Pertemuan ke-12
Tujuan Pembelajaran :
Menerapkan Gaya, aktifitas
dan keterampilan
KEPEMIMPINAN?
Proses mempengaruhi orang
lain untuk mendukung
4 Ciri Pemimpin
Efektif :
1.
Mereka mampu memberikan arahan
dan arti bagi orang-orang yang
mereka pimpin
2.
Mereka menumbuhkan kepercayaan
3.
Mereka mendorong tindakan dan
pengambilan resiko
Teori Sifat (
Trait
) tentang
Kepemimpinan :
Usaha identifikasi karakter khusus yang dimiliki oleh seorang
pemimpin
INTELEGENSI KEPRIBADIAN KEMAMPUAN
Pertimbangan Ketegasan
mengambil keputusan
Pengetahuan
Kefasihan berbicara
Kemampuan
beradaptasi
Kesiagaan
Kreativitas
Integritas pribadi
Kepercayaan diri
Kontrol dan keseimbangan emosi
Mandiri (tidak konformis)
Kemampuan
menumbuhkan kerjasama
Mampu bekerja
sama
Kepopuleran dan gengsi
Mudah bergaul (kemampuan interpersonal)
Partisipasi sosial
Pendekatan perilaku dalam
kepemimpinan :
1. Kepemimpinan
yang terfokus
pada pekerjaan
(
job centered
) :
berfokus pada
penyelesaian pekerjaan
dan menerapkan supervisi
yang ketat sehingga
2. Kepemimpinan
yang berfokus pada
karyawan
(
employee
centered
) :
berfokus pada bawahannya
yang melakukan tugas dan
membudidayakan
pendelegasian pengambilan
keputusan dan membimbing
pegawai memenuhi
kebutuhan dengan cara
Pendekatan Situasional
Suatu pendekatan terhadap kepemimpinan
dimana pemimpin memahami perilakunya,
sifat-sifat bawahan dan situasi sebelum
menggunakan gaya kepemimpinan
tertentu.
Pendekatan ini
mensyaratkan pemimpin
untuk memiliki
1. Model Kontingensi -
Fiedler
•
Gaya kepemimpinan diukur dengan
Least
Preferred Co Worker Scale
(LPC)
mengukur tingkat perasaan positif atau
negatif yang dimiliki seseorang terhadap
orang lain yang paling dipilih untuk
kerjasama.
•
Faktor yang diukur :
Hubungan pemimpin dan pengikut :
menunjukkan tingkat kepercayaan dan
hormat pada atasan
Struktur tugas : Sejauhmana tugas yang
dilakukan pengikut terstruktur
Kekuatan Posisi : kekuatan yang dimiliki
Berorientasi tugas
Berorientasi hubungan
Berorient asi tugas
2. Model Kepemimpinan Vroom -
Jago
•
Model kepemimpinan yang menetapkan
prosedur pengambilan keputusan yang
efektif dalam situasi tertentu
•
Keefektifan keputusan dipengaruhi :
Kualitas Keputusan : Sejauhmana
keputusan mempengaruhi kinerja
Komitmen bawahan : seberapa penting
Aturan Dasar Vroom-Jago
Panduan untuk meningkatkan kualitas
keputusan :
1.
Hidari menggunakan A I ketika : Pemimpin tidak
memiliki informasi cukup
2.
Hindari menggunakan GII ketika :
a. Bawahan tidak memahami target yang sama dengan target perusahaan
b. Bawahan tidak memiliki informasi yang dibutuhkan
3.
Hindari menggunakan AII dan CI ketika :
a. Pemimpin tidak memiliki informasi yang dibutuhkan b. Masalah yang dihadapi tidak terstruktur
4.
Gunakan GII ketika :
a. Pemimpin tidak memilki informasi yang dibutuhkan b. Bawahan memahami dan memiliki target yang sama
dengan organisasi
3. Model kepemimpinan
Jalur-Tujuan
( Path-Goal Leadership Model)
•
Pentingnya pengaruh pemimpin
terhadap persepsi
bawahanmengenai tujuan kerja,
tujuan pengembangan diri, dan jalur
pencapaian tujuan
•
Dasarnya : teori motivasi Ekspektasi
•
Klarifikasi jalur : Usaha pemimpin
4. Model kepemimpinan
Situasional Hersey-Blanchard
Mengembangkan hasil penelitian Ohio State
University, ada 4 gaya kepemimpinan :
Telling
: Pemimpin menetapkan peran yang
diperlukan untuk melakukan suatu tugas
Selling
: Pemimpin memberikan instruksi
tersturuktur tapi bertindak sebagai supporter
Participating
: Pemimpin dan pengikutnya
sama-sama memutuskan bagaimana cara
terbaik menyelesaikan tugas yang berkualitas
Delegating
: Pemimpin tidak banyak
Isu, Konsep dan Perspektif
lain tentang
kepemimpinan
1.
Kepemimpinan
Kharismatik
Pemimpin yang mewujudkan
atmosfir motivasi atas dasar
2.
Kepemimpinan
Transaksional
Kepemimpinan yang membantu bawahannya
mengidentifikasi apa yang harus dilakukan
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Menggunakan konsep path-Goal
3.
Kepemimpinan
Transformasional
Kepemimpinan yang memotivasi para
pengikutnya untuk bekerja mencapai sebuah
tujuan, bukan untuk kepentingan pribadi,
4. Pendekatan
Leader-Member Exchange
( Pertukaran antara
pemimpin dan Anggota)
Pendekatan yang mengenali tidak adanya
konsistensi perilakupemimpin kepada
bawahannya
Pemimpin membina ikatan dan hubungan
pribadi terhadap masing-masing bawahan
Coaching dan pelatihan menjadi interaksi
5. Kepemimpinan
Multikultural
7 faktor yang berkaitan dengan keefektifan
kepemimpinan :
1)
Kemauan untuk peka ( memahami
perasaan orang lain)
2)
Kepekaan sebenarnya ( pemahaman
terhadap diri sendiri dan orang lain)
3)
Kepatuhan ( Pada aturan dan otoritas)
4)
Kepercayaan pada orang lain ( Dalam
pemecahan masalah)
5)
Lebih memilih pengambilan keputusan
kelompok
6)
Perhatian terhadap hubungan
interpersonal