• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DENGAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI : Studi Kuasi Eksperimen Kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DENGAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI : Studi Kuasi Eksperimen Kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut."

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK

TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DENGAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA

MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

(Studi Kuasi Eksperimen Kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut) Skripsi

diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sosiologi

Oleh

RIZTIARY PRANACITA 1001801

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG 2014

(2)

Perbedaan Model

Cooperative

Learning

Teknik

Two Stay Two Stray

(TSTS)

dengan

Teknik Numbered

Heads Together (NHT)

terhadap Hasil

Belajar Peserta Didik pada Mata

Pelajaran Sosiologi

(Studi Kuasi Eksperimen Kelas XI di

SMA Negeri 6 Garut)

Oleh Riztiary Pranacita

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Riztiary Pranacita 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)
(4)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

ABSTRAK...i

KATA PENGANTAR...iii

UCAPAN TERIMA KASIH...iv

DAFTAR ISI...vi

DAFTAR TABEL...xi

DAFTAR GAMBAR...xiii

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Masalah...1

1.2 Identifikasi Masalah...4

1.3 Rumusan Masalah...5

1.4 Tujuan Penelitian...6

1.5 Manfaat Penelitian...7

1.6 Struktur Organisasi...8

BAB II PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI...10

2.1 Model Cooperative Learning...10

2.1.1 Definisi Model Cooperative Learning...10

2.1.2 Tujuan Model Cooperative Learning...11

(5)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2.1.4 Karakteristik Model Cooperative Learning...13

2.1.5 Keterampilan Model Cooperative Learning...14

2.1.6 Kepercayaan Dasar tentang Model Cooperative Learning...14

2.1.7 Rasionalisasi Model Cooperative Learning...15

2.1.8 Pengelolaan Kelas Model Cooperative Learning...16

2.1.9 Prosedur Model Cooperative Learning...16

2.1.10 Kelebihan dan Kelemahan Model Cooperative Learning...17

2.1.10.1 Kelebihan Model Cooperative Learning...17

2.1.10.2 Kelemahan Model Cooperative Learning...18

2.1.11 Kendala-Kendala Utama Model Cooperative Learning...19

2.2 Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)...20

2.2.1 Definisi Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)...20

2.2.2 Tujuan Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)...21

2.2.3 Langkah-Langkah Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)...21

2.2.4 Kelebihan dan Kekurangan Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)..22

2.3 Teknik Numbered Heads Together (NHT)...23

2.3.1 Definisi Teknik Numbered Heads Together (NHT)...23

2.3.2 Tujuan Teknik Numbered Heads Together (NHT)...23

2.3.3 Langkah-Langkah Teknik Numbered Heads Together (NHT)...24

2.3.4 Kelebihan dan Kekurangan Teknik Numbered Heads Together (NHT)...25

2.4 Hasil Belajar...25

2.5 Sosiologi dan Pembelajaran Sosiologi...26

2.5.1 Definisi Sosiologi...26

2.5.2 Pembelajaran Sosiologi...27

(6)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2.5.2.2 Proses Pembelajaran Sosiologi...28

2.5.2.2.1 Tujuan Pembelajaran Sosiologi...28

2.5.2.2.2 Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sosiologi...28

2.6 Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian...29

2.7 Kerangka Pemikiran...31

2.8 Hipotesis Penelitian...33

BAB III METODE PENELITIAN...36

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian...36

3.1.1 Lokasi Penelitian...36

3.1.2 Waktu Penelitian...36

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian...36

3.2.1 Populasi Penelitian...36

3.2.2 Sampel Penelitian...36

3.3 Metode Penelitian...38

3.4 Desain Penelitian...38

3.5 Variabel Penelitian...39

3.5.1 Operasionalisasi Variabel...40

3.6 Prosedur Penelitian...41

3.7 Teknik Pengumpulan Data...42

3.7.1 Tes...42

3.7.2 Observasi Partisipatif...43

3.7.3 Wawancara...43

3.7.4 Dokumentasi...44

3.8 Uji Instrumen...44

(7)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen...45

3.8.3 Uji Tingkat Kesukaran...46

3.8.4 Daya Pembeda...47

3.9 Teknik Analisis Data...48

3.9.1 Analisis Indeks Gain...48

3.9.2 Uji Normalitas Data...49

3.9.3 Uji Homogenitas Data...51

3.9.4 Uji Hipotesis...52

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...54

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian di SMAN 6 Garut...54

4.2 Hasil Penelitian...56

4.2.1 Gambaran Umum Hasil Belajar Peserta Didik dengan Tiga Perlakuan Berbeda...56

4.2.2 Analisis Indeks Gain pada Model Pembelajaran Konvensional...57

4.2.3 Analisis Indeks Gain pada Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (TSTS)...58

4.2.4 Analisis Indeks Gain pada Model Cooperative Learning Teknik Numbered Heads Together (NHT)...59

4.2.5 Uji Hipotesis...60

4.2.5.1Uji Normalitas Data...61

4.2.5.2 Uji Homogenitas Data...61

4.2.5.3 Uji-t...63

4.3 Pembahasan...66

(8)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4.3.2 Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi di Kelas Eksperimen 1 (XI IPS 1) SMA Negeri 6

Garut...67

4.3.3 Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi di Kelas Eksperimen 2 (XI IPS 2) SMA Negeri 6 Garut...67

4.3.4 Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi antara Kelas Eksperimen 1 (XI IPS 1) dengan Kelas Kontrol (XI IPS 4) SMA Negeri 6 Garut...68

4.3.5 Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi antara Kelas Eksperimen 2 (XI IPS 2) dengan Kelas Kontrol (XI IPS 4) SMA Negeri 6 Garut...69

4.3.6 Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi antara Kelas Eksperimen 1 (XI IPS 1) dengan Kelas Eksperimen 2 (XI IPS 2) SMA Negeri 6 Garut...70

BAB V SIMPULAN DAN SARAN...73

5.1 Simpulan...73

5.2 Saran...74

(9)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PERBEDAAN PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK

TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DENGAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA

MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

(Studi Kuasi Eksperimen Kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut) Riztiary Pranacita

NIM. 1001801

Pembimbing I: Prof. Dr. Achmad Hufad, M.Ed. Pembimbing II: Mirna Nur Alia A, S.Sos., M.Si.

Program Studi Pendidikan Sosiologi

ABSTRAK

(10)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kata kunci: model cooperative learning, teknik two stay two stray (TSTS), teknik numbered heads together (NHT), hasil belajar.

DIFFERENCES APPLICATION OF MODEL COOPERATIVE LEARNING TECHNIQUE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) WITH TECHNIQUE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) AGAINST STUDY RESULT OF

THE STUDENTS IN THE SUBJECT SOCIOLOGY

(Quasi Experimental Study of Class XI IPS in SMA Negeri 6 Garut)

Riztiary Pranacita NIM. 1001801

Supervisor I: Prof. Achmad Hufad, M.Ed. Supervisor II: Mirna Nur Alia A, S.Sos., M.Si.

Education Program The Study Of Sociology

ABSCTRACT

(11)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

models are effective in improving learning outcomes students on subjects of sociology.

(12)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan Indonesia guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan itu penting, sebagaimana yang tertulis dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni:

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Masalah yang sedang terjadi di dalam dunia pendidikan saat ini adalah mengenai kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari komponen-komponen pembelajaran itu sendiri. Komponen-komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pendidikan, peserta didik, pendidik, materi pembelajaran, pendekatan atau metode, media, sumber belajar dan evaluasi. Salah satu komponen yang berpengaruh adalah komponen pendidik, sebab pendidik merupakan subjek yang berhubungan langsung dengan peserta didik.

(13)

2

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menyampaikan materi pembelajaran. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki pendidik adalah bagaimana memilih dan menerapkan suatu model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemahaman peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai yang akan berimbas pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Masalah yang dihadapi pada pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut yaitu masih terdapat peserta didik yang memiliki hasil belajar yang rendah. Masih terdapat peserta didik SMA Negeri 6 Garut yang memperoleh nilai mata pelajaran sosiologi di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk mata pelajaran sosiologi adalah 76. Berikut adalah hasil ulangan harian kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut.

Tabel 1.1

Nilai Ulangan Harian Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Garut

Sumber: Data Pra-Penelitian, data diolah

Dari data diatas terlihat bahwa hasil belajar peserta didik kelas XI IPS pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut masih rendah. Dikatakan rendah karena masih ada beberapa peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM. Kurikulum yang berlaku saat ini untuk kelas XI di SMA Negeri 6 Garut adalah Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) yang menganut sistem ketuntasan belajar. Jadi, setiap peserta didik dikatakan sudah lulus atau tuntas apabila nilainya telah memenuhi nilai KKM yang telah ditetapkan.

Hasil ulangan harian peserta didik di empat kelas tersebut menunjukkan hasil yang tidak maksimal. Nilai ulangan harian di kelas XI IPS 1 menunjukan

Kelas dibawah KKM diatas KKM Jumlah

Peserta Didik

Frekuensi % Frekuensi %

XI IPS 1 22 45,8 26 54,2 48

XI IPS 2 23 47,9 25 52,1 48

XI IPS 3 21 45,7 25 54,3 46

(14)

3

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

hanya 54,2% peserta didik yang memenuhi KKM, sisanya sebesar 45,8% masih berada di bawah KKM. Kemudian nilai ulangan harian di kelas XI IPS 2 menunjukan hanya 52,1% peserta didik yang memenuhi KKM, sisanya sebesar 47,9% masih berada di bawah KKM. Selanjutnya di kelas XI IPS 3 menunjukan hanya 54,3% peserta didik yang memenuhi KKM, sisanya sebesar 45,7% masih berada di bawah KKM. Begitu pula di kelas XI IPS 4 menunjukan hanya 56,2% peserta didik yang memenuhi KKM, sisanya sebesar 43,8% masih berada di bawah KKM.

Rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi peserta didik terhadap mata pelajaran sosiologi karena proses pembelajaran yang berpusat pada pendidik, sehingga proses pembelajaran hanya berjalan satu arah. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan Thobroni dan Mustopa (2012, hlm. 32) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar diantaranya:

1. Faktor individual: faktor kematangan, faktor kecerdasan atau intelegensi, faktor latihan dan ulangan, faktor motivasi dan faktor pribadi.

2. Faktor sosial: faktor keluarga, suasana dan keadaan keluarga, faktor pendidik dan cara mengajarnya, faktor alat-alat yang digunakan dalam belajar, faktor lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan faktor motivasi sosial.

Berdasarkan faktor-faktor diatas, salah satu faktor yang bisa dikembangkan adalah faktor pendidik dan cara mengajarnya. Pendidik harus bisa memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif agar materi yang disampaikan bisa sepenuhnya dipahami oleh peserta didik dan juga dapat memberikan motivasi yang bisa membangkitkan minat peserta didik dalam belajar. Isjoni (2012, hlm. 5) mengemukakan bahwa:

(15)

4

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif atau cooperative learning.

Model cooperative learning memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran, sementara pendidik bertindak sebagai motivator dan fasilitator aktivitas peserta didik. Artinya dalam pembelajaran ini kegiatan aktif dengan pengetahuan dibangun sendiri oleh peserta didik dan mereka bertanggung jawab atas hasil pembelajarannya.Menurut Solihatin dan Raharjo (2011, hlm. 5)

Cooperative learning merupakan suatu model pembelajaran yang membantu peserta didik dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat, sehingga dengan bekerja sama diantara sesama anggota kelompok akan meningkatkan motivasi, produktivitas, dan perolehan belajar.

Dalam model cooperative learning ada beberapa teknik yang bisa diterapkan di ruang kelas. Teknik yang dipilih oleh peneliti adalah two stay two stray (selanjutnya disingkat menjadi TSTS) dan numbered heads together

(selanjutnya disingkat menjadi NHT). Kedua teknik ini sama-sama dikembangkan oleh Spencer Kagan. Model cooperative learning teknik TSTS merupakan teknik yang membantu peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi pembelajaran dengan saling bertukar informasi, sedangkan teknik NHT merupakan teknik yang memberikan kesempatan peserta didik untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.

(16)

5

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dipandang perlu untuk diadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Numbered Heads Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Peserta didik pada Mata Pelajaran Sosiologi (Studi

Kuasi Eksperimen Kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut). 1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran sosiologi masih rendah baik secara individu maupun klasikal, ini ditandai dengan rendahnya pencapaian presentase ketuntasan belajar peserta didik.

2. Pelaksanaan proses pembelajaran masih terpusat pada pendidik, peserta didik kurang mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran secara aktif.

3. Penerapan model pembelajaran belum maksimal dan tidak variatif, pendidik lebih banyak menggunakan pembelajaran langsung dengan menggunakan model pembelajaran yang terpusat pada pendidik.

4. Rendahnya motivasi belajar peserta didik akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan monoton dan membosankan.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum adalah “Apakah

model cooperative learning teknik TSTS dan teknik NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi?”. Untuk memahami penelitian ini secara tepat dan terarah, rumusan masalah tersebut selanjutnya dijabarkan dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:

(17)

6

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut?

2. Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik antara pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post-test) di kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut?

3. Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik antara pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post-test) di kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut?

4. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut? 5. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas

eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut? 6. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas

eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS dengan kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6

Garut?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

(18)

7

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut.

2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik antara pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post-test) di kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut.

3. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik antara pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post-test) di kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut.

4. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut . 5. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas

eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6 Garut. 6. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas

eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS dengan kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 6

Garut.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manfaat yang bersifat teoretis dan manfaat yang bersifat praktis.

(19)

8

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Secara teoretis hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat di bidang ilmu pendidikan sosiologi khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan model cooperative learning teknik TSTS dan teknik NHT dalam upaya

meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi. 2. Manfaat Praktis

Manfaat yang bersifat praktis dapat bermanfaat bagi peserta didik, pendidik dan sekolah. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Bagi Peserta didik

1. Memotivasi peserta didik untuk melakukan kerja sama antar teman.

2. Meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

3. Meningkatkan pemahaman peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga materi yang disampaikan oleh pendidik bisa dipahami dengan baik.

b. Bagi Pendidik

1. Menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi.

2. Menjadi sumber referensi dan informasi dalam pengembangan proses belajar mengajar di kelas.

(20)

9

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Bagi Sekolah

1. Menjadi bahan masukan yang positif bagi sekolah untuk mengembangkan para pendidik dalam meningkatkan efektifitas dan kreatifitas dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memecahkan masalah yang dihadapi sekolah.

2. Meningkatnya hasil belajar peserta didik akan berimbas pada meningkatnya kualitas sekolah.

1.6 Struktur Organisasi

Dalam penulisan skripsi ini terdapat struktur organisasi penulisan skripsi, yaitu:

BAB I Pendahuluan (Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Struktur Organisasi).

BAB II Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dan Teknik Numbered Heads Together

(NHT) terhadap Hasil Belajar Peserta didik pada Mata

Pelajaran Sosiologi (Model Cooperative Learning, Teknik TSTS, Teknik NHT, Hasil Belajar, Sosiologi dan Pembelajaran Sosiologi, Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian). BAB III Metode Penelitian (Lokasi dan Waktu Penelitian, Populasi

dan Sampel Penelitian, Metode Penelitian, Desain Penelitian, Variabel Penelitian, Operasionalisasi Variabel, Prosedur Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Uji Instrumen dan Teknik Analisis Data).

(21)

10

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(22)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian

Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 6 Garut yang beralamat Jalan Guntur Malati No.12 Tarogong Kidul Garut. Peneliti memilih tempat ini karena di sekolah tersebut diketahui mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik dalam proses pembelajaran sosiologi diantaranya yaitu rendahnya hasil belajar sosiologi jika dilihat dari KKM yang telah ditentukan.

3.1.2 Waktu Penelitian

Peneliti memilih waktu penelitian pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 11 Nopember sampai dengan 06 Desember 2013.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi Penelitian

Sudjana (2005, hlm. 6) mengemukakan bahwa:

Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik hasil menghitung ataupun pengukuran baik kuantitatif atau kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Garut yang berjumlah 190 orang.

(23)

37

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menurut Sudjana (2005, hlm. 6) sampel adalah “sebagian yang diambil dari populasi”. Teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu cluster sampling. Menurut Arikunto (2010, hlm. 185) “di dalam menentukan jenis cluster atau kelompok harus dipertimbangkan dengan masak-masak apa ciri-ciri yang ada”. Pada penelitian ini peneliti telah memperhatikan ciri-ciri yang ada yaitu:

1. Peserta didik di kelas XI mendapatkan materi dengan kurikulum yang sama.

2. Pendidik yang mengampu mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS adalah pendidik yang sama.

3. Peserta didik berada pada tingkatan kelas yang sama.

4. Kemampuan peserta didik didasarkan pada homogenitas nilai rata-rata kelas yang saling mendekati antara kelas-kelas yang menjadi sampel. Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti memilih kelas yang akan dijadikan sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS, XI IPS 2 yang menggunakan model

cooperative learning teknik NHT dan XI IPS 4 yang menggunakan model

pembelajaran konvensional metode ceramah. Jumlah sampel dari ketiga kelas tersebut adalah 144 orang. Adapun perincian dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1

Jumlah Peserta didik Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

No Kelas Laki-laki Perempuan

Jumlah Peserta didik

1. XI IPS 1 (kelas eskperimen 1) 25 23 48

2. XI IPS 2 (kelas eksperimen 2) 24 24 48

(24)

38

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jumlah 73 71 144

3.3 Metode Penelitian

Sugiyono (2013, hlm. 3) mengemukakan bahwa secara umum “metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Sugiyono (2013, hlm. 114) mengemukakan bahwa:

Kuasi eksperimen merupakan pengembangan dari eksperimen murni. Kuasi eksperimen ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

Dalam hal ini, penelitian yang akan peneliti lakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana dalam pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian bisa didapatkan melalui angka-angka, terkait dengan variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat), akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.

3.4 Desain Penelitian

Adapun bentuk desain dari metode kuasi eksperimen yang digunakan adalah non-equivalent contol group design yang hampir sama dengan pre-test post-test control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen

maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Berikut desain yang digunakan

(25)

39

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Desain Penelitian

Kelompok Pre test Treatment Post Test

Eksperimen 1 TE1 X1 TE2

Eksperimen 2 TE1 X2 TE2

Kontrol TK1 Y TK2

Keterangan:

TE1 : Pemberian tes awal di kelas eksperimen sebelum pembelajaran

X1 : Model cooperative learning teknik TSTS

TE2 : Pemberian tes akhir di kelas eksperimen setelah pembelajaran

TK1 : Pemberian tes awal di kelas kontrol sebelum pembelajaran

Y : Model pembelajaran konvensional metode ceramah TK2 : Pemberian tes akhir di kelas kontrol setelah pembelajaran

X2 : Model cooperative learning teknik NHT

3.5 Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini model cooperative learning teknik TSTS dan teknik NHT ditempatkan sebagai X1 dan X2 atau variabel bebas, sedangkan hasil belajar

peserta didik pada mata pelajaran sosiologi ditempatkan sebagai Y atau variabel terikat.

X1

(26)

40

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.1 Variabel Penelitian

Keterangan:

X1 : Cooperative Learning Teknik TSTS

X2 : Cooperative Learning Teknik NHT

Y : Hasil Belajar

3.5.1 Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi variabel dari penelitian ini ada dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3

Operasionalisasi Variabel

No Variabel Indikator

1. Model cooperative learning teknik TSTS (X1)

a. Perencanaan langkah-langkah penggunaan model cooperative learning teknik TSTS.

b. Pelaksanaan model cooperative learning teknik TSTS dalam proses pembelajaran sosiologi.

(27)

41

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Intensitas penerapan model pembelajaran cooperative learning teknik TSTS dalam proses pembelajaran sosiologi.

2. Model cooperative

learning teknik NHT (X2)

a. Perencanaan langkah-langkah penggunaan model cooperative learning teknik NHT.

b. Pelaksanaan model cooperative learning teknik NHT dalam proses pembelajaran sosiologi.

a. Intensitas penerapan model pembelajaran cooperative learning teknik NHT dalam proses pembelajaran sosiologi.

3. Hasil belajar peserta didik (Y)

a. Memilih materi yang akan diberikan pada proses pembelajaran.

b. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.

c. Menyampaikan materi pada proses pembelajaran sosiologi.

d. Melakukan diskusi kelas dengan membagi peserta didik ke dalam kelompok sesuai dengan model cooperative learning teknik TSTS dan

teknik NHT.

(28)

42

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

f. Menafsirkan hasil belajar peserta didik.

3.6 Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, adalah sebagai berikut: 1. Tahap persiapan

a. Menentukan masalah yang akan diteliti.

b. Melaksanakan pra-penelitian untuk mengetahui data hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi.

c. Berkonsultasi dengan pendidik mata pelajaran sosiologi yang bersangkutan untuk menentukan waktu, kelas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang akan diterapkan dalam penelitian.

d. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). e. Menyusun kisi-kisi instrumen.

f. Menyusun instrumen penelitian. 2. Tahap pelaksanaan

a. Melakukan uji coba instrumen untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal.

b. Melakukan penelitian. 3. Pengolahan data

a. Melakukan penskoran.

b. Mengubah skor menjadi nilai.

c. Menghitung n-gain dan gain ternormalisasi.

d. Melakukan uji normalitas, homogenitas dan hipotesis. 4. Kesimpulan

a. Membuat interprestasi hasil penelitian.

(29)

43

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan teknik:

3.7.1 Tes

Pada penelitian ini peneliti akan menggunakan tes. Zainul dan Nasution (2001, hlm. 3) mengatakan bahwa

Tes merupakan suatu pertanyaan atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut pendidikan atu psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut memiliki jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

Tes diadakan dalam bentuk tes awal (pre-test) dan test akhir (post-test). Pre-test dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum

dikenakan perlakuan. Dan post-test dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik setelah dikenakan perlakuan. Tes berupa tes tertulis yang berbentuk pilihan ganda (multiple choice) sebanyak 30 soal dengan pokok bahasan mobilitas sosial. Instrumen tes tersebut disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Membuat kisi-kisi instrumen tes yang mencakup pokok bahasan, aspek soal dan jumlah item soal.

2. Menyusun instrumen tes berdasarkan kisi-kisi.

3. Mengkonsultasikan instrumen tes kepada dua dosen pembimbing dan pendidik bidang studi sosiologi kelas XI IPS.

4. Melakukan uji coba instrumen tes.

5. Melakukan analisis berupa uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda.

(30)

44

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3.7.2 Observasi Partisipatif

Observasi partisipatif menurut Sugiyono (2013, hlm. 204) yaitu “peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian”.

Observasi ini melibatkan langsung antara peserta didik dan peneliti untuk menganalisis perbedaan penggunaan model cooperative learning teknik TSTS dan teknik NHT terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi di Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Garut. Peneliti melakukan observasi langsung terhadap peserta didik kelas XI IPS mengenai proses belajar sebelum dan setelah digunakan model cooperative learning teknik TSTS dan teknik NHT, serta perolehan nilai hasil belajar sosiologi sebelum dan setelah perlakuan.

3.7.3 Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data secara konsultatif. Wawancara ini dilakukan dengan pendidik mata pelajaran sosiologi. Wawancara bertujuan untuk mengetahui kondisi peserta didik pada saat pembelajaran serta bagaimana penyampaian materi pembelajaran. Sehingga pada saat dilakukan penelitian maka akan sesuai dengan langkah penelitian.

3.7.4 Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan daftar nama dan daftar nilai kelas XI IPS SMA Negeri 6 Garut untuk dijadikan sebagai dasar pengelompokkan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

3.8 Uji Instrumen

(31)

45

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Arikunto (2010, hlm. 211) mengemukakan bahwa “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pada penelitian ini, uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dengan nilai simpangan yang dikemukakan oleh Pearson.

=

√(∑ 2)(∑ 2)

(Arikunto, 2010, hlm. 213)

Keterangan: rxy : koefisien korelasi antara variabel x dan y

x : X--

y : Y--

X : skor rata-rata dari X Y : skor rata-rata dari Y

[image:31.595.128.498.591.621.2]

Adapun kriteria yang digunakan untuk menginterprestasikan indeks validitas tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Kriteria Validitas

(32)

46

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Antara 0,600 sampai degan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(Arikunto, 2010, hlm. 319) 3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Menurut Arikunto (2010, hlm. 221) “reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.

Untuk mengetahui reliabilitas, tes dalam penelitian ini menggunakan rumus Spearman-Brown dengan teknik belah dua ganjil-genap.

11

=

2

11 12

(1 +

11 12

)

(Arikunto, 2010, hlm. 223)

Keterangan : r11 : reliabilitas instrumen 11

12

: indeks korelasi antara dua belahan instrumen

[image:32.595.130.500.113.264.2]

Besar koefisien reliabilitas diinterprestasikan untuk menyatakan kriteria reliabilitas, adalah sebagai berikut:

(33)

47

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kriteria Reliabilitas

Koefisien Reliabilitas Interprestasi

Antara 0,81 sampai dengan 1,000 Antara 0,61 sampai dengan 0,800 Antara 0,41 sampai dengan 0,600 Antara 0,21 sampai dengan 0,400

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah

(Arikunto ,2010, hlm. 319)

3.8.3 Uji Tingkat Kesukaran

Untuk menghitung tingkat kesukaran dari masing-masing butir soal digunakan rumus:

=

(Arikunto dalam Nuraeni, 2013, hlm. 30)

Keterangan : P : indeks tingkat kesukaran item

B : jumlah peserta didik yang menjawab benar per item soal

[image:33.595.130.498.139.277.2]

JS : jumlah seluruh peserta didik peserta Indeks kesukaran (P) diklasifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.6

Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal

(34)

48

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

0,00 sampai dengan 0,30 Soal sukar 0,31 sampai dengan 0,70 Soal sedang 0,70 sampai dengan 1,00 Soal mudah

(Arifin, 2011, hlm. 272) 3.8.4 Daya Pembeda

Daya pembeda digunakan untuk menganalisis data hasil uji coba instrumen penelitian dalam hal tingkat perbedaan setiap butir soal, dengan mengggunakan rumus:

=

(Irawan, 2001, hlm. 179)

Keterangan : D : daya pembeda

JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah

BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar

[image:34.595.139.496.112.178.2]

BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar

(35)

49

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Klasifikasi Daya Pembeda Soal

Rentan Nilai Kriteria

0,00 – 0,20 Jelek

0,20 – 0,40 Cukup

0,40 – 0,70 Baik

0,70 – 1,00 Baik sekali

Negatif Semuanya tidak baik

(Arifin, 2011, hlm. 274) 3.9 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian diolah agar dapat memberikan informasi mengenai permasalahan yang diteliti.

3.9.1 Analisis Indeks Gain

Setelah memperoleh nilai pre-test dan post-test pada ketiga kelas, dihitung selisih antara pre-test dan post-test untuk mendapatkan nilai gain dan gain ternomalisasi. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai gan dan gain ternomalisasi adalah sebagai berikut:

� � = � − �

� � � − �

(Hake dalam Nuraeni, 2013, hlm. 36)

(36)

50

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

[image:36.595.142.492.191.332.2]

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.8

Interprestasi Nilai Indeks Gain

Presentase Kategori

0,00 < <g> ≤ 0,30 Rendah

0,30 < <g> ≤ 0,70 Sedang 0,70 < <g> ≤ 1,00 Tinggi

(Hake dalam Nuraeni, 2013, hlm. 36) 3.9.2 Uji Normalitas Data

Uji normalitas data ini bertujuan untuk menguji apakah data yang diuji itu berdistribusi normal atau tidak, dengan menggunakan uji distribusi chi kuadrat. Adapun langkah-langkah pengolahan datanya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan rentang skor (r)

r = skor maksimum – skor minimum

(Sudjana, 2005, hlm. 47) 2. Menentukan banyak kelas interval (k)

k = 1 + 3,3 log n

(Sudjana, 2005, hlm. 47) 3. Menentukan panjang kelas interval (p)

=

(37)

51

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(Sudjana, 2005, hlm. 47)

4. Membuat tabel distribusi frekuensi

X Fi Xi FiXi (xi-x) Fi (xi-x)2

(Sudjana, 2005, hlm. 71) 5. Menghitung Mean (rata-rata)

=

� �

(Sudjana, 2005, hlm. 70) Keterangan: : mean (rata-rata)

∑ : jumlah

Fi : frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas Xi

Xi : tanda kelas interval atau nilai tengah dari kelas interval

6. Menentukan simpangan baku

=

[

]

1

(Sudjana, 2005, hlm 95) Keterangan: S : simpangan baku

: mean (rata-rata)

Fi : frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas Xi

Xi : tanda kelas interval atau nilai tengah dari kelas interval

n : jumlah responden

(38)

52

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

=

(

)

(Sudjana, 2005, hlm. 99) Keterangan: Z : harga baku

K : batas kelas : mean (rata-rata) S : simpangan baku 8. Menghitung luas interval (Li)

Li = L1 – L2

Keterangan: Li : nilai peluang baris atas

L2 : nilai peluang baris bawah

9. Menghitung Chi Kuadrat ( 2)

2

=

( � . �)2

(Sudjana, 2005, hlm. 273)

Keterangan: 2 : chi kuadrat hitung Oi : data hasil pengamatan

Ei : frekuensi ekspektasi

Hasil perhitungan 2hitung selanjutnya di bandingkan dengan 2tabel dengan

ketentuan sebagai beikut:

1. Tingkat kepercayaan 95% 2. Derajat kebebasan (dk = k – 1)

3. Apabila 2hitung < 2tabel berarti data berdistribusi normal

(39)

53

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varians populasi, apakah populasi mempunyai varians yang homogen atau heterogen. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Menghitung variansi (S2) tiap kelompok

Variansi tes akhir (post test)

2

=

� � 2

(

.

� )

²

(

1)

(Sudjana, 2005: 95) 2. Menghitung harga variansi (F)

=

12

22

(Sudjana, 2005: 249)

3. Menghitung derajat kebebasan (dk) dk = n – 1

(Sudjana, 2005: 293)

4. Menentukan harga Fhitung pada Ftabel dengan taraf kesalahan 5%. Jika Fhitung >

Ftabel maka varians sampel homogen, tetapi jika Fhitung < Ftabel maka varians

sampel tidak homogen.

(Sudjana, 2005, hlm 250)

3.9.4 Uji Hipotesis

(40)

54

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Rumus yang digunakan

=

1

2

1 2

1

+

2

2

2

(Sudjana, 2005, hlm. 239) Keterangan: : nilai rata-rata kelas pertama 1

: nilai rata-rata kelas kedua 2 S1 : varian kelas pertama

S2 : varian kelas kedua

n1 : jumlah responden kelas pertama

n2 : jumlah responden kelas kedua

b. Menentukan derajat kebebasan dk = n1 + n2– 2

c. Menentukan nilai tabel

Setelah melakukan perhitungan uji t, maka selanjutnya dibandingkan dengan nilai tabel dengan penarikan kesimpulan sebagai berikut: Jika: thitung < ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

(41)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang dikemukakan, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

1. Peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas kontrol tidak begitu tinggi jika dilihat dari n-gain dan gain ternormalisasi. Pada kelas kontrol peningkatan hasil belajar peserta didik berada pada kategori rendah dan sedang dengan nilai gain ternormalisasi secara keseluruhan berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian, di kelas kontrol masih banyak terdapat peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran konvensional metode ceramah kurang efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi. 2. Peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen 1 berada

pada kategori sedang dan tinggi dengan nilai gain ternormalisasi secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Ini menunjukkan bahwa model cooperative learning teknik TSTS efektif dapat meningkatkan hasil belajar

peserta didik.

(42)

74

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen 1 yaitu berbeda secara signifikan dilihat dari perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional metode ceramah. Ini menunjukkan bahwa teknik TSTS memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah pada mata pelajaran sosiologi.

5. Perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen 2 yaitu berbeda secara signifikan dilihat dari perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional metode ceramah. Ini menunjukkan bahwa teknik NHT memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah pada mata pelajaran sosiologi.

6. Perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen 1 dengan kelas eksperimen 2 yaitu berbeda secara signifikan dilihat dari perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 1 yang menggunakan model cooperative learning teknik TSTS memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen 2 yang menggunakan model cooperative learning teknik NHT. Ini menunjukkan bahwa teknik TSTS memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan teknik NHT pada mata pelajaran sosiologi.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa saran yang ingin disampaikan peneliti, diantaranya sebagai berikut:

(43)

75

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bagi peserta didik diharapkan penerapan model cooperative learning teknik TSTS dapat menentukan keberhasilan proses pembelajaran pada mata pelajaran sosiologi dengan memperhatikan tahapan-tahapan dalam proses pembelajaran tersebut dan dilaksanakan dengan baik serta benar, sesuai dengan arahan yang dipaparkan oleh pendidik sebagai pembimbing.

2. Bagi Pendidik:

Pendidik dapat menjadikan model cooperative learning teknik TSTS sebagai salah satu alternatif variasi model pembelajaran untuk diterapkan pada mata pelajaran sosiologi dan penerapannya disesuaikan dengan materi yang diajarkan karena model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

3. Bagi Sekolah:

Sekolah dapat memberikan pengembangan dan pelatihan kepada pendidik untuk mengembangkan berbagai macam model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kemudian sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana guna menunjang proses pembelajaran terutama dalam menerapkan model pembelajaran efektif yang membutuhkan media-media tertentu.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya:

(44)

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Kelompok Buku:

Arifin, Zainal. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA. Jakarta.

Eggen, Paul dan Kauchak, Don. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks

Huda, Miftahul. (2013). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Irawan, P. (2001). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Universitas Terbuka. Isjoni, (2012). Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta.

Lie, Anita. (2008). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Malihah, Elly dan Kolip, Usman. (2011). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kecana Prenada Media Group.

Purwanto. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Pustaka Pelajar. Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Mulia Mandiri Press. Slavin, Robert. E. (2005). Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.

(45)

77

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Solihatin, Etin dan Raharjo. (2011). Cooperative Learning Analisis Pembelajaran IPS. Jakarta: PT Bumi Aksara

Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: PT Tarsito.

Sugiyono.(2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprijono, Agus. (2013). Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taniredja, Tukiran.et al. (2013). Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Aktif. Bandung: Alfabeta

Thobroni, Muhammad dan Mustofa, Arif. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Warsono dan Hariyanto. (2012). Pembelajaran Aktif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wulansari, Dewi. (2009). Sosiologi Konsep dan Teori. Bandung: PT Refika Aditama.

Zainul, Asmawi dan Nasution Noehi. (2001). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: PAU-PTAI Universitas Terbuka.

Kelompok Skripsi dan Jurnal:

Eka, Ina Purwanti. Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Metode Diskusi Teknik Numbered Heads Together (NHT) terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Yasyfiy Bandung. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi dan Koperasi FPEB UPI. Tidak diterbitkan.

Kurniati, Rini. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Bertamu) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Tidak diterbitkan.

(46)

78

Riztiary Pranacita, 2014

Perbedaan Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Two Stay Two Stray (Tsts) Dengan Teknik Numbered Heads Together (Nht) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Nuraeni, Dayi. (2013). Penerapan Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Siswa pada Sub Konsep Ekosistem Pantai. Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi. Tidak diterbitkan.

Nurdiansyah, Nuri Hendriani. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Nubered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Skripsi Jurusan Pendidikan Fisika. Tidak diterbitkan.

Nurhayati, Neneng Mida. (2013). Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Akuntansi di SMAN 6 Garut. Skripsi Jurusan Pendidikan Akuntansi FPEB UPI. Tidak diterbitkan.

Suryani, Yani. (2013). Penerapan Model Kooperatif Teknik Dua Tinggal Dua Tamu Dengan Media Gambar Alat Komunikasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Perkembangan Teknologi Komunikasi pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN Cibenda Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Tesis Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Tidak diterbitkan.

Kelompok Perundang-Undangan

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kelompok Internet

Eko. (2011). Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). [Online]. Tersedia: http://www.ras-eko.com/2011/05/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-two.html [Diakses 12 Februari 2014]

Gambar

Tabel 3.1
Tabel 3.3
Tabel 3.4 Kriteria Validitas
Tabel 3.5
+4

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa: terdapat perbedaan antara hasil pre test dengan post test peserta didik pada kelas eksperimen satu, terdapat

Salah satunya model pembelajaran yang dapat menciptakan kelas lebih aktif adalah model kombinasi Two Stay Two Stray (TSTS) dan Numbered Heads Together (NHT) pada model

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan Two Stay Two

Pengaruh Model Cooperative Learning Metode Two Stay Two Stray (TSTS) dan Numbered Head Together (NHT) terhadap Pemahaman Konsep Akuntansi Siswa ditinjau dari Kemampuan Awal

Perbedaan aktivitas belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol disebabkan karena kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK PADA MATERI PELESTARIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bagaimana penggunaan model cooperative learning teknik TSTS dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1) Model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TSTS dengan pendekatan saintifik menghasilkan prestasi belajar