• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belerang.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Belerang.docx"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

BELERANG

BELERANG

NAMA

NAMA : : Qorry Qorry Dinnia Dinnia FatmaFatma NIM

NIM : : 111810301031118103010355 KELOMPOK

KELOMPOK : : IXIX ASISTEN

ASISTEN : : Sakinah Sakinah JawasJawas

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK

JURUSAN KIMIA JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS JEMBER UNIVERSITAS JEMBER

2013 2013

(2)

PERCOBAAN 2 PERCOBAAN 2 BELERANG BELERANG BAB I. Tujuan BAB I. Tujuan

Tujuan dari percobaan ini antara lain: Tujuan dari percobaan ini antara lain:

-- Menganalisis sifat kimia belerang dan senyawa belerangMenganalisis sifat kimia belerang dan senyawa belerang -- Mempelajari pembuatan alotropi belerangMempelajari pembuatan alotropi belerang

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.

2.1. MSDSMSDS (Material Safety Data Sheet)(Material Safety Data Sheet) Bahan Bahan 2.1.1.

2.1.1. BelerangBelerang Belerang

Belerang atauatau sulfur sulfur adalahadalah unsur kimiaunsur kimia yang memiliki lambangyang memiliki lambang S danS dan nomornomor atom

atom 16. Belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-16. Belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral

mineral sulfidasulfida dandan sulfat.sulfat.  Belerang memiliki berat jenis 2,05  Belerang memiliki berat jenis 2,05  –  –   2,09 g/cm  2,09 g/cm33, titik, titik lebur 129

lebur 129ooC, dan titik didih 446C, dan titik didih 446ooC. Belerang mudah larut dalam CSC. Belerang mudah larut dalam CS22, CC1, CC144,,

minyak bumi, minyak tanah, dan anilin, penghantar panas dan listrik yang buruk minyak bumi, minyak tanah, dan anilin, penghantar panas dan listrik yang buruk dan tidak larut dalam air, atau H

dan tidak larut dalam air, atau H22SOSO4.4.Belerang jika dibakar apinya berwarna biruBelerang jika dibakar apinya berwarna biru

dan menghasilkan gas-gas SO

dan menghasilkan gas-gas SO22 yang berbau busuk. Belerang adalah unsur penting yang berbau busuk. Belerang adalah unsur penting

untuk kehidupan dan ditemukan dalam 2

untuk kehidupan dan ditemukan dalam 2 asam aminoasam amino (Sciencelab, 2013).(Sciencelab, 2013). 2.1.2.

2.1.2. BesiBesi

Besi atau Fe memiliki berat molekul 58,55 g/mol, titik didih 3000°C dan Besi atau Fe memiliki berat molekul 58,55 g/mol, titik didih 3000°C dan titik leleh 1535°C. Serbuk besi ini bersifat tidak berbau dan tidak berasa. Serbuk titik leleh 1535°C. Serbuk besi ini bersifat tidak berbau dan tidak berasa. Serbuk  besi

 besi larut larut dalam dalam air air panas, panas, air air dingin, dingin, dan dan dietil dietil eter.Serbuk eter.Serbuk besi besi merupakanmerupakan serbuk logam padat yang berwarna hitam keabuan. Besi mudah terbakar jika serbuk logam padat yang berwarna hitam keabuan. Besi mudah terbakar jika terkena api langsung. Serbuk besi sedikit berbahaya apabila kontak dengan mata, terkena api langsung. Serbuk besi sedikit berbahaya apabila kontak dengan mata, kulit, tertelan dan inhalasi (Sciencelab, 2013).

kulit, tertelan dan inhalasi (Sciencelab, 2013). 2.1.3.

2.1.3. Asam KloridaAsam Klorida

Senyawa hidrogen klorida atau asam klorida mempunyai rumus kimia Senyawa hidrogen klorida atau asam klorida mempunyai rumus kimia HCl. Asam klorida memiliki massa molar 36,4606 g/mol, massa jenis 1,19 g/mL, HCl. Asam klorida memiliki massa molar 36,4606 g/mol, massa jenis 1,19 g/mL, titik leleh -114,2°C (158,8 K), titik didih -85,1°C (187,9 K), kelarutan dalam air titik leleh -114,2°C (158,8 K), titik didih -85,1°C (187,9 K), kelarutan dalam air 72 g/100 mL (20°C), keasaman (pK 

(3)

 bilas

 bilas mata dengan mata dengan air sair selama elama minimal minimal 15 menit 15 menit dengan sesekali dengan sesekali mengangkat atasmengangkat atas dan kelopak mata bawah jika terjadi kontak dengan mata,. Basuh kulit jika terjadi dan kelopak mata bawah jika terjadi kontak dengan mata,. Basuh kulit jika terjadi kontak langsung dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit dan keluarkan kontak langsung dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit dan keluarkan  pakaian

 pakaian dan dan sepatu sepatu yang yang tercemar. tercemar. Cuci Cuci mulut mulut dengan dengan air air jika jika tertelan. tertelan. SegeraSegera hapus dari paparan dan pindah ke udara bila terhirup. Berikan pernapasan buatan hapus dari paparan dan pindah ke udara bila terhirup. Berikan pernapasan buatan dan oksigen jika sulit bernapas. Segera dapatkan bantuan medis (Sciencelab, dan oksigen jika sulit bernapas. Segera dapatkan bantuan medis (Sciencelab, 2013).

2013). 2.1.4.

2.1.4. Asam SulfatAsam Sulfat

Asam Sulfat pekat memiliki sifat fisik larutan dengan berat molekul 98.08 Asam Sulfat pekat memiliki sifat fisik larutan dengan berat molekul 98.08 g/mol.

g/mol. Senyawa ini Senyawa ini memiliki titik didih memiliki titik didih 270°C (51270°C (518°F) dan 8°F) dan titik leleh -35°C (-titik leleh -35°C (-31°F). Larutannya tidak berwarna/bening dengan bau asam yang kuat. Massa jenis 31°F). Larutannya tidak berwarna/bening dengan bau asam yang kuat. Massa jenis asam sulfat sebesar 3,4 gr/ml, jauh lebih besar daripada air. Jika terjadi kontak asam sulfat sebesar 3,4 gr/ml, jauh lebih besar daripada air. Jika terjadi kontak dengan mata, segera bilas mata dengan banyak air selama minimal 15 menit dengan mata, segera bilas mata dengan banyak air selama minimal 15 menit dengan sesekali mengangkat atas dan kelopak mata bawah. Basuh kulit jika terjadi dengan sesekali mengangkat atas dan kelopak mata bawah. Basuh kulit jika terjadi kontak langsung dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit dan keluarkan kontak langsung dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit dan keluarkan  pakaian

 pakaian dan dan sepatu sepatu yang yang tercemar. tercemar. Cuci Cuci mulut mulut dengan dengan air air jika jika tertelan. tertelan. SegeraSegera hapus dari paparan dan pindah ke udara bila terhirup. Berikan pernapasan buatan hapus dari paparan dan pindah ke udara bila terhirup. Berikan pernapasan buatan dan oksigen jika sulit bernapas. Segera dapatkan bantuan medis (Sciencelab, dan oksigen jika sulit bernapas. Segera dapatkan bantuan medis (Sciencelab, 2013).

2013). 2.1.5.

2.1.5. CuSOCuSO44

Tembaga sulfida merupakan padatan kristal yang berwarna biru. Zat ini Tembaga sulfida merupakan padatan kristal yang berwarna biru. Zat ini memiliki berat molekul sebesar 249,69gram/mol. Tembaga sulfida memiliki titik memiliki berat molekul sebesar 249,69gram/mol. Tembaga sulfida memiliki titik didih sebesar 150°C dengan titik leleh sebesar 110°C . Tembaga sulfida larut didih sebesar 150°C dengan titik leleh sebesar 110°C . Tembaga sulfida larut dalam air panas, air dingin, metanol dan etanol dengan nilai kelarutan dalam dalam air panas, air dingin, metanol dan etanol dengan nilai kelarutan dalam 100mL air sebesar 3,16gram/100mL. Zat ini dapat menyebabkan iritasi apabilater 100mL air sebesar 3,16gram/100mL. Zat ini dapat menyebabkan iritasi apabilater kena mata dan kulit serta dapat menyebabkan inhalasi apabila tertelan (Chemlab, kena mata dan kulit serta dapat menyebabkan inhalasi apabila tertelan (Chemlab, 2013).

2013). 2.1.6. 2.1.6. FeSFeS

Besi sulfida merupakan padatan kristal yang memiliki berat molekul Besi sulfida merupakan padatan kristal yang memiliki berat molekul sebesar 87,92gram/mol. Senyawa ini memiliki titik leleh sebesar 1194°C. sebesar 87,92gram/mol. Senyawa ini memiliki titik leleh sebesar 1194°C. Senyawa

(4)

oksidator asam. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit oksidator asam. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit apabila terkena langsung dan dapat menyebabkan inhalasi apabila tertelan apabila terkena langsung dan dapat menyebabkan inhalasi apabila tertelan (Sciencelab, 2013).

(Sciencelab, 2013).

2.1.7. 2.1.7. CSCS22

Karbon disulfida atau CS

Karbon disulfida atau CS22 berbentuk  berbentuk cairan cairan tidak tidak berwarna berwarna dengan dengan beratberat

molekul 76,14 g/mol. Karbon disulfida tidak berwarna dengan pH netral dan molekul 76,14 g/mol. Karbon disulfida tidak berwarna dengan pH netral dan memiliki titik didih 46,3°C dan titik leleh -111,6°C. Karbon disulfida sedikit larut memiliki titik didih 46,3°C dan titik leleh -111,6°C. Karbon disulfida sedikit larut dalam air dingin. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit apabila dalam air dingin. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit apabila terkena langsung dan inhalasi apabila tertelan (Sciencelab,

terkena langsung dan inhalasi apabila tertelan (Sciencelab, 2013).2013). 2.1.8.

2.1.8. KloroformKloroform

Kloroform adalah senyawa organik dengan rumus kimia CHCl

Kloroform adalah senyawa organik dengan rumus kimia CHCl33. Kloroform. Kloroform

memiliki massa molar sebesar 119,38 g / mol. Senyawa ini memiliki sifat fisik memiliki massa molar sebesar 119,38 g / mol. Senyawa ini memiliki sifat fisik larutan yang tidak berwarna, berbau manis, dan dianggap sedikit berbahaya. Titik larutan yang tidak berwarna, berbau manis, dan dianggap sedikit berbahaya. Titik lebur kloroform pada suhu -63,5° C dan titik didihnya pada suhu 61,2° C. lebur kloroform pada suhu -63,5° C dan titik didihnya pada suhu 61,2° C. Kloroform memiliki kelarutan yang lebih kecil daripada air yakni sebesar 0,8 Kloroform memiliki kelarutan yang lebih kecil daripada air yakni sebesar 0,8 g/100 ml (20° C). Bentuk molekul Tetrahedral. Kloroform adalah pelarut yang g/100 ml (20° C). Bentuk molekul Tetrahedral. Kloroform adalah pelarut yang umum di laboratorium karena relatif tidak reaktif, bercampur dengan cairan umum di laboratorium karena relatif tidak reaktif, bercampur dengan cairan organik yang paling, dan nyaman volatil (Hvchemical,

organik yang paling, dan nyaman volatil (Hvchemical, 2013).2013).

2.2.Dasar teori: 2.2.Dasar teori:

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak  berasa,

 berasa, tak tak berbau berbau dan dan multivalent. multivalent. Belerang, Belerang, dalam dalam bentuk bentuk aslinya, aslinya, adalahadalah sebuah zat padat kristalin kuning. Belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni sebuah zat padat kristalin kuning. Belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk atau sebagai mineral-mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam

terutama dalam fertilizer  fertilizer  namun namun juga juga dalam budalam bubuk buk mesiu, mesiu, korek korek api, inapi, insektisida,sektisida, dan fungisida. Sebagai unsur, belerang biasanya terdapat dalam lapisan kurang dan fungisida. Sebagai unsur, belerang biasanya terdapat dalam lapisan kurang lebih 150 m di bawah batu karang, pasir atau tanah liat di daerah gunung berapi lebih 150 m di bawah batu karang, pasir atau tanah liat di daerah gunung berapi (Cotton, 1989).

(5)

Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS

dalam air tapi mudah larut dalam CS22 (karbon disulfida). Unsur belerang terjadi (karbon disulfida). Unsur belerang terjadi

dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran dalam berbagai bentuk, dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran dalam berbagai bentuk,  baik

 baik gas, gas, cair cair maupun maupun padat. padat. Bentuk Bentuk yang yang berbeda-beda berbeda-beda mengakibatkan mengakibatkan sifatnyasifatnya  pun berbeda-beda dan keterkaitan

 pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat antara sifat dan bentuk alotropnya masih dan bentuk alotropnya masih belumbelum dapat dipahami (Awanl, 2013).

dapat dipahami (Awanl, 2013). Isotop belerang adalah

Isotop belerang adalah 3232S (kelimpahan 95,02%),S (kelimpahan 95,02%), 3333S (0,75%),S (0,75%), 3434S (4,21%)S (4,21%) dan

dan 3636S (0,02%) dan terdapat juga isotop radio aktif. Isotop belerang yangS (0,02%) dan terdapat juga isotop radio aktif. Isotop belerang yang digunakan untuk NMR yaitu

digunakan untuk NMR yaitu 3232S (I=S (I=

) karena rasio isotop belerang dari berbagai) karena rasio isotop belerang dari berbagai

lokasi berbeda, keakuratan massa atom terbatas pada 32,07 ± 0,01. Unsur belerang lokasi berbeda, keakuratan massa atom terbatas pada 32,07 ± 0,01. Unsur belerang memiliki banyak alotrop seperti S

memiliki banyak alotrop seperti S22, S, S33, S, S66, S, S77, S, S88, S, S99, S, S1010, S, S1111, S, S1212, S, S1818, S, S2020 n   n  

yang mencerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Struktur kristal yang mencerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Struktur kristal masing-masing alotrop biasanya ortorombik dan monoklin (Ismunandar, 1996).

masing alotrop biasanya ortorombik dan monoklin (Ismunandar, 1996).

Belerang merupakan unsur bukan logam, berwujud padat, berwarna kuning Belerang merupakan unsur bukan logam, berwujud padat, berwarna kuning  pucat,

 pucat, tidak tidak berbau berbau dan dan tidak tidak berasa, berasa, merupakan merupakan konduktor konduktor panas, panas, dan dan bukanbukan konduktor listrik. Belerang dapat bergabung dengan kebanyakan logam pada konduktor listrik. Belerang dapat bergabung dengan kebanyakan logam pada  pemanasan.

 pemanasan. Belerang Belerang juga juga dapat dapat bereaksi bereaksi dengan dengan unsur-unsur unsur-unsur bukan bukan logam.logam. Berikut senyawa-senyawa yang mengandung sulfur :

Berikut senyawa-senyawa yang mengandung sulfur : a.

a. Hidrogen SulfidaHidrogen Sulfida

Hidrogen sulfida merupakan gas yang tidak berwarna. Sifat kimia dari Hidrogen sulfida merupakan gas yang tidak berwarna. Sifat kimia dari hidrogen sulfida yaitu sebagai asam dan sebagai pereduksi.

hidrogen sulfida yaitu sebagai asam dan sebagai pereduksi.  b.

 b. SulfidaSulfida

Sulfida logam kurang bersifat ion daripada oksidanya. Sulfida logam bersifat Sulfida logam kurang bersifat ion daripada oksidanya. Sulfida logam bersifat kovalen dan tidak larut dalam air.

kovalen dan tidak larut dalam air. c.

c. Belerang OksidaBelerang Oksida

Belerang dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan baunya menusuk. Titik Belerang dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan baunya menusuk. Titik didihnya -10

didihnya -10ooC dan mencair pada suhu 20C dan mencair pada suhu 20ooC dengan tekanan 3 atm. JikaC dengan tekanan 3 atm. Jika  belerang

 belerang oksida oksida dilarutkan dilarutkan dalam dalam air, air, sebagian sebagian kecil kecil dari dari yang yang larut larut bereaksibereaksi membentuk sulfit.

membentuk sulfit. d.

d. Belerang trioksida memiliki beberapa bentuk polimetrik. Belerang trioksidaBelerang trioksida memiliki beberapa bentuk polimetrik. Belerang trioksida merupakan oksidasi asam yang kuat

(6)

(Kuswadi, 1985). (Kuswadi, 1985).

Bentuk fisik belerang yang dapat diamati : Bentuk fisik belerang yang dapat diamati :

-- Belerng Rombik ( α ) : mempunyi 16Belerng Rombik ( α ) : mempunyi 16 cincin Scincin S88 dalam 1 unit sel dan berubah dalam 1 unit sel dan berubah

 pada 98,5 derajat Celcius menjadi monoklinik  pada 98,5 derajat Celcius menjadi monoklinik

-- Belerng Monoklinik ( β ) : mempunyiBelerng Monoklinik ( β ) : mempunyi   6 cincin S dalam unit selnya dan  6 cincin S dalam unit selnya dan mencair pada 119 derajat Celcius menghasilkan belerang Cair

mencair pada 119 derajat Celcius menghasilkan belerang Cair

-- Belerng Cir ( λ ) :yng teriri riBelerng Cir ( λ ) :yng teriri ri molekulmolekul –  – molekul Smolekul S88. Suatu cairan kuning,. Suatu cairan kuning,

tembus sinar dan bergerak. Suhu 160

tembus sinar dan bergerak. Suhu 160OOC, cincin SC, cincin S88  terbuka dan bergabung  terbuka dan bergabung

membentuk molekul rantai spiral yang panjang , dan menghasilkan belerang cair membentuk molekul rantai spiral yang panjang , dan menghasilkan belerang cair ( Sµ )

( Sµ )

-- Belerang cair ( Sµ ) :yang gelap warnanya, sangat kental. Cairan ini mendidihBelerang cair ( Sµ ) :yang gelap warnanya, sangat kental. Cairan ini mendidih  pada 445 derajat Celcius dan menghasilkan uap belerang ( S

 pada 445 derajat Celcius dan menghasilkan uap belerang ( S88 ) )

-- Uap belerang ( S8 ) :yang terurai menjadi spesies yang semakin kecil denganUap belerang ( S8 ) :yang terurai menjadi spesies yang semakin kecil dengan meningkatnya suhu.

meningkatnya suhu.

-- Belerang plastik: terbentuk bila cairan Sµ dituangkan ke dalam air dingin.Belerang plastik: terbentuk bila cairan Sµ dituangkan ke dalam air dingin. Terdiri dari molekul seperti rantai dan mempunyai kualitas seperti karet ketika Terdiri dari molekul seperti rantai dan mempunyai kualitas seperti karet ketika mula-mula terbentuk namun menjadi gampang rusak dan mungkin berubah mula-mula terbentuk namun menjadi gampang rusak dan mungkin berubah menjadi belerang Rombik

menjadi belerang Rombik ( Nurichem, 2013).

(7)

BAB III. METODOLOGI KERJA BAB III. METODOLOGI KERJA 3.1.Alat dan Bahan

3.1.Alat dan Bahan 3.1.1.

3.1.1. AlatAlat

-- Cawan porselenCawan porselen -- Pembakar spiritusPembakar spiritus -- PengadukPengaduk

-- Neraca analitik Neraca analitik -- Kaca arlojiKaca arloji -- Pipa bengkokPipa bengkok -- Tabung reaksiTabung reaksi

-- Penjepit tabung reaksiPenjepit tabung reaksi -- Pipet tetesPipet tetes

-- Gabus penutup tabung reaksiGabus penutup tabung reaksi -- Kaki tigaKaki tiga

3.1.2.

3.1.2. BahanBahan -- Serbuk besiSerbuk besi -- Serbuk belerangSerbuk belerang -- HCl pekatHCl pekat -- HH22SOSO44 pekat pekat -- CuSOCuSO440,5M0,5M -- FeSFeS -- CSCS22 -- KloroformKloroform

(8)

3.2.

3.2.Skema KerjaSkema Kerja 3.2.1.

3.2.1. Analisis Sifat BelerangAnalisis Sifat Belerang

Serbuk Fe dan serbuk Serbuk Fe dan serbuk

Belerang Belerang

Hasil Hasil

-- dibuat dengan dibuat dengan perbandingan 1:1 perbandingan 1:1 (1 g : 1g(1 g : 1g) dalam cawan) dalam cawan  porselen

 porselen

-- dipandipanaskan sehingaskan sehingga keduanyga keduanya bereaksia bereaksi -- diambdiambil beberil beberapa buapa butir FeStir FeS

-- dimasudimasukkan dkkan dalam 3 tabunalam 3 tabung reaksig reaksi

-- ditambahkan ditambahkan larutan HCl larutan HCl pada pada masing-masing tabungmasing-masing tabung reaksi

reaksi

-- ditutup tabung ditutup tabung reaksi 1 dengan greaksi 1 dengan gabus yang sudah abus yang sudah diberidiberi  pipa lancip

 pipa lancip

-- dialirkan gas ydialirkan gas yang terbentuk ang terbentuk pada kaca arloji pada kaca arloji sambilsambil dibakar dengan korek api

dibakar dengan korek api

-- ditditambambahkahkan Han H22SOSO44 pekat pada tabung reaksi 2 dan  pekat pada tabung reaksi 2 dan ditutupditutup

dengan gabus yang sudah diberi pipa bengkok dengan gabus yang sudah diberi pipa bengkok

-- ditambditambahkan ahkan CuSOCuSO44  0,5 M pada tabung reaksi 3 dan  0,5 M pada tabung reaksi 3 dan

ditutup dengan gabus yang sudah diberi pipa bengkok ditutup dengan gabus yang sudah diberi pipa bengkok -- diamatdiamati semua perii semua peristiwa yanstiwa yang terjadg terjadii

(9)

3.2.2.

3.2.2. Sifat Alotropi Sifat Alotropi BelerangBelerang

Serbuk Belerang Serbuk Belerang

Hasil Hasil

-- ditimbditimbang 2xang 2x0,5 g be0,5 g beleranglerang

-- dimasukkan dimasukkan masing-masing dmasing-masing dalam tabung alam tabung reaksireaksi

-- ditambditambahkan ahkan larutan larutan CSCS22 pada tabung A dan dipanaskan pada tabung A dan dipanaskan

-- ditambahkan larutan ditambahkan larutan kloroform pada kloroform pada tabung B tabung B dandan dipanaskan

dipanaskan

-- diuapdiuapkan semkan semua pelaruua pelarutnyatnya

-- diamadiamati bentuk masinti bentuk masing-masig-masing kristalng kristal -- dibandibandingdingkan bentuk kristal yankan bentuk kristal yang terjadig terjadi

(10)

BAB IV. HASIL DAN

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASANPEMBAHASAN

4.1.

4.1. HasilHasil 4.1.1.

4.1.1. Analisis Sifat BelerangAnalisis Sifat Belerang

Perlakuan

Perlakuan Fenomena Fenomena GambarGambar

Pemanasan Pemanasan  besi:belerang  besi:belerang

-- Ketika dipanaskanKetika dipanaskan campuran bewarna campuran bewarna hitam dan berbentuk hitam dan berbentuk caramel

caramel

-- Saat dingin campuranSaat dingin campuran kembali dalam bentuk kembali dalam bentuk  padat berwarna hitam  padat berwarna hitam

FeS + HCl pekat+ FeS + HCl pekat+ dipanaskan

(11)

 Nyala api yang  Nyala api yang

diarahkan ke kaca diarahkan ke kaca arloji arloji Timbul bercak Timbul bercak

 berwarna coklat pada  berwarna coklat pada

kaca arloji kaca arloji FeS + HCl pekat+ FeS + HCl pekat+ dipanaskan: dipanaskan: -- HH22SOSO44 pekat pekat -- CuSOCuSO440,5 M0,5 M

-- Gas berwarna putihGas berwarna putih -- Gas berwarna cokelatGas berwarna cokelat

5.

5. Sifat Alotropi BelerangSifat Alotropi Belerang Perlakuan

Perlakuan Fenomena Fenomena GambarGambar

Belerang + Belerang + larutan CS larutan CS22

Larut, saat dipanaskan Larut, saat dipanaskan mucul api berwarna biru di mucul api berwarna biru di mulut tabung, kristal

mulut tabung, kristal orange

(12)

Belerang Belerang ++ Kloroform + Kloroform + dipanaskan dipanaskan Larut Larut 5.1.Pembahasan 5.1.Pembahasan

Percobaan kali ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia belerang dan Percobaan kali ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia belerang dan senyawa belerang serta mempelajari pembentukan alotropi belerang. Sulfur atau senyawa belerang serta mempelajari pembentukan alotropi belerang. Sulfur atau  biasa

 biasa disebut disebut belerang belerang merupakan merupakan unsur unsur kimia kimia yang bentuknya yang bentuknya adalah adalah non-metalnon-metal yang tak berasa, tak berbau dan

yang tak berasa, tak berbau dan multivalent multivalent . Belerang dalam bentuk aslinya,. Belerang dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Belerang di alam dapat ditemukan adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Belerang di alam dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral

sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral  sulfide sulfide  dan  dan  sulfate sulfate. Ia adalah. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam

Penggunaan komersilnya terutama dalam  fertilizer  fertilizer   namun juga dalam bubuk  namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.

mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.

Langkah awal dalam percobaan kali ini ialah menganalisis sifat belerang. Langkah awal dalam percobaan kali ini ialah menganalisis sifat belerang. Serbuk besi dan belerang dengan perbandingan 1:1 dicampur dalam cawan Serbuk besi dan belerang dengan perbandingan 1:1 dicampur dalam cawan  porselen

 porselen kemudian kemudian dipanaskan. dipanaskan. Pemanasan Pemanasan dilakukan dilakukan dengan dengan mengaduk mengaduk adukaduk serbuk menggunakan pengaduk dan menggoyang-goyangkan cawan porselen serbuk menggunakan pengaduk dan menggoyang-goyangkan cawan porselen diatas api agar panasnya merata. Pembentukan FeS ini melibatkan energi yang diatas api agar panasnya merata. Pembentukan FeS ini melibatkan energi yang  besar,

 besar, sehingga sehingga jika jika cawan cawan perselin perselin tidak tidak digoyang-goyang digoyang-goyang akan akan pecah.pecah. Pemanasan ini sampai kedua zat bereaksi membentuk padatan hitam yang berupa Pemanasan ini sampai kedua zat bereaksi membentuk padatan hitam yang berupa FeS. Reaksi serbuk besi dengan belerang adalah sebagai berikut:

FeS. Reaksi serbuk besi dengan belerang adalah sebagai berikut: Fe

Fe (s) (s) + + S S (s) (s) FeS FeS (s)(s)

Pemanasan dihentikan ketika padatan hitam telah terbentuk sambil terus diaduk Pemanasan dihentikan ketika padatan hitam telah terbentuk sambil terus diaduk agar mudah dalam pengambilan padatannya

agar mudah dalam pengambilan padatannya

Padatan hitam FeS dimasukkan kedalam tiga tabung reaksi yang berbeda Padatan hitam FeS dimasukkan kedalam tiga tabung reaksi yang berbeda dengan perbandingan yang sama. Tabung reaksi pertama ditambahkan larutan dengan perbandingan yang sama. Tabung reaksi pertama ditambahkan larutan

(13)

HCl pekat dan ditutup dengan penutup yang dihubungkan dengan pipa bengkok. HCl pekat dan ditutup dengan penutup yang dihubungkan dengan pipa bengkok. Rangkaian gambarnya sebagai berikut:

Rangkaian gambarnya sebagai berikut:

Campuran FeS dan HCl ini dipanaskan dan diamati perubahan yang terjadi. Campuran FeS dan HCl ini dipanaskan dan diamati perubahan yang terjadi. Berdasarkan percobaan, reaksi ini menghasilkan asap berwarna putih dan berbau Berdasarkan percobaan, reaksi ini menghasilkan asap berwarna putih dan berbau menyengat. Reaksi FeS dengan HCl sebagai berikut :

menyengat. Reaksi FeS dengan HCl sebagai berikut : FeS

FeS (s) (s) + + HCl HCl (aq) (aq) HH22S (g) + FeClS (g) + FeCl22 (aq) (aq)

Gas H

Gas H22S yang S yang dihasilkan dihasilkan akan keluar akan keluar melalui lubang melalui lubang pipa bengkok pipa bengkok dandan

ditangkap penampakannya menggunakan kaca arloji. Berdasarkan percobaan, ditangkap penampakannya menggunakan kaca arloji. Berdasarkan percobaan, timbul bercak gas berwarna cokelat pada kaca arloji. Hal tersebut menunjukkan timbul bercak gas berwarna cokelat pada kaca arloji. Hal tersebut menunjukkan  bahwa

 bahwa sulfur sulfur mengendap mengendap atau atau memadat memadat karena karena adanya adanya pemanasan. pemanasan. PersamaanPersamaan reaksinya yaitu :

reaksinya yaitu :

H

H22S(g)S(g)→ →  (s) + H(s) + H22(g).(g).

Tabung reaksi kedua kemudian ditambahkan HCl yang ditutup dan Tabung reaksi kedua kemudian ditambahkan HCl yang ditutup dan dihubungkan dengan tabung reaksi yang berisi H

dihubungkan dengan tabung reaksi yang berisi H22SOSO44 pekat. Gas yang dihasilkan pekat. Gas yang dihasilkan

dari reaksi akan mengalir melalui pipa U dan akan bereaksi dengan larutan H dari reaksi akan mengalir melalui pipa U dan akan bereaksi dengan larutan H22SOSO44

 pekat. Reaksi gas H

 pekat. Reaksi gas H22S dengan HS dengan H22SOSO44 adalah sebagai berikut: adalah sebagai berikut:

H

H22S (g) + HS (g) + H22SOSO44(aq) (aq) SOSO22 (g) + 2 H (g) + 2 H22O (l) + S (s)O (l) + S (s)

Gas H

Gas H22S bereaksi dengan HS bereaksi dengan H22SOSO44  menghasilkan gas yang berwarna putih  menghasilkan gas yang berwarna putih

menandakan terbentuknya gas SO menandakan terbentuknya gas SO22..

Tabung reaksi yang ketiga diperlakukan yang sama dengan tabung reaksi Tabung reaksi yang ketiga diperlakukan yang sama dengan tabung reaksi kedua, hanya mengganti larutan H

kedua, hanya mengganti larutan H22SOSO44  dengan CuSO  dengan CuSO44. Berdasarkan percobaan,. Berdasarkan percobaan,

timbul endapan berwarna coklat diatas larutan CuSO

timbul endapan berwarna coklat diatas larutan CuSO44. Endapan ini hanya terlihat. Endapan ini hanya terlihat

 jika praktikan teliti

 jika praktikan teliti dalam pengamatan percobaan dalam pengamatan percobaan karena endapan yang dihasikarena endapan yang dihasilkanlkan sedikit. Selain endapan juga terbentuk gas be

(14)

membuktikan bahwa ada endapan CuS. Reaksi gas H

membuktikan bahwa ada endapan CuS. Reaksi gas H22S yang bereaksi denganS yang bereaksi dengan

larutan CuSO

larutan CuSO44 adalah sebagai berikut: adalah sebagai berikut:

H

H22S (g) + CuSOS (g) + CuSO44(aq) (aq) CuS CuS (s) (s) + + HH22SOSO44 (aq) (aq)

Percobaan selanjutnya mempelajari pembentukan alotropi belerang. Percobaan selanjutnya mempelajari pembentukan alotropi belerang. Belerang memiliki sifat alotropi yaitu kemampuan suatu zat untuk terdapat lebih Belerang memiliki sifat alotropi yaitu kemampuan suatu zat untuk terdapat lebih dari satu bentuk atau campuran (gas, cair maupun padat), namun unsurnya sama dari satu bentuk atau campuran (gas, cair maupun padat), namun unsurnya sama yaitu belerang (S). Bentuk yang berbeda-beda mengakibatkan sifatnya pun yaitu belerang (S). Bentuk yang berbeda-beda mengakibatkan sifatnya pun  berbeda-beda

 berbeda-beda dan dan keterkaitan keterkaitan antara antara sifat sifat dan dan bentuk bentuk alotropnya alotropnya masih masih belumbelum dapat dipahami. atom belerang membentuk molekul siklik oktatomik dengan dapat dipahami. atom belerang membentuk molekul siklik oktatomik dengan rumus kimia S

rumus kimia S88  pada kondisi normal. Belerang memiliki dua bentuk alotropi,  pada kondisi normal. Belerang memiliki dua bentuk alotropi,

yaitu : belerang rombik dan belerang monoklinik. Belerang yang berupa warna yaitu : belerang rombik dan belerang monoklinik. Belerang yang berupa warna kuning adalah belerang rombik. Belerang rombik stabil dibawah suhu 95,5°C dan kuning adalah belerang rombik. Belerang rombik stabil dibawah suhu 95,5°C dan diatas suhu 95,5°C belerang rombik berubah menjadi belerang monoklinik, yang diatas suhu 95,5°C belerang rombik berubah menjadi belerang monoklinik, yang seharusnya mencair pada suhu 113°C. Gambar molekul siklik dari belerang padat seharusnya mencair pada suhu 113°C. Gambar molekul siklik dari belerang padat (S

(S88) sebagai berikut:) sebagai berikut:

Langkah awal dalam percobaan alotropi belerang ini dengan menimbang Langkah awal dalam percobaan alotropi belerang ini dengan menimbang  belerang

 belerang sebanyak sebanyak 0,5 0,5 gram gram dua dua kali kali dan dan ditaruh ditaruh di di tabung tabung reaksi reaksi yang byang berbeda.erbeda. Tabung reaksi pertama ditambahkan larutan CS

Tabung reaksi pertama ditambahkan larutan CS22  sedangkan pada tabung reaksi  sedangkan pada tabung reaksi

kedua ditambahkan larutan kloroform kemudian dipanaskan. kedua ditambahkan larutan kloroform kemudian dipanaskan.

Berdasarkan percobaan, tabung pertama menghasilkan api berwarna biru Berdasarkan percobaan, tabung pertama menghasilkan api berwarna biru  pada

 pada mulut mulut tabung tabung reaksi. reaksi. Hal Hal yang yang berbeda berbeda terjadi terjadi pada pada dasar dasar tabung. tabung. SetelahSetelah diuapkan sampai pelarutnya habis, muncul kristal orange pada dasar tabung. diuapkan sampai pelarutnya habis, muncul kristal orange pada dasar tabung. Pemanasan menyebabkan molekul-molekul S

Pemanasan menyebabkan molekul-molekul S88 akan saling bertemu danakan saling bertemu dan

 berinteraksi

 berinteraksi untuk untuk saling saling berikatan berikatan sehingga sehingga strukturnya strukturnya lebih lebih merapat merapat dan dan lebihlebih  padat.

 padat. Serbuk Serbuk belerang belerang yang yang awalnya awalnya kuning kuning setelah setelah ditambahkan ditambahkan larutan larutan CSCS22,,

membentuk kristal yang berwarna kuning berkilauan dan kristalnya berbentuk membentuk kristal yang berwarna kuning berkilauan dan kristalnya berbentuk

(15)

 jarum.

 jarum. Perlakuan Perlakuan pertama pertama ini ini menandakan menandakan struktur struktur kristal kristal belerang belerang yangyang  berbentuk monoklinik. Reak

 berbentuk monoklinik. Reaksi yang terjadi adalah :si yang terjadi adalah : S

S88 (s)(s) + + CSCS22(aq) (aq) SS88 ( ( monoklinik)monoklinik)

Tabung kedua juga dipanaskan untuk mempercepat reaksi sehingga kristal Tabung kedua juga dipanaskan untuk mempercepat reaksi sehingga kristal rombik dapat cepat diperoleh dan kemudian diamati peristiwa yang terjadi. rombik dapat cepat diperoleh dan kemudian diamati peristiwa yang terjadi. Berdasarkan percobaan, belerang larut dengan kloroform dan tidak menghasilkan Berdasarkan percobaan, belerang larut dengan kloroform dan tidak menghasilkan kristal jarum bewarna kuning sehingga percobaan dinyatakan gagal. Seharusnya kristal jarum bewarna kuning sehingga percobaan dinyatakan gagal. Seharusnya ketika dipanaskan campuran berwarna kuning tua, tetapi ketika didinginkan ketika dipanaskan campuran berwarna kuning tua, tetapi ketika didinginkan  berwarna kuning kembali. Perbedaan antara kristal yang didapat dari perlakuan ini  berwarna kuning kembali. Perbedaan antara kristal yang didapat dari perlakuan ini

dibanding

dibanding dengan dengan kristal monoklinik kristal monoklinik yaitu yaitu teksturnya teksturnya tidak mengktidak mengkilap, kristalilap, kristal menggumpal. Reaksinya yaitu :

menggumpal. Reaksinya yaitu : S

S88 (s)(s) + CHCl+ CHCl33(aq)(aq) SS88 ( ( rombik)rombik)

Percobaan gagal dikarenakan proses pemanasan yang tidak merata karena Percobaan gagal dikarenakan proses pemanasan yang tidak merata karena  pembentukan kristal

 pembentukan kristal ini ini melibatkan energi melibatkan energi yang besar. yang besar. Selain itu Selain itu keadaan tabungkeadaan tabung reaksi yang kurang bersih sehingga masih adanya pengotor-pengotor lain reaksi yang kurang bersih sehingga masih adanya pengotor-pengotor lain mengakibatkan kristal tidak dapat terbentuk.

mengakibatkan kristal tidak dapat terbentuk.

Praktikum ini membuktikan bahwa belerang adalah unsur yang sangat Praktikum ini membuktikan bahwa belerang adalah unsur yang sangat reaktif dan memiliki beberapa alotropi. Terbukti karena pemanasan gas H reaktif dan memiliki beberapa alotropi. Terbukti karena pemanasan gas H22SS

 berubah

 berubah menjadi menjadi padatan padatan kuning. kuning. Belerang Belerang dapat dapat membentuk membentuk berbagai berbagai senyawa,senyawa, dalam percobaan ini senyawa belerang yang terbentuk adalah padatan FeS, gas dalam percobaan ini senyawa belerang yang terbentuk adalah padatan FeS, gas H

(16)

BAB V. PENUTUP BAB V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan 5.1. Kesimpulan

Kesimpulan untuk praktikum Belerang kali ini adalah: Kesimpulan untuk praktikum Belerang kali ini adalah:

- Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air - Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air

tapi mudah larut dalam CS

tapi mudah larut dalam CS22(karbon disulfida).(karbon disulfida).

- Belerang memiliki bentuk kristal rombik dan monoklinik - Belerang memiliki bentuk kristal rombik dan monoklinik

5.2. Saran 5.2. Saran

Saran untuk praktikum Belerang alkali kali ini adalah: Saran untuk praktikum Belerang alkali kali ini adalah:

-- Pastikan kondisi lingkungan (hujan) tidak mempengaruhi hasil percobaanPastikan kondisi lingkungan (hujan) tidak mempengaruhi hasil percobaan -- Pengadukan campuran besi dan belerang dilakukan secara cepat, jikaPengadukan campuran besi dan belerang dilakukan secara cepat, jika

terlalu lama maka padatan FeS akan sulit diambil terlalu lama maka padatan FeS akan sulit diambil

(17)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

-- Awanl. Awanl. 2013.2013.   BelerangBelerang (serial (serial on on line)line)

http://awanl.blogspot.com/2010/12/reaksi-pada-unsur-dan-senyawa- belerang.html

 belerang.html [15 Desember 2013][15 Desember 2013]

-- Chemlab. 2013.Chemlab. 2013.  MSDS  MSDS CuSOCuSO44 (serial on line)(serial on line) chemlab.snu.ac.kr/zbxe/?documechemlab.snu.ac.kr/zbxe/?docume

nt_srl=42383&mid=MSDS 

nt_srl=42383&mid=MSDS 

.

.

[06 Desember 2013][06 Desember 2013]

-- Cotton dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-PressKeenan,Cotton dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-PressKeenan, C. W, et al. 1980.

C. W, et al. 1980. Kimia Untuk Unuversitas Jilid I  Kimia Untuk Unuversitas Jilid I . Jakarta: Erlangga. Jakarta: Erlangga

-- Hvchemical. 2013.Hvchemical. 2013.  MSDS  MSDS KloroformKloroform (serial (serial on on line) line) http://www.hvchemical.http://www.hvchemical. com/msds/chlo.htm [15 Desember 2013]

com/msds/chlo.htm [15 Desember 2013]

-- Ismunandar. 1996.Ismunandar. 1996. Kimia Anorganik. Kimia Anorganik. Jakarta: Erlangga.Jakarta: Erlangga. -- Kuswadi, Didi. 1985.Kuswadi, Didi. 1985. Kimia Anorganik. Kimia Anorganik. Bandung: Torsito.Bandung: Torsito.

-- Nurichem.  Nurichem. 2013.2013.   BelerangBelerang (serial (serial on on line)line) http://nurichem.blogspot.com/2009/09/ http://nurichem.blogspot.com/2009/09/ oksigen-oksigen-merupakan-gas-yang-tak.html

yang-tak.html [15 Desember 2013][15 Desember 2013]

-- Sciencelab. 2013.Sciencelab. 2013.  Belerang  Belerang (serial on line)(serial on line) http://www.sciencelab.com/msds.http://www.sciencelab.com/msds.  php?msdsId= 992568

(18)

-- Sciencelab. 2013.Sciencelab. 2013.  Besi  Besi (serial on line)(serial on line) http://www.sciencelab.com/msds.php?mhttp://www.sciencelab.com/msds.php?m sdsId=9924285

sdsId=9924285 [15 Desember 2013][15 Desember 2013]

-- Sciencelab. 2013.Sciencelab. 2013.  MSDS  MSDS CS CS 22 (serial on line)(serial on line) http://www.sciencelab.com/msds.http://www.sciencelab.com/msds.

 php?msdsId=9927125

 php?msdsId=9927125 [15 Desember 2013].[15 Desember 2013].

-- SciencelabSciencelab. 2013. MSDS FeS. 2013. MSDS FeS (serial on line)(serial on line) http://www.sciencelab.com/msds.http://www.sciencelab.com/msds.  php?msdsId=9924058.

 php?msdsId=9924058. [15 Desember 2013]. [15 Desember 2013].

-- Sciencelab. 2013.Sciencelab. 2013.  MSDS  MSDS HCl HCl   (serial on line)  (serial on line) https://www.sciencelab.com/https://www.sciencelab.com/ msds.php?msdsId=9924285.

msds.php?msdsId=9924285. [15 Desember 2013]. [15 Desember 2013].

-- Sciencelab, Sciencelab, 2013.2013.  MSDS  MSDS H H 22SOSO44 (serial (serial on on line)line)

http://www.sciencelab.com/msds. php?msdsId=9925146

http://www.sciencelab.com/msds. php?msdsId=9925146 [15 November[15 November 2013]

2013]

-- Tim Kimia Anorganik. 2013.Tim Kimia Anorganik. 2013.  Petunjuk  Petunjuk Praktikum Praktikum Kimia Kimia Anorganik Anorganik . Jember:. Jember: FMIPA Universitas Jember

Referensi

Dokumen terkait

Berwarna jingga Berwarna jingga Berwarna kuning Berwarna jingga Tidak berwarna Protein yang mengandung belerang dan inti benzena adalah.. putih telur dan

Aptera berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan, dengan bagian ujung sifunkuli berwarna hijau gelap, hijau kecokelatan atau berwarna cokelat gelap atau hitam (Gambar 1e).. Mata

Adapun gliserol bukan termasuk ke dalam lemak melainkan termasuk golongan alkohol yang memiliki 3 gugus hidroksil sehingga dapat larut dalam air dan tidak dapat

kemudian setelah larutan tersebut ditutup dalam ka(a arloi dengan menggunakan kertas saring, terbentuk kristal belerang rombik   ber&arna kuning yang merupakan

Aptera berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan, dengan bagian ujung sifunkuli berwarna hijau gelap, hijau kecokelatan atau berwarna cokelat gelap atau hitam (Gambar 1e).. Mata

Minyak atsiri daun pala Aceh Selatan berwarna kuning pucat, mempunyai bau yang khas buah pala, persentase kadar air dan abu, viskositas, densitas masing-masingnya

4 tanaman : tulang daun hijau, biji berwarna kuning, daun hijau pucat-KYs 87 tanaman : tulang daun hijau, biji berwarna merah, daun hijau pucat-Kys 145 tanaman : tulang daun

Kocok mentega dengan Speedy Chef hingga berwarna pucat dan pindahkan ke Tupperware Mixing Bowl 7 L.. Kocok kuning telur dan gula dengan Speedy Chef sampai berwarna pucat