• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK SMP 03. bab. 3. erma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK SMP 03. bab. 3. erma"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Kegiatan proses pembelajaran dengan model TSTS ini dilakukan di SMP Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan pada semester 1 Tahun pelajaran 2010/2011 selama 2 bulan, terdiri dari 2 siklus. Dengan asumsi masing-masing silkus dilakukan selama 1 bulan. Sedangkan sebagai observer adalah Kepala Sekolah dan teman sejawat (guru guru fisika).

B. Metode dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan karakteristik penelitian tersebut, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, atau lebih tepatnya dekriptif kualitatif. Yang dimaksud deskriptif kualitatif pada penelitian ini adalah data-data dipaparkan sebagai gambaran kondisi subjek penelitian baik sebelum tindakan, selama tindakan dan pasca tindakan. Data tersebut dianalisis secara kualitatif.

C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

(2)

kelas tersebut dengan teknik cluster sampling, dengan pertimbangan sesuai dengan kelas penulis mengajar.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Sebagai sumber data dalam PTK ini adalah hasil pengamatan selama proses Pembelajaran, baik kepada guru, siswa, suasana kelas, interaksi yang terjadi dan semua fenomena yang muncul dalam proses pembelajaran.

Untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan digunakan Instrumen Monitoring dan Evaluasi yang berupa lembar observasi kelas (Classroom Observation Form). Instrumen ini digunakan untuk menggali data selama proses pembelajaran fisika berlangsung. Data juga dikumpulkan dengan wawancara dan tes. Selain itu dokumen-dokumen yang relevan juga dijadikan sebagai alat pengumpul data.

E. Validasi Data

Setelah data diperoleh kemudian dilakukan validasi pada data tersebut. Validasi data dilakukan dengan teknik trianggulasi yang meliputi trianggulasi sumber dan metode. Yang dimaksud trianggulasi sumber pada penelitian ini adalah kolaborasi dengan observer: Kepala Sekolah, teman sejawat Guru Fisika.

F. Teknik Analisis Data

1. Prosedur Pengolahan Data

Di dalam pengolahan dan analisis data, langkah dan prosedurnya meliputi :

(3)

Yaitu memeriksa, meneliti dan membersihkan data apakah terdapat kesalahan dalam pengisian daftar pertanyaan, memeriksa kembali jawaban responden dan melengkapi data yang masih kurang.

b. Coding

Yaitu memberikan tanda atau code agar mudah memeriksa jawaban. c. Tabulasi

Yaitu menggolongkan kategori jawaban dalam tabel-tabel, baik tabel frekuensi atau tabel skor sesuai keperluan.

d. Klasifikasi

Yaitu merupakan pengelompokan data yang dalam klasifikasi tertentu sesuai dengan persoalan yang diuji.

2. Metode Analisis Data

Untuk keperluan pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik interaktif dengan reduksi data. Selain itu juga digunakan model analisis normatif, yaitu menganalisis data berdasarkan norma pembelajaran modern.

G. Indikator Kinerja

Sebagai indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: 1. Sebagian besar (lebih dari 65 %) siswa kelas IXD dan kelas IXE

pemahaman konsep fisikanya meningkat.

(4)

H. Prosedur Penelitian

Model TSTS merupakan model pengembangan model pembelajaran yang direncanakan dengan teliti. Tindakan pendahuluan ini dirancang dan dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah dan guru yang terkait. Tahap-tahap penelitian terbentuk dalam satu siklus yang kemudian dilanjutkan ke siklus berikutnya sesuai dengan rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi ulang berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus sebelumnya. Jumlah siklus dalam suatu penelitian tindakan tidak bergantung pada masalah penelitian yang dihadapi dalam proses pembelajaran sudah dapat dipecahkan.

Langkah-langkah model pembelajaran Two Stay Two Stray : a. Siklus I meliputi :

1. Perencanaan :

 persiapan alat dan tempat

 membuat LKS

 persiapan pembentukan kelompok dengan aturan dan cara sebagai berikut : berhitung mulai angka 1 sampai 10, yang menyebut angka 1 menjadi kelompok 1, yang menyebut angka 2 menjadi kelompok 2 dan seterusnya. Hal ini menghindari pemilihan personal oleh siswa, berdasar suka tidak suka.

 diskusi kelompok

 Pre-Test

2. Action Research :

(5)

 Setelah dirasa cukup, masing-masing kelompok menunjuk dua anggotanya untuk diam ditempatnya (berperan sebagai tuan rumah), sedangkan sisanya yang akan jalan-jalan sebagai tamu dikelompok lain.

 Tugas tuan rumah adalah menjelaskan hasil diskusinya kepada setiap tamu yang datang, sedangkan tugas anggota kelompok yang jalan-jalan adalah bertamu ke ‘rumah’ kelompok lain dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang materi yang didiskusikan oleh kelompok tersebut.

 Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi, anggota kelompok yang jalan-jalan bertugas untuk menyebarkan info yang diterimanya dari kelompok ke anggota dari kelompoknya sendiri.

 Begitu dan seterusnya bergantian hingga masing-masing anggota kelompok pernah merasakan peran sebagai tuan rumah maupun tamu

 Bersama kelompok melakukan praktikum selama 20 menit

 Pemberian tambahan waktu untuk berdiskusi tentang soal dan jawaban yang diberikan.

 Peserta didik menuliskan jawaban pada lembar jawaban pada lembar laporan praktikum

 Meminta perwakilan 2 anggota kelompok untuk mencari informasi kepada kelompok lain mengenai jawaban selama 10 menit kemudian kembali kepada kelompok untuk didiskusikan

 Meminta perwakilan anggota kelompok untuk mempresentasikan hasil praktikum dan jawaban kedepan kelas kepada kelompok lain.  Jika jawaban yang dipresentasikan sama dengan jawaban dalam

(6)

 Memberikan soal atau tes yang digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik secara individu.

3. Pengamatan

 Peneliti dibantu oleh observer mengisi checklist pembelajaran yang berupa pelaksanan pembelajaran yang dilakukan peneliti dan sikap peserta didik selama mengikuti pembelajaran

 Observasi afektif dan psikomotor oleh observer  Pengambilan nilai kinerja ilmiah

4. Refleksi :

 evaluasi hasil kegiatan

 inventarisasi masalah yang ditemukan (diskusi kelas)  Menarik Kesimpulan

 Post-Test b. Siklus II meliputi :

1. Perencanaan :

 Menyiapkan alat dan tempat

 Menggunakan kelompok yang sama  Menyempurnakan pemahaman materi

 Mencari solusi permasalahan yang ditemukan  Membuat LKS

 Pre Test 2. Action Research :

 Pelaksanaan metode Two Stay Two Stray seperti siklus I  Observasi afektif dan psikomotor oleh observer

3. Pengamatan

 Pengambilan nilai kinerja ilmiah

 Masing-masing siswa dibagikan jurnal belajar 4. Refleksi :

(7)

 Inventarisasi masalah

 Diskusi kelas untuk mendapatkan solusi  Menarik Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk keaktifan kerja sama dengan teman dan kelompok lain terjadi peningkatan 3,94 ini masih katagori rendah karena banyak siswa semakin banyak bersaing (egois) dalam

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan,

Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa

PTK menurut De Porter, dkk (2001) adalah penelitian yang dilakukan dalam rangka memperbaiki proses dan aktifitas dalam interaksi belajar mengajar di kelas. PTK dalam penelitian ini

Melihat tujuan PTK sangat penting bagi keprofesian guru serta adanya permasalahan yang terjadi mengenai lemahnya pegetahuan dan keterampilan guru dalam menulis

a) PTK merupakan penelitian kolaboratif yang muncul dari kepedulian yang didukung oleh suatu kelompok. b) Dalam PTK kelompok peneliti mendeskripsikan kepeduliannya menyelidiki

Penelitian Tindakan Kelas PTK yaitu suatu kegiatan dalam penelitian yang dilakukan di dalam kelas dilaksanakan guna memecahkan masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran yang

Menurut Muchlisin Riadi 2019 bahwa Penelitian Tindakan Kelas PTK atau Classroom Action Research CAR adalah bentuk penelitian yang terjadi di dalam kelas berupa tindakan tertentu yang