• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Penelitian Terdahulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2.1 Penelitian Terdahulu"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Wijaya & Kinder (2020) membahas “Pengaruh Price Bundling dan Product Bundling Terhadap Niat Membeli Yang Dimoderasi Oleh Barang Komplementaritas”. Metode pengambilan data menggunakan kusioner dengan skala likert, teknik pengumpulan datanya menggunakan purposive sampling kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS, hasil dari penelitian ini adalah price bundling memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli, hasil serupa pun berasal dari variabel product bundling juga berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Meskipun barang komplementaritas memiliki efek moderasi pada hubungan price bundling dengan niat beli, peran barang komplementaritas sebagai variabel moderasi tidak menunjukkan adanya pengaruh dari hubungan product bundling dengan niat beli.

Putri & Wibowo (2017) membahas mengenai “Pengaruh Strategi Bundling Terhadap Minat Beli Konsumen (Study Kasus Pada Bee Outbond Bogor)”. Metode pengambilan data menggunakan teknik sampling non probability dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah responden penelitian ini adalah 100 orang yang pernah atau sering menggunakan layanan Bee Outbond dengan metode pengambilan datanya menggunakan analisis data SPSS. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa respon konsumen Bee Outbound termasuk dalam

(2)

7

kategori setuju. Uji regresi sederhana diperoleh Y= 4,276+0,218X berarti setiap kenaikan satu skala bundling akan meningkatkan minat konsumen sebesar 0,218 kali atau 21,8%. Adapun pengaruh strategi bundling terhadap minat beli adalah sebesar 22% selebihnya 78% (100%-22%) dipengaruhi oleh komunikasi pemasaran, bauran promosi lainnya, kualitas layanan yang sekiranya dapat mempengaruhi minat beli.

Junaedi & Setyawan (2016) menganalisis “sikap konsumen terhadap produk Bundling agribisnis” dengan menggunakan metode penelitian deskripif, data yang digunakan adalah data primer. Data primer diperoleh dengan menggunakan dua jenis responden pengecer dan petani. Data yang diperoleh didistribusikan 30 kuesioner untuk pengecer dan 110 petani di Grobogan. Deskriptif statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan regresi linier dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengecer responden atribut bundling produk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat beli konsumen tetapi sikap konsumen berpengaruh signifikan terhadap niat beli. Pada petani responden menunjukkan bahwa atribut dari bundling produk dan sikap konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli.

Buananda & Ariyanti (2018) menganalisis Pengaruh strategi Bundling terhadap minat beli konsumen di Jakarta (studi kasus pada Paket TAU 4G telkomsel). Metode penelitian sampel menggunakan penelitian kualitatif yang melibatkan 385 responden sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan

(3)

8

kuesioner dengan menggunakan lima point skala likert. analisis statistik yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS sebagai pengolahan datanya.

Hasilnya dapat diketahui bahwa secara simultan strategi bundling memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen. Secara parsial, semua empat sub variabel mempengaruhi minat beli konsumen yaitu novelty, lock-in, complementary, dan efficiency. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,710 yang berarti bahwa 71,0% minat beli konsumen Telkomsel dapat dijelaskan oleh variabel strategi bundling, sedangkan 29,0% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

Mustikasari et al (2021) menganalisis pengaruh bundling produk dan inovasi layanan 4.5G terhadap keputusan pembelian pada XL pascabayar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif dan verifikatif. Teknik sampling penelitian ini adalah accidental sampling menggunakan rumus slovin. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data diolah menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bundling produk dan inovasi layanan 4.5G berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Dwi MD et al (2016) menganalisis Pengaruh Product bundling dan Price Bundling terhadap keputusan menginap di D’batoe Boutique Hotel Bandung (Survei terhadap tamu individu yang menginap di D’batoe Boutique Hotel Bandung).

Penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif, teknik pengambilan

(4)

9

sampelnya adalah cluster random sampling, serta jumlah sampel 102 individu tamu yang menginap di D'Batoe Boutique Hotel. Teknik analisis data menggunakan aplikasi pengolah data SPSS dan pengujian hipotesis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa product bundling, price bundling dan keputusan untuk tetap memiliki respon yang cukup tinggi. Faktor yang paling berpengaruh adalah kesesuaian harga paket bundling dan bonus yang ditawarkan.

Sulistiono (2018) menganalisis pengaruh persepsi bundling Pricing sebagai penunjang keputusan pembelian dalam sudut status sosial costumer dengan studi kasus pada PT. Formebasic. Sampel dari penelitian ini diambil dari konsumen yang membeli furniture di PT. Formebasic berjumlah 100 responden dan pemilihan responden dilakukan secara acak. penelitian ini menggunakan analisis Validitas dan Reabilitas dan melakukan pengujian dengan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh antara bundling Pricing dalam keputusan pembelian terhadap status sosial konsumen.

Jalari (2019) meneliti tentang Ateseden masyarakat Surakarta terhadap keputusan pembelian koran Solopos, tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bundling produk, bundling harga, dan kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian. Variabel penelitian terdiri dari Produk bundling (X1), Price bundling (X2), dan kepercayaan merek (X3) sebagai variabel independent, dan keputusan pembelian (Y) sebagai variabel independen. Pengolahan data ini menggunakan SPSS Analisis yang digunakan dalam peneliti ini menggunakan uji validitas dan

(5)

10

reabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari Normalitas, heterokedastisitas, multikolinieritas, analisisnya menggunakan regresi berganda dan di uji hipotesis uji T dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Produk bundling berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, Price bundling berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan kepercayaan merek tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Parmenas (2021) meneliti tentang strategi marketing bundling penjualan tiket pesawat dan hotel mendukung pariwisata di masa pandemic Covid-19, penelitian ini meneliti bagaimana peranan strategi marketing dalam hal meningkatkan penjualan tiket pesawat dan hotel dengan sistem bundling. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang membandingan beberapa teori yang ada dengan pendekatan sosiologi pariwisata yang membantu peneliti melihat fenomena yang terjadi dan berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis data ini mengunakan metode analisis secara kualitatif dengan pola berfikir induktif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan menerapkan sistem bundling maka bisa menarik minat konsumen terhadap penjualan tiket pesawat dan hotel.

Setiyani (2020) dengan penelitian Penetapan harga dengan paket bundling terhadap keputusan pembelian di Royal Furniture Pekanbaru di tinjau dari ekonomi syariah. Populasi didalam penelitian ini berjumlah 302 orang dengan sampel 75 orang konsumen pada Royal Furniture. Dalam menentukan sampel, peneliti

(6)

11

menggunakan teknik pengumpulan data Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data observasi, dan angket, serta dokumentasi. Analisis data yaitu deskriptif dan kuantitatif dengan teknik regresi linear sederhana dimana dapat digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya dengan bantuan SPSS 21. Metode analisis yang digunakan adalah analisis instrument penelitian, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan persepsi penetapan harga (X) dan keputusan pembelian (Y). Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh penetapan harga dengan paket bundling terhadap keputusan pembelian di Royal Furniture Pekanbaru. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penetapan harga dengan paket bundling terhadap keputusan pembelian.

Yan et al (2014) dari Texas Amerika serikat meneliti bundling produk untuk sukses (pengaruh saling melengkapi dan pengiklanan). Penelitian tersebut menganalisis tiga variabel yaitu penjualan tanpa bundling, penjualan dengan bundling tanpa pengiklanan dan penjualan bundling dengan pengiklanan. Peneliti ingin mencari tahu apakah bundling produk dengan pengiklanan akan mempengaruhi penjualan, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sistem angka. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan adanya pengaruh bundling produk dengan pengiklanan dapat meningkatkan hasil penjualan produk.

Fang et al (2017) dari Nanjing China mengkaji model keputusan penetapan harga paket untuk beberapa produk, penelitian ini meneliti peningkatan keuntungan

(7)

12

pengecer dan penghematan pelanggan dalam hal saat pengecer menjual beberapa produk dengan harga yang dipaketkan dan penghematan yang akan didapat konsumen pada saat membeli barang paketan tersebut. penelitian ini menggunakan analisis numerik dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi bundling dapat meningkatkan keuntungan pengecer dalam penjualan produk dan juga dari sisi konsumen yang merasa untung membeli produk tersebut karena dinilai lebih hemat biaya.

Lin et al (2020) dari Ghuangzhou China mengkaji Strategi Penetapan Harga dan Produk bundling untuk Platform E-commerce dengan persaingan. Penelitian ini meneliti tentang dua platform E-commerce dengan penelitian tiga eksperimen, yaitu kedua platform tidak bundling, kedua platform bundling campuran, dan kedua platform yang satu bundling campuran dan satunya lagi tidak bundling. Penelitian ini menggunakan analisis numerik dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini konsumen E-commerce lebih banyak melakukan pembelian di platform yang memiliki promo bundling ketimbang non bundling.

Beladev et al (2016) dari Israel dengan penelitian Sistem rekomendasi untuk produk bundling. mengusulkan model bundling produk dan bundling harga dengan mengintegrasikan permintaan fungsi, teknik penyaringan kolaboratif, dan pemodelan harga. Mereka mempekerjakan seorang pemberi rekomendasi platform sistem untuk mengidentifikasi bundel dan harga, memaksimalkan kemungkinan

(8)

13

membeli produk bundel oleh pelanggan dan pendapatan yang diperoleh dengan menjual bundel produk tersebut.

Beheshtian-Ardakani et al (2018) dari Tehran Iran mengkaji Model baru untuk bundling produk dan pemasaran langsung berbasis e-commerce pada segmentasi pasar. Penelitian ini meneliti tentang e-commerse yang dapat merekomendasikan bundling produk kepada setiap pelanggannya ditentukan menggunakan K-means algoritma. Model klasifikasi SVM diterapkan untuk merekomendasikan bundel produk kepada pelanggan. Model yang diusulkan adalah jalur baru untuk personalisasi bundel produk. Dengan menerapkan model yang diusulkan, bundel produk lebih tepat ditentukan. Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien siluet, dukungan, kepercayaan, dan akurasi nilai lebih tinggi ketika tingkat loyalitas pelanggan dan variabel segmentasi pasar digunakan dalam bundel produk.

2.2 Product Bundling

Berdasarkan penelitian Stremersch & Tellis (2002) product bundling merupakan integrasi dari penjualan dua atau lebih produk terpisah dalam satu paket dengan satu atau dua harga. Hal ini sesuai dalam pembahasan Chen & Riordan (2013) yang menjelaskan product bundling merupakan integrasi dari penjualan dua atau lebih produk terpisah dalam satu paket dengan satu atau dua harga yang berbeda untuk menarik minat konsumen, dalam penelitiannya menguatkan argumen bahwa minat membeli konsumen lebih tinggi pada saat produk di-bundling dibandingkan dengan produk yang dijual tersendiri. Menurut Derdenger & Kumar (2013)

(9)

14

indikator untuk mengukur product bundling adalah, ketepatan, harga, kemenarikan, dan tampilan.

2.3 Minat Membeli

Menurut Kotler dan Keller (dalam Suradi et al., 2012), arti minat membeli konsumen adalah sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam membeli atau memilih suatu produk, berdasarkan pengalaman dalam memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Swastha dan Irawan (dalam Suradi et al., 2012), mengemukakan faktor- faktor yang mempengaruhi minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat. Yani et al (2016) mendifinisikan bahwa minat membeli merupakan dorongan yang timbul dalam diri seorang untuk membeli barang dan jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhannya

Menurut Ferdinand; Nur (2021) minat membeli dapat diidentifikasi melalui indikator indikator sebagai berikut:

1. Minat transaksional. Kecenderungan seseorang untuk membeli produk.

2. Minat referensial. Kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.

3. Minat preferensial. Minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada suatu produk.

(10)

15

4. Minat eksploratif. Perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

2.4 Keputusan Pembelian

Menurut Kotler & Armstrong (2016) mendefinisikan keputusan pembelian sebagai berikut: Consumer behavior is the study of how individual, groups, and organizations select, buy, use, and dispose of goods, services, ideas, or experiences to satisfy their needs and wants, yang artinya Keputusan pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen perilaku konsumen yaitu studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

Indikator keputusan pembelian menurut Kotler (2016) mengemukakan keputusan pembelian memiliki dimensi antara lain: Pilihan Produk, Pilihan Merk, Pilihan Penyalur, Waktu Pembelian, Jumlah Pembelian, dan Metode Pembayaran.

(11)

16 2.5 Kerangka Berfikir

Gambar 1. Kerangka Berpikir

(12)

17 2.6 Hipotesis

1. Hipotesis 1 : Diduga strategi Product Bundling berpengaruh keputusan pembelian Konsumen Pesenkopi

2. Hipotesis 2 : Diduga Minat membeli berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Pesenkopi

Referensi

Dokumen terkait

akan ter*adi *ika seseorang yang pernah "endapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu "endapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dengan pula ter*adi pada

Kekuasaan, Militer dan Hak Asasi Manusia: Studi Kasus Argentina || Page 4 of 5 keluarganya yang lain yang telah merasa putus asa karena tidak kunjung

Untuk itu kerjasama dalam tim anda sangat diperlukan untuk menghasilkan bentuk origami yang unik dan kreatif dengan target produksi yang telah ditentukan oleh

terletak pada satu garis, sudut datang sama dengan sudut pantul.. bunyi datang, garis normal, dan

Pertanahan Nasional dalam proses pelaksanaan reforma agraria dikarenakan kegiatan PRONA bersifat secara masal maka tujuan yang akan dicapai adalah pelayanan

Berdikari Insurance akibat kurang puasnya nasabah dalam hal pelayanan, Tarif Premi yang tidak kompetitif, dan citra perusahaan birokratif yang masih melekat

Terkait hasil penelitian yang dilakukan secara statistik, yaitu mengetahui faktor-faktor penyebab data berada diluar batas kendali serta informasi mengenai

Wonokoyo Jaya Corporation Feed J'dill Division, terima kasih at as.. bantuan dan