• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

(2)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan berkat, rahmat, dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ini. Dokumen Renstra ini merupakan salah satu dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka waktu 5 (lima) tahunan. Oleh karena itu, dokumen Renstra ini memuat tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar selama 5 (lima) tahun ke depan. Dokumen ini dapat dijadikan pedoman bagi pemerintah Kabupaten Blitar untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.

Kami mengucapkan banyak terima kasih atas masukan yang diberikan selama penyusunan dokumen ini. Akhir kata, kami harapkan dokumen Renstra ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat untuk mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang Terpilih Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kabupaten Blitar, Mei 2016

(3)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... 2 DAFTAR ISI ... 3 BAB I ... 7 PENDAHULUAN ... 7 1.1 Latar Belakang ... 7 1.2 Landasan Hukum ... 9

1.3 Maksud Dan Tujuan ... 10

1.4 Sistematika ... 11

BAB II ... 13

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR ... 13

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan ... 13

2.2 Gambaran Umum Kondisi Wilayan Kabupaten Blitar Bidang Pendidikan ... 25

2.3 Sumber Daya Dinas Pendidikan ... 28

2.4 Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan ... 30

2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pendidikan ... 40

BAB III ... 42

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS ... 42

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pendidikan ... 42

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih 44 3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi ... 45

3.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah ... 59

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ... 60

BAB IV ... 63

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 63

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan ... 63

4.2 Strategi dan Kebijakan ... 64

BAB V ... 71

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 71

5.1 Matrik Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif ... 71

BAB VI ... 86

(4)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

4

6.1 Indikator Kinerja Dinas Kesehatan yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 84

(5)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

5 DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

No table of contents entries found.

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

Gambar 1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ... 13 Gambar 2 Angka Melek Huruf Kabupaten Blitar (%) ... 23 Gambar 3 Angka Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) ... Error! Bookmark not defined.4 Gambar 4 Visi Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021 ... 42 Gambar 5 Hasil Analisis SWOT ... 64

(6)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

6

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan kesejahteraan umum, melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, dan membantu melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi. Upaya untuk mencapai tujuan nasional ini dapat dilakukan melalui adanya pemenuhan hak dasar masyarakat yang salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak serta bermutu sesuai dengan dengan minat bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status ekonomi, etnis, suku, agama, dan gender.

Pentingnya hak dasar pendidikan telah diatur sebagaimana tercantum di dalam pasal 31 ayat 1 sampai 3 UUD 1945 disebutkan bahwa (1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan; (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; dan (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Arti penting pendidikan juga tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan demikian, pendidikan merupakan pilar untuk menciptakan masyarakat yang terdidik, bermoral, dan berdaya saing demi kemajuan bangsa dan negara.

Pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan sejalan dengan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 pada misi

(7)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

7

pertama RPJMN adalah mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah pancasila. Misi pertama ini dilakukan dengan memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan yang bertujuan membentuk manusia bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan internal dan antar umat beragama, melaksanakan interaksi antar budaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa indonesia sebagai landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa.

Urusan pendidikan merupakan urusan wajib pemerintah pusat yang selanjutnya dikelola oleh masing-masing daerah di Indonesia. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, untuk mewujudkan sistem pendidikan yang merata dan bermutu perlu adanya kerjasama pengaturan yang dilakukan oleh pusat dan masing-masing daerah otonom, karena pada dasarnya setiap daerah memiliki kemampuan dan akses yang berbeda sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah bahwa daerah otonom yang selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus pemerintahan dan kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi masyarakat menganut sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kebupaten Blitar merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi, budaya, dan karakteristik yang dapat dijadikan pedoman dalam implementasi setiap rencana pembangunan termasuk pembangunan di bidang pendidikan. Sebagaiman yang telah disebutkan di dalam RPJMD Kabupaten Blitar periode 2016-2021 bahwa salah satu misi Kabupaten Blitar adalah “Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)” melalui peningkatan mutu bidang pendidikan (termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek keagamaan) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai. Pada misi ini diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya

(8)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

8

manusia yaitu masyarakat Blitar agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global.

Pembangunan pendidikan Kabupaten Blitar dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2025, Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Nasional 2015-2019, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Blitar 2006-2026, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Blitar tahun 2016-2021. Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tahun 2016-2021 menjadi pedoman bagi semua pengelolaan dan pelayanan pendidikan di Kabupaten Blitar dalam melakukan pembangunan pendidikan.

1.2 Landasan Hukum

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar disusun berdasarkan landasan hukum memberikan aspek legal dan memberikan gambaran tentang komponen-komponen yang harus dipersiapkan dan dikembangkan sesuai dengan standar yang berlaku. Berikut ini merupakan landasan hukum penyusunan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tahun 2016-2020.

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; 3. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

4. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 5. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

6. Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

7. Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

8. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

9. Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan; 10. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional; 11. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;

12. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan. Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025;

(9)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

9

13. Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;

14. Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaaan;

15. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 16. Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

17. Undang-Undang No. 9 Tahun 2015 Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

18. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru;

19. Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan; 20. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan;

21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015—2019;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 23. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 24 Tahun 2008 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten BlitarTahun 2006-2025; 24. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Blitar Tahun

2016-2021;

1.3 Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pendidikan serta memberikan arah pelaksanaan pembangunan pendidikan dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Sedangkan tujuan penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Tahun 2016-2020 adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan visi Kepala Daerah melalui program, kegiatan dan sasaran pendidikan.

2. Menjamin komitmen seluruh pelaksana bidang pendidikan untuk berperan sesuai dengan kewenangan serta seluruh jajaran SKPD yang terkait;

(10)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

10

3. Sebagai pedoman pelaksanaan program pembangunan pendidikan bagi pelaksana di Dinas Pendidikan dan lingkungan dalam mewujudkan pembangunan yang sinergis dengan pembangunan provinsi dan nasional;

4. Melaksanakan komitmen terhadap kesepakatan program yang sudah dibahas secara partisipatif, mulai dari penyusunan, implementasi dan pertanggungjawaban.

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menjelaskan isu-isu strategis, program-program kerja, kegiatan dan sasaran yang akan dilaksanakan selama 5 tahun kedepan. Program-program, kegiatan, dan sasaran tersebut dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diharapkan mampu mewujudkan program-program, kegiatan, dan sasaran secara bersinergi di bidang pendidikan. Sehinggga Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian sasaran dan tujuan Pemerintah Kabupaten Blitar.

1.4 Sistematika Penulisan

Penyusunan dokumen Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tahun 2016-2021 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Berdasarkan Permendagri tersebut, sistematika penulisan Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar 2016-2021 adalah sebagai berikut:

a. Bab I Pendahuluan, mengemukaakan secara rinci mengenai latar belakang,

landasan hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan.

b. Bab II Gambaran Pelayanan SKPD, Gambaran Pelayanan Dinas Pendidikan

memuat informasi tentang peran Dinas Pendidikan dalam penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Dinas Pendidikan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Dinas Pendidikan periode sebelumnya. Sub-bab pada bab ini meliputi tugas, fungsi dan struktur organisasi Dinas Pendidikan; sumber daya Dinas Pendidikan; kinerja pelayanan Dinas Pendidikan; tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Pendidikan.

(11)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

11

c. Bab III Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi, menjelaskan

mengenai isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi yang terdiri dari sub bab identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD; telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota; telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan penentuan isu-isu strategis.

d. Bab IV Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan, menjelaskan mengenai visi

dan misi Dinas Pendidikan; tujuan dan sasaran jangka mengengah Dinas Pendidikan; serta strategi dan kebijakan.

e. Bab V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif, berisi rancangan Renstra Dinas Pendidikan dengan

koreksi seperlunya atau tambahan informasi.

f. Bab VI Indikator Kinerja Dinas Pendidikan yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD, menjelaskan secara detail mengenai indikator kinerja Dinas

(12)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

12

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Berdasarkan Peraturan Bupati Blitar Nomor 48 Tahun 2008 tentang penjabaran tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar, dapat dijabarkan bahwa Dinas Pendidikan Daerah mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana otonomi daerah dipimpin oleh seorang kepala dinas yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dengan kedudukan tersebut Dinas Pendidikan daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan dan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang pendidikan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Dinas Pendidikan Daerah Mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan teknis di Bidang pendidikan ;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendidikan;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidan; 4. Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas;

5. Pelaksanaan urusan tata usaha dinas;

6. Pelaksanana tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Blitar Nomor 48 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar maka Susunan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar terdiri dari :

a. Kepala Dinas;

b. Sekretaris Dinas, membawahi : 1. Sub Bagian Umum;

2. Sub Bagian Keuangan dan BMD; 3. Sub Bagian Penyusunan Program. c. Bidang Pembinaan SD, membawahi :

(13)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

13

2. Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter; 3. Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana. d. Bidang Pembinaan SMP, membawahi :

1. Seksi Kurikulum dan Penilaian;

2. Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter; 3. Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana. e. Pembinaan Ketenagaan, membawahi :

1. Seksi PTK PAUD, Pendidikan Non Formal dan SMP; 2. Seksi PTK SD;

3. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Pegawai.

f. Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, membawahi: 1. Seksi Kurikulum dan Penilaian;

2. Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana; 3. Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter. g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

h. Kelompok Jabatan Fungsional i. Satuan Pendidikan

(14)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

14

Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Daerah beserta jabatan dalam Dinas Pendidikan daerah Kabupaten Blitar terinci sebagaimana tersebut diatas dan jika dilihat dari bagan Struktur Organisasinya adalah sebagai berikut :

Gambar 1.

Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Dari uraian Susunan Struktur Organisasi tersebut diatas maka secara rinci tugas pokok dan fungsi dari masing jabatan dalam jajaran Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas memimpin, melaksanakan koordinasi dan pengawasan, evaluasi dan penyelenggaraan kegiatan dinas pendidikan. Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Dinas mempunyai fungsi:

(15)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

15

1. Perencanaan program bidang pengembangan, pendidikan dasar dan menengah, tenaga pendidikan dan kependidikan, pendidikan non formal dan informal serta kesekretariatan;

2. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas satuan kerja;

3. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas satuan kerja; 4. Pembinaan pelaksanaan tugas bawahan;

5. Pelaporan pelaksanaan tugas kepada Bupati;

6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif serta koordinasi pelaksanaan tugas dilingkungan dinas pendidikan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Sekretaris mempunyai fungsi :

a. Koordinasi penyusunan kebijakan, rencana, program, kegiatan dan anggaran dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan nonformal, dan kebudayaan serta tugas pembantuan dibidang pendidikan;

b. Pengelolaan data dan informasi dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan nonformal;

c. Koordinasi dan pelaksanaan kerja sama dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan nonformal;

d. Koordinasi pengelolaan dan laporan keuangan di lingkungan dinas pendidikan;

e. Penyusunan bahan rancangan peraturan perundang-undangan dan fasilitasi bantuan hokum dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan non formal;

f. Pelaksanaan urusan organisasi dan tata laksana dilingkungan dinas pendidikan ;

g. Pengelolaan kepegawaian dilingkungan dinas pendidikan

h. Penyusunan bahan pelaksanaan urusan tugas pembantuan dibidang pendidikan yang meliputi usul kenaikan pangkat dan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta pendataan

(16)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

16

pendidikan dasar sembilan tahun, fasilitasi pelaksanaan akreditasi pendidikan anak usia dini , pendidikan dasar dan pendidikan non formal, fasilitasi pelaksanaan kegiatan kesiswaan pendidikan dasar Sembilan tahun, fasilitasi pengembangan karier pendidik, penyiapan bahan rekomendasi izin pendirian dan penutupan satuan pendidikan anak usia dini kerjasama, sekolah dasar kerja sama dan SMP kerja sama;

i. Koordinasi dan penyusunan bahan publikasi dan hubungan masyarakat dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan non formal ;

j. Koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dibidang pendidikan anak usia dini , pendidikan dasar, pendidikan non formal ; k. Pengelolaan barang milik daerah dilingkungan dinas pendidikan;

l. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan dilingkungan dinas pendidikan.

Kepala Sub Bagian Umum melaksanakan tugas urusan ketatausahaan, kerumah tanggaan, organisasi, ketatalaksanaan, penyusunan bahan rancangan peraturan perundang-undangan, fasilitasi bantuan hukum, pengelolaan kepegawaian dinas;

Kepala Sub Bagian Keuangan dan BMD mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan pengelolaan keuangan dan barang milik daerah dibidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan non formal serta penyiapan perencanaan anggaran pembiayaan, pengelolaan dan mengkoordinir penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dinas;

Kepala Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, evaluasi dan pelaporan kegiatan dinas serta pengkoordinir

pendirian dan perpanjangan izin pendirian lembaga,

penutupan/penghapusan dan regrouping/penggabungan serta fasilitasi akreditasi lembaga.

(17)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

17 3. Bidang Pembinaan SD

Kepala Bidang Pembinaan SD mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan sekolah dasar. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD mempunyai fungsi :

a. Penyusunan bahan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah dasar;

b. Pembinaan pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah dasar ;

c. Penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan lokal sekolah dasar . d. Penyusunan bahan penerbitan izin pendirian ,penataan , dan penutupan

sekolah dasar;

e. Penyusunan bahan pembinaan kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah dasar;

f. Penyusunan bahan pembinaan bahasa dan sastra daerah yang penuturnya dalam daerah kabupaten;

g. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah dasar;

h. Pelaporan dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah dasar. Kepala seksi kurikulum dan penilaian mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kurikulum dan penilaian sekolah dasar, penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan lokal dan kriteria penilaian sekolah dasar, penyusunan bahan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan penilaian sekolah dasar, Penyusunan bahan pembinaan bahasa dan sastra daerah yang penuturnya dalam daerah kabupaten , penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum dan penilaian sekolah dasar;

(18)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

18

Kepala Seksi peserta didik dan pembangunan karakter mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter, penyusunan bahan pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter serta pelaporan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter peserta didik sekolah dasar;

kepala seksi sarana prasarana melaksanakan tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kelembagaan dan sarana prasarana, penyusunan bahan pembinaan kelembagaan, penyusunan bahan penerbitan izin pendirian, penataan dan penutupan sekolah dasar, penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi kelembagaan dan pelaporan dibidang kelembagaan dan sarana prasarana;

4. Bidang Pembinaan SMP

Kepala Bidang Pembinaan SMP mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan pendidikan SMP. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP mempunyai fungsi :

a. Penyusunan bahan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah menengah pertama;

b. Pembinaan pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah menengah pertama;

c. Penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan lokal sekolah menengah pertama.

d. Penyusunan bahan penerbitan izin pendirian ,penataan , dan penutupan sekolah menengahpertama;

e. Penyusunan bahan pembinaan kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah menengah pertama;

(19)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

19

f. Penyusunan bahan pembinaan bahasa dan sastra daerah yang penuturnya dalam daerah kabupaten;

g. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah menengah pertama;

h. Pelaporan dibidang kurikulum dan peniolaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter sekolah menengah pertama;

Kepala seksi kurikulum dan penilaian mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kurikulum dan penilaian sekolah menengah pertama, penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan lokal dan kriteria penilaian sekolah menengah pertama, penyusunan bahan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan penilaian sekolah menengah pertama, Penyusunan bahan pembinaan bahasa dan sastra daerah yang penuturnya dalam daerah kabupaten , penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum dan penilaian sekolah menengah pertama; Kepala Seksi peserta didik dan pembangunan karakter mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter, penyusunan bahan pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter serta pelaporan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter peserta didik sekolah menengah pertama;

kepala seksi sarana prasarana melaksanakan tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kelembagaan dan sarana prasarana, penyusunan bahan pembinaan kelembagaan, penyusunan bahan penerbitan izin pendirian, penataan dan penutupan sekolah menengah pertama, penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi kelembagaan dan pelaporan dibidang kelembagaan dan sarana prasarana.

(20)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

20 5. Bidang Pembinaan Ketenagaan

Kepala bidang pembinaan ketenagaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan bahan perumusan koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

b. Penyusunan bahan kebijakan dibidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

c. penyusunan bahan rencana kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

d. penyusunan bahan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

e. penyusunan bahan rekomendasi pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan dalam kabupaten;

f. penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

g. pelaporan di bidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

Kepala Seksi PTK PAUD pendidikan non formal dan SMP mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan koordinasi pelaksanaan kebijakan, penyusunan bahan rencana kebutuhan, rekomendasi pemindahan, penyusunan bahan pembinaan, penyusunan bahan pemantauan dan

(21)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

21

evaluasi , pelaporan di bidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan, pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan non formal;

Kepala Seksi PTK SD mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, rencana kebutuhan, rekomendasi pemindahan , penyusunan bahan pembinaan , bahan pemantauan dan evaluasi dan pelaporan dibidang pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah dasar;

Kepala seksi pembinaan dan pengembangan pegawai mempunyai tugas mengumpulkan bahan dan analisa data dalam rangka menyusun pedoman dan petunjuk teknis pembinaan dan pengembangan pegawai.

6. Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal

Kepala bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal mempunyai fungsi :

a. Penyusunan bahan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

b. Pembinaan pelaksanaan kebijakan dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

c. Penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan local pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

d. Penyusunan bahan penerbitan izin pendirian , penataan , dan penutupan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

(22)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

22

e. Penyusunan bahan pembinaan kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

f. Penyusunan bahan pembinaan kurikulum dan penilaian , kelembagaan dan sarana prasarana , serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

g. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

h. Pelaporan dibidang kurikulum dan penilaian, kelembagaan dan sarana prasarana, serta peserta didik dan pembangunan karakter pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

Kepala seksi kurikulum dan penilaian mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kurikulum dan penilaian, penyusunan bahan penetapan kurikulum muatan lokal dan kriteria penilaian, penyusunan bahan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan penilaian, Penyusunan bahan pembinaan bahasa dan sastra daerah yang penuturnya dalam daerah kabupaten , penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum dan penilaian pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal;

Kepala Seksi peserta didik dan pembangunan karakter mempunyai tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter, penyusunan bahan pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter serta pelaporan dibidang pembinaan minat, bakat, prestasi dan pembangunan karakter peserta didik pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal; Kepala seksi kelembagaan sarana dan prasarana melaksanakan tugas penyusunan bahan perumusan, koordinasi pelaksanaan kebijakan kelembagaan dan sarana prasarana, penyusunan bahan pembinaan

(23)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

23

kelembagaan, penyusunan bahan penerbitan izin pendirian, penataan dan penutupan sekolah PAUD dan pendidikan non formal, penyusunan bahan pemantauan dan evaluasi kelembagaan dan pelaporan dibidang kelembagaan dan sarana prasarana;

7. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD)

Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) merupakan unsur pelaksana teknis operasional Dinas. UPT dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Dalam melaksanakan tugasnya, UPT menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan tugas Dinas sesuai dengan bidang operasionalnya; b. pelaksanaan urusan administrasi teknis operasional.

Jumlah, Nomenklatur, Susunan Organisasi dan Uraian Tugas dan Fungsi UPT Dinas ditetapkan dalam Peraturan Bupati tersendiri.

8. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang diangkat oleh Bupati. Jenis jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Bupati berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(24)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

24 2.2 Gambaran Umum Kondisi Wilayah Kabupaten Blitar Bidang Pendidikan a. Angka Melek Huruf

Angka Melek Huruf (dewasa) adalah proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya. AMH dapat digunakan untuk:

(i) Mengukur keberhasilan program-program pemberantasan buta huruf, terutama di daerah pedesaan di Indonesia dimana masih tinggi jumlah penduduk yang tidak pernah bersekolah atau tidak tamat SD.

(ii) Menunjukkan kemampuan penduduk di suatu wilayah dalam menyerap informasi dari berbagai media.

(iii) Menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi secara lisan dan tertulis. Sehingga angka melek huruf dapat mencerminkan potensi perkembangan intelektual sekaligus kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Capaian kinerja angka melek huruf didukung dengan program seperti penyelenggaraan kejar paket A, B dan C serta melalui keaksaraan fungsional, pelaksanaan beberapa pelatihan kecakapan hidup serta peningkatan kualitas pendidikan informal seperti pelatihan pengelolaan kursus-kursus yang ada di Kabupaten Blitar. Berikut adalah grafik angka melek huruf Kabupaten Blitar.

Gambar 2.

Angka Melek Huruf Kabupaten Blitar (%)

Sumber: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Bupati Blitar Tahun 2011-2016

b. Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Angka rata-rata lama sekolah merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menghitung angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan adanya metode baru dalam penghitungan angka IPM, angka rata-rata lama sekolah

91.95 91.96 91.97 91.98 91.98 91.93 91.94 91.95 91.96 91.97 91.98 91.99 2011 2012 2013 2014 2015

(25)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

25

kabupaten Blitar pada awal periode tahun 2011 adalah 6,52 tahun. Indikator ini mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan kondisi sampai dengan akhir tahun 2014 mencapai 6,82 tahun.

Capaian kinerja tersebut didukung dengan program seperti pelatihan kecakapan hidup, penyelenggaraan kegiatan kejar paket B dan C, serta rintisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun. Berikut adalah grafik angka rata-rata lama sekolah Kabupaten Blitar.

Gambar 3.

Angka Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun)

Sumber: BPS Kabupaten Blitar, 2016 (diolah)

c. Angka Partisipasi Kasar

Angka Partisipasi Kasar (APK), menunjukkkan partisipasi penduduk yang sedang mengenyam pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya. APK merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut.

Tabel 1. Angka Partisipasi Kasar (%)

Indikator 2011 2012 2013 2014 2015

APK SD/MI 104 97 99 99 123

APK SMP/MTs 101 95 97 98 108

APK SMA/SMK/MA 35 40 49 52 41,25

Sumber: Laporan Kinerja Kabupaten Blitar 2015

6.52

6.59

6.67

6.82

(26)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

26

APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.

Nilai APK bisa lebih dari 100%. Hal ini disebabkan karena populasi murid yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan mencakup anak berusia diluar batas usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Sebagai contoh, banyak anak usia diatas 12 tahun, tetapi masih sekolah di tingkat SD atau juga banyak anak-anak yang belum berusia 7 tahun tetapi telah masuk SD.

Adanya siswa dengan usia lebih tua dibanding usia standar di jenjang pendidikan tertentu menunjukkan terjadinya kasus tinggal kelas atau terlambat masuk sekolah. Sebaliknya, siswa yang lebih muda dibanding usia standar yang duduk di suatu jenjang pendidikan menunjukkan siswa tersebut masuk sekolah di usia yang lebih muda atau mungkin bisa jg akibat adanya sistem akselerasi. Pada kondisi APK ini dapat terlihat semakin tinggi tingkat pendidikan, nilai realisasinya semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor seperti masih rendahnya tingkat ekonomi masyarakat yang apada khirnya mengalami kesulitan biaya untuk menlanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

d. Angka Partisipasi Murni

Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan. Bila APK digunakan untuk mengetahui seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu tanpa melihat berapa usianya, maka APM mengukur proporsi anak yang bersekolah tepat waktu.

(27)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

27 Tabel 2. Angka Partisipasi Murni (%)

Indikator 2011 2012 2013 2014 2015

APM SD/MI 95 96 92 90,31 91

APM SMP/MTs 83 78 80 80,68 71,22

APM SMA/SMK/MA 28 31 36 40 32,01

Sumber: Laporan Kinerja Kabupaten Blitar 2015

Bila seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu, maka APM akan mencapai nilai 100. Secara umum, nilai APM akan selalu lebih rendah dari APK karena nilai APK mencakup anak diluar usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Selisih antara APK dan APM menunjukkan proporsi siswa yang terlambat atau terlalu cepat bersekolah.

Peningkatan akses pendidikan juga diikuti dengan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang ditandai dengan meningkatnya APM. Capaian APM Kabupaten Blitar tahun 2015 belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya :

 Pola pikir sebagian besar masyarakat Kabupaten Blitar yang beranggapan bahwa kualitas lembaga pendidikan di luar Kabupaten Blitar lebih baik, sehingga sebagian besar masyarakat Kabupaten Blitar menyekolahkan putra putrinya di luar Kabupaten Blitar.

 Adanya pola pikir anak-anak usia sekolah yang beranggapan bahwa sekolah di luar Kabupaten Blitar lebih prestise dari pada sekolah di Kabupaten Blitar.

 Adanya kebijakan pendidikan gratis di luar Kabupaten Blitar, sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap keputusan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di luar Kabupaten Blitar.

Untuk meningkatkan APM di Kabupaten Blitar, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar terus membenahi dan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Blitar serta mensosialisasikan prestasi-prestasi sekolah yang ada di Kabupaten Blitar.

(28)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

28 2.3 Sumber Daya SKPD

Terkait dengan jumlah Sumber Daya Manusia yang ada pada Pendidikan Kabupaten Blitar didukung oleh 60 orang pegawai yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dikategorikan menjadi beberapa kategori seperti tabel berikut :

Tabel 3. Jumlah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No. Pendidikan Jumlah

1. S2 15

2. S1 23

3. D3 2

4 SMA/Sederajat 20

Total 60

Sumber : SAKIP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar 2015

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah terbesar pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memiliki pendidikan Sarjana (S1) yakni sebanyak 23 pegawai. Kemudian pegawai yang memiliki pendidikan Magister (S2) terdapat 15 pegawai. Pegawai yang memiliki tingkat pendidikan setara Diploma (D3) terdapat 2 orang saja sementara pegawai yang memiliki tingkat pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 20 orang pegawai. Melihat jumlah komposisi pegawai berdasarkan tingkat pendidikan, pegawai dengan pendidikan Magister (S2) setidaknya memiliki porsi sebesar 25% dari jumlah pegawai dan kemudian disusul oleh pegawai dengan Pendidikan Sarjana (S1) yang memiliki porsi sebesar 30% lebih dari jumlah pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mencukupi.

Tabel 4. Jumlah Pegawai berdasarkan golongan

No Golongan Jumlah

1. Gol. IV 10

2. Gol. III 29

3. Gol. II 21

Total 60

(29)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

29

Berdasarkan tabel diatas padat dilihat bahwa jumlah pegawai berdasarkan golongan bervariasi. Pegawai dengan golongan IV berjumlah 10 pegawai; pegawai dengan golongan III adalah paling banyak dan hampir sebesar 50% dari total jumlah pegawai dengan jumlah 29 pegawai. Dan kemudian pegawai dengan golongan II sebesar 21. Tentunya proses pengangkatan golongan telah mendapatkan diklat-diklat penjenjangan

2.4 Kinerja Pelayanan SKPD

Amanat UUD 1945 dalam menyelenggarakan pendidikan, meliputi ketersediaan, memberikan layanan pendidikan yang merata di seluruh wilayah, karena pendidikan merupakan hak asasi manusia dimana setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu dan berhak memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminasi. Selain itu, pembangunan kebudayaan juga sangat penting diselenggarakan dalam rangka peningkatan sosial budaya dan kehidupan beragama yang terkait erat dengan pengembangan kualitas hidup tercapainya suasana kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab secara harmonis dalam berkehidupan yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Program-program pembangunan pendidikan saat ini dalam mendukung program wajib belajar 12 tahun pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 ayat 1 disebutkan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Kebijakan pemerintah melaksanakan wajib belajar 12 tahun merupakan kewajiban pemerintah dan sudah saatnya untuk melaksanakan wajib belajar 12 tahun.

Kondisi SDM Indonesia berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh PERC (Political and Economic Risk Consultancy) pada bulan Maret 2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat ke-12, terbawah di kawasan ASEAN yaitu setingkat di bawah Vietnam. Rendahnya kualtias hasil pendidikan ini berdampak terhadap rendahnya kualtias sumber daya manusia Indonesia. Dalam

(30)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

30

kondisi seperti ini tentunya sulit bagi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak usia dini saat ini antara lain disebabkan masih terbatasnya jumlah lembaga yang memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak usia 0-6 tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut. Berbagai program yang ada baik langsung (melalui Bina Keluarga Balita dan Posyandu) yang telah ditempuh selama ini ternyata belum memberikan layanan secara utuh, belum bersinergi dan belum terintegrasi pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi. Padahal ketiga aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan dan tumbuh kembang anak.

Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang pertama yang bertujuan agar semua anak usia 2 hingga usia 6 tahun memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. PAUD merupakan pendidikan persiapan untuk mengikuti pendidikan di jenjang SD/MI. Secara umum, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Selanjutnya Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun adalah salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan, yang akan dilaksanakan dalam RPJMN periode 2015-2019. Wajar 12 Tahun diletakkan dalam konteks penyelenggaraan pendidikan untuk membekali peserta didik dengan empat kemampuan: (i) learning to know, (ii) learning

to do, (iii) learning to be, dan (iv) learning to live together. Pelaksanaan Wajar 12

Tahun, antara lain, ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan pengentasan kemiskinan. Upaya Indonesia untuk keluar dari “jebakan pendapatan menengah” hanyaakan terealisasi jika tersedia tenaga kerja terampil secara memadai terutama untuk bersaing dalam skala global, termasuk untuk menghadapi perdagangan bebas ASEAN. Pelaksanaan Wajar 12 Tahun harus mencakup keseluruhan proses pendidikan sampai siswa menyelesaikan jenjang pendidikan menengah. Oleh karena itu, berbagai permasalahan dalam pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang belum terselesaikan harus dapat

(31)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

31

diatasi, agar seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP/MTs dan paket Paket B dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Upaya Pemerintah Kabupaten Blitar dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan berkaitan dengan mengembangkan potensi-potensi harus dikuasai oleh stakeholder terkait. Guru sebagai sumber daya manusia yang menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi harus menyalurkan kepada peserta didik guna mengembangkan bakat, minat serta potensi yang dimiliki peserta didik. Diharapkan peserta didik mampu bersaing dan menguasai berbagai potensi sehingga pembangunan pendidikan Kabupaten Blitar dapat terwujud dengan sempurna karena diisi oleh generasi muda yang berkualitas.

Dalam penyusunan program-program dan kegiatan pendidikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan, potensi dan sumberdaya masyarakat dibutuhkan mekanisme penyusunan program yang sesuai dengan potensi dan budaya masyarakat daerah. Penyusunan arahan kinerja pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021, diperlukan analisis kondisi internal kinerja pelayanan pendidikan di Kabupaten Blitar sebagai dasar untuk mengetahui capaian dan permasalahan yang terjadi. Pelayanan pendidikan di Kabupaten Blitar meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Non Formal. Hasil analisis pencapaian kinerja pelayanan Dinas Pendidikan Tahun 2010-2015 tersebut adalah sebagai berikut.

(32)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

33

Tabel 5. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

No Indikator Kinerja Utama Target SPM Target IKK Target Indikator lainya

Target Renstra Dinas Pendidikan Derah Tahun ke-

Realisasi Capaian Tahun ke Rasio

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) (-12) (-13) (-14) (-15) (-16) (-17) (-18) (-19) (-20) 1 Angka Melek Huruf (jiwa) 100% 98% 84.00% 85.30% 90.10% 96.80% 97.10% 85.00% 87.00% 92.00% 97.20% 98.00% 101.19 % 101.99 % 102.11 % 100.41 % 100.93 %

2 Angka Partisipasi Kasar (APK)

Jenjang SD/MI/Paket A 100% 99% 96.30% 97.50% 98.23% 99.15% 99.50% 96.30% 97.50% 98.23% 99.15% 99.50% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMP/MTs/Pak et B 100% 98% 95.21% 96.17% 97.75% 98.92% 99.10% 95.21% 96.17% 97.75% 98.92% 99.10% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMA/SMK/MA/ Paket C 90% 58% 31.74% 42.23% 46.74% 49.54% 55.25% 31.74% 42.23% 46.74% 49.54% 55.25% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

3 Angka Partisipasi Murni (APM)

Jenjang SD/MI/Paket A 100% 95% 87.10% 87.81% 88.24% 90.22% 91.23% 87.10% 87.81% 88.24% 90.22% 91.23% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMP/MTs/Pak et B 100% 93% 74.51% 75.17% 76.69% 80.63% 82.35% 74.51% 75.17% 76.69% 80.63% 82.35% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

(33)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021 34 No Indikator Kinerja Utama Target SPM Target IKK Target Indikator lainya

Target Renstra Dinas Pendidikan Derah Tahun ke-

Realisasi Capaian Tahun ke Rasio

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) (-12) (-13) (-14) (-15) (-16) (-17) (-18) (-19) (-20) Jenjang SMA/SMK/MA/ Paket C 90% 85% 29.43% 33.62% 35.15% 36.86% 42.12% 29.43% 33.62% 35.15% 36.68% 42.12% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 99.51% 100.00 %

4 Angka Kelulusan (AL)

Jenjang SD/MI/Paket A 100% 100% 99.83% 99.83% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 99.83% 99.83% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMP/MTs/Pak et B 100% 100% 88.55% 88.55% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 88.55% 88.55% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMA/SMK/MA/ Paket C 100% 100% 91.15% 91.15% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 91.15% 91.15% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 5 Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik 90% 80% 45.00% 63.00% 73.00% 75.00% 80.00% 45.00% 63.00% 73.00% 75.00% 80.00% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

6 Ruang Kelas yang Kondisinya baik

Jenjang SD/MI/Paket A 90% 75% 55.00% 60.00% 65.00% 69.00% 89.00% 55.00% 60.00% 65.00% 69.00% 89.00% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

(34)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021 35 No Indikator Kinerja Utama Target SPM Target IKK Target Indikator lainya

Target Renstra Dinas Pendidikan Derah Tahun ke-

Realisasi Capaian Tahun ke Rasio

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) (-12) (-13) (-14) (-15) (-16) (-17) (-18) (-19) (-20) Jenjang SMP/MTs/Pak et B 95% 95% 76.00% 80.00% 87.00% 92.00% 93.00% 76.00% 80.00% 87.00% 92.00% 93.00% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % Jenjang SMA/SMK/MA/ Paket C 100% 97% 76.00% 80.00% 86.00% 96.00% 95.00% 76.00% 80.00% 86.00% 96.00% 95.00% 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 % 100.00 %

(35)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

36

Dalam konteks pendidikan, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah (pemerintah pusat maupun pemerintah daerah) dan masyarakat (penyelenggara satuan pendidikan, peserta didik, orang tua/wali, dan pihak lain yang peduli terhadap pendidikan). Pemerintah bertanggung jawab atas pendanaan pendidikan dengan mengalokasikan anggaran pendidikan pada APBN maupun APBD. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 mengamanatkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tetapi sayang, amanat ini dimentahkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI I 2008, anggaran n pendidikan minimal 20% dari APBN maupun APBD, di dalamnya termasuk gaji pendidik. Analisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode perencanaan sebelumnya (tahun 2010-2015) digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan SKPD. Hasil analisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut

(36)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

37

Tabel 6. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Program kegiatan

Anggaran Pada Tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 12,147,721,0 00 11,854,200,0 00 1,195,015,0 00 2,008,175,0 00 2,000,251,0 00 12,291,201,1 00 11,947,200,0 00 1,448,725,9 00 1,768,114,0 00 2,000,251,0 00 Program Peningkatan Sarana dan Prasaran Aparatur 32,000,000 145,000,000 2,325,285,0 00 1,443,021,1 00 2,416,225,0 00 32,000,000 155,000,000 2,137,825,0 00 1,486,349,1 00 2,416,225,0 00 Program Peningkatan Sumber Daya Aparatur 0 100,000,000 650,000,00 0 0 0 0 240,000,000 450,000,00 0 175,233,00 0 0 Program Peningkatan Pengembanga n sistem pelaporan capaian 0 0 0 0 3,700,000 0 0 10,000,000 50,000,000 37,000,000

(37)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

38 Program

kegiatan

Anggaran Pada Tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) kinerja dan keuangan Program pendidikan anak Usia Dini

128,025,000 223,000,000 333,550,00 0 1,522,367,5 00 374,706,00 0 128,025,000 223,000,000 323,550,00 0 1,522,367,5 00 374,706,00 0 Program Wajib Belajar Pendidikan dasar Sembilan Tahun 107,990,690, 500 118,571,780, 572 48,152,845, 352 21,137,750, 550 23,375,664, 035 127,351,299, 897 118,731,280, 572 51,768,074, 353 21,660,515, 255 23,375,664, 035 Program Pendidikan Menengah 794,000,000 3,622,130,00 0 14,528,035, 000 18,208,829, 450 14,152,566, 250 777,330,000 3,601,430,00 0 14,455,759, 000 20,349,475, 650 14,152,566, 250 Program Pendidikan Non-Formal 215,033,500 8,698,000,00 0 447,475,00 0 561,835,00 0 634,599,50 0 365,033,500 945,000,000 528,627,50 0 561,835,00 0 634,599,50 0 Program Pendidikan Luar Biasa 25,000,000 60,000,000 0 0 0 25,000,000 60,000,000 0 0 0

(38)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

39 Program

kegiatan

Anggaran Pada Tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (-1) (-2) (-3) (-4) (-5) (-6) (-7) (-8) (-9) (-10) (-11) Program Peningkatan Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan 115,000,000 585,010,000 753,000,00 0 9,218,954,7 00 7,782,995,8 75 415,000,000 735,010,000 9,899,214,1 00 9,237,909,1 00 7,782,996,8 75 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 280,945,000 919,950,000 644,600,00 0 845,511,00 0 1,055,973,5 90 237,750,000 1,189,950,00 0 1,141,578,0 00 1,045,511,0 00 1,055,973,5 90

(39)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

40 2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Di era globalisasi yang sedang berjalan, Negara Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan peluang di bidang pendidikan karena harus bersaing dan dituntut agar output pendidikan dapat mengikuti perkembangan. Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dapat di kelola dari mutu pendidikan dapat dilakukan di lingkungan pendidikan formal dan non formal dengan inovasi pendidikan yang dilakukan guna mengembangkan dan mambangun kemampuan peserta didik.

Tantangan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan adalah menuntut manusia yang mandiri sehingga peserta didik harus dibekali dengan kecakapan hidup (life skill) melalui proses belajar dan aktivitas pendidikan yang memadai. Pendidikan yang berorientasi dengan kecakapan hidup pada hakekatnya membentuk watak dan etos serta budaya yang dapat menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan. Proses pembelajaran, seorang guru atau pendidik juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif terutama dalam menentukan model dan metode yang tepat agar pembentukan life skill siswa berhasil. Pembentukan life skill tentu saja diarahkan dan berlandaskan potensi dan budaya di lingkungan Kabupaten Blitar. Memanfaatkan peluang-peluang yang ada di lingkungan pendidikan Kabupaten Blitar, diharapkan mampu mencapai keberhasilan pendidikan sesuai dengan cita-cita daerah.

Tantangan selanjutnya yaitu mengenai stabilitas sosial dan politik yang memelihara kebinekaan Indonesia agar tetap memperkaya dan menguatkan Indonesia dalam mencapai cita-cita pembangunan khususnya dalam pembangunan pendidikan. Hal tersebut berhubungan dengan tantangan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada aparatur penegak hukum, khususnya Polri dalam menangani masalah-masalah ancaman yang bersifat anarki yang berhubungan dengan pendidikan. sedangkan Tantangan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar selanjutnya adalah:

1. Kualifikasi tenaga pendidik yang belum sepenuhnya terpenuhi;

2. Pemenuhan sarana dan prasarana dasar sesuai dengan SPM wajib pelayanan dasar bidang pendidikan pada semua jenjang pendidikan;

3. Program Wajib Belajar 12 tahun yang belum berjalan secara maksimal;

4. Fleksibilitas anggaran dana pemerintah daerah untuk pendidikan relatif terbatas untuk pembangunan di bidang pendidikan;

(40)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

41

5. Angka partisipasi sekolah yang masih fluktuatif;

6. Angka rata-rata lama sekolah (2014) Kabupaten Blitar masih dibawah Angka Provinsi Jawa timur yaitu 6,82 berbanding 7,05;

7. Tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Blitar Masih didominasi oleh lulusan SD; 8. Pemberian Pelayanan PAUD yang berkualitas.

Perkembangan lingkungan sosial masyarakat terutama di kalangan remaja cenderung terbuka dan memiliki mobilitas tinggi. Sikap kurang bersosialisasi dan kurang bersedia hidup seimbang dalam sebuah masyarakat luas yang beragam telah melahirkan ekspresi intoleransi dalam bentuk permusuhan, diskriminasi, dan tindakan kekerasan terhadap sesama. Kegagalan pembentukan karakter sumber daya manusia memperuncing kesenjangan sosial sedangkan kemajuan teknologi informasi dan transportasi yang begitu cepat telah membuat dunia semakin terbuka dan tanpa batas yang pada gilirannya membawa dampak negatif bagi budaya di kalangan generasi muda Indonesia. Dua arus kebudayaan, kebudayaan asing dan kebudayaan lokal tersebut menjadi ancaman bagi pembangunan karakter bangsa. Peluang peningkatan dan pengembangan pendidikan di Kabupaten Blitar meliputi:

1. Peningkatan kualitas Pendidikan dan Pelatihan dengan Program ‘Indonesia Pintar;

2. Revolusi kharakter bangsa melalui penguatan kurikulum berbasis pendidikan karakter dan metodi pendidikan inklusif;

3. Pemerataan kesenjangan pendidikan antara penduduk miskin dan penduduk kaya dan akses pendidikan bagi daerah pinggiran;

4. Perwujudan tata kelola birokrasi dan pelayanan pendidikan yang bermutu dan akuntabel;

5. Orientasi pemerintah pusat dan provinsi terhadap peningkatan rasio lulusan SMK:SMA;

6. Kebutuhan pasar tenaga kerja industri di Blitar;

(41)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

42

BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan. Hal tersebut dikarenakan adanya dampak yang signifikan bagi Dinas Pendidikan maupun pemangku kepentingan pendidikan di masa datang. Perumusan dan identifikasi isu-isu strategis sangat penting sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan daerah yang menjadi prioritas, terarah, dan dapat diimplementasikan serta dipertanggungjawabkan. Perencanaan pembangunan pendidikan dimaksudkan agar pelayanan Dinas Pendidikan mampu menyeimbangkan dengan aspek lingkungan dan aspek pengguna layanan. Isu strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diperoleh dari analisis internal berupa identifikasi permasalahan pembangunan dan analisis eksternal berupa kondisi yang menciptakan peluang dan ancaman bagi Dinas Pendidikan lima tahun yang akan datang.

Tabel 7. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Aspek Kajian Capaian/ Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan (1) (2) (3) APK PAUD 104% 72,9% APM SD/SDLB/Paket A 91% 96% APK SD/MI/Paket A 108% -

Persentase peserta didik SD/SDLB putus sekolah (APS) - < 1%

Nilai rata-rata UAS dan UN SD/MI 8,00 -

Angka Kelulusan SD/MI 100% -

Rata-rata Kelulusan Kejar Paket A 79% -

Angka Mengulang Kelas (AMK) SD/MI 1% < 1%

Kondisi bangunan sekolah SD/MI baik 100%

Rasio guru terhadap siswa SD 1:11 1:20

(42)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021 43 Aspek Kajian Capaian/ Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan (1) (2) (3) APM SMP/SMPLB/Paket B 71,22% 96%

Persentase peserta didik SMP/SMPLB putus sekolah (APS) - < 1%

Angka Mengulang Kelas (AMK) SMP/SMPLB 1% -

Angka Kelulusan SMP/MTs 100% -

Rata-rata Kelulusan Kejar Paket B 81% -

Nilai rata-rata UAS dan UN SMP/MTs 7,00 -

Kondisi bangunan sekolah SMP/MTs baik 100% -

Rasio guru terhadap siswa SMP 1:10 1:20

APK SMA/SMK/SMLB/MA Paket C 69% 85%

APM SMA/SMK/SMLB/MA Paket C 32,01 -

Persentase peserta didik SMA/SMK/MA putus sekolah (APS) - <1%

Angka Mengulang Kelas (AMK) 1% -

Nilai rata-rata UAS dan UN SMA/SMK/MA 7,00 -

Angka Kelulusan SMA/SMK/MA 100% -

Rata-rata Kelulusan Kejar Paket C 88% -

Rasio siswa terhadap guru SMA/SMK/MA 1:10 1:20

Kondisi bangunan sekolah SMA/SMK/MA baik 100% -

Angka buta aksara dalam kelompok usia 45 tahun ke atas 11% < 7%

(43)

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Periode 2016-2021

44

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Berdasarkan kondisi masyarakat dan lingkungan Kabupaten Blitar saat ini, visi Kabupaten Blitar sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD 2005-2025 adalah “Terbangunnya Perekonomian Rakyat yang Mandiri, Tangguh, dan Berdaya Saing, Menuju Masyarakat Kabupaten Bliar yang Sejahtera, Makmur, dan Religius”. Untuk mewujudkan visi tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Terpilih harus memiliki visi yang sejalan dengan visi Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2016-2021 adalah:

“MENUJU KABUPATEN BLITAR LEBIH SEJAHTERA, MAJU DAN BERDAYA SAING”

Gambar 2. Visi Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021

Makna dari beberapa kata kunci pada pernyataan visi, sebagai berikut:

Lebih Sejahtera, berarti meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin. Secara lahir adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara baik, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja, kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan. Peningkatan kesejahteraan secara batin diwujudkan dalam penciptaan suasana kehidupan yang religius, aman dan kondusif, serta adanya kebebasan dan kemudahan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Gambar

Tabel 1.  Angka Partisipasi Kasar (%)
Tabel 2. Angka Partisipasi Murni (%)
Tabel 3. Jumlah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar  Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 5. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kewenangan yang dimiliki pemerintah Kabupaten dalam bidang perencanaan pembangunan sebagaimana telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 38 tahun

5) Program Peningkatan Pelayanan dan Kinerja Aparatur Pemerintah 6) Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa 7) Program Pengkajian dan Penelitian Bidang komunikasi

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2017- 2022 adalah dokumen rencana strategis pembangunan di bidang pendidikan dalam jangka 5 (lima)

SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pembinaan

Arah Kebijakan umum Pemerintah daerah Kabupaten Sragen dalam bidang pembangunan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana yang dirumuskan dalam RPJMD Kabupaten Sragen

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2015.. Studi Deskriptif Tentang Program Pemerintah Nawa Cita Melalui Kegiatan Pembangunan Tingkat Padukuhan Di Desa Karangasem Kecamatan

Berdasarkan Grafik diatas Semakin kecil Angka Putus Sekolah pada jenjang SMA/MA/SMK maka semakin berhasil pula Pemerintah dalam mengurangi siswa yang putus sekolah

Dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia menjadi negara mandiri, maju, adil, dan makmur pada tahun 2025 sebagaimana yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang