LAPORAN HASIL
SURVEI INDEKS PERSEPSI KORUPSI PADA
PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA PERIODE
SEMESTER I TAHUN 2020
PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA
Jl. Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH., Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, D.I.Yogyakarta - 55187
Telp. (0274) 4395412, Fax. (0274) 4396415, Email: [email protected] Website: www.pt-yogyakarta.go.id
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
SURVEI PERSEPSI KORUPSI PENGGUNA LAYANAN PENGADILAN DI PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA
Berdasarkan Perm en pan dan R eform asi Birokrasi RI N om or 1 4 Tahun 2 0 1 7
Disahkan di Yogyakarta Pada Hari Rabu, 01 Juli 2020
Quality Manager Representative, Koordinator Tim Survei,
DAFTAR ISI
Daftar Isi ... i
Kata Pengantar... ii
Daftar Tabel...iii
Daftar Gambar...iv
BAB I ... 1
PENDAHULUAN... 1
1.1. Latar Belakang... 1
1.2. Maksud Dan Tujuan... 2
1.3. Landasan H ukum ... 2
1.4. Rencana Kerja...3
BAB II... 5
METODOLOGI...5
2.1. Metode Penelitian... 5
2.2. Populasi Dan Sampel...5
2.3. Lokasi Penelitian ... 5
2.4. Teknik Pengumpulan Data Dan Quality Control... 5
2.5. Teknik Analisis Data... 5
2.6. Tahapan Pelaksanaan...7
BAB III... 9
INDEKS PERSEPSI KORUPSI...9
3.1. Profil Responden... 9
3.2. Indeks Persepsi Korupsi Per Indikator... 14
3.3. Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta... 30
BAB IV... 33
PENUTUP... 33
4.1. Kesimpulan... 33
4.2. Rekomendasi...33 LAMPIRAN
ii
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Pengadilan Tinggi Yogyakarta terus berupaya meningkatkan integritas, kinerja dan pelayanan pada masyarakat pencari keadilan. Berbagai program telah dilaksanakan untuk mendorong terjadinya perubahan yang signifikan.
Salah upaya yang dilakukan adalah pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani
(WBBM).
Selanjutnya, dalam rangka pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Pengadilan Tinggi Yogyakarta perlu memperoleh masukan dari masyarakat menyangkut pelayanan di lingkungannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan Survei Indeks Persepsi Korupsi bagi pengguna layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta.
Survei Indeks Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta periode Semester I Tahun 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Januari s.d Juni 2020 ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi pengambilan kebijakan untuk mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme, dan menjadi acuan untuk meningkatkan pelayanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta serta tersusunnya rekomendasi terkait upaya pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan pada seluruh proses pelaksanaan survei ini.
Pelaksanaan dan laporan survei masih perlu perbaikan-perbaikan ke depan agar lebih baik. Kritik dan saran yang membangun senantiasa kami terima sebagai langkah perbaikan ke depan. Semoga Laporan Survei Indeks Persepsi Korupsi ini dapat berguna bagi berbagai pihak, khususnya segenap jajaran pimpinan dan pegawai Pengadilan Tinggi Yogyakarta serta pengguna
layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta.
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, 30 Juni 2020 Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta,
m
H. Suripto, S.H.,M.H.
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Indikator Survei Indeks Presepsi Korupsi...8
Tabel 2.2 Nilai Persepsi... 8
Tabel 3.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...9
Tabel 3.2 Profil Responden Berdasarkan Usia... 10
Tabel 3.3 Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan... 11
Tabel 3.4 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan... 12
Tabel 3.5 Indeks Pada Indikator Manipulasi P eraturan... 14
Tabel 3.6 Indeks Pada Penyalahgunaan Jab atan ... 16
Tabel 3.7 Indeks Pada Indikator Menjual Pengaruh... 18
Tabel 3.8 Indeks Pada Indikator Transaksi Biaya... 19
Tabel 3.9 Indeks Pada Indikator Biaya Tambahan... 21
Tabel 3.10 Indeks Pada Indikator H adiah... 22
Tabel 3.11 Indeks Pada Tranparansi Biaya ... 24
Tabel 3.12 Indeks Pada Indikator Percaloan... 25
Tabel 3.13 Indeks Pada Indikator Perbuatan Curang... 27
Tabel 3.14 Indeks Pada Indikator Transaksi R ahasia... 29
Tabel 3.15 Indeks Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta.... 30
Tabel 3.16 Persepsi Korupsi Pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta... 32
iv
DAFTAR GAMBAR
Grafik 2.1 Model Alur Penyusunan Survei IPK Menuju Zona Integritas...7
Grafik 3.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...9
Grafik 3.2 Profil Responden Berdasarkan Usia... 10
Grafik 3.3 Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan... 11
Grafik 3.4 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan... 13
Grafik 3.5 Indeks Pada Indikator Manipulasi P eraturan... 15
Grafik 3.6 Indeks Pada Penyalahgunaan J a b a ta n ... 17
Grafik 3.7 Indeks Pada Indikator Menjual Pengaruh... 18
Grafik 3.8 Indeks Pada Indikator Transaksi Biaya... 20
Grafik 3.9 Indeks Pada Indikator Biaya Tam bahan...21
Grafik 3.10 Indeks Pada Indikator Hadiah... 23
Grafik 3.11 Indeks Pada Tranparansi Biaya ...24
Grafik 3.12 Indeks Pada Indikator Percaloan...26
Grafik 3.13 Indeks Pada Indikator Perbuatan C urang... 28
Grafik 3.14 Indeks Pada Indikator Transaksi Rahasia... 29
Grafik 3.15 Indeks Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta ..31
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sejalan dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, Satuan Kerja pada pengadilan berkomitmen untuk terus menerus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik.
Komitmen tersebut mengacu amanah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014 serta mengacu kepada Peraturan Menteri PAN & RB 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani Di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Salah satu wujud komitmen tersebut yaitu dengan disusunnya Indeks Persepsi Anti Korupsi yang menjadi salah satu parameter pemerintahan yang bersih dan melayani.
Pengadilan merupakan satuan kerja yang melaksanakan peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis serta mengelola sumber daya yang cukup besar. Pengadilan Tinggi Yogyakarta untuk menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, perlu memperoleh masukan dari masyarakat menyangkut pelayanan di lingkungannya. Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani menitikberatkan pada integritas penyelenggara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Integritas penyelenggara pelayanan publik akan dinilai diantaranya dapat dilihat dari potensi suap dan kemungkinan penambahan biaya diluar tarif resmi yang telah ditetapkan.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | J
1.2. Maksud Dan Tujuan
Maksud Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Indeks Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta adalah sebagai referensi pengambilan kebijakan untuk mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme.
Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Survei Indeks Persepsi Korupsi adalah tersusunnya rekomendasi terkait kajian menuju zona integritas wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.
1.3. Landasan Hukum
a) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Kolusi, Korupsi Dan Nepotisme.
b) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
c) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
d) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
e) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan KorupsiJangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014.
f) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015- 2019.
g) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 2
1.4.1. Persiapan
Sebelum melaksanakan survei indeks persepsi korupsi beberapa persiapan yang perlu perhatikan adalah sebagai berikut.
Penetapan Pelaksana
Survei dilaksanakan secara mandiri.
Penyiapan Bahan a. Kuesioner.
b. Bagian dari Kuesioner/Pengantar c. Kelengkapan peralatan.
Penetapan Responden, Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data
a. Jumlah Responden.
b. Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data.
Penyusunan Jadwal
Penyusunan rencana dan pelaksanaan survei dilakukan.
1.4.2. Pelaksanaan Pengumpulan Data
Isian data terhadap 10 unsur pertanyaan yang telah ditetapkan di dalam kuesioner.
Pengisian Kuesioner oleh responden yang mendapatkan penjelasan terlebih dahulu dari petugas dan hasilnya dikumpulkan di tempat yang telah disediakan.
Pengujian kualitas dan validitas data.
Data pendapat responden yang terisi dalam kuesioner kemudian dikompilasi dan dipilah berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan sebagai bahan
dalam analisis obyektivitas responden.
1.4. Rencana Kerja
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 3
1.4.3. Metode Survei
Survei dilaksanakan dalam interval waktu per 6 bulan (dua kali dalam satu tahun).
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta j 4
BAB II METODOLOGI 2.1. Metode Penelitian
Penelitian Indeks Persepsi Korupsi (IPK) ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain yang digunakan dalam penelitian tersebut.
Deskriptif kuantitatif bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk menggambarkan karakteristik individu atau kelompok yang menjadi unit analisis dalam penelitian.
2.2. Populasi Dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.
Accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan Tim Survei dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
2.3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti melakukan penelitian terutama dalam menangkap kejadian atau peristiwa yang sebenarnya terjadi dari obyek yang diteliti agar didapat data- data penelitian yang akurat, dalam hal ini yaitu di Kantor Pengadilan Tinggi Yogyakarta.
2.4. Teknik Pengumpulan Data Dan Quality Control
Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang disi tanpa wawancara tatap muka. Pengumpulan data dilaksanakan pada rentang waktu satu bulan atau data minimal 100 responden.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | S
Selanjutnya data dikumpulkan oleh petugas pelaksana yang yang dibekali dengan pelatihan.
Kerja petugas pelaksana akan diawasi oleh pengawas (Wakil Ketua Pengadilan). Wakil Ketua Pengadilan akan mengecek kerja petugas pelaksana saat berkomunikasi dengan responden, membagikan dan mengumpulkan kuesioner, meneliti kuesioner, serta sekaligus memastikan apakah responden benar-benar disurvei secara tepat oleh petugas, dan bertanggung jawab terhadap hasil perhitungan survei IPK.
2.5. Teknik Analisis Data
Analisis data untuk menentukan indeks korupsi menggunakan teknik statistik deskriptif. Data persepsi diukur dengan menggunakan skala penilaian antara 1 - 4. Dimana nilai 1 merupakan skor persepsi paling rendah dan nilai 4 merupakan skor persepsi paling tinggi dan mencerminkan kualitas birokrasi yang bersih dan baik dalam melayani.
Data persepsi korupsi disajikan dalam bentuk skoring/angka absolut agar diketahui peningkatan/penurunan indeks persepsi korupsi masyarakat atas pelayanan yang diberikan di setiap tahunnya. Teknik analisis perhitungan Indeks Persepsi Korupsi pada kuesioner dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Pertama, menentukan bobot total dari masing-masing indikator yang digunakan dalam penelitian ini. Kedua, mencari bobot rata- rata setiap indikator.
Skala indeks tiap unsur berkisar antara 1 - 4 yang kemudian dikonversikan ke angka 0-100.
Skala indeks persepsi korupsi antara 1 - 4 yang artinya mendekati nilai 4 maka persepsi korupsi makin baik semakin BERSIH DARI KORUPSI.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 6
2 .6 . Tahapan pelaksanaan
Sebelum tim melakukan survei lapangan, dilakukan beberapa tahapan agar instrumen yang dipergunakan dapat diaplikasikan sesuai realitas lapangan. Adapun alur penyusunan tools untuk survei persepsi korupsi ini dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini:
Grafik 2.1
Model alur penyusunan survei IPK menuju Zona Integritas
Referensi Studi
P E N IL A IA N
Mte' j Relaksanaan Survei
m Penyusunan
L a p o r a n
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 7
Tabel 2.1
Indikator Survei Indeks Presepsi Korupsi
No Indikator
1 Manipulasi Peraturan 2 Penyalahgunaan Jabatan 3 Menjual Pengaruh
4 Transaksi Biaya 5 Biaya Tambahan 6 Hadiah
7 Transparansi Biaya 8 Percaloan
9 Perbuatan Curang 10 Transaksi Rahasia
Tabel 2.2 Nilai Persepsi Nilai
Persepsi Nilai Interval Nilai Interval
Konversi IPK Mutu Kinerja
1 1 .0 0 - 1.75 25 - 43.75 1 Tidak bersih dari korupsi 2 1.76 - 62.50 43.76 - 62.50 2 Kurang bersih dari korupsi 3 2.51 - 3.25 62.51 - 81.25 3 Cukup bersih dari korupsi 4 3.26 - 4.00 81.26 - 100.00 4 Bersih dari korupsi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 8
BAB III
INDEKS PERSEPSI KORUPSI 3.1. Profil Responden
3.1.1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden pengguna layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan adalah laki-laki sebanyak 75%.
Tabel 3.1
Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis kelamin Jumlah Persentase
1. Laki-Laki 75 75
2. Perempuan 25 25
Jumlah 100 100
Grafik 3.1
P ro fil R e s p o n d e n B e rd a s a rk a n Jenis K e la m in
70 i 60 i 5° :
4 0 i HHHHH
30 H H 25
2 0 : HHBH
1° :
0 :
Laki-Laki Perempuan
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 9
Sementara itu jika melihat responden pengguna layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta berdasarkan kelompok usia, menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan berada dalam kelompok usia produktif yaitu pada usia antara 21 tahun s /d 30 tahun. Sedangkan kelompok usia di atas 61 tahun s /d 70 tahun merupakan pengguna layanan paling sedikit.
Tabel 3.2
3.1.2. Profil Responden Berdasarkan Umur.
Profil Responden Berdasarkan Umur
No Usia Jumlah Persentase
1. 21-30 tahun 32 32
2. 31-40 tahun 21 21
3. 41-50 tahun 12 12
4. 51-60 tahun 27 27
5. 61-70 tahun 3 3
6. Tidak diisi 5 5
Jumlah 100 100
Grafik 3.2
P ro fil R e s p o n d e n B e rd a s a rk a n U m u r
35 32
30
111
2725
21
20
■
15
■ ■
1210
5
■
1
3
5
0
B H ■
I P I I i l21-30 tahun 3 1 -40 tahun 4 1 -5 0 tahun 51-60 tahun 6 1 -70 tahun Tidak diisi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 10
Dari hasil survei yang telah dilakukan memperoleh gambaran bahwa dari latar belakang pendidikan, pengakses layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta mayoritas memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (SI) sebanyak 72%.
Tabel 3.3
3.1.3 Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. SI 72 72
2. S2 25 25
3. S3 1 1
4. SMA 1 1
5. Tidak diisi 1 1
Jumlah 100 100
Grafik 3.3
80
70
60
50
40
30
20
10
0
P ro fil R e s p o n d e n B e rd a s a rk a n T in g k a t P e n d id ik a n
72
SI
25
1 1 1
S2 S3 SMA Tidak diisi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 11
Dari sisi jenis pekerjaan responden, menunjukkan bahwa sebesar 69% responden pengguna layanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta memiliki pekerjaan sebagai advokat.
Tabel 3.4
Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan 3.1.4. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Persentase
1. Advokat 69 69
2. Karyawan 8 8
3. Mahasiswa 2 2
4. Pedagang 1 1
5. Pegawai 1 1
6. Pensiunan 3 3
7. PNS 3 3
8. Wiraswasta 12 12
9. Tidak diisi 1 1
Jumlah 100 100
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 12
Grafik 3 .4
P ro fil R e s p o n d e n B e rd a s a rk a n P e k e rja a n 80
70 69
60
50
40
30
20
10 8
1 1
2 1 1 V0 i * -5 mm&m **«**«*.
Advokat Karyawan Mahasiswa Pedagang Pegawai Pensiunan PNS Wiraswasta Tidak diisi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 13
3.2. Indeks Persepsi Korupsi Per Indikator 3.2.1. Indikator Manipulasi Peraturan
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator Manipulasi Peraturan ini menunjukkan hasil pada index 3,77 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari manipulasi peraturan.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator manipulasi peraturan dengan pertanyaan “Apakah pelayanan oleh petu gas sesuai prosedur dan ketentuan
dan tid a k dipersulit untuk m aksud tertentu?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.5
Indeks Pada Indikator Manipulasi Peraturan
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Tidak pernah 1 0 0
2. Jarang 2 1 1
3. Sering 3 21 21
4. Selalu 4 78 78
Jumlah 100 100
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ M
Grafik 3.5
100
In d e k s P ada In d ik a to r M a n ip u la s i P e ra tu ra n
90 80 70 60 50 40 30 20 10
0
87
SELALU
■
11 SMfi'SSSi2 0SERING JARANG TID A K PERNAH
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menerima pelayanan oleh petugas sesuai prosedur dan ketentuan dan tidak dipersulit untuk maksud tertentu.
3.2.2. Indikator Penyalahgunaan Jabatan
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator penyalahgunaan jabatan ini menunjukkan hasil pada index 3,75 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari penyalahgunaan jabatan.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator penyalahgunaan jabatan dengan pertanyaan “A pakah
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 15
dalam memperoleh layanan pengadilan secara cepat dan mudah selalu diberikan tanpa ada penaw aran dari petu gas untuk meminta imbalan tertentu?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.6
Indeks Pada Penyalahgunaan Jabatan
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Tidak pernah 1 3 3
2. Jarang 2 1 1
3. Sering 3 14 14
4. Selalu 4 82 82
Jumlah 100 100
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden merasa bahwa dalam memperoleh layanan pengadilan diberikan tanpa adanya penawaran dari petugas untuk meminta imbalan tertentu. Hasil tersebut dapat juga disajikan dengan grafik sebagai berikut:
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 16
Grafik 3.6
In d e k s P ada In d ik a to r P e n y a la h g u n a a n J a b a ta n 100
90 87
so
Wm
70 I | 1
60 : '
50 f l j j
40 ■
30 20
11 1 0
0
■ j l
■
2 0SELALU SERING JARANG T ID A K PERN AH
3.2.3. Indikator Menjual Pengaruh
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator menjual pengaruh ini menunjukkan hasil pada index 3,89 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta tidak pernah ada yang menjual pengaruh.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator menjual pengaruh dengan pertanyaan “Pernahkah dihubungi oleh seseorang (karyawan pengadilan) yang akan membantu dalam pengurusan surat/berkas p erkara?”,dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 17
Tabel 3 .7
Indeks Pada Indikator Menjual Pengaruh
No Jawaban
-V:' Skor Jumlah Persentase
i. Selalu 1 0 0
2. Sering 2 2 2
3. Jarang 3 7 7
4. Tidak pernah 4 91 91
Jumlah 100 100
Grafik 3.7
In d e k s P ada In d ik a to r M e n ju a l P e n g a ru h
100 95
T ID A K P E R N A H JARANG SERING SELALU
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak pernah dihubungi oleh seseorang (karyawan pengadilan) yang akan membantu dalam pengurusan surat/berkas perkara.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 18
3.2.4. Indikator Transaksi Biava
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator pada indikator transaksi biaya ini menunjukkan hasil pada index 3,81 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta memberikan informasi mengenai transaksi biaya.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator transaksi biaya dengan pertanyaan “Apakah selalu mudah dalam m endapatkan informasi tentang tarif/biaya baik melalui website ataupun petugas layanan?”,dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3,8
Indeks Pada Indikator Transaksi Biaya
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Tidak pernah 1 0 0
2. Jarang 2 4 4
3. Sering 3 11 11
4. Selalu 4 85 85
Jumlah 100 100
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | J 9
Grafik 3.8
In d eks Pada In d ik a to r T ransaksi Biaya 100
80
70 1 1 1
60
so
mm40 mM
30 H
20 H
10 ■ ■
0 ... ■
SELALU
11
■
2 0SERING JARANG T ID A K PERNAH
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden selalu memperoleh kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang tarif/biaya baik melalui website ataupun petugas layanan.
.2.5. Indikator Biaya Tambahan
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator biaya tambahan ini menunjukkan hasil pada index 3,83 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari adanya biaya tambahan.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator biaya tambahan dengan pertanyaan “A p a ka h selalu m em bayar sesuai ta r if resmi tanpa ada biaya tam bahan?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 20
Tabel 3.9
Tabel Indeks Pada Indikator Biaya Tambahan
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Tidak pernah 1 1 1
2. Jarang 2 1 1
3. Sering 3 12 12
4. Selalu 4 86 86
Jumlah 100 100
Grafik 3.9
In d eks Pada In d ik a to r Biaya T a m b a h a n
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10
0
SELALU
11
SERING JARANG TID A K PERNAH
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden selalu membayar sesuai tarif resmi tanpa ada biaya tambahan.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 21
3.2.6. Indikator Hadiah
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator hadiah ini menunjukkan hasil pada index 3,87 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari penerimaan hadiah.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator hadiah dengan pertanyaan “Memberikan tanda terima kasih a ta s layanan yang diterim a (meskipun tid a k diminta)?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.10
Indeks Pada Indikator Hadiah
Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Selalu 1 0 0
2. Sering 2 3 3
3. Jarang 3 7 7
4. Tidak pernah 4 90 90
Jumlah 100 100
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan tanda terima kasih atas layanan yang diterima (meskipun tidak diminta).
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 22
Grafik 3 .1 0
In d eks P ada In d ik a to r H a d ia h
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10
0
T ID A K PERNAH
5
JARANG
0
SERING
0
SELALU
3.2.7. Indikator Tranparansi Biava
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator transparansi biaya ini menunjukkan hasil pada index 3,85 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta transparan dalam pengelolaan pembiayaan.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator transparansi biaya dengan pertanyaan “Menerima bukti tran saksi keuangan/pembayaran yang sah setelah proses pem bayaran dilaku kan?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 23
Tabel 3.11
Indeks Pada Tranparansi Biaya
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Tidak pernah 1 0 0
2. Jarang 2 2 2
3. Sering 3 11 11
4. Selalu 4 87 87
Jumlah 100 100
Grafik 3.11
In d eks P ada In d ik a to r T ra n s p a ra n s i Biaya
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10
0
87
SELALU
11
SERING
2
JARANG
0
T ID A K PERNAH
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden selalu menerima bukti transaksi keuangan/pembayaran yang sah setelah proses pembayaran dilakukan.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 24
3.2.8. Indikator Percaloan
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator percaloan ini menunjukkan hasil pada index 3,91 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari tindakan percaloan.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator percaloan dengan pertanyaan “Pernah mengetahui ada p ra k tek percaloan dalam pengurusan layanan di pengadilan?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.12
Indeks Pada Indikator Percaloan
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Selalu 1 0 0
2. Sering 2 1 1
3. Jarang 3 7 7
4. Tidak pernah 4 92 92
Jumlah 100 100
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 25
Grafik 3 .1 2
In d ek s Pada In d ik a to r P e rc a lo a n
100 95
90 80 70 60 50 40 30 20
10 5
0
0 . ..
TIDAK PERNAH JARANG SERING
o
SELALU
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak pernah ada yang mengetahui ada praktek percaloan dalam pengurusan layanan di pengadilan.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 26
3.2.9. Indikator Perbuatan Curang
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator perbuatan curang ini menunjukkan hasil pada index 3,87 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari perbuatan curang.
Adapun hasil jawaban dari responden atas pertanyaan pada indikator perbuatan curang dengan pertanyaan
“Pernah m elihat dan/atau m endengar m asih terjadi p r a k te k KKN di pen g a d ila n ?”, dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Tabel 3.13
Indeks Pada Indikator Perbuatan Curang
No Jawaban Skor Jumlah Persentase
1. Selalu 1 0 0
2. Sering 2 1 1
3. Jarang 3 11 11
4. Tidak pernah 4 88 88
Jumlah 100 100
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 27
Grafik 3 .1 3
1 0 0 95
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
TIDAK PERNAH JARANG SERING SELALU
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak pernah ada yang melihat dan/atau mendengar masih terjadi praktek KKN di pengadilan.
In d e k s P ada In d ik a to r P e rb u a ta n C u ran g
3.2.10. Indikator Transaksi Rahasia
Dari skala 1 sampai 4, hasil persepsi responden pada indikator transaksi rahasia ini menunjukkan hasil pada index 3,95 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih dari Korupsi.
Indeks dapat diartikan bahwa kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta bersih dari transaksi rahasia.
Adapun hasil jawaban dari responden pada indikator transaksi rahasia dengan pertanyaan “Pernah m engurus p erka ra m elalui H akim /P anitera/Staff pengadilan d iluar p e r s i d a n g a n dapat disajikan dengan tabel sebagai berikut:
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 28
Tabel 3 .1 4
Indeks Pada Indikator Transaksi Rahasia
No Jawaban Skor Jum lah Persentase
1. Selalu 1 0 0
2. Sering 2 0 0
3. Jarang 3 5 5
4. Tidak pernah 4 95 95
Jumlah 100 100
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak pernah ada yang mengurus perkara melalui Hakim /Panitera/Staff pengadilan diluar persidangan. Hasil tersebut dapat juga disajikan dalam grafik sebagai berikut:
Grafik 3.14
In d e k s P ada In d ik a to r Transaksi R ah asia
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 29
Dari indeks 10 indikator tersebut di atas, maka diperoleh Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta sebesar 3,85 berada pada interval nilai 3,26 - 4,00 dengan kategori Bersih Dari Korupsi.
Adapun hasil dari 10 indikator Indeks Persepsi Korupsi dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut:
3 .3. Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta
Tabel 3.15
Indeks Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta
No Ruang Lingkup Nilai Kinerja
1 Manipulasi Peraturan 3.77 Bersih dari Korupsi 2 Penyalahgunaan Jabatan 3.75 Bersih dari Korupsi 3 Menjual Pengaruh 3.89 Bersih dari Korupsi 4 Transaksi Biaya 3.81 Bersih dari Korupsi 5 Biaya Tambahan 3.83 Bersih dari Korupsi
6 Hadiah 3.87 Bersih dari Korupsi
7 Transparansi Biaya 3.85 Bersih dari Korupsi
8 Percaloan 3.91 Bersih dari Korupsi
9 Perbuatan Curang 3.87 Bersih dari Korupsi 10 Transaksi Rahasia 3.95 Bersih dari Korupsi
IPK 3,85 Bersih dari Korupsi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 30
Grafik 3 .1 5
In d e k s P ersepsi K orupsi P e n g a d ila n T in g g i Y o g ya k a rta 4.00
3.95
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta j 31
Indeks Persepsi Korupsi tersebut jika dikonversikan dalam tabel persepsi di bawah ini, maka skor indeks tersebut masuk pada persepsi kinerja Pengadilan Tinggi Yogyakarta BERSIH DARI KORUPSI. Nilai interval konversi Indeks Persepsi Korupsi berada pada angka 96,25.
Tabel 3.16
Persepsi Korupsi pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta NILAI
PERSEPSI
NILAI INTERVAL
NILAI INTERVAL
KONVERSI IPK MUTU KINERJA
1 1.00 - 1.75 25 - 43.75 1 Tidak bersih dari korupsi 2 1.76 - 62.50 4 3 .7 6 -6 2 .5 0 2 Kurang bersih dari korupsi 3 2.51 - 3.25 62.51 - 81.25 3 Cukup bersih dari korupsi 4 3 .2 6 -4 .0 0 81.26 - 100.00 4 Bersih dari korupsi
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 32
BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan
Dari hasil survei Persepsi Korupsi yang telah dilakukan Pengadilan Pengadilan Tinggi Yogyakarta diperoleh informasi bahwa pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta memiliki Indeks Persepsi Korupsi 3,85 atau masuk pada kategori Bersih Dari Korupsi.
Indeks persepsi tersebut merupakan komposit dari indeks 10 indikator yang masing-masing memiliki indeks sebagai berikut:
1. Indikator Manipulasi Peraturan, mendapat indeks 3,77 2. Indikator Penyalahgunaan Jabatan, mendapat indeks 3,75 3. Indikator Menjual Pengaruh, mendapat indeks 3,89
4. Indikator Transaksi Biaya, mendapat indeks 3,81 5. Indikator Biaya Tambahan, mendapat indeks 3,83 6. Indikator Hadiah, mendapat indeks 3,87
7. Indikator Tranparansi Biaya, mendapat indeks 3,85 8. Indikator Transparansi Percaloan, mendapat indeks 3,91 9. Indikator Perbuatan Curang, mendapat indeks 3,87 10. Indikator Transaksi Rahasia, mendapat indeks 3,95 4.2. Rekomendasi
Merujuk pada hasil indeks persepsi pada setiap indikator terhadap pelayanan di Pengadilan Tinggi Yogyakarta Semester 1 Tahun 2020 tersebut di atas, menunjukkan bahwa mayoritas indikator memiliki indeks di atas 3,26 atau masuk pada persepsi bersih dari korupsi.
Hasil tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan.
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta \ 33
DAFTAR PUSTAKA
Keputusan Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara Nomor: KEP/25/M.PAN/
2/2004 Tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.
Ridwan. 2008. Dasar-dasar Statistik. Penerbit Alfa Beta. Bandung.
Saifuddin Azwar. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar Sutrisno Hadi. 2003. Statistik Jilid 2. Penerbit ANDI Offset. Yogyakarta.
Sutrisno Hadi. 2003. Statistik Jilid 3 Penerbit ANDI Offset Yogyakarta.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 34
LAMPIRAN
Laporan Hasil Survei Indeks Persepsi Korupsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta | 35
TIM SU R V E I IN D E K S P E R S E P S I K O R U PSI PENG ADILAN T IN G G I YOGYAKARTA
JADWAL SURVEI INDEKS PERSEPSI KORUPSI PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA
TAHUN 2 0 2 0
NO KEGIATAN
JAN Pembuatan kuesioner
Menentukan besaran dan teknik pengambilan sampel Menentukan responden
SEMESTER I SEMESTER 2
FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGT SEPT OKT NOV DES
Melaksanakan survei Olah data hasil survei
Menyajikan dan melaporkan hasil survei
P E N G A D IL A N T IN G G I Y O G Y A K A R T A
Jl. Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH., Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta - 55187
Telp. (0274) 4396412, Fax. (0274) 4396415, Email: [email protected] Website: www.pt-yogyakarta.go.id
KUESIONER SURVEI INDEKS PERSEPSI KORUPSI
IDENTITAS RESPONDEN ; 1. Nama
2. Instansi/Perusahaan
(boleh inisial atau tidak diisi)
3. Umur (Tahun)
4. Jenis Kelamin 1. Laki - laki 2. Perempuan 5. Pendidikan terkahir 1. Tidak sekolah 5. Diploma (D1/D2/D3/D4)
2. SD 6. Sarjana (SI)
3. SMP/SLTP 7. Pasca Sarjana (S2/S3) 4. SLTA
5. Pekerjaan Utama : 1. PNS 2. TNI/Polri 3. Pegawai Swasta 4. Wiraswasta
5. Petani/Nelayan 6. Pedagang
7. Pelajar / Mahasiswa 8. Lainnya...
PETUNJUK :
1. Mohon diisi sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu/Saudara(i) yang sebenarnya, karena hal ini tidak mempengaruhi kondite maupun pelayanan terhadap Bapak/ Ibu/saudara (i), dan betul-betul untuk kepentingan ilmiah.
2. Cara pengisian Kuesioner
Bapak/Ibu/Saudara(i) memberi tanda silang ( X ) atau lingkaran pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara(i).
KUESIONER
Pertanyaan-pertanyaan Survei
Bagaimana pendapat Bapak/Ibu/Saudara(i) Selalu Sering Jarang Tidak pernah
Kode Pengo lahan
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Eksternal
1.
Apakah pelayanan oleh petugas sesuai prosedur dan ketentuan dan tidak dipersulit untuk maksud tertentu?
(Manipulasi Peraturan)
1 2 3 4
2.
Apakah dalam memperoleh layanan pengadilan secara cepat dan mudah selalu diberikan tanpa ada penawaran dari petugas untuk meminta imbalan tertentu?
(Penyalahgunaan Jabatan)
1 2 3 4
3.
Pernahkah dihubungi oleh seseorang (karyawan pengadilan) yang akan membantu dalam pengurusan surat/berkas perkara? (Menjual Pengaruh)
1 2 3 4
4.
Apakah selalu mudah dalam mendapatkan informasi tentang tarif/biaya baik melalui website ataupun petugas layanan?
(Transaksi Biaya)
1 2 3 4
5.
Apakah selalu membayar sesuai tarif resmi tanpa ada biaya tambahan?
(Biaya Tambahan)
1 2 3 4
6.
Memberikan tanda terima kasih atas layanan yang diterima (meskipun tidak diminta) ? (Hadiah)
1 2 3 4
7.
Menerima bukti transaksi keuangan/pembayaran yang sah setelah proses pembayaran dilakukan?
(Transparasi Biaya)
1 2 3 4
8.
Pernah mengetahui ada praktek percaloan dalam pengurusan layanan di pengadilan?
(Percaloan)
1 2 3 4
9.
Pernah melihat dan/atau mendengar masih terjadi praktek KKN di pengadilan?
(Perbuatan Curang)
1 2 3 4
10.
Pernah mengurus perkara melalui Hakim/Panitera/Staff pengadilan diluar persidangan?
(Transaksi Rahasia)
1 2 3 4
PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA
’rof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H., Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Telepon : (0274) 4396412, Fax (0274) 4396415
Website: www.pt-yogyakarta.go.id, Email: [email protected]
PENGELOLAAN INDEKS PERSEPSI KORUPSI
No.
R esponden
N IL A I PER IN D IK A T O R
Keterangan
n 12 13 14 15 16 17 18 re
1 4 3 4 4
i
4 4 4 4 42 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
6 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
7 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4
8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
14 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
16 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
18 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4
19 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4
20 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4
21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
22 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
24 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4
25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
27 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4
28 4 4 4 2 3 4 2 4 4 4
29 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4
30 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
31 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
32 4 4 4 4 1 4 3 4 4 4
33 4 3 4 2 4 4 2 4 4 4
34 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
35 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
36 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4
37 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
38 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
39 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4
40 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4
41 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4
42 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3
43 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
44 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4
45 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3
46 3 1 4 4 4 4 4 4 4 4
47 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3
48 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4
49 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4