RENCANA
KERJA TAHUNAN
( R K T )
TAHUN 2022
http://www.mesrabertuah.deliserdang.site/login/ https://rkas.kemdikbud.go.id/
ii
TIM PENYUSUN
RENCANA KERJA TAHUNAN ( R K T )
TAHUN 2022
VALIDATOR : KORDINATOR WILAYAH KECAMATAN BERINGIN
NINA SARI LUBIS, M.SI
KONSELOR : PENGAWAS SD KECAMATAN BERINGIN HJ. IRIANSU, M.PD
KETUA : KEPALA SD NEGERI 105346 ARAS KABU ARJUNA MARBUN, S.Pd
ANGGOTA : DEWAN GURU / TENAGA KEPENDIDIKAN 1. Berlian Silaban, S.Pd
2. Rahmawati Lubis, S.Pd.I 3. Chairidar, S.Pd
4. Sugiarman, S.Pd
5. Evi Masdiani Rambe, S.Pd 6. Marben Sinaga, S.Pd 7. Mita Apsari, S.Pd
8. Maulidya Andriani, S.Pd 9. Reynold J. Rumahorbo, S.Ak 10. Putri Handayani
11. Rita Budiarti
Aras Kabu, Julli 2022
Kepala SDN 105346 Aras Kabu
ARJUNA MARBUN, S.Pd NIP. 196706061987122009
iii
TIM PENYUSUN
RENCANA KERJA TAHUNAN ( R K T)
TAHUN 2022
ALAMAT : DUSUN AMAL
KECAMATAN : BERINGIN
KABUPATEN : DELI SERDANG
PROVINSI : SUMATERA UTARA
SD Negeri 105346 Aras Kabu telah menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2022 yang dilakukan oleh Tim Pengembang
Sekolah melalui Evaluasi Diri Sekolah ( EDS )ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan.
Aras Kabu, Nopember 2021 Menyetujui :
Ketua Komite Sekolah
ANSYARUDDIN
Kepala SDN 105346 Aras Kabu
ARJUNA MARBUN, S.Pd NIP. 196706061987122009
Yang Mengesahkan : A.n. Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Deli Serdang Sekretaris
SAMSUAR SINAGA, S.Pd, M.Si PEMBINA / IVa
NIP. 19690807 199801 1 002
iv DAFTAR ISI
Halaman
TIM PENYUSUN RKT ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... iv
BAB I : PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Dasar Hukum ... 1
C. Tujuan ... 2
D. Manfaat RKT ... 2
E. Ruang Lingkup ... 3
BAB II : TUJUAN SEKOLAH ... 4
A. Visi ... 4
B. Misi ... 5
C. Tujuan ... 6
BAB III : RENCANA KEGIATAN SEKOLAH ... 7
1. Standar Kelulusan ... 7
2. Standar Isi ... 7
3. Standar Proses ... 8
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan ... 8
5. Standar Pengelolaan ... 8
6. Standar Sarana dan Prasarana ... 9
7. Standar Pembiayaan ... 10
8. Standar Penilaian ... 10
9. Standar Lingkungan Sekolah ... 11
BAB IV : RENCANA BIAYA ... 12
A. Rencana Kerja Jangka Menengah ... 12
BAB V : SUPERVISI, PEMANTAUAN DAN EVALUASI ... 27
BAB VI : JADWAL KEGIATAN ... 31
BAB VII : PENUTUP ... 39 LAMPIRAN
SK Tim Penyusun RKAS Jadwal Kegiatan
v
KATA PENGANTAR
Ucapan puji dan syukur kami sampaikan kepada Allah SWT, dengan rahmat dan
hidayah-Nya Tim Pengembang Sekolah SDN 105346 Aras Kabu dapat menyelesaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2022. SDN 105346 Aras Kabu dan konstribusi
Kordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kec. Beringin, Pengawas SD Binaan yang turut membantu dalam memberikan saran dan masukan atas tersusunnya RKT ini. Kami ucapkan terima kasih semoga amal kebaikan mendapat imbalan dari Tuhan yang Maha Esa.
SDN 105346 Aras Kabu masih pada tingkat Standar Pelayan Minimal, upaya meningkatkan pemenuhan ke Standar Nasional pendidikan ( SNP ) sudah tentu tantangan dan hambatan cukup besar yang akan diatasi oleh satuan pendidikan..
RKS ini merupakan landasan atau aturan sekolah dalam menjalankan tahap demi tahap Kegiatan, baik berupa pengembangan ataupun pembinaan yang bermuara pada :
(i) Pemberdayaan warga sekolah untuk turut serta mengelola pendidikan, (ii) Pengembangan kreativitas guru yang berdampak positif pada peserta didik, (iii) Pemenuhan delapan Standar Nasional pendidikan.
(iv) Siswa semakin kreatif dan mandiri dalam setiap pendalaman materi, (v) Membangun management berbasis sekolah.
Terselesaikannya Rencana Kerja Sekolah ini tentu saja tidak lepas dari bantuan dan peran serta banyak pihak. Oleh karena itu, dengan tulus kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Program ini.
Akhirnya, Tim Pengembang Sekolah memohon do’a dan harapan, semoga dengan Program kerja ini dapat terealisasikan apa yang kita cita-citakan bersama, terima kasih.
Aras Kabu , Nopember 2022 Kepala Sekolah
ARJUNA MARBUN, S.Pd NIP. 196706061987122009
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah sebagai suatu lembaga/institusi mempunyai satu tujuan atau lebih.
Dalam langkah mencapai tujuan tersebut, perlu disusun rencana, tujuan, dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Pada umumnya tujuan sekolah tercermin dalam bentuk visi dan misi sekolah. Untuk mencapai visi dan misinya, sekolah perlu menyusun perencanaan program dan kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS). Penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) selain didasarkan pada visi dan misi, penyusunan RKS juga didasarkan pada Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
Perencanaan dilakukan tidak hanya untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga untuk perencanaan ke depan dalam hal peningkatan kinerja sekolah atau untuk mengantisipasi perubahan dan tuntutan jaman. Pada perencanaan ini selain memperhatikan pengembangan fisik, pengembangan non-fisik jauh lebih diutamakan, karena salah satu tujuan utama sekolah adalah menghasilkan anak didik yang bermutu.
Visi dan misi sekolah pada umumnya masih bersifat umum, sehingga perlu dijabarkan/dirinci dalam bentuk program sekolah. Program sekolah harus disesuai dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah. Dalam upaya mengkaji kemampuan sekolah, didasarkan kepada kondisi sekolah saat ini (EDS). Sedangkan kebutuhan sekolah ditentukan dengan, selain memperhatikan nilai-nilai yang ada seperti peraturan pemerintah yang tertuang dalam undang-undang, perpu, permen Diknas, kebijakan pemerintah daerah (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga) juga mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat setempat, (Stakeholder). RKS dibuat agar upaya peningkatan mutu sekolah benar-benar mencapai sasaran yang diiginkan semua pihak. Sekolah akan menjadikan RKS sebagai pedoman dalam melaksanakan, mengevaluasi dan memperbaiki seluruh kegiatan yang dilakukan. RKS dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) bersama dengan pemangku kepentingan seperti komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak lain di sekitar sekolah yang peduli pendidikan.
Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, sekolah telah menunjukkan sikap keterbukaan dan siap bekerjasama. Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki, serta dapat mengundang simpati sehingga masyarakat akan merasa senang memberikan dukungan atau bantuan yang diperlukan sekolah.
2 B. Dasar Hukum Penyusunan RKT
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan Nasional
3. Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru
5. Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan.
C. Tujuan Penyusunan RKT
1. Memberikan arah gerak pengelolaan pendidikan yang diharapkan sesuai standar pendidikan nasional.
2. Memberi kontribusi terhadap perkembangan kualitas belajar mengajar yang berkesinambungan melalui proses perencanaan, evaluasi, dan reviu.
3. Mengidentifikasi secara tepat apa yang harus dicapai.
4. Memberi gambaran tentang siapa, apa, kapan dan bagaimana mencapai tujuan.
5. Memberi gambaran apakah usaha yang dilakukan, biaya yang dikeluarkan serta dampak dari perencanaan sesuai dengan peningkatan yang diharapkan.
6. Membantu dalam penentuan apakah suatu kegiatan harus dilakukan.
7. Membantu penentuan cara yang efektif dalam pencapaian target.
D. Manfaat RKT
Manfaat RKT ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Sebagai acuan bagi sekolah untuk mencapai target-targetpeningkatan kualitas pendidikan yang akan dicapai dalam jangkapendek,
b) Dapat digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalammemanfaatkan subsidi baik subsidi dari pemerintah maupun darinon pemerintah,
c) Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalammeningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, dan
d) Sebagai tolok ukur bagi keberhasilan implementasi berbagaiprogram peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
3 E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Rencana Kerja Sekolah (RKS) terdiri dari:
Visi Sekolah;
Misi Sekolah;
Tujuan Sekola; Dan
Rencana Kerja Sekolah.
Dalam rencana kerja sekolah ini akan dijabarkan pula tentang; standar komponen dari 8 kompenen pengembangan pendidikan, kondisi sekolah saat ini (EDS), acuan standar/sub komponen standar pendidikan nasional, tantangan, sasaran, penyebab masalah, program, kegiatan, penanggung jawab kegiatan dan jadwal kegiatan sselama 4 tahun kedepan.
4 BAB II
TUJUAN SEKOLAH
A. Visi Sekolah
Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan keadaan sekolah yang diinginkan di masa datang. Visi sekolah dikembangkan sesuai dengan keinginan atau cita- cita sekolah dengan tetap berkepribadian Indonesia. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kondisi lingkungan sekolah dan daerah, namun juga harus mengacu kepada Visi Dinas Pendidikan Kabupaten. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah ’bebas’ menentukan visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Di samping itu, visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat sekolah. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orang tua dan masyarakat sekolah harus mampu diwujudkan sekolah.
Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa visi:
dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang; mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan; dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;
disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Atas dasar pertimbangan itu, maka Visi SDN 105346 Aras Kabu dalah
“TERCIPTANYA SEKOLAH RAMAH, ANAK BERPRESTASI TINGGI, BERBUDI LUHUR, BERBUDAYA DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN ”
5 B. Misi Sekolah
9A
Misi Sekolah adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas, kewajiban, dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah. Dengan kata lain, misI adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan sekolah/madrasah yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan ’tindakan’ dan bukan kalimat yang menunjukkan
’keadaan’ sebagaimana pada rumusan visi.
Dalam lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dijelaskan bahwa misi sekolah/madrasah:
1) Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
2) Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;
3) Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;
4) Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah;
5) Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah;
6) Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuanunit sekolah/madrasah yang terlibat;
7) Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah;
8) Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
9) Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Berdasarkan Misi di atas, maka dapatlah dirumuskan Misi SDN 105346 Aras Kabu adalah sebagai berikut :
1) Membudayakan Kegiatan 7 S Yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat Dan Sepenuh Hati Pada Seluruh Warga Sekolah.
2) Mengembangkan Pembelajarn Yang Aktif, Kreatif Dan Inovatif Dengan Mendayagunakan Iptek Dan Lingkungan Sehingga Mampu Meningkatkan Potensi Secara Optimal.
3) Melaksanakan Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.
4) Menumbuhkembangkan Karakter Warga Sekolah Yang Religious, Cerdas, Disiplin, Dan Cinta Tanah Air.
5) Membangun Kehidupan Sekolah Yang Demokratis Dan Berbudaya Nasional
6 C. Tujuan Sekolah
T 9A
Berdasarkan visi dan misi yang telah tersusun, sekolah/ madrasah merumuskan tujuan sekolah selama empat tahun ke depan menuju standar pelayanan minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP) atau di atasnya. Dengan demikian, tujuan sekolah pada dasarnya adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah/madrasah yang telah dicanangkan.
Atas dasar visi dan misi diatas serta berpedoman pada ketentuan tersebut, dapatlah dirumuskan Tujuan SDN 105346 Aras Kabu adalah sebagai berikut:
1. Terciptanya Proses Pembelajaran Secara Aktif, Kreatif, Dan Inovatif Dengan Mendayagunakan Iptek Dan Pendidikan Lingkungan Hidup.
2. Berkembangnya Potensi Peserta Didik Secara Optimal
3. Terbentuknya Karakter Warga Sekolah Yang Jujur, Disiplin, Mandiri, Bertanggung Jawab, Dan Mencintai Budaya Local.
4. Meningkatkan Potensi Warga Sekolah Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup Serta Pencegahan Terjadinya Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan.
5. Terbangunnya Warga Sekolah Yang Mencintai, Memelihara Dan Melestarikan Lingkungan Hidup.
6. Berkembangnya Sikap Saling Menghargai Dan Menghormati Kepada Seluruh Warga Sekolah.
7. Meningkatkan Mutu Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Yang Berkualitas Dengan Melaksanakan Pakem.
7 BAB III
RENCANA KEGIATAN SEKOLAH (RKS)
1. STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN
1. Sebanyak kurang dari 61% mata pelajaran memuat tugas terstruktur secara kelompok atau individu dalam bentuk pemecahan masalah yang memberikan kesempatan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan
2. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, dan perpustakaan
3. Sebanyak kurang dari 61% RPP mata pelajaran IPA dan IPS yang memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan social
4. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 3 sumber belajar
5. Sebanyak 91%-100% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulisSebanyak 81%-90% RPP mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
6. Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya local
7. Kurang dari 5% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainnya)
8. Sekolah/madrasah mengadakan 2 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
9. Sekolah/Madrasah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
10. Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 2 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
11. Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
2. STANDAR ISI
1. Terwujud kurikulum yang bermuatan ketrampilan abad 21, literasi, berkarakter, dan peduli lingkungan.
2. Terwujud pengembangan silabus untuk semua mapel
3. Terwujud pengembangan RPP yang inovatif dan kolaboratif untuk semua mapel
4. Sebanyak kurang dari 61% RPP mata pelajaran yang menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperative learning)
5. Sebanyak kurang dari 61% RPP mata pelajaran yang menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem based learning)
6. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, serta diskusi dan presentasi
7. Sekolah menghasilkan 2 karya siswa
8 3. STANDAR PROSES
1. Sebanyak 7 – 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus 2. Sebanyak 51 % - 75 % RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan 3. Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
4. Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah- langkah pembelajaran
5. Kelas I – III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
6. Kelas IV – VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran 7. Mencakup 2 tahap pemantauan
8. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara 9. Evaluasi dengan memperhatikan 3 aspek
10. Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja
11. Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir tindak lanjuti 4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1. Terwujud pendidik dan tenaga kependidikan yang professional 2. Terwujud kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan optimal
3. Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang kratif, inovatif, dan berprestasi 4. Minimal Pendidikan terakhir Guru di Sekolah adalah Sarjana (S1)
5. Memiliki Penjaga Sekolah , Petugas Kebersihan dan Satpam
6. Memiliki Tenaga Administrasi yang merangkap sebagai Operator Sekolah 7. Memiliki Tenaga Perpustakaan
8. Jumlah Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran tercukupi dengan baik sesuai dengan keadaan sekolah
9. Guru mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kualitas mengajar sesuai dengan peraturan yang berlaku
10. Guru memiliki kemampuan atau kompetensi sesuai dengan yang diampu di kelas 11. Guru Memiliki Sertifikat Pendidik sesuai dengan yang di ampu
5. STANDAR PENGELOLAAN
1. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan pernah disosialisasikan 2. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan 3. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan 4. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan keduanya saling
berkaitan serta salah satunya sudah disosialisasikan
5. Memiliki pedoman yang mengatur 7 atau lebih aspek pengelolaan secara tertulis 6. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang
jelas
7. Sebanyak 71%-80% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan 8. Melaksanakan 2 jenis kegiatan kesiswaan
9. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran 10. Melaksanakan 4 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan
11. Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana 12. Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
13. Melaksanakan 4 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
14. Memiliki 1 atau lebih dokumen kemitraan
9 15. Memiliki 3 dokumen program pengawasan
16. Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 semester
17. Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan 18. Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
19. Melaksanakan 15 - 18 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah
20. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus 6. STANDAR SARANA PRASARANA
1. Memiliki lahan seluas 50%-74% dari ketentuan
2. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
3. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah, tetapi tidak memiliki izin mendirikan bangunan
4. Memiliki lantai seluas 76%-100% dari keteuntasan minimal atau lebih
5. Memiliki stuRKJM ur yang stabill yang kokok serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya petir
6. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan
7. Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan kurang memadai 8. Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt
9. Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan
10. Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan
11. Memiliki (1) ruang kelas,(2)raung perpustakaan,(3)ruang Guru dan (4) jamban 12. Memiliki sejumlah ruang kelas dan sarana sesuai dengan aturan
13. Tidak memiliki perpustakaan 14. Tidak memiliki laboratorium IPA 15. Memiliki ruang pimpinan
16. Tidak memiliki ruang guru 17. Tidak memiliki tempat beribadah 18. memiliki ruang UKS
19. Memiliki gudang
20. Tidak memiliki ruang sirkulasi
21. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
10 7. STANDAR PEMBIAYAAN
1. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
2. Membelanjakan biaya sebanyak 26%-50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS
3. Sekolah dapat merealisasikan 91%-100% modal kerja
4. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tahun berjalan
5. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
6. Membelanjakan biaya/dana kegiatan pembelajaran, kesiswaan, alat tulis, bahan habis pakai,kegiatan rapat, pengadaan ujian, daya dan jasa, kegiatan operasional tidak langsung, sebanyak 96%-100% dari alokasi anggaran
7. Selama setahun terakhir digunakan untuk 4-5 pos 8. Sekolah tidak memungut biaya pendidikan dari siswa
9. Tidak ada seorangpun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
10. Membantu 61%-70% siswa kurang mampu secara ekonomi Tidak melakukan pungutan biaya personal lain
11. Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 4 unsur yang terkait atau lebih 12. Dikelola secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel serta dilaporkan kepada
komite sekolah
13. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir
14. Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
15. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 3 tahun terakhir
8. STANDAR PENILAIAN
1. Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
2. Sebanyak 91%-95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
3. Sebanyak 71%-85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
4. Sebanyak 71%-85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
5. Sebanyak 86%-100% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
6. Sebanyak 86%-100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik
7. Sebanyak 86%-100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran 8. Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala
sekolah
9. Sebanyak 86%-100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
10. Sebanyak 86%-100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
11
11. Sekolah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh guru mata pelajaran, guru kelas, dan kepala sekolah
12. Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran
13. Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
14. Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
15. Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah dan wali kelas kepada orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
16. Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester 17. Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas, guru mata pelajaran, dan
kepala sekolah 18. Antara 4,01-5,00
19. penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggal
9. STANDAR LINGKUNGAN SEKOLAH
1. Sekolah Mampu Mengembangkan Budaya Bersih.
2. Sekolah Mampu Menciptakan Lingkungan Sehat, Asri, Indah, Rindang, Dan Sejuk.
3. Sekolah Mampu Menciptakan Sistem Sanitasi/Drainasi.
4. Sekolah Mampu Menciptakan Budaya Tata Krama “In Action”.
39 BAB VII
PENUTUP
Rencana Kerja Tahunan atau RKT ( 1 tahun ) SD Negeri 105346 Aras Kabu ini merupakan dokumen perencanaan jangka pendek yang disusun berdasarkan rapat dari penyusunan Rencana Kerja Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah.
Rencana Kerja Tahunan Sekolah ini memuat semua program / kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun lalu, baik yang bersifat strategi maupun yang bersifat rutin.
Dari hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan program / kegiatan Tahun 2022 dan hasil kesepakatan para pemangku kepentingan di SD Negeri 105346 Aras Kabu ini , maka perencanaan program / kegiatan strategis yang akan dikembangkan adalah :
01 Pengembangan Kompetensi Lulusan 02 Pengembangan Standar Isi
03 Pengembangan Standar Proses
04 Pengembangan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 05 Pengembangan Sarana Dan Prasarana Sekolah 06 Pengembangan Standar Pengelolaan
07 Pengembangan Standar Pembiayaan
08 Pengembangan Dan Implementasi Sistem Penilaian 09 Pengembangan Standar Lingkungan Sekolah
Dengan adanya RKT ini Sekolah akan lebih mudah melaksanakan pengelolaan program/kegiatan, implementasi, monitoring, dan evaluasi yang baik, terstruktur dan terukur dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di UPT SPF SD Negeri 105346 Aras Kabu.
Namun demikian, keberhasilan pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan Sekolah ini tergantung dari partisipasi semua stakeholder SD Negeri 105346 Aras Kabu.
Aras Kabu , Juli 2022 Kepala Sekolah
ARJUNA MARBUN, S.Pd NIP. 196706061987122009