• Tidak ada hasil yang ditemukan

9. Model Pembelajaran Saintifik MP Bhs Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "9. Model Pembelajaran Saintifik MP Bhs Indonesia"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

Melalui Pendekatan

Saintifik

Pembelajaan Berbasis Kompetensi

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH

DIREKTORAT PSMA

2013

(2)

KATA PENGANTAR

Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kemurahan-Nya naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini dapat diselesaikan. Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik.

pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran.

Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dan jerih payah saudara-saudara sekalian.

Dalam penyusunan naskah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka.

(3)

DAFTAR ISI

COVER ---i

KATA PENGANTAR ---ii

DAFTAR ISI ---iii

BAB I : PENDAHULUAN ---1

A. Latar Belakang ---1

B. Tujuan ---2

C. Ruang Lingkup ---2

D. Landasan Hukum---3

BAB II : PEMBELAJARAN KOMPETENSI ---4

A. Pendekatan Pembelajaran Saintifik ---5

B. Penilaian Autentik ---8

C. Penilaian Hasil Belajar---10

BAB III : ANALISIS KOMPETENSI ---13

A. Prosedur Analisis ---13

B. Hasil Analisis Kompetensi Dasar ---22

BAB IV : PENUTUP ---45

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN: Contoh RPP

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

(5)

didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus.

Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat.

Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih guru inti dan guru sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya) mulai menerapkan kurikulum 2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan.

Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya.

A. Tujuan

Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan: Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar

1. Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran

2. Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik

(6)

3. Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian 4. Merancang penilaian otentik

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup buku ini terdiri atas:

1. Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik 2. Langkah-langkah analisis kompetensi;

3. Penilaian otentik; dan

4. Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

D. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan

4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah

5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum

(7)

BAB II

PEMBELAJARAN KOMPETENSI

Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian otentikautentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengobservasimengamati, bertanyamenanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/bernalarmenalar, dan mengomunikasikanmengomunikasikan.

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat Penguatan pendekatan saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Prinsip pembelajaran yang digunakan pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) dari peserta didik diberi tahu menuju menjadi peserta

(8)

didik mencari tahu; (2) dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3) dari pendekatan tekstual menuju menjadi pendekatan proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) dari pembelajaran berbasis konten menuju menjadi pembelajaran berbasis kompetensi; (5) dari pembelajaran parsial menuju menjadi pembelajaran terpadu; (6) daripembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) daripembelajaran verbalisme menuju menjadi keterampilan aplikatif; (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Penilaian otentikautentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian otentikautentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.

A. Pendekatan Pembelajaran Saintifik

(9)

pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni: , 2000; & Semiawan: , 1998).

Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer: , 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan: 1992).

Di dalam Mmodel ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston: , 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran.

(10)

Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990).

Sesuai dengan karakteristik Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai bagian dari natural science, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia harus merefleksikan kompetensi sikap ilmiah, berpikir ilmiah, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

(1)Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. (2)Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun

pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prinsip, prosedur, hukum dan terori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi (critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah.

(3)Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini.

(11)

memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik.

(5)Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya.

Tantangan baru dinamika kehidupan menuntut aktivitas pembelajaran bukan sekadar mengulang fakta dan fenomena keseharian yang dapat diduga melainkan mampu menjangkau pada situasi baru yang tak terduga.Dengan dukungan kemajuan teknologi dan seni, pembelajaran diharapkan mendorong kemampuan berpikir siswa hingga situasi baru yang tak terduga.

Agar pembelajaran terus menerus membangkitkan kreativitas dan keingintahuan siswa, kegiatan pembelajaran kompetensi dilakukan dengan langkah sebagai berikut.

(1) Menyajikan atau mengajak siswa mengamati fakta atau fenomena baik secara langsung dan/ atau rekonstruksi sehingga siswa mencari informasi, membaca, melihat, mendengar, atau menyimak fakta/fenomena tersebut.

(2) Memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip, hukum,dan teori.

(3) Mendorong siswa aktif mencoba melaui kegiatan eksperimen.

(4) Memaksimalkan pemanfaatan tekonologi dalam mengolah data, mengembangkan penalaran dan memprediksi fenomena.

(5) Memberi kebebasan dan tantangan kreativitas dalam presentasi dengan aplikasi baru yang terduga sampai tak terduga.

B. Penilaian Autentik

Penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

(12)

Penilaian dapat dilakukan dengan portofolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment.

1. Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standar) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar.

2. Peer-assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya.

Penilaian yang relevan dalam PBL antara lain sebaiai berikut.

1. Penilaian Kinerja Peserta Didik

Pada penilaian kinerja ini, peserta didik diminta untuk unjuk kerja atau mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas tertentu, seperti menulis karangan, melakukan suatu eksperimen, menginterpretasikan jawaban pada suatu masalah, memainkan suatu lagu, atau melukis suatu gambar.

2. Penilaian Portofolio Peserta Didik

Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. Informasi perkembangan peserta didik dapat berupa hasil karya terbaik peserta didik selama proses belajar, pekerjaan hasil tes, piagam penghargaan, atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran.

(13)

Self assessment adalah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik dalam belajar. Peer assessment adalah penilian dimana peserta didik berdiskusi untuk memberikan penilaian upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang diselesaikan sendiri atau dengan teman dalam kelompoknya.

3. Penilaian Potensi Belajar

Penilaian yang diarahkan untuk mengukur potensi belajar peserta didik, yaitu mengukur kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan bantuan guru atau teman-temannya yang lebih maju. PBL yang memberi tugas-tugas pemecahan masalah memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan dan mengenali potensi kesiapan belajarnya.

4. Penilaian Usaha Kelompok

Menilai usaha kelompok seperti yang dilakukan pada pembelajaran kooperatif dapat dilakukan pada PBL. Penilaian usaha kelompok mengurangi kompetisi merugikan yang sering terjadi, misalnya membandingkan peserta didik dengan temannya. Penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh peserta didik sebagai hasil pekerjaan mereka dan mendiskusikan hasil pekerjaan secara bersama-sama.

Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan peserta didik tersebut, penilaian ini antara lain 1)assesment kerja, 2) assesment autentik, dan 3)portofolio. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana peserta didik merencanakan pemecahan masalah, melihat bagaimana peserta didik menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya.

Penilaian kinerja memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan dalam situasi yang sebenarnya. Sebagian masalah dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman dan konteks atau lingkungannya. Karena itu, di samping pengembangan kurikulum juga perlu dikembangkan model pembelajaran yang sesuai tujuan kurikulum yang memungkinkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan kerangka berpikir dalam memecahkan

(14)

masalah serta kemampuannya untuk bagaimana belajar (learning how to learn).

Dengan kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan peserta didik akan mudah beradaptasi. Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan pandangan kontruktivis yang menekankan kebutuhan peserta didik untuk menyelidiki lingkungannya dan membangun pengetahuan secara pribadi pengetahuan bermakna. Tahap evaluasi pada PBM terdiri atas tiga hal, yaitu 1) bagaimana peserta didik dan evaluator menilai produk (hasil akhir) proses; 2) bagaimana mereka menerapkan tahapan PBM untuk bekerja melalui masalah; dan 3) bagaimana peserta didik menyampaikan pengetahuan hasil pemecahan masalah atau sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka belajar menyampaikan hasil-hasil penilaian atau respon-respon mereka dalam berbagai bentuk yang beragam, misalnya secara lisan atau verbal, laporan tertulis, atau sebagai suatu bentuk penyajian formal lainnya. Sebagian dari evaluasi memfokuskan pada pemecahan masalah oleh peserta didik atau dengan cara melakukan proses belajar kolaborasi (bekerja bersama pihak lain)

C. Penilaian Hasil Belajar Bahasa Indonesia 1. Aspek sikap melalui pengamatan

Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan lembar pengamatan atau daftar ceklis pengamatan yang memuat aspek sikap yang diamati. Rincian aspek sikap yang diamati merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada saat dilakukan analisis kompetensi.Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka pengembangan nilai karakter bangsa.

(15)

lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

Oleh karena itu, pengembangan sikap pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan fokus utama pengembangan sikap ilmiah merupakan bagian dari upaya pencapaian kedua sikap tersebut (religius dan sosial). Guru Bahasa dan Sastra Indonesia perlu memetakan sikap yang dikembangkan pada setiap materi pokok sesuai dengan relevansi dan karakteristik yang tersirat dari rumusan KI-3 dan KI-4.

Penilaian sikap juga berkaitan erat dengan aktivitas siswa pada saat pengamatan dilakukan.Pengamatan sikap dapat dilakukan pada saat diskusi kelompok, kegiatan presentasi, atau kegiatan praktik dan tugas projek. Berikut ini contoh aspek pengamatan sikap sesuai dengan aktivitas siswa.

2. Aspek pengetahuan melalui tes dan non tes

Kompetensi siswa pada aspek pengetahuan dapat diukur melalui tes dan nontes. Bentuk tes yang digunakan antara lain adalah tes tertulis (uraian, pilihan ganda, isian, benar salah, dll) dan/atau tes praktik. Sedangkan bentuk nontes dapat dilakukan melalui tugas-tugas yang diberikan, baik tugas menjawab soal, atau tugas membuat laporan tertulis.

Pengukuran kompetensi pengetahuan melalui tes dan nontes dirancang dan didesain dimulai dengan menyusun indikator pencapaian, indikator soal, dan/ atau aspek penilaian nontes, hingga pedoman penilaian/penskoran. Dalam menyusun indikator soal tes tertulis, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

(1) Indikator soal dinyatakan dengan kalimat pernyataan dengan memuat empat unsur, yaitu subjek (siswa), kompetensi (dinyatakan dengan kata kerja operasional), konten (isi, materi), dan derajat pencapaian komeptensi

(2) Indikator yang baik dinyatakan dengan jelas dan tegas sehingga dapat dibuat soalnya

(3) Pada soal uraian atau tes praktik, indikator menjadi pedoman dalam mengembangkan rubrik penilaian dan pedoman peskoran/penilaian Penilaian pengetahuan melalui tugas sebaiknya ditekankan pada aspek yang relevan dengan rumusan kompetensi dasar. Aspek yang dapat dinilai melalui tugas antara lain: kelengakapan isi, kedalaman/keluasan

(16)

isi, dan kebenaran isi. Dalam menilai tugas sebaiknya digunakan format penilaian berbentuk daftar ceklis atau menggunakan skala penilaian.Contoh format penilaian tugas dapat dilihat pada lampiran RPP.

3. Aspek keterampilan melalui observasi kinerja dan portofolio projek

Ada dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkret. Pada ranah abstrak cenderung pada keterampilan seperti menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan mental (berpikir) tanpa bantuan alat.Sedangkan untuk ranah konkret cenderung pada kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat.

Kompetensi aspek keterampilan dapat diukur melalui pengamatan pada saat mereka bekerja dalam kelompok, berdiskusi, presentasi, eksperimen, atau tugas projek. Berikut ini contoh pengamatan aspek keterampilan pada beberapa kegiatan.

(17)

BAB III

ANALISIS KOMPETENSI

B. Prosedur Analisis

Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, komptensi inti dan kompetensi dasar.Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan.

Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu.Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu.Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar.

Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013 untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut.

Dimensi Kualifikasi Kemampuan

Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.

Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri.

Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat kompetensi ke enam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relevan bagi kelas X sesua Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut.

Kompetensi Deskripsi Kompetensi

Sikap Spiritual 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang

(18)

Kompetensi Deskripsi Kompetensi dianutnya

Sikap Sosial 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Pengetahuan 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

Keterampilan 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan

(19)

Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut

(1) Melakukan linierisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok.

Tabel linierisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI

Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) (Dalam Silabus)Materi Pokok

3.1 Memahami hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia.

4.1 Menginterpretasi hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial.

Hakikat bahasa dan bunyi sebagai sistem simbol.

3.2 Memahami bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara

4.2 Mengabstraksikan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

 Sejarah Bahasa Indonesia  Lingua

Franca  Bahasa

negara  Bahasa

Persatuan

3.3. Membandingkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.

4.3. Mengabstraksikan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.

 Kedudukan dan Fungsi Bahasa  Bahasa

Nasional dan Bahasa Negara  Bahasa

Daerah

 Bahasa Asing

3.4. Membandingkan karakteristik puisi lama dan puisi baru secara memadai serta mengapresiasinya

4.4.Menulis puisi lama dan baru

 Karakteristi k Puisi Lama  Karakteristi

k Puisi Baru 3.5. Membandingkan

karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasinya

4.5.Menginterpretasi isi prosa lama dan baru

 Karakteristik Prosa Lama (hikayat, sejarah/tamb o, kisah, dongeng fabel, mite,

(20)

Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) (Dalam Silabus)Materi Pokok legenda, sage, parabel, dongeng jenaka, dan cerita berbingkai)  Karakteristik

Prosa

Baru(roman, novel,

cerpen, biografi, dan prosa

populer)  Struktur

Cerita Prosa (tema, fakta cerita [alur, penokohan, latar], sarana sastra [ pusat pengisahan, konflik)

3.1. Memahami prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

4.1Menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat sesuai dengan kaidah bahasa

Indonesia baku.

 Prinsip bahasa Indonesia baku  Kaidah

penyusunan kata

 Kaidah penyusunan frasa

 Kaidah penyusunan klausa

 Kaidah penyusunan kalimat

3.2. Membandingkan relasi makna antarkata dalam bahasa Indonesia

4.2Mengevaluasi

penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis

 Makna kata  Relasi makna

kata

3.3. Menganalisis karakteristik, jenis-jenis, dan

perkembangan drama

4.3Mengevaluasi hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan

perkembangan drama

(21)

Materi Pokok (Silabus)

Materi Pembelajara

n Fakta, Konsep, Prinsip, dan

Prosedur

Alternatif Kegiatan Pembelajaran

: Mengamati,

Menanya, Mencoba, Mengasosiasi

, dan Mengomunik

asikan

Pembelajaran (Silabus)

Indikator Sikap, Pengethuan,

dan Keterampila

n untuk Penilaian Penillaian (Silabus)

Lulusan yang : Cerdas,

Kreatif, Produktif,

dan Bertanggun

g jawab Kompetensi Dasar (KI 3) Kompetensi Dasar (KI 4) (Dalam Silabus)Materi Pokok

dan teater dan teater drama dan

teater

 Perkembang an drama dan teater 3.4. Membandingkan

perbedaan drama dengan teater serta mengapresiasi-nya.

4.4Mengalihwahanakan (mengonversi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana.

 Karakteristis drama dan teater  Jenis-jenis

drama dan teater  Naskah

Drama  Naskah

Cerpen

(2) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.

(3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.

(4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang diperlukan untuk mengembangkan sikap sosial dan sikap religius.

(5) Menyusun indikator sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan. (6) Merancang penilaian yang diperlukan.

Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan diagram berikut ini.

(22)

1. Mengembangkan Materi pembelajaran

Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi inti ke tiga (pengetahuan).Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisai dengan kompetensi inti ke empat (keterampilan). Hasil pengembangan materi pembelajaran dikelompokan dalam empat kategori, yaitu:

(1)Fakta, yaitu kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati

(2)Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara fakta-fakta yang saling berhubungan. Contoh konsep tentang zat cair (kelompok benda-benda seperti air, minyak, alkohol, bensin, dan spiritus) adalah zat yang mempunyai ciri-ciri bentuk selalu berubah sesuai bentuk wadah/tempat yang ditempatinya, volume dan beratnya selalu tetap, dapat mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah, tidak dapat dimampatkan. Konsep adalah kristalisasi dari fakta yang telah didefinisikan.

(3)Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan. Prinsip IPA bersifat analitik, sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari berapa contoh. Contoh yang merupakan prinsip adalah air jika dipanaskan akan menguap. Prinsip yang menghubungkan adalah konsep air, konsep panas, dan konsep penguapan. Termasuk ke dalam kategori prinsip adalah hokum, teori, dan azas.

(4)Prosedur, merupkan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip. Langkah prosedural merupakan bagian dari kompetensi pada aspek keterampilan. Pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, langkap kerja ilmiah merupakan bagian tidak terpisahkan pada setiap materi pokok.

(23)

Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. (1) Mengamati adalah kegiatan yang dilakukan dengan memaksimalkan

pancaindra dengan cara melihat, mendengar, membaca, menyentuh, atau menyimak. Yang diamati adalah materi yang berbentuk fakat, yaitu fenomena atau beristiwa dalam bentuk gambar, video, rekaman suara, atau fakta langsung yang bisa disentuh, dilihat, dan sebagainya Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran mendorong keterlibatan peserta didik secara langsung. Dalam kaitan ini, guru harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi tersebut.

 Observasi biasa (common observation). Pada observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer). Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati.

 Observasi terkendali (controlled observation). Seperti halnya observasi biasa, pada observasi terkendali untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Mereka juga tidak memiliki hubungan apa pun dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Namun demikian, berbeda dengan observasi biasa, pada observasi terkendali pelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan. Karena itu, pada pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi.

 Observasi partisipatif (participant observation). Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Sejatinya, observasi semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian antropologi, khususnya etnografi. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati. Di bidang pengajaran bahasa, misalnya, dengan menggunakan pendekatan ini berarti peserta didik hadir dan “bermukim” langsung di tempat subjek atau komunitas tertentu dan pada waktu tertentu

(24)

pula untuk mempelajari bahasa atau dialek setempat, termasuk melibakan diri secara langsung dalam situasi kehidupan mereka (2) Menanya adalah proses mengonstruksi pengetahuan berupa konsep,

prinsip dan prosedur melalui diskusi kelompok atau diskusi kelas. Dalam kegiatan menanya, siswa mengembangkan keterampilan lisan dan tertulis dalam merumuskan pertanyaan, mulai pertanyaan

sederhana dan pendek hingga pertanyaan kompleks dan kritis. Untuk mendorong hasil yang efektif dan efisien proses menanya dalam

diskusi harus disiapkan oleh guru, antara lain: tujuan dan hasil kegiatan dirumuskan dengan jelas; prosedur dan alokasi waktu diskusi

ditentukan; jika diperlukan tersedia lembar kerja diskusi; diberikan apresiasi yang cukup kepada siswa yang aktif berpartisipasi.

Tingkatan menanya :

Tingkatan Sub tingkatan Kata-kata kunci

pertanyaan Kognitif yang

lebih rendah

Pengetahuan (knowledge)

 Apa...

 Siapa...

 Kapan...

 Di mana...

 Sebutkan...

 Jodohkan atau pasangkan...

 Persamaan kata...

 Golongkan...

 Berilah nama...

 Dll.

Pemahaman (comprehension)

 Terangkahlah...

 Bedakanlah...

 Terjemahkanlah...

 Simpulkan...

 Bandingkan...

 Ubahlah...

 Berikanlah interpretasi...

Penerapan (application

 Gunakanlah...

 Tunjukkanlah...

 Buatlah...

 Demonstrasikanlah...

 Carilah hubungan...

 Tulislah contoh...

 Siapkanlah...

 Klasifikasikanlah... Kognitif yang

lebih tinggi

Analisis (analysis)  Analisislah...

 Kemukakan bukti-bukti…

 Mengapa…

 Identifikasikan…

 Tunjukkanlah sebabnya…

 Berilah alasan-alasan…

(25)

Tingkatan Sub tingkatan Kata-kata kunci pertanyaan

 Bentuk…

 Ciptakanlah…

 Susunlah…

 Rancanglah...

 Tulislah…

 Bagaimanakita dapat memecahkan…

 Apa yang terjadi seaindainya…

 Bagaimana kita dapat memperbaiki…

 Kembangkan…

Evaluasi (evaluation)  Berilah pendapat…

 Alternatif mana yang lebih baik…

 Setujukah anda…

 Kritiklah…

 Berilah alasan…

 Nilailah…

 Bandingkan…

 Bedakanlah…

(3) Mencoba adalah proses kegiatan memperkuat pemahaman faktual, konspetual, dan prosedural melalui kegiatan langsung mengumpulkan data. Kegiatan mencoba dapat dilakukan dalam dua jenis, yaitu

mencoba prinsip/prosedur seperti yang dipeorleh melalui diskusi, dan mencoba mengaplikasikan prinsip/prosedur pada situasi baru. Kegiatan mencoba dapat dilakukan dalam bentuk ekperimen atau tugas projek. Pada kegiatan mencoba jenis pertama, data yang diperoleh digunakan untuk memverifikasi prinsip/prosedur yang dipelajari. Kegiatan ini akan meningkatkan kebermaknaan belajar (meaningfull learning) bagi siswa. Mereka menjadi lebih yakin dengan pengetahuan yang dimiliki yang dibuktikan melalui data-data yang diperoleh. Kegiatan mencoba jenis kedua merupakan kelanjutan dari jenis yang pertama. Setelah proses mencoba yang pertama merupakan bagian dari kegiatan mengonstruksi pengetahuan komseptual dan prosedural dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencoba jenis kedua untuk mengaplikasikannya dalam situasi baru. Data baru yang diperoleh mendorong pemikiran lebih tinggi karena bukan sekadar membuktikan prinsip/prosedur yang diketahui melainkan mencoba menerapkan dalam situasi baru.Untuk kegiatan jenis kedua diperlukan kreativitas dan inovasi guru merancang dan mendesainnya, serta mencobanya agar prosedur dan data yang diharapkan dapat diterima (acceptable) secara keilmuan. Contoh jenis kedua tersaji dalam lampiran (RPP)

(4) Mengasosiasi atau menalar adalah kegiatan berpikir tingkat tinggi terhadap data yang didapat melalui kegiatan mencoba. Termasuk dalam kategori mengasosiasi adalah menyajikan data secara sistematis, memilah, mengelompokkan, menghubungkan,

(26)

merumuskan, menyimpulkan dan menafsirkan. Kegiatan mengasosiasi dapat dirancang dan didesain dengan menggunakan lembar kerja ekperimen sehingga lebih terbimbing dan terarah sesuai dengan tujuan dan sasaran pembelajaran. Pada kegiatan tugas projek dan tugas produk umumnya tidak memerlukan lembar kerja karena siswa lebih bebas dalam berkreasi dan berinovasi

(5) Mengomunikasikan adalah hasil akhir dari kegiatan pembelajaran dimana siswa mampu mengekpresikan sikap, pengetahuan, dan keterampilannya dalam bentuk lisan, tulisan, atau karya yang relevan. Kegiatan ini menjadi sarana agar siswa terbiasa berbicara, menulis, atau membuat karya tertentu untuk menyampaikan gagasan/ide, pengalaman, kesan, dan lain sebagainya termasuk dengan melibatkan emosi dan idealismenya. Untuk mengurangi kendala waktu terutama jika bentuk kegiatan presentasi yang digunakan, guru harus menjadwalkan secara efektif dengan membagi peran dan alokasi waktu kegiatan dalam satu semester/satu tahun, sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang proporsional.

(27)

2. Hasil Analisis Kompetensi Dasar Kompetens i Dasar Materi Pokok Materi Pembelaj aran Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian 3.1. Memahami hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. Hakikat bahasa dan bunyi sebagai sistem simbol. Fakta Bunyi Bahasa Sebagai Simbol Konsep 1. Hakikat Bahasa 2. sistem simbol Prinsip Prinsip penggunaa n bahasa yang baik dan benar Prosedur Langkah yang dilakukan sebelum menggunak an bahasa dalam situasi tertentu Mengamati:  Siswa membaca teks tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol. Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawabtentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi:

(28)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian informasi

tentang hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana

interaksi sosial manusia.

Mengasosiasikan :

 Siswa

mendiskusikan tentang

hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana

interaksi sosial manusia.

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting dalam hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol.

Mengomunikasik

(29)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian an :

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang

menyimpulkan hal-hal

terpenting dalam hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol.

 Siswa

membacakan hasil kerja kelompok di depan

kelas,siswa lain memberikan tanggapan.

 Siswa

menginterpret asikan hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia. 4.1.

Menginterpret asi hakikat bahasa dan bunyi bahasa sebagai sistem simbol yang

dijadikan wahana interaksi sosial.

(30)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian 3.2. Memaha mi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatua n dan bahasa negara  Sejarah Bahasa Indones ia  Lingua Franca  Bahasa negara  Bahasa Persatu an Fakta 1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara Konsep 1.Bahasa persatuan sebagai alat mempersat ukan bangsa 2. Bahasa negara merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia Prinsip Hal yang perlu diperhatika n dalam menggunak an bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan negara Mengamati:  Siswa membaca teks tentang fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan denganfungsi dan kedudukan bahasa Indonesia Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentanghal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi:

(31)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

Prosedur Langkah yang perlu dilakukan sebelum menggunak an bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan negara

dan kedudukan bahasa

Indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa

negara.

Mengasosiasikan :

 Siswa

mendiskusikan tentang fungsi dan kedudukan bahasa

Indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa

negara.

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting yang

berhubungan dengan fungsi dan kedudukan bahasa

Indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa

negara.

(32)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

 Siswa

mengabstraksi perkembangan bahasa

Indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa

negara.

Mengomunikasik an:

Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang fungsi dan

kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Siswa membacakan hasil kerja

kelompok di depan kelas,siswa lain memberikan tanggapan

(33)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian 3.3. Memband ingkan keduduka n dan fungsi bahasa Indonesia , bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia .  Kedudu kan dan Fungsi Bahasa  Bahasa Nasiona l dan Bahasa Negara  Bahasa Daerah  Bahasa Asing Fakta 1. perbanding an kedudukan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing di Indonesia Konsep 1. kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia masing-masing berbeda. 1. Prinsip 1. Prinsip penggunaa n bahasa daerah di Indonesia 2. Prinsip Mengamati:  Siswa membaca teks tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan kedudukan dan fungsi bahasa. Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi:

(34)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian penggunaa

n bahasa asing di Indonesia 3. Prinsip penggunaa n bahasa Indonesia

Prosedur Langkah yang perlu dilakukan sebelum menggunak an bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia

bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.

Mengasosiasikan :

 Siswa

mendiskusikan tentang

kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting dalam

kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia.

Mengomunikasik an:

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang

(35)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

(36)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian 2.

karakteristi k puisi baru

Prinsip 1.Prinsip membaca puisi 2. Prinsip mengapresi asi puisi Prosedur 1. langkah-langkah mengapresi asi puisi nya.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik puisi lama dan puisi baru.

Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru. Mengasosiasikan :  Siswa mendiskusikan tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru. berdiskusi 3. menunjukk an perilaku dan sikap menerima, mengharga i dan melaksana kan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggungja wab. pembuatan laporan. Individu

(37)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting dalam karakteristik puisi lama dan puisi baru.

Mengomunikasik an:

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik puisi lama dan puisi baru.

 Siswa

membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas,siswa lain.

memberikan tanggapan

 Siswa menulis puisi lama dan puisi baru.

(38)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian 3.5. Memb andingkan karakterist ik prosa lama dan baru serta mengapre siasinya  Karakte ristik Prosa Lama (hikayat , sejarah/ tambo, kisah, dongen g fabel, mite, legenda , sage, parabel, dongen g jenaka, dan cerita berbing kai)  Karakte ristik Prosa Baru(ro man, novel, cerpen, biografi, dan prosa populer) Struktur Cerita Prosa (tema, fakta cerita [alur, Fakta 1. Naskah

Hikayat dan naskah novel Konsep Karakteristi k prosa lama dan prosa baru Prinsip Prinsip mengapresi asi prosa lama dan prosa baru Prosedur Langkah mengapresi asi prosa lama dan prosa baru Mengamati:  Siswa membaca teks tentang karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasi nya.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik prosa lama dan baru. Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi bacaan. Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik prosa lama dan baru serta mengapresiasi 1. menunjukk an sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi 2. menunjukk an sikap ilmiah pada saat berdiskusi 1. menunjukk an perilaku dan sikap menerima, mengharga i dan melaksana kan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggungja wab. Observasi: mengamati kegiatan siswa dalam proses diskusi dalam mengumpulk an data, analisis data dan pembuatan laporan. Individu

(39)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian penokohan,

latar], sarana sastra [ pusat pengisahan, konflik

nya.

Mengasosiasikan :

 Siswa

mendiskusikan tentang karakteristik prosa lama dan baru.

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting dalam karakteristik prosa lama dan baru.

Mengomunikasik an:

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik prosa lama dan baru.

 Siswa

membacakan hasil kerja kelompok di depan

kelas,siswa lain memberikan

UAS bentuk pilihan Ganda

(40)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian tanggapan.

1. Siswa

menginterpreta sikan isi prosa lama dan baru..

3.1. Mema hami prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia  Prinsip bahasa Indones ia baku  Kaidah penyus unan kata  Kaidah penyus unan frasa  Kaidah penyus unan klausa  Kaidah penyusun an kalimat Fakta 1. Contoh bahasa baku 2. contoh bentuk kata 3. contoh frasa 4. Contoh klausa 5. contoh kalimat Konsep 1.kaidah kata baku 2. kaidah bentuk kata 3. kaidah frasa 4. kaidah klausa 5. kaidah kalimat Prinsip Prinsip penyusunan kata, frasa, klausa, dan Mengamati:  Siswa membaca teks tentang prinsip bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan konsep dasar bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat. Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang 1. Menunjuk-kan sikap positif secara individu dan social dalam diskusi

(41)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian kalimat

Prosedur Langkah menyunting kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia

hal-hal yang berhubungan dengan bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat.

Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

 Siswa

mendiskusikan tentang prinsip bahasa

Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

Mengasosiasikan :

Indone sia baku

(42)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

 Siswa

menyimpulkan tentang prinsip bahasa

Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

 Siswa

menyimpulkan hal-hal

terpenting yang

berhubungan dengan bahasa Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

 Siswa

mengevaluasi hasil analisis bahasa

Indonesia baku serta kaidah dasar tentang kata, frasa, klausa, dan kalimat bahasa Indonesia.

(43)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian Mengomunikasik an:  Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang makna dan relasi makna antarkata bahasa Indonesia. Siswa membacakan hasil kerja

(44)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian i lisan dan

tulis

diperhatika n dalam penggunaa n makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis

Prosedur Langkah menulis dengan menggunak an makna kata dan relasi makna

lisan dan tulis.

Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

 Siswa

mendiskusikan tentang prinsip penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

awab

Sikap Ilmiah 1. kritis 2.objektif 3.toleran

komunikasi lisan dan tulis

UTS Bentuk tas PG UAS Bentuk Tes PG

(45)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

Mengasosiasikan :

 Siswa

menyimpulkan tentang prinsip penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

 Siswa

mengevaluasi penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

Mengomunikasik an:

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang penggunaan makna kata dan relasi makna dalam komunikasi lisan dan tulis.

 Siswa

membacakan hasil kerja

(46)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian kelompok di depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan. 3.3. Menga nalisis karakteristi k, jenis-jenis, dan perkemban gan drama dan teater. 4.3. Mengevaluasi hasil analisis karakteristik, jenis-jenis, dan perkembanga n drama dan teater  Karakte ristis drama dan teater  Jenis-jenis drama dan teater  Perkemb angan drama dan teater Fakta  Jenis-jenis drama dan teater  Perkem bangan drama dan teater Konsep  Karakte ristis drama dan teater Prinsip Prinsip menulis perkemban gan drama dan teater Prosedur Langkah menulis Mengamati:  Siswa membaca teks tentang karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater.  Siswa mencermati uraian yang berkaitan dengan karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mempertanyakan :

(47)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian perkemban

gan drama dan teater

teater.

Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang karakteristik, jenis-jenis, dan

perkembanga n drama dan teater.

 Siswa

mendiskusikan tentang prinsip karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater.

Mengasosiasikan :

 Siswa

menyimpulkan tentang prinsip karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater.

 Siswa

mengevaluasi hasil analisis

Bentuk Uraian UTS Bentuk pilihan Ganda US Pilihan Ganda

(48)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Mengomunikasik an:  Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang karakteristik, jenis-jenis, dan perkembangan drama dan teater. Siswa membacakan hasil kerja

(49)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian ahanakan (mengonv ersi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana  Naskah Drama  Naskah Cerpen Pengertian drama 2. Pengertian teater 3. Pengertian cerpen Prinsip 1. Hal yang perlu diperhatika n dalam mengalihwa nakan dari cerpen ke drama Prosedur 1. Membandin gkan antara drama dengan teater Mengalihwa nakan dari cerpen ke drama perbedaan drama dengan teater Mempertanyakan :

 Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya.. Mengeksplorasi:

 Siswa mencari dari berbagai sumber informasi tentang perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya.  Siswa mendiskusikan tentang prinsip perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya. Mengasosiasikan : ukkan sikap ilmiah pada saat berdis kusi Menunjukk an perilaku dan sikap menerima, menghargai danmelaks anakan, kejujuran, ketelitian dan disiplin pembuatan laporan Individu 5. Kejuj uran 6. Keteli tian 7. Disipl in 8. Tang gung jawa b Sikap ilmiah : 3. Kritis 4. Objek tif toleran meng apresi asi-nya. Mengalih wahanaka n (mengonv ersi) cerpen ke dalam naskah drama sederhan a. esiasi-nya. Mengalih wahanak an (mengon versi) cerpen ke dalam naskah drama sederha na. Tes : UH Bentuk Uraian UTS Bentuk pilihan Ganda US Pilihan Ganda mengapres iasi-nya. Mengalihw ahanakan (mengonv ersi) cerpen ke dalam naskah drama sederhana. laporan Portopolio Membanding kan perbedaan drama dengan teater serta mengapresia si-nya. Mengalihwa hanakan (mengonver si) cerpen ke dalam naskah drama sederhana.

(50)

Kompetens

i Dasar MateriPokok

Materi Pembelaj

aran

Alternatif Pembelajaran

Sikap Pengetahuan Keterampilan

Indikator Penilaian Indikator Penilai-an Indikator Penilaian

 Siswa

menyimpulkan tentang prinsip perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya.

 Siswa

mengalihwaha nakan

(mengonversi) cerpen ke dalam naskah drama

sederhana.

Mengomunikasik an:

 Siswa menuliskan laporan kerja kelompok tentang perbedaan drama dengan teater serta apresiasinya.

 Siswa

membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas, siswa lain memberikan tanggapan 1.

(51)
(52)

BAB IV PENUTUP

Efektifitas pembelajaran merupakana indikator keberhasilan belajar, artinya bahwa semakin efektifitasnya tinggi dalam kegiatan pembelajaran maka hasil belajar semakin berkualit

Referensi

Dokumen terkait

perangkat yang dapat mengirimkan energi dari satu titik ke titik lainnya dengan jarak yang lebih jauh tentunya sangat dibutuhkan pengunaan media transmisi yang dapat

Dari sisi pembangunan ekonomi nasional, bukti empiris menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting terhadap ekonomi nasional, yang dapat dilihat dari

: Untuk mendapatkan luas, caranya dengan mengalikan jumlah umumnya kamar dengan luas sesuai type masing-masing. Luas Ruangan Lain dengan AC

Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat Program Kemitraan Masyarakat yang berjudul Kewirausahaan Mahasiswa akultas Ilmu Sosial

Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah produk sabun dai bahan  baku susu dan stroberi untuk memaksimalkan pemanfaatan susu dan stroberi....

Secara umum, tugas utama seorang guru matematika adalah membimbing siswanya tentang bagaimana belajar yang sesungguhnya (learning how to learn) dan bagaimana memecahkan setiap

Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran cooperatif learning (match mine), peserta didik diharapkan dapat

Penulis dapat mengirimkan naskah ke alamat redaksi: Sekretariat Majalah Perspektif Fakultas Hukum Uni- versitas Wijaya Kusuma Surabaya Jlnf. Dukuh Kupang XXV/54