BAB III GAMBARAN UMUM
III.l. SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN
Pada awal tahun 1987 pengusaha dari Taiwan yang tergabung dalam Ever Group, bekerja sama dengan pengusaha Indonesia, bersepakat untuk mendirikan pabrik pemintalan benang yang pertama di daerah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Nama perusahaan tersebut adalah PT. Ever Indonesia Textille Mills yang disingkat dengan PT.
EVITEX.
Pada awal tahun 1988 dimulailah pengerjaan pembangunan gedung pabrik EVITEX I beserta bangunan- bangunan penunjang lainnya.
Pada awal tahun 1989 didatangkan mesin-mesin pemintal benang dari negara Taiwan. Mesin yang didatangkan adalah mesin-mesin bekas yang kondisinya masih 75% bisa pakai.
Pada awal tahun 1989 dimulai pengerjaan pemasangan mesin-mesin, instalasi-instalasi listrik, blower AC serta faktor-faktor pendukung lainnya.
Kapasitas mesin ring spinning yang terpasang sejumlah 54 set mesin, banyaknya spindel 25.920. Pada awal bulan Maret 1989 mesin-mesin yang terpasang mulai diujicobakan atau dijalankan satu persatu.
Pada bulan April 1989 mulai mencoba memproduksi benang, adapun jenis benang pertama yang diproses adalah cotton 100% dengan nomer benang 20®.
Karena melihat kemajuan yang dicapai sesuai dengan harapan, maka pemilik modal berencana untuk mendirikan 1 unit pabrik lagi yaitu EVITEX II.
Maka pada awal tahun 1991 dimulailah pengerjaan pembangunan pabrik. Pabrik selesai pada bulan November 1991. Selanjutnya mesin-mesin didatangkan.
Lain halnya dengan pabrik EVITEX I, maka pabrik EVITEX II semuanya menggunakan mesin-mesin dalam kondisi baru, yang didatangkan dari negara Jepang sebagai produsen mesin.
Sekitar bulan Agustus 1992 pemasangan mesin- mesin telah selesai dan mulai diujicobakan atau dijalankan satu persatu.
Awal tahun 1993 produksi perdana benang hasil dari pabrik EVITEX II sudah bisa terealisasi. Adapun kapasitas mesin ring spinning yang terpasang sejumlah 48 set, yang mengerjakan 23.040 spindle. Total mesin
ring spinning sebanyak 102 set yang terdapat sejumlah 48.960 spindle yang terpasang.
Bidang usaha tersebut dipilih dengan pertiinbangan bahwa permintaan benang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini ditunjang dengan makin banyaknya pabrik penenunan kain dan pabrik pembuat bola basket, sehingga sampai sekarang perusahaan masih bisa bertahan bahkan semakin berkembang. Perkembangan ini juga ditunjang dengan tersedianya tanah yang cukup luas, yaitu seluas 20.000 semula hanya sekitar 10.000 .
PT. EVITEX dalam perkembangan usahanya tidak terlepas dari bantuan pemerintah baik itu berupa kemudahan-kemudahan dari pemerintah yang berupa fasilitas kredit dengan bunga rendah dan kebijaksanaan-kebijaksanaan lain yang dapat mendukung berkembangnya usaha perusahaan.
III.2. LOKASI PERUSAHAAN
Pada hakekatnya lokasi perusahaan dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Tempat kedudukan perusahaan, yaitu tempat dimana terdapat kegiatan daripada administrasi perusahaan.
2. Tempat kediaman perusahaan, yaitu tempat dimana suatu perusahaan mengadakan kegiatan teknisnya.
PT. EVITEX ini berkedudukan dan bertempat tinggal di Jalan Raya Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dengan kedudukan dan tempat kediaman perusahaan pada suatu tempat memungkinkan perusahaan dapat berjalan lancar.
Alasan pemilihan lokasi tersebut adalah :
• Keadaan tanah lokasi masih cukup luas dan jika dilakukan perluasan pembangunan lokasi masih dapat dimungkinkan
• Penduduk Kecamatan Driyorejo cukup padat, sehingga dalam mencari tenaga kerja tidak ditemukan hambatan
• Perusahaan dekat dengan jalan raya yang merupakan sarana transportasi yang digunakan untuk pengangkutan bahan baku maupun barang jadi yang dipesan
III.3. STRDKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi merupakan suatu gambaran secara skematis tentang tugas-tugas dan tanggung jawab serta hubungannya satu sama lainnya dari bagian-bagian yang terdapat dalam suatu lembaga.
Dengan demikian dalam menjalankan aktivitasnya, tujuan yang diinginkan dapat tercapai seperti yang diharapkan.
PT. EVITEX dipimpin oleh seorang Presiden Direktur yang berkantor di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Perusahaan ini menyadari bahwa dengan adanya struktur organisasi yang baik maka kesimpangsiuran tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan dapat dikurangi. Oleh karena itu perusahaan menyusun suatu struktur organisasi yang berbentuk struktur organisasi garis, dimana satuan kekuasaan dan satuan perintah berjalan dari atas ke bawah melalui garis lurus. Dan sebaliknya pertanggungjawaban berjalan dari bawahan kepada atasan, juga melalui garis yang sama. Secara skematis struktur organisasi PT, EVITEX dapat digambarkan sebagai berikut :
jI
iwA
£■M
o
i ^■Si;:2S
I I
I%sI',■=*,2_!
m eeW€!ao
Kdt^angan :
Pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian pada PT. EVITEX adalah sebagai berikut :
Komisaris
• Pimpinan tertinggi perusahaan
• Sebagai peir.egang saham perusahaan
• Membina kelangsungan dan kelancaran perusahaan Presiden Direktur
• Sebagai pimpinan utama dalam pengelolaan perusahaan, yang memegang kebijaksanaan umum perusahaan dan memiliki tanggung jawab baik terhadap pihak luar maupun dalam. Tanggung jawab perusahaan ke luar adalah kepada pihak ketiga dan ke dalam bertanggungjawab atas jalannya aktivitas perusahaan
• Presiden Direktur membawahi kepala bagian, bertugas mengkoordinasikan dan mengawasi langsung pekerjaan dari masing-masing kepala bagian
• Merumuskan kebijaksanan yang akan diambil W akil Presiden Direktxir
• Membantu presiden direktur dalam menjalankan kebijaksanaan perusahaan baik yang sifatnya ke luar maupun ke dalam perusahaan
• Menandatangani nota-nota pembelian dan nota-nota pemeriksaan barang yang sebelumnya telah ditandatangani oleh pihak pemakai, kepala bagian, kepala divisi dan kepala pabrik
• Bertanggungjawab secara langsung kepada presiden direktur atas kelancaran perusahaan
Kepala Bagian Accounting
• Melaporkan semua transasksi finansial perusahaan kepada wakil presiden direktur
• Membukukan semua transaksi yang dilakukan oleh pihak pembelian, gudang dan kasir
• Mengatur pembayaran pajak yang hsrus dibayarkan oleh pihak perusahaan
• Bertanggungjav;ab langsung kepada wakil presiden direktur
Sie Accounting
• Membantu kepala bagian accounting untuk membukukan semua transaksi keuangan perusahaan
• Mengatur jadwal pembayaran yang harus dilakukan oleh perusahaan^ baik itu berupa hutang dan pajak perusahaan
Kepala Bagian Kasir
• Melakukan transaksi keuangan dengan pihak bank
• MeiaporJcan Kepaaa waKii presiden direktur barapa arus kas yang dibayarkan olGh pihak konsumen setiap harinya dan berapa yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan kepada pihak terhutang
• Mengeluarkan uang untuk keperluan kelancaran perusahaan sehari-hari
Sie Kasir
• Membantu kepala bagian kasir untuk membukukan laporan keuangan
Menerima kwitansi yang dibawa oleh pihak terhutang untuk menentukan jadwal pembayaran hutang
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala bagian kasir
K ^ a l a Bagian Personalia
• Mengadakan penelitian terhadap pekerja, kemungkinan untuk diadakan promosi, kenaikan gaji, mutasi dan sebagainya
• Melakukan presensi terhadap sejumlah karyawan yang hadir setiap harinya
• Mengurus daftar gaji atau upah pekerja yang harus diterima sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan
• Menjamin kesehatan dan kesejahteraan pegawai
• Bertanggungjawab langsung kepada presiden direktur Sie Personalia
• Membantu kepala bagian personalia untuk membagikan gaji dan pinjaman setiap bulannya
• Membantu kepala bagian personalia untuk menyeleksi calon operator baru
• Membuat surat peringatan kepada operator dan karyawan yang telah melakukan pelanggaran
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala bagian personalia
Kepala Bagian Penjualan
• Mencari pasaran untuk penjualan produk perusahaan
• Mencari atau menerima order untuk meningkatkan volume penjualan
• Bertangungjawab langsung kepada wakil presiden direktur
Sie Penjualan
• Membantu kepala bagian penjualan untuk mencari pasaran penjualan produk
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala bagian penjualan
• Melaksanakan pembelian terutama bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan harga, waktu, jumlah dan kualitas yang tepat
• Melakukan pembelian bahan msntah, alat-alat kendaraan atau onderdil dan alat-alat tehnik untuk kelancaran kegiatan produksi
• Kepala bagian pembelian bertanggungjawab kepada wakil presiden direktur
Kepala Gudang
• Mengawasi keluar masuknya barang dari gudang perusahaan, baik di gudang barang mentah maupun barang jadi
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala pabrik Kepala Pabrik
• Mewakili presiden direktur dalam mengawasi jalannya produksi
• Membuat perencanaan produksi baik secara kualitatif dan kuantitatif
• Mengkoordinasi dan membawahi langsung kepala divisi produksi dan kepala divisi listrik
• Mempunyai tanggung jawab langsung kepada presiden direktur
Kepala Bagian Fejobelian
• Mengawasi jalannya proses produksi
• Mengkoordinasi para pekerja
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala pabrik dan membawahi beberapa kepala seksi dan kepala bagian pemeliharaan
Kqpala Divisi Listrik
• Membantu kelancaran dibidang listrik, baik yang berhubungan dengan penerangan dalam pabrik, jalan sepanjang pabrik, motor yang terdapat di mesin yang memerlukan penanganan di bagian listrik, bengkel dan hidran yang diperlukan untuk berjaga-jaga bila terjadi bahaya kebakaran di lingkungan pabrik
• Bertanggungjawab langsung kepada kepala pabrik
Kepala Bagian Productivity Planning Control dan Quality Control
• Merencanakan proses produksi yang akan berjalan, hal ini biasanya disesuaikan dengan permintaan order di pasaran
• Memeriksa hasil produksi setiap hari
• Memeriksa bahan baku yang sudah datang dan supply bahan baku pada mesin produksi
• Mengatur dan membagi pekerjaan kepada bawahan Kepala Divisi Produksi
• Memeriksa hasil pengepakan barang dan permasalahan gudang barang jadi
• Memeriksa hasil pembuangan affal (limbah indusri)
• Memeriksa hasil test kualitas dari mulai bahan baku sampai barang jadi
• Kelakukan wawancara terhadap calon operator baru.
Kal ini merupakan tanggung jawab kepala bagian productivity planning control, hal dikarenakan operator yang bisa diterima sebagai karyawan atau tidak bagian kepala productivity planning control yang bisa menentukan
Aaisten Kepala Bagian Productivity Plaiming Control da.n Quality Control
• Ikut membantu tugas dan tanggung jawab kepala bagian
• Pengontrolan cara kerja para pengawas dan kepala regu
• Kelaporkan laporan stock opname hasil produksi setiap akhir bulan
Kepala Seksi Produksi
• Mengatur dan mengawasi jalannya proses produksi
• Mengatur kebutuhan tenaga kerja pada masing-masing shift
• Ikut meneliti dan menjaga kualitas hasil produksi
• Berhak memberikan teguran dan sanksi terhadap operator yang tidak menjalankan disiplin yang diterapkan
• Memberikan wawasan dan pengarahan tentang cara kerja dan proses produksi kepada bawahan
• Bertanggungjawab terhadap pergantian proses produksi
• Bertanggungjawab terhadap jumlah hasil produksi
• Bertanggungjawab terhadap penggunaan barang-barang produksi
• Memonitor cara kerja operator Kepala Shift Produksi
• Bertanggungjawab terhadap lancarnya proses produksi
• Mengatur kebutuhan operator pada masing-masing unit bagian proses produksi
• Ikut menjaga kualitas hasil produksi
• Memberikan pengarahan dan sanksi terhadap operator yang tidak menjalankan disiplin yang telah ditetapkan
• Ikut membantu jika ada pergantian proses produksi
• Melakukan absensi terhadap operator shift dan dilaporkan pada bagian personalia
Spinning-Winding
• Mengatur penempatan tenaga kerja (operator) pada masing-masing unit mesin produksi
• Mengawasi dan memberikan pengarahan terhadap cara kerja operator
• Memeriksa presensi kehadiran operator
• Ikut mengawasi dan menjalankan kelancaran proses produksi
• Ikut mengawasi dan menjaga kualitas hasil produksi
• Melaporkan hasil produksi per unit mesin produksi kepada shift setiap harinya
• Mengawasi dan menjaga kebersihan lingkungan dan mesin produksi
• Ikut membantu memecahkan masalah jika terdapat suatu masalah di lapangan kerja
• Ikut membantu jika terjadi pergantian proses Kepala Regu Doffing
• Mengatur dan mengawasi kerja bawahan pada saat terjadi benang doffing
• Membagi dilakukannya doffing pada mesin tidak secara bersamaan sehingga tidak mengganggu proses produksi
Kepala Urusan Blowing-Roving dan Kepala Urusan
• Menjaga kualitas benang pada saat terjadi doffing
• Menjaga kebersihan lingkungan mesin produksi
• Berkewajiban menggantikan tugas kepala urusan jika kepala urusan berhalangan masuk kerja
• Ikut membantu jika terjadi pergantian proses produksi
Pengawas
• Melakukan pengawasan terhadap kelancaran jalannya proses produksi
• Ikut meneliti kualitas bahan yang sedang diproses
• Melakukan pengawasan terhadap kebersihan lingkungan dan mesin produksi
• Memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap operator baru
• Ikut membantu dalam hal pergantian proses produksi
• Melaporkan affal proses produksi Kepala Regu Quality Control
• Mengatur tugas pengetesan kepada petugas tester
• Memberikan laporan mengenai kualitas hasil produksi kepada pimpinan
• Berhak memberhentikan mesin dan mendaur ulang produksi jika diketahui kualitasnya tidak seperti yang diinginkan
• Ikut mengawasi jalannya proses produksi
• Ikut membantu dalam hal pergantian proses produksi
• Menjaga kualitas hasil produksi seperti yang telah ditentukan
Kepala Regu Packaging
• Bertanggungjawab dalam hal pengepakan benang jadi
• Mengatur dan mengawasi kerja dari bawahan
• Meneliti dan memeriksa kerja dari operator
• Meneliti dan memeriksa kembali hasil pengepakan sebelum dimasukkan ke gudang barang jadi
• Menyediakan bahan-bahan bagi keperluan pengepakan
• Ikut menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan packaging
• Memberikan tanggal dan waktu proses produksi benang pada setiap tempat pengepakan
Sie Tehnik/Pemeliharaan
• Mengawasi, memelihara dan memperbaiki mesin-mesin yang dipakai
Mempunyai tanggung jawab langsung kepada kepala bagian produksi dan membawahi beberapa operator Pengecekan jalannya proses produksi yang berhubungan dengan kelancaran mesin-mesin produksi
• Mengurus jadwal stop mesin untuk kegiatan scouring mesin rutin, 1 bulan sekali)
• Turut mendukung jalannya pergantian proses produksi Operator
• Menjalankan dan menjaga mesin-mesin produksi
• Menjaga kualitas hasil produksi
• Mematuhi semua arahan aturan yang diberikan oleh pimpinan
• Membersihkan lingkungan dan mesin-mesin produksi
• Menjaga agar tidak terjadi kesalahan proses produksi
• Ikut serta jika terjadi pergantian proses produksi
• Menjaga keselamatan kerja
• Bertanggungjawab langsung kepada bagian yang membawahi
II I. 4. PERSONMilA PERUSAHAAN
Dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari PT.
EVITEX menggunakan tenaga kerja sebanyak 637 orang, yang dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu :
III.4.1. Karyawan Tetap
Adalah karyawan yang tidak langsung menangani proses produksi perusahaan, dan gaji yang diberikan
tidak dipengaruhi oleh volume produksi yang dihasilkan ataupun hasil kerja.
Jumlah karyawan tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari :
- Komisaris
- Presiden Direktur
- Wakil Presiden Direktur - Kepala Bagian Personalia - Sie Personlia
- Kepala Bagian Pembelian - Sie Pembelian
- Kepala Bagian Penjualan - Sie Penjualan
- Kepala Bagian Kasir - Sie Kasir
- Kepala Bagian Accounting - S i e Accounting
- Kepala Bagian Gudang - Sie Gudang
- Juru Bahasa - Bagian Umum - Kepala Fabrik
- Kepala Divisi Produksi - Kepala Divisi Listrik
6 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 4 orang 1 orang 4 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang
- Adininistrasi Ruang Ka. Pabrik 1 orang 31 orang
* Absensi dan Labour Turn Over
Setiap perusahaan tentunya tidak menghendaki tingkat kemangkiran serta tingkat pergantian karyav,-an yang tinggi. Oleh karena tingginya tingkat kemangkiran dan tingginya labour turn over akan mengganggu aktivitas perusahaan pada PT. EVITEX ini, fcesarnya tingkat absensi kepala bagian dan staff untuk tahun 1994 dapat dilihat pada larnpiran 1.5.
III.4.2. Tenaga Kerja Harian
Adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dan iTienerima upah berdasarkan hari kerja. Tenaga kerja harian berjumlah 606 orang, yang terdiri dari :
1. Bagian listrik, terdiri dari ;
• Bagian Ciller, terdiri dari :
• Kashift Ciller 1 orang
• Bagian Chiller 7 orang
• Bagian motor, terdiri dari :
• Kashift Motor 1 orang
• Bagian Motor 1 orang
• Bagian repair, terdiri dari ;
• Kashift Repair 1 orang
• Bagian Repair 4 orang
• Bagian bengkel 2 orang 2. Maintenance, terdiri dari :
Blowing Roving, terdiri dari :
• Kashift Blowing Roving 1 orang
• Kabag Blowing 1 orang
• MTC 1 orang
• Kabag Carding I 1 orang
• MTC 6 orang
• Kabag Open End 1 orang
• MTC 1 orang
Drawing Roving, terdiri dari :
• MTC 4 orang
• Kabag Blowing Carding II 1 orang
• MTC 2 orang
• Kabag Drawing Roving II 1 orang
• MTC 3 orang
• Kabag MTC Team A 1 orang
• MTC 6 orang
Spinning, terdiri dari
• Kashift Spinning Kabag Spinning
• MTC I
• MTC II
• Kabag Scouring I
• MTC
Kabag Scouring II
• MTC
• Kabag Apron
• MTC
Winding, terdiri dari :
• Kashift Winding I & II
• Kabag Winding I & II
• MTC I
• MTC II
Kabag MTC Team B
• MTC 3. PPC & QC
• Ka. PPC & QC
• Asisten Ka. PPC & QC Admnistrasi PPC
1 orang 1 orang 6 orang 3 orang 1 orang 2 orang 1 orang 3 orang 1 orang 7 orang
1 orang 1 orang 4 orang 4 orang 1 orang 6 orang
1 orang 1 orang 3 orang
• Ka. Regu Packaging 1 orang
• Operator. 4 orang
• Ka. Regu QC 1 orang
• Operator 11 orang
• Pengawas Blowing Roving I 1 orang
• Operator 4 orang
• Pengawas Blowing Roving II 1 orang
• Operator 6 orang
• Pengawas Spinning I 1 orang
• Operator 8 orang
• Pengawas Spinning II 1 orang
• Operator 5 orang
• Pengawas Winding I & II 1 orang
• Operator I 3 orang
• Operator II 2 orang
Seksi Produksi
• Kasie Blowing Roving 1 orang
• Kashift A Blowing Roving 1 orang
• Kaur I & II 1 orang
• Operator Blowing I 4 orang
• Operator Carding I 6 orang
• Operator Roving I 10 orang
• Operator Drawing I
• Operator Open End I
• Operator Trasnfer I
• Operator Blowing II
• Operator Carding II
• Operator Roving II
• Operator Drav/ing II
• Operator Lap Former II
• Operator Combing II
• Kashift Blowing Roving B 1 orang
• Kaur I
• Operator Blowing I
• Operator Roving I
• Operator Carding I
• Operator Drawing I
• Operator Transfer I
• Operator Open End I
• Operator Blowing II
• Operator Roving II
• Operator Carding II
• Operator Drawing II
• Operator Combing II
7 orang 3 orang 4 orang 2 orang 1 orang 4 orang 4 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 4 orang 10 orang 5 orang 7 orang 3 orang 3 orang 2 orang 4 orang 2 orang 4 orang 1 orang
• Operator Lap Former II
• Kashift C Blowing Roving 1 orang
• Kaur I
• Operator Blowing I
• Operator Carding I
• Operator Roving I
• Operator Drawing I
• Operator Transfer I
• Operator Open End I
• Operator Blowing II
• Operator Carding II
• Operator Drawing II
• Operator Transfer II
• Operator CorriDing II
• Operator Lap Former II
• Kasie Spinning Winding
• Kashift A Spinning VJindir
• Kaur Spinning I
• Operator Spinning I
• Kaur Spinning II
• Operator Spinning II
• Kaur V\?inding I
1 orang 1 orang 1 orang 4 orang 7 orang 10 orang 7 orang 4 orang 3 orang 2 orang 2 orang 4 orang 2 orang 1 orang
-V orang 1 orang 1 orang 1 orang 39 orang 1 orang 26 orang 1 orang
• Operator Winding I
• Kaur Winding II
• Operator Winding II
• Kashift B Spinning Winding 1 orang
• Kaur Spinning I
• Operator Spinning I
• Kaur Spinning II
• Operator Spinning II
• Kaur Winding I
• Operator Winding I
• Kaur Winding II
• Operator Winding II
• Kashift C Spinning Winding 1 orang
• Kaur Spinning I
• Operator Spinning I
• Kaur Spinning II
• Operator Spinning II
• Kaur Winding I
• Operator Winding I
• Kaur Winding II
• Operator Winding II
14 orang 1 orang 14 orang 1 orang 1 orang 39 orang 1 orang 28 orang 1 orang 14 orang 1 orang 12 orang 1 orang 1 orang 39 orang
-J
X orang 26 orang 1 orang 16 orang 1 orang 14 orang
Sedangkan untuk jam kerja karywan ada 2 macam yaitu untuk staff dan karyawan bagian produksi. Untuk staff, jam kerjanya adalah dari pukul 08.00 sampai 16.00 dengan jam istirahat 1 jam (pukul 12,00 sampai 13.00). Sedangkan untuk karyawan bagian produksi terdiri dari 3 shift yaitu :
- Shift I : pukul 07.00 - 15.00, - Shift II : pukul 15.00 - 23.00 - Shift III : pukul 23.00 - 07.00
Shift-shift ini sudah termasuk 1 jam istirahat dan setiap minggu terjadi pergantian jam kerja
karyawan, artinya karyawan shift III menjadi shift I, shift I menjadi shift II, shift II menjadi shift III.
Ferusahaan juga menyediakan kartu daftar hadir dari masing-masing pekerja yang digunakan untuk menentukan daftar upah.
Ill.4.3. Pengupahan
III.4.3.1. Sistem Pengupahan
Keterangan : Penelitian dilakxikan sebelvim UMR 1996 a. Penetapan Gaji/Upah terdiri atas :
• Gaji/upah harian adalah gaji/upah yang ditetapkan berdasarkan hari kerja
Gaji/upah bulanan ialah gaji/upah yang ditetapkan berdasarkan pembayaran setiap bulan dan diperhitungkan menurut bulan kalender
b. Besarnya Gaji/Upah
Besarnya gaji/upah ditentukan dengan pertimbangan/mempertimbangkan jenis pekerjaan, ketrampilan, tingkat keahlian serta jabatan yang diduduki oleh karyawan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dalam jangka panjang.
c. Kong>onen-Komponen Gaji/Upah terdiri atas
• Gaji/upah pokok
• Tunjangan tetap :
1. Tunjangan keahlian/prestasi 2. Tunjangan pengobatan
3. Tunjangan jabatan
• Tunjangan tidak tetap : 1. Bonus
2. Premi
3. Uang shift d. Dasar Htikum
Berdasarkan upah minimum pada skala gaji upah disesuaikan dengan ketetapan upah pokok minimum
menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja yang berlaku.
e. Toinjangan Jabatan
Sesuai posisi/kedudukan karyawan masing-raasing.
f. Pengobatan
Setiap karyawan mendapatkan pengobatan sebesar Rp.
3000,-/bulan.
111.4.3.2. Waktu Pembayaran Gaji/Upah
• Gaji/upah diperhitungkan untuk jangka waktu satu bulan mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 30/31 setiap bulan
• Pembayaran gaji/upah dilaksanakan setiap tanggal 6 bulan berikutnya
• Apabila tanggal pembayaran gaji/upah jatuh pada hari Minggu atau hari libur lainnya maka pembayaran gaji/upah dilaksanakan pada hari sebelumnya
111.4.3.3. Upah Lembiir a. Hari Kerja Biasa
• Untuk jam kerja pertama dibayar 1,5 * upah per jam
• Untuk jam kerja lembur berikutnya dibayar sebesar 2 (dua) * upah per jam
,b. Hari Istirahat Mingguan
• Untuk setiap Jam dalam batas 7 (tujuh), jam diperhitungkan 2 (dua) * upah per jam
• Untuk setiap jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam diperhitungkan 3 (tiga) * upah per jam
• Untuk jam kedua stelah 7 (tujuh) jam diperhitungkan 4 (empat) * upah per jam
c . Haxi Istiraha-t Hari Liboar Resmi
• Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam diperhitungkan 3 (tiga) * upah per jam
• Untuk jam kedelapan dan se.terusnya diperhitungkan 4 (empat) * upah per jam
d. Hari Istirahat Hari Libur Resmi Jatuh pada Hari Sabtu
• Untuk jam pertama s/d jam kelima adalah 2 * upah per jam
• Untuk jam keenam adalah 3 * upah per jam
• Untuk jam ketujuh dan seterusnya adalah 4 * upah per jam
*■ Untuk menghitung upah per jam adalah sebagai berikut :
• Upah harian 3/20 * upah per hari
• Upah bulanan 1/173 * upah per bulan
111.4.3.4, Tiinjangan Jabatan
Karyav/an yang menduduki jabatan tertentu atau yang dibebani tanggung jawab khusus diberikan tunjangan jabatan yang besarnya disesuaikan dengan besar kecilnya tanggung jav/ab pada jabatan yang bersangkutan.
111.4.3.5. Kenaikan Gaji/Upah
• Kenaikan gaji/upah pokok berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah karena adanya ketentuan upah minimum yang lebih tinggi dari upah minimum yang lebih tinggi dari upah minimum yang berlaku di perusahaan atau adanya kebijaksanaan m.oneter secara nasional
• Promosi (kenaikan pangkat/jabatan) karena menuntut pertimbangan perusahaan dengan melihat karyawan telah menunjukkan prestasi kerja tertentu
• Kenaikan upah akan ditentukan sesuai dengan kemampuan perusahaan dengan tetap memperhatikan kepentingan karyawan sesuai dengan tingkat perkembangan ekonomi
III.4.3,6. Upah Selama Sakit
1, Karyawan yang tidak dapat masuk kerja karena sakit dengan dibuktikan surat keterangan sakit dari dokter dengan kriteria sebagai berikut :
• Sakit karena kecelakaan kerja upah tetap dibayar kecuali premi tidak diberi dan bonus berkurang
• Sakit karena diluar kecelakaan kerja upah pokok dibayar setengah, premi tidak diberi, bonus hilang
2. Karyawan yang raenderita sakit karena akibat dari pekerjaannya atau kecelakaan kerja dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau surat keterangan dokter lain yang telah ditunjuk oleh perusahaan bahwa yang bersangkutan harus m.endapat istirahat, atau surat dokter yang telah disahkan oleh dokter/rumah sakit/puskesmas yang ditunjuk oleh perusahaan, maka bagi karyawan yang merrienuhi syarat tersebut diatas upah akan dibayar sebagai berikut :
• Pada triwulan pertama upah dibayar sebesar 100%
dari upah pokok
• Pada triwulan kedua upah dibayar sebesar 75%
dari upah pokok
• Pada triwulan ketiga upah dibayar sebesar 50%
dari upah pokok
• Pada triwulan keempat upah dibayar sebesar 25%
dari upah pokok
• Setelah triwulan keempat pengusaha tidak akan membayar upah bagi karyawan dan dibuat Surat Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 12/Th.1964
3. Bagi karyawan yang diketahui menyalahgunakan surat keterangan dokter untuk kepentingan pribadi atau yang tidak memenuhi petunjuk dokter karena sakitnya, akan dikenakan sangsi Pemutusan Hubungan Kerja.
III.4.3.7. Bantuan Kematian
Perusahaan akan meraberikan bantuan biaya kematian apabila anggota keluarga karyawan meninggal dunia sebagai uang duka dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Karyawan sendiri yang meninggal dunia dengan
jabatan :
a. MTC Rp. 25.000,-
b. Kepala Bagian Rp. 60.000,- c. Kepala Shift Sederajat Rp. 75.000,- d. Kepala Seksi sederajat Rp. 100.000,- 2. Istri/suami yang meninggal Rp. 60.000,-
3. Anak kandung karyawan Rp. 40.000,- 4. Orang tua/mertua karyawan Rp. 30.000,- 111.4.3.8. Bantuan Biaya Perkawinan
Perusahaan akan memberikan bantuan biaya perkawinan kepada karyawan yang menikah setelah mempunyai masa kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di PT.EVITEX.
Bantuan perkawinan diberikan sebagai berikut : 1. MTC/Operator Rp. 25.000,- 2. Kepala Bagian, Pengawas
atau sederajat Rp. 30.000,- 3. Kepala Shift atau sederajat Rp. 40.000,- 4. Kepala Seksi atau sederajat Rp. 50.000,- 111.4.3.9. Txinjangan Hari Raya
Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri perusahaan memberikan tunjangan Hari Raya kepada karyawan yang telah mempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun.
Besarnya tunjangan Hari Raya akan ditetapkan oleh perusahaan dengan memperhatikan usulan dari Serikat Pekerja yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan yang besarnya 1,5 (satu setengah) * gaji penuh.
III.5. KEGIATAN PRODUKSI
III.5.1. Bahan Baku yang Digunakan
Dalam proses produksinya perusahaan memerlukan jenis bahan yaitu :
a. Serat kapas asli
Termasuk cotton (kapas tumbuhan), glasco dan sutera.
Serat buatan b.l. Polyester
Terdiri dari minyak bumi dan bahan kimia.
Polyester dibuat dari zat EG yang direaksikan dan ditambah magnit lalu disemprotkan melalui Nozzle dipotong dengan Cutter sesuai dengan ketentuan yang diinginkan.
Keterangan ; - Magnit
Memberikan daya pikat agar dalam proses pemintalan tidak banyak mengalami kesulitan.
- Nozzle
Bentuknya berupa lubang-lubang kecil dan halus yang dapat diatur menurut yang dikehendaki.
- Cutter
Pisau pemotong setelah filamen disemprotkan dan peyimpangan pada pemotongan disebut Misscut.
b . 2 . Rayon
Rayon dibuat dari kulit kayu dan pohon pinus yang dipotong-potong, kemudian dihancurkan dan dilarutkan kemudian dimasak menjadi selulosa (bahan antara cairan dan padat) kemudian dicampur dengan Na OH supaya menjadi selulosa kering dan dilarutkan di dalam ES2 sehingga menjadi rayon.
III.5.2. Perolehan Bahan Baku a. Lokal
- Jakarta b. Igg>or
- Taiwan (Republic of China) - United State of America - Tanzania
- Turki
- Asia Tengah - Yunani
- Kamerun - Togo
III.5.3. Peralatan ProduJcsi
Dalam proses produksinya dari bahan mentah sarripai menjadi barang jadi diperlukan bermacam-macam peralstan produksi.
Macan-macam alat produksi:
Me sin Blowing (Pembentukan Lap) Fungsi dari mesin blowing adalah :
• Mencampur serat
• Membuka gumpalan-gumpalan serat
• Membersihkan kotoran-kotoran pada kapas
• Pembuatan lap (hasil produksi dari mesin blowing berupa gulungan lembaran bahan baku kapas)
b. Meg in Carding (Peiobentukan Sliver) Fungsi dari mesin carding adalah:
• Proses pembukaan serat
• Penarikan serat
• Pemisahan serat panjang dan serat pendek c . Mesin Drawing Breker
Fxmgsi dari mesin drawing breker (pembentukan sliver) adalah :
• Proses perangkapan serat
• Pencampuran serat
• Penarikan serat
Mesin Drawing Finisher
Fungsi dari mesin drawing finisher (pembentukan sliver) adalah :
• Proses perangkapan serat
• Pencampuran serat (agar sempurna)
• Penarikan serat d. Mesin Pre Drawing
Fungsi dari mesin pre drawing adalah :
• Meluruskan serat dan mensejajarkan serat
• Perangkapan serat
• Pembentukan sliver e. Mesin Flyer
Fungsi dari mesin flyer adalah :
• Untuk proses peregangan
• Pemberian twist
• Penggulungan sliver
f . Mesin roving (Penibentukan Roving)
xRoving adalah hasil produksi dari mesin roving yang berupa gulungan benang yang tebal berdiameter + 5 mm.
Fungsi dari mesin roving adalah ;
• Proses penarikan serat (drafting)
• Pengepangan serat (twisting)
• Penggulungan
• Merubah sliver menjadi roving
g. Mesin Spinning (Pembentiikan Benang) Fungsi dari mesin spinning adalah :
• Proses penarikan benang (drafting)
• Pengepangan serat (twisting)
• Penggulungan
h. Mesin Winding (Proses Merxabah Bentiik) Fungsi dari mesin winding adalah : Merubah bentuk gulungan benang I . Mesin Open End
Fungsi dari mesin open end adalah :
• Penyisiran serat
• Peregangan (drafting)
• Pemberian twist dan.penggulungan
III.5.4. Alat-Alat Pengetesan di Laboratorium
• Saco Lowel Lap Meter, alat untuk pengujian lap blowing
• Tin Plate, alat pengujian web
• Warp Block/Timbangan Analitis, alat untuk pengujian sliver
• Lea Strenght Tester/Single Strength Tester, alat untuk mengukur kekuatan benang
• Yarn Inspector, alat untuk mengetahui nep (gumpalan-gumpalan kapas terkecil yang tidak dapat diuraikan lagi. Biasanya disebabkan oleh kapas yang terlalu muda atau hasil pemrosesan bahan baku yang kurang sempurna) pada benang
• List Strength Tester dan Yarn Riil, alat untuk menggulung 120 yard
111.5.5. Alat-Alat Pengujian Kapas
• Hand Stapping, untuk menentukan panjang serat
• Presley Tester, untuk mengetahui kekuatan serat
• Microair, untuk mengetahui kehalusan serat
• Tetesan Na OH, untuk mengetahui kedewasaan serat
• Conditioner Open, untuk mengetahui kandungan air MR 111.5.6. Proses Produksi
PT. EVITEX dalam kegiatannya yang utama adalah memproduksi benang dan hasil produksinya ini oleh perusahaan langsung dijual. Perusahaan dalam menjalankan aktivitas produksinya memerlukan waktu beroperasi selama 24 jam dan dilakukan dalam 3 shift.
Adapun tahap-tahap pemrosesan tersebut adalah sebagai berikut:
III.5.6.1. Sistem Open End a. Tahap I
Bahan baku kapas yang telah disediakan untuk diproses masih dalam berupa bale yang dipress dan diikat dengan kawat. Oleh karenanya sebelum digunakan ikatan kawat pada kapas tersebut harus dibuka terlebih dahulu dan didiamkan + 24 jam untuk mengembalikan elastisitas dari serat.
b. Tahap II
Setelah bahan baku yang didiamkan + 24 jam selanjutnya diproses pada mesin blowing. Tujuan proses ini adalah mencampur bermacam-macam jenis serat mentah sesuai dengan mutu benang yang diinginkan dan menghasilkan lembaran lap.
• Cara pembuatan proses tersebut adalah :
• Membuka gumpalan-gumpalan serat mentah agar kembali ke keadaan asal
• Mencampur bermacam-macam serat dengan karakter yang berbeda agar menghasilkan kualitas yang terbaik
• Membersihkan serat dari kotoran-kotoran yang dikandungnya
c. Tahap III
Selanjutnya lernbaran lap yang tergulung tersebut diprosGS lebih lanjut pada mesin carding.
Tujuannya adalah ;
• Menguraikan serat-serat yang saling menggumpal
• Membersihkan serat dari kotoran yang dibawa
• Membuat sliver
• Mensejajarkan serat sesejajar mungkin
• Memisahkan serat panjang dan serat pendek Sedangkan cara penibuatannya adalah :
• Melepas dan memisahkan serat menjadi elemen tunggal dan mensejajarkan satu dengan yang lain
• Membersihkan dan membuang kotoran serta serat- serat pendek di dalam serat yang telah dilepaskan
• Memindahkan serat ke bagian yang lebih rapi samb)il menjalani aksi carding dan pembersihan d. Tahap IV
Setelah sliver dihasilkan dari mesin carding dilewatkan m.esin drawing.
Adapiin tujuannya adalah :
• Membuat campuran serat lebih merata di dalam sliver
• Menghasilkan slivsr yang lebih baik mutunya Sedangkan cara pewbuatannya adalah :
• Memilin (mengepang) sliver 6 sampai 8 sliver agar menjadi satu
• Penarikan sliver yang dipilin untuk mengurangi ketidakrataan ketebalan serat dan meluruskan serta menyusun serat-serat agar lebih sejajar.
Biasanya ditarik sa^.pai tiga kali (passage) e. Tahap V
Untuk sistem ini, sliver dari drawing langsung diproses di mesin open end.
Tujuannya adalah :
• Membuat benang dengan kecepatan tinggi
• Membuat benang yang lebih tinggi kerataannya Sedang cara pemb-gatannya adalah :
• Menyuapkan sliver melalui rol penyuap
• Menarik dan memisahkan ikatan serat antara dua pasang sliver
f.
Tahap VISetelah benang tergulung dengan ukuran panjang tertentu, maka gulungan benang tersebut dipak ke dalam karung plastik sesuai dengan ukuran beratnya per karung atau per dcs.
III.5.6.2. Sistem High Draft
Dari proses tahap I san^pai tahap IV sama.
Perbedaannya terletak pada tahap selaniutnya.
f. Tahap V
Tujuarmya adalah :
• Mengecilkan sliver sampai ukuran tertentu yang cocok untuk dipintal
• Membentuk benang roving dan menggulungnya pada bobin spinning
• Member!kan piiinan pada benang roving sehingga memberi kekuatan yang cocok
Cara peinbuatarmya adalah :
• Mengadakan penarikan. Di ir.ana sliver yang masuk dilewatkan dan dijepit diantara beberapa pasang rol, yang mana kecepatan antara pasangan rol yang belakang lebih pelan dibanding dengan pasangan rol yang depan. Sehingga terjadi penarikan (draft)
• Mengadakan pemilinan (plintiran). Hal ini terjadi akibat adanya alat yang bernama flyer.
Dimana alat tersebut bskerja berputar dan memilin roving yang keluar dari rol depan
• Mengadakan penggulungan. Roving yang' telah selesai dipilin digulung pada bobin roving
g. Tahap VI
Setelah proses di mesin roving yang menghasilkan benang roving yang telah tergulung maka selanjutnya diproses pada mesin pintal ring spinning.
Tujuannya adalah :
• Memberikan tarikan pada benang roving hingga ukuran yang diinginkan
• Memberikan pilinan yang tepat pada benang untuk mendapatkan kekuatan yang diinginkan
• Menghasilkan gulungan benang yang sesuai dengan yang diinginkan
Cara pembuatannya adalah :
• Penarikan, proses ini dibuat dengan bantuan alat pasangan rol penjepit yang berbeda kesepatan putarannya. Putaran pasangan rol belakang lebih lambat dari putaran pasangan rol depan.
Kecepatan putaran rol sudah diatur sesuai yang diinginkan.
• Pemilinan (twisting). Proses dibuat dengan bantuan traveller yang dipasang pada ring rol.
dimana sebelum benang digulung pada bobin spinning raaka benang dilewatkan pada traveller lebih dahulu. Yang mana putaran traveller lebih rendah dibandingkan putaran bobin spinning
• Gerakan pembentukan gulungan (copping) adalah gerakan naik turunnya ring rail untuk membentuk gulungan cop sesuai yang diinginkan. Sedangkan kecepatan naiknya ring rail biasanya 1/2 atau 1/4 kali dari kecepatan pada saat ring rail turun
h. Tahap VII
Setelah benang selesai diproses pada mesin ring spinning dengan panjang gulungan tertentu, maka selanjutnya benang akan digulung kembali pada gulungan yang lebih besar melalui proses winding.
Tujuan proses winding adalah :
• Membentuk gulungan benang yang lebih besar, lebih bagus dengan panjang tiap-tiap gulungan adalah sama
• Untuk melakukan pembersihan ulang pada benang- benang terhadap kotoran-kotoran yang menempel pada permukaan benang
• Mengecek kembali kerataan benang sebelum siap untuk dipasarkan
Cara penibuatannya adalah :
• Menggulung kembali benang-benang yang terdapat pada gulungan bobin mesin ring spinning, dari beberapa bobin benang tersebut disambung dan digulung pada paper cone (tempat menggulung benang yang terbuat dari kertas yang berbentuk kerucut) dimana panjang gulungan benang telah disesuaikan dengan berat gulungan yang telah ditentukan. Paper cone tersebut diputar oleh drum yang berbentuk silinder yang mana kecepatan putarannya telah diatur
• Mengecek kerataan benang dengan cara sebelum benang tergulung pada paper cone terlebih dahulu benang dilewatkan pada alat peraba benang (uster eveness tester), dimana cara kerja alat tersebut yaitu jika benang yang melewati tidak sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan atau pada permukaan benang terdapat kotoran, maka dengan otomatis benang tersebut akan diputus oleh alat tersebut. Selanjutnya secara otomatis pula benang akan disambung kembali dengan normal.
Demikian seterusnya
g. Tahap VIII
Setelah gulungan benang dengan panajng dan berat tertentu telah selesai diproses, maka gulungan- gulungan benang tersebut diambil dari atas drum mesin winding, untuk selanjutnya dikemas.
Tujuan dari pengemasan :
• Agar gulungan benang tetap dapat dipertahankan kualitasnya pada saat pengiriman
• Untuk mempermudah pengiriman dari PT. EVITEX ke konsumen
Untuk mempermudah proses menaikkan ke alat transportasi pada saat pengiriman
Tujuan proses tersebut :
Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton setiap gulungan benang dibungkus dengan kantung plastik agar aman dari gesekan antar gulungan
• Menempatkan gulungan benang hasil dari proses winding di dalam kotak karton dengan teratur dan rapi. Dimana setiap kotak karton berisi 24 gulungan benang yang berat totalnya 48 kg
• Mengikat kotak karton dan memberikan tulisan atau kode tertentu sesuai dengan benang yang diproses
• Mengatur turripukan kotak karton diatas tatakan kayu (plat) dengan teratur (1 plat berisi 20 kotak karton)
III.5.6.3. Sistem Super High Draft
Adalah suatu sistem pemrosesan yang lain dari pemintalan, yang mana benang yang dihasilkan lebih halus dan nomer benang yang diproses bisa lebih tinggi. Adapun tahapan yang dijalankan sebagai berikut :
Bahan baku -- > Blowing -- > Carding ---> Pre Drawing -- > Lap Former ---> Combing -- > Drawing ---> Roving -- > Ring Spinning ---> Winding -- > Packaging
Sebagian istilah dari pemrosesan bahan baku sampai dengan packaging yang terdapat dalam sistem super high draft telah dibahas dimuka. Sedangkan sebagian istilah pemrosesan bahan baku yang terdapat pada sistem super high draft yang belum dibahas, akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Pre Drawing
Bahan baku yang diproses lewat tahapan ini biasanya adalah serat cotton sedangkan bahan baku serat buatan tidak perlu melewati tahapan ini, mengingat serat buatan sudah rata dan lurus.
Adapun tujuan dari proses ini adalah :
• Untuk menghasilkan sliver yang lebih rata daripada sliver sebeluranya yakni sliver carding
• Untuk lebih raensejajarkan serat-serat
• Untuk lebih meratakan pencarripuran b. Lap Former
Setelah sliver yang lebih rata dihasilkan dari proses pre drawing, maka beberapa sliver digabung menjadi satu untuk diprosss pada proses lap
former.
Adapun tujuannya adalah :
• Merubah bentuk sliver menjadi bentuk gulungan lap kecil
• Meratakan lagi serat-serat dari beberapa sliver yang belum rata, dengan cara ditarik atau diregangkan
Sedangkan cara pembuatannya adalah :
• Mengadakan penyuapan helai slix^-er dimasukkan jadi satu lev.'at diantara dua rol penyuap kemudian setelah itu sliver dilewatkan diatas meja penyuap dengan mendapat tekanan dari rol penggilas, yang menekan sliver-sliver yang disuapkan secara rata ke arsh rneja penyuap
• Mengadakan peregangan dengan cara menarik sliver-sliver yang masuk dengan ukuran tertentu, selanjutnya sliver dilewatkan diantara tiga pasang rol peregang, yang mana kecepatan ketiga pasang rol tersebut berbeda-beda, kecepatan rol terdepan lebih besar dari kecepatan rol tengah, dan ■ kecepatan rol tengah lebih besar dari kecepatan rol belakang. Sehingga terjadilah suatu penarikan atau peregangan
• Mengadakan penggulungan dan perailinan beberapa sliver yang telah diregangkan dan berwujud lembaran lap. Dipiln dan pada saat yang sama digulung pada bobin lap former. Pada saat berputar bobin langsung mendapat tekanan dari rol penekan yang gunanya untuk mengatur lunak dan kerasnya gulungan tersebut kemudian pada panjang tertentu, gulungan lap tersebut diputus dan dengan demikian proses telah selesai
c. Combing
Setelah proses penggulungan lap selesai, maka gulungan lap tersebut dibawa ke mesin combing untuk diproses lebih lanjut.
Sedangkan tujuannya adalah :
• Mendapat sliver yang lebih rata
• Memisahkan serat-serat pendek
• Menyingkirkan kotoran-kotoran ada dalam serat
• Meluruskan dan mengarahkan sarta-serat sehingga sejajar satu sama lain
Adapun cara pembuatannya adalah
• Mengadakan penyuapan dimana gulungan lap yang berasal dari proses lap former disuapkan oleh rol penyuap, dimana putarannya secara periodik.
Karena putaran ke depan dari pasangan rol pemutar lap tersebut, maka lapisan lap akan terkelupas dan disuapkan ke depan melewati permukaan yang licin
• Mengadakan penyisiran dan pencabutan serat.
Setelah lap disuapkan, selanjutnya serat dijepit oleh penjepit kemudian serat disisir. Bersamaan dengan itu serat juga dicabut sehingga serat- serat yang kusut tidak dapat lewat pada sisir sehingga yang dapat lewat hanya serat panjang dan lurus
• Penampungan limbah serat. Serat-serat yang pendek dan kusut yang tertinggal pada sisir akan dibersihkan oleh sikat pembersih yang
selanjutnya serat-serat tersebut akan menempel pada silinder panjang dimana setiap 1 jam sekali
limbah tersebut akan diambil oleh operator
• Perangkapan, peregangan dan penampungan sliver.
Hasil dari penyisiran adalah berupa lapisan tipis yang selanjutnya dijadikan satu berbentuk sliver. Dari beberapa sliver yang telah disisir akan dijadikan satu lagi untuk diberikan peregangan, dengan cara yang sama seperti peregangan pada mesin yang lain. Selanjutnya sliver hasil combing ditampung dalam sebuah tempat yang dinamakan can (tempat untuk menggulung sliver yang m.enyerupai drum yang tipis, didalamnya diberi tatakan yang terbuat dari per). Dengan ditampungnya sliver tersebut maka selesailah proses dari combing dan sekaligus selesai proses super high draft.
Selanjutnya proses tersebut dilanjutkan ke proses drawing, dimana proses dan cara kerjanya sama seperti proses pada sistem high draft
III.5.7. Hasil Produksi
Jenis Benang yang Dihasilkan :
• PE 30^, artinya
Polyester 100%, nomer benang 30, single
• TR 85/15 20= , artinya
Campuran poleyester 85%, rayon 15%, nomer benang 20
• TR 65/35 30® , artinya
Campuran polyester 65%, rayon 35%, nomer benang 30
• C 20, artinya
Kapas 100%, nomer benang 20
•■CVC 40, artinya
Kapas 50%, polyester 50%, nomer benang 40
• YCM 30, artinya
Polyester 65%, kapas 35%, nomer benang 30
• TC 20, artinya
Polyester 70%, kapas 30%, nomer benang 20
• TR 70/30 20, artinya
Polyester 70%, rayon 30%, nomer benang 20 Kode-Kode Material
C = Cotton P = Polyester R = Rayon Keterangan :
• Tiap bale = 400 pons = 5 bungkus X 80 pons
• Satu plintiran ( 1 Ne ) benang = setiap pons benang panjangnya 1 X 840 yard juga dinamakan benang I's
• 20 plintiran ( 20 Ne ) benang = 1 pons benang panjangnya
20 X 840 yard dinamakan benang's
Benang Ne-nya makin besar, benangnya makin halus Satuan Panjang
1 inch = 1" = 2,54 cm 1 feet = 12" = 30,48 cm
1 yards 3 feet - 36" = 91,44 cm 1 Lea = 120 yards = 109,73 m 1 Hank = 7 Lea's = 840 yards Satioan Berat
1 Ounce = 437,5 Grains = 28,350 g 1 Pound = 16 ounces = 453,6 g 1 Grains = 64,799 mgr
1 kg 1000 g = 2,2046 pounds 1 Bale 181,44 kg (benang)
1 Bale = 400 pounds (bale kapas) Istilah- Istilah
Thin, artinya
Keadaan benang yang tidak norma tebal dari ukuran standar)
Thick, artinya
Keadaan benang yang tidak normal (benang lebih tipis dari ukuran standar)
N e
,
artinyaSatuan nomer benang sistem Inggris (umumnya dipakai di seluruh dunia bidang pertekstilan), untuk menunjukkan besar kecilnya ukuran benang tersebut Hank artinya
Satuan panjang untuk mengukur•panjang benang ( 1 Hank = 768 m )
Pounds artinya
Satuan berat, untuk mengukur berat benang ( 1 Pounds = 453,6 g )
Proses Produksi PT. EVITEX, Gresik
G ud an g --- Blow in g (Penibentukan Lap)
R a w M a t e r i a l - Proses p e n c a m p u r a n serat
- Pem bu k aa n serat - Pencab ik a n serat
- Pember s ih an serat
C a r d i n g (Penibentukan Sliver)
- Proses p e m b u k a a n serat - Pen a ri ka n serat
- P em i sahan serat p a n ja ng d an p e nd e k
D r a w in g Br eker (Pembentukan Sliver) - Proses p er an g k a p a n serat
- P e nc am pu r an serat
- P en arikan serat
D r aw in g Fi nisher (Pembentukan Sliver) - Proses p er an g k a p a n serat (drafting) - P e n ca mp u ra n serat (agar sempurna) - P en a rikan serat
R o v i ng (Pembentukan Roving)
- Proses p e n a r ik an serat (drafting) - P e n g gi n ti ra n serat (twisting) - Peng g ul un ga n
W i nd in g
•- Proses m e r u b a h bentuk
Packing
- Proses dari wind in g ha silnya dipac k - Si ap dipas ar k an
er : Data Intern Perusahaan Tahun 1995