BAHAN AJAR
PANDUAN PENYUSUNAN RPP JENJANG SD
OLEH: Departemen SD
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
PANDUAN PENYUSUNAN RPP JENJANG SD A. HAKIKAT RPP
Menurut Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.Tahapan pertama dalam pembelajaran menurut Standar Proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.
Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di SD (Kemdikbud, 2013: 9) RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk SD menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.
pendekatan saintifik. Penerapan pembelajaran Tematik Terpadu dengan pendekatan saintifikmembawa implikasi perubahan dalam pembelajaran di SD. Perubahan itu mengakibatkan perubahan pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sistem penilaian, buku siswa, buku guru, program remedial serta pengayaan, dan sebagainya.
B. Prinsip-prinsip Pengembangan RPP
Berbagai prinsip dalam menyusun RPP adalah sebagai berikut.
1. RPP disusun guru sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan silabus yang telah dikembangkan pada tingkat nasional ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran. 2. RPP dikembangkan guru dengan menyesuaikan apa yag dinyatakan dalam
silabus dengan kondisi pada satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan emosi, maupun gaya belajar.
3. RPP mendorong partisipasi aktif peserta didik.
4. RPP sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik sebagai manusia yang mandiri dan tak berhenti belajar, proses pembelajaran dalam RPP dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mengembangkan motivasi, minat, rasa ingin tahu, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, semangat belajar, keterampilan belajar, dan kebiasaan belajar. 5. RPP mengembangkan budaya membaca dan menulis.
6. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
7. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi, dan umpan balik.
8. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasi pembelajaran tematik, keterpaduan lintas matapelajaran untuk sikap dan keterampilan, dan keragaman budaya.
9. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasikan secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
C. KOMPONEN DAN SISTEMATIKA RPP
RPP paling sedikit memuat: (i) tujuan pembelajaran, (ii) materi pembelajaran, (iii) metode pembelajaran, (iv) sumber belajar, dan (v) penilaian.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan :
Kelas/Semester : Tema :
Alokasi Waktu :
A. Standar Kompetensi (SK)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran F. Sumber dan Media Pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran H. Penilaian Pembelajaran
Komponen RPP pada K-13
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan :
Kelas/Semester : Tema/Subtema/PB :
Alokasi Waktu :
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. --- (KD pada KI-1) 2. --- (KD pada KI-2) 3. --- (KD pada KI-3) Indikator:---4. --- (KD pada KI-4)
Indikator:
---C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran (Rincian dari materi pembelajaran) E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran) F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media 2. Alat/ Bahan 3. Sumber Belajar
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan Kesatu:
a. Pendahuluan (….menit) b. Inti (…menit)
c. Penutup (….. menit) 2. Pertemuan Kedua:
a. Pendahuluan b. Inti (…menit) c. Penutup (…..menit) H. Penilaian
1. Jenis/ Teknik Penilaian
2. Bentuk Instrumen dan Instrumen 3. Pedoman Penskoran
Keterangan:
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan. 2. Identitas tema/subtema.
3. Kelas/semester. 4. Materi pokok.
5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluanuntuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai.
6. Standar Kompetensi (K-06) maupun Kompetensi Inti (K-13), merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan matapelajaran.
7. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian kompetensi.
a. Kompetensi Dasar; merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan pelajaran;
b. Indikator pencapaian merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
c. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, satuan pendidikan, dan potensi daerah. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Dalam merumuskan indikator perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
1) Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam KI-KD.
2) Indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkrit ke abstrak (bukan sebaliknya). 3) Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat
dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan siswa.
4) Indikator harus menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
dan Condition seperti apa perilaku atau aktivitas yang akan dilakukan. Akhirnya, tujuan itu mencantumkan Degree yaitu dengan standar seperti apa kemampuan itu dapat dinilai..
9. Materi pembelajaran adalah rincian dari materi pokok yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi.
10. Metode pembelajaran merupakan rincian dari kegiatan pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.
11. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
a. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.
b. Alat pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang memudahkan memberikan pengertian kepada siswa.
c. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.
12. Langkah –langkah Kegiatan Pembelajaran, mencakup:
a. Pada K-06 memuat Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi (EEK)
b. Pada K-13 menggunakan pendekatan Saintifik yang memuat aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar dan mengkomunikasikan (5M).
c. Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi dan saintifik bukanlah sebuah judul aktivitas. Dan aktivitasdi saintifik bukanlah sebuah prosedur kegiatan (bukan urutan). 13. Penilaian
a. Berisi jenis/teknik penilaian. b. Bentuk instrumen.
c. Pedoman perskoran.
D. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN RPP
Menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di SD (Kemdikbud, 2013: 12) pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau disebut dengan RPP Tematik. Penyusunan RPP Tematik idealnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) menentukan tema yang akan dikaji bersama siswa; (2) memetakan KD-KD dan indikator yang akan dicapai dalam tema-tema yang telah disepakati; (3) menetapkan jaringan tema; (4) menyusun Silabus Tematik; dan (5) menyusun RPP pembelajaran tematik.
1. Mengkaji Silabus Tematik
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu dalam pelaksanaan kurikulum SD.Komponen silabus mencakup: kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.Silabus berfungsi sebagai rujukan bagi guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pada Kurikulum 2013, silabus tematik telah disiapkan oleh pemerintah, guru tinggal menggunakan sebagai dasar penyusunan RPP. Guru memilih kegiatan-kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tema/subtema yang akan dilaksanakan pada satu pertemuan atau lebih. Kegiatan yang dipilih harus mencakup kegiatan pembelajaran sesuai dengan standar proses (Kemdikbud, 2013:12-13).
Secara umum, untuk setiap materi pokok pada setiap silabus terdapat 4 KD sesuai dengan aspek KI (sikap kepada Tuhan, diri sendiri dan terhadap lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan). Untuk mencapai 4 KD tersebut, di dalam silabus dirumuskan kegiatan peserta didik secara umum dalam pembelajaran berdasarkan standar proses. Kegiatan peserta didik ini merupakan rincian dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yakni: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Kegiatan inilah yang harus dirinci lebih lanjut di dalam RPP, dalam bentuk langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran yang membuat peserta didik aktif belajar. Pengkajian terhadap silabus juga meliputi perumusan indikator KD dan penilaiannya.
2. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD dengan mempertimbangkan: (a) potensi peserta didik; (b) relevansi denga karakteristik daerah; (c) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik; (d) kebermanfaatan bagi peserta didik; (e) struktur keilmuan; (f) aktualisasi, kedalaman, dan keluasaan materi pembelajaran; (g) relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan (h) alokasi waktu. Kegiatan mengidentifikasi materi pembelajaran dilakukan dengan mengkaji buku guru dan buku siswa untuk SD.
a. Mengkaji Buku Guru SD
Buku guru SD berisi hal-hal berikut ini.
1) Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI). 2) Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) 1 dan 2 serta KD 3 dan 4.
3) Ruang lingkup pembelajaran untuk satu subtema yang terdiri dari 6 pembelajaran dalam 1 minggu (untuk kelas I).
4) Pemetaan indikator pembelajaran untuk setiap pembelajaran.
5) Setiap pembelajaran berisi tentang uraian kegiatan pembelajaran yang mencakup:
a) Nama kegiatan; b) Tujuan pembelajaran;
6) Setiap akhir pembelajaran, guru hendaknya melakukan kegiatan refleksi untuk melakukan kegiatan remedial dan pengayaan.
b. Mengkaji Buku Siswa SD
Buku Seri Pembelajaran Tematik Terpadu untuk siswa disusun mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi. Buku siswa memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas.Di dalamnya memuat urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa.Buku ini mengarahkan yang harus dilakukan siswa bersama guru untuk mencapai kompetensi tertentu, bukan buku yang materinya dibaca, diisi, atau dihapal.
Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akanmemudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.Buku siswa dilengkapi dengan penjelasan lebih rinci tentang isi danpenggunaan sebagaimana dituangkan dalam Buku Guru.Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contohkegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu. Gurudiharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut denganmemanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam BukuGuru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.
3. Menentukan Tujuan
Tujuan pembelajaran dinyatakan dengan menyebut Audienceataupeserta didik untuk siapa tujuan itu dimaksudkan. Tujuan itu kemudian mencantumkan Behavioratau kemampuan yang harus didemonstarsikan dan Condition seperti apa perilaku atau aktivitas yang akan dilakukan. Akhirnya, tujuan itu mencantumkan Degree yaitu dengan standar seperti apa kemampuan itu dapat dinilai.
4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, da sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada pada pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan manajerial yang dilakukan guru, agar peserta didik dapat melakukan kegiatan seperti dalam silabus.
c. Kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan merupakan skenario langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik aktif belajar. Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan: pendahuluan, inti, dan penutup.
e. Pada K-13 menggunakan pendekatan Saintifik yang memuat aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar dan mengkomunikasikan (5M).
f. Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi dan saintifik bukanlah sebuah judul aktivitas. Dan aktivitas di saintifik bukanlah sebuah prosedur kegiatan (bukan urutan).
5. Penjabaran Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/ atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Oleh karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk menghasilkan karya, maka penyajian portofolio merupakan cara penilaian yang harus dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Di bawah ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian.
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi pada KD-KD yang berasal dari KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4.
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.
e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan.
6. Menentukan Alokasi Waktu
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/ atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
E. PROSES PEMBELAJARAN
Tahap kedua dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikhis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;
c. mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan embelajaran atau KD yang akan dicapai;
d. menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.
2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarya, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan muatan pelajaran, yang meliputi: observasi, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan mengkomunikasikan.
3. Kegiatan Penutup
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan pendidikan : SDN Harapan Kita Kelas / semester : 2 / 1 (satu)
Tema / sub tema : Hidup Rukun / Hidup Rukun dengan Teman Bermain
Pembelajaran : 1 (satu)
Alokasi waktu : 1 x pertemuan (5x35 menit)
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan lkeluarga, teman dan guru
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
B. KOMPETENSI DASARDAN INDIKATOR PPKn
1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah.
2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru sebagai perwujudan moral Pancasila.
3.3 Memahami makna keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 3.3.9 Mengidentifikasi keberagaman teman bermain di sekitar rumah berdasarkankegemaran
4.3 Berinteraksi dengan beragam teman di lingkungan rumah dan sekolah. 4.3.7 Menceritakan perilaku rukun dengan teman bermain di sekitar rumah.
BAHASA INDONESIA
1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah (KD-1.1)
2.5 Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 3.5 Mengenal teks permintaan maaf tentang sikap hidup rukun dalam
3.5.7 Mengidentifikasi contoh sikap hidup rukun dalam kemajemukan teman.
4.5 Menggunakan teks permintaan maaf tentang sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga dan teman secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian.
4.5.4 Membaca teks permintaan maaf tentang sikap hidup rukun dalam kemajemukan teman.
MATEMATIKA
1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan sikap cermat dan teliti, jujur tertib dan mengikuti aturan, peduli, disiplin waktu serta tidak mudah menyerah dalam mengerjakan tugas.
3.1 Mengenal bilangan asli sampai 500 dengan menjumlahkan blok dienes (kubus satuan), pengelompokan benda – benda disekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain.
3.1.3 Menyebutkan lambang bilangan sampai 500
4.1 Memprediksi pola – pola bilangan sederhana menggunakan bilangan – bilangan yang kurang dari 100.
4.1.2 Membuat pola- pola bilangan sederhana menggunakan bilangan kurang dari 100
SENI, BUDAYA, DAN PRAKARYA
1.1 Menikmati keindahan alam dan karya seni sebagai salah satu tanda – tanda kekuasaan Tuhan.
2.1 Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih menekspresikan diri dalam mengolah karya seni
3.2 Mengenal pola irama lagu bertanda birama tiga, pola bervariasi dan pola irama rata dengan alat music ritmis
3.2.1 Mengidentifikasi berbagai pola irama lagu dengan menggunakan alat musik ritmis
4.7 Menyanyikan lagu anak- anak sederhana dengan membuat kata- kata sendiri yang bermakna
4.7.1 Membuat syair lagu anak dengan kata- kata sendiri
4.7.2 Menyanyikan lagu anak- anak sederhana dengan kata- kata sendiri yang bermakna
C. TUJUAN
1. Dengan teks percakapan tentang hidup rukun, siswa dapat membaca teks
permintaan maaf tentang sikap hidup rukun dalam kemajemukan teman dengan teliti.
3. Dengan kegiatan menulis cerita tentang hidup rukun, siswa dapat menceritakan perilaku rukun dengan teman bermain disekitar rumah dengan bahasa yang santun.
4. Dengan memperhatikan demonstrasi guru tentang pola irama lagu, siswa dapat mengidentifikasi berbagai pola irama lagu dengan menggunakan alat musik ritmis dengan teliti.
5. Dengan mengamati contoh syair lagu, siswa dapat membuat syair lagu anak – anak dengan kata-kata sendiri
6. Dengan syair lagu yang dibuat, siswa dapat menyanyikan lagu anak – anak sederhana dengan percaya diri.
7. Dengan mengamati beberapa lambang bilangan yang ada pada gambar, siswa dapat menyebutkan lambang bilangan sampai 500 dengan percaya diri.
8. Dengan mengamati contoh deret bilangan, siswa dapat membuat pola – pola bilangan sederhana menggunakan bilangan kurang dari 100 dengan teliti.
D. MATERI PEMBELAJARAN 1. Membaca teks
2. Keberagaman teman bermain
3. Perilaku rukun dengan teman bermain 4. Berbagai pola irama lagu.
5. Lambang bilangan sampai 500. 6. Pola – pola bilangan sederhana. E. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan)
2. Metode : penugasan, ceramah, diskusi, tanya jawab. F. MEDIA, ALAT dan SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media : kartu pertanyaan, kartu bilangan, teks percakapan.
2. Alat :
-3. Sumber Belajar : Kurikulum 2013. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
G. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan AlokasiWaktu
Pendahuluan 1. Memberikan salam
2. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing – masing.
3. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa. 4. Menunjukkan beberapa gambar hidup rukun dengan
teman bermain.
5. Tanya jawab tentang gambar hidup rukun dengan teman bermain.
6. Mengajak siswa bernyanyi lagu “disini senang disana senang”.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan AlokasiWaktu 7. Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu
tentang hidup rukun dan subtema hidup rukun dengan teman bermain.
Kegiatan Inti 1. Menunjukkan teks percakapan tentang hidup rukun dengan teman bermain (mengamati).
2. Siswa ditugaskan membaca teks percakapan dengan nyaring (mengamati).
3. Bertanya jawab tentang teks percakapan (menanya dan mengomunikasikan).
4. Siswa membuat kartu pertanyaan tentang percakapan (mencoba dan mengomunikasikan).
5. Siswa menukarkan kartu pertanyaan dengan teman dan teman menjawab pertanyaanmu (menanya dan menalar).
6. Siswa mengamati gambar tentang bermain sepeda yang menunjukkan sikap hidup rukun (mengamati). 7. Siswa mengurutkan gambar sehingga menjadi sebuah
cerita (menalar).
8. Siswa menuliskan isi cerita sesuai urutan gambar dengan ejaan dan bahasa yang cermat dan santun (mengomunikasikan).
9. Siswa bernyanyi “disini senang disana senang” sesuai dengan teks lagu dengan memperhatikan tempo dan irama (mencoba).
10. Siswa membuat syair lagu tentang kerukunan yang disesuaikan dengan irama lagu ”disini senang disana senang” (mencoba).
11. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan lagu teman pasangannya (menalar dan mengkomunikasikan). 12. Siswa saling menjawab pertanyaan sesuai yang
diajukan temannya (menalar dan mengkomunikasikan).
13. Siswa membaca teks bacaan yang memuat nomor rumah (mengamati).
14.Siswa mengamati gambar dua rumah yang ada nomor rumahnya (mengamati).
15. Siswa membaca lambang bilangan yang diamati (mengamati dan mencoba).
16. Siswa menulis lambang bilangan dari soal yang ada pada bukunya (mencoba dan menalar).
17. Siswa menulis bacaan lambang bilangan dengan tulisan tegak bersambung pada lembar kerja yang ada di bukunya (mencoba dan menalar)
18. Siswa mengamati pola barisan bilangan (mengamati). 19. Siswa membuat pola – pola bilangan sederhana yang
ada pada lembar bilangan (mencoba). 20. Siswa mengumpulkan semua tugas-tugas
Kegiatan Deskripsi Kegiatan AlokasiWaktu Penutup 1. Bersama – sama siswa membuat kesimpulan hasil
belajar selama sehari.
2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi).
3. Melakukan penilaian hasil belajar.
4. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing – masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran).
5. Mengucapkan salam.
15 menit
H. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap : rasa ingin tahu, percaya diri, peduli terhadap lingkungan dan budaya sekitar.
b. Penilaian pengetahuan : tes tertulis. c. Penilaian keterampilan : unjuk kerja. 2. Bentuk Instrumen Penilaian
a. Sikap
N o
Nama siswa
Perubahan tingkah laku
Percaya diri Teliti Santun
BT T M BT T M BT T M
b. Pengetahuan
Penilaian mengajukan pertanyaan dengan daftar periksa
Bilangan
Nilai tempat
Ratusan Puluhan Satuan
325 3 2 5
389 3 8 9
473 4 7 3
539 5 3 9
Disesuaikan dengan jawaban
siswa
Disesuaikan dengan jawaban siswa
Disesuaikan dengan jawaban
siswa
Disesuaikan dengan jawaban
siswa
3. Keterampilan
penilaian : unjuk kerja
Rubrik penilaian menyanyi dengan memainkan alat musik ritmis
N
o Kriteria
Baik sekali Baik cukup bimbingPerlu an
4 3 2 1
1 Penguas
aan lagu menyanyiKonsisten dengan nada Penilaian : unjuk kerja
Rubric penilaian membaca puisi
N
o Kriteria Baik sekali baik cukup
Perlu bimbingan
4 3 2 1
N
o Kriteria
Baik sekali baik cukup bimbinganPerlu
4 3 2 1
2 Lafal Teks di lafalkan
c. Mengubah syair lagu menjadi cerita sambil berkreasi Penilaian : untuk kerja
Rubrik penilaian Mengubah syair lagu menjadi cerita sambil berkreasi
N
o Kriteria
Baik
sekali baik cukup bimbinganPerlu
yang di tulis dengan
tema
sesuai
tema sesuaitema isi tekssesuai tema
d. Membuat kartu bilangan Penilaian unjuk
Rubrik penilaian membuat kartu bilangan
N
o Kriteria
Baik
sekali Baik cukup bimbinganPerlu
yang menarik
e. Membuat pola bilangan menggunakan kartu bilangan Penilaian unjuk kerja
Rubrik membuat pola bilangan menggunakan kartu bilangan
N
o Kriteria Baik sekali Baik Cukup
Perlu
Kepala SDN Harapan Kita