LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERIODE JANUARI S.D. DESEMBER 2020
PT BPR SEJAHTERA ARTHA SEMBADA
JL A YANI NO. 5A PEKUNCEN WIRADESA
P E K A L O N G A N
I. PENDAHULUAN
Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.5/SE.OJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.24/seojk.03/2020 tentang perubahan atas surat edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 5/seojk.03/2016 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT, maka PT. BPR Sejahtera Artha Sembada telah menyusun pembuatan laporan untuk tahun buku 2020 dengan mengacu pada prinsip- prinsip sebagai berikut:
1.1. Keterbukaan (Transparency) yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan. Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan mudah diperbandingkan serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Prinsip keterbukaan oleh Bank tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan rahasia Bank sesuai Undang-Undang yang berlaku.
1.2. Akuntabilitas (Accountaibility) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban struktur Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif. Bank memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran berdasarkan ukuran-ukuran yang konsisten dengan corporate values, sasaran dan usaha dan strategi Bank sebagai pencerminan akuntabilitas Bank. Dalam hubungan ini Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing organ organisasi yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan serta memastikan terdapatnya check and balance dalam pengelolaan Bank.
1.3. Tanggung Jawab (Responsbility) yaitu kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang sehat. sebagai wujud pertanggung jawaban Bank untuk menjaga kelangsungan usahanya, Bank harus berpegang pada prinsip-prinsip kehati-hatian (prudential banking practices) dan mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank harus bertindak sebagai good corporate citizen (warga negara perusahaan yang baik)
termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial.
1.4. Independensi(Independency) yaitu pengelolaan Bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun. Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest), dan setiap keputusan berdasarkan objektifitas serta bebas dari tekanan dari pihak manapun.
1.5. Kewajaran (Fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak- hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan azas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) serta memberikan/menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank atau mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.
Sesuai Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/POJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 Tentang: Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.
Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) bagi BPR menyebutkan bahwa pelaksanaan GCG merupakan salah satu faktor dalam melakukan penilaian sendiri (Self Assessment). Oleh karena itu dalam rangka memastikan penerapan 5 (lima) prinsip dasar GCG, setiap Bank harus melakukan penilaian sendiri (Self Assessment) secara berkala yang paling kurang meliputi 11 (sebelas) Faktor Penilaian Pelaksanaan GCG yaitu:
1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi
3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite 4. Penanganan benturan kepentingan
5. Penerapan fungsi kepatuhan 6. Penerapan fungsi audit intern 7. Penerapan fungsi audit ekstern
8. Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern 9. Batas Maksimum Pemberian kredit
10. Rencana Bisnis
11. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan
PT. BPR Sejahtera Artha Sembada telah melakukan penilaian sendiri terhadap Pelaksanaan GCG posisi 31 Desember 2020.
II. TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA A. Pengungkapan Penerapan Tata Kelola
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi
Bahwa jumlah Direksi PT. BPR Sejahtera Artha Sembada sampai 31 Desember 2020 adalah 2 (dua) orang sebagai berikut :
No. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi 1. Nama : Nur Hidayah
NIK : -
Jabatan : Direktur dan Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan TUGAS
1. Bekerja sama dengan Direktur Utama dalam menyusun anggaran
2. Bekerja sama dengan Direktur utama dalam menyusun strategi dan rencana kerja untuk mencapai anggaran
3. Mengendalikan anggaran biaya
4. Menetapkan kebijakan tentang ketentuan-ketentuan pelaksanaan operasional bank dengan pembagian tugas yang jelas bersama dengan direktur Utama
5. Mengkoordinasikan pelayanan dan pemrosesan operasional dengan baik dan lancar
6. Menyusun laporan keuangan dan laporan terkait lainnya untuk disampaikan kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Dewan Komisaris serta pihak terkait lainnya bekerjasama dengan Direktur Utama.
7. Memastikan bahwa system dan prosedur operasional dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menjaga keseimbangan likuiditas, permodalan dan perkreditan secara optimal untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik.
9. Menindaklanjuti hasil evaluasi pemeriksaan BI, Dewan Komisaris dan SKAI
10. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja, operasional bank, peraturan perusahaan dan hasil kerja staf dan karyawan
11. Memelihara keharmonisan kerja antar bagian di kantor pusat / cabang.
TANGGUNGJAWAB
1. Terkoordinasinya semua aktivitas BPR, terutama dalam bidang operasional yaitu pelayanan dan pemrosesan dengan baik.
2. Pencapaian anggaran sesuai target kerja disetiap bagian di
3. Terjaminnya pelaksanaan aktivitas operasional BPR dengan baik, tertib dan lancar
4. Pelaksanaan, administrasi, dan pengawasan operasional bank 5. Pembinaan karyawan
6. Terciptanya citra yang baik dan hubungan yang harmonis dengan lingkungan masyarakat sekitar BPR
2. Nama : Forest Khrisna Tri Wasisto Ady NIK : -
Jabatan : Direktur TUGAS
1. Bekerja sama dengan Direktur Utama dalam menyusun anggaran
2. Bekerja sama dengan Direktur utama dalam menyusun strategi dan rencana kerja untuk mencapai anggaran
3. Mengendalikan anggaran biaya
4. Menetapkan kebijakan tentang ketentuan-ketentuan pelaksanaan kredit bank dengan pembagian tugas yang jelas bersama dengan direktur Utama
5. Mengkoordinasikan pelayanan dan pemrosesan kredit dengan baik dan lancar
6. Menyusun laporan keuangan dan laporan terkait lainnya untuk disampaikan kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Dewan Komisaris serta pihak terkait lainnya bekerjasama dengan Direktur Utama.
7. Memastikan bahwa system dan prosedur kredit dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menjaga keseimbangan likuiditas, permodalan dan perkreditan secara optimal untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik.
9. Menindaklanjuti hasil evaluasi pemeriksaan BI, Dewan Komisaris dan SKAI
10. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja, peraturan perusahaan dan hasil kerja staf dan karyawan
11. Memelihara keharmonisan kerja antar bagian di kantor pusat / cabang.
TANGGUNGJAWAB
1. Terkoordinasinya semua aktivitas BPR, terutama dalam bidang Kredit baik pemasaran maupun kualitas kredit.
2. Pencapaian anggaran sesuai target kerja di setiap bagian di kantor pusat / cabang
3. Terjaminnya pelaksanaan aktivitas kredit BPR dengan baik, tertib dan lancar
4. Pembinaan karyawan
5. Terciptanya citra yang baik dan hubungan yang harmonis dengan lingkungan masyarakat sekitar BPR
Catatan :
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) No.11 Tertanggal 27 Nopember 2020 memutuskan:
- Memberhentikan dengan sangat hormat Saudara R. Yoyok Harmasto selaku Direktur Utama terhitung 17 Desember 2020.
- Memperpanjang masa jabatan Ibu Nur Hidayah untuk periode 5 Tahun dan mengusulkan Ibu Nur Hidayah sebagai Direktur Utama Perseroan dengan menunggu keputusan OJK.
- Maka terhitung tanggal 18 Desember 2020 susunan Direksi adalah : Direktur : Ibu Nur Hidayah
Direktur : Bapak Forest Khrisna Tri Wasisto Ady
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) No.06 Tertanggal 27 Februari 2021 memutuskan :
- Menyetujui pengangkatan Ibu Nur Hidayah berdasarkan hasil keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-2/KO.0303/2021 Tertanggal 07 Januari 2021 selaku Direktur Utama
- Pengangkatan Bapak Forest Khrisna Tri Wasisto Ady berdasarkan hasil keputusan dewan komisioner OJK Nomor KEP-5/KO.0303/2021 Tertanggal 25 Januari 2021 selaku Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan.
Tindak Lanjut Rekomendasi Dewan Komisaris :
1. Dalam pengembangan jaringan kantor Direksi telah melakukan analisa studi kelayakan yang dituangkan secara tertulis.
2. BPR sudah membuat action plan terhadap debitur yang mungkin akan terdampak dengan adanya Pandemi Covid 19 tersebut dan sudah dilaporkan ke OJK seminggu sekali, Proses pemberian kebijakan relaksasi tersebut sudah dilakukan komite kedit yang berdasarkan kepada analisa 5 C dan analisa SWOT serta dilakukan pengecekan di lapangan dan dilakukan update data terbaru dari berbagai sektor baik dari segi usaha nasabah, update agunan dan faktor2 lainnya
3. Direksi telah melakukan monitoring dan mengkinikan secara berkala untuk penilaian risiko. Dan dalam pemberian pelatihan kepada karyawan terkait APU PPT Direksi telah menguji pemahaman karyawan dengan Pre Test dan Post Test.
4. Direksi telah mendorong cabang agar cabang untuk tidak hanya fokus kredit KSG dan memaksimalkan potensi daerah disekitar kantor diantaranya sektor Pertanian, Kehutanan & peternakan.
5. Dalam rangka mendukung dan meningkatkan dana murah, direksi akan senantiasa berinovasi membuat produk dana murah yang menarik bagi masyarakat. Produk simpanan berhadiah barang telah kami evaluasi dan hitung ulang guna memastikan produk tersebut menguntungkan atau tidak
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Dewan Komisaris
Bahwa jumlah Dewan Komisaris PT. BPR Sejahtera Artha Sembada sampai 31 Desember 2020 adalah 2 (dua) orang dengan susunan anggota dewan komisaris sebagai berikut :
No. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Dewan Komisaris 1. Nama : Ivan Agustianto Prihadi
NIK : -
Jabatan : Komisaris Utama 2. Nama : Rodiyanto
NIK : -
Jabatan : Komisaris Tugas dan Tanggung Jawab:
1. Dewan Komisaris wajib melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara independen
2. Memastikan terselenggaranya penerapan Tata Kelola dalam setiap kegiatan usaha BPR pada seluruh jenjang organisasi Bank
3. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi 4. Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan stategis 5. Dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan mengenaiBPR
kegiatan operasional BPR kecuali:
o Penyediaan dana kepada puhak terkait yang mengatur mengenai BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)
o Hal- Hal yang ditetapkan dalam perundang undangan
6. Setiap anggota Dewan Komisaris wajib dengan iktikad baik , kehati- hatian dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan
7. Membuat risalah rapat Dewan Komisaris sedikitnya 4 (empat) kali dalam setahun dan menyimpan salinannya
8. Dalam hal diperlukan oleh OJK, anggota Dewan Komisaris wajib mempresentasikan hasil pengawasan terhadap BPR
9. Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan audit intern Bank, audit Ekstern, hasil pengawasan Dewan Komisaris dan Otoritas Jasa Keuangan
Rekomendasi kepada Direksi :
1. Dalam rangka pencapaian target RBB tahun 2020 agar Direksi fokus dan mempunyai komitmen tinggi dengan melakukan antara lain Rencana pengembangan jaringan kantor termasuk perpindahan kantor pusat pada tahun 2020 agar dipersiapkan dengan matang dan dinyatakan secara tertulis dalam bentuk analisa studi kelayakan.
Untuk itu, perlu dilakukan survey secara detail mencakup tempat, harga dan potensi pengembangan pasar yang ada disamping melakukan kontrol, monitoring kualitas, biaya maupun kemajuan pembangunan gedung baru kantor pusat sehingga realisasinya berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.
2. Kebijakan Relaksasi Kredit di masa Pandemi Covid 19 maka terdapat hal-hal yang perlu kami ingatkan BPR harus membuat action plan terhadap debitur yang mungkin akan terdampak dengan adanya Pandemi Covid 19 tersebut agar keberlangsungan bisnis BPR tetap terjaga, Dalam melakukan relaksasi terhadap kualitas kredit debitur BPR yang menurun maka perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa hal tersebut betul terjadi karena dampak Covid 19. Kebijakan relaksasi hanya ditujukan kepada debitur yang terdampak, dan Proses pemberian kebijakan relaksasi tersebut harus tetap melalui komite kedit yang berdasarkan kepada analisa 5 C dan analisa SWOT setelah dilakukan pengecekan di lapangan.
3. Sehubungan dengan peraturan OJK nomor 23 POJK 01/2019 & no. 12 POJK 01/2017 perihal APU PPT bersama ini perlu kami sampaikan beberapa hal sbb : BPR sebagai Penyedia Jasa keuangan (PJK) harus mendokumentasikan penilaian risiko, mempertimbangkan seluruh faktor risiko yang relevan serta mengkinikan penilaian risiko secara berkala, Kinerja unit kerja di cabang-cabang agar dimonitor dengan baik dalam menerapkan program APU /PPT, dan Dalam pemberian pelatihan kepada karyawan terkait peraturan APU/PPT sebaiknya diikuti dengan test tertulis untuk menguji tingkat pemahaman karyawan terhadap materi sehingga pelatihan APU PPT tidak hanya sekedar formalitas.
4. Dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi di masa pandemi, bersama kami sampaikan beberapa hal : BPR perlu mengembangkan produk pinjaman untuk mendukung peningkatan kinerja, salah satunya dengan melakukan pemetaan jenis-jenis usahayang memungkinkan untuk dibiayai dan BPR dapat menggunakan data Bank Indonesia tentang sektor usaha yang masih bisa bertumbuh, diantaranya adalah sektor Pertanian, Kehutanan & peternakan yang berdasar data yang ada, pertumbuhannya masih positip yaitu sebesar 2,2%.
5. Untuk pembuatan produk baru dana /simpanan BPR, kami menyarankan agar dilakukan evaluasi terlebih dahulu atas produk sebelumnya, terutama produk dana yang diikuti pemberian barang atau hadiah, Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban secara tertulis untuk mengetahui apakah produk simpanan yang selama ini dipasarkan menguntungkan atau tidak bagi BPR
3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi Komite
Pada periode pelaporan ini, modal inti Bank kurang dari ketentuan, sehingga tidak dibentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi.
a. Tugas dan Tanggungjawab Komite
No Tugas dan Tanggung Jawab Komite
1 Komite Audit
Tugas dan Tanggung Jawab : 2 Komite Pemantau Risiko
Tugas dan Tanggung Jawab:
3 Komite Remunerasi dan Nominasi Tugas dan Tanggung Jawab :
b. Struktur, Keanggotaan, Keahlian, dan Independensi Anggota Komite
No Nama NIK Keahlian
Komite
Pihak Independen
(Ya/ Tidak) Audit Pemantau
Risiko
Remunerasi dan Nominasi
1 Nihil - - - -
2 Nihil - - - -
dsb Nihil - - - -
c. Program Kerja dan Realisasi Program Kerja Komite
1
Komite Audit Program Kerja : Realisasi : Jumlah Rapat :
2
Komite Pemantau Risiko Program Kerja :
Realisasi : Jumlah Rapat :
3
Komite Remunerasi dan Nominasi Program Kerja :
Realisasi : Jumlah Rapat :
4. Penanganan Benturan Kepentingan
Benturan kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Bank dengan kepentingan ekonomis pribadi pemilik, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pejaabat Eksekutif, dan/ atau pihak terkait Bank.
Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan Pejabat Eksekutif dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan BPR atau mengurangi keuntungan BPR dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusan.
5. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern
Dalam hal penerapan fungsi kepatuhan, audit intern dan audit ekstern, bank telah menerapkan sesuai asas tata kelola yang baik, antara lain dengan :
- Memantau dan memahami setiap perkembangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan perundang-undangan yang relevan dengan kegiatan usaha BPR
- Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh unit kerja terkait mengenai peraturan perundang-undangan yang relevan - Memastikan bahwa masing-masing unit kerja sudah melakukan
penyesuaian ketentuan intern dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturanperundangan lain yang relevan
- Memberikan konsultasi kepada unit kerja atau pegawai BPR mengenai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan lain
- Memberikan rekomendasi untuk produk, aktivitas dan transaksi BPR sesuai peraturan perundang-undangan
- Memastikan penerapan prosedur kepatuhan pada setiap unit kerja 6. Penerapan Manajemen Risiko termasuk Sistem Pengendalian Intern
BPR menerapkan manajemen risiko secara efektif, yang disesuaikan dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran, dan kompleksitas usaha serta kemampuan BPR dengan berpedoman pada persyaratan dan tata cara sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan yang mengatur mengenai penerapan manajemen risiko bagi BPR, yang dalam hal ini adalah Peraturan nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Perkreditan Rakyat yang ditetapkan tanggal 3 November 2015 dan diundangkan tanggal 12 November 2015.
7. Batas Maksimum Pemberian Kredit
8. Sebagai salah satu pelaksanaan prinsip kehati-hatian, bank senantiasa mengacu pada ketentuan- ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit. Sepanjang Tahun 2020 tidak pernah terjadi pelanggaran maupun pelampauan BMPK apalagi RUPS telah mengatur BWMK sebesar Rp300.000ribu per debitur.
9. Rencana Bisnis Bank
BPR telah menyusun rencana bisnis yang mencakup rencana strategis jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan rencana bisnis tahunan yang mengacu pada ketentuan yang mengatur prihal rencana bisnis.
Rencana bisnis bank tahun 2021 telah disampaikan secara daring ke Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 25 Januari 2021
10.Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan
Bank telah memberikan transparansi kondisi keuangan bank melalui Laporan Publikasi dan sudah di kirimkan ke OJK secara daring pada Bulan Maret 2021 untuk Laporan Keuangan Publikasi yang sudah diaudit.
III. KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI 1. Kepemilikan Saham Direksi
Periode (Januari s/d Desember 2020), disajikan dalam tabel berikut : No
. Nama Anggota
Direksi NIK Nominal (Rp) Persentase
Kepemilikan (%)
1. Nur Hidayah - Tidak Ada Tidak Ada
2. Forest Khrisna
TWA - Tidak Ada Tidak Ada
2. Kepemilikan Saham Anggota Direksi pada Perusahaan Lain
Periode (Januari s/d Desember 2020), disajikan dalam tabel berikut : No
.
Nama Anggota
Direksi NIK Sandi
Bank Lain
Nama Perusahaa
n Lain
Persentase Kepemilikan
(%) 1. Nur Hidayah - Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
2. Forest Khrisna
TWA - Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
Anggota Direksi tidak mempunyai kepemilikan saham pada BPR yang bersangkutan maupun pada perusahaan lain.
IV. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA DIREKSI DENGAN ANGGOTA DIREKSI LAIN, ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
Direksi Bank berasal dari kalangan profesional dan Direksi Bank tidak memiliki hubungan keuangan berupa menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi Bank dan/atau Pemegang Saham Bank. Direksi Bank tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua berupa hubungan baik vertikal maupun horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi Bank dan atau Pemegang Saham Pengendali Bank.
1. Hubungan Keuangan Anggota Direksi pada BPR
No
. Nama Anggota
Direksi NIK
Hubungan Keuangan Anggota
Direksi Lain
Anggota Dewan Komisaris
Pemegan g saham
1. Nur Hidayah - Tidak
Ada
Tidak Ada Tidak Ada 2. Forest Khrisna
TWA - Tidak
Ada Tidak Ada Tidak Ada
2. Hubungan Keluarga Anggota Direksi pada BPR
No
. Nama Anggota
Direksi NIK
Hubungan Keluarga Anggota
Direksi Lain
Anggota Dewan Komisaris
Pemegan g saham
1. Nur Hidayah - Tidak
Ada Tidak Ada Tidak Ada 2. Forest Khrisna
TWA - Tidak
Ada Tidak Ada Tidak Ada
V. KEPEMILIKAN SAHAM DEWAN KOMISARIS
1. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada BPR No
. Nama Anggota
Dewan Komisaris NIK Nominal (Rp) Persentase Kepemilikan (%) 1. Ivan Agustianto
Prihadi - Tidak Ada Tidak Ada
2. Rodiyanto - Tidak Ada Tidak Ada
2. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada Perusahaan Lain
No .
Nama Anggota
Direksi NIK Sandi Bank
Lain
Nama Perusahaan
Lain
Perse ntase Kepe milik an (%) 1. Ivan Agustianto
Prihadi - - PT. BPR
ARTHA DAYA 0,84
2. Rodiyanto - Tidak Ada Tidak Ada Tidak
Ada
VI. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DENGAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS LAIN, ANGGOTA DIREKSI DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keuangan berupa menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi Bank.
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua berupa hubungan baik vertikal maupun horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi Bank. Anggota Dewan komisaris Bank memiliki hubungan keluarga dengan Pemegang Saham Bank.
1. Hubungan Keuangan Anggota Dewan Komisaris pada BPR
No .
Nama Anggota
Dewan Komisaris NIK
Hubungan Keuangan Anggota
Dewan Komisaris
Lain
Anggota Direksi
Pemegang saham
1. Ivan Agustianto
Prihadi - Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
2. Rodiyanto - Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
2. Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris pada BPR
No .
Nama Anggota Dewan
Komisaris NIK
Hubungan Keluarga Anggota
Dewan Komisari
s Lain
Anggota
Direksi Pemegang saham
1. Ivan Agustianto
Prihadi - Tidak
Ada Tidak
Ada Tidak Ada
2. Rodiyanto - Tidak
Ada Tidak
Ada Tidak Ada
VII. PAKET/KEBIJAKAN REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN BAGI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS YANG DITETAPKAN BERDASARKAN RUPS
1. Paket/Kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS
No
Jenis Renumerasi
(Dalam 1 Tahun)
Direksi Dewan Komisaris
Jumlah Orang
Jumlah Keseluruhan
(Rp)
Jumlah Orang
Jumlah Keseluruhan
(Rp)
1. Gaji 3 1.005.600.000 2 618.000.000
2. Tunjangan
kesehatan 3 83.500.000 2 51.500.000
3. Pulsa 3 18.000.000 2 12.000.0000
4. THR 3 250.000.000 2 154.500.000
5. Bonus 3 306.166.666 2 188.833.333
6 Imbalan
Pasca Kerja 3 83.500.000 2 51.500.000
Total 1.771.616.666 1.076.333.333
2. Uraian Fasilitas Lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS
No Jenis Remunerasi Lain (Dalam 1
Tahun)
Uraian Fasilitas Disertai dengan Jumlah Fasilitas (Unit)
Direksi Dewan Komisaris
1. Transportasi (mobil)
Direksi yang masing- masing
mendapatkan
fasilitas 1 unit mobil
Dewan Komisaris yang masing- masing
mendapatkan fasilitas 1 unit mobil
VIII. RASIO GAJI TERTINGGI DAN GAJI TERENDAH
Untuk memenuhi salah satu aspek Transparansi dalam pelaksanaan Good Corporate Governance sesuai ketentuan yang berlaku, berikut ini akan diungkapkan mengenai rasio Gaji tertinggi dan terendah, dalam skala perbandingan dalam tabel di bawah ini :
Keterangan Perbandingan
(a/b) : 1 Rasio gaji pegawai yang tertinggi (a) dan gaji pegawai yang
terendah (b) 5,6 : 1
Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji
anggota Direksi yang terendah (b) 1,7 : 1 Rasio gaji anggota Dewan Komisaris yang tertinggi (a) dan
gaji anggota Dewan Komisaris yang terendah (b)
1,2 : 1
Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji
anggota Dewan Komisaris yang tertinggi (b) 1,1 : 1 Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji
Pegawai yang tertinggi (b) 4,3 : 1
Gaji yang diperbandingkan dalam rasio gaji di atas adalah gaji keseluruhan yang diterima mencakup gaji pokok dan tunjangan dalam 1 (satu) tahun.
IX. FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris selama Tahun 2020 telah diselenggarakan sebanyak4 (empat) kali dalam setahun, bahwa seluruh rapat dihadiri secara fisik oleh anggota Dewan Komisaris. Meskipun hanya diselenggarakan selama 4 (empat) kali dalam setahun, namun rapat tersebut berlangsung secara efektif dan telah sesuai dengan kebutuhan Bank dalam melakukan evaluasi/penetapan kebijakan strategis dan evaluasi realisasi Rencana Bisnis Bank. Berdasarkan Notulen Rapat Dewan Komisaris selama Tahun 2020, maka dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan pada rapat dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Hasil rapat Dewan Komisaris juga telah dituangkan dalam Notulen Rapat Dewan Komisaris dengan baik.
Dokumentasi hasil Rapat Dewan Komisaris juga dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan pihak terkait.
1. Pelaksanaan Rapat Dalam 1 (Satu) Tahun No. Tanggal Rapat Jumlah
Peserta Topik/Materi Pembahasan 1. 16 Maret 2020 4 Revisi rencana bisnis Bank periode 2020 2. 18 Mei 2020 5 Kebijakan dana, relaksasi dampak covid
19 & Mou BPR dengan karyawan pabrik 3. 27 Juli 2020 5 APU PPT, analisa kredit, penarikan
tabungan 4. 24 Nopember
2020 5 Pengembangan Produk Pinjaman Evaluasi Produk & RBB tahun2021
2. Kehadiran Anggota Dewan Komisaris
No.
Nama Anggota Dewan Komisaris
NIK
Frekuensi Kehadiran
Tingkat Kehadiran
(dalam %) Fisik Telekon
ferensi 1 Ivan Agustianto
Prihadi
- 100 10 100
2 Rodiyanto - 100 10 100
X. JUMLAH PENYIMPANGAN INTERNAL (INTERNAL FRAUD)
Jumlah penyimpangan intern yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh BPR : 1. Jumlah internal fraud yang telah diselesaikan;
Tidak ada internal fraud yang telah diselesaikan
2. Jumlah internal fraud yang sedang dalam proses penyelesaian di internal BPR;
Tidak ada internal fraud yang dalam proses penyelesaikan 3. Jumlah internal fraud yang belum diupayakan penyelesaiannya;
Tidak ada internal fraud yang belum diupayakan penyelesaiannya
4. Jumlah internal fraud yang telah ditindaklanjuti melalui proses hukum, sebagaimana tabel sebagai berikut:
Jumlah Penyimpanga
n Internal (Dalam 1
Tahun)
Jumlah Kasus (Satuan) yang Dilakukan Oleh Anggota Direksi Anggota Dewan
Komisaris Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap Tahun
sebelu m-nya
Tahun lapora
n
Tahun sebelu m-nya
Tahun lapora
n
Tahun sebelu m-nya
Tahun lapora
n
Tahun sebelu m-nya
Tahun lapora
n Total Fraud Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Total fraud
telah
diselesaikan
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Telah
Diselesaikan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Dalam Proses
Penyelesaian Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Belum
Diupayakan Penyelesaiann ya
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Telah
Ditindaklanju ti Melalui Proses Hukum
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Bank dan telah dituangkan dalam tabel diatas tidak terdapat penyimpangan internal yang terjadi.
XI. PERMASALAHAN HUKUM YANG DIHADAPI
Jumlah permasalahan hukum dan upaya penyelesaian oleh BPR;
Permasalahan Hukum Jumlah
Perdata Pidana Telah Selesai (telah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap) Nihil Nihil
Dalam proses penyelesaian Nihil Nihil
Total Nihil Nihil
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Bank sebagaimana data tersebut diatas, tidak ada kasus permasalahan hukum pidana yang masih dalam proses penyelesaian.
XII. TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN
No
Pihak yang Memiliki Benturan Kepentingan
Pengambil Keputusan Jenis Trans aksi
Nilai Transa
ksi (jutaan
Rupia h)
Keter anga
n Nama Jabatan NI *)
K Nama Jabatan NIK Nihil Nihil Nih
il
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Berdasarkan hasil evaluasi Bank, pada tahun 2020 tidak terdapat transaksi yang menimbulkan benturan kepentingan.
XIII. PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk komitmen Bank untuk berperilaku etis dan memberikan konstribusi pada pembangunan nasional berupa kepedulian kepada masyarakat, dengan cara memberi bantuan kepada masyarakat yang dinilai layak untuk menerima bantuan tersebut.
No. Tanggal Pelaksanaan
Jenis Kegiata
n (Sosial/
Politik)
Penjelasan Kegiatan
Penerima Dana
Jumlah (Rp)
1 3,20,21
Februari Sosial Santunan Anak Yatim
Anak Yatim
sekitar kantor 9.950.000,-
2 6 Maret
2020 Sosial Bantuan
Peduli Banjir
Korban Banjir di Kota dan Kab
Pekalongan
5.800.000,-
3 8 April 2020 Sosial
Bantuan Kegiatan Olahraga
Bantuan Rehab Lapangan Badminton dan Tenis Meja
2.000.000
4 29 April
2020 Sosial Peduli dampak covid 19
Bantuan untuk masyarakat kurang mampu di sekitar kantor
60.000.000
5 29 April 2020
Sosial Keagam aan
Bantuan zakat fitrah
Nasabah kurang mampu
14.187.500
6 29 Juli 2020
Sosial Keagam aan
Hewan qurban Idul Adha
Masyarakat disekitar kantor
87.299.000
XIV. KESIMPULAN UMUM HASIL SELF ASSEMENT POSISI AKHIR DESEMBER 2020
Dari hasil penilaian sendiri atas Pelaksanaan GCG Bank, ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan GCG Bank memperoleh peringkat 1 (satu) atau “Sangat Baik”. Adapun dasar pertimbangannya dapat dilihat di bawah ini :
Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nilai Komposit
Total Penilaian Faktor 0,24 0,16 - 0,20 0,18 0,21 0,05 - 0,14 0,15 0,12 1,45
Predikat Komposit
Faktor : 1
Faktor : 2 Faktor : 3 Faktor : 4 Faktor : 5 Faktor : 6 Faktor : 7 Faktor : 8 Faktor : 9 Faktor : 10 Faktor : 11
Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR
Sangat Baik Kesimpulan
Bank sudah memiliki 2 (dua) orang direksi yaitu Direktur dan Direktur dan yang
membawahkan fungsi Kepatuhan yang berdomisili di provinsi yang sama dengan kantor pusat BPR
Bank belum menerapkan Manajemen Resiko secara penuh sesuai dengan POJK No.13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko
Bank telah memiliki pedoman BMPK dan tidak ada pelanggaran maupun pelampauan BMPK sesuai ketentuan OJK
Rencana Bisnis telah disusun direksi dan memperoleh persetujuan Dewan Komisaris serta didukung sepenuhnya oleh pemegang saham
Laporan keuangan disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, transparan , ditanda tangani Direksi disampaikan ke OJK tepat waktu
BPR belum memiliki komisaris independen karena modal inti masih dibawah 50 Milyar dan jumlah anggota komisaris telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bank belum berkewajiban menunjuk Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko, karena modal inti dibawah 50 Milyar
Bank telah memiliki pedoman benturan kepentingan dan belum pernah terdapat benturan kepentingan
Bank telah memiliki Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan dan Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan
Bank telah memiliki Pejabat Eksekutif yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern
Bank telah menugaskan KAP sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, serta dilaksanakan sesuai ketentuan dan cakupan Audit telah sesuai ketentuan OJK