Diajukan Kepada
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)
Oleh :
Luluk Izzafatin Nafi’ah NIM : B94213072
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH JURUSAN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
ABSTRAK
Luluk Izzafatin N. 2017. Strategi Pengenalan ESQ Tour & Travel Surabaya Dengan Memanfaatkan Brand Extension.
Kata Kunci : Strategi pengenalan, Brand Extension, dan ESQ Tour & Travel.
Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi ESQ tour & travel dalam memperkenalkan produk baru kepada masyarakat dengan memanfaatkan Brand Extension?
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan triangulasi data dengan tujuan untuk menguji keabsahan data. Selanjutnya, data analisis dimulai dari memilah-milah data, menyajikan data secara keseluruhan, kemudian menarik kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh.
DAFTAR ISI
JUDUL SKRIPSI ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v
ABSTRAK ... vi
F. Sistematika Pembahasan ... 9
BAB II KAJIAN TEORITIK A. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 11
B. Kerangka Teoritik ... 13
C. Prspektif Islam ... 31
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 35
B. Lokasi Penelitian ... 35
C. Jenis dan Sumber Data ... 37
E. Teknik Pengumpulan Data ... 41
F. Teknik Validitas Data ... 42 G. Teknik Analisis Data ... 45
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umun Obyek Penelitian ... 47 B. Penyajian Data ... 53 C. Analisis Data ... 64
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 82 B. Saran dan Rekomendasi ... 82 C. Keterbatasan Penelitian ... 84
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, dan untuk mengatur suatu sumber daya manusia yang ada. Manejemen sulit didefinisikan, karena kenyataannya definisi yang diterima saat ini bersifat universal. Manajemen bisa diartikan lebih dari seni, pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang.1 Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh dalam menyelesaikan suatu pekerjaan salah satunya yaitu di perlukannya motivasi kerja dalam pencapaiaan tujuan yang telah dibentuk oleh perusahaan.
Tugas pertama dalam manajemen strategis pada umumnya adalah kompilasi dan penyebarluasan pernyataan misi. Aktivitas ini mendokumentasikan kerangka dasar organisasi dan mendefinisikan lingkup aktivitas yang hendak dijalankan oleh organisasi. Setelah itu, organisasi bersangkutan akan melakukan pemindaian lingkungan untuk membangun keselarasan dengan pernyataan misi yang telah dibuat. Strategi pembentukan adalah kombinasi dari tiga proses utama yaitu melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing. Dengan mengetahui proses pembentukan pangsa pasar, keputusan-keputusan strategi pemasaran bias menjadi optimal.2
Strategi adalah rencana lengkap untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen strategis adalah proses yang lengkap dan berkelanjutan yang
1 Hani Handoko, 1999,Manajemen, BPFE Yogyakarta,Yogyakarta,hal.2
ditujukan untuk memformulasikan strategi yang efektif.3 Strategi yang efektif
berkaitan dengan tiga persoalan organisasi yaitu : kompetensi, ruang lingkup, dan alokasi sumber daya. Sebagian besar perusahaan memiliki strategi tingkat bisnis maupun strategi tingkat korporasi. Strategi yang baik adalah yang memanfaatkan kesempatan dan kekuatan organisasi, mampu menetralisir ancaman dan menghindari atau memperbaiki kelemahan.
Merek (Brand) mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk memikat hati orang agar membeli produk atau jasa yang diwakilinya. Citra yang ditampilkan serasa bias menyihir setiap sasarannya. Keputusan pembelian pun lebih sering didasarkan pada pertimbangan merek dari pada hal-hal lain. Riset banyak dilakukan untuk merek-merek yang unggul sebagai pilihan utama dimata konsumen. Penghargaan pun diberikan kepada merek-merek unggul dari bebagai kategori produk dan jasa, yang tentu semakin menguatkan kesan benar-benar baik untuk dikonsumsi. Menjelaskan seputar merek tidak hanya sebatas mencari tahu merek yang unggul tetapi sampai pula pada esensi dari merek itu sendiri, kemudian pada perubahan merek (termasuk logo perusahaan), klaim-klaim yang dijanjikan oleh sebuah merek.
Dalam kondisi persaingan global yang super ketat saat ini setiap perusahaan harus dapat menggunakan strategi yang tepat untuk terus berupaya mempertahankan produknya untuk tetap di konsumsi konsumen atau pelanggannya, untuk itu dalam bidang pemasaran pengembangan suatu produk sangatlah penting untuk kemajuan perusahaan baik mempertahankan pangsa pasar
juga dapat memperluas pangsa pasarnya. Strategi pengembangan produk ini
dinamakan strategi Brand Extension .
Brand Extension adalah strategi yang paling populer saat ini untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori produk yang berbeda.4 Alasan penggunaan konsep ini dalam peluncuran produk baru jelas mengharapkan merek yang sudah terkenal dapat mendorong penjualan, sehingga konsumen tidak merasa asing lagi dengan produk yang baru ditawarkan tersebut. Salah satu keuntungan yang menarik dari brand extension adalah biaya yang lebih murah dalam membangun merek extension. Adalah suatu fakta bahwa membangun merek yang sama sekali baru bukanlah kegiatan dengan biaya yang murah. Mengkapitalisasi kekuatan merek yang saat ini dimiliki adalah jauh lebih murah dibandingkan dengan membangun merek baru. memperkenalkan produk baru dalam kategori produk saat ini dilayani oleh merek induk. Dalam kategori ekstensi, merek induk digunakan untuk memasuki kategori produk yang berbeda dari apa yang saat ini dilayani oleh merek induk.
Menurut Kotler dan Killer, “ minat beli konsumen adalah sebuah perilaku
konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam membeli atau memilih produk, berdasarkan pengalaman dalam memilih, menggunakan dan mengonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Perluasan merek bisa dijadikan sebagai salah satu strategi dalam memasarkan produk baru baik perusahaan nasional maupun perusahaan internasional dalam memasarkan tersebut. Dalam kaitannya brand extension, konsumen dapat lebih mudah
mengevaluasi dan menilai persepsi kecocokan dari produk yang menggunkan brand extension dengan memiliki pengetahuan tentang merek induknya.
ESQ Tours Travel adalah brand name dari PT Fajrul Ikhsan Wisata yang berdiri pada 30 Juni 2001. ESQ Tour Travel bergerak dalam bidang jasa pelayanan Tours & Travel serta umrah dan haji. ESQ Tours Travel merupakan unit usaha ESQ Leadership Center yang didirikan oleh Dr. HC Ary Ginanjar Agustian. ESQ tour travel lahir setelah ESQ Leadership center. ESQ leadership center telah berdiri sejak 16 mei 2000. ESQ leadership center telah menjadi lembaga sumber daya manusia terbesar di Indonesia. ESQ Leadership center menyelenggarakan 100 even dalam setiap bulannya dan telah menghasilkan alumni kurang lebih 10.000-15.000 orang. Sebelum alumni mengakhiri agenda training bersama ESQ Leadership center, mereka dibekali pengetahuan tentang ESQ tour travel. Dengan begitu alumni ESQ Leadership center lebih mudah dalam memperkenalkan produk ESQ tour travel kepada orang lain. ESQ Tours Travel mempunyai visi dan misi menjadi penyelenggara perjalanan terbaik di Indonesia, dengan memberikan nilai tambah dengan memusatkan semua penyediaan kebutuhan informasi dan pemesanan perjalanan bisnis, wisata, religi dan motivasi juga mengedepankan teknologi informasi sebagai andalan utama dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan pengguna jasa. Motto “Togetherness in Meaningful Journey” memiliki arti kebersamaan dalam
perjalanan yang penuh nilai dan makna.
ESQ Tours Travel didukung oleh tenaga profesional dan mempunyai sertifikat dari ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel), IATA
Penyelenggara Umrah dan Haji) yang berpengalaman dalam menangani jasa
pelayanan: Umrah, Corporate Travel Management, Series and Incentive Tours, Outward Bound, Travel document dan Travel Insurance.
Dengan konsep “one stop solution” melalui pelayanan personal touch,
e-booking, call center dan pelayanan 24 jam, ESQ Tours & Travel kini memiliki 10 kantor perwakilan yang berlokasi di Sumatera (Palembang, Padang, Pekanbaru, Medan), Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Surabaya), Bali (Denpasar), Kalimantan (Balikpapan) dan Sulawesi (Makassar). ESQ Tours Travel memadukan 3 prinsip yaitu Spiritual Happiness, Physical Happiness, Emotional Happiness sehingga setiap perjalanan akan memberikan arti yang sangat mendalam, berkesan dan tak terlupakan (Meaningful Journey). ESQ Tours Travel meraih penghargaan Rekor Bisnis (REBI) 2015 sebagai Biro Perjalanan Umrah yang pertama dengan dukungan Program Pembangunan Karakter ESQ 165 (Umrah for Character / UFC).5 Dalam sebulan ESQ Tours Travel bisa memberangkatkan jamaah umrah sekitar empat kali, setiap pemberangkatan jumlah jamaah umroh kurang lebih 45 orang.6 Meskipun harga yang ditawarkan diatas rata-rata, ESQ Tour & Travel mampu bersaing dan bisa mendapatkan jamaah dengan jumlah tidak sedikit. Hal itu dapat terjadi karena kualitas dan pelayanan nya yang diberikan.
B.Rumusan Masalah
Bagaimana strategi ESQ Tour Travel dalam memperkenalkan produk baru kepada masyarakat dengan memanfaatkan Brand Extension?
C.Tujuan
Untuk mengetahui Strategi Perluasan ESQ tour and travel dengan menggunakan brand extension
D.Manfaat
Manafaat yang diambil dari peneliti ini terbagi menjadi dua yaitu manfaat secara teoritis dan praktis. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
a. Memperluas wawasan pembaca terkait dengan keunikan strategi Brand Extension di ESQ Tour Travel Surabaya.
b. Merupakan latihan bagi penulis untuk mendefinisikan masalah Brand Extension, menganalisa situasi serta mengadakan penyelidikan dan penelitian yang bersifat formal.
2. Manfaat praktis
a. Sebagai sumbangan informasi untuk menyusun strategi perusahaan. b. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengantisipasi perkembangan
permasalahan perusahaan dibidang pemasaran khususnya Strategi
Branding yaitu Brand Extension.
E.Definisi Konsep
Sebagai pemahaman mengenai apa yang diinginkan peneliti, maka Penelitin akan mendefinisikan konsep dalam penelitian ini. Adapun pendefinisian yang dimaksud guna untuk menjadi landasan dasar dalam melakukan penelitian. a. Strategi
bagaimana cara pencapaiannya. Strategi merupakan kunci keberhasilan dalam
menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Strategi memberikan kesatuan arah bagi semua anggota organisisasi.
Menurut Pearce dan Robinson strategi mencerminkan kesadaran perusahaan mengenai bagaimana, kapan, dan di mana harus bersaing, melawan siapa dan untuk maksud apa. Strategi dibutuhkan oleh semua perusahaan dalam pencapaian suatu tujuan. Dengan adanya strategi maka yang dibuat atau yang direncanakan akan mudah untuk mencapai suatu sasaran yang diperlukan.7
b. Merek (brand)
Merek merupakan elemen penting bagi perusahaan. Merek menjadi pembeda dengan perusahaan lain. Menurut arti bahasa merek didefinisikan sebagai cap yang dipasang pada kemasan produk sebagai pengenal, kegagahan, keunggulan, mutu, dan kualitas.8 Selanjutnya menurut David Aaker menyatakan bahwa merek (brand) dapat berarti banyak bagi konsumen termasuk mengenai kualitas dan citra pengguna atau pemakai. Sedangkan menurut Keller merek diartikan sebagai serangkaian asosiasi mental yang diyakini konsumen dan menambah nilai bagi sebuah produk atau jasa. Sementara Kotler mengatakan bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau didesain, atau kombinasi dari keseluruhan yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari penjual atau sekelompok penjual, agar dapat dibedakan dari kompetitornya.9
7 Fajar laksana, 2008, manajemen pemasaran pendekatan praktis.PT Graha ilmu, jogyakarta hal
35
Dari definisi merek yang telah dikemukakan dapat diambil kesimpulan
bahwa merek merupakan alat penanda bagi produsen bisa berupa nama, logo, trademark, atau berbagai bentuk simbol lainnya yang berguna untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya
c. Brand Extension (Perluasan Merek)
Brand Extension didefinisikan sebagai situasi dimana perusahaan menggunakan merek yang sudah mapan (estabilish) sebelumnya untuk memperkenalkan produk baru. Brand Extension digunakan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan merek karena awareness dari merek yang telah terbentuk sebelumnya. Tentang pengetahuan merek yang telah dikenal sebelumnya, konsumen berpeluang untuk mengurangi resiko mengalami kinerja buruk dari produk tersebut.
Dalam Brand Extension, nama merek yang terbukti sukses dipakai untuk meluncurkan produk baru atau produk modifikasi dalam kategori produk baru. Honda misalnya, menggunakan nama perusahaannya untuk berbagai macam produk, seperti mobil, motor, mesin pemotong rumput, dan lain sebagainya.
Brand Extension memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya pangsa pasar lebih besar, efesiensi periklanan lebih besar, perusahaan lebih mudah memasuki kategori produk baru, produk lebih mudah dikenal dan ditrima konsumen. Akan tetapi, Brand Extension juga mengandung kelemahan, seperti resiko sikap negatif konsumen terhadap produk-produk lain bermerek sama jika produk baru gagal dipasaran. Nama merek tertentu bisa jadi tidak cocok untuk baru spesifik.10
d. ESQ Tour Travel
ESQ Tours Travel adalah brand name dari PT Fajrul Ikhsan Wisata yang
berdiri pada 30 Juni 2001. ESQ Tour Travel bergerak dalam bidang jasa pelayanan Tours & Travel serta umrah dan haji. ESQ Tours Travel merupakan unit usaha ESQ Leadership Center yang didirikan oleh Dr. HC Ary Ginanjar Agustian. ESQ Tours Travel mempunyai visi dan misi menjadi penyelenggara perjalanan terbaik di Indonesia, dengan memberikan nilai tambah dengan memusatkan semua penyediaan kebutuhan informasi dan pemesanan perjalanan bisnis, wisata, religi dan motivasi juga mengedepankan teknologi informasi sebagai andalan utama dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan pengguna jasa. Motto “Togetherness in Meaningful Journey” memiliki arti kebersamaan
dalam perjalanan yang penuh nilai dan makna.11
F. Sistematika Pembahasan
Pada penelitian ini, peneliti akan membagi ke dalam beberapa bab-bab, yang mana bab tersebut akan menjelaskan berbagai macam penjabaran mengenai data yang diperoleh dilapangan. Adapun bab – bab pada sistematika pembahasan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini disajikan dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui secara jelas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi konsep dan sistematika pembahasan dalam penelitian ini.
BAB II KAJIAN TEORITIK
Pada bab ini berisikan tentang kajian kepustakaan konseptual, yang meliputi : tinjauan tentang strategi pemasaran, dan bauran pemasaran. BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini membahas secara detail mengenai metode yang digunakan dalam upaya penelitian ini yang terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, tahap-tahap penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, serta teknik validitas/keabsahan data. Pembahasan ini sengaja disajikan untuk memberikan gambaran secara utuh mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Sehingga hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirancang/formulasikan pada sub bab rumusan masalah diatas.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Pada bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum ESQ Tour Travel
Surabaya, lokasi penelitian yaitu ESQ Tour Travel Surabya, Meliputi sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, sarana dan prasarana, serta penyajian data mengenai Strategi Pengenalan ESQ Tour & Travel Surabya
dan hasil penelitian sesuai dengan yang ada dilapangan. BAB V : PENUTUP.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.Penelitian Terdahulu
Pada dasarnya, suatu penelitian tidak dimulai dari awal. Akan tetapi telah terdapat penelitian penelitian lain yang mendahuluinya. Penelitian terdahulu tersebut tentunya memiliki topik yang relevan, agar dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan bagi peneliti. Begitu pula halnya dengan penelitian ini, juga terdapat berbagai penelitian terdahulu dengan topik mengenai brand extention dan brand image. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang sejenis dengan penelitian ini, antara lain:
dan Zatul Farrah
Kerangka teori merupakan teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian. Kerangka teori adalah suatu model konseptual tentang bagaimana teori yang digunakan berhubungan dengan faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah penelitian.12 Dalam hal ini peneliti mampu mendemonstrasikan, bahwa dia mampu memiliki wawasan yang luas tentang teori yang berpacu pada judul penelitian.
1. Strategi
Strategi adalah perekat yang bertujuan untuk membangun dan memberikan proposisi nilai yang konsisten dan membangun citra yang
12 Aun Falestien Faletehan, 2015, Panduan Penulisan Skripsi, Tim Penyusun dan Tata Usaha,
berbeda kepada pasar sasaran.13 Strategi merupakan bagian terpenting bagi
perusahaan. Strategi adalah pilihan tentang apa yang ingin dicapai oleh perusahaan di masa depan dan bagaimana cara pencapaiannya. Strategi merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Strategi memberikan kesatuan arah bagi semua anggota organisisasi. Strategi merupakan alat untuk mencapai suatu sasaran jangka panjang. Strategi adalah sekumpulan aktivitas yang dipilih oleh suatu perusahaan dalam rangka menghasilkan nilai – nilai pelanggan yang spesifik serta berada atau lebih baik dari pesaing.
Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Pernyataan strategi secara eksplisit merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Strategi memberikan kesatuan arah bagi semua anggota organisasi. Bila konsep strategi tidak jelas, maka keputusan yang diambil akan bersifat subyektif atau berdasarkan intuisi belaka dan mengabaikan keputusan yang lain.14
2. Promosi
a. Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu barang. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang
13
Philip Kotler,2003, Marketing Insight From A to Z, Erlangga, Jakarta, hal 191
memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai
barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan tersebut.15
b. Tujuan Promosi
Kegiatan promosi yang dilakukan berfungsi untuk menyebar luaskan informasi dan mendapatkan perhatian (attention)), menciptakan dan menumbuhkan keinginan (desire), serta mengembangkan keinginan konsumen untuk membeli produk yanag ditawarkan16. Sejumlah strategi promosi mencoba membangun permintaan primer. Sedangkan sebagian besar strategi promosi berupaya merangsang permintaan selektif yaitu keinginan untuk mendapatkan suatu merek tertentu.
Tujuan promosi mengakibatkan keinginan para konsumen untuk membeli produk atau jasa yang dihasilkan. Oleh sebab itu, harus di usahakan bagai mana mempengaruhi berfikir konsumen akhir meyakinkan pembeli. Sedangkan kata promosi harus baik dan menarik, sehingga memberi kesan bahwa pembeli tidak menghendaki produk yang lain selain dari barang yang ditawarkan kepadanya.
c. Macam-macam Promosi 1. Iklan
15
Tjiptono, Fandy. 2001. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Andi Ofset.Yogyakarta, hal : 219 16
Iklan merupakan promosi yang sangat dikenal oleh masyarakat konsumen.
Hampir setiap saat konsumen mendengar atau membaca berbagai iklan, baik di media cetak maupun di media elektronik.17 Iklan di definisikan sebagai komunikasi non personal yang dibiayai sponsor (organisasi maupun individu) melalui berbagai media. Media yang dapat digunakan meliputi: surat kabar, televisi, direc mail (katalog, brosur), radio, majalah, outdoor displays (bilboard, poster), dan lain-lain. Iklan dapat dikategorikan menjadi:
Retail advertising, yaitu iklan yang digunakan oleh pengecer untuk
mempengaruhi konsumen akhir.
Trade advertising, yaitu iklan yang dilakukan oleh konsumen untuk
mempengaruhi perantara pemasaran ; pedagang besar dan produser.
Industrial advertising ,yaitu iklan yang dilakukan produsen untuk
mempengaruhi produsen-produsen lain yang mungkin menggunakan produknya.
Intitusional advertising, yaitu periklanann yang ditujukan bukan untuk
menjual produk, namun untuk lebih memperkenalkan intitusi atau organisasi perusahaanya.
2. Personal selling,
Personal seling atau penjualan personal adalah komunikasi tatap muka langsung untuk mempromosikan barang atau jasa menemukan prospek penjualan,
17
dan memberikan layanan pasca penjualan. Tiga karakteristik khusus penjualan
personal adalah:
a). Melibatkan hubungan yang hidup, cepat, dan interaktif antara duaorang atau lebih.
b). Memungkinkan semua jenis hubungan berkembang menjadi lebih mendalam sehingga lebih mendalam sehingga meningkatkan minat pelanggan.
c). Membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengar wiraniaga dan memberikan respon balik.
3. Promosi dari Mulut ke Mulut
Promosi dari mulut kemulut terjadi jika konsumen membicarakan, baik secara negatif maupun positifnya. Menurut penelitian-penelitian yang diakukan oleh Departemen Urusan Konsumen White House Office terungkap bahwa konsumen yang tidak puas akan menceritakan pengalaman buruknya kepada sembilan orang temanya. Untuk mengurangi efek negatif dari promosi dari mulut kemulut tersebut, ada beberapa hal yang di lakukan manajemen :
Menumbuhkan cerita yang positif dengan membuat hal yang biasa menjadi
tidak biasa.
Melonggarkan kebijakan pengembalian produk, periksa produk lebih teliti
sebelum produk itu meninggalkan pabrik, gudang atau toko.
Memberikan pelayanan yang lebih dari apa yang diharapkan konsumen.
Mendengarkan keluhan konsumen dan membantu mereka menyelesaikan
masalah.
3. Merek
Merek sebenarnya adalah cermin dari janji yang diucapkan oleh produsen terhadap konsumen atas kualitas produk yang akan mereka hasilkan.18 Merek merupakan elemen penting bagi perusahaan. Merek menjadi pembeda dengan perusahaan lain. Menurut arti bahasa merek didefinisikan sebagai cap yang dipasang pada kemasan produk sebagai pengenal, kegagahan, keunggulan, mutu, dan kualitas. Para pemasar mengatakan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling penting dalam pemasaran.
Merek (Brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasi semua ini, yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan membedakan produk itu dari pesaing.19 Konsumen memandang merek sebagai bagian penting dari produk, dan penetapan merek bisa bisa menambah suatu nilai bagi sebuah produk. Penetapan merek membantu pembeli dalam banyak cara. Nama merek membantu konsumen mengenali produk yang menguntungkan mereka. Merek juga menyatakan sesuatu tentang kualitas dan konsisten produk karena pembeli selalu membeli merek yang mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan fitur, manfaat dan kualitas yang sama setiap mereka membeli. Nama merek menjadi dasar untuk membangun seluruh kisah mengenai kualitas khusus produk. Nama merek dan nama merek penjual memberikan perlindungan hukum bagi fitur produk tertentu yang tidak bisa ditiru pesaing lain.
18
Philip Kotler, 2003, Marketing Insight From A to Z. Erlangga, Jakarta, hal 10 19
Dengan demikian, sebuah merek adalah produk atau jasa penambah dimensi
yang dengan cara tertentu mendiferensiasikannya dari produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan produk yang sama.
Merek adalah salah satu atribut yang sangat penting dari sebuah produk yang penggunaannya pada saat ini sudah sangat meluas karena beberapa alasan, dimana merek suatu produk berarti memberikan nilai tambah produk tersebut. Merek adalah nama, istilah, simbol, atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual . Merek (brand) berfungsi mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penyaji dan membedakannya dari produk sejenis dari penyaji lain . Lebih dari itu, merek adalah sesuatu yang dibentuk dalam pikiran pelanggan yang memiliki kekuatan membentuk kepercayaan pelanggan.
Jika perusahaan mampu membangun merek yang kuat di pikiran pelanggan melalui strategi pemasaran yang tepat, perusahaan akan mampu membangun mereknya. Dengan demikian merek dapat memberi nilai tambah pada nilai yang ditawarkan oleh produk kepada pelanggannnya yang dinyatakan sebagai merek yang memiliki ekuitas merek . Definisi lainnya menyebutkan “Merek adalah nama,
istilah, tanda, simbol, atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing”.20 Merek
dapat juga dibagi dalam pengertian lainnya, seperti :
20
1) Brand name (nama merek) yang merupakan bagian dari yang dapat
diucapkan.
2) Brand mark (tanda merek) yang merupakan sebagian dari merek yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan, seperti lambang, desain huruf, atau warna khusus.
3) Trade mark (tanda merek dagang) yang merupakan merek atau sebagian dari merek yang dilindungi hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungi penjual dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merek ( tanda merek).
4) Copyright (hak cipta) yang merupakan hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan, menjual karya tulis, karya musik, atau karya seni. Pikiran para pelanggan dipengaruhi oleh beragam yang sampai pada angka ribuan pesan kesan dan sering berubah-ubah. Merek tidak hanya emonitor kesan-kesannya, tetapi merek juga harus menempati suatu posisi khusus dalam pikiran untuk benar-benar menjadi sebuah merek. Permasalahannya bila merek tidak mendapat tempat yang khusus atau berbeda dalam benak konsumen, maka akan memberi kesempatan bagi para pesaing untuk menempati posisi dalam benak konsumen tersebut dan merek itu menjadi kurang sejati. Oleh karena itulah maka diperlukan apa yang dinamakan dengan merek sejati.
konsumen, dan manfaat-manfaat fungsional dan emosional yang dirasakan.
Secara definitif merek sejati dapat dijelaskan sebagai internalisasi jumlah dari semua kesan yang diterima para pelanggan dan konsumen yang dihasilkan dalam sebuah posisi khusus di “pikiran” konsumen berdasarkan
manfaat-manfaat fungsional dan emosional. Cara yang paling mudah untuk membedakan merek sejati dengan merek lain adalah dengan melihatnya pada serangkaian kesatuan yang membandingkan kekhususan relatif. Jika merek menjadi khusus dalam benak konsumen, maka merek tersebut lebih mendekati definisi merek sejati. Definisi lain tentang merek dijelaskan oleh Philip Kotler dan Gary Armstrong dalam bukunya Dasar-dasar Pemasaran Principles of marketing. Menurut mereka merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari seseorang atau penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Jadi merek mengidentifikasi pembuat atau penjual dari suatu produk.21 Merek juga merupakan janji penjual untuk menyampaikan kumpulan sifat, manfaat, dan jasa spesifik secara konsisten kepada pembeli. merek dapat menyampaikan empat tingkat arti:
1) Atribut Merek akan mengingatkan orang pada pada atribut tertentu. Misalnya keawetan dan sebagainya sehingga hal ini memberikan suatu landasan pemosisian bagi atribut lain dari produk tersebut.
21 Philip Kotler dan Gary Armstrong,2007, Dasar-dasar Pemasaran Principles of marketing,
2) Manfaat Pelanggan tidak membeli atribut tetapi mereka membeli manfaat
dari produk tersebut. Oleh karena itu atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.
3) Nilai Merek juga mencerminkan sesuatu mengenai nilai-nilai pembeli. Misalnya saja menilai prestasi, keamanan, dan prestise tinggi suatu produk.
4) Kepribadian. Merek menggambarkan kepribadian.
Merek akan menarik orang yang gambaran sebenarnya dan citra dirinya cocok dengan citra merek. Merek menjadi tanda pengenal bagi penjual atau pembuat suatu produk atau jasa. Durianto menyebutkan bahwa merek lebih dari sekedar jaminan kualitas kerena di dalamnya tercakup enam pengertian sebagai berikut :
1) Atribut, yaitu suatu merek dapat mengingatkan pada atribut-atribut tertentu seperti kualitas, gengsi, nilai jual kembali, desain, dan lainlain.
2) Manfaat, dimana atribut-atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. Meskipun suatu merek membawa sejumlah atribut, konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut.
3) Nilai, yaitu suatu merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsennya.
4) Budaya, yaitu suatu merek mungkin juga melambangkan budaya tertentu.
6) Pemakai, yaitu suatu merek menyiratkan jenis konsumen yang membeli
atau menggunakan suatu produk. Suatu merek memiliki daya tarik tertentu dalam menarik konsumen. Merek mewakili perusahaan untuk selalu melakasanakan fungsi berharga bagi perusahaan, merek menyederhanakan penanganan atau penelusuran produk, merek membantu catatan persediaan dan catatan akutansi, merek juga menawarkan perlindungan hukum untuk menjaga fitur aspek-aspek unik dalam produk melalui nama dagang terdaftar. Perusahaan juga harus senantiasa menjaga citra merek, untuk mendapatkan loyalitas konsumen, karena merek menandakan tingkat kualitas tertentu. Loyalitas merek memberikan tingkat permintaan yang aman yang dapat diperkirakan oleh perusahaan dan menciptakan penghalang yang mempersulit kompetitor untuk memasuki pasar.
Meskipun pesaing dapat meniru proses manufaktur dan desain produk, namun mereka tidak dapat dengan mudah menyesuaikan kesan yang tertinggal lama di pikiran orang dan organisasi selama bertahun tahun melalui pengalaman produk dan kegiatan pemasaran. Artinya penetapan merek dapat menjadi alat yang berguna untuk mengamankan keunggulan kompetitif.22 Elemen merek (brand element) itu sendiri adalah alat pemberi nama dagang yang mengidentifikasikan dan mendifferensiasikan merek. Sebagian besar merek kuat menerapkan berbagai elemen merek. Uji kemampuan pembangunan merek dari elemen-elemen ini adalah apa yang
dipikirkan atau dirasakan konsumen terhadap merek jika hanya elemen
merek yang mereka ketahui.
Elemen merek yang memberikan kontribusi positif pada kekuatan merek dengan memperlihatkan asosiasi atau respons nilai tertentu. Berikut adalah kriteria utama dalam memilih elemen-elemen merek:
1) Dapat diingat, seberapa mudah elemen merek itu dapat diingat dan dikenali 2) Berarti, apakah elemen merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang berhubungan dengannya, dan apakah elemen merek itu menyiratkan sesuatu tentang bahan produk atau tipe orang yang mungkin menggunakan merek.
3) Dapat disukai, seberapa menarik estetika elemen merek dan apakah elemen merek itu dapat disukai secara visual, verbal, dan cara yang lain.
4) Dapat ditransfer, apakah elemen merek yang digunakan untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda, apakah elemen merek itu menambah ekuitas merek melintasi batas geografis dan segmen pasar.
5) Dapat disesuaikan, seberapa mudah elemen merek itu disesuaikan dan diperbarui.
Elemen merek dapat memainkan sejumlah peran pembangunan
merek. Jika konsumen tidak memeriksa banyak informasi dalam mengambil keputusan produk mereka, elemen merek seharusnya mudah dikenali dan diingat serta bersifat deskriptif dan persuasif. Keramahan dan daya tarik elemen merek juga dapat memainkan peran penting dalam kesadaran dan asosiasi yang mengarah ke ekuitas merek. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan fitur, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek terbaik akan memberikan jaminan kualitas. Namun pemberian nama atau merek pada suatu produk hendaknya tidak hanya merupakan suatu simbol, karena merek memiliki enam tingkat pengertian . Selama ini, sebuah merek merupakan identitas kuat untuk mengusung suatu produk ke dalam jajaran segmentasi pasar yang dibidik. Merek menjadi satu penanda yang merekat erat terhadap produk yang disandangnya. Suatu produk barang maupun jasa tidak akan dapat terdistribusi dan terpasarkan dengan baik apabila tidak memiliki suatu identitas yang jelas yang diwakili dengan adanya merek. Dengan adanya merek yang kuat akan mempermudah proses konsumsi oleh konsumen.
3. Perluasaan Merek (Brand Extension)
Brand Extension didefinisikan sebagai situasi dimana perusahaan menggunakan merek yang sudah mapan (estabilish) sebelumnya untuk memperkenalkan produk baru.23 Brand Extension digunakan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan merek karena awareness dari merek
23
yang telah terbentuk sebelumnya. Tentang pengetahuan merek yang telah
dikenal sebelumnya, konsumen berpeluang untuk mengurangi resiko mengalami kinerja buruk dari produk tersebut.
Dalam Brand Extension, nama merek yang terbukti sukses dipakai untuk meluncurkan produk baru atau produk modifikasi dalam kategori produk baru. Honda misalnya, menggunakan nama perusahaannya untuk berbagai macam produk, seperti mobil, motor, mesin pemotong rumput, dan lain sebagainya. Brand Extension memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya pangsa pasar lebih besar, efesiensi periklanan lebih besar, perusahaan lebih mudah memasuki kategori produk baru, produk lebih mudah dikenal dan ditrima konsumen. Akan tetapi, Brand Extension juga mengandung kelemahan, seperti resiko sikap negatif konsumen terhadap produk-produk lain bermerek sama jika produk baru gagal dipasaran. Nama merek tertentu bisa jadi tidak cocok untuk baru spesifik.
Salah satu keuntungan yang menarik dari brand extension adalah biaya yang lebih murah dalam membangun merek extension.24 Adalah suatu fakta bahwa membangun merek yang sama sekali baru bukanlah kegiatan dengan biaya yang murah. Mengkapitalisasi kekuatan merek yang saat ini dimiliki adalah jauh lebih murah dibandingkan dengan membangun merek baru. Dan kerugian dari Brand Extension yaitu pengaambilan keputusan itu sangat berisiko lebih besar.25
24 Khoiriah, Siti. (2008). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Brand Extension
Sebagai Strategi Pengembangan Produk Baru. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 8 (2), hal 113- 122 25
Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Aaker,
Keller dan Hem Lief, menyebutkan bahwa factor yang menjadi tantangan dari ekuitas merek adalah membandingkan kategori produk baru dengan produk lama (parent brand). Artinya semakin besar kesesuaian persepsi antara merek awal dengan brand extension, maka akan semakin besar pengaruh yang ditimbulkan oleh merek awal terhadap merek perluasannya. Dengan demikian, perusahaan yang ingin memindahkan nama merek, harus meneliti seberapa baikkah asosiasi merek sesuai dengan produk baru. Hasil yang terbaik akan terlihat apabila nama merek menciptakan penjualan dari produk baru dan produk yang ada. Suatu hasil dapat diterima apabila produk baru terjual dengan baik tanpa mempengaruhi penjualan dari produk yang ada dan hasil yang terburuk adalah dimana produk baru gagal dan mencederai penjualan yang sudah ada.26
Menurut Boyd menyatakan pada dasarnya Brand Extension melibatkan penggunaan nama merek yang telah mantap pada suatu kelas produk sebagai alat untuk masuk ke kelas produk yang lainnya. Brand Extension merupakan strategi alamiah bagi perusahaan yang sedang tumbuh dan mengeksploitasi asetnya.27
Brand Extension dapat dilakukan dengan cara menggunkan aset tersebut untuk penetrasi pada kategori produk baru atau memberi lisensinya kepada produk lain atau mengakuisisi sebuah perusahaan yang mempunyai merek yang bisa dijadikan landasan bagi perusahaan. Menurut Boyd Brand Extension secara
umum dapat dibedakan berdasarkan 2 bagian yaitu perluasaan lini dan perluasan
kategori28:
a. Perluasan lini (line extension) Perluasan lini artinya perusahaan membuat produk baru dengan menggunakan merek lama yang terdapat pada merek induk. Meskipun target market produk yang baru tersebut berbeda, tetapi kategori produknya sudah dilayani oleh merek induk (atau merek yang lama).
b. Perluasan kategori (category extention) Perluasan kategori artinya, perusahaan tetap menggunkan merek induk yang lama untuk memasuki kategori produk yang sama sekali berbeda dari yang dilayani oleh merek induk sekarang.
Menurut Aaker dalam jurnal yang ditulis oleh Fajrianti strategi Brand Extension membutuhkan 3 tahap,29 yaitu:
a. Mengidentifikasi asosiasi-asosiasi merek.
b. Mengidentifikasi produk-produk yang berkaitan dengan asosiasi-asosiasi tersebut.
c. Memiliki calon yang terbaik dari daftar produk tersebut untuk dilakukan uji konsep dan pengembangan produk baru.
Keunggulan dari Brand Extension:
a. Mengurangi persepsi resiko ditolaknya produk tersebut oleh pelanggan. b. Memanfaatkan kemudahan saluran distribusi yang sudah ada.
c. Meningkatkan efisiensi biaya promosi.
d. Mengurangi biaya perkenalan produk serta program tindak lanjut pemasaran.
28
Boyd, 2000, strategi Perluasan merek, Gramedia Pustaka Utama, jakarta , hal 280
29 Fajrianti dan Zatul Farrah, 2005, Strategi perluasan merek dan loyalitas konsumen. Fakultas
e. Mengurangi biaya pengembangan produk baru.
f. Meningkatkan efisiensi desain logo dan kemasan. g. Menyediakan variasi pilihan produk kepada pelanggan.
Kelemahan dari Brand Extension antara lain:
a. Dapat membingungkan pelanggan dalam memilih produk mana yang paling baik.
b. Retail cenderung beranggapan bahwa perluasan lini semata-mata merupakan me-too product, yaitu semata-mata merupakan fotokopi dari merek yang sudah ada, sehingga mereka tidak perlu menyimpan stok produk tersebut.
c. Dapat merusak merek induk yang sudah ada.
d. Seandainya produk baru dengan perluasan lini tersebut sukses di pasar, ada kemungkinan ia memakan merek induk yang sudah ada. Penyebabnya adalah konsumen produk yang sudah ada beralih ke poroduk baru.
e. Kerugian lain dari Brand Extension adalah merek tersebut menurun kekuatannya. Merek yang sebelumnya memiliki fokus ke salah satu strategi, akibat adanya Brand Extension, menjadi memiliki bermacammacam kategori sehingga tidak memiliki identitas yang jelas.
g. Seandainya Brand Extension tersebut dilakukan besar-besaran, sehingga
merek tersebut menjadi tidak terkontrol dan mudah dipalsukan.
Hal ini akan menyebabkan menurunnya persepsi terhadap merek tersebut. Berikut ini merupakan dimensi dari Brand Extension menurut Bob Foster 30yaitu:
a. Pengetahuan Merek Induk (Reputasi) Pengetahuan konsumen tentang merek dibutuhkan untuk mengevaluasi merek tersebut. Dalam kaitannya dengan brand extention, konsumen dapat lebih mudah mengevaluasi dan menilai persepsi kecocokan dari produk yang menggunakan brand extention dengan memiliki pengetahuan tentang merek induknya. Secara umum pengetahuan merek dapat beruba brand awareness.
b. Persepsi Kualitas (Perceived Quality) Perceived quality didefinisikan sebagai gambaran umum dari penilain konsumen tentang keunggulan atau kesempurnaan dari suatu produk dan dalam level tertentu dapat dibandingkan dengan atribut tertentu dari produk.
Konsumen menilai kualitas dari suatu produk berdasarkan berbagai informasi yang didapatkannya baik melalui pengalaman menggunakan produk itu sendiri, iklan, informasi dari orang lain. Adapun indikator yang terdapat dalam dimensi ini yaitu:
1) Performance (kinerja) merupakan karakteristik operasi pokok dari produk yang dibeli.
2) Features (fitur/ciri-ciri tambahan) yaitu karakteristik
sekunder atau pelengkap.
3) Appearances (penampilan) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalnya bentuk fisik yang menarik, model/desain yang artistic, warna, dsb.
C. Perluasan Merek ( Brand Extension ) dalam Prespektif Islam
Islam tidak mengharuskan setiap ilmu pengetahuan bersumber dari
Aqidah Islam. Karena memang pada kenyataannya tidaklah semua ilmu
pengetahuan berpangkal dari aqidah Islam. Namun demikian, setiap ilmu
pengetahuan yang setiap ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan keimanan
dan hukum harus bersumber dari aqidah Islam, karena aqidah muncul dengan
membawa dua unsur ini, yakni keimanan dan hukum.
Meletakkan aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan selain menyangkut dua hal di atas juga dimaksudkan agar aqidah Islam dijadikan sebagai standar penilaian strategis, sehingga bukan standar operasional terukur belaka. Artinya, gagasan apapun yang bertentangan dengan aqidah Islam tidak boleh diambil apalagi diyakini. Brand atau merek adalah suatu identitas terhadap produk atau jasa perusahaan. Brand mencerminkan value yang diberikan perusahaan terhadap konsumen.31
Syariat islam memerintahkan agar bersikap amanah dalam menyandarkan suatu perkataan atau perbuatan kepada pelakunya. Sehingga islam mengharamkan seseorang mengklaim suatu perkataan, usaha dan karya orang
lain sebagai miliknya atau sebagai milik orang lain yang bukan pemilik aslinya
dengan maksud menghilangkan hak-hak pemiliknya. Islam menjadikan tindakan ini sebagai kebohongan yang pelakunya berhak mendapatkan hukuman. Disisi lain, islam juga menghormati hak penguasaan lebih dahulu lebih dahulu terhadap sesuatu, dan menjadikan orang yang menguasainya lebih awal lebih berhak dari orang lain. Diriwayatkan dari Asmar Bin Mudarris R.A, ia berkata, “saya mendatangi Rosulullah dan berbaiat kepada beliau. Lalu
beliau bersabda,
ُ هَل
َُو َف
ُ مِ ْس م
ُِهْيَلِإ
ُ هْقِ ْسَي
ُْمَل
اَم
ىَلِإ
َُقَ َس
ُْنَم
Artinya : “barang siapa menguasai sesuatu sebelum muslim yang lain,
maka sesuatu tersebut menjadi miliknya.“ (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan, sebagaimana dikatakan oleh Hafiz Ibnu Hajar dalam al-ishabah).
Disamping itu, usaha dan harta yang dikeluarkan para pemilik merek dagang untuk mrndapatkannya, menjadikan pemalsuan orang lain terhadapnya sebagai suatu kedzoliman karena dia telah memakan harta orang lain dan menyia-nyiakan usahanya dengan cara yang tidak benar dan merugikan. Allah SWT berfirman,
ُْم ْنِم
ُ ضاَ َت
ُ َ اَجِت
ُْنَع
َُ و َت
ُْ َأ
َُِّإ
ُِلِطاَ ْلاِب
ُْم َنْيَب
ُْم َلاَوْمَأ
او كْأَت
َُّ
او نَمآ
َُنيِ َلا
اَ يَأ
اَي
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan suka sama suka diantara
kamu.” (An-nisa’ : 29)
ُُ ْنِمُا قيِ َفُاو كْأَتِلُِ اَ حْلاُىَلِإُاَ ِبُاو لْد تَ ُِلِطاَ ْلاِبُْم َنْيَبُْم َلاَوْمَأُاو كْأَتُ ََّ
َُ و َ ْعَت
ُْم تْنَأَ ُِمْثِ ْْاِبُِساَنلاُِ اَوْمَأ
Artinya: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)
harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
(Al-Baqarah: 188)
Mengomentari ayat ini, Al-Qurthubi dalam tafsirnya berkata, “ ayat ini di tujukan kepada seluruh umat Muhammad SAW.” Dengan demikian maksud ayat
ini adalah janganlah seseorang diantara kalian memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar. Termasuk di dalamnya kegiatan perjudian, menipu, merampas, menolak kewajiban menunaikan hak orang, mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak direlakan oleh pemiliknya, atau dibolehkan oleh pemiliknya tapi diharamkan oleh syariat, seperti upah perbuatan zina dan perdukunan, juga biaya pembelian atau penjualan minuman keras, babi dan lain sebagainya.
Penggunaan merek dagang tertentu oleh orang lain tanpa seizin pemiliknya merupakan tindakan pengelabuhan bahwa orang itu telah mendapatkan hak untuk menggunkannya. Hal itu juga merupakan klaim dusta bahwa dia telah memiliki sesuatu yang bukan miliknya. Diriwayatkan dari Asma’ Binti Abu Bakar RA.
Bahwa Nabi SAW bersabda,
Artinya :”Orang yang mengaku-ngaku memiliki sesuatu padahal ia tidak
memilikinya bagaikan orang yang memakai pakaian dusta.” (Muttafaqun
Alaih)
Tindakan itu juga merupakan penipuan terhadap masyarakat. Rosulullah SAW bersabda sebagaiman diriwayatkan oleh Abu Hurairoh RA
اَنِم
َُسْيَ َف
اَن
َُشَغ
ُْنَم
Artinya : “Barang siapa yang menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan
kami.” (HR. Muslim).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti ingin menggambarkan secara jelas tentang obyek penelitian. Analisa dari pendekatan kualitatif bersifat deskriptif.
Jenis penelitian kualitatif yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Berdasarkan observasi peneliti yang berada di ESQ Tour & Travel Surabaya .
B. Lokasi Peneltian
ESQ Tours Travel atau dengan nama brand ESQ Halal Holidays, memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah dan perjalanan spriritual lainnya. ESQ Tours Travel mengedepankan pelayanan yang prima, fasilitas yang sangat baik dan program-program yang berkualitas. ESQ Tours Travel menjadikan perjalanan Anda lebih bermakna sesuai dengan moto kami “MEANINGFUL JOURNEY” diantaranya pemaknaan-pemaknaan yang disampaikan oleh pembimbing atau trainer yang berpengalaman yang memiliki lisensi ESQ
Agustian. JL. Raya Ketintang No. 209E (sebelah Royal Plaza)Surabaya
60243
tampilan lokasi ESQ Tour Travel dalam google maps:
Gambar 3.1
Lokasi Kantor ESQ Tour&Travel Surabaya
Gambar 3.1 Peta Google maps lokasi ESQ Tour Travel Surabaya
informasi seputar ESQ Tour Travel. ESQ Tour Travel Surabaya memiliki
letak yang strategis, yaitu ada di belakang Mall Royal Surabaya, sehingga sangat gampang untuk menemukan nya. ESQ Tour Travel juga berperan aktif dalam mengikuti perkembangan kemajuan teknologi IT. Bagi
browser yang ingin mengetahui perkembangan yayasan pesantren Mukmin Mandiri bisa melihat di website www.esqtour.com.
C. Jenis dan Sumber Data
Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian:
1. Jenis data terbagi menjadi data primer dan data sekunder:
a. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama yaitu individu atau perseorangan yang membutuhkan pengelolaan lebih lanjut. Seluruh narasumber berposisi sebagai data primer dengan teknik snowball sampling. Teknik snowball sampling adalah suatu pendekatan untuk menemukan informan-informan kunci yang memiliki banyak informasi.
b. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan darisuatu sumber yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku,
2. Sumber data diperoleh dari narasumber sebagai berikut:
Table 3.1.
Rincian sumber data sebagai informan
No. Peranan
2. Admin sekaligus Telemarketing (ESQ Tour Travel Surabaya)
3. Trainer sekaligus Pemandu Umroh dan Haji (ESQ Tour Travel Surabaya)
4. Asisten Trainer dan Event Support (ESQ Tour Travel Surabaya)
5. Dua orang Alumni Umroh Haji (ESQ Tour Travel Surabaya)
D. Tahap-tahap Penelitian
Tahap-tahap peneliti dalam melakukan penelitian ini terdiri dari beberapa tahap. Peneliti segera membuat matrik. Setelah itu, peneliti menyegerakan membuat proposal skripsi. Proposal skripsi disetujui oleh dosen dosen pembimbing dan siap diujikan. Selanjutnya, peneliti meminta surat izin penelitian kepada staf program studi manajemen dakwah dan ditanda tangani oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk diserahkan kepada ESQ Tour Travel Surabaya. Sebelum menuju ke lokasi obyek penelitian, peneliti mempersiapkan lembar wawancara, peralatan tulis, serta handphone. peneliti
Dalam tahapan penelitian ini agar peneliti lebih sistematis dalam menyusun penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan penelitian:
1. Mencari Potensi dan Masalah
memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah adalah penyimpangan antara
yang diharapkan dengan yang terjadi.”38
Setelah peneliti melakukan beberapa pencarian kajian yang mendalam mengenai relevansi dakwah pada organisasi militer. Akhirnya, peneliti menemukan relevansi dakwah berada di pembinaan mental. Kemudian peneliti mencari penelitian terdahulu terkait dengan pembinaan mental.
2. Mengumpulkan Informasi
Menurut Sugiyono, setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan update selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Metode yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai.
Sebagai salah satu Operator Umroh Haji terbaik tahun 2016, peneliti mengamati permasalahan serta hal berkaitan dengan Umroh dan haji. Asumsi-asumsi sementara yang muncul ditanyakan lebih lanjut ke Pimpinan Cabang ESQ Tour yang ada di Surabaya. Dari sini, asumsi-asumsi didapat yaitu beberapa keistimewaan umroh haji yang berbeda dengan lemabaga lain nya.
3. Mengurus Perizinan Penelitian
38 Sugiono, 2014, Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D, bandung : Alfabeta, hal
Dalam mengurus perizinan peneliti memulai meminta surat ijin kepada
pihak prodi Manajemen Dakwah, kemudian kepada Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Kemudian surat izin tersebut dilanjutkan kepada Pimpinan Cabang ESQ Tour Travel Surabaya.
Peneliti menanti surat balasan dari Pimpinan Cabang terkait perizinan. Perizinan dalam arahan dari Pimpinan, menyebutkan bahwa peneliti dibimbing oleh Telemarketing. Selaras yang menjadi informan kunci yaitu Pimpinan Cabang ESQ Tour Travel Surabaya.
4. Menentukan Metode dan Menyusun Desain Penelitian
Setelah terdapat tema kemudian peneliti menentukan metode penelitian. Karena objek penelitian adalah pembentukan dan mempertahankan budaya organisasi, maka metode yang ingin peneliti gunakan adalah metode kualitatif. Yaitu metodologi penelitian yang membahas konsep teoritik bagaimana membentuk dan mempertahankan budaya organisasi.
Sedangkan desain penelitian adalah rancangan, pedoman, ataupun acuan yang akan dilakukan dalam penelitian. Desain penelitian ini diformat dalam bentuk proposal yang bersifat mendekati komprehensif dari keseluruhan kerja penelitian.
Dalam tahap ini peneliti secara aktif mengumpulkan data penelitian
dengan menggunakan teknik-teknik pengumpulan data yang sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen.
6. Klasifikasi Data
Dalam penelitian ini tahapan selanjutnya adalah melakukan klasifikasi data. Tahap ini adalah proses pengelompokkan data yang sudah tersedia untuk diidentifikasi mana yang perlu untuk digunakan dan mana yang harus ditinggalkan. Data yang dianggap penting dan sesuai maka dimasukkan dalam penelitian dan data yang tidak penting dihapus oleh peneliti.
7. Analisis Data
Pada tahapan ini peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dari ESQ Tour Travel dengan metode yang telah ditentukan sebelumnya.
8. Penyusunan Laporan Penelitian
Langkah terakhir adalah menyusun laporan penelitian untuk diujikan, dievaluasi kemudian direvisi jika terdapat kekurangan dan kesalahan. Ini adalah tahap terakhir dari penelitian yang telah dilakukan.
Sebagai langkah peneliti untuk memudahkan pencarian data, peneliti
menggunakan teknik pengumpulan data sebagaimana berikut:
1. Observasi
Observasi melibatkan mungkin terjadi dalam pengaturan alam dan melibatkan peneliti mencatat dan deskriptif tentang apa yang terjadi serta peneliti turut hadir dalam prosesi tersebut. Peneliti menggunakan jenis observasi paritispatif dengan dimensi partisipasi moderat dengan peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian, serta peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar guna untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik penelitian yang paling sosiologis dari semua teknik-teknik penelitian sosial.Peneliti akan menggunakan wawancara terarah dengan wawancara bebas tetapi tetap tidak lepas dari pokok permasalahan yang akan ditanyakan responden dan telah dipersiapkan sebelumnya oleh pewawancara.
3. Dokumen
macam. Tidak hanya dokumen resmi, akan tetapi juga dapat berupa buku
harian, surat pribadi, laporan, catatan khusus dalam pekerjaan, arsip dan dokumen lainnya.
F. Teknik Validitas Data
Pada penelitian kualitatif, tingkat keabsahan lebih ditekankan pada data yang diperoleh. Melihat hal tersebut, maka kepercayaan data hasil penelitian dapat dikatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan sebuah penelitian.
Data yang valid dapat diperoleh dengan melakukan uji kredibilitas terhadap data hasil penelitian sesuai dengan prosedur uji kredibilitas data dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini tidak semua tahap dalam uji kredibilitas diambil oleh peneliti, tetapi hanya yang berpengaruh bagi kelancaran peneltian seperti dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.39
1. Triangulasi
Ini merupakan teknik yang mencari pertemuan pada satu titik tengah informasi dari data yang terkumpul guna pengecekan dan pembanding terhadap data yang telah ada. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik
a. Triangulasi Sumber. Menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dan
dikategorisasikan sesuai dengan apa yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Peneliti akan melakukan pemilihan data yang sama dan data yang berbeda untuk dianalisis lebih lanjut. Dalam triangulasi sumber, peneliti akan melakukan pengecekan data terdahap data yang telah didapatkan dari informan setelah itu dideskripsikan dan juga dikategorisasikan.
b. Triangulasi Teknik. Pengujian ini dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, misalnya dengan melakukan observasi, wawancara, atau dokumentasi. Apabila terdapat hasil yang berbeda, maka peneliti melakukan konfirmasi kepada sumber data guna memperoleh data yang dianggap benar.40
Contoh Triangulasi yaitu seperti berikut :
Saya melakukan wawancara pada narasumber satu, kemudian untuk keabsahan data, saya wawancara lagi dengan narasumber dua. Jika data yang saya peroleh dari kedua narasumber tersebut sama, berarti data yang saya peroleh sudah valid.
Pemaparan mengenai uji kredibilitas telah dijelaskan secara gamblang. Pengujian kredibilitas yang akan dilakukan oleh peneliti terhadap perolehan data yang ditemukan di lapangan dapat mengikuti langkah-langkah yang telah diuraikan sebelumnya. Peneliti dapat
mengambil cara pengujian kredibilitas baik secara keseluruhan maupun
hanya menggunakan beberapa tahap pengujian yang telah dipaparkan. Peneliti lebih memilih menggunakan uji kredibilitas karena dalam penggunaan uji kredibilitas peneliti akan mendapatkan data yang diinginkan dan juga data yang valid.
G. Teknik Analisis Data
Dalam menganalisis data penelitian kualitatif, berarti proses mensistematiskan apa yang sedang diteliti dan mengatur hasil wawancara seperti apa yang dilakukan dan dipahami agar peneliti bisa menyajikan apa yang didapatkan pada orang lain. Tujuan utama analisis data dalam penelitian kualitatif adalah mencari makna dibalik data, melalui pengakuan subyek pelakunya.Dalam hal ini peneliti akan menggunakan teknik analisis oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono sebagaimana berikut:
1. Data Reduction
Data reduction adalah data yang mengacu pada proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, abstrak, dan mengubah data yang muncul ditulis lapangan catatan atau transkripsi.Tahap ini merupakan upaya peneliti menulis catatan-catatan yang menyangkut penelitian. Pada tahap ini, peneliti menyajikan pada penyajian data untuk menjadikan data tersebut sebagai cikal bakal menjawab rumusan masalah.
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adala mendisplay data. Data display adalah menggambarkan tampilan data yang terorganisir, penyusunan informasi yang memungkinkan penarikan kesimpulan dan tindakan.Pada tahap ini peneliti lebih memperkecil area pembahasan dalam bab analisa data. Analisa data didapat dengan merokunstruksi teori dengan data yang ada. Sehingga data yang disajikan sudah teridentifikasi melalui teori dalam kajian teoritik.
3. Conclusion Drawing/Verification
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Peninjauan akhir pada tahap ini berada pada kesimpulan dari hasil penelitian. Kesimpulan mengandung jawaban atas rumusan masalah, sehingga jawaban serta uraian padat, jelas, dan singkat. 41
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dari hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan Strategi Pengenalan yang digunakan ESQ yaitu :
1. Promosi
Promosi yang digunakan dengan cara memanfaatkan alumni, sistem corporate, dan sosial media.
2. Brand Extension
Pemanfaatan Brand Extension yang dilakukan kepada konsumen antara lain : repeat order dan kepuasan konsumen.
B. Saran dan Rekomendasi
Saran yang ditulis penulis ini semoga dapat memberikan masukan yang membangun, berguna dan menjadi motivasi bagi PT ESQ Tour Travel untuk lebih meningkatkan kemajuan perusahaan dalam penilaian brand
perusahaan dimata masyarakat, sehingga dapat merekrut jamaah dan pelanggan dengan pelayanan, bimbingan,motivasi, serta perlindungan yang berkualitas.
Adapun saran-saran yang penulis tulis untuk ESQ tour travel sebagai berikut:
meningkat dari tahun ketahun. Serta dalam hal pengelolaan strategi,
tenaga kerja yang berkualitas dan berkompeten akan mampu memperhatikan dan mengoptimalkan pengenalan strategi pemasaran. 2. ESQ tour travel agar lebih mengoptimalkan sosialisasi
program-program umroh pada media cetak maupun elektronik. Tidak hanay itu, ESQ tour travel bisa lebih banyak mengikuti pameran dengan memberikan penawaran khusus untuk para jamaah umroh maupun haji.
3. Adanya pengembangan dan pembaharuan program ESQ tour travel dengan memperhatikan kondisi para calon jamaah umroh dan haji. Dari mulai kelas bawah sampai kelas atas. ESQ tour travel dapat memberikan paket atau penawaran yang sesuai dengan kemampuan calon jamaah.
C. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan utama dalam penelitian ini adalah kurangnya informasi dan data tentang teknis dan kurang memberikan gambaran secara terbuka, sehingga peneliti terkendala saat pencarian data dilapangan.
Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk peneliti berikutnya diharapkan dapat mengeksplor lebih banyak lagi data tentang
DAFTAR PUSTAKA
Hani Handoko, 1999,Manajemen, BPFE Yogyakarta,Yogyakarta,
Handi Irawan,2003, Winning Strategy, PT. Gramedia pustaka utama, Jakarta, Ricky w. Griffin,2004, manajemen strategis,Erlangga, Jakarta,
Esqgroup.co.id/portfolio-item/esq-tour-travel,2000. www.esqtours.com
Fajar laksana, 2008, manajemen pemasaran pendekatan praktis.PT Graha ilmu, jogyakarta Siswanto sutojo,1998, kerangka dasar manajemen pemasaran, PT Dharma aksara
Fandy tjipto, strategy pemasaran, CV. Andi offset, Yogyakarta
Freddy, 2002, The Power of Brands, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama Esqtours.com/halal-holyday
Aun Falestien Faletehan, 2015, Panduan Penulisan Skripsi, Tim Penyusun dan Tata Usaha, Surabaya
Philip Kotler, 2003, Marketing Insight From A to Z, Erlangga, Jakarta
Husein Umar 1999, Riset Strategi Perusahaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Umar Husein, 2000, Business an introduction, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Napa J awwat. 1989. Manajemen Strategi. Yogyakarta : Liberty Yogyakarta Ika Dewi Damayanti. Strategi Alternatif dan Pemilihan Strategi. Diakses dari
https:id.scribd.com/doc/Alternatif-Dan-Pemilihan-Strategi ,2017
Rieke Kurniasari Lukito dan Roni H. Mustamu, 2013. Analisis Strategi Bersaing Pada Distributor Gula di Indonesia. Progam Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra. Vol I No 1
Philip Kotler dan Gary Armstrong,2007, Dasar-dasar Pemasaran Principles of marketing, Gramedia Pustaka Utama, jakarta,
Kotler, 1997, The American Marketing Asspciation
Kotler, 2010, elementasi merek, Gramedia Pustaka Utama, jakarta
Aaker, David. A. 1997. Manajemen Ekuitas Merek. Jakarta: Penerbit Mitra Utama Boyd, 2000, strategi Perluasan merek, Gramedia Pustaka Utama, jakarta
Khoiriyah, Siti, 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi kesuksesan Brand Extension Sebagai pengembangan Produk Baru. Jurnal Bisnis dan Manajemen . Vol 8 No 2
Aaker, David A.1997. Manajemen Ekuitas Merek. Jakarta : Penerbit Mitra Utama http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/fullchapter/06410072-yanti-mayangsari.ps.
Jam11.45/19/06/12.
Fajrianti dan Zatul Farrah, 2005, Strategi Perluasan Merek dan Loyalitas Konsumen. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga . Insan Vol 7 no 3 Bob Fister,2008. Manajemen Ritel. Bandung. Cv Alfabeta
Hermawan Kertajaya dan Sakir Sula, Op. Cit
Sugiono, 2014. Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta