I
MAKALAH BIOLOGI EVOLUSI
Disusun Oleh :
1. Akmal Farizi 2. Arif Alhasidiq 3. Candra Adi .J.
4. Dicky Permana Putra 5. Mas’ud Al Ghani 6. Malvin Yoshua 7. Tommy Satrio
SMA YAPPENDA JAKARTA Jl. Swasembada Timur V/102017
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang talah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-Nya serta bimbingan guru pembimbing maka kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa untuk menyusun makalah ini tidak mungkin terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak baik moral maupun martial.Mengingat kemampuan dan waktu penulis yang sangat terbatas terutama dalam bidang ilmu biologi, maka penulisan makalah ini, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun guna penyempurnaan dari penulisan makalah ini.
Pada kesempatan ini pula, kami menyampaikan rasa terima kasih dengan setulus hati kepada yang terhormat Ibu Nur Aini selaku guru Pembina mata pelajaran Biologi SMAS YAPPENDA yang berkenan memberikan ijin penyusunan makalah ini dan memberikan pengarahan kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kepada para cendikiawan yang karyanya secara tidak langsung membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini, kami hanya dapat mengucapkan terima kasih dan semoga ilmu yang bermanfaat menjadi amal jariyah.. Tidak lupa kami juga mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini banyak kesalahan dan kekhilafan.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan para pembaca sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Jakarta, 16 oktober 2017
Penyusun
III
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... II Daftar isi ... III Isi
I. Pengertian evolusi ... 1
II. Teori evolusi ... 5
III. Bukti adanya evolusi ... 9
IV. Mutasi Gen ... 13 V. Daftar Pustaka ... IV VI. Lampiran ... V
I. Pengertian Evolusi
Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Waktu proses evolusi sangat lama, yaitu ratusan, ribuan, hingga jutaan tahun. Berdasarkan objek yang mengalaminya, evolusi dapat di bedakan menjadi (evolusi universe) dan evolusi organik (evolusi makhluk hidup).
Evolusi kosmik merupakan perubahan yang terjadi pada lingkungan yang tidak hidup (antibiotik). Contoh evolusi kosmik, yaitu bentuk dan keadaan suatu daerah beberapa ratus atau ribu tahun yang lalu yang diyakini telah banyak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan keadaan sekarang. Sementara itu, evolusi organik merupakan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dari generasi ke generasi selanjutnya, contohnya perubahan yang terjadi pada ular yang dahulu diyakini berkaki, tetapi saat ini tidak memiliki kaki. Namun, saat ini ular piton masih memiliki struktur berubah benjolan kuku. Evolusi yang terjadi pada makhluk hidup ini lah yang dimaksud dengan evolusi biologi. Evolusi biologi merupakan ilmu yang mempelajari sejarah asal mula makhluk hidup di bumi dan ada keterkaitan secara genetik antara jenis makhluk hidup yang satu dan lainnya.
Evolusi biologi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu mikroevolusi dan makroevolusi (evolusi transpesifik). Mikroevolusi adalah perubahan secara perlahan-lahan dan bertahap pada tingkat gen dari generasi ke generasi berikutnya yang dapat menimbulkan perubahan fenotipe organisme dalam sesuatu populasi. Sementara itu, makroevolusi adalah perubahan secara perlahan-lahan dan bertahap yang menyebabkan terbentuknya suatu kelompok baru dalam taksonomi, misalnya spesies baru, genus baru, famili baru, orde baru, kelas baru, divisi atau filum, bahkan kingdom baru.
Berdasarkan akibat yang ditimbulkan, evolusi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu evolusi progressive dan evolusi regressive.
Evolusi progressive adalah evolusi yang mengarah pada kemungkinan terbentuknya suatu spesies baru yang dapat bertahan hidup dan berkelanjutan, contohnya evolusi manusia. Manusia hidup sekarang ini diduga berasal dari manusia sebelumnya yang memiliki fenotipe yang jauh berbeda atau dapat dikatakan berbeda spesies. Sementara itu, evolusi regressive adalah evolusi yang mengarah pada kemungkinan terbentuknya spesies baru yang tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya menuju kepunahan, contohnya evolusi dinosaurus. Dinosaurus saat ini tidak dapat kita temukan lagi dimuka bumi, tetapi hewan tersebut diyakini pernah ada berdasarkan temuan fosil.
2
Berdasarkan jumlah spesies yang berevolusi dan dihasilkan, evolusi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu evolusi divergensi dan evolusi konvergensi. Evolusi divergensi merupakan evolusi yang diawali dari suatu spesies kemudian menghasilkan banyak spesies baru, contohnya evolusi burung finch di kepulauan Galapagos. Pada awalnya, hanya ada satu spesies burung finch pemakan biji, kemudian terbentuklah bermacam-macam spesies burung finch dengan bentuk bentuk paruh yang berbeda sesuai jenis makanannya. Sementara itu evolusi kovergensi merupakan evolusi yang diawali dari beberapa macam spesies kemudian mengalami penyusutan jumlah macam spesies, contohnya evolusi reptile. Para peneliti mayakini bahwa dahulu jauh lebih banyak spesies reptile dibandingkan sekarang.
A. Teori Awal Kehidupan
1. Abiogenesis clasic
Abiogenesis klasik umumnya dikenal dengan istilah teori generation spontanea. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya pendapat bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
Contohnya adalah tikus yang berasal dari tumpukan jerami.
2. Biogenesis
Teori biogenesis lahir sebagai tanggapan atas berkembangnya teori abiogenesis sebelumnya. Teori biogenesis muncul sejak abad ke-19 dengan ditunjang oleh penemuan peralatan
penelitian yang lebih modern. Terdapat beberapa ilmuwan yang melakukan penelitian teori biogenesis, antara lain:
A. Fransisco Rendi (1962-1967)
Penelitian dilakukan dengan menggunakan daging yang di letakkan ke dalam stoples yang terbuka, tertutup kain basa, dan tertutup rapat. Berdasarkan penelitian tersebut terungkap bahwa belatung hanya terdapat pada bagian dalam stoples yang terbuka dan berada di atas kain kassa.
B. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Penelitian dilakukan dengan menggunakan air kaldu dalam stoples yang terbuka dan tertutup rapat. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya perubahan warna menjadi keruh pada stoples yang terbuka, sedangkan pada stoples yang tertutup warna masih tetap jernih.
C. Louis Pasteur (1822-1895)
Penelitian dilakukan dengan menggunakan air kaldu yang diletakkan pada tabung berbentuk labu angsa. Pada tahun labu angsa tersebut terdapat dua perlakuan, yang satu air kaldu berada di posisi bawah tanpa menyentuh udara luar dan yang lainnya posisi tabung labu angsa dimiringkan sehingga air kaldu dapat menyentuh udara luar. Setelah di diamkan beberapa lama, air kaldu pada tabung pada labu angsa yang dimiringkan berubah menjadi keruh. Perubahan tersebut menunjukan adanya kuman dari udara yang masuk ke dalam air kaldu yang langsung berhubungan dengan udara langsung.
4
Berdasarkan penelitian tiga ilmuwan tersebut, muncullah tiga teori yang popular dalam menyikap asal mula makhluk hidup, yaitu:
Omne vivum ex ovo (semua makhluk hidup berasal dari telur)
Omne ovum ex vivo (semua telur berasal dari makhluk hidup sebelumnya)
Omne vivum ex vivo (semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya)
3. Abiogenesis modern
Adanya teori abiogenesis yang dibantah dengan lahirnya teori biogenesis menjadikan penelitian dalam rangka menyingkap asal muasal makhluk hidup menjadi menarik untuk dilakukan.
Dengan berbekal sumber informasi dari penelitian sebelumnya serta semakin canggihnya alat penelitian maka dikakukanlah uji coba yang lebih komprehensif dalam rangka menjawab misteri tentang asal usul kehidupan. Oleh karena itu, pada awal ke-20 muncul beberapa peneliti yang mencetuskan ide tentang kebenaran teori abiogenesis. Penelitian yang menguatkan ide teori abiogenesis modern, yaitu:
a) Oparin dan Haldane (1920-an)
Penelitan dilakukan dengan membuat postulat sop purba.
Oparin dan Haldane menyatakan bahwa sop purba tersebut tersusun dari metana (CH4), ammonia (NH3), Hidrogen (H2), dan belum sempat diuji oleh mereka karena cukup sulit untuk mendapatkan komposisi yang tepat untuk menirukan sop purba pada zaman jutaan tahun yang lalu.
Namun, postulat sop purba Oparin dan Haldane dapat dibuktikan oleh penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Miller dan Urey.
b) Miller dan Urey (1953)
Stanley Miller dan Harold Urey dilakukan uji coba terhadap postulat sop purba Oparin dan Haldane. Miller dan Urey mencoba untuk menyusun komposisi metana (𝐶𝐻4),
amonial (𝑁𝐻3), hidrogen (𝐻2), air (𝐻20) serta ditambahkan asam sianida dan loncatan listik. Hasil yang diperoleh Miller dan Urey, yaitu suatu senyawa organic yang terbentuk dari senyawa anorganik sop purba tersebut. Hal tersebut dapat disimpulkan bawah senyawa organik tersebut yang kelak akan membentuk unit dasar asam amino yang berperan penting dalam proses metabolisme dan pewarisan sifat.
II. Teori Evolusi
Pada mulanya, evolusi merupakan dugaan atau hipotesis dari sebagian kecil orang. Namun, banyak ahli yang tertantang untuk membahas dan membuktikannya. Sejak ditemukan fosil bermacam-macam makhluk hidup yang kemudian dianggap sebagai bukti evolusi, hipotesis tentang evolusi tersebut berkembang menjadi teori – teori evolusi. banyak ahli, terutama ahli biologi yang memberikan penjelasan dan mengembangkan pemikiran tentang evolusi pada masa sebelum teori evolusi Darwin maupun sesudahnya. Hingga saat ini, masalah evolusi masih merupakan misteri yang akan terus diungkap, dikaji, dan dibuktikan kebenarannya.
Beberapa ahli yang telah mengemukakan dan mengembangkan pemikiran Moreau de Maupertuis, Denis Diderot, Georges Louis Leclerc, Comte De Buffon, Erasmus drawin (kakek Charles Robert Darwin), Jean Batiste Lamarck, August Weismann, Baron Georges Cuvier, James Hutton, Charles Lyell, dan Charles Robret Darwin.
A. Perkembangan Pemikiran Evolusi Sebelum Teori Darwin
Pemikiran mengenai evolusi sebenarnya sudah muncul sejak dahulu, sebelum masa Charles Roberth Darwin. Bahkan sejak awal leluhur kita telah memiliki keingintahuan mengenai asal usul, kedudukan, dan nasib nya dalam alam
1. Plato (428-348 sebelum masehi) membayangkan pencipta yang menciptakan dunia dari kehancuran, kemudian menciptakan para dewa, yang akan membuat manusia dengan jenis kelamin laki-laki. Wanita dan hewan ,muncul dari reinkarnasi jiwa laki-laki.
2. Aristoteles (384-322 sebelum masehi) adalah murid Plato yang menggolongkan semua organisme di dalam suatu skala alam, dari yang sederhana hingga yang kompleks. Organisme yang telah ada dianggap tidak sempurna dan bergerak ke arah keadaan yang lebih baik.
6
3. Copernicus dan Galileo (tahun 1543) menunjukkan secara meyakinkan bahwa matahari merupakan pusat dari rotasi planet-planet, bukan bumi. Dunia organic dan dunia fisik dapat diatur dengan hukum-hukum alami.
4. Erasmus Darwin (1731-1802) menyatakan bahwa kehidupan di bumi memiliki asal usul yang sama dan respon fungsional diwariskan kepada keturunannya
5. Baron George Cuiver (1797-1875) adalah peneliti fosil yang menyatakan bahwa kepunahan spesies akan digantikan oleh spesies yang baru. Subsesi (perubahan) fauna dari zaman ke zaman disebabkan oleh serangkaian bencana yang disusun dengan penciptaan spesies.
B. Perjalanan Darwin dalam Penemuan Teori Evolusi
Charles Robert Darwin dilahirkan pada tahun 1809. Darwin diangkat sebagai naturalis di kapal HMS Beagle yang akan berlayar selama 5 tahun mengelilingi tahun untuk membuat peta navigasi bagi angkatan laut. Kapal Beagle meninggalkan Plymouth pada tahun 1831 dan berlayar di sepanjang pantai Amerika Selatan ke arah utara. Darwin mempelajari hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, dan bentuk geologi daerah pantai maupun daerah pedalaman.
Kapal Beagle kemudian singgah di kepulauan Galapagos yang merupakan gunung berapi (vulkanik) yang berada sekitar 900 km ke arah barat pantai Amerika Selatan. Penyebaran geografis spesies di kepulauan Galapagos membingungkan Darwin karena kebanyakan spesies hewan di kepulauan ini tidak ditemukan di tempat lainnya, walaupun terdapat kesamaan ciri-ciri pada spesies hewan di daratam Amerika Serikat. Darwin menduga bahwa hewan dan tumbuhan di kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Serikat, kemudian mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang berbeda dan berkembang biak, misalnya burung finch (emprit) dan iguana laut.
Di kepulauan Galapagos, Darwin berhasil mengumpulkan 14 spesies burung finch. Burung-burung tersebut agak mirip dengan spesies yang berbeda dan memiliki perbedaan pada bentuk paruhnya sesuai dengan jenis makannnya, antara lain sebagai berikut.
Geospiza magnirostris adalah spesies finch yang hidup di tanah yang mempunyai paruh yang besar untuk memecahkan biji.
Camarbynchus parvulus adalah spesies finch pemakan serangga di pohon.
Camarbynchus pallidus adalah spesies finch pemakai alat yang menggunakan duri kaktus atas ranting kecil untuk menggorek rayap atau serangga di dalam kayu.
Menurut Darwin, burung-burung finch yang ditemukan di kepulauan Galapagos sebenarnya berasal dari Amerika Selatan.
Namun, karena suatu hal (misalnya perubahan iklim), burung- burung tersebut beremigrasi menuju ke kepulauan Galapagos. Di Galapagos, burung-burung finch tersebut tersebar ke daerah-daerah yang berbeda kondisi lingkungannya. Daerah yang satu terpisah (terusolasi) dengan daerah lainnya atau terjadi isolasi geografi.
Alam mengadakan seleksi sehingga hanya varian (variasi baru yang adaptif yang dapat hidup dan berkembang biak.
Bersebaran burung finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos tersebut merukapan contoh peristiwa radiasi adaptif.
Radiasi adaptif adalah peristiwa menyebarnya organisme dari suatu daerah ke daerah-daerah lainnya karena mampu beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan keadaan lingkungan daerah yang baru.
Adaptasi yang dimaksud dapat berupa penyusuaian jenis makanan,suhu lingkungan, kelembabpan, iklim, tanah atau air.
Speseis adaptif kemudian melakukan interhibrinisasi (Saling kawin dengan sesamanya) dan menghasilkan variasi baru yang memungkinkan terbentuknya spesies baru. Terbentuknya spesies baru yang jauh berbeda dengan spesies nenek moyangnya, akan menginisiasi terjadinya proses evolusi.
C. Teori Evolusi Darwin, Adaptasi Alam
Pada tahun 1836 Darwim kembali ke Inggris menyusun pengamatannya, serta mencari penjelasan yang masuk akal mengenai keanekaragaman organisme dan menyebarannya. Darwim mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan, antara lain sebagai berikut.
1. An Essay On The Prinsiple Of Population oleh Thomas Robert Malthus (ahli ekonomi dan kependudukan) menyatakan bahwa kenaikan jumlah penduduk jauh lebih tinggi dari pada kenaikan jumlah makanan yang dibutuhkan. Kenaikan jumlah penduduk mengikuti deret ukur 2,4,8,16,... ,2𝑛. Sementara itu , kenaikan jumlah makanan mengikuti deret hitung 1,2,3,4,… n+1.
Jika hal ini berlaku bagi semua organisme, akan terjadi perjuangkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dalam memperoleh makanan. Organisme yang dapat menyesuaikan diri dengan