• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... RINGKASAN EKSEKUTIF...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... RINGKASAN EKSEKUTIF..."

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...

i

DAFTAR ISI ...

ii

RINGKASAN EKSEKUTIF ...

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Tugas, Fungsi, dan Wewenang Organisasi ...

1

B. Aspek Strategis Organisasi ...

4

C. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi ...

5

D. Struktur Organisasi ...

6

E. Sistematika Penyajian ... 11

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Rencana Strategis 2015 - 2019 ... 14

1. Pernyataan Visi ... 14

2. Pernyataan Misi ... 16

3. Tujuan ... 17

4. Sasaran Strategis... 18

5. Sasaran Program ... 18

6. Indikator Kinerja Utama ... 19

7. Program dan Kegiatan ... 20

B. Perjanjian Kinerja 2016 ... 21

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja ... 23

B. Analisis Capaian Kinerja ... 26

Sasaran Program 1 ... ... 26

Sasaran Program 2 ... ... 34

Sasaran Program 3 ... .... 38

Sasaran Program 4 ... .... 42

C. Realisasi Keuangan ... . 43

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan Umum ... 45

B. Simpulan Capaian Kinerja ... 45

C. Rencana Tindak ... 46

LAMPIRAN

Lampiran 1 Kinerja Sasaran Strategis, Sasaran Program & Analisis Efisiensi

Lampiran 2 Perbandingan Realisasi dan Capaian Outcome

Lampiran 3 Capaian Kinerja Kegiatan

Lampiran 4 Perbandingan Realisasi dan Capaian Output

Lampiran 5 Rincian Rekomendasi Hasil Pengawasan

Lampiran 6 Daftar Opini LKPD & Kinerja BUMD

Lampiran 7 Daftar Asistensi dan Fasilitasi

(4)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Penyajian laporan kinerja bertujuan untuk memberikan informasi

kinerja yang terukur atas kinerja yang telah dan seharusnya

tercapai. Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu mempunyai tugas

mewujudkan Rencana Kinerja BPKP di daerah serta turut

berkontribusi pada capaian kinerja BPKP dalam lingkup nasional.

Dalam rangka implementasi penjabaran Rencana Kinerja tersebut,

Perwakilan

BPKP

Provinsi

Bengkulu

menyusun

dokumen

perencanaan berupa Penetapan Kinerja Tahun 2016.

Untuk mencapai sasaran program serta IKU sebagaimana tercantum dalam Renstra BPKP

2015-1019, Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu melaksanakan tiga program teknis yaitu

Program Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan

Negara/Korporasi, Program Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah

Daerah/Korporasi, dan Program Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L/P, dan

satu program dukungan, yaitu Program Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan

Teknis Pengawasan BPKP.

Capaian sasaran program diindikasikan dengan capaian indikator kinerja utama (IKU) yaitu

indikator yang secara signifikan mempengaruhi capaian sasaran program. Pengukuran

capaian kinerja sasaran program meliputi identifikasi atas realisasi IKU dan

membandingkan dengan targetnya.

Laporan Kinerja (LKj) BPKP Tahun 2016 ini merupkan salah satu media yang

menunjukkan kesiapan BPKP untuk mampu menjawab pertanyaan atas pencapaian

kinerja tahun 2016. LKj juga dimanfaatkan sebagai alat kendali dan alat pengukuran

kinerja menuju terwujudnya akuntabilas keuangan negara yang berkualitas

Hasil penilaian atas pelaksanaan kinerja tahun 2016 menunjukkan bahwa dari sepuluh IKU

sasaran kegiatan Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, sebanyak delapan IKU mencapai

target, satu IKU tidak mencapai target yaitu IKU

“Persentase BUMD yang Kinerjanya

Minimal Berpredikat Baik dari BUMD yang Dibina” pada tahun 2016 dengan capaian

27,48% yaitu realisasi sebesar 14,29% dari target 52,00%, dan satu IKU belum ada

realisasinya yaitu

IKU “Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota Level 3”. Ringkasan

(5)

No

Indikator Kinerja Program

Satuan

Target

Realisasi

Capaian

(%)

Sasaran Program 1

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan

Negara/Korporasi

1

Perbaikan Tatakelola Manajemen

Risiko, dan Pengendalian Intern

Pengelolaan Program Nasional

%

45,00

68,63

152,50

2

Persentase

Tindak

Lanjut

Rekomendasi

Tata

Kelola,

Manajemen Risiko dan Pengendalian

Intern

%

100,00

100,00

100,00

3

Penyerahan

Hasil

Pengawasan

Keinvestigasian

Kepada

Aparat

Penegak Hukum

%

60,00

100,00

166,67

Sasaran Program 2

Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

1

Maturitas

SPIP

Pemerintah

Kabupaten/Kota (level 3)

%

10,00

-

-

2

Persentase BUMD yang Kinerjanya

Minimal Berpredikat Baik dari BUMD

yang Dibina

%

52,00

14,29

27,48

3

Persentase BLUD yang Kinerjanya

Minimal Berpredikat Baik dari BLUD

yang Dibina

%

14,00

25,00

178,57

Sasaran Program 3

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah

1

Kapabilitas

APIP

Pemerintah

Kabupaten/Kota (level 2)

%

10,00

10,00

100,00

2

Kapabilitas

APIP

Pemerintah

Provinsi (level 1)

%

100,00

100,00

100,00

3

Kapabilitas

APIP

Pemerintah

Kabupaten/Kota (level 1)

%

90,00

110,00

122,23

Sasaran 4

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan Teknis Dalam Pengawasan BPKP

Persepsi

Kepuasan

Layanan

Kesesmaan (skal likert 1-10)

(6)
(7)

BAB I

PENDAHULUAN

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang

Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Instruksi Presiden Nomor 7

tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu memiliki kewajiban untuk melaporkan kinerja tahunannya melalui suatu

Laporan Kinerja (LKj) tingkat unit kerja. Laporan tersebut pada intinya melaporkan

capaian kinerja atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun

dibandingkan dengan target-target yang ditetapkan. Capaian kinerja tersebut dapat

dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk dapat memberikan masukan bagi

pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya. Evaluasi atas pencapaian kinerja tersebut

tentunya dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi organisasi, kebijakan pengawasan

tahunan, dan sumber daya yang tersedia di unit organisasi.

A. Tugas, Fungsi, dan Wewenang Organisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu sebagai salah satu unit pelaksana BPKP di

daerah memiliki tugas, fungsi, dan wewenang yang telah mengalami beberapa kali

perubahan. Terakhir, Tugas dan fungsi BPKP diatur dalam Peraturan Presiden

Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Menurut Peraturan Presiden tersebut, BPKP mempunyai tugas menyelenggarakan

urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan

pembangunan

nasional.

Dalam

melaksanakan

tugas

tersebut,

BPKP

menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan nasional pengawasan intern terhadap akuntabilitas

keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional meliputi kegiatan yang

bersifat lintas sektoral, kegiatan kebendaharaan umum Negara berdasarkan

penetapan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara, dan

kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden;

2. Pelaksanaan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan

lainnya terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban

akuntabilitas

penerimaan

negara/daerah

dan

akuntabilitas

pengeluaran

keuangan negara/daerah serta pembangunan nasional dan/atau kegiatan lain

yang seluruh atau sebagian keuangannya dibiayai oleh anggaran negara/daerah

dan/atau subsidi termasuk badan usaha dan badan lainnya yang di dalamnya

(8)

terdapat kepentingan keuangan atau kepentingan lain dari Pemerintah Pusat

dan/atau Pemerintah Daerah serta akuntabilitas pembiayaan keuangan negara/

daerah;

3. Pengawasan intern terhadap perencanaan dan pelaksanaan pemanfaatan aset

negara/daerah;

4. Pemberian konsultansi terkait dengan manajemen risiko, pengendalian intern,

dan tata kelola terhadap instansi/badan usaha/badan lainnya dan program/

kebijakan pemerintah yang strategis;

5. Pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program dan/atau

kegiatan yang dapat menghambat kelancaran pembangunan, audit atas

penyesuaian harga, audit klaim, audit investigasi terhadap kasus-kasus

penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan negara/daerah, audit

penghitungan kerugian keuangan negara/daerah, pemberian keterangan ahli,

dan upaya pencegahan korupsi;

6. Pengkoordinasian dan sinergi penyelenggaraan pengawasan intern terhadap

akuntabilitas keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional

bersama-sama dengan aparat pengawasan intern pemerintah lainnya;

7. Pelaksanaan reviu atas laporan keuangan dan laporan kinerja pemerintah pusat;

8. Pelaksanaan sosialisasi, pembimbingan, dan konsultansi penyelenggaraan

sistem pengendalian intern kepada instansi pemerintah pusat, pemerintah

daerah, dan badan-badan yang di dalamnya terdapat kepentingan keuangan

atau kepentingan lain dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah;

pelaksanaan kegiatan pengawasan berdasarkan penugasan Pemerintah sesuai

peraturan perundang-undangan;

9. Pembinaan kapabilitas pengawasan intern pemerintah dan sertifikasi jabatan

fungsional auditor;

10. Pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan di bidang

pengawasan dan sistem pengendalian intern pemerintah;

11. Pembangunan dan pengembangan, serta pengolahan data dan informasi hasil

pengawasan

atas

penyelenggaraan

akuntabilitas

keuangan

Negara

Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah;

12. Pelaksanaan pengawasan intern terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di

BPKP; dan

(9)

13. Pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum,

ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan,

hukum, kehumasan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Selain tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, BPKP juga memiliki peran dalam

pengawasan intern atas akuntabilitas pengelolaan keuangan negara sebagaimana

dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, yaitu:

1. Pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atas kegiatan

tertentu yang meliputi:

a. Kegiatan yang bersifat lintas sektoral, yaitu kegiatan yang dalam

pelaksanaannya melibatkan dua atau lebih kementerian negara/lembaga atau

pemerintah daerah yang tidak dapat dilakukan pengawasan oleh Aparat

Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah

Daerah karena keterbatasan kewenangan;

b. Kegiatan Kebendaharaan Umum Negara berdasarkan penetapan oleh

Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN). Khusus dalam

rangka pelaksanaan pengawasan intern atas kegiatan kebendaharaan umum

negara, Menteri Keuangan melakukan koordinasi kegiatan yang terkait

dengan instansi pemerintah lainnya;

c. Kegiatan lain berdasarkan penugasan Presiden.

2. Pembinaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);

3. Reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebelum disampaikan Menteri

Keuangan kepada Presiden;

4. Penyampaian ikhtisar laporan hasil pengawasan yang bersifat nasional (dari hasil

pengawasan BPKP dan APIP lainnya).

Di samping itu, menurut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2014 tentang

Peningkatan Kualitas Sistem Pengendalian Intern dan Keandalan Penyelenggaraan

Fungsi Pengawasan Intern dalam rangka Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, BPKP

mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan dalam rangka meningkatkan

penerimaan negara/daerah serta efisiensi dan efektivitas anggaran pengeluaran

negara/daerah, meliputi kegiatan:

1. Audit dan evaluasi terhadap pengelolaan penerimaan pajak, bea dan cukai;

2. Audit dan evaluasi terhadap pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak pada

Instansi Pemerintah, Badan Hukum lain, dan Wajib Bayar;

3. Audit dan evaluasi terhadap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah;

4. Audit dan evaluasi terhadap pemanfaatan aset negara/ daerah;

(10)

5. Audit dan evaluasi terhadap program/kegiatan strategis di bidang kemaritiman,

ketahanan energi, ketahanan pangan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan;

6. Audit dan evaluasi terhadap pembiayaan pembangunan nasional/ daerah;

7. Evaluasi terhadap penerapan sistem pengendalian intern dan sistem

pengendalian kecurangan yang dapat mencegah, mendeteksi, dan menangkal

korupsi;

8. Audit investigatif terhadap penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan

negara/daerah untuk memberikan dampak pencegahan yang efektif;

9. Audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara/daerah dan

pemberian keterangan ahli sesuai dengan peraturan perundangan.

B. Aspek Strategis Organisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu memiliki tugas untuk melakukan pengawasan

intern terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan negara/daerah, sebagai

pembina penyelenggaraan SPIP bagi seluruh instansi pemerintah di daerah, dan

meningkatkan kapabilitas pengawasan intern Pemda. Adanya pergeseran

paradigma auditor internal telah memengaruhi perubahan peran auditor internal di

Indonesia. Peran auditor internal telah berubah menjadi sebuah institusi yang

melaksanakan peran “assurance” dan “consulting” bagi stakeholdersnya. Kegiatan

BPKP selain dipengaruhi adanya pergeseran paradigma tersebut, juga sangat

tergantung pada perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan

paradigma baru, BPKP harus dapat menunjukkan prestasi melalui unjuk kerja yang

optimal sehingga peran BPKP di daerah semakin nyata dalam membantu

Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal dalam menyelesaikan

permasalahan-permasalahan tata kelola kepemerintahan yang dihadapi.

Dalam upaya mewujudkan peran sesuai amanat PP 60 Tahun 2008 tentang SPIP,

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu lebih mengedepankan aspek pencegahan,

dengan lebih menekankan membangun sistem yang mampu mencegah atau

memudahkan deteksi adanya kecurangan/penyimpangan. Dua peran utama yang

dilakukan adalah peran assurance dan consulting bagi stakeholders untuk

memberikan keyakinan yang memadai atas pencapaian tujuan penyelenggaraan

pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara

dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Jasa assurance dilakukan

melalui audit, reviu, evaluasi dan pemantauan, sedangkan consulting antara lain

berupa sosialisasi, pendidikan dan pelatihan pengawasan, pembimbingan dan

konsultansi, pengelolaan hasil pengawasan dan pemaparan hasil pengawasan.

(11)

Sementara itu, kerangka kebijakan pengawasan BPKP diarahkan untuk mencapai

sasaran terwujudnya kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan

terpercaya, mencapai terwujudnya penguatan kebijakan sistem pengawasan intern

pemerintah, penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan nasional,

kebijakan dalam penerapan pengawasan intern yang independen, profesional dan

sinergis serta kebijakan penerapan sistem manajemen kinerja pembangunan

nasional yang efisien dan efektif. Untuk itu, BPKP memiliki strategi pengawasan

dalam kurun waktu 2015-2019 yang berfokus pada peningkatan kualitas hasil

pengawasan terhadap isu-isu strategis melalui penguatan SPIP, penguatan

kapasitas APIP, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia BPKP.

C. Kegiatan dan Produk Organisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu sebagai unit eselon II berkewajiban

melaksanakan kegiatan-kegiatan teknis yang telah ditetapkan guna mendukung

program BPKP secara nasional. Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu memfasilitasi

pelaksanaan beberapa produk unggulan yang bermanfaat bagi pembenahan

manajemen pemerintahan di daerah dan melaksanakan kegiatan-kegiatan teknis,

antara lain:

1.

Pengawasan atas kegiatan lintas sektoral

2.

Pengawasan atas permintaan stakeholders

3.

Pengawasan atas permintaan Presiden

4.

Pengawasan atas Proyek PHLN

5.

Pembinaan penyelenggaraan SPIP

6.

Pengawasan atas kegiatan kebendaharaan umum negara

7.

Bimbingan teknis/asistensi penyusunan LKKL

8.

Pengawasan Penerimaan Negara

9.

Bimtek/asistensi penyusunan LKPD

10. Pengawasan atas kinerja pelayanan publik

11. Bimtek/asistensi GCG/KPI BUMD

12. Pengawasan atas kinerja BUMD

13. Bimtek/asistensi penyusunan LK BUMD

14. Sosialisasi Program Anti Korupsi

15. Bimtek/asistensi implementasi FCP

16. Kajian pengawasan

17. Audit investigasi atas Hambatan Kelancaran Pembangunan, Klaim, dan

Penyesuaian Harga

(12)

18. Audit investigasi, Perhitungan Kerugian Keuangan Negara, dan Pemberian

Keterangan Ahli atas Permintaan Instansi Penyidik

19. Audit investigasi atas permintaan instansi lainnya

20. Reviu terhadap laporan dan pengaduan masyarakat

21. Peningkatan Kapabilitas APIP.

D. Struktur Organisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu merupakan instansi vertikal BPKP di daerah.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu berada di bawah dan bertanggung

jawab kepada Kepala BPKP berdasarkan Peraturan Kepala BPKP Nomor 1 Tahun

2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat,

Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, Provinsi

Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi

Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi

Maluku, dan Provinsi Papau. Untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara

efektif, Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu memiliki struktur organisasi sebagai

berikut:

Gambar 1.1

Struktur Organisasi Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

(13)

Dalam upaya mencapai tujuan organisasi, Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

didukung oleh komponen-komponen dukungan, sebagai berikut:

1. Sumber Daya Manusia

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu per 31 Desember 2016, didukung sumber daya manusia sebanyak 84

orang, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 1.1

Sumber Daya Manusia Per 31 Desember 2016

Gambar 1.2

Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan

0

5

10

15

20

25

30

35

40

IV

III

II

No

Uraian

IV

Golongan

III

II

Jumlah

S2

S1

Pendidikan

DIII

SLTA

Jumlah

1

Struktural

2

3

-

5

1

4

-

-

5

2

PFA

12

39

8

59

3

44

12

-

59

3

Calon PFA

-

-

-

-

-

-

-

-

-

4

Prakom

-

2

-

2

-

1

-

1

2

5

Arsiparis

-

2

-

2

-

1

-

1

2

6

Analis

Kepegawaian

-

1

-

1

-

1

-

-

1

7

PFU

-

14

1

15

-

6

-

9

15

Jumlah

14

61

19

84

4

57

12

11

84

(14)

Gambar 1.3

Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Pendidikan

Tabel 1.2

Jumlah Pegawai menurut Jabatan

Jabatan

Jumlah (orang)

Struktural

Eselon II

1

Eselon III

1

Eselon IV

3

Pejabat Fungsional Auditor

Pengendali Teknis

12

Ketua Tim

8

Anggota Tim

39

Pejabat Fungsional Pranata Komputer

2

Pejabat Fungsional Arsiparis

Pejabat Fungsional Analis Kepegawaian

2

1

Pejabat Fungsional Umum

15

Total

84

0

5

10

15

20

25

30

35

40

S2

S1

DIII

SLTA

(15)

Gambar 1.4

Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan

2. Keuangan

Dana pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu yang bersumber dari DIPA seluruhnya sebesar Rp19.496.073.000,00

dengan realisasi sebesar Rp18.703.877.580,00 atau 95,94%, dengan rincian

jumlah anggaran dan realisasi anggaran serta sumber dana tahun 2016 dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.3

Anggaran dan Realisasi Tahun 2016

Jenis Belanja

Rencana (Rp)

Anggaran 2016

Realisasi (Rp)

%

Belanja Pegawai

12.685.070.000,00 12.209.726.654,00

96,25

Belanja barang

6.711.003.000,00

6.394.250.926,00

95,28

Belanja Modal

100.000.000,00

99.900.000,00

99,90

Jumlah

19.496.073.000,00 18.703.877.580,00

95,94

Di samping itu, dalam pelaksanaan penugasan di luar rencana kerja tahunan

atau berdasarkan permintaan stakeholder didukung oleh dana penugasan yang

bersumber dari stakeholder terkait. Realisasi dana penugasan dari pihak ketiga

tersebut sampai dengan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp307.883.450,00.

1% 1%

4%

14%

10%

47%

2%

2%

1%

18%

Eselon II

Eselon III

Eselon IV

Pengendali Teknis

Ketua Tim

Anggota Tim

Pejabat Fungsional Pranata

Komputer

(16)

3. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas Perwakilan BPKP

Provinsi

Bengkulu

meliputi

tanah,

bangunan,

kendaraan

dinas,

inventaris/peralatan kantor, dan perlengkapan lainnya, dapat dilihat pada tabel

dibawah ini:

Tabel 1.4

Daftar Sarana dan Prasarana

No

Uraian

Nilai (Rp)

1

Tanah

2.301.893.000,00

2

Peralatan dan Mesin

4.966.023.497,00

3

Gedung dan Bangunan

10.679.388.794,00

4

Jalan, Irigasi, dan Jaringan

230.800.000,00

5

Aset Tetap Lainnya

24.962.000,00

6

Akumulasi Penyusutan

(5.759.702.236,00)

Jumlah

12.443.365.055,00

Sarana dan prasarana tersebut di atas telah cukup memadai guna mendukung

pelaksanaan tugas dan fungsi, serta nilainya telah memperhitungkan akumulasi

penyusutan. Tanah dan bangunan diperuntukkan sebagai bangunan kantor

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu dan rumah negara. Selain ruang untuk

bekerja, bangunan kantor dilengkapi dengan sarana/ruang untuk poliklinik,

perpustakaan, arsip, aula, koperasi, sarana ibadah dan kantin.

E. Sistematika Penyajian

Laporan Kinerja (LKj) memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu selama tahun 2016. Capaian kinerja tahun

2016 tersebut dibandingkan dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2016 sebagai tolok

ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap target

kinerja memungkinkan dilakukannya identifikasi atas sejumlah celah kinerja

(performance gap) yang dijadikan sebagai masukan bagi perbaikan kinerja di masa

datang.

Sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Perwakilan BPKP

Provinsi Bengkulu Tahun 2015 berpedoman pada Peraturan Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014

tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu

atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja Perwakilan BPKP

Provinsi Bengkulu Tahun 2016 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

(17)

Gambar 1.6

(18)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Sebagai auditor intern pemerintah, BPKP melaksanakan tugas dan fungsinya di

bidang pengawasan intern untuk mendukung keberhasilan pembangunan sebagaimana

telah diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019. Oleh karena itu, arah kebijakan strategis,

kerangka regulasi serta kerangka kelembagaan BPKP difokuskan untuk memberikan

kontribusi kepada pemerintah dalam mencapai keberhasilan sasaran pembangunan yang

dicita-citakan selama lima tahun ke depan.

Untuk itu, BPKP merancang strategi pengawasan ke dalam empat fokus atau dimensi

sebagai respon terhadap kompleksitas isu pembangunan nasional sebagai berikut:

1. Pengawalan Pembangunan Nasional

Pengawalan Pembangunan Nasional diarahkan untuk memastikan diterapkannya

tata kelola yang baik dalam pencapaian target-target pembangunan nasional,

memberikan early warning dan solusi terhadap permasalahan yang mungkin

menghambat jalannya pembangunan, serta menyediakan informasi yang mutakhir

dan akurat bagi pengambilian keputusan Presiden.

2. Peningkatan Ruang Fiskal

Pengawasan intern diarahkan antara lain untuk memastikan efektivitas kegiatan

peningkatan ruang fiskal dari sektor penerimaan negara/daerah. Kegiatan

pengawasan difokuskan pada kegiatan dalam rangka optimalisasi penerimaan

negara/daerah yang berasal dari sektor perpajakan, kepabean, dan PNBP.

3. Pengamanan Aset Negara/Daerah

Pengawasan atas pengamanan aset negara/daerah diarahkan untuk memastikan

efektivitas pengamanan terhadap aset-aset negara. Kegiatan pengawasan

difokuskan pada kasus-kasus penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan

negara/daerah,

perhitungan

kerugian

keuangan

negara/daerah,

pemberian

keterangan ahli, upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan kualitas manajemen

aset negara/daerah, permasalahan terkait aset sebagaimana hasil audit BPK-RI.

4. Peningkatan Governance System

(19)

negara/daerah/desa/BUMN/D. Kegiatan pengawasan diarahkan pada peningkatan

kualitas laporan keuangan pada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah

yang memperoleh opini disclaimer dari BPK-RI, dan peningkatan tata kelola yang

baik pada BUMN/BUMD.

Sebagai alat untuk mengelola sumber daya yang terbatas dalam rangka mengeksekusi

strategi pengawasan tersebut, maka Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu menyusun

rencana jangka menengah berupa Rencana Strategis (Renstra) periode 2015-2019

dengan mengacu kepada Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 5 Tahun 2014

tentang Pedoman Penyusunan Renstra K/L.

A. Rencana Strategis 2015-2019

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu telah menetapkan Rencana Strategis

BPKP 2015-2019 dalam Surat Keputusan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

Nomor KEP- Tangga144/PW06/1/205 tanggal 28 Mei 2015. Rencana Strategis

(Renstra) BPKP tersebut merupakan dokumen perencanaan pengawasan periode

2015-2019 yang berisi visi yaitu keadaan umum yang diinginkan pada akhir tahun

2019 atau setelahnya, misi atau rumusan umum tentang upaya-upaya yang akan

dilaksanakan untuk mewujudkan visi, strategi atau program-program indikatif untuk

mencapai visi dan misi. Dalam kaitannya dengan dokumen perencanaan tersebut,

Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu menetapkan beberapa sasaran dan program

beserta kegiatan-kegiatan yang mendukung rencana strategis BPKP.

1. Pernyataan Visi

Visi merupakan gambaran masa depan yang hendak diwujudkan. Visi harus

bersifat praktis, realistis untuk dicapai, dan memberikan tantangan serta

menumbuhkan motivasi yang kuat bagi pegawai BPKP untuk mewujudkannya.

Visi :

Komitmen yang terkandung dalam pernyataaan visi tersebut adalah :

a. Auditor Internal Pemerintah RI

BPKP sebagai Auditor Internal Pemerintah RI merupakan visi yang strategis

dalam rangka meningkatkan prinsip independensi, baik in fact maupun in

Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

(20)

appearance terhadap semua instansi di bawah Presiden yaitu kementerian,

lembaga dan pemerintah daerah dan korporasi. Dengan demikian, informasi

yang dihasilkan dari proses/kegiatan pengawasan oleh BPKP diharapkan

bersifat obyektif, tidak bias, dan tidak diintervensi oleh pihak lain.

Terdapat dua hal penting dalam frase auditor internal pemerintah RI yaitu audit

intern dan auditor pemerintah RI.

1) Audit Intern

Peran BPKP dalam melaksanakan pengawasan intern memiliki dua sifat

aktivitas yaitu sebagai pemberi jasa assurance, dan pemberi jasa

consultancy diperoleh dengan pendekatan yang sistematis dan

metodologis

untuk

mengevaluasi

dan

meningkatkan

efektivitas

pengelolaan risiko, pengendalian dan proses governance. Untuk program

atau kebijakan pembangunan nasional, pengawasan intern BPKP

menuntut

penerapan

pendekatan

evaluasi

(riset

sosial)

untuk

menghasilkan rekomendasi perbaikan atas ketiga hal tersebut.

2) Auditor Pemerintah RI

Sebagai auditor pemerintah RI, BPKP merupakan mata dan telinga

Presiden yang difungsikan untuk melihat dan mendengar secara langsung

fakta lapangan dan memberikan respon berupa informasi assurance

melalui suatu sistem pengawasan, dalam hal ini sistem informasi

akuntabilitas.

BPKP mengemban amanah dan tanggungjawab yang besar karena

dituntut mampu mendeteksi berbagai potensi kelemahan maupun

penyimpangan di bidang keuangan negara.

b. Auditor Berkelas Dunia

Terdapat tiga aspek yang menunjukkan kualitas BPKP sebagai auditor internal

berkelas dunia, yaitu :

1) Aspek SDM

Sumber daya manusia (SDM) BPKP wajib menerapkan due professional

care dalam setiap pelaksanaan penugasan pengawasan dan wajib

(21)

2) Aspek Organisasi

Setiap auditor BPKP memiliki keahlian dan kapasitas yang memadai dalam

melakukan koordinasi dan kerjasama tim, paham atas budaya organisasi

serta sistem dan proses yang berlaku di BPKP. BPKP berkomitmen dan

selalu mengupayakan peningkatan kompetensi dalam berbagai bidang

terkait, sehingga meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi

masalah dan solusinya serta perubahan peraturan terkait dan standar baru

di bidang pengawasan.

3) Aspek Produk

Bahwa kualitas hasil pengawasan BPKP baik yang berupa assurance

maupun consultancy harus mempunyai daya ungkit (leverage) yang cukup

signifikan dalam meningkatkan kinerja pemerintah dan program

pembangunan.

c. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

Pengawasan BPKP dilakukan untuk merespon permasalahan yang

mengemuka pada pembangunan nasional yang menjadi perhatian Presiden

atau masyarakat luas.

2. Pernyataan Misi

Misi merupakan jalan pilihan untuk menuju masa depan. Misi menjabarkan lebih

lanjut visi dan berisi pernyataan tentang apa yang akan dilakukan untuk mencapai

visi.

Misi:

a. Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas

Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna

Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang

Bersih dan Efektif

b. Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah yang Efektif; dan

c. Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah

yang Profesional dan Kompeten

(22)

Penjelasan dari masing-masing misi adalah sebagai berikut :

a. Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan

Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola

Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif.

Misi ini mengandung dua hal yaitu tugas dan fungsi BPKP serta manfaat

BPKP. Tugas dimaksud adalah “Pengawasan intern terhadap akuntabilitas

pengelolaan keuangan dan pembangunan” dan manfaatnya yaitu “mendukung

tata kelola pemerintahan dan korporasi yang bersih dan efektif.

b. Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang

Efektif.

Untuk menjamin pelaksanaan seluruh program dan kegiatan dalam rangka

mencapai tujuan suatu organisasi, termasuk organisasi pemerintahan dan

pembangunan, dibutuhkan suatu sistem pengendalian intern yang dapat

memberi keyakinan memadai bahwa kegiatan berjalan efektif dan efisien,

diikuti dengan pelaporan keuangan yang handal, penanganan aset yang aman

dan taat terhadap peraturan perundang-undangan. Berdasarkan PP 60 Tahun

2008, sistem yang dimaksud adalah SPIP. Sesuai dengan PP tersebut, BPKP

diberikan mandat untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan SPIP.

c. Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional

dan Kompeten.

Sebagai salah satu unsur penting SPIP, Lingkungan Pengendalian

mewajibkan setiap pimpinan instansi pemerintah untuk membentuk dan

memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan

kondusif untuk menerapkan budaya pengendalian di lingkungan organisasinya.

Upaya pembentukan budaya kendali ini antara lain diselenggarakan melalui

perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang efektif.

Untuk mewujudkan peran APIP sebagai aparat pengawasan intern diperlukan

kapabilitas untuk menjamin tugas dan fungsinya.

3. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan

dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun. BPKP

menetapakan tiga tujuan untuk mengejawantahkan visi dan misi yang telah

ditetapkan, yaitu :

(23)

a. Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan

Nasional yang Bersih dan Efektif.

b. Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah.

c. Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan

Kompeten.

4. Sasaran Strategis

Sasaran strategis dalam rumusan Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

Tahun 2015-2019 merupakan indikator pencapaian tujuan strategis. Sasaran

strategis merupakan ukuran kinerja utama pencapaian dari tujuan dan

mencerminkan berfungsinya outcome dari semua program yang telah ditetapkan,

dengan uraian sebagai berikut :

a. Meningkatnya

Kualitas

Akuntabilitas

Pengelolaan

Keuangan

dan

Pembangunan Nasional.

b. Meningkatnya Maturitas Sistem Pengendalian Intern pada Kementerian,

Lembaga, Pemerintah Daerah dan Korporasi dan Program Prioritas

Pembangunan Nasional.

c. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian,

Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Korporasi.

5. Sasaran Program

Sasaran program adalah hasil yang akan dicapai dari program dalam rangka

pencapaian sasaran strategis Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu. Sasaran

program

mencerminkan

berfungsinya

output

yang

telah

direncanakan

pelaksanaannya selama tahun 2016. Empat sasaran program yang ingin dicapai

oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Sasaran Program dan Kegiatan

No.

SASARAN PROGRAM

SASARAN KEGIATAN

1

Perbaikan Pengelolaan Program

Prioritas Nasional dan Pengelolaan

Keuangan Negara/Korporasi

1. Tersedianya informasi hasil pengawasan pada Perwakilan

BPKP

2

Meningkatnya Kualitas Penerapan

SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

2. Tersedianya informasi hasil pengawasan pada Perwakilan

BPKP

3

Meningkatnya

Kapabilitas

Pengawasan Intern K/L/P

3. Tersedianya informasi hasil pengawasan pada Perwakilan

BPKP

4

Meningkatnya Kualitas Pelayanan

Dukungan

Teknis

pengawasan

BPKP

4. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan

tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan

5. Termanfaatkannya aset secara optimal dalam mencapai

(24)

6. Indikator Kinerja Utama

Setiap program dan kegiatan dalam Renstra selanjutnya dinyatakan dalam suatu

indikator kinerja yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berjangka

waktu. Hanya dengan indikator kinerja yang memenuhi kelima karakterisitik

kualitatif tersebut keberhasilan pencapaian program dan kegiatan akan dapat

dilakukan. Keberhasilan program diukur dengan indikator hasil (outcome),

sedangkan keberhasilan kegiatan diukur dengan menggunakan indikator keluaran

(output). Penetapan indikator program dilakukan dengan mempertimbangkan

tujuan program dan kegiatan-kegiatan yang mendukung program tersebut.

Indikator kinerja utama Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu merupakan indikator

kinerja outcome, yang menunjukkan peran utama Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu dalam pengawasan akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan

SPIP. Indikator Kinerja Utama (IKU) digunakan untuk mengukur keberhasilan

sasaran strategis, sedangkan keberhasilan kegiatan diukur dengan menggunakan

indikator keluaran (output).

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Sasaran Program

No.

Indikator Kinerja

Satuan

Target Realisasi

Capaian

(%)

Sasaran Program 1

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi

1

Perbaikan Tatakelola, Manajemen Risiko,

dan Pengendalian Intern Pengelolaan

Program Nasional

%

45,00

68,63

152,50

2

Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Tata

Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian

Intern Pengelolaan Korporasi

%

100,00

100,00

100,00

3

Penyerahan

Hasil

Pengawasan

Keinvestigasian kepada Aparat Penegak

Hukum

%

60,00

100,00

166,67

Sasaran Program 2

Meningkatkan Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

1

Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 3)

%

10,00

-

-

2

Persentase

BUMD

yang

Kinerjanya

Minimalnya Berpredikat Baik dari BUMD yang

Dibina

%

52,00

14,29

27,48

3

Persentase BLUD yang Kinerjanya

Minimalnya Berpredikat Baik dari BUMD yang

Dibina

%

14,00

25,00

178,57

Sasaran 3

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah

1

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 2)

%

10,00

10,00

100,00

2

Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 1)

%

100,00

100,00

100,00

3

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 1)

%

100,00

110,00

122,23

Sasaran 4

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan Teknis Dalam Pengawasan BPKP

Persepsi Kepuasan Layanan Kesesmaan (skala

(25)

7. Program dan Kegiatan

BPKP melaksanakan program dan kegiatan berdasarkan tugas dan fungsinya

sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program dan kegiatan dalam

lima tahun mendatang didasarkan pada mandat Peraturan Pemerintah Nomor 60

Tahun 2008, dan peraturan perundangan lain seperti Undang-Undang Nomor 30

Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Instruksi

Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.

Program didefinisikan sebagai instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih

kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga untuk mencapai sasaran

dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, dan/atau kegiatan masyarakat

yang dikoordinasikan oleh Kementerian/Lembaga. Dengan mempertimbangkan

restrukturisasi program yang dirancang oleh Bappenas bahwa setiap Lembaga

Pemerintah Non Departemen (LPND) menggunakan satu program teknis yang

spesifik untuk LPND tersebut dan satu atau beberapa program generik, BPKP

menetapkan tiga program teknis dan satu program generik. Dari ketiga program

tersebut disusun kegiatan-kegiatan teknis terkait. Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu sebagai unit eselon II berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan teknis

yang telah ditetapkan. Kegiatan teknis tersebut dalam praktiknya akan

dilaksanakan melalui sub kegiatan berupa:

1) Pengawasan atas kegiatan lintas sektoral

2) Pengawasan atas permintaan stakeholders

3) Pengawasan atas permintaan Presiden

4) Pengawasan atas Proyek PHLN

5) Pembinaan penyelenggaraan SPIP

6) Pengawasan atas kegiatan kebendaharaan umum negara

7) Bimbingan teknis/asistensi penyusunan LKKL

8) Pengawasan penerimaan negara

9) Bimtek/asistensi penyusunan LKPD

10) Pengawasan atas kinerja pelayanan publik

11) Bimtek/asistensi GCG/KPI BUMD

12) Pengawasan atas kinerja BUMD

13) Bimtek/asistensi penyusunan LK BUMD

14) Sosialisasi Program Anti Korupsi

(26)

16) Kajian Pengawasan

17) Audit investigasi atas Hambatan Kelancaran Pembangunan, Klaim, dan

Penyesuaian Harga

18) Audit investigasi, Perhitungan Kerugian Negara, dan Pemberian Keterangan

Ahli atas Permintaan Instansi Penyidik

19) Audit investigasi atas permintaan instansi lainnya

20) Reviu terhadap laporan dan pengaduan masyarakat

21) Peningkatan Kapabilitas APIP

Sedangkan kegiatan generik sebagai dukungan manajemen berupa:

1) Pelayanan gaji, honorarium dan tunjangan

2) Pelayanan operasional perkantoran

3) Penyusunan rencana kerja/teknis

4) Pembinaan administrasi pengelolaan kepegawaian

5) Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan

6) Penyuluhan dan penyebaran informasi

7) Pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan

8) Pembinaan dan penilaian Jabatan Fungsional

9) Pengumpulan data untuk mendukung PASs

10) Penyelenggaraan Sistem Informasi Manajemen di internal BPKP

11) Pengadaan sarana dan prasarana pendukung kedinasan

B. Perjanjian Kinerja 2016

Target kinerja menunjukkan komitmen dari pimpinan dan seluru anggota organisasi

untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap program dan kegiatan yang

dilakukan. Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif,

transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Perwakilan BPKP Provinsi

Bengkulu memiliki Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2016 yang merupakan bentuk

perjanjian Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu kepada Kepala BPKP pada

tanggal 22 Januari 2016. Perkin tersebut berisi kesanggupan untuk mewujudkan

target kinerja tahunan dan mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun

kegagalan pencapaiannya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selama tahun 2016 Perwakilan BPKP

Provinsi Bengkulu selain memenuhi target Perjanjian Kinerja (Perkin) tersebut juga

melaksanakan kegiatan teknis pengawasan di luar Perkin serta kegiatan dukungan

yang merupakan penugasan khusus dari BPKP Pusat dan Unit Eselon II lain serta

(27)

tugas-tugas pendampingan lainnya sesuai permintaan dari stakeholders di daerah

yang tidak dapat diprekdiksi sebelumnya. Perjanjian Kinerja Perwakilan BPKP

Provinsi Bengkulu Tahun 2016 secara ringkas adalah sebagai beriktu:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

No.

Indikator Kinerja

Satuan

Target

Sasaran Program 1

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi

1

Perbaikan Tatakelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern

Pengelolaan Program Nasional

%

45,00

2

Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Tata Kelola, Manajemen

Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan Korporasi

%

100,00

3

Penyerahan Hasil Pengawasan Keinvestigasian kepada Aparat

Penegak Hukum

%

60,00

Sasaran Program 2

Meningkatkan Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

1

Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 3)

%

10,00

2

Persentase BUMD yang Kinerjanya Minimalnya Berpredikat Baik

dari BUMD yang Dibina

%

52,00

3

Persentase BLUD yang Kinerjanya Minimalnya Berpredikat Baik

dari BUMD yang Dibina

%

14,00

Sasaran 3

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah

1

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 2)

%

10,00

2

Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 1)

%

100,00

3

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 1)

%

100,00

Sasaran 4

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan Teknis Dalam Pengawasan BPKP

(28)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Dalam penyusunan laporan kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu tahun 2016

dilakukan pengumpulan data kinerja yang melibatkan seluruh bagian/koordinator

pengawasan kelompok fungsional auditor. Data kinerja yang dikumpulkan berupa target

dan realisasi kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu beserta uraian rinci kinerja,

target, dan realisasi keuangan, target dan realisasi pengunaan sumber daya manusia,

serta informasi lain yang terkait dengan kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu tahun

2016. Pengumpulan data kinerja diarahkan untuk memperoleh data kinerja yang akurat,

lengkap, tepat waktu, dan konsisten yang berguna bagi pengambilan keputusan dalam

rangka perbaikan kinerja tanpa meninggalkan prinsip keseimbangan manfaat dan biaya

serta efisiensi dan efektivitas.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja, dilakukan evaluasi capaian setiap indikator kinerja

untuk mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala pencapaian

kinerja. Faktor pendukung keberhasilan dan kendala yang menghambat pencapaian

target kinerja dicermati dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di

masa yang akan datang.

A. Capaian Kinerja

Pengukuran capaian kinerja BPKP Perwakilan Provinsi Bengkulu tahun 2016

merupakan bagian dari penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan. Pengukuran

dilakukan terhadap capaian kinerja output dan capaian kinerja outcome dibandingkan

dengan target yang telah diperjanjikan dalam dokumen perjanjian kinerja tahun 2016.

BPKP telah merumuskan sasaran program dengan keberhasilan kinerja diukur

berdasarkan kinerja sasaran program pendukungnya. Capaian sasaran program

diindikasikan dengan capaian indikator kinerja utama (IKU) yaitu indikator yang

secara signifikan mempengaruhi capaian sasaran program. Pengukuran capaian

kinerja sasaran program meliputi identifikasi atas realisasi IKU dan membandingkan

dengan targetnya. Analisis lebih mendalam dilakukan terhadap perkembangan

capaian IKU dan efisiensi penggunaan sumber dana dalam mencapai kinerja IKU.

Capaian IKU dan capaian output disajikan dalam tabel sebagai berikut:

(29)

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Sasaran Program

No.

Indikator Kinerja

Satuan

Target Realisasi

Capaian

(%)

Sasaran Program 1

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi

1

Perbaikan Tatakelola, Manajemen Risiko,

dan Pengendalian Intern Pengelolaan

Program Nasional

%

45,00

68,63

152,50

2

Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Tata

Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian

Intern Pengelolaan Korporasi

%

100,00

100,00

100,00

3

Penyerahan

Hasil

Pengawasan

Keinvestigasian kepada Aparat Penegak

Hukum

%

60,00

100,00

166,67

Sasaran Program 2

Meningkatkan Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

1

Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 3)

%

10,00

-

-

2

Persentase

BUMD

yang

Kinerjanya

Minimalnya Berpredikat Baik dari BUMD yang

Dibina

%

52,00

14,29

27,48

3

Persentase BLUD yang Kinerjanya

Minimalnya Berpredikat Baik dari BUMD yang

Dibina

%

14,00

25,00

178,57

Sasaran 3

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah

1

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 2)

%

10,00

10,00

100,00

2

Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 1)

%

100,00

100,00

100,00

3

Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota

(level 1)

%

100,00

110,00

122,23

Sasaran 4

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dukungan Teknis Dalam Pengawasan BPKP

Persepsi Kepuasan Layanan Kesesmaan (skala

likert 1-10)

skala

7,00

7,97

113,86

Tabel 3.2

Capaian Output

Sasaran Kegiatan

indikator Kinerja

Ouput

Satuan

Target Realisasi Capaian

(%)

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi

Tersedianya informasi hasil

pengawasan dalam mencapai

perbaikan tatakelola,

perbaikan sistem pengendalin

intern pengelolaan keuangan

negara/daerah, dan

peningkatan kapabilitas APIP

Rekomendasi

Hasil

Pengawasan

(30)

Meningkatnya Kualitas Penerapan SPI Pemda/Korporasi

Tersedianya informasi hasil

pengawasan dalam mencapai

perbaikan tatakelola,

perbaikan sistem pengendalin

intern pengelolaan keuangan

negara/daerah, dan

peningkatan kapabilitas APIP

Rekomendasi

Pembinaan

Penyelenggaraan

SPIP/SPI

Rekomendasi

34

34

100

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L/P

Tersedianya informasi hasil

pengawasan dalam mencapai

perbaikan tatakelola,

perbaikan sistem pengendalin

intern pengelolaan keuangan

negara/daerah, dan

peningkatan kapabilitas APIP

Rekomendasi

Pembinaan

Kapabilitas APIP

Rekomendasi

3

3

100

Meningkatnya Kualitas Layanan Dukungan Teknis

Tersedianya dukungan

manajemen dan pelaksanaan

tugas teknis lainnya dalam

mencapai kepuasan layanan

Jumlah layanan

Dukungan

Manajemen

Perwakilan BPKP

Laporan

80

80

100

Termanfaatkannya aset

secara optimal dalam

mencapai kepuasan layanan

kesesemaan

Tersedianya alat

pengelolaan data

BPKP

M2

50

50

100

B. Analisis Capaian Kinerja

Sasaran Program 1

Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan

Keuangan Negara/Korporasi

Sasaran strategis yang pertama dari Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

tahun 2015-2019 adalah “Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan

Keuangan dan Penggunaan Nasional” dengan sasaran program “Perbaikan

Pengelolaan

Program

Prioritas

Nasional

dan

Pengelolaan

Keuangan

Negara/Korporasi ”.

Pencapaian kinerja sasaran program “Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas

Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi” diukur dengan tiga IKU,

yaitu “Perbaikan tatakelola manajemen risiko, dan pengendalian intern pengelolaan

program nasional”, “Persentase tindak lanjut rekomendasi tata kelola, manajemen

risiko dan pengendalian intern pengelolaan korporasi”, dan “Penyerahan hasil

(31)

pengawasan keinvestigasian kepada aparat penegak hukum”.

Sasaran program perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan

keuangan negara/korporasi terkait dengan tujuan pertama BPKP dalam rencana

strategis tahun 2015-2019 yaitu peningkatan kualitas akuntabilitas pengelolaan

keuangan dan pembangunan nasional yang bersih dan efektif.

Sasaran program ini diukur menggunakan tiga indikator kinerja utama (IKU) yaitu:

1. Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern Pengelolaan

Program Nasional, diukur dengan menghitung jumlah perbaikan hasil tindak

lanjut dibandingkan dengan jumlah rekomendasi. Pengukuran IKU dihitung

sebagai berikut:

Uraian capaian kinerja IKU 1 sasaran program “Perbaikan Pengelolaan Program

Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi” sama dengan

IKU sasaran strategisnya.

Realisasi tahun 2016 IKU ini adalah sebanyak tindak lanjut dari Rekomendasi

Hasil Pengawasan atau dengan perhitungan sebagai berikut :

Bidang

Rekomendasi

Hasil Tindak

Lanjut

(%)

IPP

43

31

72,09

APD

59

39

66,10

Jumlah

102

70

68,63

Realisasi indikator kinerja sasaran program “Perbaikan tata kelola, manajemen

risiko, dan pengendalian intern pengelolaan program nasional” sampai dengan

tahun 2016 adalah sebesar 68,63% dari target tahun 2016 sebesar 45%.

2. Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Tata Kelola, Manajemen Risiko dan

Pengendalian Intern Pengelolaan Korporasi, diukur dengan menghitung jumlah

laporan yang diserahkan ke korporasi dibandingkan dengan jumlah permintaan

(penugasan atas permintaan). Pengukuran IKU dihitung sebagai berikut:

Jumlah Perbaikan Hasil Tindak Lanjut

% Capaian IKU

=

X 100%

Jumlah Rekomendasi

Jumlah Laporan Yang Diserahkan ke Korporasi

(32)

Realisasi tahun 2016 IKU ini adalah sebanyak laporan yang diserahkan ke

korporasi atau dengan perhitungan sebagai berikut :

Bidang

Permintaan (PP)

Laporan yang

diserahkan ke

korporasi

(%)

AN

31

31

100,00

Jumlah

31

31

100,00

Realisasi indikator kinerja sasaran program “Persentase tindak lanjut

rekomendasi tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern pengelolaan

korporasi” sampai dengan tahun 2016 adalah sebesar 100,00% dari target tahun

2016 sebesar 100%.

3. Penyerahan Hasil Pengawasan Keinvestigasian kepada Aparat Penegak Hukum

(APH), diukur dengan menghitung jumlah laporan yang diserahkan ke APH/K/L

Pemerintah Daerah/Korporasi dibandingkan dengan jumlah permintaan

penugasan. Pengukuran IKU dihitung sebagai berikut:

Realisasi tahun 2016 IKU ini adalah sebanyak laporan yang diserahkan ke

Aparat Penegak Hukum (APH) atau dengan perhitungan sebagai berikut :

Bidang

Permintaan (PP)

Laporan yang

diserahkan

Ke APH

(%)

Investigasi

39

39

100

Jumlah

39

39

100

Realisasi indikator kinerja sasaran program “Penyerahan hasil pengawasan

keinvestigasian kepada aparat penegak hukum” sampai dengan tahun 2016

adalah sebesar 100% dari target tahun 2016 sebesar 60%.

Dari hasil uraian diatas dapat disimpulkan bahwa semua IKU yang mendukung

sasaran program telah mencapai target.

Untuk mendukung capaian IKU tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu

menghasilkan output berupa rekomendasi hasil pengawasan sebanyak 138

rekomendasi atau 100% dari target sebanyak 138 rekomendasi hasil

pengawasan.

Sasaran strategis ini didukung dengan dana sebesar Rp2.533.243.100,00 atau

Jumlah Laporan Yang Diserahkan ke APH

(33)

97,64% dari anggaran sebesar Rp2.614.825.000,00 dan SDM sebanyak 8.122

OH atau 56,96% dari rencana sebanyak 14.259 OH.

Perbaikan yang dihasilkan dari pelaksanaan peran BPKP memberikan jasa

assurance dan consulting dalam bidang tata kelola, manajemen risiko, dan

pengendalian intern pengelolaan program nasional dapat diuraikan, antara lain

sebagai berikut:

1. Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat;

a. Dalam rangka monitoring dan evaluasi program kegiatan prioritas nasional

pada BNN RI tahun 2016, Kepala BNN Provinsi Bengkulu melakukan

koordinasi kepada BNN Pusat terkait persetujuan pelaksanaan kegiatan

peningkatan kemampuan (capacity building) bagi petugas pelaksana

rehabilitas milik instansi pemerintah tahap selanjutnya, melaksanakan kegiatan

TOT pemberdayaan bidang P4GN di lingkungan masyarakat rawan

penyalahgunaan narkoba, workshop pemberdayaan anti narkoba di lingkungan

pendidikan, TOT pemberdayaan bidang P4GN di lingkungan pendidikan,

pembinaan teknis pemberdayaan masyarakat anti narkoba, dan monitoring

dan evaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan

jadwal yang telah ditentukan.

b. Pelaksanaan program di Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala

Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menginstruksikan petugas operator

bidang pendataan dan informasi melalui PLKB yang ada di setiap wilayah di

Provinsi Bengkulu untuk melakukan up date data terkait fasilitas kesehatan

(Faskes) yang telah bekerja sama dengan BPJS dan melakukan pembaharuan

data tersebut ke dalam Aplikasi SIM BKKBN.

c. Dalam rangka perbaikan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan di DPTK,

dilakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tengah menyampaikan secara resmi

dan tertulis Surat Keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 279 Tahun

2013 tentang Penetapan Wilayah Kerja Puskesmas dan Kriteria

Puskesmas serta Kriteria desa di Wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah

kepada Kementerian Kesehatan.

2) Kepala Dinas Kesehatan Kaur melakukan sosialisasi mengenai

pencegahan dan penyembuhan kasus penyakit menular kepada

masyarakat.

(34)

2. Bidang Pengawasan Akuntan Negara;

a. Pelaksanaan assessment GCG pada BUMD Kabupaten/Kota, BUMD melalui

penyusunan pedoman tata kelola perusahaan (code of corporate governance),

corporate plan dan RKAP perusahaan.

b. Langkah-langkah strategis yang dilaksanakan dalam rangka evaluasi internal

control BUMD, adalah:

1) Menyampaikan permasalahan penjualan oleh pengecer di atas Harga

Eceran Tertinggi (HET) kepada Dinas Perdagangan;

2) Menyampaikan permasalahan kelebihan stok pupuk urea bersubsidi di

gudang pengecer Gapoktan kepada Dinas Pertanian;

3) Mengkomunikasikan secara jelas rencana jangka panjang serta RKAP;

4) Melakukan sosialisasi tujuan perusahaan kepada semua karyawan;

5) Menyusun job description untuk tiap-tiap jabatan;

6) Memberlakukan formulir bernomor urut tercetak.

c. Evaluasi kinerja PDAM Kabupaten/Kota, menyampaikan langkah-langkah

strategis yang perlu dilakukan yaitu:

1) Menetapkan SK Direktur mengenai jabatan, tugas dan tanggung jawab

masing-masing pegawai di lingkungan PDAM Tirta Raflesia Kabupaten

Bengkulu Tngah, bagian teknik melakukan uji pengawasan kualitas air

minum sehingga dapat diinformasikan kepada pelanggan bahwa kualitas

air minum PDAM sudah seuai standar kesehatan;

2) Menyusun RKAP PDAM Tirta Dharma Kaupaben Rejang Lebong yang

dilengkapi dengan proyeksi neraca tahun berikutnya sesuai dengan

Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang

Pedoman Akuntansi PDAM;

3) PDAM Tirta Ratu Samban Kabupaten Bengkulu Utara berkoordinasi

dengan Dispenda tentang besaran jumlah pajak air minum permukaan

sehingga tidak terjadi penunggakan pajak daerah;

4) Menginstuksikan Tim SPI untuk menindaklanjuti sambungan ilegal dan

memberikan sanksi yang tegas kepada pegawai PDAM Tirta Dharma Kota

Bengkulu yang bekerja tidak sesuai aturan;

5) PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu menginventarisir pelanggan yang tidak

mendapat air kemudian membuat aturan khusus tertulis mengenai

permasalahan tersebut.

Gambar

Tabel 3.2  Capaian Output  Sasaran Kegiatan  indikator Kinerja
Tabel 3.3  Capaian Kinerja IKU
Tabel  diatas  menunjukkan  realisasi  belanja  pegawai  sebesar  Rp12.209.726.654,00  atau  96,25%  dari  rencana  sebesar  Rp12.685.070.000,00,  realisasi  belanja  barang  sebesar  Rp6.394.250.926,00 atau 95,28% dari rencana sebesar Rp6.711.003.000,00 d

Referensi

Dokumen terkait

Kekurangan ini akan lenyap dengan sendirinya kalau kaum intelektual kita dapat didikan di dalam perguruan sehingga diperoleh orang-orang Indonesia yang cinta pada nusa dan

Skripsi yang berjudul “Pemilihan Bahan Amelioran untuk Mengatasi Keracunan Aluminium pada Tanaman Padi di Tanah Sulfat Masam” ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan

Kualitas dari sistem informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan (Siagian, 2006:37). a) Akurat, maksudnya adalah

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan untuk turut berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang

Wakil ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan mengatakan, meski sudah disahkan sejak 18 Desember 2015, tapi APBD Sumut TA 2016 belum bisa digunakan karena belum ada pergub

Hasil pada penelitian ini, tidak terdapat perbedaan status gizi, aktivitas fisik, tingkat kecukupan energi, zat gizi makro dan mikro serta kebugaran jasmani antara ketiga

Tindakan keperawatan yang dilakukan pada hari kedua, Jum’at 13 Maret 2015 pukul 08.30 WIB adalah mengobservasi tingkat nyeri klien , dengan data subyektif klien mengatakan nyeri

Strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan EMJ Production dalam menggembangkan posisi produk Buku yasin ini adalah dengan terus menjaga kualitas dari buku