Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan III-2017
No. 61/11/15/Th. XI, 1 November 2017
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAMBI
Pertumbuhan Produksi Industri
Manufaktur Triwulan III-2017
A. INDUSTRI BESAR DAN SEDANG (IBS)
•
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar
dan Sedang (y-on-y) pada triwulan III tahun 2017
mengalami kenaikan produksi sebesar 9,72 persen
dibandingkan dengan triwulan III tahun 2016
•
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan
sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan III tahun 2017
meningkat sebesar 8,97 persen dari triwulan II tahun
2017
.
.
Industri Besar dan
Sedang (IBS)
meningkat sebesar
8,97 persen dan
Industri Mikro Kecil
(IMK) meningkat
I. Pendahuluan
Angka pertumbuhan produksi industri manufaktur untuk triwulan I-2017 ini disajikan untuk keseluruhan skala industri, antara lain Industri Besar dan Sedang (IBS) yaitu industri dengan tenaga kerja lebih dari 20 orang dan Industri Mikro dan Kecil (IMK) yaitu industri dengan tenaga kerja 1-19 orang.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur pada tahun 2017 ini, seluruhnya akan disajikan dalam kode Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (KBLI) terbaru tahun 2015 menurut International
Standard Industrial Classification of All Economics Activities (ISIC) United Nations, revisi 4 tahun 2008. Kode
KBLI yang disajikan adalah untuk kode klasifikasi 2 (dua) digit.
Angka pertumbuhan Industri Besar dan Sedang disajikan untuk pertumbuhan antar triwulan dan antar tahun untuk 3 (tiga) jenis industri antara lain industri makanan (kode 10), industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (kode 20), dan industri karet, barang dari karet dan plastik (kode 22).
II. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan (y-on-y)
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan III tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 9,72 persen dibandingkan triwulan III tahun 2016, sedangkan untuk pertumbuhan nasional naik sebesar 5,51 persen. Kenaikan ini dialami oleh Industri Makanan (kode 10), naik sebesar 1,95 persen dan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 9,24 persen. Demikian pula hal nya dengan Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia (kode 20), angka pertumbuhan produksi industri ini naik sebesar 18,39 persen dan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 9,30 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang per triwulannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Triwulanan (y-on-y) Triwulan III Tahun 2017
Provinsi Jambi
No
Kode
KBLI
Jenis Industri
Pertumbuhan Triwulanan (y-on-y) (%)
Provinsi Jambi
Indonesia
(1) (2)
1 10 Industri Makanan
Manufacture of food products 1,95 9,24
2 20
Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia - Manufacture of
chemicals and chemical products
18,39 9,30
3 22
Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik
Manufacture of Rubber and Plastics Products
-0,77 4,46
III. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan (q-to-q)
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (q-to-q) pada triwulan III tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 8,97 persen dibandingkan dengan triwulan II tahun 2017, sedangkan pertumbuhan produksi industri manufaktur nasional naik sebesar 2,27 persen.Jenis industri yang mengalami pertumbuhan positif pada triwulan III tahun 2017 dibandingkan triwulan II tahun 2017, adalah :
- Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik (kode 22) naik sebesar 13,13 persen, sedangkan untuk angka pertumbuhan nasional naik sebesar 1,93 persen.
- Industri Makanan (kode 10) meningkat sebesar 12,40 persen, begitu juga angka pertumbuhan nasional meningkat sebesar 4,99 persen. Jenis industri ini didominasi oleh industri minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan juga industri minyak mentah dari kelapa. Peningkatan produksi ini didukung oleh cuaca yang cenderung stabil. Hampir disemua kabupaten/kota di Provinsi jambi tidak mengalami musim kemarau.
- Industri Bahan kimia dan Barang dari bahan Kimia meningkat sebesar 7,96 persen dan pertumbuhan nasional juga meningkat sebesar1,33 persen.
- Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang per triwulannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Triwulanan (q-to-q) Triwulan III Tahun 2017
Provinsi Jambi
No
Kode
KBLI
Jenis Industri
Pertumbuhan Triwulanan (q-to-q) (%)
Provinsi Jambi
Indonesia
(1) (2)
1 10 Industri Makanan
Manufacture of food products 12,40 4,99
2 20
Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia - Manufacture of
chemicals and chemical products
7,96 1,33
3 22
Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik
Manufacture of Rubber and Plastics Products
13,13 1,93
B.
I
NDUSTRI
M
ANUFAKTUR
M
IKRO DAN
K
ECIL
(IMK)
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) pada triwulan III tahun 2017 mengalami kenaikan produksi sebesar 11,11 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun 2016.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan III tahun 2017 meningkat sebesar 0,84 persen dari triwulan II tahun 2017I. Pendahuluan
Untuk angka pertumbuhan Industri Mikro dan Kecil (IMK) akan disajikan menurut 7 (tujuh) jenis industri, antara lain industri makanan (kode 10),Industri tekstil (kode 13), industri pakaian jadi (kode 14), industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (kode 16), industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (kode 20), industri barang galian bukan logam (kode 23), industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya (kode 25) dan industri furnitur (kode 31).
II.
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (y-on-y)
Triwulan III Tahun 2017
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (y-on-y) pada triwulan III Tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 11,11 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun 2016. Demikian juga angka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil untuk nasional mengalami peningkatan sebesar 5,34 persen.
Dari ketujuh jenis industri tersebut, jenis industri yang mengalami pertumbuhan positif antara lain :
- Industri Tekstil (kode 13), naik sebesar 28,92 persen dan angka nasional tidak mengalami penningkatan atau jumlah produksi sama seperti di triwulan III 2016
- Industri makanan (kode 10), naik sebesar 23,27 persen dan untuk angka pertumbuhan nasional meningkat sebesar 10,30 persen.
- Industri furniture (kode 31), naik sebesar 10,64 persen dan angka pertumbuhan nasional mengalami peningkatan sebesar 4,67 persen.
Adapun pertumbuhan negatif terjadi pada empat jenis indutri sebagai berikut:
- Industri pakaian jadi (kode 14), turun sebesar minus 31,54 persen, sedangkan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 5,40 persen.
- Industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (kode 16), turun sebesar minus 14,58 persen, sedangkan angka pertumbuhan nasional naik 1,76 persen.
- Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (kode 20), turun sebesar minus 7,84 persen dan angka pertumbuhan nasional mengalami kenaikan sebesar 24,54 persen.
- Industri barang galian bukan logam (kode 23), turun sebesar minus 3,29 persen dan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 0,47 persen.
Tabel 4
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (y-on-y) Triwulan III Tahun 2017
Provinsi Jambi
No
Kode
KBLI
Jenis Industri
Pertumbuhan (y-on-y) (%)
Provinsi Jambi
Indonesia
(1) (2)
1 10 Industri Makanan 23,27 10,30
2 13 Industri Textil 28,92 0,00
3 14 Industri Pakaian Jadi -31,54 6,96
4 16
Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
-14,58 1,76
5 20 Industri bahan kimia dan barang
dari bahan kimia -7,84 24,56
6 23 Industri Barang Galian Bukan Logam -3,29 0,47
7 31 Industri Furnitur 10,64 4,67
IMK (Industri Mikro dan Kecil) 11,11 5,34
III.
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q)
Triwulan III Tahun 2017
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (q-to-q) pada triwulan III tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,84 persen dibandingkan dengan triwulan II tahun 2017. Sedangkan angka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara nasional, mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen pada triwulan III tahun 2017 dibandingkan dengan triwulan II tahun 2017.
Jenis industri yang mengalami pertumbuhan positif pada triwulan III tahun 2017 dibandingkan dengan triwulan II tahun 2017 adalah sebagai berikut :
- Industri Tekstil (kode 13) mengalami pertumbuhan sebesar 16,79 persen dibandingkan triwulan II tahun 2017, sedangkan nasional mengalami pertumbuhan negatif, yaitu sebesar minus 1,40 persen. - Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (kode 20), naik sebesar 6,24 persen, begitu juga
- Industri makanan (kode 10), naik sebesar 5,94 persen, demikian halnya dengan angka pertumbuhan nasional yang mengalami kenaikan sebesar 3,96 persen.
Adapun jenis industri yang mengalami pertumbuhan negatif adalah :
- Industri pakaian jadi (kode 14), turun sebesar minus 15,72 persen, begitu juga dengan angka pertumbuhan nasional turun sebesar minus 3,29 persen.
- Industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (kode 16), turun sebesar minus 6,39 persen, sedangkan angka pertumbuhan nasional mengalami kenaikan sebesar 2,93 persen
- Industri furniture (kode 31), turun sebesar minus 6,29 persen sama halnya dengan angka pertumbuhan nasional yang mengalami penurunan sebesar minus 1,68 persen
- Industri barang galian bukan logam (kode 23), turun sebesar minus 4,01 persen sedangkan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 3,70 persen.
Bulan Ramadhan, Lebaran idul Fitri dan Tahun ajaran baru untuk anak sekolah di triwulan II-2017 menjadi salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan beberapa industri manufaktur.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur Mikro dan Kecil per triwulannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) Triwulan III Tahun 2017
Provinsi Jambi
No
Kode
KBLI
Jenis Industri
Pertumbuhan (q-to-q) (%)
Provinsi Jambi
Indonesia
(1) (2)
1 10 Industri Makanan 5,94 3,96
2 13 Industri Textil 16,79 -1,40
3 14 Industri Pakaian Jadi -15,72 -3,29
4 16
Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
-6,39 2,93
5 20 Industri bahan kimia dan barang
dari bahan kimia 6,24 16,67
6 23 Industri Barang Galian Bukan Logam -4,01 3,70
7 31 Industri Furnitur -6,27 -1,68
Diterbitkan oleh:
BPS Provinsi Jambi
Jl. A.Yani No.4 Telanaipura Kota Jambi-Jambi 36122
Ahmad Fauzie, M.E
Kepala Bidang Statistik Produksi Telepon: 0741-60497
E-mail: [email protected] Website : jambi.bps.go.id
Konten Berita Resmi Statistikdilindungi oleh Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Badan Pusat Statistik.Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.
CATATAN TEKNIS
Sejak tahun 1976 Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan Survey Industri Pengolahan Besar dan Sedang (IBS) secara bulanan/triwulanan. Data hasil survei tersebut dipakai sebagai bahan penyusunan Indeks Produksi Industri dan penghitungan Pertumbuhan Produksi Industri. Besaran Pertumbuhan Produksi Industri, selain digunakan sebagai bahan penghitungan PDRB, juga merupakan indikator dini untuk mengetahui perkembangan sektor industri di Indonesia.
Data dikumpulkan secara bulanan melalui Survei Industri Pengolahan Besar/Sedang. Perusahaan/usaha industri yang dicakup dalam survei ini adalah perusahaan industri yang melakukan kegiatan pengolahan, terletak pada bangunan atau lokasi tertentu dan mempunyai catatan administrasi tersendiri, serta mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih.
Suatu kegiatan ekonomi dikatakan sebagai Industri Manufaktur jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan ekonomi yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, serta sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan ini adalah kegiatan jasa industri dan pekerjaan perakitan (assembling).
Sedangkan Jasa Industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sejumlah uang atau barang sebagai balas jasa (upah makloon).
Industri Pengolahan dikelompokkan menjadi (empat) klasifikasi usaha berdasarkan jumlah tenaga kerjanya. Industri besar adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 100 (seratus) orang atau lebih. Industri Sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja antara 20 (dua puluh) sampai 99 (sembilan puluh sembilan) orang. Industri Kecil adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja antara 5 (lima) sampai 19 (sembilan belas) orang, dan Industri Mikro adalah industri yang mempunyai tenaga kerja antara 1 (satu) sampai 4 (empat) orang.