• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LINGKUNGAN KANTOR TERHADAP KINE (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH LINGKUNGAN KANTOR TERHADAP KINE (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LINGKUNGAN KANTOR TERHADAP KINERJA

KARYAWAN

Oleh:

Abyssia Rizka Dwiadiana

165311032

PROGRAM STUDI D3 BAHASA INGGRIS

JURUSAN BAHASA INGGRIS

(2)

ABSTRACT

Constraints in the process of working operations are very common in an office and can affect the development and growth of the company. It relates to the performance of its employees. It should be understood that an employee's performance may change and be affected by environmental factors around the office. It is, therefore, very important for the company owner to pay more attention to the factors that may affect the office environment. This paper aims to find out what are the factors that can affect the office environment to the employees’ performance, the impact they cause, and how to overcome them.

ABSTRAK

Kendala dalam proses operasi kerja sangat umum ditemukan di sebuah kantor dan dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut berhubungan dengan kinerja para karyawannya. Perlu dipahami bahwa kinerja seorang karyawan dapat berubah dan terpengaruh oleh faktor lingkungan di sekitar kantor. Maka, sangat penting bagi pemilik perusahaan untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi lingkungan kantor tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mencaritahu apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi lingkungan kantor terhadap kinerja karyawan, dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana cara menanganinya.

Kata kunci: lingkungan kantor, kinerja karyawan.

PENDAHULUAN

Setiap organisasi atau perusahaan pastinya ingin memiliki kantor yang memiliki lingkungan yang baik. Selain memberikan kesan baik bagi orang luar seperti kostumer, klien, atau tamu, lingkungan yang baik juga dapat memperngaruhi motivasi dan produktifitas orang di dalamnya yang dapat mempengaruhi kinerja kerja mereka. Contohnya saja, lingkungan yang nyaman dan sehat dapat meningkatkan semangat bekerja karyawan.

Selain itu, lingkungan kerja dapat disimpulkan sebagai segala hal yang ada di sekitar tempat kerja karyawan, baik yang berbentuk fisik atau non fisik, langsung atau tidak langsung, dan dapat mempengaruhi dirinya dan pekerjaannya. (Firdaus, 2016)

(3)

Lingkungan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dikemukakan oleh Sedarmayanti (1996:5), diantaranya adalah:

1. Penerangan

Penerangan adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan di kantor. Pegawai kantoran menghabiskan berjam-jam di depan meja kerja dan melakukan pekerjaannya dan selama itu juga bisa jadi mereka tidak memiliki waktu untuk keluar dari ruangan kerjanya. Oleh karena itu, faktor penerangan disini bukan hanya terbatas pada penerangan listrik, melainkan juga penerangan dari cahaya matahari. Sebagai makhluk hidup, mendapatkan sinar matahari sangat penting. Ada baiknya ruang kerja disertai jendela yang dapat memberi akses sinar matahari dari luar masuk. Selain dapat memberikan manfaat bagi kesehatan para karyawan, ruangan kerja yang mendapatkan penerangan yang baik juga dapat memudahkan mereka untuk melakukan aktifitas mereka.

Adapun ciri-ciri penerangan yang baik menurut Sofyan Assauri (1993:31) adalah sebagai berikut:

a. Sinar cahaya yang cukup

b. Tidak adanya kontras yang tajam c. Sinar tidak berkilau dan menyilaukan d. Cahaya terang dalam sebuah kantor. Ketika udara kotor yang berada di dalam ruangan tidak berhasil diganti dengan udara bersih dari dalam ruangan, penyakit akan dengan mudah mengendap di ruangan tersebut dan akan mengganggu kinerja dan produktifitas karyawan. Ada tiga hal yang menjadi fokus dalam kondisi udara yang baik menurut Sritomo Wignosubroto (1989:45): a. Kelembapan

(4)

Produktivitas manusia akan mencapi tingkat yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24-27ºC. Maka dari itu, sebisa mungkin ruangan kantor agar dapat dipertahankan pada suhu tersebut.

c. Sirkulasi udara

Perputaran udara yang tidak normal akan menyebabkan udara di dalam suatu ruangan kotor karena tercampur dengan gas-gas lain yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sritomo Wignjosoebroto (1989:50) mengungkapkan pengaruh temperatur udara terhadap manusia sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1 Pengaruh Temperatur Terhadap Aktivitas Manusia Temperature Pengaruh Terhadap

(5)

terjadi, bunyi ini dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan kebisingan serius dapat menyebabkan kematian. Tentunya karyawan membutuhkan ketenangan dalam mengerjakan pekerjaannya. Maka dari itu, adanya kebisingan harus dihindari di tempat bekerja.

Ada tiga aspek yang menentukan kualitas suatu bunyi, yang bisa menentuikan tingkat gangguan terhadap manusia, yaitu:

a. Lamanya kebisingan

b. Intensitas kebisingan

c. Frekwensi kebisingan

Semakin lama telinga mendengar kebisingan, akan semakin buruk akibatnya, diantaranya pendengaran dapat makin berkurang.

4. Warna

Warna yang digunakan dalam suatu ruangan memiliki pengaruh terhadap gairah bekerja. Warna berpengaruh terhadap kemampuan mata melihat objek dan memberi efek psikologis kepada karyawan. Karenanya, perusahaan harus pula memperhatikan pilihan warna yang dipakai di dalam kantor agar dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan. Misalnya, warna biru dapat membuat kesan tenang bagi para karyawan yang bekerja dikejar deadline atau tekanan dari kostumer dan atasan. Komposisi warna yang kurang tepat dapat menimbulkan pula efek jenuh atau sehingga mengurangi kenyamana karyawan dalam bekerja dan hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Menurut Sedarmayanti (1996:29), warna dapat dibagi berdasarkan pengaruhnya terhadap perasaan manusia, yakni:

a. Merah

Dinamis dan merangsang, dapat menimbulkan semangat kerja atau amarah

b. Kuning

Anggun, leluasa, dan terang. Dapat merangsang urat syaraf mata dan berpengaruh menimbulkan rasa gembira.

c. Biru

(6)

Tata ruang kerja yang baik harus ditata sedemikian rupa agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan karyawan saat bekerja. Jalan yang digunakan karyawan untuk berlalu-lalang juga hendaknya tidak digunakan untuk menyimpan barang-barang yang seharusnya tidak berada disana. Tempat sampah diperlukan berada di dalam tiap ruangan untuk agar kebersihan lingkungan tetap terjaga. Ruangan kerja juga harus ditata mengacu kepada aliran kerja sehingga meningkatkan efesiensi dan memudahkan koordinasi antar para karyawan. Perusahaan yang baik akan selalu menyediakan berbagai sarana yang memadai, hal ini dimaksudkan agar para karyawan merasa senang dan betah berada di kantor.

6. Keamana Bekerja

Alex S Nitisemito (1996:11) mengemukakkan pendapat bahwa, “Apabila perusahaan dapat memberikan jaminan keamanan, ketenangan dalam bekerja maka akan timbul semangat kerja dan gairah kerja.” Dari pendapat tersebut, dapat kita ketahui bahwa para karyawan akan merasa tenang dalam melakukan pekerjaannya ketika mereka tahu bahwa keselamatan mereka dijamin oleh perusahaan ketika bekerja.

Menurut Slamet Saksono, “Segala sesuatu yang yang menyangkut faktor fisik yang menjadi menjadi kewajiban serta tanggung jawab perusahaan adalah tata ruangan kerja. Tata ruangan kerja yang baik adalah yang dapat mencegah timbulnya gangguan keamanan dan keselamatan bagi karyawan. Barang-barang yang diperlukan dalam ruang kerja harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dihindarkan gangguan yang ditimbulkan terhadap karyawan.” (Saksono, 1998:105).

KESIMPULAN

(7)

REFERENSI

Firdaus, Miza. 11 Juli 2016. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja. Industricom.blogspot.com. Diakses pada 8 Juli 2018:

http://industricom.blogspot.com/2016/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

Kasmawati. 2014. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Sermani Steel Makassar. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UINLAUDDIN. Makassar.

Tanpa Nama. 5 Mei 2010. Faktor-faktor Lingkungan Kerja. Masyarakatbelajar.wordpress.com. Diakses pada 8 Juli 2018:

https://masyarakatbelajar.wordpress.com/2010/05/05/faktor-faktor-lingkungan-kerja/

Gambar

Tabel 1.1 Pengaruh Temperatur Terhadap Aktivitas Manusia

Referensi

Dokumen terkait

karyawan. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. Nadia Kencana sebaiknya mengikutsertakan karyawan secara

karyawan. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. Nadia Kencana sebaiknya mengikutsertakan karyawan secara

karyawan mendapatkan manfaat dari program pelatihan yang telah diberikan. Selain itu program pelatihan juga dapat meningkatkan kinerja

Dalam hal ini pengaturan ruangan atau tata ruang mempengaruhi pegawai dan produktifitas mereka hal ini terasumsi dalam peryataan bahwa pegawai yang puas dengan suasana

Selain itu bias diangkat dari seorang anak yang broken home mereka bias melampiaskan dengan hal-hal jelek, dan rata-rata anak yang broken home mereka lebih condong melakukan hal

karyawan. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. Nadia Kencana sebaiknya mengikutsertakan karyawan secara

Diagram 4.14 Karyawan mendapatkan apresiasi atas pencapaian terbaik dalam kinerja X1.1059 Diagram 4.16 Penerangan yang ada sinar matahari atau lampu listrik diruangan kerja sesuai

Dalam lingkungan kerja juga terjadi permasalahan, dimana karyawan mengeluh dengan kenyamanan, seperti pencahayaan dan beberapa tata kelola ruangan yang belum maksimal dapat dilihat dari