• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nota Sejarah STPM Penggal 1.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nota Sejarah STPM Penggal 1.docx"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

I. BAB 1: MASYARAKAT

Bab 1 membahas bentuk masyarakat dan proses perubahannya dari masyarakat feodal hingga masyarakat industri. Topik-topik yang dibahas meliputi masyarakat feodal, masyarakat agraria, masyarakat maritim, dan masyarakat industri. Analisis ini akan mengeksplorasi relevansi setiap sub-bab dengan tujuan pendidikan dan hasil belajar yang diharapkan dari mahasiswa.

1.1 MASYARAKAT FEUDAL

Bagian ini mendefinisikan masyarakat feodal dari berbagai perspektif: sebagai kumpulan manusia yang hidup bersama dengan aturan tertentu, sebagai komunitas manusia di suatu tempat dengan cara dan ukuran tertentu, dan sebagai jaringan hubungan antara individu yang merujuk pada pergaulan hidup dan hubungan sosial. Definisi sistem feodal diberikan sebagai kerajaan politik lokal yang diatur oleh individu-individu tertentu, bukan wakil pemerintah pusat. Struktur masyarakat feodal dibagi menjadi dua: yang memerintah dan yang diperintah, dengan interaksi timbal balik di antara keduanya. Contoh masyarakat feodal dibahas, termasuk di Inggris, Asia Tenggara, Jepang, dan Tiongkok. Faktor kemunculan sistem feodal di Eropa dibahas, meliputi: kebutuhan perlindungan dari serangan dan perampokan, pengaruh Romawi (termasuk sistem patrocinium dan precarium), dan pengaruh Jerman (sistem lord/vassal atau comitatus). Ciri-ciri masyarakat feodal dijelaskan, termasuk susunan masyarakat secara berperingkat (hierarki), hubungan timbal balik antara raja dan bangsawan, hubungan petani dengan tuan tanah, kekuasaan raja (dibandingkan antara Inggris dan Jepang), peran militer/peperangan, dan kedudukan lapisan bawah masyarakat. Bagian ini sangat relevan untuk memahami dasar-dasar struktur sosial dan politik pada zaman feodal, serta bagaimana sistem ini berkembang dan berinteraksi dengan faktor-faktor lain. Pemahaman ini penting untuk menganalisis perkembangan sosial dan politik selanjutnya. Contoh ilustrasi yang kuat adalah diagram piramida struktur masyarakat feodal di Inggris dan Jepang, yang akan membantu mahasiswa membandingkan dan mengkontraskan kedua sistem tersebut.

1.2 KONSEP DAN CIRI-CIRI UTAMA MASYARAKAT AGRARIA

Bagian ini mendefinisikan masyarakat agraria sebagai masyarakat yang bergantung pada kegiatan ekonomi berbasis pertanian (bercocok tanam dan beternak). Dibahas jenis-jenis tanaman utama, lokasi permukiman, dan aktivitas tambahan seperti berburu dan menangkap ikan. Perkembangan masyarakat agraria di Belanda dan Tiongkok dijelaskan, menekankan perbedaannya berkaitan dengan teknologi dan kontrol pemerintah. Lima aspek utama ciri-ciri masyarakat agraria di kedua negara tersebut diuraikan: kegiatan ekonomi berbasis pertanian, lokasi permukiman di daerah subur, hasil tanaman utama, sistem irigasi dan drainase, serta kegiatan lain seperti berburu dan beternak. Selanjutnya dijelaskan secara detail ciri-ciri masyarakat agraria di Belanda dan Tiongkok meliputi kegiatan ekonomi, kawasan permukiman, sistem irigasi, kesuburan tanah, dan peningkatan penggunaan teknologi. Ini penting untuk menunjukkan bagaimana pertanian mempengaruhi struktur sosial dan ekonomi suatu masyarakat. Contoh ilustrasi yang berharga adalah perbandingan sistem irigasi di Belanda (menggunakan kincir angin) dan Tiongkok (membangun terusan), yang akan memperkaya pemahaman mahasiswa tentang adaptasi teknologi terhadap lingkungan.

1.3 MASYARAKAT MARITIM

Meskipun detailnya tidak tersedia dalam cuplikan teks yang diberikan, bagian ini kemungkinan membahas masyarakat yang ekonominya bergantung pada laut, seperti perdagangan maritim dan perikanan. Topik ini akan menunjukkan bagaimana interaksi masyarakat dengan lingkungan geografis memengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial mereka. Penggunaan contoh kasus seperti masyarakat maritim di Jepang dan Portugal akan memungkinkan mahasiswa untuk membandingkan dan mengkontraskan peran laut dalam sejarah berbagai budaya. Analisis ini penting untuk menunjukkan keragaman strategi ekonomi dan sosial yang ada dalam sejarah, yang tidak hanya bergantung pada pertanian.

1.4 MASYARAKAT INDUSTRI

Bagian ini membahas revolusi industri di Inggris sebagai transisi dari ekonomi agraria ke ekonomi industri. Dimulai dengan definisi revolusi industri dan masyarakat industri, serta menjelaskan dua tahapnya. Faktor-faktor yang mendorong revolusi industri di Inggris dibahas secara rinci, termasuk kemajuan di sektor pertanian, perkembangan industri tekstil, ketersediaan modal dan bahan mentah, pertumbuhan penduduk, amalan kebijakan merkantilisme, sistem aristokrat terbuka, peran golongan Puritan, dan penemuan teknologi baru. Ciri-ciri masyarakat industri di Inggris juga dibahas, meliputi kemajuan di bidang pertanian (sistem pemagaran, tanaman bergilir, pertanian campuran, dan teknologi pertanian baru), serta perkembangan sistem ekonomi kapitalis yang berdampak pada struktur sosial, kehidupan perkotaan dan munculnya kelas pekerja baru. Bagian ini sangat penting untuk memahami perubahan besar dalam sejarah manusia, dari masyarakat agraris yang terdesentralisasi ke masyarakat industri yang terpusat dan modern. Pemahaman ini sangat penting dalam konteks globalisasi dan perkembangan ekonomi dunia saat ini. Bagian ini dapat diperkaya dengan studi kasus tentang dampak revolusi industri terhadap berbagai aspek kehidupan di Inggris, seperti kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, dan perkembangan sosial lainnya.

II. PERBANDINGAN MASYARAKAT FEUDAL DI INGGRIS DAN JEPANG

Bagian ini membandingkan dan menkontraskan masyarakat feodal di Inggris dan Jepang, meliputi persamaan dan perbedaannya dalam berbagai aspek seperti struktur sosial, sistem politik, dan peran militer. Analisis ini akan membantu mahasiswa memahami keragaman dalam bentuk-bentuk masyarakat feodal dan pengaruh faktor geografis dan budaya terhadap perkembangan sistem sosial politik. Hal ini akan meningkatkan pemahaman komparatif mereka dalam sejarah.

2.1 Persamaan dan Perbedaan Ciri-ciri Masyarakat Feudal di Inggris dan Jepang

Bagian ini akan menyajikan tabel perbandingan ciri-ciri masyarakat feodal di Inggris dan Jepang yang mencakup aspek-aspek kunci seperti struktur hierarki, hubungan antara penguasa dan rakyat, sistem ekonomi, dan peran militer. Perbandingan tersebut akan menunjukkan kesamaan dan perbedaan yang signifikan antara kedua sistem tersebut, dan akan membantu mahasiswa dalam analisis yang lebih komprehensif tentang dinamika sosial-politik pada masa feodal. Hal ini akan meningkatkan kemampuan analisis kritis mahasiswa dan pemahaman yang lebih nuanced tentang sejarah.

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah Negara Indonesia semenjak tahun 2007-an telah menempuh kebijakan yang diarahkan untuk penumbuhan kegiatan ekonomi non pertanian di kawasan perdesaan, antara lain

dipaparkan diatas dimana HAM telah mewarnai berbagai aspek kehidupan masyarakat baik secara politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Di lain sisi setiap negara pada saat ini juga

(A) masyarakat yang heterogen, kepadatan penduduk yang rendah, dan kegiatan ekonomi yang bukan agraris. (B) masyarakat yang tidak homogen, kepadatan penduduk yang tinggi,

7 pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa, adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai sesuatu