Vol. 1 No. 1, 2021
Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Di Kabupaten Gowa
Arabic Speaking Skills for Integrated Islamic Junior High School Students in Gowa Kabupaten Regency
Chusnul Khatimah Amri*, Muhammad Anwar, Sarah Noviyanti Latuconsina
Jurusan Pendidikan Bahasa Asing, Universitas Negeri Makassar, Makassar,
*Penulis Koresponden: : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Penelitian ini menggunakan Mixed Methods yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa yang berjumlah 113 siswa, adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII C yang berjumlah 29 siswa yang dipilih secara Random Sampling. Data hasil penelitian ini diperoleh dari tes keterampilan berbicara, observasi dan wawancara terhadap siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: Keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa adalah 73,96% atau termasuk kategori cukup. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa adalah adalah faktor keberanian, faktor pendidikan, faktor minat, kurangnya kosakata yang diketahui siswa, dan kurang berlatih berbicara bahasa Arab.
Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Bahasa Arab
ABSTRACT
This study aims to determine the level of Arabic speaking skills of eighth grade students of SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa and the factors that influence students' Arabic speaking skills. This research uses Mixed Methods which combines quantitative research and qualitative research.
The population in this study were all students of class VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa totaling 113 students, while the sample in this study was class VIII C, totaling 29 students selected by random sampling. The data from this study were obtained from speaking skills tests, observations and interviews with students. Based on the analysis of the data, the results obtained: The Arabic speaking skills of eighth grade students of SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa were 73.96% or included in the sufficient category. The factors that affect the Arabic speaking skills of the eighth-grade students of SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa are the courage factor, the education factor, the interest factor, the lack of vocabulary that students know, and lack of practice speaking Arabic.
Keywords: Ta'lim Speaking Skills, Arabic
1. PENDAHULUAN
Bahasa sebagai alat komunikasi dalam mengungkapkan dan menyampaikan pikiran, gagasan, perasaan, serta sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Bahasa terdiri dari bahasa pertama, bahasa kedua, ketiga dan seterusnya. Bahasa ibu atau bahasa pertama pada dasarnya dapat diperoleh secara alamiah artinya tanpa melalui proses pembelajaran. Sedangkan bahasa kedua dan seterusnya (bahasa asing) diperoleh atau dipelajari setelah bahasa ibu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui wawancara terhadap salah satu guru bahasa Arab di SMP-IT Al-Fityan Gowa, guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi seperti metode ceramah, metode demonstrasi, metode hifdzil hiwar, dan beberapa metode lainnya juga menggunakan media pembelajaran yang bermacam-macam mulai dari buku cetak, video, hingga media pembelajaran online.
Diungkapkan pula bahwa siswa kurang berani dan percaya diri pada saat menyampaikan gagasan, pengalaman dan pendapat dalam pembelajaran bahasa Arab. Siswa kurang berlatih berbicara bahasa Arab sehingga masih terbata-bata dalam berbicara bahasa Arab. Penguasaan kosakata bahasa Arab yang dimiliki oleh siswa masih sangat kurang. Hal ini yang menjadi penghambat siswa dalam berbicara bahasa Arab.
Adapun penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi (2011) dengan judul
“Penerapan Permainan Tebak Kata Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas VII SMPI 01 Pujon”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa setelah dilaksanakan pembelajaran bahasa Arab menggunakan kartu tebak kata mengalami peningkatan. Permainan kartu tebak kata membuktikan bahwa pengaajaran bahasa Arab dengan menggunakan media ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Penelitian lainnya dilakukan oleh Leksono (2013) dengan judul “kemampuan berbicara siswa kelas tinggi di SD Negeri 1 Kedunglegok Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa kelas tinggi di SD Negeri 1 Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten
Purbalingga termsuk ke dalam kategori cukup baik yaitu sebanyak 26 siswa dari 62 siswa di kelas atau atau sebesar 41,93%.
Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul
“Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa”.
2. TINJAUAN PUSTAKA (jika diperlukan)
2.1. Pengertian Keterampilan Berbicara
Menurut Harianto & Dalle (2018:10) “dikatakan penting, karena melalui kegiatan berbicara, seseorang dapat menyampaikan informasi maupun pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu”. Adapun menurut Septiyani & Kurniah (2017:48) berbicara dianggap penting untuk dikembangkan karena anak dapat menyampaikan perasaan dan pikirannya sesuai dengan situasi dan kondisi anak saat berbicara.
Sejalan dengan dengan pendapat sebelumnya, Subhayani, dkk (2017:19) mengemukakan bahwa
“keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk menyampaikan, mengekspresikan pikiran, gagasan dan perasaan.
Dari beberapa pendapat, dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi artikulasi atau kata-kata yang memiliki makna dalam mengungkapkan pikiran, gagasan, pengetahuan dan perasaan dalam berbagai disiplin ilmu.
2.2. Proses Berbicara
Berbicara sebagai suatu proses berkomunikasi antara pembicara dan lawan bicara artinya saling berbalas gantian berbicara. Pembicara atau informan menyampaikan informasi kepada lawan bicara yang berperan sebagai pendengar. Begitu pula sebaliknya, pada saat pendengar mengambil alih kegatan berbicara dengan mengeluarkan tuturan, pembicara sebelumnya berubah fungsi menjadi pendengar.
Setyonegoro (2013:69) mengemukakan bahwa proses berbicara adalah kejadian yang secara sistematis berlangsung dalam percakapan membentuk sebuah keinginan menyamakan persepsi dari tuturan yang silih berganti.
Bovee dan Thill dalam Sabatini (2012:8) mengemukakan bahwa berbicara merupakan proses
timbal balik yang dimulai dari pembicara menyampaikan ide yang berubah menjadi pesan yang disampaikan kepada pendengar. Setelah pesan diterima, pendengar memberikan umpan balik kepada pengirim pesan. Sedangkan Supriyana (2010:26) menjelaskan bahwa proses berbicara dimulai dari pesan disampaikan kepada pendengar melalui media kemudian pesan tersebutditerima oleh pendengar dan memaknai pesan yang disampaikan oleh pembicara.
Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses berbicara dimulai dari pembicara menyampaikan pesan kepada pendengar melalui udara. Kemudian pesan tersebut diterima dan dimaknai oleh pendengar. Selanjutnya pendengar memberikan feedback atau umpan balik kepada pengirim pesan.
3.3 Tes Keterampilan Berbicara
Menurut Subhayani, dkk (2017:80), penilaian keterampilan berbicara meliputi kegiatan menganalisis dan menafsirkan proses belajar siswa dengan melakukan tes keterampilan berbicara.
Tes keterampilan berbicara ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbicara seseorang dalam menggunakan bahasa secara lisan dalam mengungkapkan pikiran, keinginan, ide, dan keberadaannya. Ada berbagai macam tes yang dapat dilakukan untuk mengukur keterampilan berbicara siswa salah satunya tes diskusi atau percakapan. Dari tes tersebut dapat dinilai dari aspek pelafalan, kelancaran berbicara, penguasaan materi, kepercayaan diri, kinesik dan aspek-aspek lainnya. Tes berbicara digunakan untuk menguji pembelajar, baik secara individual maupun kelompok.
3.4 Faktor Penghambat Keterampilan Berbicara Menurut Mori (2017:4) beberapa faktor pengambat keterampilan berbicara misal minimnya kosakata dan pola kalimat yang dimiliki, adanya perasaan malu dalam mengungkapkan gagasan serta tidak adanya motivasi menjadikan kegiatan berbicara kurang menyenangkan dan kurang menarik karena kita tidak dapat mengungkapkan gagasan dan perasaan secara tepat sesuai dengan kondisi dan situasi.
faktor peghambat kegiatan berbicara dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal individu itu sendiri.
Faktor internal misal rusaknya alat ucap pembicara sehingga kurang efektif dalam berbicara sedangkan
untuk faktor ekternal misal jarak antara komunikator dengan komunikan sangat jauh.
3. METODE PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode mixed methods atau metode campuran, yaitu mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang pertama mengenai bagaimana tingkat kemampuan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP-IT Al-Fityan Gowa.
Selanjutnya diikuti dengan mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif yaitu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP-IT Al-Fityan Gowa.
3.2. Definisi Operasional Penelitian
Variabel pada penelitian ini adalah keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa. Keterampilan berbicara bahasa Arab yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keterampilan siswa dalam mengekspresikan perasaan, keinginan, gagasan dan pendapat kepada lawan bicara sesuai dengan teks percakapan yang telah ditentukan. Teks percakapan ini diambil dari buku bahasa Arab siswa kelas VIII SMP IT Al-Fityan Gowa yang bertemakan يرجهلاميوقتلا (kalender hijriyah) . Dalam hal ini dinilai berdasarkan aspek tekanan, tata bahasa, kosakata, kelancaran dan pemahaman.
3.3. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
mengumpulkan data mengenai keterampilan berbicara bahasa Arab siswa SMPIT Al-Fityan Gowa
2. Wawancara
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara terstruktur sesuai dengan pertanyaan- pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti. Pada wawancara ini peneliti melakukan wawancara terhadap siswa kelas VIII mengenai keterampilan berbicara dan faktor apa saja yang menyebabkan siswa kurang mampu berbicara dalam bahasa Arab.
Kegiatan wawancara ini dilaksanakan melalui telepon karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan tatap muka secara langsung.
3. Tes
Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Tes berbicara digunakan untuk mengukur sejauh mana keterampilan berbicara siswa dalam pengambilan data penelitian. Tes ini berupa tes lisan yaitu dengan memberikan teks percakapan
kepada siswa. Teks percakapan tersebut bertemakan ميوقتلا
يرجهلا (kalender hijriyah) yang diambil dari buku bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al- Fityan Gowa. Siswa diberi tugas oleh peneliti, dimana tugas tersebut berupa teks percakapan. Selanjutnya siswa diperintahkan untuk memperaktikkan percakapan tersebut dihadapan teman-temannya secara daring.
3.4. Instrumen Penelitian 1.Lembar observasi
Observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap aktivitas penelitian. Bentuk dari observasi berupa catatan yang digunakan untuk mengamati mengenai aktivitas yang terjadi saat penelitian.
2.Pedoman wawancara
Pedoman wawancara sebagai panduan dalam melakukan wawancara dilakukan agar mengetahui tanggapan siswa mengenai keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kels VIII SMP Islam Terpadu Al- Fityan Gowa.
3. Pedoman penilaian tes
Pedoman penilaian tes berbicara yang digunakan untuk mengukur tingkat keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP- IT Al-Fityan Gowa.
Di SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa, guru bahasa Arab menerapkan metode percakapan dalam proses belajar mengajarnya. Maka dari itu, peneliti menerapkan metode percakapan pada tes keterampilan berbicara bahasa Arab. Metode ini digunakan agar siswa terbiasa berbicara menggunakan bahasa Arab dan dapat pula menumbuhkan rasa percaya diri serta menumbuhkan minat siswa dalam mempelajari bahasa Arab.
3.5. Teknik Analisis Data 1. Membuat daftar skor mentah.
Setelah melakukan tes, langkah pertama dalam melakukan analisis data adalah membuat daftar skor mentah yang terdiri atas nilai yang telah diperoleh.
2. Mencari nilai keterampilan rata-rata siswa.
Cara mencari nilai rata-rata didapat dengan menghitung seluruh skor kemudian membagi dengan jumlah subjek untuk melihat keterampilan rata-rata siswa.
Rumus yang digunakan adalah:
𝑿 ̅ = ∑ 𝒙𝑵
Keterangan:
𝑿⃐ ´ = mean (nilai rata-rata)
∑ 𝒙 = jumlah seluruh nilai
N = jumlah subjek (sampel penelitian)
(Sugiyono, 2010:54) 3. Menghitung peresentase
Persentase =
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
× 𝟏𝟎𝟎%
(Djiwandono, 2011) 4. Membuat klasifikasi keterampilan siswa
Pada tahap ini, perolehan nilai siswa dikalsifikasikan untuk memudahkan penentuan tingkat keterampilan siswa. Berdasarkan penilaian kurikulum 2013, klasifikasi keterampilan siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Klasifikasi Keterampilan Siswa
No Predikat Nilai Kategori
1 A 80-100 Sangat Baik
2 B 66-79 Baik
3 C 56-65 Cukup
4 D 40-55 Kurang
(Arikunto:2007:245)
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian a. Hasil Tes Siswa
Data keterampilan berbicara bahasa Arab oleh siswa kelas VIII C SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa mempunyai rentangan skor 0-100, jumlah sampel sebanyak 29, skor minimum adalah 25, skor maksimum adalah 100. Rentangan 75 banyaknya kelas 6, interval 12,5 atau dibulatkan menjadi 13. Distribusi data frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Data Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Dinilai dari Keseluruhan Aspek
No Rentang
Skor Frekuensi Persentase (%)
1 25-37 2 6,9
2 38-50 - -
3 51-63 1 3.45
4 64-76 15 51,72
5 77-89 6 20,69
6 90-100 5 17,24
Jumlah 29 100
Berdasarkan tabel 4.6 di atas maka dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al- Fityan Gowa dinilai dari keseluruhan aspek sebagai berikut: dari 29 siswa dapat dilihat bahwa perolehan nilai kelas interval dengan rentang skor 64-76 terdiri atas 15 siswa (51,72%), kelas interval dengan rentang skor 77-89 terdiri atas 6 siswa (17,24%), kelas interval dengan rentang skor 90-100 terdiri atas 5 siswa (17,24%), kelas interval 25-37 terdiri atas 2 siswa (6,9%), kelas interval rentang skor 51-63 terdiri atas 1 siswa (3,45%), dan interval kelas dengan rentang skor 38-50 terdiri atas 0 siswa (0%).
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa perolehan nilai kelas interval dengan rentang skor 64- 76 yang mencapai frekuensi 15 siswa (51,72%) adalah yang paling tinggi, sedangkan kelas interval dengan rentang skor 38-50 yang mmencapai frekuensi 0 siswa (0%) adalah yang paling rendah. Selanjutnya hasil skor rata-rata dan persentase yang berhasil dicapai siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa pada tes keterampilan berbicara bahasa Arab dinilai dari keseluruhan aspek adalah:
𝑥̅ = 2145 29 = 73,96
% =
73,96100
× 100 = 73,96
Dengan demikian, nilai rata-rata yang diperoleh siswa SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa pada tes keterampilan berbicara bahasa Arab adalah 73,96%.
Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa adalah baik.
b. Hasil Observasi
Respon siswa pada saat proses belajar mengajar sangat kurang. Hasil observasi menunjukkan bahwa hanya beberapa siswa saja yang aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Pada saat guru bertanya, banyak siswa yang hanya diam sehingga kelas kurang aktif. Misalnya pada saat guru membaca teks percakapan bahasa Arab, guru menyuruh siswa untuk mengulang kembali apa yang dikatakan guru, tetapi hanya sedikit siswa yang mengikuti perkataan guru.
Observasi fasilitas pendukung keterampilan berbicara bahas Arab di SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa yang dilakukan pada tanggal 21 Mei 2021, terdapat lab bahasa, kelas sebanyak 16 ruangan dan di perpustakaan terdapat banyak buku tentang bahasa Arab dan kamus bahasa Arab yang dapat menjadi pendukung siswa dalam menambah pengetahuan tentang bahasa Arab. Di setiap koridor juga terdapat spanduk-spanduk yang bertuliskan kosakata bahasa Arab.
c. Hasil Wawancara
Pada pertanyaan mengenai keberanian siswa, menunjukkan bahwa terdapat 13 siswa yang menjawab berani berbicara di depan kelas sedangkan 16 siswa lainnya menjawab tidak berani berbicara di depan kelas dengan alasan malu dan tidak percaya diri. Sehingga lebih dominan siswa yang tidak berani berbicara di depan kelas dibandingkan siswa yang berani berbicara di depan kelas
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berani berbicara di depan kelas. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang tidak berani berbicara di depan kelas sebanyak 16 siswa dari jumlah keseluruhan 29 siswa.
4.2. Pembahasan Penelitian
1.Hasil Tes Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa Hasil analisis data tes keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa menunjukkan bahwa keterampilan berbicara bahasa Arab siswa termasuk dalam kategori baik dengan perolehan nilai 73,96%.
2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tes Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa
Penulis mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara terhadap siswa kelas VIII C SMP Al-Fityan Gowa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa yaitu:
(1)Faktor keberanian
Hasil observasi pada proses pembelajaran dan wawancara menunjukkan bahwa siswa merasa malu dalam mengungkapkan pendapat, ide dan gagasan di depan kelas. Siswa cenderung pasif dalam proses belajar mengajar sehingga mengakibatkan kelas kurang aktif. Hal ini yang menjadi salah satu faktor penghambat siswa dalam berbicara bahasa Arab.
Dalam proses pembelajaran sangatlah diperlukan
sikap berani agar siswa terlatih dan terbiasa berbicara bahasa Arab.
(2)Faktor pendidikan
Banyaknya siswa yang baru mengenal bahasa Arab di bangku SMP membuat sebagian siswa merasa kesulitan belajar dan memahami bahasa Arab. Hal ini menjadi tantangan besar bagi siswa untuk lebih giat lagi belajar dan menambah mufradat.
(3)Faktor minat
Kurangnya minat siswa dalam mempelajari bahasa Arab menyebabkan siswa kurang tertarik dan kurang semangat mempelajari bahasa Arab. Hal ini yang menjadi salah satu penghambat siswa dalam berbicara bahasa Arab.
(4)Kurangnya kosakata yang diketahui
Kosakata merupakan salah satu bagian terpenting dalam bahasa Arab. Semakin banyak kosakata yang diketahui maka semakin fasih pula siswa bercakap dalam bahasa Arab.
Kurangnya mufradat (kosakata) yang diketahui siswa menjadi penghambat dalam berbicara bahasa Arab.
Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor siswa malu dalam menyampaikan gagasan dan pendapatnya di depan siswa lainnya. Dan guru juga kurang menekankan siswa untuk menghapal kosakata sebanyak mungkin.
(5)Kurang berlatih
Salah satu faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa yaitu siswa kurang berlatih berbicara bahasa Arab, tidak membiasakan menggunakan kosakata-kosakata yang diketahuinya untuk bercakap menggunakan bahasa Arab.
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa termasuk dalam kategori baik dengan persentasi 73,96%.
2.Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al-Fityan Gowa sehingga termasuk kategori baik diantaranya adalah faktor keberanian, faktor pendidikan, faktor minat, kurangnya kosakata yang diketahui siswa, dan kurang berlatih berbicara bahasa Arab.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2007. Manajemen Penelitian.
Jakarta: PT. Rineka Cipta
Djiwandono, S. (2011). Tes Bahasa Pegangan bagi Pengajar Bahasa. PT. Indeks.
Harianto, & Dalle, A. (2018). Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bamboo Dancing dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bulukumba. Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing Dan Sastra, Vol. 2 No. 1.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013).
Informasi Kurikulum 2013. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Mori, R. P. (2017). Problematika Keterampilan Berbicara Bahasa Arab pada Mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi.
Sabatini, C. C. (2012). Pembelajaran Keterampilan Berbicara dan Menulis Pada Kelas Khusus Program Akselerasi (Studi Kasus di SMA Negeri 3 Surakarta).
Septiyani, S., & Kurniah, N. (2017). Pengaruh media big book trhadap kemampuan berbicara pada anak usia dini. Jurnal Potensia, PG-PAUD FKIP UNIB.
Setyonegoro, A. (2013). Hakikat, Alasan, dan Tujuan Berbicara (Dasar Pembangun Kemampuan Berbicara Mahasiswa). Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, Vol 3 No. 1.
Subhayani, Sa’adiyah, & Armia. (2017). Keterampilan berbicara. syiah kuala university press.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Alfabeta.
Supriyana, A. (2010). Hakekat Berbicara.
Http://Staff.Uny.Ac.Id/1/PBIN 4330-MI.Pdf.