PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK
BAHASAN IKATAN KIMIA DI KELAS X SMA NEGERI 1 PANCURBATU
Oleh :
RIANUR SIMANJORANG NIM 071244320014
Program Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penullisan skripsi ini dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Adapun judul skripsi ini adalah “Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Ikatan Kimiadi Kelas XI SMA Negeri 1 Pancurbatu”. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Jamalum Purba, M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Dra. Nurmalis, M.Si,Ibu Dra. Ani Sutiani, M.Si dan Bapak Drs. Rahmat Nauli, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Drs. Marudut Sinaga, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik dan kepada Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Kimia FMIPA Unimed yang sudah membantu dan memberikan banyak ilmu kepada penulis. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs. Porang Siregar, M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pancurbatu, Ibu Sehmalem Bangun, S.Pd salah satu guru kimia di SMA Negeri 1 Pancurbatu beserta para pegawai yang telah banyak membantu penulis selama penelitian ini.
sahabat-sahabat tercinta ( Jabatan, Novita, Anita, Agus, Rianto, Angelin), yang selalu mendukung dan mendoakan penulis, dan seluruh teman-teman pendidikan kimia ’09 atas motivasi, doa dan kerjasama yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Masih banyak pihak yang turut berperan dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, untuk itu penulis menyampaikan terimakasih.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dalam penyempurnaan skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat untuk kita semua.
Medan, Desember 2013 Penulis,
iii
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK
BAHASAN IKATAN KIMIA DI KELAS X SMA NEGERI 1 PANCURBATU
Rianur Simanjorang(NIM. 071244320014)
ABSTRAK
Pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Ikatan Kimia dijelaskan dalam skripsi ini. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu melakukan pengajaran dengan model Quantum Teaching sebagai kelas eksperimen dan pendekatan konvensional pada kelas kontrol. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang.
Pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar kimia siswa diketahui dari kemampuan siswa sebelum dan sesudah proses belajar mengajar. Dari hasil uji data prestest dan posttest tebukti data terdistribusi normal dan homogeny. Nilai rata-rata pretest dan postest kelas eksperimen adalah 48,4 dan 81,4 serta nilai rata-rata kelas kontrol adalah 44,4 dan 74,53. Rata-rata gain kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 61% dan 53%, selisih peningkatan (%gain) hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 8%.
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar viii
Daftar Tabel ix
Daftar Lampiran x
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Ruang Lingkup 4
1.3. Rumusan Masalah 5
1.4. Batasan Masalah 5
1.5. Tujuan Penelitian 5
1.6. Manfaat Penelitian 5
1.7. Defenisi Operasional 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Defenisi Belajar 7
2.2. Defenisi Hasil Belajar 8
2.3. Pengertian Model Konvensional 8
2.4. Model Pembelajaran 9
2.5. Pengertian Quantum Teaching 10
2.5.1. Model Quantum Teaching 15
2.5.2. Azas Utama Quantum Teaching 17 2.5.3. Prinsip-prinsip Quantum Teaching 17
2.5.4. Disain Quantum Teaching 20
2.5.5. Kerangka RancanganQuantum Teaching
Pada Pokok Ikatan Kimia 22 2.6. Deskripsi Materi : Ikatan Kimia 23
2.7. Kerangka Konseptual 42
2.8. Hipotesis Penelitian 43
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 44
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 44
3.3. Variabel Penelitian 44
3.4. Instrumen Penelitian 45
3.5. Rancangan Penelitian 45
vii
3.7. Teknik Pengumpul Data 48
3.7.1. Validitas Tes 48
3.7.2. Reliabilitas Tes 48
3.7.3. Tingkat Kesukaran Soal 49
3.7.4. Daya Pembeda 49
3.8. Teknik Analisis Data 50
3.8.1.Menghitung Rata-Rata dan Simpangan Baku 50
3.8.2. Uji Normalitas 51
3.8.3 Uji Homogenitas 51
3.8.4. Uji Hipotesis 51
3.8.5. Persen (%) Peningkatan Hasil Belaja 52
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian 53
4.1.1Analisis Data Instrumen Penelitian 53
4.1.1.1 Validitas Tes 53
4.1.1.2 Reliabilitas Tes 53
4.1.1.3 Tingkat Kesukaran Tes 54
4.1.1.4 Daya Pembeda Tes 54
4.2 Analisis Data Hasil Penelitian 54 4.2.1Menghitung Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test Kelas
Eksperimendan Kelas Kontrol Uji Normalitas 54
4.2.2 Uji Normalitas Data 55
4.2.3 Uji Homogenitas 56
4.2.4 Uji Hipotesis 56
4.2.5 Uji Gain 57
4.3 Pembahasan 57
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 59
5.2 Saran 59
DAFTAR PUSTAKA 60
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 (a) Hidrogen sebagai molekul bebas dan senyawa
(b) Natrium dalam bentuk senyawa.
(c) Gas mulia sebagai gas monoatomik. 23 Gambar 2.2 Reaksi antara natrium dan klorin membentuk natrium klorida 25 Gambar 2.3 Reaksi antara Na dan Cl. Penggunaan tanda (x) untuk electron
Na dan tanda (.) untuk elektron Cl semata-mata untuk memperjelas serah-terima elektron. Pada hakikatnya
semua elektron sama. 26
Gambar 2.4 Dua cara menggambarkan struktur kristal natrium klorida. Dalam kristal natrium klorida, tiap ion Na+ dikelilingi oleh
6 ion Cl- dan tiap ion Cl- dikelilingi oleh 6 ion Na+. 27 Gambar 2.5 Ikatan kovalen dalam molekul hidrogen 30 Gambar 2.6 Pembentukan ikatan kovalen koordinat dalam NH3.BCl3 32 Gambar 2.7 Satu cara menggambarkan molekul nonpolar (a)
dan molekul polar (b) 34
Gambar 2.8 Susunan ruang atom-atom dalam beberapa molekul 34 Gambar 2.9 Menentukan kepolaran molekul. Kepolaran suatu molekul
dapat ditentukan dengan menggambarkan ikatan polar sebagai vektor-vektor. Molekul akan bersifat polar jika
resultanvektor-vektornya tidak sama dengan nol. 35 Gambar2.10 Cucuran air (zat polar) dibelokkan ke arah batangbermuatan
listrik (kiri), sedangkan cucuran CCl4(zat nonpolar) tidak
dipengaruhi oleh medanlistrik (kanan) 35
Gambar 2.11 Ikatan logam 42
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Silabus 62
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 64 Lampiran 3. Kisi-Kisi Soal Instrumen 80 Lampiran 4. Instumen Penelitian yang Divalidkan 86 Lampiran 5. Kunci Jawaban Instrumen yang Divalidkan 92
Lampiran 6. Peta Konsep 93
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu dibutuhkan landasan dan konsep pendidikan yang kuat , komprehensif dan berwawasan jauh ke depan agar mampu memecahkan masalah yang begitu kompleks pada era globalisasi dan perkembangan IPTEK sekarang ini.
Sasaran utama pendidikan adalah memandirikan atau memberdayakan guru dan siswa semaksimal mungkin untuk mengembangkan kompetensi siswa tersebut sesuai dengan kondisi lingkungannya. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka peningkatan mutu pendidikan suatu hal yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan di segala aspek kehidupan manusia. Sistem Pendidikan Nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, maupun global (Mulyasa, 2006).
Kimia adalah ilmu yang mempelajari susunan, komposisi, struktur, sifat-sifat dan perubahan materi, serta perubahan energi yang menyertai perubahan tersebut. Dalam mata pelajaran kimia yang sarat dengan konsep, dari konsep yang sederhana sampai konsep yang lebih kompleks dan abstrak, sangatlah diperlukan pemahaman yang benar terhadap konsep dasar yang membangun konsep tersebut. Sebenarnya sifat abstrak inilah yang menjadi penyebab kesulitan siswa dalam memahami pelajaran kimia.
2
Metode yang digunakan hendaknya bukanlah metode dengan pendekatan yang berpusat kepada guru (teacher centered) tetapi berpusat pada siswa (student centered). Jika pengetahuan hanya dipindahkan dengan cara guru yang dengan gagahnya menjelaskan materi demi materi, yang jadi tambah pintar malah guru tersebut. Siswa harus mengambil peran aktif dalam memilih, mengelola informasi, mengkonstruk hipotesisnya, memutuskan dan kemudian merefleksikan pengalamannya untuk menentukan bagaimana pengetahuan itu dapat mereka transfer ke berbagai situasi yang lain (Amir, 2009).
Di sinilah peran guru sangat diharakan mampu menjadikan pelajaran terasa mudah dan menyenangkan. Guru harus mampu memberikan pengajaran yang efektif dan variatif sehingga indikator pelajaran dalam suatu proses mengajar dapat tercapai dengan baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ialah dengan perbaikan proses belajar-mengajar, yaitu dengan ketepatan pemilihan metode pengajaran di mana guru harus benar-benar memperhatikan model atau metode mengajar yang akan digunakan, sehingga kurikulum yang terbaik akan ada manfaatnya bila dilengkapi dengan model atau metode mengajar yang tepat. Mengajar bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa melainkan bagaimana cara menyajikan suatu bahan pelajaran kepada murid.
Pada setiap situasi selalu ada jalan keluar dalam suatu masalah, sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan ditemukan sebuah pendekatan pengajaran yang disebut dengan Quantum Teaching. Quantum Teaching menguraikan cara-cara baru yang memudahkan proses belajar-mengajar lewat panduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, semua materi dan pelajaran dapat diajarkan dengan menggunakan metodologi Quantum Teaching. Quantum Teaching adalah mengubah belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar dan berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar, sehingga dapat mencegah munculnya rasa bosan pada materi ajar (De Porter, 2007).
Penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching pernah diteliti oleh Ramadhana, (2006). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa pada pokok bahasan minyak bumi sebesar 11.48%. Hasil penelitian Anggria, (2007) pada pokok bahasan struktur atom di SMA Negeri 4 Binjai, tahun ajaran 2007/2008 menunjukkan peningkatan (selisih post-test dan pre-test) sebesar 47.83%. Hasil penelitian Jeni, (2007) pada pokok bahasan sistem koloid di SMA Negeri 1 Binjai tahun ajaran 2005/2006 diperoleh hasil belajar sebesar 84.23%. Dan hasil penelitian oleh Siregar, (2007) diperoleh hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Quantum Teaching pada sub pokok bahasan hidrolisis sebesar 73.22%.
4
bahasan Ikatan Kimia ini memiliki karakteristik pemahaman konsep yang bersifat abstrak serta analisis (Sutresna, 2004). Siswa akan sangat kesulitan dalam memahami materi ini, karena yang dipelajarinya adalah proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk . Agar materi ini lebih mudah untuk diterima oleh siswa dan siswa tidak mudah merasa bosan maka perlu diberikan suatu pembelajaran alternatif, salah satunya adalah penerapan model pembelajaran Quantum Teaching. Dalam pembelajaran ini, siswa diharapkan mempunyai minat dan motivasi untuk belajar akan semakin meningkat, sehingga mereka dapat lebih bertanggung jawab dalam belajar. Dengan adanya sikap positif siswa ini, diharapkan dapat membantu memahamkan siswa terhadap materi pokok Ikatan Kimia.
Dari uraian di atas Quantum Teaching juga sangat baik untuk diterapkan dalam pengajaran pada setiap mata pelajaran termasuk kimia, dalam hal ini akan menggairahkan proses belajar mengajar dan akhirnya hasil belajar yang di harapkan akan tercapai.
Berdasarkan uraian di atas peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Pokok Bahasan Ikatan Kimia di Kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu”.
1.2Ruang Lingkup
Dari latar belakang masalah diatas maka ruang lingkup masalah penelitian antara lain :
1. Kimia menjadi pelajaran yang sulit bagi kebanyakan siswa, hal ini dikarenakan penyajian materi yang kurang menarik dan membosankan
2. Rendahnya hasil belajar kimia siswa SMA tersebut
4. Diperlukan suatu model pembelajaran yang sesuai sehingga mempermudah siswa dalam memahami konsep kimia, dalam hal ini Quantum Teaching merupakan suatu model pembelajaran yang dianggap sesuai.
1.3Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model konvensional pada pokok bahasan Ikatan Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu ?
1.4Batasan Masalah
Agar penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik dan terarah maka batasan masalah dalam penelitian ini hanya pada penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching pada pokok bahasan Ikatan Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu.
1.5 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model konvensional pada pokok bahasan Ikatan Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu.
1.6Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat sebagai berikut: 1. Sebagai bahan masukan dan informasi serta bekal dalam melaksanakan tugas
sebagai calon guru yang menerapkan pembelajaran Quantum Teaching. 2. Sebagai bahan masukan bagi guru kimia dalam mengatasi kecenderungan
6
3. Sebagai sumbangan pikiran dan informasi bagi lembaga pendidikan untuk mencapai hasil belajar siswa yang lebih baik.
4. Sebagai bahan masukan ilmiah dalam pendidikan tentang bagaimana pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar di sekolah-sekolah yang ada untuk penelitian selanjutnya.
1.7Defenisi Operasional
1. Model quantum teaching adalah model quantum teaching dengan teknik pengajaran T (tumbuhkan), A (alami), N (namai), D (demonstrasi), U (ulangi), dan R (rayakan) (Deporter,2007)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model konvensional pada pokok bahasan Ikatan Kimia di kelas XI SMA Negeri 1 Pancurbatu.
2. Besarnya pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Ikatan Kimia di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu adalah 8%.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, maka peneliti menyarankan beberapa saran :
1. Bagi guru-guru kimia hendaknya dapat menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pada pokok bahasan kimia lainnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar kimia siswa.
60
DAFTAR PUSTAKA
Anggria, D., 2007, Pengaruh Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Negeri 4 Binjai Kelas X Pada Materi Stuktur Atom Tahun Ajaran 2007/2008, Skripsi, FMIPA, UNIMED, Medan. Arsyad, A., (2002), Media Pembelajaran, Rajawali Pers, Jakarta.
Arsyad, A., (2000), Media Pengajaran, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Deporter, B., Reardon, M, dan Singer-Norie Sarah, 2007, Quantum Teaching,
Kaifa, Bandung.
Djamarah, S.B. dan Zain,A., (2002), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, (2010), Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan Proposal Penelitian Kependidikan, FMIPA Unimed.
Jeni, R., 2007, Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pokok Bahasan Sistem Koloid di Kelas XI Semester Genap SMAN 1 Binjai Tahun Ajaran 2005/2006, Skripsi, FMIPA Unimed, Medan.
Mulyasa, E., 2006, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung
Purba, M (2007), Kimia Untuk SMA, Erlangga, Jakarta.
Sanjaya, W., (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana Prenada Media, Jakarta.
Silitonga, P.M., (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian,Penerbit Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Medan.
Siregar, R.,2010, Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching Pada Sub Pokok Bahasan Hidrolisis Garam, Skripsi, FMIPA Unimed, Medan.
Slameto, (2003), Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.
Suharsimi, A.,(2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Rhineka Cipta, Jakarta
Susilowati, E., (2007), Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sains Kimia Prinsip dan Terapannya untuk Kelas X SMA dan MA Semester 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo.
Sutresna, N., Sholehudin, D., (2004), Kimia Untuk SMA Kelas I Semester II, Grafindo Media Utama, Bandung.
Suyanti, R., (2010), Strategi Pembelajaran Kimia, Graha Ilmu,Yogyakarta. Winkel, (1996), Psikologi Pengajaran, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. (http:/adesanjaya.blogspot.com/2011/01/kesulitan-belajar-siswa.html).
(http://blogspot/2011/04 pembelajaran quantum teaching.html)