• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS SENI BUDAYA SRI EKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS SENI BUDAYA SRI EKA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS SENI BUDAYA

JENIS MUSIK DAERAH YANG ADA DI INDONESIA

Nama Kelompok:

1. Ni Made Ayu Dwipayani

(14.040)

2. Ni Putu Ayu Rissa Tirta Dewi

(14.041)

3. Ni Made Munica Ariantini

(14.057)

4. Ni Luh Putu Novi Yulianan Dewi

(14.059)

5. Ni Luh Nyoman Sri Eka Wedanti

(14.066)

SMK FARMASI SARASWATI 3 DENPASAR

(2)

1. Musik Gambang Kromong

Gambang kromong merupakan seni kebuadayaan Betawi yang sampai saat ini masih terus dilestarikan, kesenian ini sering dimainkan pada acara-acara resmi dan pesta rakyat, Pada abad ke 17 banyak imigran china yang datang ke tanah betawi dan mereka memperkenalkan kesenian tersebut ke masyarakat adalah seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda bernama Nie Hoe Kong yang memperkenalkan kesenian tersebut kepada masyarakat lokal.

(3)

berasal dari kayu yang di jejerkan sebanyak 18 buah, sedangkan Kromong alat musik yang dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran. Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya. lagu-lagu yang bercorak Tionghoa masih sering dilantunkan dalam kesenian ini, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya, seperti Kong Ji Liok, Sip Pat Mo, Poa Si Li Tan, Peh Pan Tau, Cit No Sha, Ma Cun Tay, Cu Te Pan, Cay Cu Teng, Cay Cu Siu, Lo Fuk Cen, dan sebagainya. Memang budaya Thiong hoa sangat melekat pada masyarakat betawi namun tak banyak orang yang menyadari mungkin karena faktor keterbatasan pengetahuan atau sebagainya

Gambang Kromong tercipta ketika orang-orang Tionghoa peranakan sudah semakin banyak di kota ini. Di waktu senggang mereka memainkan lagu-lagu Tionghoa dari kampung halaman moyang mereka di Cina dengan instrumen gesek Tionghoa su-kong, the-hian, dan kong-a-hian, bangsing (suling), kecrèk, dan ningning, dipadukan dengan gambang. Gambang diambil dari khazanah instrumen Indonesia digunakan menggantikan fungsi iang-khim, yakni semacam kecapi Tionghoa, tetapi dimainkan dengan semacam alat pengetuk yang dibuat dari bambu pipih.

Pada perkembangan selanjutnya, sekitar tahun 1880-an barulah orkestra gambang ditambah dengan kromong, kendang, kempul, goong, kecrèk. Dengan demikian terciptalah gambang kromong.

Dari pusat kota Batavia ketika itu, musik gambang kromong kemudian tersebar ke seluruh penjuru kota, hingga ia tidak hanya dikenal di Jakarta, tetapi juga sampai ke bagian utara Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) sekarang ini. Kawasan-kawasan tersebut memang merupakan area budaya Betawi.

(4)

2. Musik Goong Renteng

(5)

Seperangkat gamelan inilah yang digunakan untuk ber-goong renteng dari dahulu hingga sekarang. Dengan perkataan lain, dari generasi pertama (1916) yang tokohnya adalah Akum, generasi kedua (1938) yang tokohnya adalah Mali, sampai generasi ketiga (1970) yang tokohnya adalah Uma. Mereka adalah masih satu darah (keturunan). Ini artinya bahwa kesenian goong renteng diwariskan secara turun-temurun dari anak ke cucu

Peralatan

Seperangkat kesenian goong renteng terdiri atas: 1 buah kendang (gendang) besar, 2 buah kulanter (gendang kecil), 16 buah bonang (gong kecil), 2 buah gong besar, dan 3 lembar kecrek. Gendang terbuat dari kayu dan kulit, bonang dan gong terbuat dari perunggu, dan kecrek terbuat dari besi. Peralatan tersebut masing-masing mempunyai fungsi tersendiri.Gendang misalnya, ia berfungsi sebagai pengatur tempo. Gong besar berfungsi sebagai penutup lagu dan sekaligus pemuas rasa. Kemudian, kecrek berfungsi sebagai penambah sari irama; dan bonang berfungsi sebagai melodi.

Pemain dan busana

Jumlah pemainnya ada 3 orang dengan rincian: 3 orang sebagai penabuh bonang, 1 orang sebagai penabuh gendang, 1 orang sebagai penabuh gong besar, dan 1 orang sebagai penabuh kecrek. Ke-6 pemain tersebut semuanya lelaki. Dalam suatu penyajian atau pergelaran, mereka mengenakan pakaian khas Sunda yang berupa pangsi dan iket.

Pementasan

Pementasan kesenian goon renteng ini bisa dilakukan pada ruang terbuka atau tertutup. Hal itu bergantung pada pemintaan dan tempatnya memungkinkan. Adapun bentuk sajiannya berupa karawitan gending. Pementasan diawali dengan penyajian tabuhan jiro dan angkatan. Setelah itu, baru dilantunkan lagu-lagu dalam bentuk instrumental. Banyak judul lagu yang dinstrumentalkan, antara lain: bongkang, kangkangkot, jangjang odeng, keupat hayam, dan poek-poek ludeung.

(6)

Ini artinya, fungsi kesenian tradisional goong renteng yang pada mulanya hanya sekedar sebagai hiburan dalam perkembangan tidak lagi hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai suatu ungkapan terima kasih, baik kepada Yang Maha Kuasa maupun para pendahulunya. Lepas dari berbagai fungsi itu, sesungguhnya kesenian yang ditumbuh-kembangkan oleh suatu masyarakat sekaligus berfungsi sebagai identitas masyarakat yang bersangkutan. Ini bermakna bahwa kesenian tradisional goong renteng merupakan salah satu unsur jatidiri masyarakat Kampung Rawa Salak, Desa Purabaya, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

3. Musik Gong Luang

Gong Luang adalah seperangkat Gamelan yang berasal dari Bali. Gong Luang terdiri dari “Gong” dan “Luang”. Konon, kata “Luang” berarti “kurang”, yaitu mengacu pada asal usul perangkat Gong ini yang kurang lengkap, maka dinamakan Gamelan Gong Luang.

(7)

Sedangkan susunan nada yang terdapat dalam gamelan Gong Luang berjumlah 7 ( nada ) atau disebut saih pitu yaitu : ndang, ndaing, nding, ndong, ndeng, ndeung, ndung. Sedangkan pembagian larasnya secara proposional dibagi atas 3 ( tiga ) yaitu laras pelog, laras selendro, dan laras keselendroan.

Gong Luang diperkirakan berasal dari Kerajaan Majapahit, lalu dibawa ke Bali oleh sekelompok orang setelah kerajaan tersebut mengalami kejatuhan. Perkiraan ini dilandasi karena ada kemiripan antara gamelan Jawa yang ada sekarang dengan gamelan Gong Luwang yang ada di Bali saat ini. Bedanya hanya terletak pada jumlah alat musiknya. Jumlah alat musik pada gamelan Gong Luang di Bali lebih sedikit dibandingkan jumlah alat musik pada Gamelan Jawa sekarang.

Gong Luang biasanya berfungsi untuk mengiringi upacara adat, yang mencakup lima kegiatan dalam “Panca Yadnya”. Kelima Yadnya tersebut adalah Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Bhuta Yadnya. Untuk pelaksanaan kelima yadnya inilah Gong Luang tersebut sangat berperan. Selain itu, Gong Luang juga dipakai untuk mengiringi tari-tarian, misalnya Tari Topeng, Tari Baris Poleng, Tari Pendet, Tari Rejang dan lain sebagainya.

Gamelan Gong Luang adalah barungan gamelan Bali yang berlaraskan pelog 7 nada dipergunakan untuk mengiringi upacara Pitra Yadnya atau Memukur. Laras 7 nada yang dipergunakan dalam Gamelan Gong Luang dapat dibagi menjadi 7 patet lagi yaitu :

· Patet Panji Cenik umumnya biasanya di lakukan di Puri atau Griya

(8)

Krumpyung adalah salah satu bentuk teater rakyat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesenian yang berupa drama tari topeng ini bersifat humor yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat sekitar. Nama Krumpyung diambil dari suara iringannya yang terdiri dari angklung, terbang, keprak, kentongan dan kendang yang apabila digerakkan secara bersamaan akan menimbulkan efek bunyi “kemrumpyung”. Kesenian krumpyung lahir pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Konon, di masa itu antarseniman saling bersaing untuk menciptakan sebuah kesenian baru agar lebih digemari penonton. Dari persaingan itu lahirlah suatu kesenian yang disebut sebagai “krumpyung”.

(9)

Pertunjukan krumpyung diawali dengan introduksi, yaitu menampilkan seluruh pemain ke arena pentas dengan iringan musik dan para penari. Dahulu para pemainnya menggunakan topeng sebagai penutup wajah. Namun, saat ini penggunaan topeng sudah tidak dilakukan lagi, sehingga karakter pemain bisa langsung tampak dalam membawakan suatu peran.

Setelah introduksi selesai, maka pertunjukan selanjutnya adalah isi dari cerita yang akan dipergelarkan. Dalam babak ini para pemain akan berdialog dan menari diiringi oleh iringan musik. Saat berdialog tidak hanya dilakukan oleh pemeran lakon dan penari saja, melainkan juga oleh penabuh instrumen, sehingga suasana pertunjukan lebih meriah karena diselingi dengan humor-humor segar yang biasa dipakai oleh para dalang dalam pertunjukan wayang kulit.

Tarian krumpyung biasanya menggunakan gerakan-gerakan sederhana dan spontan namun berpola seperti gerak dalam ketoprak lesung. Gerak tarinya sederhana dan bersifat ritmis. Gerkan-gerakan itu antara lain: tregelan, tepukan tangan, sirik, berjalan, dan kicat (untuk penari perempuan).

Dahulu, pertunjukan musik krumpyung sering ditampilkan dalam acara-acara seperti hajatan perkawinan, khitanan, atau berbagai perayaan adat lainnya. Selain itu, musik ini juga digunakan untuk mengiringi tari Tayub. Di jaman pendudukan Jepang, musik itu sempat menghilang. Baru pada tahun 1973 muncul lagi dengan dibuatnya alat musik ini. Bahkan pada tahun itu juga, pergelaran musik krumpyung sempat dipentaskan di hadapan para tamu peserta Konferensi UNESCO yang diselenggarakan di Surakarta, 19 Desember. Walaupun kini sudah semakin jarang, masih ada sebagian masyarakat penggemarnya yang memanfaatkan musik krumpyung sebagai musik pengiring pertunjukan kesenian tradisional Jawa, khususnya di pedesaan. Misalnya, mengiringi tari encling, sandiwara tradisional ketoprak, atau gendhing-gendhing karawitan.

5. Musik Karang Dodou

(10)

tersebut diberi nama “nambang morua”. Dalam musik ini banyak dilantunkan lagu-lagu berupa mantera-mantera yang berisi doa-doa kepada “Mohotara” (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam perkembangannya, musik-musik ini terus disempurnakan dan diperkaya. Dengan daya kreasi para seniman Indonesia, musik-musik ini menemukan bentuk modernnya.

Fungsi Musik Karang Dodou

 Digunakan pada saat upacara tertentu , misal memandikan bayi/memberi nama bayi (upacara noka pati).

 Mengobati orang sakit keras (nambang moura)

Referensi

Dokumen terkait

Jamur diinduksikan dibagian tengah media agar yang masing-masing terdiri dari kontrol, media agar yang ditambahkan metanol dan media agar yang ditambahkan larutan

(160d) Sipanganon dilehon nasida tu halak parhuta Makan PAS-beri mereka kepada orang kampung ‘makan diberi mereka kepada orang kampung (161a) Manuhor timbaho uma

Dengan demikian standart emas mencakup tawaran dari pemerintah Amerika Serikat untuk menukarkan dolar atau emas pada suatu tingkat harga yang resmi dan tawaran dari negara lain

Hal inilah yang mengilhami Oskar Karyantono, S.Gz., M.Kes, melakukan penelitian tesis bertajuk “Kue Lepa Dengan Berbagai Formulasi Sebagai Alternatif Makanan Tambahan untuk

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) dibuat dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan

Puji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun skripsi dengan judul “ Pengaruh

= Kelompok pembanding diberikan alopurinol 48,591 mg/kgBB; E1 = Kelompok tikus putih yang diberikan ekstrak daun sembung 1 g/kgBB; E2 = Kelompok tikus putih yang

Merujuk kependapat imam fiqh lainnya penulis kurang sependapat karena imam fiqh lainnya berpendapat untuk membagi-bagikan harta kepada seluruh ahli waris tanpa adanya