8 A. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian tentang kajian kontribusi pekerja perempuan terhadap pembentukan pendapatan keluarga yang dituliskan Sukamto (2014).
Penelitiannya menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, tabulasi silang ( Crosstabulation ) melalui pendekatan Chi-square.
Tingkat pendidikan responden sangat rendah, yaitu tamat SD dan tidak sekolah sebesar 55,71%, tamat SMP sebesar 22,86%, dan tamat SMA sebesar 21,45%. Kondisi tersebut paling tidak menyebabkan pendapatan pekerja perempuan sebagai responden dalam penelitian masih relatif rendah, yaitu sebesar Rp598,857 per kapita per bulan. Apabila dibandingkan dengan tingkat upah minimum Kabupaten Bantul sebesar Rp1.125.500 per kapita per bulan, maka rata-rata pendapatan perempuan dalam studi ini masih sangat rendah, sehinggah kontribusinya terhadap pendapatan keluarga masih relatif rendah, hanya sebesar 36,32%.
Analisis tabulasi silang yaitu pendekatan Chi-square menunjukkan bahwa dalam penelitian ini umur mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pekerja perempuan, karena sebagian besar berada pada usia produktif. Sedangkan pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan pekerja perempuan, karena hampir sebagian besar pekerja perempuan masih berpendidikan rendah.
Setiawan (2013), penelitian tentang kinerja karyawan dengan menggunakan teknik analisis data uji statistic deskriptif, ujivaliditas, ujirealibilitas, regresi linear berganda, Uji T, Uji F, Koefisien determinasi (R2), dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara parsial (individu) variabel karakteristik individu tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan sedangkan variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Pengaruh yang diberikan oleh variabel lingkungan kerja tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi pula kinerja karyawan yang dihasilkan. Maka dari hasil pengujian tersebut hanya variabel lingkungan kerja yang sesuai dengan hipotesis yang diajukan.
Yani (2016), penelitian tentang produktivitas pengerajin emas.
Metode analisis yang di gunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan, lama bekerja, dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap penerimaan tenaga kerja pengerajin emas. Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas tenaga kerja pengerajin emas di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.
Penelitian sukamto menyatakan bahwa terdapat hubungan yg signifikan antara usia dengan pendapatan tetapi pada penelitian ini hubungan usia dengan pendapatan tidak signifikan. Penelitian ini pun menambah variabel jam kerja sebagai faktor yang dapat menunjang menambahnya pendapatan keluarga. Pada penelitian Setiawan adanya perbedaan variabel serta alat analisis dengan penelitian ini. Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi karakteristik individu adalah usia, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja, dan jumlah tanggungan. Pada penelitian Yani adanya perbedaan alat analisis yang digunakan. Penelitian menggunakan alat regresi linier berganda, sedangkan pada penelitian menggunakan uji Chi Square. Pada penelitian Sukamto terdapat beberapa persamaan dengan penelitian ini, salah satunya penelitian yang meneliti tentang pekerja wanita dengan variabel tingkat pendidikan dan usia. Tetapi dalam penelitian ini variabel yang digunakan lebih dikembangkan, salah satunya terdapat variabel pengalaman kerja yang membuat penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya.
B. Tinjauan Teori
Setiap manusia dalam kehidupan pastilah bekerja dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja sendiri artinya seseorang yang mengeluarkan tenaga serta waktunya untuk menghasilkan suatu barang atau uang. Didalam pengertian ini termasuk istri yang bersama suami sedang berusaha memperoleh penghasilan. Dengan demikian wanita memiliki peran ganda dalam keluarga.
Peran wanita bekerja bekeluarga adalah membantu ekonomi rumah tangga. Dengan bekerjanya ibu, berarti sumber pemasukan keluarga tidak hanya satu, melainkan dua. Dan hal ini dapat mengupayakan kualitas hidup yang lebih baik untuk keluarga seperti dalam hal gizi, pendidikan, tempat tinggal, sandang, liburan dan fasilitas kesehatan. Selain itu peran wanita
bekerja berkeluarga sangat penting dalam menumbuhkan generasi yang berkualitas.
1. Ketenagakerjaan
Tenaga Kerja adalah penduduk yang berada dalam usia kerja.
Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang disebut sebagai tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
Indonesia, Badan Pusat Statistik pada tahun sekitar 1970-an menentukan batas usia kerja bila seseorang berumur 10 tahun atau lebih. Semenjak dilaksanakan SAKERNAS (Survei Angkatan Kerja) batas usia kerja dirubah menjadi 15 tahun atau lebih, ini dilaksanakan karena dianjurkan oleh International Labour Organization (ILO).
Beberapa konsep ketenagakerjaan yang berlaku secara umum (Nainggolan, 2009) :
a. Tenaga Kerja (Manpower) atau penduduk usia kerja (UK).
Tenaga Kerja adalah penduduk usia kerja (berusia 15 tahun ke atas) atau jumlah seluruh penduduk dalam satu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut.
b. Angkatan Kerja (Labor Force).
Angkatan Kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha untuk terlibat, atau berusaha terlihat dalam kegiatan produksi barang atau jasa, maka yang merupakan angkatan kerja adalah penduduk yang kegiatan utamanya selama seminggu yang lalu bekerja (K) dan penduduk yang sedang mencari pekerjaan (MP). Angkatan kerja yang masuk kategori bekerja apabila minimum bekerja selama 1 jam selama seminggu lalu untuk kegiatan produktif sebelum pencacahan dilakukan. Mencari pekerjaan adalah seseorang yang kegiatan utamanya sedang mencari pekerjaan, atau sementara sedang mencari pekerjaan dan belum bekerja minimal 1 jam selama seminggu yang lalu. Jadi angkatan kerja dapat diformulasikan melalui persamaan identitas sebagai berikut :
AK=K+MP
Penjumlahan angka-angka angkatan kerja dalam Bahasa ekonomi disebut sebagai penawaran angkatan kerja (Labour Supply).
Sedangkan penduduk yang bersatatus sebagai pekerja atau tenaga kerja termasuk ke dalam sisi permintaan (Labour Demand).
c. Bukan Angkatan Kerja (Unlabour Force).
Bukan angkatan kerja adalah penduduk yang berusia (15 tahun ke atas), namun kegiatan utama selama seminggu yang lalu adalah sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya. Apabila seseorang yang sekolah, mereka bekerja minimal 1 jam selama seminggu yang lalu, tetapi kegiatan utamanya adalah sekolah, maka individu termasuk tetap termasuk dalam kelompok bukan angkatan kerja.
Mereka yang tercatat lainnya jumlahnya tidak sedikit dan mungkin sebagian besar masuk ke dalam transisi antara sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau tidak dalam kategori bukan angkatan kerja (BAK). Jadi jumlah usia kerja (UK) apabila dilihat melalui persamaan identitas adalah sebagai berikut:
UK=AK+BAK
d. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate)
Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah menggambarkan jumlah angkatan kerja dalam suatu kelompok umur sebagai persentase penduduk dalam kelompok umur tersebut, yaitu membandingkan angkatan kerja (TPAK) dapat digunakan rumus sebagai berikut :
𝑇𝑃𝐴𝐾 =𝐴𝐾
𝑈𝐾𝑥 100%
e. Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate)
Jumlah penggangguran adalah angka yang menunjukkan berapa banyak dari jumlah angkatan kerja sedang aktif mencari pekerjaan, yaitu membandingkan jumlah orang yang mencari pekerjaan dengan jumlah angkatan kerja. Tingkat pengangguran (TP) dapat dirumus sebagai berikut :
𝑇𝑃 =𝑀𝑃
𝐴𝐾𝑥 100%
Jumlah orang yang bekerja tergantung dari besarnya permintaan (Demand) dan lapangan pekerjaan yang tersedia di dalam masyarakat. Permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh kegiatan perekonomian dan tingkat upah. Besar penempatan (jumlah orang yang bekerja atau tingkat employment) dipengaruhi oleh faktor kekuatan penyediaan dan permintaan tersebut, sedangkan besarnya penyediaan dan permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh tingkat upah (Nainggolan,2009). Pada ekonomi klasik bahwa penyediaan atau penawaran tenaga kerja akan meningkat ketika upah naik, sebaliknya permintaan tenaga kerja akan berkurang ketika upah turun.
2. Pemberdayaan Pekerja Wanita a. Konsep Pemberdayaan
Dalam konteks pemberdayaan bagi perempuan (Nugroho,2008) ada empat indikator pemberdayaan, yaitu :
1) Akses, dalam arti kesamaan hak dalam mengakses sumber daya- sumber daya produktif di dalam lingkungan.
2) Pertisipasi, yaitu keikutsertaan dalam mendayagunakan asset atau sumber daya – sumber daya yang terbatas tersebut.
3) Kontrol, yaitu bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk melakukan kontrol atas pemanfaatan sumber daya-sumber daya tersebut.
4) Manfaat, yaitu bahwa laki-laki dan perempuan harus sama-sama menikmati hasil-hasil pemanfaatan sumber daya atau pembangunan secra bersama dan setara.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan adalah proses untuk memperoleh daya, kekuatan atau kemampuan, dan atau pemberian daya, kekuatan atau kemampuan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau belum berdaya. Dalam penelitian ini yang di maksud perberdayaan adalah pemberdayaan yang dilakukan terhadap perempuan pemilik sekaligus pengelolah home industry kerajinan dompet di desa Pulo kabupaten Lumajang.
b. Program Pemberdayaan Perempuan di Bidang Ekonomi melalui Home Industri
Dalam hal peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia khususnya di daerah pedesaan, perempuan memiliki keterbatasan dalam menjalankan aktivitasnya, keterbatasan tersebut seperti rendahnya pendidikan, keterampilan, sedikitnya kesempatan kerja, dan juga hambatan ideologis perempuan yang terkait rumah tangga. Selain itu perempuan juga dihadapkan pada kendala tertentu yang dikenal dengan istilah “tripple burden of women”, yaitu perempuan harus melakukan fungsi reproduksi, produksi dan fungsi sosial secara bersamaan di masyarakat. Hal tersebut menyebabkan kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada menjadi sangat terbatas.
Oleh karena itu program pemberdayaan bagi perempuan di bidang ekonomi sangat diperlukan karena pada dasarnya perempuan memiliki potensi yang luar biasa dalam perekonomian terutama dalam pengaturan ekonomi rumah tangga. Menurut Nugroho (2008:164) tujuan dari program pemberdayaan perempuan adalah :
a Meningkatkan kemampuan kaum perempuan untuk melibatkan diri dalam program pembangunan, sebagai partisipasi aktif (subjek) agar tidak sekedar menjadi objek pembangunan seperti yang terjadi selama ini,
b Meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kepemimpinan, untuk meningkatkan posisi tawar menawar dan keterlibatan dalam setiap pembangunan baik sebagai perencana, pelaksana, maupun melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan, c Meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam mengelolah
usaha skala rumah tangga, industri kecil maupun industri besar untuk menunjang peningkatan kebutuhan rumah tangga, maupun untuk membuka peluang kerja produktif dan mandiri,
d Meningkatakan peran dan fungsi organisasi perempuan di tingkat lokal sebagai wadah pemberdayaan kaum perempuan agar terlibat 3. Sumber Daya Manusia.
Ekonomi Sumber Daya Manusia (Human Resources Economic) merupakan salah satu bagian dari ilmu ekonomi yang mengkaji dan menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi. Sehubungan dengan itu, ekonomi sumber daya manusia menitik beratkan pada penerapan teori pada analisis sumber daya manusia.
Ruang lingkup ekonomi sumber daya manusia meliputi dinamika kependudukan, ketenagakerjaan, struktur ketenagakerjaan, sektor formal, transisi kependudukan, mobilitas dan migrasi penduduk, permintaan dan penawaran tenaga kerja, pekerja dan perencanaan tenaga kerjaan serta penduduk dan pembangunan ekonomi.
Menurut teori Rational Expectation (Ratex) aliran ini lahir karena kebijakan-kebijakan Keynes yang di pakai selama ini gagal total dalam menghadapi permasalahan pada decade 70-an dan 80-an. Pakar- pakar aliran ratex meninjau asumsi-asumsi yang digunakan Keynesian seperti perlunya campur tangan pemerintah dan ekspetasi pola konsumsi masyarakat. Konsep pemikiran Aliran Ratex menganggap bahwa perekonomian cenderung pada keseimbangan. Oleh karena itu tidak perlu lagi adanya kebijaksanaan stabilitas seperti yang digunakan di masa Keynes. Aliran ini berasumsi bahwa masyarakat tidak bodoh.
Orang selalu berusaha mengejar kepentingan mereka sendiri dengan menggunakan semua informasi yang mereka punyai untuk memperkirakan apa yang akan terjadi dan apa yang melandasi semua tingkah lakunya. Aliran ini membahas aspek ketenagakerjaan seperti permintaan dan penawaran secara mendalam. Menurut aliran ini perubahan permintaan melalui ekspansi moneter atau rangsangan fiskal akan meningkatkan output kerja atau employment bila masyarakat tidak menduga adanya kenaikan permintaan.
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Mangkunegara,2013:2).
Sumber daya manusia dapat didefinisikan pula sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (pegawai). Pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan pengembangan individu pegawai.
4. Pendapatan.
Pendapatan merupakan uang yang diterima oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk gaji (salaries), upah (wages), sewa (rent), bunga (interest), laba (profit), dan sebagainya, bersama-sama dengan tunjangan pengangguran, uang pensiun, dan lain sebagainya. Dalam analisis mikro ekonomi, istilah pendapatan khususnya dipakai berkenaan dengan aliran penghasilan dalam suatu periode waktu yang berasal dari penyediaan faktor-faktor produksi (sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal) masing-masing dalam bentuk sewa, upah dan bunga, maupun laba, secara berurutan (Jaya,2011).
Keluarga pada umumnya terdiri dari seorang kepala keluarga dan beberapa orang anggotanya. Kepala rumah tangga adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap rumah tangga tersebut, sedangkan anggota keluarga atau rumah tangga adalah mereka yang hidup dalam satu atap dan menjadi tanggungan kepala rumah tangga yang bersangkutan.
Pendapatan keluarga adalah jumlah penghasilan riil dari seluruh anggota rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama maupun perseorangan dalam rumah tangga. Pendapatan keluarga merupakan balas karya atau jasa atau imbalan yang diperoleh karena sumbangan yang diberikan dalam kegiatan produksi.
5. Usia
Usia sesorang berhubungan dengan kapasitas fisik dimana kekuatannya terus bertambah sampai batas tertentu dan mencapai puncaknya pada umur 25 tahun. Pada umur 50-60 tahun kekuatan otot menurun sebesar 25%, kemampuan sonsoris-motoris menurun sebanyak 60%. Selanjutnya kemampuan kerja fisik seseorang yang berumur >60 tahun tinggi mencapai 50% dari umur orang yang berumur 25 tahun. Bertambahnya umur seseorang mencapai puncak kekuatan fisik (25 tahun) akan diikuti penurunan VO2 max, tajam pengelihatan, pendengaran, kecepatan membedakan sesuatu, membuat keputusan, dan kemampuan mengingat jangka pendek. Pemberian pekerjaan kepada seseorang harus selalu mempertimbangkan pengaruh umur (Tarwaka, 2014:17).
6. Tingkat Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses, teknik, dan metode belajar mengajar dengan maksud menstransfer suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain melalui prosedur yang sistematis dan teorganisir yang berlangsung dalam jangka waktu yang relative lama.
Sedangkan menurut pusat Bahasa departemen pendidikan nasional pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata cara seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia upaya pengajaran dan pelatihan (Harsono, 2011:162).
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1).
Disamping bekerja sering kali pendidikan merupakan syarat pokok untuk memegang fungsi tertentu, pada dasarnya fungsi pendidikan adalah sama dengan fungsi latihan yaitu memperlancar dalam melaksanakan tugas, kegiatan memperbaiki dan pengembangan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan pegawai yang bersangkutan.
Pendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang tidak dapat dipisahkan dari sistem organisasi. Adanya pegawai yang baru dan yang akan menempati posisi baru, mendorong pihak kepegawaian senantiasa menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan.
7. Pengalaman Kerja
a Pengertian Pengalaman Kerja
Pengalaman dalam semua kegiatan sangat diperlukan, karena experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang terbaik.
Maksud dari hal tersebut adalah bahwa seseorang belajar dari pengalaman yang pernah dialaminya.
Pengalaman dapat memunculkan potensi seseorang. Potensi yang penuh akan muncul secara bertahap seiring berjalannya waktu sebagai tanggapan terhadap bermacam-macam pengalaman. Jadi sesungguhnya yang penting diperhatikan dalam hubungan tersebut adalah kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalamannya, baik pengalaman manis maupun pahit. Maka pada hakikatnya pengalaman adalah pemahaman terhadap sesuatu yang dihayati dan dengan penghayatan serta mengalami sesuatu tersebut diperoleh pengalaman, keterampilan ataupun nilai yang menyatu pada potensi diri.
Orang yang berpengalaman dalam bekerja memiliki kemampuan kerja yang lebih baik dari orang yang baru saja memasuki dunia kerja, karena orang tersebut telah belajar dari kegiatan-kegiatan dan permasalahan yang timbul dalam kerjanya. Dengan adanya pengalaman kerja maka telah terjadi proses penambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta sikap pada diri seseorang, sehingga dapat menunjang dalam mengembangkan diri dengan perubahan yang ada.
Dengan pengalaman yang didapat seseorang akan lebih cakap dan terampil serta mampu melaksanakan tugas pekerjaannya. Dengan latihan berulang-ulang akan memperkuat dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seseorang. Bagi seorang karyawan proses-proses dalam bekerja merupakan latihan yang akan menambah pengalaman, sehingga karyawan tersebut mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam proses bekerja. Karenanya pengalaman dapat membangkitkan dan mengundang seseorang untuk melihat semua pekerjaan sebagai peluang untuk terus berlatih dan belajar sepanjang hayat. Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa pengalaman kerja adalah tingkat penguasaan pengetahuan serta keterampilan seseorang dalam pekerjaannya yang dapat diukur dari masa kerja dan dari tingkat pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya.
b Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengalaman Kerja
Mengingat pentingnya pengalaman kerja dalam suatu perusahaan, maka dipikirkan juga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja. (Handoko,2001:241) faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja adalah sebagai berikut :
1) Latar belakang pribadi, mencakup pendidikan, kursus, latihan, bekerja. Untuk menunjukkan apa yang telah dilakukan seseorang diwaktu yang lalu.
2) Bakat dan minat, untuk memperkirakan minat dan kapasitas atau kemampuan jawab dari seseorang.
3) Sikap dan kebutuhan (attitudes and needs) untuk meramalkan tanggung jawab dan wewenang seseorang.
4) Kemampuan-kemampuan analitis dan manipulatif untuk mempelajari kemampuan penilaian dan penganalisaan.
5) Keterampilan dan kemampuan teknik, untuk menilai kemampuan dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik pekerjaan.
c Indikator Pengalaman Kerja
Ada beberapa hal juga untuk menentukan berpengalaman tidaknya seorang karyawan yang sekaligus sebagai indikator pengalaman kerja yaitu :
1) Lama waktu / masa kerja
Ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik.
2) Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki
Pengetahuan merujuk pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan oleh karyawan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggungjawab pekerjaan. Sedangkan keterampilan merujuk pada kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas atau pekerjaan.
3) Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan
Tingkat penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik peralatan dan teknik pekerjaan.
C. Kerangka Pikir
Tabel 2.1 Kerangka Model Penelitian
Sumber : Dikembangkan untuk penelitian
Dari konsep kerangka pikir diatas dapat dijelaskan bahwa tingkat pendidikan, usia dan pengalaman kerja saling berhubungan dengan pendapatan dan mempengaruhi tingkat pendapatan pekerja wanita .
D. Pengembangan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap pertanyaan yang di ajukan. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Diduga terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pendapatan.
Diduga tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pendapatan.
Tingkat Pendidikan (X1)
Usia (X2) Pendapatan
Pekerja (Y)
Pengalaman Kerja (X3)
2. Diduga terdapat hubungan antara usia dengan pendapatan.
Diduga tidak terdapat hubungan antara usia dengan pendapatan.
3. Diduga terdapat hubungan antara pengalaman kerja dengan pendapatan.
Diduga tidak terdapat hubungan antara pengalaman kerja terhadap pendapatan.