• Tidak ada hasil yang ditemukan

8/5/2010. Bahan % Penurunan bakar Daya, Torsi, BMEP B.10-2,21 B.20-3,73 B.30-5,94 B ,86. Bahan % Kenaikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "8/5/2010. Bahan % Penurunan bakar Daya, Torsi, BMEP B.10-2,21 B.20-3,73 B.30-5,94 B ,86. Bahan % Kenaikan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Bahan % Penurunan bakar Daya, Torsi, BMEP

B.10 -2,21

B.20 -3,73

B.30 -5,94

B.100 -11,86

Bahan % Kenaikan

bakar BSFC

B.10 4,58

B.20 8,94

B.30 15,24

B.100 34,81

Bahan % Penurunan bakar Effisiensi thermal

B.10 -1,32

B.20 -2,81

B.30 -7,84

B.100 -8,94

Bahan % Penurunan

bakar A/F

B.10 -2,18

B.20 -5,08

B.30 -8,18

B.100 -21,0

Bahan % Kenaikan

bakar Temperatur Exhaust

B.10 2,52

B.20 4,29

B.30 5,73

B.100 10.90

Bahan % Penurunan

bakar Soot

B.10 -5,11

B.20 -9,09

B.30 -15,35

B.100 -51,55

• Pemeriksaan engine, berupa kebersihan nozel, ruang bakar, serta pompa bahan bakar harus selalu dijaga supaya performa mesin tetap terjaga apabila menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar,

• Proses pencampuran antara biodiesel dengan solar sebaiknya perlu diperhatikan, karena akan mempengaruhi

kehomogenan dari suatu larutan.

• Perlu adanya penelitian pre heating karena viskositas yang tinggi, dengan maksud memperbaiki proses atomisasi, mixture, dan mixing with air bahan bakar.

(2)

Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Batasan Masalah Manfaat Penelitian Biodiesel

Parameter Unjuk Kerja Skema Pengujian Penelitian terdahulu

Peralatan Penelitian Flowchart Penelitian

SNI Biodiesel Proses Pembuatan

Kelebihan & kekurangan Biodiesel

Properties Bahan Bakar Abstrak

Hasil Unjuk Kerja

Cetane

Karakteristik Bahan Bakar Diesel

Standar Pengujian (SAE JI349 DEC 80) Ignition Delay Period

P – θ diagram

Pengujian Properties

Problem dan solusi Biodiesel

 Kecepatan engine yang dicatat memiliki toleransi 1% atau 10 rpm dari kecepatan yang dikehendaki.

 Temperatur bahan bakar masuk harus dikontrol sebesar 40 3 C

 Temperatur udara pengujian 25 C

 Tekanan udara pada ruang pengujian 99 kPa (1 atm)

 Dry air density 1.1572 kg/m3

 Pengambilan data seperti konsumsi bahan bakar, gas buang, dan torsi baru boleh dilakukan setelah kecepatan engine dan temperatur bahan bakar yang memenuhi toleransi diatas bertahan selama 2 menit.

 Jika exhaust engine dihubungkan dengan sistem exhaust pada laboratorium maka sistem exhaust lab tidak boleh menghasilkan kevakuman lebih dari 0.75 kPa.

 Jika inlet udara pada engine dihubungkan dengan sistem udara laboratorium maka sistem tidak boleh menghasilkan tekanan lebih besar 0.5 kPa dari tekanan atmosfir.

 Generator harus dimatikan jika sumber power dari luar sedang dipakai untuk menjalankan accecories yang lain seperti fan pendingin, dan dijalankan dengan beban tidak lebih dari kapasitas yang mampu dihasilkannya (overload)

Data Engine :

Merk : SHOGUN

Model : LA40AE-S

Tipe : Diesel 4-langkah, berpendingin udara

Jumlah silinder : 1

Volume langkah : 199 cc

Max power : 3,1 kW/3600 rpm

Starting system : Recoil starter

Lube capacity : 0.8 liter

Data Generator :

Model : 1.7GF-L

Voltase – Ampere : 220 V – 7.4 A(AC) 12 V – 8.3 A(DC)

Rated AC Output : 1.5 kW

Spesifikasi :

• Merk : Dekco

• Tipe : 37

• Range arus : Max. 1000 Ampere AC

• Range Tegangan : Max. 1000 Volt DC Max. 750 Volt AC

(3)

• Merek : IWAKI

• Kapasitas : 10 ml

• Akurasi : 0,03 ml • Merk : Philips

• Daya : 25 Watt dan 100 Watt

• Tegangan : Max. 230 Volt

• Thermocouple

Merk : OMEGA

Buatan : USA

Tipe : K

Jenis Sambunga : + (Chrome) dan – (Alumel)

• Thermometer Type K

Merk : PATOS

Tipe : DE-305

Pembacaan : Digital Akurasi : 0,1 oC / 1 oC

• Multipoint Pyrometer

• Merk : Casio

• Tipe : HS-3

• Ketelitian : 1/100 sec

• Jenis : Diesel Smoke Tester (DST).

• Type : YD-1.

• Power supply : AC 220 V.

• Frekuensi : 50/60 Hz.

• Daya input : 230 VA.

• Produksi : Chang-an Technology.

Measuring ranges

Opacity : 0,0 ~ 100 %.

Accuracy : 0,3 %.

Working condition : -10 ~ 45° C.

Air pressure : 6 ~ 8 kg/cm².

• Type : Orifice

• D1 : 38 mm

• D2 (Dt) : 26 mm

• Type manometer : U

• Fluida pengisi : Kerosin

• Akurasi : 1 mm

(4)

Daya engine (Ne) didefinisikan sebagai kemampuan engine menghasilkan kerja dan besarnya akan berbanding lurus dengan torsi. Untuk menghitung daya digunakan perumusan :

dimana :

Ne = daya motor (Watt) V = tegangan listrik (volt)

I = arus listrik (ampere) η g = faktor daya listrik (82%)

(Watt)

g

I Ne V

Torsi (T) merupakan ukuran kemampuan engine menghasilkan kerja. Definisi torsi adalah hasil perkalian gaya tangensial dengan panjang lengan. Rumus untuk menghitung torsi adalah sebagai berikut :

atau

dimana :

p = gaya tangensial (Kg, N) R = brake arm radius (m) Ne= daya motor (Watt) n = putaran motor (rpm)

(N.m)

n

T Ne . .

T = p x R

30

i n L A

z bmep Ne

. . . . 50

. . 3

dimana :

Ne = daya motor (Watt).

z = 2 untuk 4 langkah dan 1 untuk 2 langkah A = luas penampang torak (m²)

L = panjang langkah torak (m) n = putaran mesin (rpm) i = jumlah silinder.

(kPa)

Tekanan efektif (bmep) rata-rata didefinisikan sebagai tekanan tetap rata-rata teoritis yang bekerja sepanjang volume langkah piston sehingga menghasilkan daya yang besarnya sama dengan daya efektif. Perumusan bmep adalah

Spesific fuel consumption adalah jumlah bahan bakar yang dikonsumsi mesin untuk menghasilkan daya efektif sebesar 1 hp selama 1 jam. Perumusan sfc adalah

s Ne

sfc mbb

. . 600 . 3

dimana :

mbb = massa bahan bakar (kg).

Ne = daya motor (Watt).

s = waktu untuk menghabiskan mbb (jam) (kg/Watt.jam)

Effisiensi thermis adalah ukuran besarnya pemanfaatan energi panas dari bahan bakar untuk diubah menjadi daya efektif oleh motor.

diberikan % Panas yang

g terpakai Tenaga yan

ηth 100

dimana :

% 100 . 354 , 2

1 Q

th sfc

Kandungan jelaga (soot) adalah emisi gas buang

yang dikeluarkan mesin diesel dalam bentuk

ketebalan asap. Untuk mengukur soot digunakan

alat opacimeter atau smoke tester. Nilai dari soot

diterjemahkan dalam satuan % atau m.

(5)

Air fuel ratio adalah perbandingan massa udara terhadap massa bahan bakar yang masuk ke ruang bakar.

Dimana :

bb u

m F m

A

/ 

mm

A/F = Air fuel ratio

u = massa alir udara (kg/s)

bb = massa alir bahan bakar (kg/s)

a. Flash point (titik nyala).

b. Pour point (titik tuang).

c. Sulphur content (kandungan belerang).

d. Calorific value (nilai kalor).

e. Viscosity (viskositas).

f. Specific gravity (berat jenis).

g. Cetane number (angka cetana).

h. Carbon residue (residu karbon).

i. Ash content (kadar abu).

Flash point (titik nyala).

Flash point atau titik nyala adalah suatu angka yang menyatakan temperatur terendah dari bahan bakar minyak dimana akan timbul penyalaan api sesaat, apabila pada permukaan minyak tersebut didekatkan pada nyala api.

Pour point (titik tuang).

Pour point atau titik tuang adalah suatu angka yang menyatakan suhu terendah dari bahan bakar minyak sehingga minyak tersebut masih dapat mengalir karena gaya gravitasi

Sulphur content (kandungan belerang).

Kandungan belerang dalam bahan bakar diesel dari hasil penyulingan sangat tergantung pada asal minyak mentah yang akan diolah. Keberadaan belerang tidak diharapkan karena sifatnya merusak yaitu apabila oksida belerang kontak dengan air merupakan bahan yang korosif terhadap logam di ruang bakar.

Calorific value (nilai kalor).

Nilai kalor merupakan suatu angka yang menyatakan jumlah panas atau kalori yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah tertentu bahan bakar dengan udara atau oksigen.

Viscocity (viskositas).

Viskositas adalah tahanan yang dimiliki fluida yang dialirkan dalam pipa kapiler terhadap gaya gravitasi, biasanya dinyatakan dalam waktu yang diperlukan untuk mengalir pada jarak tertentu. Jika viskositas semakin tinggi, maka tahanan untuk mengalir akan semakin tinggi. Karakteristik ini sangat penting karena mempengaruhi kinerja injektor pada mesin diesel.

Specific gravity (berat jenis).

Berat jenis menunjukkan perbandingan berat per satuan volume.

Cetane number (angka cetana).

Angka cetana merupakan derajat kemampuan suatu bahan bakar untuk dapat terbakar dengan sendirinya karena tekanan dan temperatur tinggi.

Carbon residue (residu karbon).

Adanya residu karbon dalam ruang pembakaran dapat mengurangi kinerja mesin. Pada temperatur tinggi deposit karbon ini dapat membara, sehingga menaikkan temperatur silinder pembakaran.

Ash content (kadar abu).

Kadar abu adalah jumlah sisa-sisa dari minyak yang tertinggal, apabila suatu minyak dibakar

sampai habis.

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana aktivitas wisata pantai Pangandaran sebagai daya tarik pengunjung yang mempengaruhi kepuasan wisatawan Pantai Pangandaran serta analisis pasar produk wisata

membuat rencana perkuatan terhadap jembatan eksisting. Bab 10 dapat digunakan sebagai alternatif metode perkuatan yang akan dilakukan. Perkuatan yang disebabkan kondisi

Penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain: (1) Hasil pengujian dari variabel likuiditas, inflasi, dan ROA terhadap cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) tidak

28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Parkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan

C2 berhasil memanfaatkan Program Mitra Bahari dari KKP untuk memperluas secara dramatis basis sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki kualifikasi teknis.

Pengelola, pimpinan dan/atau penanggungjawab gedung adalah orang dan/atau badan yang karena jabatannya memimpin dan/atau bertanggung jawab atas kegiatan dan/atau

Analisis tersebut akan dapat diketahui dari perbedaan pendapatan, modal usaha, serta keuntungan pada usaha mikro sebelum dan sesudah memperoleh kredit dari PD BPR BKK

Pertama, Metode interpretasi sistematis yang digunakan untuk mengetahui bahwa masa ‘iddah yang harus dijalani oleh W (pemohon) bukan ‘iddah hamil akan tetapi ‘id-