• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ana Lp Vomitus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ana Lp Vomitus"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN VOMITUS (MUNTAH) LAPORAN PENDAHULUAN VOMITUS (MUNTAH)

A.

A. DefinisiDefinisi

Muntah adalah suatau refleks kompleks yang diperantarai oleh pusat muntah di medulla Muntah adalah suatau refleks kompleks yang diperantarai oleh pusat muntah di medulla oblongata otak.

oblongata otak.

Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara eksklusif melalui mulut dengan bantuan Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara eksklusif melalui mulut dengan bantuan kontraksi otot- otot perut. Perlu dibedakan antara regurgitasi, ruminasi, ataupun refluesophagus. kontraksi otot- otot perut. Perlu dibedakan antara regurgitasi, ruminasi, ataupun refluesophagus. Reg

Regurgurgitaitasi si adaladalah ah makamakanan nan yanyang g dikdikelueluarkaarkan n kemkembalbali i kemkemuluulut t akiakibat bat gergerakaakan n perperististaltalticic esophagus, ruminasi adalah pengeluaran makanan secra sadar untuk dikunyah kemudian ditelan esophagus, ruminasi adalah pengeluaran makanan secra sadar untuk dikunyah kemudian ditelan kembali. Sedangkan refluesophagus merupakan kembalinya isi lambung kedalam esophagus kembali. Sedangkan refluesophagus merupakan kembalinya isi lambung kedalam esophagus dengan cara pasif yang dapat disebabkan oleh hipotoni spingter eshopagus bagian bawah, posisi dengan cara pasif yang dapat disebabkan oleh hipotoni spingter eshopagus bagian bawah, posisi abnormal sambungan esophagus dengan kardial atau pengosongan isi lambung yang lambat. abnormal sambungan esophagus dengan kardial atau pengosongan isi lambung yang lambat. .

. !tiologi!tiologi Pem

Pembahabahasan san etietioloologi gi munmuntah tah padpada a baybayi i dan dan anaanak k berberdasdasarkarkan an usiusia a adaadalah lah sebsebagaiagai  berikut

 berikut

Usia 0 – 2 Bulan : Usia 0 – 2 Bulan : ".

". #olitis Alergika#olitis Alergika

Alergi terhadap susu sapi atau susu formula berbahan dasar kedelai. iasanya diikuti dengan Alergi terhadap susu sapi atau susu formula berbahan dasar kedelai. iasanya diikuti dengan diare, perdarahan rektum, dan rewel.

diare, perdarahan rektum, dan rewel. $.

$. #elainan anatomis dari saluran #elainan anatomis dari saluran gastrointestinalgastrointestinal

#elainan kongenital, termasuk stenosis atau atresia. Manifestasinya berupa intoleransi terhadap #elainan kongenital, termasuk stenosis atau atresia. Manifestasinya berupa intoleransi terhadap makanan pada beberapa hari pertama kehidupan.

makanan pada beberapa hari pertama kehidupan. %.

%. Refluks !sofagealRefluks !sofageal Reg

Regurgurgitaitasi si yang yang sersering ing terter&ad&adi i segsegera era setsetelaelah h pempemberberian ian sussusu. u. SangSangat at sersering ing terter&adi &adi padpadaa neonatu

neonatus' secara klinis penting bila s' secara klinis penting bila keadaan ini menyebabkan gagal keadaan ini menyebabkan gagal tumbutumbuh h kembangkembang, , apneu,apneu, atau bronkospasme.

atau bronkospasme. (.

(. Peningkatan tekanan intrakranialPeningkatan tekanan intrakranial

Rewel atau letargi disertai dengan distensi abdomen, trauma lahir dan

Rewel atau letargi disertai dengan distensi abdomen, trauma lahir dan shaken baby syndrome shaken baby syndrome.. ).

). Malrotasi dengan *ol*ulusMalrotasi dengan *ol*ulus

+ dari kasus ini ditemukan pada bulan pertama kehidupan, kebanyakan disertai emesis + dari kasus ini ditemukan pada bulan pertama kehidupan, kebanyakan disertai emesis  biliaris.

 biliaris. .

. /leus mekonium/leus mekonium  Inspissated meconium

 Inspissated meconium pada kolon distal' dapat  pada kolon distal' dapat dipikirkan diagnosisdipikirkan diagnosis cystic cystic fibrosifibrosis.s. 0.

0.  Necrotizing nterocolitis Necrotizing nterocolitis Sering ter&adi khususnya pada

Sering ter&adi khususnya pada bayi prematur terutama &ika mengalabayi prematur terutama &ika mengalami hipoksia saat lahir. Dapatmi hipoksia saat lahir. Dapat disertai dengan iritabilitas atau rewel, distensi abdomen dan hematoke1ia.

disertai dengan iritabilitas atau rewel, distensi abdomen dan hematoke1ia. +.

(2)

Regurgitasi dari susu yang tidak dapat dicerna, #et$burps sering pada bayi dengan kelebihan  berat badan yang diberi air susu secara berlebihan.

2. Stenosis pylorus

Puncaknya pada usia %- minggu kehidupan. Rasio laki-laki banding wanita adalah )3" dan keadaan ini sering ter&adi pada anak laki-laki pertama. Manifestasi klinisnya secara progresif  akan semakin memburuk, proyektil, dan emesis nonbiliaris.

Usia 2 bulan$% tahun ". 4umor otak 

Pikirkan terutama &ika ditemukan sakit kepala yang progresif, muntah-muntah, ataksia, dan tanpa nyeri perut.

$. #etoasidosis diabetikum

Dehidrasi sedang hingga berat, riwayat polidipsi, poliuri dan polifagi. %. #orpus alienum

Dihubungkan dengan ke&adian tersedak berulang, batuk ter&adi tiba-tiba atau air liur yang menetes.

(. 5astroenteritis

Sangat sering ter&adi' sering adanya riwayat kontak dengan orang yang sakit, biasanya diikuti oleh diare dan demam.

). 4rauma kepala

Muntah sering atau progresif menandakan konkusi atau perdarahan intrakranial. . 6ernia inkarserasi

7nset dari menangis, anoreksia dan pembengkakan skrotum yang ter&adi tiba-tiba. &.  Intussusepsi

Puncaknya ter&adi pada bulan ke -"+ kehidupan' pasien &arang mengalami diare atau demam dibandingkan dengan anak yang mengidap gastroenteritis.

'.  (osttusi"e

Seringkali, anak-anak akan muntah setelah batuk berulang atau batuk yang dipaksakan. 2. Pielonefritis

Demam tinggi, tampak sakit, disuria atau polakisuria. Pasien mungkin mempunyai riwayat infeksi traktus urinarius sebelumnya

Usia ) tahun ke atas ". Adhesi

4erutama setelah operasi abdominal atau peritonitis. $. Appendisitis

Manifestasi klinis dan lokasi nyeri ber*ariasi. 5e&ala sering ter&adi termasuk nyeri yang semakin meningkat, men&alar ke kuadran kanan bawah, muntah didahului oleh nyeri, anoreksia, demam subfebril, dan konstipasi.

(3)

%. #olesistitis

8ebih sering ter&adi pada perempuan, terutama dengan penyakit hemolitik 9contohnya, anemia sel sabit:. Ditandai dengan nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas yang ter&adi secara tiba-tiba setelah makan.

(. 6epatitis

4erutama disebabkan oleh infeksi *irus atau akibat obat' pasien mungkin mempunyai riwayat  buang air besar berwarna seperti dempul atau urin berwarna seperti teh pekat.

%.  Inflammatory bo#el disease

erkaitan dengan diare, hematoke1ia, dan nyeri perut. Striktura bisa menyebabkan ter&adinya obstruksi.

. /ntoksikasi

8ebih sering ter&adi pada anak yang sedang bela&ar ber&alan dan rema&a. Dicurigai &ika mempunyai riwayat depresi. isa &uga disertai oleh gangguan status mental.

0. Migrain

 ;yeri kepala yang berat' sering terdapatnya aura sebelum serangan seperti skotoma. Pasien mungkin mempunyai riwayat nyeri kepala kronis atau riwayat keluarga dengan migrain.

+. Pankreatitis

<aktor resiko termasuk trauma perut bagian atas, riwayat infeksi sebelumnya atau sedang infeksi, penggunaan kortikosteroid, alkohol dan k olelitiasis.

2. =lkus peptikum

Pada rema&a, ratio wanita3pria > (3". ;yeri epigastrium kronik atau berulang, sering memburuk pada waktu malam.

?. Patofisiologi

#emampuan untuk memuntahkan merupakan suatu keuntungan karena memungkinkan  pengeluaran toksin dari lambung. Muntah ter&adi bila terdapat rangsangan pada pusat muntah yang berasal dari, gastrointestinal, *estibulo okular, aferen kortikal yang lebih tinggi, menu&u ?@? kemudian dimulai nausea, retching, ekpulsi isi lambung.

Ada $ regio anatomi di medulla yang mengontrol muntah, ": chemoreceptor trigger zone 9?4: dan $: central "omiting centre 9?@?:. ?4 terletak di area postrema pada dasar  u&ung caudal *entrikel /@ di luar blood brain barrier 9sawar otak:. #oordinasi pusat muntah dapat dirangsang melalui berbagai &aras. Muntah dapat ter&adi karena tekanan psikologis melalui &aras yang kortek serebri dan sistem limbik menu&u pusat muntah 9?@?: dan &ika  pusat muntah terangsang melalui *estibular atau sistim *estibuloserebelum dari labirin di dalam telinga. Rangsangan bahan kimia melalui darah atau cairan otak 98?S : akan terdeteksi oleh ?4. Mekanisme ini men&adi target dari banyak obat anti emetik. ;er*us *agus dan *isera merupakan &aras keempat yang menstimulasi muntah melalui iritasi

(4)

saluran cerna dan pengosongan lambung yang lambat. Sekali pusat muntah terangsang maka cascade ini akan ber&alan dan akan menyebabkan timbulnya muntah. Pencegahan muntah mungkin dapat melalui mekanisme ini

D. Phatway

!. Prognosa

Prognosis pasien dengan ge&ala muntah tergantung pada dera&at dehidrasi dan  penatalaksanaan dehidrasi, etiologi penyakit yang menyebabkan muntah, serta komplikasi yang

ter&adi dari muntah itu sendiri <. #omplikasi

a. #omplikasi metabolik 3

Dehidrasi, alkalosis metabolik, gangguan elektrolit dan asam basa, deplesi kalium, natrium. Dehidrasi ter&adi sebagai akibat dari hilangnya cairan lewat muntah atau masukan yang kurang

(5)

oleh karena selalu muntah. Alkalosis sebagai akibat dari hilangnya asam lambung, hal ini diperberat oleh masuknya ion hidrogen ke dalam sel karena defisiensi kalium dan berkurangnya natrium ekstraseluler. #alium dapat hilang bersama bahan muntahan dan keluar lewat gin&al  bersama-sama bikarbonat. ;atrium dapat hilang lewat muntah dan urine. Pada keadaan

alkalosis yang berat, p6 urine dapat 0 atau +, kadar natrium dan kalium urine tinggi walaupun ter&adi deplesi ;atrium dan #alium

 b. 5agal 4umbuh #embang

Muntah berulang dan cukup hebat menyebabkan gangguan gi1i karena intake men&adi sangat  berkurang dan bila hal ini ter&adi cukup lama, maka akan ter&adi kegagalan tumbuh kembang.

c. Aspirasi /si 8ambung

Aspirasi bahan muntahan dapat menyebabkan asfiksia. !pisode aspirasi ringan berulang menyebabkan timbulnya infeksi saluran nafas berulang. 6al ini ter&adi sebagai konsekuensi 5!RD.

d. *allory +eiss syndrome

Merupakan laserasi linier pada mukosa perbatasan esofagus dan lambung. iasanya ter&adi pada muntah hebat berlangsung lama. Pada pemeriksaan endoskopi ditemukan kemerahan pada mukosa esofagus bagian bawah daerah 8!S. Dalam waktu singkat akan sembuh. ila anemia ter&adi karena perdarahan hebat perlu dilakukan transfusi darah

e. Peptik esofagitis

Akibat refluks berkepan&angan pada muntah kronik menyebabkan iritasi mukosa esophagus oleh asam lambung.

5. Pencegahan

=ntuk mencegah hal tersebut posisi bayi dapat dimiringkan atau tengkurap dan  bukannya terlentang.

6. Pemeriksaan penun&ang ". Pemeriksaan laboratorium a: Darah lengkap

 b: !lektrolit serum pada bayi dan anak yang dicurigai mengalami dehidrasi.

c: =rinalisis, kultur urin, ureum dan kreatinin untuk mendeteksi adanya infeksi atau kelainan saluran kemih atau adanya kelainan metabolik.

d: Asam amino plasma dan asam organik urin perlu diperiksa bila dicurigai adanya penyakit metabolik yang ditandai dengan asidosis metabolik berulang yang tidak &elas penyebabnya. e: Amonia serum perlu diperiksa pada muntah siklik untuk menyingkirkan kemungkinan defek 

 pada siklus urea.

f: <aal hepar, amonia serum, dan kadar glukosa darah perlu diperiksa bila dicurigai ke arah  penyakit hati.

(6)

g: Amilase serum biasanya akan meningkat pada pasien pankreatitis akut. #adar lipase serum lebih bermanfaat karena kadarnya tetap meninggi selama beberapa hari setelah serangan akut. h: <eses lengkap, darah samar dan parasit pada pasien yang dicurigai gastroenteritis atau infeksi

 parasit.

$. =ltrasonografi

Dilakukan pada pasien dengan kecurigaan stenosis pilorik, akan tetapi dua pertiga bayi akan memiliki hasil yang negatif sehingga menbutuhkan pemeriksaan barium meal.

%. <oto polos abdomen

a: Posisi supine dan left lateral decubitus  digunakan untuk mendeteksi malformasi anatomik  kongenital atau adanya obstruksi.

 b: 5ambaran air-fluid le*els menandakan adanya obstruksi tetapi tanda ini tidak spesifik karena dapat ditemukan pada gastroenteritis

c: 5ambaran udara bebas pada rongga abdomen, biasanya di bawah diafragma menandakan adanya perforasi.

(. arium meal

4indakan ini menggunakan kontras yang nonionik, iso-osmolar, serta larut air. Dilakukan  bila curiga adanya kelainan anatomis dan atau keadaan yang menyebabkan obstruksi pada  pengeluaran gaster.

). arium enema

=ntuk mendeteksi obstrusi usus bagian bawah dan bisa sebagai terapi pada intususepsi. /. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan awal pada pasien dengan keluhan muntah adalah mengkoreksi keadaan hipo*olemi dan gangguan elektrolit. Pada penyakit gastroenteritis akut dengan muntah, obat rehidrasi oral biasanya sudah cukup untuk mengatasi dehidrasi.

Pada muntah bilier atau suspek obstuksi intestinal penatalaksanaan awalnya adalah dengan tidak memberikan makanan secara peroral serta memasang nasogastic tube  yang dihubungkan dengan intermittent suction. Pada keadaan ini memerlukan konsultasi dengan  bagian bedah untuk penatalaksanaan lebih lan&ut.

Pengobatan muntah ditu&ukan pada penyebab spesifik muntah yang dapat diidentifikasi. Penggunaan antiemetik pada bayi dan anak tanpa mengetahui penyebab yang &elas tidak  dian&urkan. ahkan kontraindikasi pada bayi dan anak dengan gastroenteritis sekunder atau kelainan anatomis saluran gastrointestinal yang merupakan kasus bedah misalnya, hiperthrophic pyoric stenosis 96PS:, apendisitis, batu gin&al, obstruksi usus, dan peningkatan tekanan intrakranial. 6anya pada keadaan tertentu antiemetik dapat digunakan dan mungkin efektif, misalnya pada mabuk per&alanan 9motion sickness:, mual dan muntah pasca operasi,

(7)

kemoterapi kanker, muntah siklik, gastroparesis, dan gangguan motilitas saluran gastrointestinal.

4erapi farmakologis muntah pada bayi dan anak adalah sebagai berikut 3 ". Antagonis dopamin

4idak diperlukan pada muntah akut disebabkan infeksi gastrointestinal karena biasanya merupakan  self limited . 7bat-obatan antiemetik biasanya diperlukan pada muntah pasca operasi, mabuk per&alanan, muntah yang disebabkan oleh obat-obatan sitotoksik, dan penyakit refluks gastroesofageal. ?ontohnya Metoklopramid dengan dosis pada bayi ." mgBkgBkali P7 %-( kali per hari. Pasca operasi .$) mgBkg per dosis /@ %-( kaliBhari bila perlu. Dosis maksimal pada bayi .0) mgBkgBhari. Akan tetapi obat ini sekarang sudah &arang digunakan karena mempunyai efek ekstrapiramidal seperti reaksi distonia dan diskinetik serta krisis okulonergik.

Domperidon adalah obat pilihan yang banyak digunakan sekarang ini karenadapat dikatakan lebih aman. Domperidon merupakan deri*ate ben1imida1olin yang secara in*itro merupakan antagonis dopamine. Domperidon mencegah refluks esophagus berdasarkan efek peningkatan tonus sfingter esophagus bagian bawah.

$. Antagonisme terhadap histamine 9A6":

Diphenhydramine dan Dimenhydrinate 9Dramamine: termasuk dalam golongan etanolamin. 5olongan etanolamin memiliki efek antiemetik paling kuat diantara antihistamin 9A6": lainnya. #edua obat ini bermanfaat untuk mengatasi mabuk per&alanan 9motion sickness: atau kelainan *estibuler. Dosisnya oral3 "-",)mgBkgBhari dibagi dalam (- dosis. /@B/M3 ) mgBkgBharidibagi dalam ( dosis.

%. Proklopera1in dan #lorpromera1in

Merupakan deri*ate fenotia1in. Dapat mengurangi atau mencegah muntah yang disebabkan oleh rangsangan pada ?4. Mempunyai efek kombinasi antikolinergik dan antihistamin untuk  mengatasi muntah akibat obat-obatan, radiasi dan gastroenteritis. 6anya boleh digunakan untuk  anak diatas $ tahun dengan dosis .(C. mgBkgBhari tiap dibagi dalam %-( dosis, dosis maksimal berat badan $E

(. Antikolinergik 

Skopolamine dapat &uga memberikan perbaikan pada muntah karena faktor *estibular atau stimulus oleh mediator proemetik. Dosis yang digunakan adalah , mikrogramBkgB hari dibagi dalam ( dosis dengan dosis maksimal ,%mg per dosis.

). )-64% antagonis serotonin

Fang sering digunakan adalah 7ndanasetron. Mekanisme ker&anya diduga dilangsungkan dengan mengantagonisasi reseptor )-64 yang terdapat pada ?4 di area postrema otak dan

(8)

mungkin &uga pada aferen *agal saluran cerna. 7ndansentron tidak efektif untuk pengobatan motion sickness. Dosis mengatasi muntah akibat kemoterapi (C"+ tahun3 .") mgBkg /@ % menit senelum kemoterapi diberikan, diulang ( dan + &am setelah dosis pertama diberikan kemudiansetiap +&am untuk "-$ hari berikutnya. Dosis pascaoperasi3 $C"$ yr (E( kg3 ( mg /@' E"$ yr3 dosis dewasa+ mg P7Bkali.

G. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul

". Defisit *olume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif 

$. #etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi

%. ;ausea berhubungan dengan iritasi gastric

(. ketidakefektifan perfusi &aringan berhubungan dengan hipo*olemia

). resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic . cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

#. Rencana asuhan keperawatan

 ,iagnosa 3 Defisit *olume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.

-uuan 3 De*isit cairan dan elektrolit teratasi

 /riteriahasil 3 4anda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan cairan seimbang.

 Inter"ensi 3

- 7bser*asi tanda-tanda *ital. - 7bser*asi tanda-tanda dehidrasi.

- =kur infut dan output cairan 9balanc ccairan:.

- erikan dan an&urkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih $ C $) cc per hari.

- #olaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi cairan, pemeriksaan lab elektrolit. - #olaborasi dengan tim gi1i dalam pemberian cairan rendah sodium.

 ,iagnosa 3 Resiko kekurangan *olume cairan berhubungan dengan adanya rasa mual dan muntah

-uuan 3 Mempertahankan keseimbangan *olume cairan.  /riteria asil  3 #lien tidak mual dan muntah.

 Inter"ensi 3

(9)

Rasional 3 Merupakan indicator secara dini tentang hypo*olemia. - Monitor intake dan out put dan konsentrasi urine.

Rasional 3 Menurunnya out put dan konsentrasi urine akan meningkatkan kepekaanBendapan sebagai salah satu kesan adanya dehidrasi dan membutuhkan peningkatan cairan.

- eri cairan sedikit demi sedikit tapi sering.

Rasional 3 =ntuk meminimalkan hilangnya cairan.

- Resiko ter&adinya infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh, ditandai dengan 3 Suhu tubuh di atas normal. <rekuensi pernapasan meningkat.

 ,iagnosa 3 ;utrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun. ;afsu makan menurun erat badan menurun Porsi makan tidak dihabiskan Ada rasa mual muntah.

-uuan 3 klien mampu merawat diri sendiri  Inter"ensi 3

- #a&i se&auh mana ketidakadekuatan nutrisi klien

Rasional 3 menganalisa penyebab melaksanakan inter*ensi.

- Perkirakan B hitung pemasukan kalori, &aga komentar tentang nafsu makan sampai minimal Rasional 3 Mengidentifikasi kekurangan B kebutuhan nutrisi berfokus pada masalah membuat suasana negatif dan mempengaruhi masukan.

- 4imbang berat badan sesuai indikasi

Rasional 3 Mengawasi keefektifan secara diet. - eri makan sedikit tapi sering

Rasional 3 4idak memberi rasa bosan dan pemasukan nutrisi dapat ditingkatkan. - An&urkan kebersihan oral sebelum makan

Rasional 3 Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan - 4awarkan minum saat makan bila toleran.

Rasional 3 Dapat mengurangi mual dan menghilangkan gas.

- #onsul tetang kesukaanBketidaksukaan pasien yang menyebabkan distres.

Rasional 3 Melibatkan pasien dalam perencanaan, memampukan pasien memiliki rasa kontrol dan mendorong untuk makan.

- Memberi makanan yang ber*ariasi

(10)

Daftar pustaka

Putra, Deddy Satriya. Muntah pada anak. Di sunting dan di terbitkan #linik Dr. RockyH. agian /lmu #esehatan Anak RS=D Arifin AchmadB <#-=;R/. Pekanbaru

 Suraatma&a, Sudaryat. $). Muntah pada bayi dan anak dalam kapita selekta gastroenterologi anak. ?@. Sagung Seto. Gakarta

http3BBrinimustikasari.blogspot.comB$2B""Bmuntah-pada-bayi-dan-anak.html diakses pada tanggal $0 oktober $"%

Referensi

Dokumen terkait

penelitian dan mendapatkan hasil bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif sebelum usia 6 bulan mempunyai risiko rendah untuk mengalami kelebihan berat badan

Gizi  pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi.  +ila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan  bayi akan

penelitian dan mendapatkan hasil bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif sebelum usia 6 bulan mempunyai risiko rendah untuk mengalami kelebihan berat badan

cukup kuat, pada dot susu akan mengalir dengan isapan yang ringan. Hal ini menyebabkan bayi malas cukup kuat, pada dot susu akan mengalir dengan isapan yang ringan. Hal ini

Pada pelaksanaan manajemen laktasi masa post natal dari 10 bidan yang diwawancarai, 8 bidan memberi susu formula dalam 24 jam dengan alasan bayi rewel, takut bayi

Berdasarkan hasil dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : ada perbedaan yang bermakna antara berat badan bayi 0-6 bulan yang diberikan susu

Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan berat badan bayi baru lahir sehat yang diberikan kombinasi ASI dan susu formula

Hasil Terdapat 2 faktor yang berpengaruh terhadap berat badan bayi saat ini yang mengkonsumsi susu formula yaitu factor usia p= 0,003, R2= 0,277 dan volume susu yang diberikan dalam