• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar ke. IPB 107; 2(2-0) Dr. Ir. Erizal, MAgr. 18/02/2013 Kuliah I, Pengantar Ilmu Pertanian 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengantar ke. IPB 107; 2(2-0) Dr. Ir. Erizal, MAgr. 18/02/2013 Kuliah I, Pengantar Ilmu Pertanian 1"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar ke

Ilmu Ilmu Pertanian

Ilmu-Ilmu Pertanian

IPB 107; 2(2-0)

(2)

PENGANTAR KE ILMU-ILMU

PERTANIAN (IPB 107): 2(2-0)

PERTANIAN (IPB 107): 2(2-0)

QUIZ AWAL: Tulis dalam 1 lembar kertas, tulis nama dan Nrp. Waktu 7,5 menit, dikumpulkan.

1. Apa yang Saudara ketahui dengan pertanian?p y g g p

(3)

Deskripsi Mata Kuliah

† Untuk mengantarkan mahasiswa IPB ke dunia pertanian dalam arti g p

yang luas

† Membahas berbagai topik yang berkaitan

1.

1. Pengertian Ilmuwan dan PengetahuanPengertian Ilmuwan dan Pengetahuan

2.

2. SainsSains--Pertanian dan LingkunganPertanian dan Lingkungan

h d h

h d h

3.

3. Sejarah Pertanian dan Pertanian UsahaSejarah Pertanian dan Pertanian Usaha

4.

4. Cuaca. Iklim dan UnsurCuaca. Iklim dan Unsur--UnsurnyaUnsurnya

5.

5. Iklim IndonesiaIklim Indonesia

6.

6. Energi dan Daur Hara KehidupanEnergi dan Daur Hara Kehidupan

7

7 Pangan dan GiziPangan dan Gizi

7.

7. Pangan dan GiziPangan dan Gizi

8.

8. Teknologi Pasca Panen Teknologi Pasca Panen

9.

9. Pertanian Non PanganPertanian Non Pangan

10.

10. Agribisnis dan AgroindustriAgribisnis dan Agroindustri

11.

11. BioteknologiBioteknologi

11.

11. BioteknologiBioteknologi

12.

12. Soilless based Agriculture Soilless based Agriculture (hidropronik, aeroponik, vertikultur, (hidropronik, aeroponik, vertikultur, green roof garden, etc)

green roof garden, etc)

13.

13. Integrated Farming, Green Agriculture, Renewable EnergyIntegrated Farming, Green Agriculture, Renewable Energy

14.

14. Visi Pertanian Abad 21 Visi Pertanian Abad 21 –– Green EconomyGreen Economy

(4)

Tujuan Instruksional Umum

Tujuan Instruksional Umum

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan

permasalahan pertanian secara luas

t il il d k

(5)

Jadwal (1)

Pertemuan

ke Topik Bacaan

1 Kontrak Perkuliahan 1 b b 0 1

1 o t a e u a a

Ilmuwan dan Pengetahuan 1 bab 0,1

2 Sains-Pertanian dan Lingkungan 1 bab 2,3,4 3 Sejarah Pertanian dan Pertanian Usaha 1 bab 5,6 4 Cuaca dan Iklim serta Unsur-Unsurnya 2 bab 2

5 Ikli I d i 2 b b 3

5 Iklim Indonesia 2 bab 3

6 Energi dan Daur Hara Kehidupan

1 bab 7,8, 11,12,13 (Rev Ed) (Rev. Ed)

7 Pangan dan Gizi 1 bab 9,10

(6)

Jadwal (2)

Pertemuan Topik Bacaan

8 Teknologi Pasca Panen 1 bab 14

8 Teknologi Pasca Panen 1 bab 14

9 Pertanian Non Pangan 2 bab 5

10 Agribisnis dan Agroindustri 2 bab 7 8

10 Agribisnis dan Agroindustri 2 bab 7,8

11 Bioteknologi 2 bab 6

Soilless based Agriculture (hidropronik,

2 b b 4 12

Soilless based Agriculture (hidropronik,

aeroponik, vertikultur, green roof garden, etc)

2 bab 4 (Rev. Ed) 13 Integrated Farming, Green Agriculture, Materi Baru 13

Renewable Energy Materi Baru

(7)

B h

B

Bahan Bacaan

1. Nasoetion AH. 2006. Pengantar ke Ilmu-Ilmu

Pertanian. Jakarta: Litera Antar Nusa

2. Tim Pengajar PIP. 2009. Buku Kumpulan

Makalah Pengantar Ke Ilmu-ilmu Pertanian.

(8)

Ujian

† T h † Tengah Semester † Akhi † Akhir Semester † Di ik † Diperiksa menggunakan DMR (Data DMR (Data Mark Reader)

(9)

Kriteria Penilaian

† Bobot terhadap Nilai Akhir (NA)

† Bobot terhadap Nilai Akhir (NA)

„ UTS : 50 %

„ UAS : 50 %

† Penentuan Huruf Mutu

„ A : jika NA > 80 „ 75 < AB < 80 „ 75 < AB < 80 „ 70 < B < 75 „ 65 < BC < 70 „ 55 < C < 65 „ 45 < D < 55 E 45 „ E < 45

(10)

Mengapa Menjadi Mahasiswa ?

Mengapa Menjadi Mahasiswa ?

Langkah awal menuju insan yang

g

j

y

g

(11)

Apa yang telah anda pelajari ?

†

SD SMA

†

SD-SMA

„ Pelajaran tentang pengetahuan yang

sudah ditemukan

„ Pengenalan kronologis akan suatu

materi

†

Pokok Bahasan diperdalam di tingkat

p

g

selanjutnya

(12)

Di Perguruan Tinggi

† Dilatih menemukan pengetahuan baru

† Dilatih menemukan pengetahuan baru

„ Apabila menemukan keganjilan di sekelilingnya

„ Melatih diri untuk mempertanyakan berbagai hal

„ Melatih diri untuk mempertanyakan berbagai hal

„ Dilanjutkan dengan usaha untuk mendapatkan

jawabnya

† Apa yang mau dijawab ?

† Bagaimana menjawabnya ?

† Kendala dan tantangan yang dihadapi

† Kendala dan tantangan yang dihadapi

(13)

Agar bisa meneliti, ….

† P l i t h d

† Perlu menguasai pengetahuan dasar

„ Ilmu hayat / biologi

„ Il ki i

„ Ilmu kimia

„ Fisika

„ Matematika

„ Matematika

„ Ilmu kemanusiaan / humaniora

† Diberikan di TPB

† Diberikan di TPB

(14)

Diperkaya lebih lanjut, …

Diperkaya lebih lanjut, …

sesuai Mayor masing-masing

Application Base Thesis (Project) Application Base & Integrated Theme ~25 % ~25 %

Personal & Business Skills

~15 % ~15 %

(15)

Curriculum Development

Set-up entry requirements and Admission Define Outcomes (Need, Profile, Competencies)

Curriculum Development

General Guidelines

Stakeholders

(Constituencies)

and Admission Competencies)

Define the Qualification University Program

(Constituencies)

Outcome Input Qualification Process y g (Curriculum) ¾ Education Process ¾ Examination Process Graduates (Degree Qualification) ¾ Examination Process ¾ Training Process ¾ Administration Process ¾ ...

First year Students (Entry Qualification)

St d t

Implement Quality ControlStudents

Professors Administrators

(16)

Setelah lulus ?

† H il l l IPB

80.137

Tersebar di seluruh

† Hasil survey lulusan IPB

Lapangan Kerja Lama Tunggu Kerja

Indonesia dan manca negara 35 25 30 35 Agroindustri dan Agribisnis Lembaga Lapangan Kerja Lama Tunggu Kerja

47,47 31 8 35 40 45 50 < 3 bulan 14,5 9,5 20 11,9 10 15 20 25 Pr os en ta se Lembaga Keuangan Konsultan Media Massa Koperasi Lembaga Pemerintah 31,8 14,29 10 15 20 25 30 35 Pr os en ta se 3-6 bulan 6-12 bulan 3,5 0,1 0 5 PemerintahLain-lain 6,45 0 5 10 > 12 bulan

(17)

SDM Unggul

SDM Unggul

•Cerdik

•Cerdik

•Manfaatkan peluang

•Manfaatkan peluang

dan kesempatan

p

dengan baik

•Berpikir Kritis

(18)

Apalagi yang perlu ?

Apalagi yang perlu ?

Citra Diri

Alumni IPB

Memiliki karakter Kemampuan Kemampuan analisis

Memiliki karakter

(19)

Sebagai Mahasiswa

† K l lit di I d i

† Kalangan elit di Indonesia

† PTN : Sebagian dibiayai Rakyat

† Gunakan sebaik-baiknya

† Berprestasi optimal

† Kesempatan untuk membalas

(20)

Topik 2:

Ilmuwan dan Pengetahuan

Ilmuwan dan Pengetahuan

(21)

Karakteristik Ilmuwan

Karakteristik Ilmuwan

TIK : Setelah mengikuti kuliah ini,

g

,

anda akan dapat menjelaskan

karakteristik ilmuwan

(22)

Petualang di alam Nalar

Petualang di alam Nalar

Siapakah dia ?

† Pengetahuan Baru † Pengetahuan Baru

„ Ingin ditemukan melalui penelitian

„ Terhubung sangat baik dengan yang telah adaTerhubung sangat baik dengan yang telah ada

„ Membentuk kumpulan pengetahuan

† Butuh kegiatan nalar

† Pelaku bertualang di alam nalar

„ Disebut Ilmuwan atau Scientist

h kd ( l il k h dll)

„ Penuh anekdot (pelupa, perilaku aneh dll)

(23)

1. Sekali Ilmuwan tetap Ilmuwan

† Selalu menggunakan pendekatan rasional / † Selalu menggunakan pendekatan rasional /

keilmuannya

† Gurubesar matematika berkebangsaan Belanda

tersesat di kota Bandung

„ Kesulitan komunikasi

„ Minimalisasi kerugian dengan pendekatan asumsi

denah kota

† Pengalaman pribadi sebagai karya † Pengalaman pribadi sebagai karya

„ Dosen FKH dan penyakit kusta

„ Francis Weld Peabody tentang perawatan penderita

kanker yang tidak mungkin dioperasiy g g p

„ Gertrude Mary Cox:”Dan sekarang sayalah yang

menjadi petak percobaan”

(24)

2. Tidak pernah putus asa

† Ilham harus dibarengi daya nalar † Ilham harus dibarengi daya nalar

„ Alastair Pilkington dengan pembandingan antara

bidang batas sabun-air dengan gelas cair-timah cair

„ Pengaruh gravitasi, pasti datar

„ Proses pembuatan kaca

† Ilham tidak selamanya langsung dapat direalisasi

„ Raymond Damadian dengan NMR (Nuclear

magnetic resonance=resonansi magnetik nuklir ) magnetic resonance=resonansi magnetik nuklir )

„ Sel Kanker memiliki perbedaan komposisi

„ Dapat dideteksi oleh NMR yang telah ditemukan

„ Perlu NMR besar dan medan magnet raksasa

„ Perlu NMR besar dan medan magnet raksasa

„ Investasi waktu, tenaga, biaya dan sedikit nekat

(25)

3. Penegak Kebenaran

† B di i di t t h

† Berdiri di atas pengetahuan yang

benar dengan sejala konsekuensinya

† A d i S kh di USSR

† Andrei Sakharov di USSR

† Galileo Galilei yang mendukung

C i A

Copernicus vs Agamawan

† Vavilov dan genetika di USSR

(26)

4. Jujur

† Berani menyatakan apa yang diyakini

† Berani menyatakan apa yang diyakini

dengan jujur

† Ilmuwan boleh salah tetapi tidak

† Ilmuwan boleh salah, tetapi tidak

boleh bohong

† Pengalaman AHN dengan guru

† Pengalaman AHN dengan guru

limnologi tentang peralihan energi hasil asimilasi fitoplankton ke tubuh ikan herbivora

(27)

5.Ilmuwan juga manusia

† S j t k li i

† Sejawat sekaligus pesaing

† Unsur-unsur manusiawi ikut

hi mempengaruhi

† Terutama jika menangani

l h

permasalahan yang sama

† Penting: Celah keunggulan

† Raymond Damadian vs Lauterbur

(28)
(29)

Siapa berbakat jadi Ilmuwan ?

† B k t d

† Bakat memang ada

† Lingkungan berperan menumbuhkan

„ Keluarga „ Suku

/d / / b b /

„ Guru/dosen/tutor/pembimbing/mentor

† Pandai meniti perubahan dan sejarah

(30)

Open your I’s

† Intelegence (kecerdasan)

† Intelegence (kecerdasan)

† Interest (perhatian)

† Imagination (daya hayal)

† I iti ti (I i i tif)

† Initiative (Inisiatif)

† Information (informasi)

† Inventive (daya cipta)

† Industrious (berusaha)

† Intensive observation

† Integrity (kejujuran)

† Integrity (kejujuran)

(31)

Tugas

† U ik t l

† Uraikan satu pengalaman yang

pernah anda alami yang memiliki padanan dengan salah satu ciri padanan dengan salah satu ciri ilmuwan

† Dikumpulkan sebelum kuliah kedua

† Dikumpulkan sebelum kuliah kedua

(32)

Soft-skill Tips

S f

p

Bangun Kesetiakawanan

Bangun Kesetiakawanan

(33)

Selamat Belajar

Referensi

Dokumen terkait

sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk atau minuman bagi konsumsi

a) Jadwal kuliah merupakan kombinasi dari komponen-komponen utama, yaitu dosen, mahasiswa, matakuliah, ruang, dan waktu. Apabila salah satu komponen tidak lengkap, maka

Setiap edge menghubungkan 2 mata kuliah yang mungkin keduanya diambil seorang mahasiswa; jelas jadwalnya ujiannya harus berbeda.. Pewarnaan di atas adalah salah satu 4 slot

Misalnya, apa yang ditawarkan IEP untuk salah satu paradoks pembangunan pertanian: keberhasilan pembangunan pertanian (misalnya dalam hal ketahanan pangan) justru

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.