BAB 3. DASAR2 AZASI PEMBANGUNAN SEMESTABEREN TJANA BERDASARKAN PANTJASILA BERPOKOK
PADA AMANAT PRESIDEN ISINJA SEBAGAI BERIKUT
§ 63. Tudjuan dan sifat Pembangunan SemestaBerentjana ber § 64.
dasarkan PantjaSila.
Atjara menjusun Dasar Undang2 Pembangunan Semesta § 65.
Berentjana.
Menjusun Pola Pembangunan SemestaBerentjana.
§ 66.
A. Pota Pembangunan bagian Projek, B. Pola Pembangunan bagian Pendjelasan, C. Pola Pembangunan bagian Pembiajaan.
Pembangunan industri dalam zaman peralihan tingkat § 67. agraris.Hubungan perkembangan industri dengann konsentrasi mo § 68. dal dan tenaga.Industri SandangPangan.
§ 69. Hubungan dan sangkutpautnja industri SandangPangan § 70. dengan bidang kommunikasi, produksi dan distribusi.Fembaxigunan industri berat dan penjelidikan (research). § 71. Pelaksanaan Pembangunan SemestaBerentjana dan sjarat
lantjarnja pelaksanaan.
RUMUSANNJA SEPERTI DIBAWAH INI
§ 63. Tudjuan dan sifat Pembangunan Semesta Berentjana ber dasarkan PantjaSila
a. Pembangunan Semesta dan Berentjana bertudjuan mentjiptakan masjarakat Indonesia jang adil dan makmur berdasarkan Pan tjaSila atau dengan perkataan lain masjarakat sosialis a la Indonesia.
Dengan masjarakat adil dan makmur dimaksudkan suatu masjarakat Indonesia Merdeka jang lepas daripada penindasan dan penghisapan oleh golongan Iain atau penghisapan orang oleh orang.
Dalam masjarakat adil dan makmur berdasarkan PantjaSila terdjamin bagi Rakjat
1. makanan, pakaian dan perumahan,
2. pemeliharaan kesehatan dan pendidikan anggota2nja,
3. terdjamin hari tua anggota2nja,
4. dapat menikmati dan memperkembang kebudajaan dan ke ruhanian,
5. dapat menjumbang pada penjempurnaan kebahagiaan umat manusia.
Adil dan Makmur berarti menghindarkan sifat masjarakat jang adiltetapitidakmakmur atau makmurtetapitidak adil.
Untuk mentjapai masjarakat adil dan makmur perlu diadakan pembangunan disegala lapangan penghidupan dan kehidupan masjarakat diseluruh tanah air Indonesia.
b. Pembangunan demikian jang disebut pembangunan semesta ti dak mungkin dikerdjakan dalam waktu singkat karena terben tur pada soal kekurangan tenaga dan modal, serta menghilang kan pengalaman karena latihan; oleh karena itu ia harus di kerdjakan berangsur2 setapak demi setapak tetapi dengan tjepat
dan menurut rentjana2 tertentu.
Berentjana berarti pembangunan jang dilaksanakan menurut suatu rantjangan pola (blueprint) untuk waktu jang Iamanja lebih dari dua tahun.
Oleh karena itu sifat pembangunan adalah semesta dan beren tjana. Pembangunan SemestaBerentjana, karena mewudjudkan perubahan2 tjepat dalam masjarakat menudju Masjarakat Adil
Makmur berdasarkan PantjaSila dengan melalui tingkat2 ke madjuan dengan tjepat dan tegas, adalah Pembangunan Revolu sioner.
§ 64. Atjara menjusun dasar Undangundang Pembangunan SemestaBerentjana
a. Amanat Presiden merupakan dan memuat dasar2 azasi pemba
ngunan untuk mentjapai masjarakat adil dan makmur berdasar kan PantjaSila.
Berpokok pada dasar2 azasi tersebut, maka Depernas menun
djukkan serta merintis djalan2 untuk melantjarkan pembangunan
disegala bidang kehidupan dan penghidupan.
Pada tingkatan berikut Depernas harus menundjukkan program utama (priority) berisi mainprojects atau projek pokok jang dihubungkan satu dengan lain untuk menaikkan pendapatan na sional dan pendapatan perseorangan Bangsa Indonesia. Pendapatan nasional dan pendapatan perseorangan (national income dan individual standard of life) harus diselidiki dan di pertinggi untuk mentjapai tingkatan kesedjahteraan jang wa djar.
b. Pada tingkatan jang akan datang maka Depernas harus menun djukkan projek2 chusus (special projects) berdasarkan program
berisi projek pokok atau jang harus dikerdjakan dalam sektor berbagai lapangan utama (mainprojects) sebagai phase perta ma untuk mentjapai Masjarakat AdilMakmur berdasarkan PantjaSila.
Dari projek chusus harus disiapkan tripola untuk masing2 pro
jek dan dalam masing2 lapangan utama (projek pokok), jaitu :
1. pola pembangunan bagian projek, 2. pola pembangunan bagian pendjelasan, 3. pola pembangunan bagian pembiajaan.
c. Usaha terachir dalam mendjalankan tugas Depernas ialah me njatukan segala pola jang diolah oleh Seksi dan Panitia dalam sebuah naskah berisi Rantjangam Dasar Undang2 Pembangunan Semesta Berentjana Republik Indonesia jang pertama, misalnja untuk tahun 1961 1965.
Rantjangan Dasar Undang2 Pembangunan SemestaBerentjana I
akan dimasukkan ke Kabinet sebelum 17 Agustus.1960 untuk dipertimbangkan.
Sesudah dipertimbangkan oleh Kabinet maka selekas2nja se
sudah 17 Agustus 1960 Rantjangan Dasar Undang2 Pembangun
an SemestaBerentjana I disahkan oleh Madjelis Permusjawa ratan Rakjat (M.P.R.). M.P.R. djuga memutuskan tjara melak sanakan Dasar Undang2 Pembangunan' SemestaBerentjana I itu.
Achirnja sesudah diterima oleh M.P.R. mendjadi Putusan M.P.R., maka Dasar Undang2 Pembangunan SemestaBerentjana
I mulai dilaksanakan pada bulan Djanuari tahun 1961.
§ 65. Menjusun pola Pembangunan SemestaBerentjana
1. Pola Projek Pembangunan,
2. Pola Pendjelasan Projek Pembangunan, 3. Pola Pembiajaan Pelaksanaan Pembangunan.
Penjusunan kesatuan Tripola harus memperhitungkan taraf keadaan negara sekarang dengan kenjataan2 dilapangan politik,
statistikpembangunan, keuangan, transmigrasi, ekonomi, so sial, pengerahan Tenaga Rakjat, kulturil dan mental.
Tripola Pembangunan hendaklah memberi tjorak dan mewu djudkan Revolusi Pantja Muka (tjorak politik, ekonomi, sosial, kulturil dan mental).
Tripola tersebut harus memberi pimpinan tentang perubahan2
sistematis dan radikal dari ekonomi kolonial keekonomi na sional menudju ekonomi sosialistis a la Indonesia, serta men djamin perimbangan jang harmonis antara ekonomi nasional dengan ekonomi lokal.
b. Pola pembangunan dalam susunannja harus mempunjai sjarat2
dan dajatenaga untuk meruntuhkan dan membinasakan sisa2
imperialisme, kolonialisme dan feodalisme dalam ekonomi Indo nesia, serta setiara positif memuat faktor swadaja membangun Masjarakat AdilMakmur berdasarkan PantjaSila, sosialisme a la Indonesia.
A. POLA PEMBANGUNAN BAGIAN PROJEK
a. Penjusunan Pola Pembangunan bagian Projek harus dipimpin tingkatan priority jang ditentukan oleh faktor2:
1. adanja tenaga,
2. deradjat kekuatan meringankan beban masjarakat, 3. deradjat kekuatan memenuhi kebutuhan masjarakat,
4. intensity dan continue dan keuntungan (profit) bagi ma sjarakat,
5. tingkatan kepentingan pembangunan lokal atau segolongan masjarakat.
Penjusunan tripola Pembangunan harus mendjamin perubahan masjarakat sekarang mendjadi Masjarakat AdilMakmur ber dasarkan PantjaSila setelah melaksanakan satu rentengan Pem bangunan SemestaBerentjana, sehingga harus berisi unsur2 pe rubahan jang berdjalan tjepat menudju kearah tersebut.
d. 1. Titik berat pola Pembangunan bagian projek harus diletak kan pada usaha masjarakat banjak, kemudian pada usaha negara, seterusnja pada usaha partikelir jang dapat membantu usaha Negara, Perimbangan dan perhubungan antara Usaha Negara dan Usaha Partikelir Rakjat Indonesia hendaklah ditindjau dan diusulkan dengan tegas dan djelas.
2. Titik berat pola projek harus diletakkan pada produksi, kemudian pada kommunikasi dan distribusi. Projek chusus hendaklah mendjamin sjarat AdilMakmur bagi Rakjat, seperti dimaksud dalam paragTaf 63 huruf a.
projek harus dipimpin oleh sistim alternatif dan pilihan
ikeutamaan dalam satu kali Pembangunan atau dalam
ren-tengan Pembangunan.
e. Penjusunnan pola Pembangunan bagian Projek harus dipimpin
oleh pertimbangan rasionil jang didasarkan pada penjelidikan
ilmiah jang saksama untuk mengurangi kerugian
2dan mendjamin
daja-guna (efficiency) dengan menurutkan kemadjuan teknik.
Penjusunan pola Pembangunan bagian Projek didasarkan pada
perbandingan2 tjara, waktu dan besar hasil jang ditjapai diluar
negeri dan ditanah-air dizaman jang lampau.
B. POLA PEMBANGUNAN BAGIAN PENDJELASAN
f. Dalam pendjelasan pola harus diterangkan sebab2 jang djelas
mengapa sesuatu projek dipilih. Harus, pula didjelaskan
hu-bungan Pola Nasional dengan perubahan Masjarakat dengan
melaksanakan Pembangunan.
Untuk tiap projek harus dipikirkan masa lamanja persiapan,
masa lamanja pelaksanaan dan masa pengawasan serta penilaian.
g. Tiap pendjelasan pola harus memberi djalan (indikasi) tentang tenaga
pimpinan dan versiapan tenaga jang sanggup bertang gung
djawab atas pelaksanaan projek tersebut dengan baik. Tiap
pendjelasan pola harus menerangkan dengan tjara apa dan
bagaimana rakjat dapat diikut-sertakan dalam pembangunan
setiap projek untuk menghemat, modal, tenaga dan waktu.
h. Pola pendjelasan tidak sadja menjatakan perhubungannja
de-ngan poia-projek dan poia-pembiajaan, dan hubude-ngannja dede-ngan
pembangunan semesta-berentjana II, III, IV dll., melainkan djuga
memberi djaminan perubahan masjarakat mendjelang Masjarakat
Adil-Makmur dengan menempuh djalan Pembangunan, seperti
dimaksud pada paragraf 63 huruf a dan b paragraf 65 huruf b.
C.
POLA PEMBANGUNAN BAGIAN PEMBIAJAAN
i.
Tiap pola pembangunan bagian pembiajaan harus memberi
pen-djelasan tentang biaja modal, barang, pegawai, pekerdja dan
biaja lain
2jang dibutuhkan dari tahun ketahun dalam nilai
ru-piah dan devizen luar negeri jang dibutuhkan sampai selesainja
Pembangunan jang telah ditetapkan dengan putusan M.P.R.
Tiap pola pembangunan bagian pembiajaan harus mendjelaskan
berapa djumlah jang akan dihemat atas biaja projek dalam
mengikut-sertakan tenaga rakjat. Djuga diperhitungkan berapa
upah tenaga Rakjat jang dikerahkan untuk pembangunan
de-ngan djalan gotong-rojong.
Tiap pola pembangunan bagian pembiajaan harus mendjelaskan
berapa hasil jang akan ditjapai dalam bentuk : perluasan ker
-dja, produksi, keuntungan rupiah, penghematan akan devizen
k. Untuk lantjarnja pelaksanaan pemodalan Pembangunan Semesta Berentjana dan untuk dinasionalisasi uang bantuan dan pin djaman dari luar Indonesia, hendaklah dipertimbangkan terben tuknja Bank Pembangunan dipusat Republik Indonesia dan di nusat swabantra. I diseluruh Indonesia. Bank Pembangunan me lantjarkan credit pembangunan dan menimbulkan kepertjajaan kepada modal nasional untuk Pembangunan.
1. Anggaran Belandja untuk Pembangunan harus dipisah dari Ang garan Belandja untuk routine. Anggaran Belandja untuk Pem bangunan routine hendaklah dibedakan dengan Anggaran Be landja untuk Pembangunan SemestaBerentjana,
66. Pembanguman industri dalam zaman peralihan tingkatan agraris
a. Indonesia pada zaman sekarang berada dalam struktur masja rakat jang umumnja masih agraris. Tingkatan agraris ini tidak mungkin menaikkan tingkatan hidup masjarakat dengan tjepat. Telah ternjata sedjarah ekonomi dunia, bahwa hanja negara2
jang sudah masuk dalam tingkatan struktur jang industrialistis dapat menaikkan tingkatan hidup masjarakatnja dengan tjepat. b. Industrialisasi sebagai pokok struktur ekonomi hanja dimung
kinkan dengan memiliki industri berat.
Pembangunan industri berat baru dapat dipertanggungdjawab kan djikalau didahujui oleh hasil2 penjelidikan (research) jang
berentjana terhadap segala logam didalam tanah dan minjak bumi.
b. Sebelum Indonesia tiba pada phase berindustri berat, harus ditjiptakan satu zaman peralihan, sebagai pokok memenuhi ke butuhan sekarang supaja Rakjat dapat survive dan Pembangun an industri sandangpangan sebagai pengantar kezaman industri berat dengan melaksanakan penjelidikan bahan industri berat. Dalam zaman peralihan itu maka hak2 atas tanah serta keka
§ 67. Hubungan pembangunan industri dengan konsentrasi mo dal dan tenaga
a. Pembangunan industri dan chusus industri berat dalam negara jang masih berada dalam struktura agraris merupakan satu pengerahan jang luar biaja.
Hal itu harus diinsjafi sedalam2nja oleh pemimpin2 dalam Ma
sjarakat dan Pemerintahan, serta masjarakat harus pula dapat dijakimkan atas perlunja pengerahan tersebut jang mempunjai akibat2 atas penghidupannja sehari2.
Pengerahan tersebut, agar dapat terlaksana pembangunan in dustri berat tersebut, berpokok pada dua lapangan jaitu : konsentrasi modal dan konsentrasi tenaga, dengan termasuk tenaga ahli kedalamnja.
b. Segala usaha untuk memusatkan kumpulan modal pembangunan diantaranja dengan djalan menjimpan, pembajaran iuran pem bangunan, pembelian obligasi2 harus ditempuh. Harus pula di tindjau melaksanakan persetudjuan "from G to G" dibidang per tukaran hasil bumi dan logam serta hasil bwmi Indonesia dengan mesin2 industri dan barang baku untuk melaksanakan Pemba ngunan SemestaBerentjana dari luar negeri.
c. Usaha memusatkan tenaga, diantaranja tenaga pimpinan dan te naga rakjat,, perlu ditindjau dari sudut demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin. Pemakaian tenaga kader jang sekarang sudah ada harus dipeladjari. Demikian djuga sistim pendidikan tenaga ahli di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi harus dipusatkan pada pembangunan. Struktura pemerintahan desa harus diatur (diretool) sedemikian rupa hingga dapat memberi pimpinan jang tegas dan tjepat pada pelaksanaan konsentrasi tenaga rakjat tersebut dengan memberi bantuan bagi landreform bagi kepentingan industrialisasi dan mekanisasi menurut Pem bangunan SemestaBerentjana. Pertebaran industri diseluruh Indonesia hendakiah ditindjau dan diberi dasar jang kuat. § 68. Industri SandangPangan
a. Sesuai dengan program Kabinet mengenai SandangPangan ma ka perlu diperkembang Industri SandangPangan, jang ditem patkan dalam Pembangunan Semesta,Berentjana.
SandangPangan menurut program Kabinet dapat ditjukupi de ngan djalan mengimpor bahan2 tersebut sebagai tambahan hasil
dalam negeri. Tjara demikian tidak memberi djaminan jang pasti karena selalu tergantung pada faktor2 jang berada diluar kekuasaan negara, apabila industri SandangPangan diarahkan kepada selfsupporting.
b. Pembangunan Industri SandangPangan jang bertudjuan men tjapai taraf selfsupporting adalah satu2nja djalan untuk me
guasai persoalan SandangPangan seluruhnja dengan biaja se rendah2nja dan untuk mentjapai djaminan jang sebesar2nja.
menghemat devizen jang berdjumlah tudjuh sampai delapan mil jar rupiah.
Oleh karena itu Industri SandangPangan jang meliputi industri tekstil, industri beras, ikan, ternak, pupuk dan industri obat2an
harus diperkembangkan setjepat mungkin sampai Indonesia mendjadi selfsupporting dalam waktu empat/lima tahun.
c. Pembangunan Industri SandangPangan dengan memperguna kan hasil penanaman kapas dan rami, serta melandjutkan pro duksi paberik2 tekstil jang telah ada, mendjadi taraf selfsup
porting jang hendak ditjapai.
d. Memperhatikan luas daerah, iklim politik dan alamiah, kesu buran tanah, luas laut dan tjukupnja penduduk, maka target selfsupporting sebagai fudjuan Industri SandangPangan ada
lah satu hal jang dapat direalisir.
Untuk menentukan luas, intensity dan kemungkinan Industri SandangPangan ini, perlu diketahui dengan sungguh2 trend2 dalam
djumlah kenaikan penduduk (kelahiran), gerak penduduk (transmigrasi) dan berkurangnja penduduk (kematian). Suasana untuk survive dibidang SandangPangan dalam waktu pendek dan suasana mendjadi selfsupporting dibidang SandangPangan karena Pembangunan SemestaBerentjana harus mengisi dajaguna dan semangat membangun.
§ 69. Hubungan dan sangkutpautnja industri SandangPangan dengan bidang Kommunikasi, Distribusi dan Produksi
a. Industri SandangPangan akan memperoleh hasil baik dan men tjapai effek seluas2nja dikalangan masjarakat, djika produksi
dapat dinaikkan dan djalan kommunikasi dapat berkembang. Produksi pertanian dapat dinaikkan dengan djalan menindjau kembali persoalan luas tanah, teknik dan mekanisasi pertanian serta stimulans pada kaum tani.
Produksi paberik2 jang bergerak dilapangan Industri Sandang
Pangan dapat dinaikkan, djika ditindjau kembali penggunaan alat2nja dan diperhatikan djaminan bagi buruhnja.
b. Industri SandangPangan akan mentjapai effeknja, djika alat perhubungan dapat dipertinggi kemungkinannja, djalan perhu bungan diperkembang luas dan dalamnja mendjalar.
Djalan dan tindakan tersebut akan merendahkan harga produksi, menghemat waktu dan memperbesar banjaknja produksi. Harga SandangPangan jang pantas akan terdjamin.
Oleh karena itu sebagai usaha pertama perlu disediakan spare parts untuk mengaktiveer alat2 perhubungan jang lumpuh.
c. Urat nadi perhubungan laut, urat nadi perhubungan darat perlu diperbaiki oleh negara, dan kepada rakjat diandjurkan menje diakan djalan2 jang menghubungkan merekakepusatz ketjil
rus ditindjau kembali dengan maksud untuk Iebih diperhebat, sehingga menambah lantjarnja pengumpulan dan ekspor hasil bumi dan mendjamin lalulintas produksi serta distribusi hasil industri SandangPangan pada hari depan.
§ 70. Pembangunan Industri berat dagt Penjelidikan (reaearch) Pembangunan
c. Pokok utama untuk membangun industri jang bersifat semesta ialah pembangunan industri berat.
Industri berat merupakan pokok menambah tenaga jang dapat digunakan oleh berbagai tudjuan produksi, kommunikasi dan distribusi.
Industri berat membuka kemungkinan memulai industri mesin, industri mesin induk dan industri paberik membuat paberik. d. Sebagai pokok utama jang harus dikerdjakan dalam industri
berat ini ialah mentjari dan mengolah :
badja, besi, timah, aluminium, nekel, batu arang dan minjak bumi.
Untuk dapat memperkembang lapangan industri ini dikemudian hari, maka perlu diadakan penjelidikan jang sistematis dalam menentukan tempat dapatnja dan besar volumenja.
e. Tenaga penjelidikan dan pelaksanaan harus segera disiapkan untuk tudjuan industri berat. Oleh sebab itu sistematis pendi dikan untuk menjediakan tenaga itu harus dibentuk. Penjelidikan bahan nasional untuk industri berat harus dimasuk kan kedalam Dasar Undang2 Pembangunan Semesta dan Beren tjana.
§ 71. Pelaksanaan Pembangunan SemestaBerentjana dan sjarat lantjarnja Yelaksanaan
a. Pelaksanaan Pembangunan SemestaBerentjana hanja dapat di lakukan dengan persiapan jang saksama guna menjelesaikan suatu pola pembangunan jang memperhitungkan segala kenja taan jang dapat mempengaruhi pelaksanaan pembangunan itu. b. Pola tersebut harus diterima oleh instansi kekuasaan tertinggi
dalam Negara jaitu sebagai Putusan Madjelis Permusjawaratan Rakjat agar mendapat authority tertinggi, dan dengan demikian tidak dirobah2 oleh siapapun, sehingga terdjamin pula pelak
sanaannja.
c. Dengan diterimanja pola tersebut oleh M.P.R. terdjaminlah usa ha dan pelaksanaannja, karena didukung dan dilindungi oleh masjarakat seluruhnja sebagai rnilik nasionalnja. Pola Nasional lalu mendjadi pendjelmaan Kedaulatan Rakjat.
d. Agar Pola Nasional dapat diterima mendjadi milik nasional maka pola tersebut harus mentjerminkan aspirasi2 bangsa In donesia sebagai penegak semangat dalam djangka pendek dan djangka pandjang, dan sanggup pula menghilangkan keluhkesah masjarakat dalam waktu singkat.
e. Pembangunan Semesta dan Berentjana akan berhasil djika ada pimpinan dalam perentjanaan, dalam pelaksanaan, dalam peng awasannja dan dalam pembagian hasilnja. Rakjat didaerah di seluruh Indonesia akan menikmati hasil perdjuangan kemerde kaan berkat Pembangunan badaniah dan mental.
matlak dalam Pembangunan Semesta dan Berentjana. Karena itu soal produksi, kommunikasi dan distribusi, harus dikuasai, setidak2nja diawasi aleh
Pemerintah.
g. Pembangunan Semesta dan Berentjana akan berhasil baik, djika semua sumber tenaga rakjat dan alam dapat diikut sertakan untuk tudjuan tersebut, serta dapat dilakukan setjara hemat, effisien dan bidjaksana dengan kegembiraan Rakjat bekerdja untuk kesedjahteraan Bangsa.
h. Untuk mendjamin hasil baik pembangunan, maka segala faktor penghambat dan penghalang pembangunan, berupa apapun harus diatasi atau ditiadakan.
Soal keamanan merupakan faktor penting dalam pembangunan, oleh karena itu soal ini harus diselesaikan setjepat mungkin. Dimana ada keamanan kita membangun.
i. Penggunaan potensi angkatan perang untuk Pembangunan akan memperbesar kepastian berhasilnja pembangunan.
Problem pegawai negeri jang menelan demikian banjaknja biaja dari Anggaran Belandja harus dapat diselesaikan.
j. Subsidi kepada daerah autonomi dimana mungkin harus dibatasi, dan mereka diwadjibkan menutup kekurangan itu dari pendapatan sendiri dengan tidak mengganggu sumber2 Pemerintah Pusat.
k. Birokrasi dan korupsi dalam Public Administration dipusat dan didaerah harus dipeladjari untuk diatasi. Pemeliharaan (maintenance) benda milik negara seperti kendaraan, peralatan dan rumah harus dilantjarkan sebagai national drive untuk menghemat djutaan rupiah.
Mengenai devisen harus diusahakan menutup kebotjoran2 karena : a. smokkel.
b. korupsi administrasi.
c. peraturan jang melambatkan dan jang mengurangi devizen. d. perbedaan kurs jang mengandjurkan smokkel.
e. karena kurang pengertian tentang persetudjuan "from G. to G." mengenai pertukaran internasional berupa hasil bumi dengan mesin industri.
m. Soal meninggikan ekspor harus diusahakan setjepat mungkin agar mentjapai sebagai minimum tingkatan2 lama.
n. Koperasi dalam sektor produksi, rekonstruksi dan distribusi akan pasti mendjamin berhasilnja pembangunan. Bank Pembangunan dengan tjabang2nja
dipusat swatantra I mendjamin lantjarnja membajar biaja Pembangunan.
Setiap pembangunan harus ditbndjanz, diawasi dan dinilai sewaktu2 oleh
Depernas untuk mendjamin hasilnja bagi masjarakat dan mendorong Pembangunan dengan langkahsedjarah jang pasti menudju masjarakat Adil Makmur berdasarkan PantjaSila.
o. Untuk memperbesar kepastian berhasilnja pelaksanaan pembangunan, maka masjarakat perlu dibawa dalam iklim membangun setjara hemat, tjepat dan tepat. Revolusi Pembangunan harus bergelora dengan mewudjudkan sembojan : Kita Membangun; We reconstruct.