• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN WALIKOTA LHOKSEUMAWE NOMOR : 424 TAHUN 2018

RENCANA KERJA (RENJA)

SATUAN KERJA PERANGKAT KOTA (SKPK) TAHUN 2019

NOMOR : 33/RENJA-SEKRETARIAT MAJELIS PENDIDIKAN DAERAH/2019

PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE

(2)

DADAFFTTAARR IISSII

DAFTAR ISI... i BAB I

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

PENDAHULUAN...

1.1. Latar Belakang...

1.2.Landasan Hukum...

1.3. Maksud dan Tujuan...

1.4. Sistematika Penulisan...

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA MPD TAHUN

LALU...

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja MPD tahun lalu dan Capaian Renstra MPD Kota Lhokseumawe...

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD...…….

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi MPD Kota Lhokseumawe…...

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD...

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan

Masyarakat………

TUJUAN, SASARAN DAN PROGRAM KEGIATAN...

3.1. Telahaan terhadap Kebijakan Nasional....…...….

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD...

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN SEKRETARIAT MPD...

3.3. Rencana Program dan Kegiatan...

PENUTUP...

1 1 1 3 3

6

6 10 12 17

18 19 19 20

22 22

24

i

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Rencana Kerja (Renja) Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe merupakan dokumen perencanaan untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Penyusunan Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) di awali dengan pembentukan Tim Penyusun Renja melalui Keputusan Walikota. Penyusunan rancangan awal Renja Sekretariat MPD berpedoman pada Renstra Sekretariat MPD, hasil evaluasi Renja tahun lalu dan hasil evaluasi Renja tahun berjalan.

Penyusunan Renja berpedoman pada Renstra bertujuan untuk menjamin kesesuaian antara program, kegiatan, lokasi kegiatan, kelompok sasaran serta prakiraan maju. Penyusunan Renja juga berpedoman pada evaluasi Renja tahun lalu dan tahun berjalan untuk memastikan bahwa rumusan kegiatan alternative dan atau kegiatan baru yang disusun dalam rancangan awal Renja perangkat daerah serta optimalisasi pencapaian sasaran Renstra Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah.

Rencana Kerja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah menjadi pedoman dalam menyusun RKA Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah.

1.2. LANDASAN HUKUM

Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja Sekretrariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2019 adalah :

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan;

1

(4)

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh;

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah di ubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2002 tentang Pemberlakuan Secara Efektif Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana KerjaPemerintah Daerah;

9. Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Lhokseumawe Tahun 2005- 2025;

10. Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Lhokseumawe.

11. Qanun No. 7 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Lhokseumawe Tahun 2017 – 2022.

12. Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tugas Pokok, Rincian Tugas dan Fungsi Sekretariat Lembaga Keistimewaan di Lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe,

(5)

13. Peraturan Walikota Nomor Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Kota Lhokseumawe Tahun 2019.

1.3 Maksud Dan Tujuan

Rencana Kerja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2019 dimaksudkan menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selama tahun 2019.

Sedangkan tujuan Rencana Kerja Sekretariat Majelis Pendikan Daerah yaitu :

1. acuan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dalam mengoperasionalkan RKPD Kota Lhokseumawe tahun 2018 sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka mencapai visi dan misi Pemerintah Kota.

2. merumuskan program dan kegiatan Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe selama tahun 2018.

3. menyelaraskan program dan kegiatan Majelis Pendidikan Daerah dengan usulan program dan kegiatan hasil Musrenbang RKPD Kota Lhokseumawe.

1.4. Sistematika Penulisan

Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Kota Lhokseumawe tahun 2019 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah, proses penyusunan Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah, keterkaitan antara Renja dengan dokumen RKPD, Renstra Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah , dengan Renja K/L dan Renja provinsi/Kabupaten/kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBK.

3

(6)

1.2. Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang Sekretariat Majelis Pendidikan daerah, kewenangan Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah.

1.3. Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD.

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan susunan garis besar dari isi dokumen Renja Sekretariat MPD.

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA MPD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja MPD Tahun Lalu (2017) dan Capaian Renstra MPD Kota Lhokseumawe

Memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1). Analisis Kinerja Pelayanan Sekretariat MPD Kota Lhokseumawe

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Sekretariat MPD.

2.2. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi MPD Kota Lhokseumawe

Isu-isu penting yang wajib dituangkan Sekretariat MPD mencakup : Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan Sekretariat MPD dan hal kritis yang terkait dengan pencapaian visi dan misi kepala daerah maupun terhadap capaian program pelayanan Sekretariat MPD, permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Sekretariat MPD, tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Sekretariat MPD dan formulasi isu-isu penting berupa

(7)

rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang di rencanakan.

2.3. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Telaahan terhadap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra Sekretariat MPD dan tingkat kinerja yang dicapai oleh Sekretariat MPD.

BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Sekretariat MPD.

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja MPD Kota Lhokseumawe

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu- isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra Sekretariat MPD.

BAB IV. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH

4.1. Program dan Kegiatan

Bagian ini diuraikan program/kegiatan secara garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan.

BAB V. PENUTUP

Bagian ini diuraikan catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.

5

(8)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA MPD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja MPD Tahun 2017 dan Capaian Rentsra MPD Kota Lhokseumawe

Pada tahun 2017 MPD Kota Lhokseumawe melaksanakan 4 program dan 19 kegiatan dengan uraian sebagai berikut:

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan 11 kegiatan;

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana, dengan 4 Kegiatan;

3) Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kerja, dengan 2 Kegiatan;

4) Program Perencanaan dan Pengawasan/ Monitoring dan Evaluasi, dengan 1 Kegiatan;

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renja MPD Kota Lhokseumawe Tahun 2017 yang mengacu pada Tabel 2.1(TC-C.29) Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe Tahun 2017 dan Pencapaian Renstra Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) s.d Tahun 2018 , uraian kegiatan beserta capaian indikator kinerjanya adalah sebagai berikut :

a. realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kota kegiatan Penyusunan Renstra SKPK tidak terlaksana sesuai dengan yang direncanakan.

b. realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

1) program pelayanan administrasi perkantoran, terdiri dari 11 kegiatan yaitu:

6

(9)

1.1. penyediaan jasa surat menyurat, dari rencana anggaran sebesar Rp. 1.000.000,- terealisasi sebesar Rp.

975.000,- atau 98% dengan output periode penyediaan benda pos dan paket pengiriman 12 Bulan terealisasi selama 12 Bulan atau 100%.

1.2. penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, dari rencana anggaran sebesar Rp. 4.770.000,- terealisasi sebesar Rp. 3.875.000,- atau 81% dengan output periode tersedianya penerangan dan alat-alat komunikasi 12 Bulan terealisasi selama 12 Bulan atau 100%.

1.3. penyediaan jasa administrasi keuangan dari rencana anggaran sebesar Rp. 49.842.820,- terealisasi sebesar Rp. 49.842.820,- atau 100% dengan output jumlah pejabat pengelola keuangan sebanyak 10 orang atau 120 OB (Orang Bulan) terealisasi sebanyak 10 orang atau 120 OB (Orang Bulan) atau 100%.

1.4. penyediaan alat tulis kantor dari rencana anggaran sebesar Rp. 9.000.000,- terealisasi sebesar Rp.

8.999.675,- atau 100% dengan output periode tersedianya alat-alat tulis kantor selama 12 bulan terealisasi selama 12 Bulan atau 100%.

1.5. penyediaan barang cetakan dan penggandaan dari rencana anggaran sebesar Rp. 4.500.500,- terealisasi sebesar Rp. 4.500.500,- atau 100% dengan output periode penyediaan bahan cetak dan fotocopy selama 12 bulan terealisasi selama 12 Bulan atau 100%.

1.6. penyediaan peralatan dan Perlengkapan Kantor dari rencana anggaran sebesar Rp. 1.795.700,- terealisasi sebesar Rp. 1.787.800,- atau 100% dengan output periode tersedianya alat penerangan dan alat kebersihan selama 12 bulan terealisasi selama 12 bulan atau 100%.

7

(10)

1.7. penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang- undangan dari rencana anggaran sebesar Rp.

1.140.000,- terealisasi sebesar Rp. 1.140.000,- atau 100% dengan output jumlah penyediaan bahan bacaan sebanyak 24 eksemplar terealisasi sebanyak 24 eksemplar atau 100%.

1.8. Penyediaan Makanan dan Minuman dari rencana anggaran sebesar Rp. 16.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 16.000.000,- atau 100% dengan output periode tersedianya konsumsi pendukung untuk kelancaran kegiatan selama 12 bulan terealisasi selama 12 bulan atau 100%.

1.9. Rapat-rapat koordinasi dan Konsultasi Dalam dan Luar Daerah dari rencana anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 30.000.000,- atau 100% dengan output periode tersedianya biaya perjalanan dinas dalam dan luar daerah selama 12 bulan terealisasi selama 12 bulan atau 100%.

1.10. Penyediaan jasa pegawai tidak tetap dari rencana anggran sebesar Rp. 41.957.225,- terealisasi sebesar Rp. 41.957.225,- atau 100% dengan output jumlah jasa tenaga kerja tidak tetap sebanyak 10 orang selama 12 bulan atau 100%.

1.11. Penyediaan jasa lembaga keistimewaan dari rencana anggran sebesar Rp. 260.969.000,- terealisasi sebesar Rp. 260.969.000,- atau 100% dengan output jumlah jasa lembaga keistimewaan sebanyak 18 orang selama 12 bulan atau 100%.

2) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur, terdiri dari 3 Kegiatan yaitu:

2.1. Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor dengan anggaran sebesar Rp. 16.340.000,- terealisasi sebesar Rp. 16.300.000,- atau 100% dengan output jumlah pengadaan dan perlengkapan kantor sebanyak 1 unit selama 12 bulan atau 100%.

(11)

2.2. Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan dengan anggaran sebesar Rp. 23.440.000,- terealisasi sebesar Rp. 23.395.600,- atau 100% dengan output periode pemeliharaan mobil jabatan selama 12 bulan atau 100%.

2.3. Pemeliharaan rutin/berkala Kendaraan Operasional dengan anggaran sebesar Rp. 37.280.000,- terealisasi sebesar Rp. 37.276.000,- atau 100% dengan output periode pemeliharaan dan Kendaraan Operasional selama 12 bulan atau 100%.

2.4. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor dengan anggaran sebesar Rp. 3.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 3.000.000,- atau 100% dengan output periode periode pemeliharaan dan Kendaraan Operasional selama 12 bulan atau 100%.

3) Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perengkat Daerah, terdiri dari 1 Kegiatan yaitu:

3.1. Penyusunan rencana strategis (Renstra) satuan kerja perangkat daerah dengan rencana anggaran sebesar Rp. 1.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 0,- atau 100%

dengan output jumlah buku rencana kerja (Renstra) sebanyak 0 buku selama 12 bulan atau 100%.

3.2. Penyusunan rencana kerja (Renja) satuan kerja perangkat daerah dengan rencana anggaran sebesar Rp. 1.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 1.100.000,- atau 100% dengan output jumlah buku rencana kerja (Renja) sebanyak 10 buku selama 12 bulan atau 100%.

4) Program Perencanaan dan Pengawasan/ Monitoring dan Evaluasi, yang terdiri dari 1 Kegiatan yaitu:

4.1. Penerbitan bulletin edukasi rencana anggaran sebesar Rp. 28.907.700.- terealisasi sebesar Rp. 27.707.700.- atau 96% dengan output laporan hasil Penerbitan bulletin edukasi sebanyak 4 edisi atau 100%.

9

(12)

c. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Tidak ada program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

d. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan.

Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kota kegiatan Penyusunan Renstra SKPK tidak terlaksana sesuai dengan yang direncanakan dikarenakan oleh tidak selesainya penyusunan Renstra Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Tahun 2017-2022.

e. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra perangkat daerah.

Tercapainya kinerja sesuai dengan target capaian program renstra menimbulkan dampak positif bagi kelancaran administrasi perkantoran, meningkatnya sarana dan pra sarana perkantoran dan tersedianya buletin edukasi yang berkualitas.

f. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi factor factor penyebab tersebut.

Pada tahun berikutnya harus dilakukan penganggaran kembali untuk kegiatan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) agar tersedianya dokumen perencanaan Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD).

2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN MPD

Sampai saat ini, Sekretariat Mejelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe dipimpin oleh seorang Kepala Sekrtariat yang bertanggung jawab langsung kepada Walikota Lhokseumawe melalui Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe.

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe memiliki sumber daya manusia, terdiri dari :

1. Personalia Sekretariat, dan

2. Pernonalia Non sekretariat ( Pengurus ).

(13)

Personalia Sekretariat

Personalia Sekretariat adalah sebanyak 24 (dua puluh empat) orang Pegawai, dengan rincian 13 (tiga belas) orang PNS dengan Pangkat/golongan IV sebanyak 1 (satu) orang, golongan III sebanyak 7 (tujuh) orang dan golongan II sebanyak 5 (lima) orang. Jumlah Pegawai Non PNS 11 (sebelas) orang. Dari keseluruhan Pegawai Sekretariat 24 (dua puluh empat), sebanyak 6 orang Pegawai laki- laki dan sebanyak 18 0rang Pegawai Perempuan. Tingkat Pendidikan Pegawai PNS pada Sekretariat MPD Kota Lhokseumawe, S2 sebanyak 1 orang, S1 sebanyak 5 orang, tingkat Pendidikan D-3 sebanyak 1 orang dan SLTA sebanyak 6 orang.

Sruktur organisasi Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe yang terdiri dari :

1. Kepala Sekretariat.

2. Kasubbag Umum.

3. Kasubbag Keuangan dan Program.

4. Kasubbag Perpustakaan Dokumentasi & Publikasi

Tabel 1

Jumlah Pegawai PNS dan Non PNS Menurut Jenis Kelamin NO Unit Kerja Laki-Laki Perempuan Jumlah

1.

2.

II.

1.

2.

PNS (Jabatan) Sruktural/Staf Non PNS

Tenaga Honorer Tenaga THL

1 2 -

3

3 7 - 1 6

4 9 - 1 9

Total 6 17 23

11

(14)

Tabel 2

Jumlah PNS Menurut Pangkat dan Pendidikan PNS

NO Jabatan Pangkat / Gol Pendidikan

I II III IV SL TP

SL

TA D-3 S-1 S- 2

Jl h 1. Kepala Sekretariat - - - 1 - - - 1 - 1

2. Kasubbag Umum - - 1 - - - 1 1 3. Kasubbag Keuangan

dan Program

- - 1 - - - - 1 - 1

4. Kasubbag

Perpustakaan,Dokume ntasi dan Publikasi

- - 1 - - - 1

5. Staf - 5 4 - 1 5 1 2 - 9

2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGARAAN TUGAS DAN FUNGSI MPD

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, yang antara lain mengamanatkan bahwa Pendidikan yang diselengarakan di Aceh merupakan satu kesatuan dengan sistem Pendidikan Nasional yang disesuaikan dengan karekteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat setempat dan diselenggarakan dengan memperdayakan semua komponen masyarakat.

Pada sisi lain dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, hal yang berkaitan dengan Dewan Pendidikan Kabupaten/ Kota dan Komite Sekolah yang telah diatur secara khusus, yang dalam konteks ke- Aceh-an istilah Dewan Pendidikan di Aceh dengan sebutan Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Oleh karena demikian sebelum keluarnya Qanun Kotan Lhokseumawe tentang MPD maka Pemerintah Kota

(15)

Lhokseumawe telah membentuk Mejelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe berdasarkan Keputusan Nomor 361 Tahun 2012, yang selanjutnya diikuti dengan pembentukan sekretariat MPD Kota Lhokseumawe bersarkan Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 3 Tahun 2012 tentang struktur organisasi dan tata kerja lembaga Keistimewaan Kota Lhokseumawe.

Majelis Pendidikan Kota Lhokseumawe yang selanjutnya disebut MPD adalah badan Normatif berbasis masyarakat dan bersifat independen yang dibentuk untuk menentukan kebijakan di Bidang Pendidkan.

Fungsi Majelis Pendidikan Daerah ( MPD )

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe mempunyai fungsi, sebagai berikut :

1.1 Pemikir

1.2 Pemberi pertimbangan 1.3 Pendukung

1.4 Evaluasi dan Pengawasan, dan 1.5 Mediator

Fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut :

Fungsi Pemikir, dilakukan dengan merumuskan konsep perencanaan dan pengembangan sistem pendidikan yang islami serta peningkatan mutu pendidikan.

Fungsi Pemberi pertimbangan, diwujutkan dengan memberi masukan, pendapat, saran, dan rekomondasi kepada Pemerintah Kota dan/atau DPRK dalam menyelenggarakan kebijakan dan strategi pendidikan.

Fungsi Pendukung, dilakukan dengan mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat serta menggerakkan masyarakat untuk berpartisifasi aktif dalam membangun dan meningkatkan mutu pendidikan.

Fungsi Evaluasi dan Pengawasan, direalisasikan dengan cara mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan, pogram-

13

(16)

pogram pendidikan, menjaga standar mutu dan keluaran pendidikan, peningkatan transparansi serta akuntabilitas penyelengaraan pendidikan.

Fungsi Mediator, dilakukan dengan melakuakan mediasi antara masyarakat, lembaga pendidikan. Pemerintah Kota dan DPRK dalam menjaga keterkaitan dan keserasian penyelenggaraan pendidikan secara harmonis.

TUGAS - TUGAS MAJELIS PENDIDKAN DAERAH (MPD)

Untuk merealisasikan fungsi sebagaimana tersebut diatas, maka Majelis Pendidikan Daearah (MPD) Kota Lhokseumawe dihadapkan pada sejumlah tugas yang harus diemban, yakni :

1. melakukan pendataan, penelitian dan pengembangan terkait dengan penyelenggaraan pendidikaan.

2. memberikan Pendapat, saran dan pertimbangan kepada kota dan/atau DPRK mengenai kebijakan pendidikan dan pelaksanaannya, standar mutu pendidikan, sistem pendidikan, kurikulum, pembelajaran dan Evaluasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, prasarana dan sarana pendidikan, penelitian dan pengembangan pendidikan, pembiayaan, Pendirian Sekolah/madrasah dan Dayah serta perguruan Tinggi Swasta.

3. mendorong Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan dan peningkatan mutu pendidikan, serta memotivasi semangat belajar guru, teungku dayah, siswa, dan santri untuk berinovasi dalam meraih prestasi pendidikan.

4. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan program-program pendidikan.

5. menampung pemikiran, temuan dan aspirasi masyarakat mengenai pendidikan.

6. mendorong pembentukan panitia persiapan pembentukan komite sekolah/masyarakatdan dayah pada lembaga pendidikan yang belum memiliki kepengurusan komite sekolah/madrasah dan dayah atau yang sudah habis masa jabatannya atas usulan kepala sekolah/madrasah.

(17)

7. Melakukan pembinaan terhadap komite sekolah/madrasah dan dayah.

KEWENANGAN MAJELIS PENDIDIKAN DAERAH (MPD)

Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana maksud dikemukakan diatas maka Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe mempunyai kewenangan sebagai berikut :

1. mengawasi pelaksanaan kurikulum pra sekolah/madrasah, sekolah madrasah/ menengah, sekolah/madrasah kejuruan dan pendidikan dayah serta pendidikan lainnya.

2. mempersiapkan rancangan konsep sebagaimana pedoman penilaian dan akreditasi terhadap penyelengaraan

lembaga-lembaga, pendidikan pembinaan kurikulum, pembinaan tenaga pendidik/guru dan pembinaan dayah.

3. melakukan pengawasan materi buku pelajaran serta aspek - aspek lain yang berkaiatan dengan kualitas /mutu pendidikan dan pembinaan akhlak sesuai tuntunan ajaran Islam.

4. mengawasi dan menjaga standar mutu pada semua jenjang pendidikan sesuai peraturan perundang- undangan dan karakteristik keistimewaan Kota Lhokseumawe.

5. menyusun rancangan atau ikut serta memeberikan saran dan pendapat terhadap penyusunan rancangan Qanun dibidang pendidikan.

6. melakukan penelitian untuk peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan pendidikan secara umum dan pendidikan sesuai Karekteristik Keistimewaan Kota Lhokseumawe.

7. menerbitkan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe di Bidang Pendidikan.

15

(18)

8. memfasilitasi penyelesaian perselisihan yang terjadi pada organisasi komite sekolah dan perselisihan antara kepala sekolah dengan komite sekolah/madrasah dan dayah.

STRUKTUR ORGANISASI MPD

Organisasi Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe terdiri dari :

1. Dewan Pakar 2. Pengurus MPD 3. Komisi-komisi

Dewan Pakar MPD, dibentuk berdasarkan Musyawarah . Anggota Dewan Pakar sebanyak-banyaknya berjumlah 3 (tiga) orang, dipilih berdasarkan kepakaran dan memiliki komitmen didalam Bidang Pendidikan dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan.

Pengurus MPD, berjumlah sebanyak-sebanyaknya 18 (delapan belas ) orang dengan menyertakan keterwakilan perempuan. Masa kepengurusan adalah 5 (lima) Tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa periode berikutnya.

Komisi-komisi, merupakan alat kelengkapan yang bersifat tetap. Jumlah komisi sebanyak-banyaknya 4 (empat) komisi. Komisi dipimpin oleh satu orang ketua. Dalam menetapkan susunan dan keanggotaan komisi menurut pertimbangan dan pemerataan, termasuk penamaan, susunan dan keaanggotaan komisi.

Struktur organisasi adalah bagan yang didalamnya menggambarkan dan terlihat jelas bagaimana alur komando dan koordinasi berlangsung atau rentang kendali suatu organisasi.

Struktur organisasi Majelis Pendidikan Daerah (MPD) kota Lhokseumawe, adalah sebagaimana terlampir.

Berdasarkan analisis kekuatan, Hambatan, Tantangan dan Peluang sebagaimana dikemukakan diatas dirumuskan isu-isu strategis yang disesuaikan dengan tupoksi Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe. Isu-isu tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu isu-isu strategis yang berkait dengan Sumber Daya MPD (internal) dan isu-isu strategis berkait

(19)

dengan tupoksi MPD. Adapun isu-isu strategis tersebut diantaranya adalah :

1. belum tersedianya data pendidikan yang valid

2. regulasi bidang pendidikan berupa Qanun atau Peraturan Walikota masih sangat terbatas

3. partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan relatif rendah

4. pengawasan internal terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan masih belum maksimal

5. kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Majelis Pendidikan Daerah (MPD) baik SDM Pengurus maupun SDM Sekretariat belum optimal

6. pencapaian beberapa indikator pendidikan di Kota Lhokseumawe masih dibawah Standar Indikator Nasional 7. belum adanya rumusan yang jelas tentang konsep

pendidikan islami ditingkat sekolah

8. pengertian pendidikan gratis yang dipahami masyarakat berdampak negative terhadap pembangunan dan pembinaan pendidikan.

9. eksistensi MPD Kota Lhokseumawe belum dipahami secara baik oleh sebagian pihak pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan

10. sebagian rekomendasi MPD kepada Eksekutif dan Legislatif belum ditinjak lanjuti secara oftimal

11. koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan pendidikan belum oftimal.

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Lhokseumawe merupakan kerangka dan langkah awal dalam menghimpun dan menyusun semua rencana kebutuhan pembangunan daerah. Sudah menjadi kewajaran apabila kebutuhan akan selalu lebih besar dari pada sumber daya yang dimiliki. Melihat dan membandingkan antara keinginan (rencana pembangunan) dengan realita kemampuan yang dimiliki, sehingga dilakukanlah seleksi terhadap

17

(20)

rencana pembangunan untuk menuju skala prioritas rencana pembangunan yang hingga akhirnya disusunlah rumusan kebijakan umum anggaran.

Dengan berdasarkan beberapa pertimbangan yang ada baik dari tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, RKPD tahun 2018 ditetapkan lebih mengarah kepada 7 ptioritas pembangunan Kota Lhokseumawe adalah sebagai berikut :

1. Reformasi Birokrasi Tata Kelola Pemerintahan;

2. Pendidikan;

3. Kesehatan;

4. Agama, Sosial dan Budaya;

5. Ekonomi;

6. Infrastruktur;

7. Lingkungan Hidup.

Dengan ditetapkannya prioritas pembangunan, maka penetapan skala prioritas pembangunan akan menjadi lebih mudah dan jelas dalam melaksanakan perencanaan, koordinasi, sinkronisasi maupun pelaksanaan perencanaan. Berkaitan dengan prioritas pembangunan, Majelis Pendidikan Daerah sebagai Lembaga yang bertugas dalam bidang pendidikan berada pada prioritas ke dua yakni Pendidikan. Review terhadap rancangan awal RKPD dapat disajikan pada Tabel 2.3 (T-C.31)

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) tidak melaksanakan program dan kegiatan yang merupakan usulan masyarakat.

18

(21)

BAB III

TUJUAN, SASARAN DAN PROGRAM KEGIATAN

3.1. Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional

Program merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Perangkat Kerja yang disinkronisasikan dengan kebijakan nasional. Hal ini bertujuan untuk menjaga sinergitas pelaksanaan pembangunan dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah. Adapun kegiatan Renja MPD tahun 2018 apabila disandingkan dengan kebijakan pusat dan provinsi diuraikan pada tabel 3 sebagai berikut :

Tabel

Sinkronisasi antara Prioritas Nasional, Provinsi, Kota Lhokseumawe dengan usulan Rencana Kerja Tahun 2019.

Kebijakan Pusat

Kebijakan Provinsi

Prioritas Pembangunan

Kota Lhokseumawe

Usulan Program/

Kegiatan Renja MPD Tahun 2019

Terselengaranya Layanan Prima Pendidikan

Nasional untuk membentuk Insan Indonesia Cerdas

Komprehensif

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh berperan Efektif untuk Pendidikan Aceh yang maju

Majelis Pedidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe

berperan aktif untuk Pendidikan Kota Lhokseumawe yang lebih maju dan Islami

1.Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.Program

Peningkatan

Sarana dan

Prasarana Aparatur 3.Program

Peningkatan Disiplin Aparatur

19

(22)

Kebijakan Pusat

Kebijakan Provinsi

Prioritas Pembangunan

Kota Lhokseumawe

Usulan Program/

Kegiatan Renja MPD Tahun 2019

4.Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kerja 5.Program

Perencanaan dan Pengawasan/

Monitoring dan Evaluasi

3.2 TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD

Penetapan tujuan dan sasaran didasarka pada identifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan (critical success faktor) yang ditetapkan setelah penetapan visi dan misi. Penatapan tujuan akan mengarah kepada perumusan sasaran ,kebijakan,program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan visi dan misi. Sedangkan sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan terfokus yang besifat spesifik, terinci,terukur dan dapat dicapai.

Rencana Kerja (RENJA) Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2019 merupakan penjabaran dari sasaran dan indikator kinerja yang ditetapkan dalam Renstra.

Renja ditetapkan pada awal tahun 2018. Renja 2019 memuat target indikator kinerja tahun 2019 atas sasaran dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, adapun program-program yang dapat dijabarkan dalam beberapa kegiatan sebagai tindakan nyata yang dilaksanakan pada tahun 2019.

Adapun tujuan yang ingin dicapai Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe adalah :

(23)

1. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Pada Semua Jenjang.

Sedangkan sasaran yang hendak dicapai Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Lhokseumawe adalah :

1. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan 2. Meningkatnya Pendidikan Dasar yang Berkualitas

21

(24)

BAB IV

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN SEKRETARIAT MAJELIS PENDIDIKAN DAERAH (MPD)

4.1 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

Sejalan dengan Visi, Misi Tujuan dan sasaran, maka disusun Rencana Program, kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif sebagai pedoman utama dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) tahunan MPD. Rencana tersebut adalah :

1. Rencana Pogram dan Kegiatan

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran : a. Penyediaan jasa surat menyurat.

b. Penyediaan jasa komunikasi,sumber daya air listrik.

c. Penyediaan jasa adminitrasi keuangan.

d. Penyediaan alat tulis kantor.

e. Penyediaan barang cetakan dan penggadaan.

f. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor.

g. Penyediaan bahan bacaan dan Peraturan Perundang- Undangan.

h. Penyediaan makanan dan minuman.

i. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan keluar daerah.

j. Penyediaan jasa pegawai tidak tetap.

k. Penyediaan jasa lembaga Keistimewaan Aceh.

2. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur;

a. Pengadaan kendaraan Dinas/Operasional b. Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor.

c. Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan.

d. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas /operasional

e. Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan dan perlengkapan kantor.

3. Program Peningkatan Displin Aparatur

a. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya

(25)

4. Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kerja.

a. Penyusunan RENJA SKPD

5. Program Perencanaan dan Pengawasan/ Monitoring dan Evaluasi

a. Penerbitan Buletin Edukasi

b. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penilaian UAN c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penilaian UAS d. Pendataan Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah e. Pembinaan dan Pemantauan BOS/BOSDA

f. Supervisi Pengawas Satuan Pendidik

23

(26)

BAB V PENUTUP

Rencana Kerja (Renja) menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan sebagai persoalan – persoalan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah sebagai wujud nyata dari tanggung jawab Pemerintah dalam mengadopsi berbagai kebutuhan masyarakat yang mengedepankan perencanaan pembangunan yang berbasis pada masyarakat, Community Base Development (CBD) dengan keterlibatan lebih banyak para pelaku-pelaku (stakeholders) dalam menciptakan Good Gavemence sesuai dengan tuntutan paradigma baru, yang pada gilirannya akan mampu menciptakan kebijaksanaan yang dampaknya merembes kebawah (trickle down effect) sehingga keberpihakan kepada masyarakat kecil benar-benar dikedepankan.

Output Rencana Kerja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe adalah Program Tahunan Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah yang sesuai dengan tupoksi dan sasaran Program Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe.

Rencana Kerja (RENJA) Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe selain menjadi pelaksanaan kegiataan selama Tahun 2019 berfungsi pula sebagai sarana peningkatan kinerja MPD.

Sebagai bahan pelaksanaan kegiatan selama tahun 2019. Renja juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun bagi seluruh jajaran Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe.

24

(27)

Renja juga memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan rencana dimasa mendatang oleh para pemimpin manajemen dan seluruh staf sehingga akan diperoleh peningkatan kinerja kearah yang lebih baik dimasa mendatang.

Lhokseumawe, 02 Agustus 2018

Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe

Drs. SYAHRIL ELTA

Pembina Tk.I/ NIP. 19680205 199303 1 003

25

(28)

Tabel 2.1 (T-C.29)

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan Pencapaian Renstra Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) s.d Tahun 2018

Nama Perangkat Daerah: Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD)

Kode Urusan/Bidang Urusan

Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcomes)/

Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program (Renstra ) Tahun

2017-2022

Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d

Tahun 2016

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu Target program dan kegiatan Renja

Perangkat Daerah Tahun 2018 (s.d

Triwulan I)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d

tahun berjalan

Target Renja Perangkat Daerah Tahun 2017

Realisasi Renja Perangkat Daerah

Tahun 2017

Tingkat Realisasi (%)

Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan

Tingkat Realisasi

Target Renstra

(%)

1 2 3 4 5* 6* 7* 8=(7/6)* 9 10=(5+7+9) 11=(10/4)

PENDIDIKAN

SEKRETARIAT MAJELIS

PENDIDIKAN DAERAH (MPD)

4 06. 05. 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Cakupan pelayanan administrasi perkantoran

1.027.802.420 160.006.245 159.077.250 978 131.783.245 290.860.495 3

4. 06. 05. 01 01 Penyediaan Jasa Surat

Menyurat Periode penyediaan

benda pos dan paket pengiriman

4.200.000 1.000.000 975.000 98 999.000 1.974.000 0

4. 06. 05. 01 02 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

Periode Penyediaan jasa Komunikasi, Sumber daya air dan listrik

127.600.000 4.770.000 3.875.000 81 4.770.000 8.645.000 0

4. 06. 05. 01 07 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

Jumlah Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

196.800.000 49.842.820 49.842.050 100 49.122.820 98.964.870 1

4. 06. 05. 01 10 Penyediaan Alat Tulis Kantor Persentase Penyediaan Alat Tulis kantor

113.700.000 9.000.000 8.999.675 100 8.898.000 17.897.675 0

4. 06. 05. 01 11 Penyediaan Barang Cetakan

dan Penggadaan Persentase Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan

54.000.000 4.500.500 4.500.500 100 4.500.500 9.001.000 0

(29)

4. 06. 05. 01 13 Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor Persentase Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

27.376.420 1.795.700 1.787.800 100 1.795.700 3.583.500 0

4. 06. 05. 01 15 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- undangan

Persentase Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- Undangan

12.096.000 1.140.000 1.140.000 100 1.140.000 2.280.000 0

4. 06. 05. 01 17 Penyediaan Makanan dan

Minuman Persentase Penyediaan

Makanan dan Minuman

40.000.000 16.000.000 16.000.000 100 6.000.000 22.000.000 1

4. 06. 05. 01 18 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan Keluar Daerah

Persentase Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah

285.600.000 30.000.000 30.000.000 100 30.000.000 60.000.000 0

4. 06. 05. 01 20 Penyediaan Jasa Pegawai Tidak Tetap

Persentase Penyediaan JasaJumlah Pegawai Tidak Tetap

166.430.000 41.957.225 41.957.225 100 24.557.225 66.514.450 0

4. 06. 05. 01 20 Penyediaan Jasa Lembaga

Keistimewaan Aceh Jumlah pengurus

lembaga MPD 730.858.500 260.969.000 260.969.000 100 260.969.000 521.938.000 1

4. 06. 05. 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Cakupan pelayanan sarana dan prasarana aparatur

814.373.680 - 80.060.000 79.972.000 400 68.720.000 148.692.000 1

4. 06. 05. 02 11 Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor

Jumlah Peralatan dan perlengkapan kantor

532.205.680 16.340.000 16.300.000 100 5.000.000 21.300.000 0

4. 06. 05. 02 23 Pemeliharaan rutin/berkala

mobil jabatan Jumlah Mobil Jabatan

yang terpelihara 160.083.000 23.440.000 23.395.600 100 23.440.000 46.835.600 0

4. 06. 05. 02 24 Pemeliharaan rutin/berkala

kenderaan dinas/operasional Jumlah kendaraan dinas/operasional yang terpelihara

76.130.000 37.280.000 37.276.400 100 37.280.000 74.556.400 1

4. 06. 05. 02 30 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan Perlengkapan Kantor

Jumlah peralatan dan perlengkapan kantor yang terpelihara

45.955.000 3.000.000 3.000.000 100 3.000.000 6.000.000 0

4. 06. 05. .07 Program Penyusunan Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Kerja

Cakupan Penyediaan Dokumen

perencanaan SKPK

15.645.000 - 2.600.000 1.100.000 100 1.100.000 2.200.000 0

4. 06. 05. 07 01 Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah

Jumlah buku Rencana

Strategis 2.250.000 1.500.000 - - - - -

4. 06. 05. 07 02 Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah

Jumlah buku Rencana

Kerja 13.395.000 1.100.000 1.100.000 100 1.100.000 2.200.000 0

4. 06. 05. 22 Program Perencanaan dan Pengawasan/Monitoring dan Evaluasi

Jumlah Pelaksanaan Monitoring

Pendidikan

61.698.400 - 28.907.700 27.707.700 96 119.800.000 147.507.700 2

4. 06. 05 22 01 Penerbitan Buletin Edukasi Tersedianya Buletin Edukasi MPD Kota Lhokseumawe

61.698.400 - 28.907.700 27.707.700 96 69.800.000 97.507.700 2

4. 06. 05 22 04 Pendataan Anak Tidak Sekolah

dan Putus Sekolah Terdatanya Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah

- - - - - 30.000.000 30.000.000 -

(30)

4. 06. 05 22 11 Supervisi Pengawas Satuan

Pendidik Terindentifikasinya

Permasalahan - Permasalahan yang dihadapi di Sekolah Tingkat Dasar s.d Menengah

- - - - - 20.000.000 20.000.000 -

* Kolom 5 s.d 8 tidak perlu diisi karena merupakan bagian dari Renstra periode sebelumnya (2012-2017).

(31)

Tabel 2.2 (T-C.30)

Analisis Kinerja Pelayanan Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Kota Lhokseumawe

NO Indikator NSPK/

SPM IKK

Target Renstra DSIPD Realisasi

Capaian Proyeksi

Catatan Analisis Tahun

2017

Tahun 2018

Tahun 2019

Tahun 2020

Tahun 2017

Tahun 2018

Tahun 2019

Tahun 2020

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 Cakupan Peningkatan Kapasitas Majelis

Pendidikan Daerah 1

-

-

-

-

-

-

-

2 Cakupan Pelaksanaan

Pengawasan/Monitoring dan Evaluasi

Pendidikan 3

3

4

6

1

-

4

5

3 Cakupan Pelayanan Administrasi

Perkantoran 11

11

11

11

11

-

11

11

4 Cakupan Pelayanan Sarana dan Prasarana

Aparatur 4

4

5

5

4

-

5

5

5 Persentase Tingkat Disiplin Aparatur

1 -

1

1

-

-

-

1

6 Cakupan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan

Formal yang Diikuti 1

-

-

1

-

-

1

1

7 Cakupan Penyediaan Dokumen Perencanaan

SKPK 1

1

1

1

1

-

1

1

8 Cakupan Penyelenggaraan Pameran Daerah

6 -

-

-

-

-

-

-

Catatan:

Pengisian Indikator mengikuti Renstra SKPK Tahun 2012-2017 dan Target Renstra SKPK Tahun 2017-2022.

(32)

Tabel 2.3 (T-C.31)

Review terhadap Rancangan Awal RKPD Kota Lhokseumawe Tahun 2019

Nama SKPD: Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Lembar … dari …

No Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Penting Program/ Kegiatan Lokasi

Indikator Kinerja

Target

Capaian Pagu indikatif

(Rp) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capaian Kebutuhan Dana (Rp)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kota Lhokseumawe

Cakupan pelayanan administrasi perkantoran

100% 543.869.000,00 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kota Lhokseumawe

Tingkat kelancaran administrasi kantor

100% 543.869.000,00

Penyediaan Jasa Surat Menyurat Periode penyediaan jasa

surat menyurat 12 Bulan 1.500.000 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Periode penyediaan jasa

surat menyurat 12 Bulan 1.500.000

Penyediaan Jasa Komunikasi,

Sumber Daya Air dan Listrik Periode Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

12 Bulan 6.000.000 Penyediaan Jasa Komunikasi,

Sumber Daya Air dan Listrik Periode Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

12 Bulan 6.000.000

Penyediaan Jasa Administrasi

Keuangan Jumlah pejabat pengelola

keuangan SKPD (10 Org x 12 Bln)

120 OB 61.500.000 Penyediaan Jasa Administrasi

Keuangan Jumlah pejabat

pengelola keuangan SKPD (10 Org x 12 Bln)

120 OB 61.500.000

Penyediaan Alat Tulis Kantor Periode penyediaan alat

tulis kantor 12 Bulan 15.000.000 Penyediaan Alat Tulis Kantor Periode penyediaan alat

tulis kantor 12 Bulan 15.000.000

Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan Periode penyediaan

barang cetakan dan penggandaan

12 Bulan 10.000.000 Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan Periode penyediaan

barang cetakan dan penggandaan

12 Bulan 10.000.000

Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor Periode penyediaan

peralatan dan perlengkapan kantor

12 Bulan 7.000.000 Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor Periode penyediaan

peralatan dan perlengkapan kantor

12 Bulan 7.000.000

Penyediaan Bahan Bacaan dan

Peraturan Perundang-Undangan Jumlah penyediaan bacaan dan peraturan Perundang-undangan (1 Eks x 365 H)

365 Eks 22.400.000 Penyediaan Bahan Bacaan dan

Peraturan Perundang-Undangan Jumlah penyediaan bacaan dan peraturan Perundang-undangan (1 Eks x 365 H)

365 Eks 22.400.000

Penyediaan Makanan dan

Minuman Periode penyediaan

Makanan dan Minuman 11 Bulan 15.000.000 Penyediaan Makanan dan

Minuman Periode penyediaan

Makanan dan Minuman 11 Bulan 15.000.000

Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan KeLuar Daerah

Periode Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah

12 Bulan 100.000.000 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan KeLuar Daerah

Periode Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah

12 Bulan 100.000.000

Penyediaan Jasa Pegawai Tidak

Tetap Jumlah Jasa Pegawai

Tidak Tetap (10 Org x 12 Bln)

120 OB 44.500.000 Penyediaan Jasa Pegawai Tidak

Tetap Jumlah Jasa Pegawai

Tidak Tetap (10 Org x 12 Bln)

120 OB 44.500.000

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah penelitian lapangan (field research) yakni penulis melakukan penelitian langsung di Desa Rajegwesi

Rencana Kerja (RENJA) merupakan dokumen perencanaan satuan Kerja Perangkat daerah yang memuat kebijakan dan program / kegiatan dalam satu tahun dan sebagai acuan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2022 merupakan dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun sebagai penjabaran tahun

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) merupakan dokumen perencanaan untuk periode satu (1) tahun yang memuat rancangan Kebijakan, Program dan Sasaran serta Kegiatan

Pada penelitian dashboard dapat digunakan untuk melakukan analisa cara pembayaran, jenis penyakit, dan perbandingan jumlah penderita penyakit yang diderita oleh

kalangan para siswa/pelajar pendidikan menengah yang lingkungannya rentan dan beresiko tinggi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.. 50 55 61 67

Pengurusan geran penyelidikan melibatkan proses-proses dan ketetapan yang berkuatkuasa untuk memudahkan para penyelidik melaksanakan kerja-kerja penyelidikan dan