

(29)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan

Perbedaan JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

dan dan dan dan dan dan dan

dan SistemSistemSistemSistemSistemSistemSistemSistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

Jaringan Komputer Sistem Terdistribusi

Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.

Lamanya proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yang meminta layanan.

User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di station atau di server).

Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.

Lamanya proses tergantung sistem operasi yang akan memilih prosesor komputer yang akan digunakan. User tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host.

Metode komunikasi antar komputer dengan model Peer to Peer atau

Metode komunikasi antar komputer tersentralisasi di host.

(30)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan

Perbedaan JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

dan dan dan dan dan dan dan

dan SistemSistemSistemSistemSistemSistemSistemSistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

Jaringan Komputer Sistem Terdistribusi

Masing-masing workstation (Peer to Peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.

Antar workstation bisa saling bertukar file dan resource yang dimiliki, sesuai permission yang diatur administrator.

Masing-masing terminal membutuhkan host untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan terminal lain. Antar terminal tidak dapat sharing file atau resource tanpa campur tangan host.

(31)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan

Perbedaan JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

dan dan dan dan dan dan dan

dan SistemSistemSistemSistemSistemSistemSistemSistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

Jaringan Komputer Sistem Terdistribusi

Masing-masing user di workstation dapat melihat proses layanan yang sedang terjadi.

User harus login pada server apabila ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server.

Masing-masing user di workstation tidak dapat melihat proses layanan yang sedang terjadi.

User mempunyai ID & password untuk login.

Umumnya ID login server tidak bisa digunakan bersama-sama. Kecuali ada policy dari admin.

User mempunyai ID & password untuk login.

Umumnya ID login server bisa digunakan bersama-sama. Kecuali ada policy dari admin.

(32)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan

Perbedaan JaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringanJaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

dan dan dan dan dan dan dan

dan SistemSistemSistemSistemSistemSistemSistemSistem TerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusiTerdistribusi

Jaringan Komputer Sistem Terdistribusi

Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan tidak harus transparan di satu lokasi, sehingga secara fisik tidak dapat dilihat oleh user lain dalam jaringan.

Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan harus transparan di satu lokasi, sehingga secara fisik dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan.

Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari client.

Spesifikasi hardware host harus lebih baik dari terminal.

Merupakan sistem yang menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application layer.

Merupakan sistem perangkat lunak yang dibuat & bekerja pada lapisan atas sebuah sistem

(33)

Hardware Hardware Hardware Hardware Hardware Hardware Hardware Hardware Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan Jaringan

Jaringan KomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputerKomputer

 Kabel

 Ethernet Card  Hub & Switch  Repeater

 Bridge  Router

(34)

Kabel Kabel Kabel Kabel Kabel Kabel Kabel Kabel

 Ada beberapa jenis kabel yang banyak

digunakan dan menjadi standart dalam penggunaannya untuk komunikasi data dalam jaringan komputer.

 Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan

dan spesifikasi yang berbeda.

 Ada 3 jenis kabel yang secara umum sering

dipakai, yaitu :

 Coaxial

 Twisted pair  Fiber Optic

(35)

Coaxial Coaxial Coaxial Coaxial Coaxial Coaxial Coaxial Coaxial  Thick Coaxial  Diameter rata-rata 12 mm

 Disebut standart ethernet/thick ethernet/yellow cable

 Thin Coaxial

 Diameter rata-rata 5 mm warna hitam

 Banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama

untuk transciever yang tidak memerlukan output daya yang besar.

 Setiap perangkat dihubungkan dengan BNC

(Bayonet-Neill-aConcelmn) T Connector.

(36)

Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Thick Coaxial Spesifikasi jaringan :

 Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50 Ohm 1

watt.

 Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung atau berupa

populated segments.

 Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan.

 Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan,

termasuk repeaters.

 Max panjang kabel per segment adalah 1640 feet (± 500 meter)  Max jarak antar segment adalah 4920 feet (± 1500 meter)

 Setiap segment harus diberi ground.

 Jarak Max antara tap atau pencabangan dari kabel utama ke

perangkat adalah 16 feet (± 5 meter)

(37)

Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial Thin Coaxial

 Setiap ujung diberi terminator 50 Ohm.

 Maksimum 3 segment terhubung satu sama lain

(populated segments).

 Kartu jaringan cukup menggunakan transciever yang

onboard, tidak perlu tambahan transciever, kecuali untuk repeater.

 Setiap segment maksimum berisi 30 perangkat jaringan.

 Max panjang kabel adalah 606.8 feet (± 185 meter)

 Max panjang kabel antar segment adalah 1818 feet (±

555 meter)

 Setiap segment harus diberi ground.

(38)

Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable

Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable

 UTP (Unshielded Twisted Pair)  STP (Shielded Twisted Pair)

 Terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin

 Dari 8 buah kabel yang ada, hanya 4 buah

saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data.

 Perangkat lain yang berkenaan dengan

penggunaan kabel jenis ini adalah konektor RJ-45 dan hub/Switch.

(39)

Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable

Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable Twisted Pair Cable

 Ada dua jenis pemasangan kabel UTP

yang umum digunakan, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router, yaitu :

 Straight Through Cable  Cross Over Cable

(40)

Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable

Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable

 Digunakan untuk menghubungkan

beberapa unit komputer melalui

perantara HUB/Switch, yang berfungsi sebagai konsetrator maupun repeater.

1 8 1 8 1. Putih Orange 2. Orange 3. Putih Hijau 4. Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 7. Putih Coklat 8. Coklat

(41)

Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable

Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable Straight Through Cable

 Penggunaan kabel UTP model Straight

Through pada jaringan lokal biasanya akan membentuk topologi star atau tree dengan hub/switch sebagai pusatnya.

 Penggunaan Hub/Switch harus sesuai dengan

kecepatan dari NIC. Karena perbedaan kecepatan pada NIC & Hub/Switch berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat

(42)

Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable

Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable

 Berbeda dengan Straight through,

Penggunaan cross cable ini digunakan untuk berkomunikasi antar komputer

(tanpa HUB), atau dapat juga

digunakan untuk meng-cascade HUB jika diperlukan.

(43)

Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable

Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable Cross Over Cable

1 8 1 8 1. Putih Orange 2. Orange 3. Putih Hijau 4. Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 7. Putih Coklat 1. Putih Hijau 2. Hijau 3. Putih Orange 4. Biru 5. Putih Biru 6. Orange 7. Putih Coklat TX+ TX-RX+ RX-TX+ TX-RX+

(44)

RX-Roll Over Cable Roll Over Cable Roll Over Cable Roll Over Cable

Roll Over Cable Roll Over Cable Roll Over Cable Roll Over Cable

 Digunakan untuk menghubungkan sebuah terminal

dan modem ke Cisco Router seri 2500 Access Server

1. Putih Orange 2. Orange 3. Putih Hijau 4. Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 7. Putih Coklat 8. Coklat 1 8 8 1 1. Coklat 2. Putih Coklat 3. Hijau 4. Putih Biru 5. Biru 6. Putih Hijau 7. Orange 8. Putih Orange

(45)

Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable

Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable Fiber Optic Cable

 Kabel yang memiliki inti serat kaca

sebagai saluran untuk menyalurkan

sinyal antar terminal sering dipakai

sebagai saluran BACKBONE karena

kehandalannya yang tinggi

dibandingkan dengan coaxial cable atau kabel UTP. Kabel ini tidak terpengaruh oleh cuaca dan panas.

(46)

Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card

 Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast

network, dimana setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain.

 Setiap Ethernet mempunyai alamat sepanjang 48 bit

yang dikenal sebagai Ethernet address (MAC Address).

 Alamat tersebut telah ditanam ke dalam setiap

rangkaian kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai Media Access Control (MAC) atau lebih dikenal dengan hardware istilah hardware address. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode yang telah ditentukan oleh IEEE.

(47)

Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card Ethernet Card

 NIC model 10Base umumnya telah

menyediakan port koneksi untuk kabel coaxial ataupun kabel UTP.

 Jika didesain untuk kabel coaxial maka

konektornya adalah BNC.

 Jika didesain untuk kabel UTP maka

(48)

Hub & Switch Hub & Switch Hub & Switch Hub & Switch

Hub & Switch Hub & Switch Hub & Switch Hub & Switch

 Hub & Switch biasanya disebut konsentrator.

 Sebuah konsentrator adalah sebuah perangkat yang

menyatukan kabel-kabel network dari setiap workstation, server atau perangkat lain.

 Dalam topologi star, kabel UTP datang dari sebuah workstation

masuk ke dalam hub atau switch.

 Menggunakan konektor RJ-45

 Beberapa jenis hub dapat dipasang bertingkat (stackable)

hingga 4 susun, dan biasanya memiliki lubang sebanyak 4, 8, 16 dan 24 bh.

 Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan

manajemen trafic data lebih baik dari pada Hub.

 Jenis Switch manageable, selain dapat mengatur traffic data

(49)

Repeater Repeater Repeater Repeater Repeater Repeater Repeater Repeater

 Fungsi Utama adalah memperkuat

sinyal dengan cara menerima sinyal dari

suatu segmen kabel LAN lalu

memancarkan kembali dengan

kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain.

(50)

Bridge Bridge Bridge Bridge Bridge Bridge Bridge Bridge

 Fungsinya sama dengan repeater, tetapi lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater.

 Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda.

 Bridge mampu memisahkan sebagaian dari trafic karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering.

 Mekanisme ini umumnya sebagai store and forward.

 Bridge dapat digunakan untuk mengkoneksikan network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

 Bridge dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan.

(51)

Router Router Router Router Router Router Router Router

 Router mampu mengirimkan data/ informasi dari satu jaringan

ke jaringan lain yang berbeda.

 Router hampir sama seperti bridge, tapi tidak sepintar dan

fleksibel bridge.

 Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah

pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal.

 Router mengetahui alamat masing-masing komputer di

lingkungan jaringan lokal, alamat bridges dan router lainnya.

 Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat

sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk sampai sisi tersebut bersih.

(52)

Router RouterRouter Router Router Router Router Router

 Dapat menerjemahkan informasi dari LAN dan

INTERNET.

 Mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk

mengirimkan data melewati internet.

 Mengatur jalur sinyal secara efisien dan dapat

mengatur data yang mengalir di antara dua buah protokol.

 Dapat mengatur aliran data di antara topologi

jaringan linear bus dan star.

 Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber

optic, kabel coaxial dan kabel UTP

(53)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Pengertian topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data di dalam jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Berikut ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan dipakai hingga saat ini, yaitu:

 Topologi Star

 Topologi Hierarchical/Tree  Topologi Bus

 Topologi Ring

 Topologi Daisy Chain (Linear)

(54)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi StarStarStarStarStarStarStarStar

(55)

Topologi TopologiTopologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi StarStarStarStarStarStarStarStar

Karakteristik dari topologi ini adalah node berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node (Hub/Switch), Traffic data mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node tujuan. Jika

salah satu segmen kabel terputus,

(56)

Topologi TopologiTopologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi StarStarStarStarStarStarStarStar

Keuntungan :

 Akses ke Station lain cepat.

 Dapat menerima workstation baru selama

port di central node masih tersedia.

 Hub/Switch bertindak sebagai konsentrator

 Hub/Switch dapat disusun seri untuk

menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan.

 User dapat lebih banyak dibanding topologi

(57)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi StarStarStarStarStarStarStarStar

Kerugian :

Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang tidak dipergunakan oleh node lain.

(58)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi HierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkis/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree

Switch

Switch

(59)

Topologi

Topologi

Topologi

Topologi

Topologi

Topologi

Topologi

Topologi

HierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkisHierarkis/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree/Tree

Tidak semua stasiun mempunyai

kedudukan yang sama. Stasiun yang

kedudukannya lebih tinggi menguasai

stasiun di bawahnya, sehingga jaringan

sangat tergantung ada stasiun yang

kedudukannya lebih tinggi dan

kedudukan stasiun yang sama, disebut peer topology.

(60)

Topologi TopologiTopologi Topologi Topologi Topologi Topologi

(61)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi BusBusBusBusBusBusBusBus

Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana disepanjang kabel dipasang node-node. Signal dalam kabel dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi.

Keuntungan :

 Murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai

banyak tersedia dipasaran.

 Setiap komputer dapat saling berhubungan dengan langsung.

Kerugian :

Sering terjadi hang/crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur di waktu yang sama , harus bergantian atau ditambah relay.

(62)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

(63)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi RingRingRingRingRingRingRingRing

Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data sangat cepat.

Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran. Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju

(64)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi RingRingRingRingRingRingRingRing

Tiap komputer dapat diberi repeater (transceiver) yang berfungsi sebagai: Listen State

Tiap bit dikirim dengan mengalami delay waktu Transmit State

Bila bit berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater dapat mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya harus menampung dan memancarkan kembali.

Bypass State

Berfungsi menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif. Keuntungan :

 Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi lewat jalur lainyang

masih terhubung.

 Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat

diperkecil Kerugian :

(65)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

(66)

Topologi TopologiTopologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi DaisyDaisyDaisyDaisyDaisyDaisyDaisyDaisy--------Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)Chain (linear)

Topologi ini merupakan peralihan dari topologi Bus dan topologi ring, di mana tiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segmen kabel, tetapi segmen membentuk saluran, bukan lingkaran utuh. Antar komputer seperti terhubung seri.

Keuntungan :

Instalasi dan pemeliharaannya murah. Kerugian :

Kurang handal (tidak sesuai dengan kemajuan jaman)

(67)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh dandandandandandandandan Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected

(68)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh dandandandandandandandan Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected

 Topologi ini menerapkan hubungan antar

sentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1.

 Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan

meningkatnya jumlah sentral yang terpasang.

 Disamping kurang ekonomis juga relatif

(69)

Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi Topologi

Topologi Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh Mesh dandandandandandandandan Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected Full Connected

 Topologi ini merupakan teknologi

khusus yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karena sistem yang rumit.

Namun dengan teknologi wireless,

topologi ini sangat memungkinkan

untuk diwujudkan

(70)

Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep

Konsep DasarDasarDasarDasarDasarDasarDasarDasar Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol

Protokol TCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IP

 Merupakan Sekumpulan protokol yang

terdapat di dalam jaringan komputer yang digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar data antar komputer.

 Merupakan protokol standart pada jaringan

internet yang menghubungkan banyak komputer yang berbeda jenis mesin maupun sistem operasi agar dapat berinteraksi satu sama lain.

(71)

Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah

 Kebutuhan DoD (Department of Defense) akan suatu

komunikasi di antar berbagai variasi komputer yang telah ada. Komputer tersebut harus tetap terhubung karena terkait dengan pertahanan negara dan sumber informasi harus tetap berjalan meskipun terjadi bencana alam.

 Tahun 1969 dimulai penelitian terhadap serangkaian

protokol. Dengan tujuan :

 Terciptanya protokol-protokol umum  Meningkatkan efisiensi komunikasi data

 Dapat dipadukan dengan teknologi WAN yang telah ada  Mudah dikonfigurasikan

(72)

Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah Sejarah

Sejarah (Continued)(Continued)(Continued)(Continued)(Continued)(Continued)(Continued)(Continued)

 1968 DoD ARPAnet (Advance Research

Project Agency) memulai penelitian dan merupakan cikal bakal dari paket switching.

(73)

Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan

Layanan TCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IP

 Pengiriman file (File Transfer). File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan user

dapat mengirim atau menerima file dari komputer jaringan.

 Remote Login. Network Terminal Protokol (telnet). Memungkinkan user untuk

melakukan login ke dalam suatu komputer di dalam jaringan.

 Computer Mail. Digunakan untuk menerapkan sistem e-mail.

Protokol yang digunakan:

 SMTP (Simple Mail Transport Protokol) untuk pengiriman email

 POP (Post Office Protokol) dan IMAP (Internet Message Access Control) untuk

menerima email

 MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions) untuk mengirimkan data selain teks

 Network File System (NFS). Pelayanan akses file jarak jauh yang memungkinkan

klien untuk mengakses file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan lokal.

 Remote Execution. Memungkinkan user untuk menjalankan suatu program dari

komputer yang berbeda.

 Name Servers. Nama database alamat yang digunakan pada internet.  IRC (Internet Relay Chat). Memberikan layanan chat

(74)

Cara Cara Cara Cara Cara Cara Cara

Cara kerjakerjakerjakerjakerjakerjakerjakerja TCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IP

 TCP merupakan connection-oriented, yang berarti

bahwa kedua komputer ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data berlangsung (dalam hal ini email). TCP bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut akan sampai tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan. Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram, TCP akan membaginya ke dalam beberapa datagram.

(75)

Cara Cara Cara Cara Cara Cara Cara

Cara kerjakerjakerjakerjakerjakerjakerjakerja TCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IP

 IP bertanggung jawab setelah hubungan

berlangsung. Tugasnya adalah untuk merutekan paket data di dalam network. IP hanya bertugas menjadi kurir dari TCP dan mencari jalur yang terbaik dalam penyampaian datagram. IP “tidak bertanggung jawab” jika data tersebut tidak sampai dengan utuh, namun IP akan mengirimkan pesan kesalahan melalui ICMP (Internet Control Message Protokol) dan kemudian kembali ke sumber data.

 Karena IP hanya mengirimkan data tanpa

mengetahui urutan data mana yang akan disusun berikutnya, maka menyebabkan IP mudah untuk

(76)

Arsitektur Arsitektur Arsitektur Arsitektur Arsitektur Arsitektur Arsitektur

Arsitektur TCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IPTCP/IP

Application Layer (SMTP, FTP, HTTP, dll)

Transport Layer (TCP, UDP) Internet Layer (IP, ICMP, ARP) Network Interface Layer

(Ethernet, SLIP, PPP)

Jaringan Fisik

TCP/IP Stack

(77)

Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol

Protokol---ProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokol TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP

 Network Interface layer

Bertanggung jawab mengirimkan data dari media fisik. Contoh dari protokol ini adalah :

 Ethernet

Sebuah card yang terhubung ke card lain melalui ethernet hub dan kabel UTP atau BNC

 SLIP (Serial Line Interface Protokol)

Teknik enkapsulasi datagram yang paling sederhana di internet. Datagram IP yang diterima dienkapsulasi dengan menambahkan karakter END (0xC0) pada awal dan akhir frame.

 PPP (Point to Point Protokol)

terdiri dari beberapa protokol mini, yaitu:

 LCP (Link Control Protocol), berfungsi membentuk dan memelihara link.  Authentication Protocol, berfungsi untuk memeriksa authentikasi dari user.

Ada dua jenis authentikasi, yaitu: Password Authentication Protokol (PAP) dan Challenge Handshake Authentication Protokol (CHAP)

(78)

bermacam-Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol

Protokol---ProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokol TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP  Internet Layer

IP (Internet Protokol) memiliki sifat yang dikenal sebagai

 Unreliable

Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan.

 Connectionless

Proses pengiriman paket dari tempat asal ke tempat tujuan tanpa handshake terlebih dahulu.

 datagram delivery service

Setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap yang lain.

(79)

Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP

Version Header Length Type of Service Total Length of Diagram

Indetification Flags Fragment Offset

Time To Live Protokol Header Checksum

Source IP Address Destination IP Address

Options

(80)

Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP Format Datagram IP

 Version, bersisi versi dari IP yang dipakai

 Header Length, berisi panjang dari header paket IP ini dalam hitungan 32 bit

word

 Type of service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara

penanganan paket IP ini.

 Total Length of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran byte.

 Identification, Flag dan Fragment Offset, berisi beberapa data yang

berhubungan dengan fragmentasi paket.

 Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang boleh dilewati paket IP.  Protocol, mengandung data yang mengidentifikasikan protokol layer atas

pengguna isi data dari paket IP.

 Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari

header paket IP.

 IP Address penerima dan pengirim, berisi alamat pengirim dan penerima paket.  Strict Source Route, berisi daftar lengkap IP Address dari router yang harus

dilalui oleh paket ke host tujuan.

 Loose Source Route, paket yang dikirimkan harus singgah di beberapa router

(81)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

 ICMP (Internet Control Message

Protocol), bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus

(82)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

Beberapa pesan kesalahan ICMP, yaitu:

 Destination Unreachable, Pesan yang dihasilkan oleh router jika paket

gagal dikrim akibat putus jalur.

 Network Unreachable, jaringan tujuan tidak dapat dihubungi  Host Unreachable, host tujuan tidak dapat dihubungi

 Protokol At Destination Unreachable, Protokol tidak tersedia  Port is Unreachable, port tidak tersedia

 Destination Network is Unknown, jaringan tujuan tidak dikenal  Destination Host is Unknown, host tujuan tidak dikenal

 Time Exceeded

 Parameter Problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktet dimana

kesalahan terdeteksi.

 Source quench, yang terjadi karena router/host tujuan membuang

datagram karena pembatasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.

 Redirect, memberi saran kepada host asal datagram mengenai router

(83)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP) Internet Layer (ICMP)

Beberapa ICMP Query Message, yaitu:

 Echo request dan Echo reply message,

bertujuan memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif.

 TimeStamp dan TimeStamp Reply,

menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket.

 Address Mask, untuk mengetahui berapa

(84)

Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP)

Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP) Internet Layer (ARP)

ARP (Address Resolution Protocol),

digunakan untuk keperluan pemetaan IP

address dengan ethernet address.

ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi

IP address yang ingin diketahui alamat

(85)

Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol

Protokol---ProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokolProtokol TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP TCP/IP  Transport Layer

Merupakan layer komunikasi data yang mengatur aliran data antara dua host, untuk keperluan aplikasi di atasnya.

ada 2 buah protokol pada layer ini, yaitu:

 TCP (Transmission Control Protocol)

Merupakan protokol yang menyediakan service yang dikenal sebagai:

 Connection oriented,

Sebelum terjadi pertukaran data dua aplikasi pengguna TCP harus Handshake

 Reliable,

TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi.

 Byte stream service,

Berarti paket dikirimkan dan sampai ke tujuan secara berurutan.

 UDP (User Datagram Protocol)

Merupakan protokol sederhana, yang bersifat connectionless, non sequencing dan acknowledgement. Selain itu juga merupakan protokol yang bekerja pada transport layer untuk digunakan bersama dengan protokol IP

(86)

IP IP IP IP IP IP IP

IP VersiVersiVersiVersiVersiVersiVersiVersi 44444444

 IP Address merupakan pengenal yang

digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan.

 Format IP Address adalah bilangan 32 bit

yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik.

 Format IP Address dapat berupa biner

(xxxxxxxx.xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx) atau berupa bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik (dotted decimal) (xxx.xxx.xxx.xxx)

(87)

Format IP Address Format IP Address Format IP Address Format IP Address Format IP Address Format IP Address Format IP Address Format IP Address

 IP address merupakan bilangan biner 32

bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik disetiap 8 bitnya.

 Tiap 8 bit ini disebut dengan oktet.

 Bentuk dari IP address adalah sebagai

berikut :

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx 10000100.01011100.01111001.00000001

(88)

Network ID Network ID Network ID Network ID Network ID Network ID Network ID

Network ID dandandandandandandandan Host IDHost IDHost IDHost IDHost IDHost IDHost IDHost ID

 Pembagian kelas-kelas IP berdasarkan pada

dua hal : Network ID dan host ID dari suatu IP.

 Network ID adalah bagian dari IP address yang

digunakan untuk menunjuk jaringan tempat komputer ini berada.

 Host ID adalah bagian dari IP Address yang

digunakan untuk menunjuk workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut.

(89)

Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian

Pembagian IP AddressIP AddressIP AddressIP AddressIP AddressIP AddressIP AddressIP Address

Dikenal dua cara pembagian IP address:

 Classfull Addressing  Classless Addressing

(90)

Classfull ClassfullClassfull Classfull Classfull Classfull Classfull

Classfull AddressingAddressingAddressingAddressingAddressingAddressingAddressingAddressing

 Merupakan metode pembagian IP

berdasarkan kelas dimana IP Address dibagi menjadi 5 kelas

 Kelas A  Kelas B  Kelas C  Kelas D  Kelas E

(91)

Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas AAAAAAAA  Format : 0nnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh  Bit Pertama : 0

 Panjang NetID : 8 bit

 Panjang HostID : 24 Bit

 Byte Pertama : 0-127

 Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

 Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx

 Jumlah IP : 16.777.214 IP Address disetiap kelas A

 Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah

(92)

Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas BBBBBBBB  Format : 10nnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh  Bit Pertama : 10

 Panjang NetID : 16 bit

 Panjang HostID : 16 Bit

 Byte Pertama : 128-191

 Jumlah : 16.384 Kelas B

 Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

 Jumlah IP : 65.532 IP Address di setiap kelas B

 Dekripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan

(93)

Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas CCCCCCCC  Format : 110nnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh  Bit Pertama : 110

 Panjang NetID : 24 bit

 Panjang HostID : 8 Bit

 Byte Pertama : 192-223

 Jumlah : 2.097.152 Kelas C

 Range IP : 192.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx

 Jumlah IP : 254 IP Address disetiap kelas C

(94)

Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas DDDDDDDD  Format : 1110nnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh  Bit Pertama : 1110

 Bit Multicast : 28 bit

 Byte Inisial : 224-247

 Dekripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP

(95)

Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas EEEEEEEE  Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr  Bit Pertama : 1111

 Bit Cadangan : 28 bit

 Bit Inisial : 248-255

 Dekripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan

(96)

Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing Classless Addressing

 Merupakan metode pengalamatan

tanpa kelas, yakni dengan

mengalokasikan IP Address dalam

notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR).

(97)

Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian IPIPIPIPIPIPIPIP

 Proses memilih Network ID dan Host ID

yang tepat untuk suatu jaringan.

 IP Address terdiri dari 2 bagian, yaitu

 Network ID

Menunjuk nomor network

 Host ID

(98)

Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian IPIPIPIPIPIPIPIP

Beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan :

Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan, karena merupakan

default yang digunakan untuk keperluan menunjuk dirinya sendiri (loop-back).

Host ID tidak boleh diset 1 (ex. 126.255.255.255), karena akan

diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota pada jaringan.

Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 0 (ex. 0.0.0.0),

karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjuk suatu host.

Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network

(99)

Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian Pengalokasian IPIPIPIPIPIPIPIP Aturan lain : 0/8 : 0.0.0.1 s/d 0.255.255.254 Host/net : 16.777.214 10/8 : 10.0.0.1 s/d 10.255.255.254 Host/net : 16.777.214 127/8 : 127.0.0.1 s/d 127.255.255.254 Host/net : 16.777.214 169.254/16 : 169.254.0.1 s/d 169.255.255.254 Host/net : 65.534 172.16/12 : 172.16.0.1 s/d 172.31.255.254

Host/net : 1.048.574 (Private Internet)

192.0.2/24 : 192.0.2.1 s/d 192.0.2.254

Host/net : 254

192.168/16 : 192.168.0.1 s/d 192.168.255.254

Host/net :65534

(100)

Subnet Subnet Subnet Subnet Subnet Subnet Subnet Subnet

 Konsep Subnetting dari IP Address merupakan

teknik yang umum digunakan di internet untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan IP Address.

 Subnetting merupakan proses memecah satu

kelas IP Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask

(101)

Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh

Contoh SubnetSubnetSubnetSubnetSubnetSubnetSubnetSubnet

Subnet Host Network Address

1 62 202.91.8.0/26 2 62 202.91.8.64/26 3 62 202.91.8.128/26 4 62 202.91.8.192/26 Subnet Mask 255.255.255.192

Subnet Host Network Address

1 4094 169.254.0.0/20 2 4094 169.254.16.0/20 3 4094 169.254.32.0/20 4 4094 169.254.64.0/20 … 16 4094 169.254.240.0/20 Subnet Mask 255.255.240.0

(102)

Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel

Tabel subnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnet

Bit Host

Masked CIDR Subnet Net Mask

Host Per Network 0 /8 1 255.0.0.0 16777214 1 /9 2 255.128.0.0 8388606 2 /10 4 255.192.0.0 4194302 3 /11 8 255.224.0.0 2097150 4 /12 16 255.240.0.0 1048574 5 /13 32 255.248.0.0 524286 6 /14 64 255.252.0.0 262142 7 /15 128 255.254.0.0 131070 8 /16 256 255.255.0.0 65534 9 /17 512 255.255.128.0 32766 10 /18 1024 255.255.192.0 16382 11 /19 2048 255.255.224.0 8910 12 /20 4096 255.255.240.0 4094 13 /21 8912 255.255.248.0 2046

(103)

Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel

Tabel subnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnetsubnet

Bit Host

Masked CIDR

Subnet/

Network Net Mask

Host Per Network 14 /22 16384 255.255.252.0 1022 15 /23 32768 255.255.254.0 510 16 /24 65536 255.255.255.0 254 17 /25 131072 255.255.255.128 126 18 /26 262144 255.255.255.192 62 19 /27 524288 255.255.255.224 30 20 /28 1048576 255.255.255.240 14 21 /29 2097152 255.255.255.248 6 22 /30 4194304 255.255.255.252 2

(104)

Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting

 Jumlah Host per Network

2n-2

 n adalah jumlah bit tersisa sebelum

diselubungi.

Contoh: network prefix /10 maka bit tersisa adalah 32-10=22

(105)

Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting Subnetting  Jumlah subnet = 2N

 Dimana N adalah jumlah bit yang

dipergunakan. N=network prefix-8 Contoh: network prefix /10, maka N=10-8 = 2

(106)

Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel

Tabel Subnet MaskSubnet MaskSubnet MaskSubnet MaskSubnet MaskSubnet MaskSubnet MaskSubnet Mask IP IP IP IP IP IP IP

IP KelasKelasKelasKelasKelasKelasKelasKelas CCCCCCCC

Bit Masked

Bit

Host ID CIDR Subnet Net Mask

Host Max Host per Network 0 8 /24 1 255.255.255.0 254 254 1 7 /25 2 255.255.255.128 252 126 2 6 /26 4 255.255.255.192 248 62 3 5 /27 8 255.255.255.224 240 30 4 4 /28 16 255.255.255.240 224 14 5 3 /29 32 255.255.255.248 192 6 6 2 /30 64 255.255.255.252 128 2

(107)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan  IP kelas C 202.152.0.1

 Tentukan berapa jumlah host maximal

yang bisa disusun dalam jaringan dan berapa jumlah subnetnya.

 202.152.0.1/27

 32-27 = 5

(108)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan  IP kelas C 192.168.1.1

 Tentukan berapa jumlah host maximal yang

bisa disusun dalam jaringan dan berapa jumlah subnetnya.  192.168.1.1/28  32-28 = 4  Host : 24-2=14  IP Host Awal : 192.168.1.1  IP Host Akhir : 192.168.1.14  Subnet Mask : 255.255.255.240

(109)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan 1. 192.168.0.0/26, 2. 192.168.0.xx/26, 3. 192.168.0.xxx/26, 4. 192.168.0.xxx/26  Host : ?  IP Host Awal : ?  IP Host Akhir : ? Subnet Mask : ?

(110)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan 1. 192.168.0.0/27, 2. 192.168.0.xx/27, 3. 192.168.0.xxx/27, 4. 192.168.0.xxx/27  Host : ?  IP Host Awal : ?  IP Host Akhir : ?  Subnet Mask : ?

(111)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan 1. 192.168.0.0/27, 2. 192.168.0.xx/26, 3. 192.168.0.xx/28, 4. 192.168.0.xxx/29  Host : ?  IP Host Awal : ?  IP Host Akhir : ? Subnet Mask : ?

(112)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Router A Router A Router C Router B Router D

Router D Router ERouter E

Router F Router G Subnet X1 Subnet X2 Subnet X3 Host =25 Subnet X4 Host=10 Subnet X5 Host=12 Subnet X6 Host=9 INTERNET IP Awal : 202.134.0.0

(113)

Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Latihan Router A Router A INTERNET Router C

Router C Router BRouter B Router D Router D Router E Router E Router F Router F Router G Router G Subnet A Subnet B IP Total =16 IP Total =16 IP Total IP Total Subnet E Subnet F IP Total =8 IP Total =8 IP Total =4 IP Awal : 200.192.2.0

(114)

Materi Materi Materi Materi Materi Materi Materi

Materi RoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRouting

 Konsep dasar Routing

 Jenis-jenis routing

 Tabel routing

 Protokol-protokol routing

(115)

Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep

Konsep DasarDasarDasarDasarDasarDasarDasarDasar RoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRouting

 Routing adalah Proses yang dialami

datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP.

 Konsep routing adalah hal yang utama

pada lapisan internet di jaringan

TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan.

(116)

Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep Konsep

Konsep DasarDasarDasarDasarDasarDasarDasarDasar RoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRouting

 Data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk

datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan.

 Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan

device asal, datagram tersebut langsung disampaikan.

 Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama,

datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.

 Router berfungsi sebagai penghubung dua buah jaringan yang

berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan.

 Router menjadi perangkat yang berfungsi meneruskan datagram IP

pada network layer. Router memiliki lebih dari satu NIC dan dapat meneruskan datagram dari satu NIC ke NIC yang lain

(117)

Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis Jenis

Jenis--------jenisjenisjenisjenisjenisjenisjenisjenis routingroutingroutingroutingroutingroutingroutingrouting

 Routing Statik

 Entri-entri dalam forwarding table route diisi dan dihapus secara

manual.

 Routing Dinamik

 Proses pengisian data routing di table secara otomatis.

 Cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi

entri-entri forwarding table secara manual.

 Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat

berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya.

(118)

Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Perbedaan Routing Routing Routing Routing Routing Routing Routing

Routing StatikStatikStatikStatikStatikStatikStatikStatik dandandandandandandandan dinamikdinamikdinamikdinamikdinamikdinamikdinamikdinamik

Routing Statik Routing Dinamik

Berfungsi pada protokol IP Berfungsi pada inter-routing protokol Routing tidak dapat membagi

informasi routing

Router membagi informasi routing secara otomatis

Routing tabel dibuat dan dihapus secara manual

Routing tabel dibuat dan dihapus secara dinamis oleh router

Tidak menggunakan routing protokol

Terdapat routing protokol, seperti RIP atau OSPF

Microsoft mendukung multihomed system seperti router

Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX/SPX

(119)

Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel

Tabel RoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRouting

 Tabel routing terdiri atas entri-entri rute

dan setiap rute setidaknya terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukan routing langsung atau tidak, alamat router dan nomor interface.

(120)

Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol Protokol

Protokol--------protokolprotokolprotokolprotokolprotokolprotokolprotokolprotokol RoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRoutingRouting

 Interior Gateway Protocol (IGP)

 Protokol yang menangani routing jaringan

pada sebuah autonomous system, Terdiri dari

 Routing Information Protocol (RIP)

 Open Shortest Path First (OSPF)

 Exterior Gateway Protocol (EGP)

 Protokol yang menangani routing antar

autonomous system, Terdiri dari :

(121)

Karakteristik KarakteristikKarakteristik Karakteristik Karakteristik Karakteristik Karakteristik

Karakteristik RIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPFRIP & OSPF

RIP OSPF

Menggunakan algoritma distance-vector (Bellman-Ford)

Menggunakan algoritma link-state

Dapat menyebabkan routing loop Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar

Diameter jaringan terbatas Tidak menyebabkan routing loop

Lambat mengetahui perubahan jaringan

Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area

Menggunakan metrik tunggal Cepat mengetahui perubahan pada jaringan dan dapat menggunakan bebarapa macam metrik

Gambar

Tabel subnet subnet subnet subnet subnet subnet subnet subnet
Tabel subnet subnet subnet subnet subnet subnet subnet subnet
Tabel Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask Subnet Mask IP IP IP IP IP IP IP
Tabel Routing Routing Routing Routing Routing Routing Routing Routing

Referensi

Dokumen terkait

Pada perencanaan pengembangan jaringan distribusi di Kecamatan Cipondoh akan dibuat dua skenario pengembangan dimana pada skenario pertama akan dilakukan optimasi pada

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yang nantinya berkelanjutan yaitu preparasi sampel, ekstraksi maserasi dan fraksinasi daun benalu Nangka ( Macrosolen

Dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan

IGS 3-60 yang dikembangkan berdasarkan tiga tingkat skor dan enam kelompok pangan (pangan karbohidrat, lauk pauk, sayur, buah, dan susu) dapat digunakan sebagai

Dari data pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan metode inkuiri. Pada siswa kompetensi dasar melakukan pengukuran sudut diketahui dari hasil

74 Dengan demikian, data yang termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari dokumen-dokumen yang berkenaan dengan pendayagunaan harta

Analysis of data used qualitative analysis techniques of Miles and Huberman models.The results of the study revealed that the evaluation of component context of schools

Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kantor Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang sudah diberikan wewenang tentang kebijakan Elektronik Kartu