• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI TANAMAN TEMBAKAU DELI (Nicotianae tabacum L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DESKRIPSI TANAMAN TEMBAKAU DELI (Nicotianae tabacum L.)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAGAN PENELITIAN

Keterangan:

I1V0 : Kontrol

I1V1 : Suspensi 10 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 2

I1V2 : Suspensi 20 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 2

I1V3 : Suspensi 30 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 2

I2V0 : Kontrol

I2V1 : Suspensi 10 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 5

I2V2 : Suspensi 20 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 5

I2V3 : Suspensi 30 ekor larva/1 liter air terhadap larva instar 5

I1V2 I1V3

I2V1 I2V3

I1V0 I2V0

I2V2 I1V1

I1V0 I2V2

I1V3 I1V1

I2V0 I2V1

I1V2 I2V3

I2V3 I2V0

I1V2 I2V1

I2V2 I1V3

I1V1 I1V0

U

S

(2)

DESKRIPSI TANAMAN TEMBAKAU DELI (Nicotianae tabacum L.)

Varietas : F1-45

Bentuk Permukaan Daun : Ovalis / rata

Urat Daun : Halus

Tepi daun : Rata

Warna Daun : Hijau Terang

Panjang Daun Pasir (cm) : 38,6

Panjang Daun Kaki I (cm) : 48,23

Panjang Daun Kaki II (cm) : 19,12

Lebar Daun Kaki I (cm) : 22,43

Lebar Daun Kaki II (cm) : 28,61

Tebal Daun Pasir (cm) : 0,38

Tebal Daun Kaki I (cm) : 0,29

Tebal Daun Kaki II (cm) : 0,28

Tinngi Tanaman (cm) : 215

Diameter Batang (cm) : 2,3

Intermedia (cm) : 7,5

Jumlah Daun Per pokok (hl) : 42

Jumlah Daun Produksi (hl) : 26

Mulai Tanaman Berbunga (hr) : 55 – 60

(3)
(4)

Lampiran 1. Persentase mortalitas (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

virus Total Rataan

Tabel Dwi Kasta Rataan

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

(5)

Transformasi Arc Sin

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

virus Total Rataan

Tabel Dwi Kasta Rataan

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

(6)

Daftar Sidik Ragam

Sumber Keragaman db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01

Perlakuan 7 13114.21

stadia larva 1 2597.33 2597.33 393.03 ** 4.49 8.53 Suspensi larva terinveksi

virus 3 9485.26 3161.75 478.44 ** 3.24 5.29

Uji Jarak Duncan Stadia Larva

Uji Jarak Duncan

(7)

Uji Jarak Duncan

I X V

SY 0.53

-1.60 -1.68 9.95 14.91 35 43.20 57.86 89.85

T 2 3 4 5 6 7 8 9

SSR 0,05 3.00 3.15 3.23 3.30 3.34 3.37 3.39 3.41 LSR 0,05 1.60 1.68 1.72 1.76 1.78 1.80 1.81 1.82 Perlakuan I2V0 I1V0 12V1 I2V2 I2V3 I1V1 I1V2 I1V3

Rataan 0.00 0.00 11.67 16.67 36.67 45.00 59.67 91.67

a. b.

c. d.

e. f.

(8)

Lampiran 2. Intensitas Serangan (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total

stadia

Tabel Dwi Kasta Rataan stadia

larva

suspensi larva terinfeksi virus Total Rataan

V0 V1 V2 V3

I1 28.72 24.84 20.07 15.61 89.25 22.31 I2 37.39 25.66 20.07 15.56 98.68 24.67 Total 66.12 50.50 40.15 31.17 187.93

(9)

Transformasi Arc Sin

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

virus Total Rataan

Tabel Dwi Kasta Rataan

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

(10)

Daftar Sidik Ragam

Sumber Keragaman db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01

Perlakuan 7 499.35

stadia larva 1 12.31 12.31 2.93 tn 4.49 8.53 Suspensi larva terinveksi

virus 3 457.66 152.55 36.34 ** 3.24 5.29

Uji Jarak Duncan

(11)

Lampiran 3. Periode Inkubasi Vrus Dalam Tubuh Larva (Hari)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total stadia

larva

suspensi larva terinfeksi virus Total Rataan

V0 V1 V2 V3

I1 0.00 14.00 10.00 7.00 31.00 7.75

I2 0.00 10.00 6.00 4.00 20.00 5.00

Total 0.00 24.00 16.00 11.00 51.00

Rataan 0.00 12.00 8.00 5.50 6.38

Tabel Dwi Kasta Rataan stadia

larva

suspensi larva terinfeksi virus Total Rataan

V0 V1 V2 V3

I1 0.00 4.67 3.33 2.33 10.33 2.58

I2 0.00 3.33 2.00 1.33 6.67 1.67

Total 0.00 8.00 5.33 3.67 17.00

(12)

Transformasi Arc Sin

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III

Tabel Dwi Kasta Total

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

virus Total Rataan

Tabel Dwi Kasta Rataan

stadia larva

suspensi larva terinfeksi

(13)

Daftar Sidik Ragam

Sumber Keragaman Db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01

Perlakuan 7 470.05

stadia larva 1 16.03 16.03 24.17 ** 4.49 8.53 Suspensi larva terinveksi

virus 3 448.55 149.52 225.45 ** 3.24 5.29

Uji Jarak Duncan Stadia Larva

Uji Jarak Duncan

(14)

Beda uji rataan pengaruh stadia larva terhadap persentase mortalitas (%)

Perlakuan Rataan

I1 (Instar 2) 49,08

I2 (Instar 4) 16,25

0 10 20 30 40 50 60

I1 I2

P

er

sen

ta

se M

o

rt

a

li

ta

s

Stadia Larva

Beda Uji Rataan Pengaruh Stadia Larva

Terhadap Persentase Moralitas (%)

(15)

Beda uji rataan pengaruh banyaknya ssuspensi larva yang terinfeksi virus terhadap persentase mortalitas (%)

Perlakuan Rataan

V0 (Kontrol) 0

V1 (Suspensi 10 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 28,33

V2 (Suspensi 20 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 38,17

V3 (Suspensi 30 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 64,17

0

Beda Uji Rataan Pengaruh Banyaknya

Suspensi Larva Yang Terinfeksi Virus

Terhadap Persentase Mortalitas (%)

(16)

Beda uji rataan Pengaruh Interaksi Antara Stadia Larva dengan Banyaknya suspensi Suspensi Larva terinveksi virus Terhadap Persentase Mortalitas (%)

Perlakuan Rataan

I1V0 dan I2V0 (Kontrol) 0

I1V1(Suspensi 10 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 2) 45,00

I1V2(Suspensi 20 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 2) 59,67

I1V3(Suspensi 30 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 2) 91,67

I2V1(Suspensi 10 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 4) 11,67

I2V2(Suspensi 20 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 4) 16,67

I2V3(Suspensi 30 ekor larva yang terinfeksi virus terhadap instar 4) 36,67

0

I1V0 I1V1 I1V2 I1V3 I2V0 12V1 I2V2 I2V3

P

Interaksi antara stadia larva dengan banyaknya suspensi larva terinfeksi virus

Beda Uji Rataan Pengaruh Interaksi Antara

Stadia Larva dengan Banyaknya Suspensi

Larva Terinfeksi Virus (%)

(17)

Beda uji rataan pengaruh banyaknya suspensi larva yang terinfeksi virus terhadap intensitas serangan (%)

Perlakuan Rataan

V0 (Kontrol) 33,06

V1 (Suspensi 10 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 25,25

V2 (Suspensi 20 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 20,07

V3 (Suspensi 30 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 15,58

0

Beda Uji Rataan Pengaruh Banyaknya

Suspensi Larva Yang Terinfeksi Virus

Terhadap Intensitas Serangan

(18)

Beda uji rataan pengaruh stadia larva terhadap periode inkubasi (Hari)

Perlakuan Rataan

I1 (Instar 2) 2.58

Beda uji rataan pengaruh stadia larva

terhadap periode inkubasi

(19)

Beda uji rataan pengaruh banyaknya suspensi Larva yang terinfeksi virus terhadap periode inkubasi (Hari)

Perlakuan Rataan

V0 (Kontrol) 0

V1 (Suspensi 10 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 4,00

V2 (Suspensi 20 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 2,67

V3 (Suspensi 30 ekor larva terinfeksi virus dalam 1 liter air) 1,83

suspensi larva terinveksi virus

Uji beda rataan pengaruh suspensi larva

terinveksi virus terhadap inkubasi

Gambar

Tabel Dwi Kasta Rataan
Tabel Dwi Kasta Total
Tabel Dwi Kasta Total
Tabel Dwi Kasta Total

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian di atas dapat dikatakan Metode Peramalan sangat berguna, karena akan membantu dalam mengadakan analisis terhadap data dari masa lalu, sehingga

tingkat suku bunga orang beralih berinvestasi pada deposito yang mengakibatkan saham tidak diminati sehingga harga saham pun akan turun yang dapat diamati pada indeks

Perhitungan indeks harga adalah usaha untuk memberikan informasi kemajuan atau merosotnya harga produksi berdasarkan perbandingan dari tahun ke tahun suatu perusahaan, sehingga

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun anggaran 2011 akan melelangkan Paket Pekerjaan Jasa Konsultansi dengan Metode

Memanipulasi atau re-engineering traffic sebuah web adalah salah satu cara untuk menaikkan ranking sebuah web site menjadi paling teratas atau berada di halaman pertama di sebuah

FORMAT LAPORAN

Lingga merupakan salah satu tempat suci bagi masyarakat hindu yang ber makna khusus baik dari segi bangunan, keunikan yang terdapat pada Lingga tersebut maupun upacara

Untuk menghindari bencana yang menimpa desa tersebut, maka dengan kesepakatan masyarakat Desa Jumpai diadakanlah pementasan Tari Telek Anak-Anak dengan Barong Ket