• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Erna Kusuma Wati dan Setiyowati Rahardjo Program Sarjana Kesehatan Masyarakat UNSOED (Diterima : 9 Januari 2003, disetujui : 16 Januari 2003)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh : Erna Kusuma Wati dan Setiyowati Rahardjo Program Sarjana Kesehatan Masyarakat UNSOED (Diterima : 9 Januari 2003, disetujui : 16 Januari 2003)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MENGENAI ZAT BESI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS

JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS

CORRELATION OF KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND BEHAVIOR ON THE IRON CONTENT WITH THE INCIDENCE OF ANEMIA AMONG PREGNANT

MOTHERS AT JATILAWANG PRIMARY HEALTH CENTER, BANYUMAS REGENCY

Oleh : Erna Kusuma Wati dan Setiyowati Rahardjo Program Sarjana Kesehatan Masyarakat UNSOED (Diterima : 9 Januari 2003, disetujui : 16 Januari 2003) ABSTRAK

Penelitian berjudul “Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mengenai Zat Besi terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas” telah dilaksanakan di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai zat besi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di bagian KIA Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik Systematic Random Sampling dan diperoleh sebanyak 70 ibu hamil sebagai sampel. Dari hasil analisis univariate diperoleh hasil prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 65,7%. Sebagian besar ibu hamil berusia antara 20 - 35 tahun, mempunyai jarak kehamilan lebih dari 5 (lima) tahun, berpendidikan dasar, tidak bekerja, mempunyai pengetahuan mengenai zat besi yang sedang, sikap mengenai zat besi adalah kurang dan mempunyai perilaku mengenai zat besi termasuk kurang. Analisis Bivariate dengan uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai zat besi dengan kejadian anemia. Sikap dan perilaku ibu mengenai zat besi masih kurang, hal ini ternyata dapat meningkatkan kejadian anemia pada ibu hamil.

Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai zat besi perlu dilakukan penyuluhan secara rutin dan peningkatan distribusi Fe dengan kerjasama lintas program dan lintas sektoral.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Anemia, Ibu Hamil.

ABSTRACT

The research on which this article based was conducted at Jatilawang Primary Health Center, Banyumas Regency. It was aimed at finding out the correlation of knowledge, attitude and behavior on the iron content with the incidence of anemia among the expectant mothers. The research was a cross sectional study and the population was all expectant mothers registered in the department of KIA (Mother and Child Health) of Jatilawang Primary Health Center. The sample respondents comprising of 70 pregnant mothers were taken according to the systematic random sampling method. An univariate analysis showed that the prevalence of anemia among pregnant mothers was 65.7%. The majority of pregnant mothers were in the 20 - 35 age group, with pregnancy interval of more than 5 years, primary school education, unemployed, medium knowledge on the iron content, low attitude

(2)

p e m e r i n t a h d a l a m h a l i n i PENDAHULUAN

Departemen Kesehatan sejak tahun A. Latar Belakang

1970 melalui program Usaha A n g k a K e m a t i a n I b u d i Perbaikan Gizi Keluarga telah Indonesia merupakan yang tertinggi mendistribusikan tablet zat besi di kawasan ASEAN. Berdasarkan yang tiap tablet berisi 60 mg SDKI (Survei Demografi Kesehatan elemental iron dan 0,25 mg asam Indonesia) tahun 1997, Angka folat dan diberikan kepada semua Kematian Ibu di Indonesia mencapai ibu hamil yang mengunjungi 334 per 100.000 kelahiran hidup Puskesmas dan Posyandu. Setiap dan 40% dari angka kematian ibu hamil diharapkan mengkonsumsi tersebut disebabkan perdarahan paling sedikit 90 tablet selama waktu melahirkan dan anemia. hamil (Budiarso et al., 1996).

Anemia merupakan salah satu Berdasarkan data FIII gizi p e r s o a l a n k e s e h a t a n d e n g a n Puskesmas Jatilawang Bulan Juni prevalensi tertinggi pada ibu hamil. 2002, cakupan pemberian tablet Fe Prevalensi anemia pada ibu hamil di pada ibu hamil adalah 17,6%. Hal ini Indonesia adalah 70%, atau 7 dari menunjukkan bahwa angka cakupan 10 wanita hamil. masih kurang. Seharusnya semua Anemia pada ibu hamil dapat ibu hamil mendapatkan suplemen diakibatkan oleh penyebab langsung tablet Fe selama masa kehamilan.

maupun tidak langsung. Penyebab Rendahnya cakupan pemberian Fe langsung anemia adalah seringnya bisa disebabkan oleh persediaan mengkonsumsi zat penghambat tablet Fe di Puskesmas yang a b s o r b s i F e , k u r a n g n y a terbatas dan faktor dari ibu hamil mengkonsumsi promotor absorbsi sendiri, antara lain pengetahuan non haem Fe, serta adanya infeksi mengenai zat besi masih kurang, parasit. Penyebab tidak langsung s i k a p d a l a m m e n e r i m a d a n adalah keadaan sosial ekonomi dan pemahaman yang kurang baik budaya, kemiskinan dan tingkat mengenai pentingnya zat besi untuk p e n d i d i k a n d a n p e n g e t a h u a n kehamilan serta perilaku ibu (Gizi.net, 2002). mengkonsumsi zat besi (tablet Fe) U n t u k m e n a n g g u l a n g i dalam upaya mencegah terjadinya kekurangan zat besi pada ibu hamil,

expectant mothers on the iron content with the incidence of anemia. There was, however, correlation between the attitude and behavior of expectant mothers on the iron content with the incidence of anemia. Their low attitude and low behavior on the iron content contributed to the increase in the incidence of anemia. Routine and intensive extension on the iron content and enhanced distribution of Fe through cross-program and cross-sectoral activities are required to improve the knowledge, attitudes, and behavior of the mothers on the iron content.

Keywords: Knowledge, Attitude, Practice, Anemia, Pregnancy.

(3)

Penentuan kadar Hemoglobin B. Perumusan Masalah

(Hb), untuk menentukan ibu hamil Berdasarkan latar belakang di

termasuk anemia atau tidak anemia atas maka persoalan yang akan

dilakukan dengan metode Sahli.

d i j a w a b a d a l a h : B a g a i m a n a

C. Populasi dan Sampel hubungan pengetahuan, sikap dan

perilaku mengenai zat besi dengan 1. Populasi

kejadian anemia di Puskemas Populasi penelitian adalah Jatilawang Kabupaten Banyumas ? seluruh ibu hamil yang terdaftar di

C. Tujuan bagian KIA Puskesmas Jatilawang

M e n g e t a h u i h u b u n g a n Kabupaten Banyumas.

pengetahuan, sikap dan perilaku 2. Sampel

mengenai zat besi dengan kejadian Sampel penelitian diambil anemia di Puskemas Jatilawang dengan teknik Systematic Random Kabupaten Banyumas. Sampling (Singarimbun & Effendi,

D. Manfaat 1987). Dari jumlah populasi ibu

1. H a s i l p e n e l i t i a n i n i d a p a t h a m i l 2 2 9 o r a n g d e n g a n dipergunakan sebagai bahan perhitungan di atas diperoleh acuan bagi penelitian lebih lanjut sampel minimum yang diperlukan di bidang kesehatan ibu dan anak. pada penelitian ini sebanyak 70 ibu 2. B a g i p e n g e l o l a p r o g r a m hamil di Puskesmas Jatilawang

kesehatan ibu dan anak, sebagai Kabupaten Banyumas.

sumbangan pemikiran untuk D. Desain Penelitian

m e n e n t u k a n k e b i j a k s a n a a n P e n e l i t i a n i n i b e r s i f a t khususnya dalam hal kesehatan explanatory survey (penelitian ibu hamil dan penurunan kejadian penjelasan). Penelitian ini ingin anemia dan kematian ibu. m e n j e l a s k a n h u b u n g a n

pengetahuan, sikap, dan perilaku METODE PENELITIAN mengenai zat besi dengan kejadian anemia di Puskesmas Jatilawang A. Tempat dan Waktu

Kabupaten Banyumas. Metode P e n e l i t i a n i n i d i l a k u k a n

penelitian yang digunakan adalah selama 3 (tiga) bulan mulai bulan

pendekatan cross sectional study September - Nopember 2002.

(belah lintang) dengan variabel Tempat penelitian di Puskesmas

dependen dan independen yang Jatilawang Kabupaten Banyumas.

terjadi pada subyek penelitian B. Instrumen Penelitian

dikumpulkan secara simultan (dalam Instrumen yang digunakan waktu bersamaan) (Hadi, 1992).

adalah kuesioner dengan jawaban

E. Variabel Penelitian tertutup dan terbuka, untuk melihat

1. V a r i a b e l b e b a s m e l i p u t i : gambaran mengenai karakteristik

pengetahuan mengenai zat besi, ibu, pengetahuan, sikap dan perilaku

sikap mengenai zat besi, perilaku mengenai zat besi.

mengenai zat besi.

(4)

2. V a r i a b e l a n t a r a m e l i p u t i anemia pada ibu hamil.

karakteristik ibu hamil (umur, Langkah analisis tersebut frekuensi kehamilan, pendidikan adalah sebagai berikut. Pada dan pekerjaan) dasarnya uji chi square digunakan 3. Variabel terikat adalah kejadian untuk melihat perbedaan antara anemia pada ibu hamil. jumlah frekuensi yang diamati dengan frekuensi yang diharapkan.

F. Data dan Teknik Pengumpulan Data

Apabila tidak terdapat perbedaan 1. Data Primer

antara keduanya, maka dikatakan Data dikumpulkan dengan cara tidak ada hubungan suatu variabel mengunjungi ibu hamil yang pernah atas variabel lain (peristiwa mendapatkan tablet zat besi di independen).

Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas, kemudian dilakukan

HASIL DAN PEMBAHASAN wawancara tentang karakteristik

A. Gambaran Umum Lokasi ibu, pengetahuan, sikap, dan

perilaku ibu mengenai zat besi. Lokasi penelitian meliputi seluruh wilayah kerja Puskesmas 2. Data Sekunder

Jatilawang Kabupaten Banyumas D a t a s e k u n d e r y a n g

terdiri dari 11 desa. Jumlah ibu dikumpulkan adalah data yang

hamil berdasarkan data FIII bulan berkaitan dengan penelitian, antara

Juni adalah 1296 ibu dan yang lain data jumlah ibu hamil yang

mendapat Fe sejum1ah 229 ibu mendapat tablet zat besi, data

hamil. Adapun batas wilayah demografi dan monografi wilayah

Kecamatan Jatilawang adalah setempat.

sebagai berikut : G. Analisis Data

Batas wilayah timur : K e c a m a t a n Analisis data secara univariat Rawalo

dengan program SPSS For Windows Batas wilayah barat : K e c a m a t a n 1 0 u n t u k m e n g g a m b a r k a n Wangon

karakteristik ibu (umur, jarak Batas wilayah selatan: Kecamatan k e h a m i l a n , p e n d i d i k a n d a n Kesugih-

pekerjaan), pengetahuan, sikap, dan an

perilaku ibu mengenai zat besi Batas wilayah utara : Kecamatan d e n g a n m e n g g u n a k a n t a b e l Ajibarang

distribusi. Analisis data secara

B. Analisis Univariat bivariat dengan uji chi square

1. Umur Ibu d i l a k u k a n u n t u k m e n g e t a h u i

ada/tidaknya hubungan antara U m u r i b u h a m i l pengetahuan, sikap, dan perilaku d i k e l o m p o k k a n m e n j a d i t i g a mengenai zat besi terhadap kejadian golongan, yaitu kelompok umur

(5)

No.

1.

2.

Jumlah (n) 64

6 70

(%) 91,4

8,6 100 Tingkat Pendidikan

0 - 9 tahun (Dasar) 10 - 12 tahun (Menengah)

Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Tahun) Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

berpendidikan menengah (10 - 12 2. Jarak Kehamilan

t a h u n ) . R a t a - r a t a i b u h a m i l Tabel 2 menunjukkan bahwa

menempuh pendidikan 6 tahun 41,4% jarak kehamilan ibu adalah

(tamat SD).

lebih dari 5 tahun, 28,6% jarak

4. Pekerjaan Ibu kehamilan antara 3 - 5 tahun, dan

hanya 2,9% dengan jarak kehamilan Tabel 4 menunjukkan bahwa 1 - 2 tahun. Pada saat penelitian 72,9% ibu hamil tidak bekerja, dan ada 27,1% merupakan kehamilan 27,1% ibu hamil bekerja sebagai

pertama. tani, buruh tani, wiraswasta.

3. Pendidikan Ibu 5. Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tabel 3 menunjukkan bahwa Zat Besi

91,4% ibu hamil berpendidikan Dalam penelitian ini diketahui dasar (pendidikan kurang dari 9 bahwa rata-rata pengetahun ibu t a h u n ) , 8 , 6 % i b u h a m i l mengenai zat besi memiliki skor

No.

1.

2.

3.

4.

Jumlah (n) 2 20 29 19 70

(%) 2,9 28,6 41,4 27,1 100 Jarak Kehamilan

1 - 2 tahun 3 - 5 tahun

> 5 tahun Anak pertama

Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Jarak Kehamilan (Tahun) Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

No.

1.

2.

3.

Jumlah (n) 6 56

8 70

(%) 8,6 80,0 11,4 100 Umur Ibu

< 20 tahun 20 - 35 tahun

> 35 tahun Jumlah

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Umur (Tahun) Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

Sumber : Data Primer Terolah.

(6)

No.

1.

2.

3.

Jumlah (n) 38 15 17 70

(%) 54,3 21,4 24,3 100 Sikap Ibu

Kurang Cukup

Baik Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 6. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Sikap Ibu Mengenai Zat Besi Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

No.

1.

2.

3.

Jumlah (n) 20 35 15 70

(%) 28,6 5,0 21,4

100 Pengetahuan Ibu

Kurang Cukup

Baik Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Pengetahuan Ibu Mengenai Zat Besi Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

No.

1.

2.

Jumlah (n) 51 19 70

(%) 72,9 27,1 100 Pekerjaan Ibu

Tidak Bekerja Bekerja

Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Pekerjaan Ibu Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

dalam kategori cukup). Pengetahuan ibu hamil mengenai zat besi.

mengenai zat besi pada kategori 7. Perilaku Ibu Hamil Mengenai Zat cukup 50%, pengetahuan kurang

sebanyak 28,6% dan pengetahuan Besi

Dalam penelitian ini diketahui baik 21,4%. Tabel 5 menyajikan

rata-rata perilaku ibu mengenai zat distribusi pengetahuan ibu hamil

b e s i

mengenai zat besi.

memiliki skor 17,04 (termasuk 6. Sikap Ibu Hamil Mengenai Zat Besi

dalam kategori cukup). Perilaku ibu Dalam penelitian ini diketahui mengenai zat besi pada kategori rata-rata sikap ibu mengenai zat kurang 47,1%, perilaku baik besi memiliki skor 18,94 (termasuk sebanyak 27,2% dan perilaku cukup dalam kategori cukup). Sikap ibu 2 5 , 7 % . T a b e l 7 m e n y a j i k a n mengenai zat besi pada kategori distribusi perilaku ibu hamil kurang 54,3%, sikap baik sebanyak mengenai zat besi.

24,3% dan sikap cukup 21,4%.

Tabel 6 menyajikan distribusi sikap

(7)

No.

1.

2.

3.

Jumlah (n) 33 18 19 70

(%) 47,1 25,7 27,2 100 Perilaku Ibu

Kurang Cukup

Baik Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 7. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Perilaku Ibu Mengenai Zat Besi Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

kejadian anemia tertinggi terdapat 8. Anemia pada Ibu Hamil

pada ibu hamil yang mempunyai Dalam pemeriksaan kadar

pengetahuan kurang, yaitu 70,0%;

Hemoglobin pada 70 ibu hamil di

i b u h a m i l y a n g m e m p u n y a i Puskesmas Jatilawang dengan

pengetahuan cukup yaitu 68,6%;

metode Sahli diketahui 65,7% ibu

dan ibu hamil yang mempunyai hamil menderita anemia (kadar Hb

pengetahuan baik hanya sebesar

< 11 gr%) dan sisanya 34,3% ibu

53,3%. Dari hasil uji Chi Square hamil dinyatakan tidak anemia

diperoleh p value 0,519 (p value >

(kadar Hb ³ 11 gr%). Menurut

µ 0,05) secara statistik berarti indikator kesehatan masyarakat

tidak ada hubungan bermakna Anemia Gizi Besi (AGB) data tahun

antara pengetahuan ibu mengenai 1992, anemia ibu hamil merupakan

zat besi dengan kejadian anemia.

masalah kesehatan masyarakat bila

Dari hasil jawaban ibu hamil angka kejadiannya lebih dari 63,5%

pada kuesioner mengenai tingkat ( S u p a r i a s a , 2 0 0 1 ) . T a b e l 8

pengetahuan mereka dipero1eh menyajikan distribusi anemia ibu

gambaran bahwa sebagian besar hamil di Puskesmas Jatilawang.

p e n g e t a h u a n i b u t e r m a s u k

C. Analisis Bivariat

kategori cukup. Sebenamya ibu 1. H u b u n g a n Pe n g e t a h u a n I b u hamil belum mengetahui istilah zat besi; mereka lebih memahaminya Mengenai Zat Besi terhadap

sebagai istilah tambah darah atau Kejadian Anemia

vitamin. Informasi mengenai zat Berdasarkan hasil analisis

besi yang diterima ibu hamil masih bivariat dapat dikatakan bahwa kurang, hanya sebagian kecil ibu

No.

1.

2.

Jumlah (n) 46 24 70

(%) 65,7 34,3 100 Kejadian Anemia pada Ibu Hamil

Anemia Tidak Anemia

Jumlah

Sumber : Data Primer Terolah.

Tabel 8. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Berdasarkan Kejadian Anemia Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

(8)

mengingat pesan yang disampaikan bivariat dapat dikatakan kejadian oleh petugas kesehatan setempat. anemia tertinggi terdapat pada ibu Pengetahuan ibu hamil mengenai hamil yang mempunyai sikap kurang apa, sumber, dan akibat yang yaitu 78,9%, kemudian pada ibu ditimbulkan bila kekurangan zat besi hamil yang mempunyai sikap baik relatif masih kurang. Hal ini yaitu 58,8%, dan pada ibu hamil dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang mempunyai sikap cukup hanya ibu yang sebagian besar adalah sebesar 40,0%. Dari hasil uji Chi rendah (tamatan Sekolah Dasar). Square diperoleh p value 0,021 (p Pengetahuan ibu yang ada kaitannya value < µ 0,05) secara statistik dengan kesehatan dan gizi erat berarti ada hubungan bermakna hubungannya dengan pendidikan antara sikap ibu mengenai zat besi formal ibu; semakin tinggi tingkat dengan kejadian anemia.

pendidikan makin tinggi tingkat Mengenai sikap ibu hamil p e n g e t a h u a n a k a n g i z i d a n terhadap pemeriksaan kehamilan kesehatan keluarganya (Susanto, dan kewajiban mengkonsumsi tablet

1993). zat besi, sebagian besar ibu hamil

2. Hubungan Sikap Ibu Mengenai Zat menyetujui akan tetapi tidak memberikan alasannya. Berbagai Besi Terhadap Kejadian Anemia

f a k t o r y a n g m e m p e n g a r u h i Berdasarkan hasil analisis

No.

1.

2.

3.

Pengetahuan Ibu Mengenai Zat Besi

Kurang Cukup Baik

df

2

P Value

0,519

Keterangan

Tidak ada hubungan Anemia

Kejadian Anemia Tidak Anemia n

14 24 8

n 6 11

7

% 70,0 68,6 53,3

% 30,0 31,4 46,7

Tabel 9. Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Zat Besi terhadap Kejadian Anemia Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

Sumber : Data Primer Terolah.

No.

1.

2.

3.

Pengetahuan Ibu Mengenai Zat Besi

Kurang Cukup Baik

df

2

P Value

0,021

Keterangan

Ada hubungan Anemia

Kejadian Anemia Tidak Anemia n

30 6 10

n 8 9 7

% 78,9 40,0 58,8

% 21,1 60,0 41,2

Tabel 10. Hubungan Sikap Ibu Mengenai Zat Besi terhadap Kejadian Anemia Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

Sumber : Data Primer Terolah.

(9)

penting, media massa, institusi atau konsumsi makanan sehari-hari ibu lembaga pendidikan dan lembaga h a m i l r e l a t i f m a s i h k u r a n g agama serta faktor emosi dalam diri mengandung sumber zat besi individu (Green, 1980). seperti daging-dagingan, ikan, dan telur. Pola konsumsi ibu hamil 3. Hubungan Perilaku Ibu Mengenai

sehari-harinya sebagian besar Zat Besi terhadap Kejadian Anemia

terdiri dari makanan pokok (nasi), Berdasarkan hasil analisis lauk nabati (tempe, tahu), dan bivariat dapat dikatakan bahwa sayuran, untuk buah-buahan hanya kejadian anemia tertinggi terdapat sebagian kecil dari ibu hamil yang pada ibu hamil yang mempunyai m e n g k o n s u m s i . B e r d a s a r k a n perilaku kurang yaitu 78,8% dan jawaban mengenai usaha yang pada ibu hamil yang mempunyai dilakukan ibu hamil yang terkena perilaku cukup hanya sebesar anemia dan upaya pengobatannya 44,4%. Dari hasil uji Chi Square sebagian besar ibu menjawab tidak diperoleh p value 0,046 (p value < tahu. Hal ini sangat berpengaruh µ 0,05) secara statistik berarti ada pada upaya penurunan kejadian hubungan bermakna antara perilaku anemia selain dari pemberian tablet ibu mengenai zat besi dengan F e . P e r i l a k u k o n s u m s i g i z i kejadian anemia. dipengaruhi oleh wawasan atau cara

Mengenai perilaku ibu hamil pandang seseorang atau suatu t e r h a d a p p e n e r i m a a n , c a r a keluarga terhadap ancaman rasa mengkonsumsi, dan rasa zat besi lapar dan masalah gizi (kekurangan sebagian besar ibu hamil menerima gizi). Hal ini erat kaitannya dengan dan mau mengkonsumsi zat besi pengetahuan dan sikap mental sesuai aturan. Akan tetapi, ada (emosi dan ketaatan), baik yang s e b a g i a n i b u t i d a k m a u berasal dari proses sosialisasi mengkonsumsi zat besi dengan dalam sistem social keluarga alasan rasanya tidak enak dan melalui proses pendidikan maupun menimbulkan rasa mual setelah s e b a g a i d a m p a k p e n y e b a r a n m e n g k o n s u m s i n y a . T i n g k a t informasi (Susanto, 1993).

No.

1.

2.

3.

Pengetahuan Ibu Mengenai Zat Besi

Kurang Cukup Baik

df

2

P Value

0,046

Keterangan

Ada hubungan Anemia

Kejadian Anemia Tidak Anemia n

26 8 12

n 7 10

7

% 78,8 44,4 63,2

% 21,2 55,6 36,8

Tabel 11. Hubungan Perilaku Ibu Mengenai Zat Besi terhadap Kejadian Anemia Di Puskesmas Jatilawang Tahun 2002

Sumber : Data Primer Terolah.

Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Mengenai ... (Erna K.W. & Setiyowati R.)

(10)

pihak Lembaga Penelitian Unsoed, KESIMPULAN DAN SARAN

Pusat Penelitian Pangan, Gizi dan A. Kesimpulan

Kesehatan Unsoed, PSKM Unsoed, 1. A n g k a k e j a d i a n a n e m i a d i Puskesmas Jatilawang serta semua Puskesmas Jatilawang Kabupaten pihak yang tidak dapat kami Banyumas adalah 65,7%. sebutkan satu per satu atas 2. Tidak ada hubungan antara dukungan yang diberikan selama

pengetahuan mengenai zat besi penelitian ini.

dengan kejadian anemia pada ibu hamil.

3. Ada hubungan antara sikap

Albertus, J. 1993. Pendekatan m e n g e n a i z a t b e s i d e n g a n

Kehamilan Resiko Tinggi.

kejadian anemia pada ibu hamil.

Medika, hal. 79-85.

4. Ada hubungan antara perilaku

Anwar H.M. et al. 1989. Study m e n g e n a i z a t b e s i d e n g a n

N u t r i t i o n a l A n e m i a a n kejadian anemia pada ibu hamil. Assesment of Information

Compilation for Supporting and Formulating National Policy and

B. Saran Program. Jakarta.

Berdasarkan pada kesimpulan Budiarso, R.L. et al. 1996. Dampak t e r s e b u t d i a t a s , p e n u l i s Pemberian Tablet Zat Besi (Fe) p a d a I b u H a m i l t e r h a d a p menyampaikan saran sebagai

Kejadian Bayi dengan Berat berikut :

Badan Lahir Rendah. Analisis 1. Pengetahuan, sikap, dan perilaku Lanjut SDKI 1994. Buletin

ibu hamil mengenai zat besi Penelitian Kesehatan, Jakarta.

relatif kurang. Oleh sebab itu Departemen Kesehatan Republik penyuluhan kesehatan dan gizi Indone-sia. 1994. Rencana Pembangunan Lima Tahun perlu ditingkatkan. Penyuluhan ini

Keenam Buku ke IV Bidang sebaiknya dilakukan secara rutin

Kesehatan 1994/95 - 1998/99.

melalui kegiatan posyandu, PKK, Jakarta.

atau sewaktu ibu hamil periksa ke

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ . 1 9 9 6 . P e d o m a n petugas kesehatan. Pemberian Besi bagi Petugas.

2. D i s t r i b u s i t a b l e t F e p e r l u Jakarta.

d i t i n g k a t k a n k e l a n c a r a n n y a Green L. 1980. Health Education melalui koordinasi pemerintah P l a n n i n g A D i a g n o s t i c

Approach. The John Hopkins dengan pihak terkait seperti

University, Mayfield Publishing DKK, Puskesmas, dan tenaga

k e s e h a t a n a g a r i b u h a m i l Co.

Hadi, S. 1992. Pengantar Statistik menerima tablet zat besi sesuai

III. Yogyakarta.

ketentuan.

Notoatmodjo, S. 1990. Pengantar Perilaku Kesehatan. Fakultas UCAPAN TERIMA KASIH K e s e h a t a n M a s y a r a k a t

Universitas Indonesia, Jakarta.

Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada

DAFTAR PUSTAKA

(11)

Soetardjo, S. et al. 1990. Gizi dalam Jakarta.

Daur Kehidupan Buku Pegangan Tujuh dari Sepuluh Ibu Hamil Dosen/ Mahasiswa Program T e r k e n a A n e m i a . Diploma III - Gizi. Departemen h t t p : / / w w w . g i z i . n e t . c o m , Kesehatan, Jakarta. diakses tanggal 30 Mei 2002.

Supariasa, I.D.N. 2001. Penilaian Status Gizi. EGC, hal. 138-139. Wiryo H. 2002. Gerakan Mengubah P e r i l a k u d a n P e n a j a m a n Susanto, D. 1993. Meningkatkan Program Prioritas Kesehatan

Strategi KIE dalam Pengentasan sebagai Upaya Inovatif untuk Masalah Gizi Kurang. Widya Menurunkan AKB di NTB.

Karya Pangan dan Gizi V LIPI, http://www.medikaonline.com,

Referensi

Dokumen terkait

3. Perubahan proses dalam keluarga berhubungan dengan dampak penyakit anak pada fungsi keluarga; resiko penyembuhan yang lama pada anak... Resiko tinggi injuri berhubungan

Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan perilaku makan yang signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan pedoman umum gizi

BOJONEGORO GKRA PONDOK JATIM PARK 96 15050502120313 LAILATUL MUKAROMAH RA MIFTAHUL ULUM BAURENO KAB.. BOJONEGORO GKRA PONDOK

SVM telah digunakan secara luas untuk peramalan keuangan yang mengunakan data set berupa time series(Sewll, Taylor, 2012) serta menunjukan performa yang lebih

4) Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan seimbang seperti sayuran hijau, tahu, tempe, ikan, telur, kacang-kacangan, dan buah- buahan segar untuk mencegah

penelitian yang akan saya lakukan yaitu pada variabel terikat yaitu kecerdasan emosional sedangkan perbedaannya terdapat pada variable bebas yaitu tingkat

adalah proses kompilasi pikiran alam ke dalam pikiran manusia yang akan terungkap kembali saat kita berdialog dengan alam. • Berdialog dengan alam tidak

Di luar kelainan bawaan, kelainan kelenjar tiroid dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu penyakit yang menyebabkan perubahan fungsi, seperti