• Tidak ada hasil yang ditemukan

B1J010216 16.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "B1J010216 16."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

22 Lampiran 1. Spesifikasi peralatan dan bahan

SPESIFIKASI PERALATAN

No. Nama Alat Merek/Tipe Kegunaan Tempat

1.

Tempat pembuatan media Menganalisa kandungan bijih emas (Au) dalam media kultur mikroba

Menimbang sampel daun dan tanah

Mengeringkan sampel Mengambil larutan dengan volume yang telah

diketahui

Mengambil larutan tanpa diketahui volumenya Mendestruksi sampel Tempat sampel yang akan didestruksi

Mengabukan sampel Tempat untuk menyimpan sampel yang telah

didestruksi

Menyaring sampel daun yang telah didestruksi Dokumentasi

Menyimpan sampel Tempat mencampurkan larutan

Tempat pengenceran Mendingin sampel yang sudah dioven.

Mengambil sampel tanah Tempat untuk membawa sampel ke laboratorium Pengukur pH

Memanaskan sampel dan menghomogenkan larutan

No. Nama Bahan Spesifikasi Kegunaan

1.

Meningkatkan kemampuan oksidasi dan meningkatkan kinerja disolusi dari HNO3

memutuskan ikatan organologam menjadi anorganik

pengenceran fltrat agar tidak terlalu pekat Menyaring filtrat

(2)

23

Lampiran 2. Denah Lokasi Pengambilan Sampel Daun Tanaman dan Tanah.

1. Peta TPA Gunung Tugel Purwokerto (wikimapia, 2014)

Titik koordinat 7°28'2"S dan 109°14'23"E

2. Titik Pengambilan Sampel Tanah dan Tanaman

TPA Gunung Tugel

Labu Bayam

Kangkung Talas

(3)

25

bayam dikonsumsi bagian daun dan batangnya. Ada juga yang memanfaatkan biji atau akarnya sebagai tepung, obat, bahan kecantikan, dan lain-lain (Yusni & Nurudin 2001).

Klasifikasi tanaman Bayam adalah sebagai berikut: Kingdom: Plantae

Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae Genus: Amaranthus

Spesies: Amaranthus spp. (Plantamor, 2012).

Tanaman bayam sangat mudah dikenali, yaitu berupa perdu yang tumbuh tegak, batangnya tebal berserat dan ada beberapa jenisnya mempunyai duri. Daunnya biasa tebal atau tipis, besar atau kecil, berwarna hijau atau ungu kemerahan (pada jenis bayam merah). Bunganya berbentuk pecut, muncul di pucuk tanaman atau pada ketiak daunnya. Bijinya berukuran sangat kecil berwarna hitam atau coklat dan mengilap. Tanaman bayam sangat toleran terhadap perubahan keadaan iklim. Bayam banyak ditaman di dataran rendah hingga menengah, terutama pada ketinggian antara 5-2000 meter dari atas permukaan laut. Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman bayam adalah tinggi, dimana pertumbuhan optimum dengan suhu rata-rata 20-300° C, curah hujan antara 1000-2000 mm, dan kelembaban di atas 60 %. Oleh karena itu, bayam tumbuh baik bila ditanam di lahan terbuka dengan sinar matahari penuh atau berawan dan tidak tergenang air/becek (Yusni & Nurudin, 2001).

3. Tanaman Labu

Tanaman labu (Cucurbita moschata) merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari famili Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim yang setelah berbuah akan langsung mati. Tanaman labu kuning ini telah banyak dibudidayakan di negara-negara Afrika, Amerika, India dan Cina. Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah maupun dataran tinggi. Adapun ketinggian tempat yang ideal adalah antara 0 – 1500 meter di atas permukaan laut (Hendrasty, 2003).

(4)

24 Lampiran 3. Deskripsi Tanaman Penelitian

1. Tanaman Kangkung

Kangkung (Ipomoea sp.) merupakan salah satu sayuran yang tumbuh baik di daerah tropis. Di Indonesia terdapat dua macam kangkung yang dibudidayakan secara komersial, yakni kangkung darat (Ipomoea reptans) dan kangkung air (Ipomoea aquatica) (Alamtani, 2014). Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga dan bentuk batang serta daun. Kangkung air berbunga putih kemerahan, batang dan daunnya lebih besar, warna batangnya hijau, sedangkan kangkung darat daunnya panjang dengan ujung runcing berwarna hijau keputihan, bunganya berwarna putih (Srihati & Takiyah, 2007).

Klasifikasi tanaman kangkung darat adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae

Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae Famili : Convolvulaceae

Genus : Ipomoea

Spesies : Ipomoea reptans Poir. (Rukmana, 1994).

Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun. Batang tanaman berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbaceous), dan berlubang-lubang. Perakaran tanaman kangkung berpola perakaran tunggang dan cabang akarnya menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 – 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 100 – 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) (Rukmana, 1994).

2. Tanaman Bayam

Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting (Anonim, 2013). Hampir semua orang mengenal dan menyukai kelezatannya. Rasanya enak, lunak dan dapat memberikan rasa dingin dalam perut dan dapat memperlancar pencernaan. Umumnya tanaman

(5)

26

Tanaman ini menjalar dengan perantara alat pemegang yang berbentuk pipih. Batangnya cukup kuat dan panjang serta dipermukaan batangnya terdapat bulu-bulu yang agak tajam (Heliyani, 1993).

Klasifikasi tanaman Labu adalah sebagai berikut: Kerajaan : Plantae

Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae Ordo : Cucurbitales

Familia : Cucurbitaceae Genus : Cucubita

Spesies : Cucubita moschata Duch (Hutapea, 1994).

4. Tanaman Talas

Talas atau talas bogor (Colocasia esculenta L., suku talas-talasan atau

Araceae) merupakan tumbuhan penghasil umbi yang cukup penting. Diduga asli berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan, talas diperkirakan telah dibudidayakan manusia sejak masa purba, bahkan sebelum padi ditanam orang. Kini talas telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk India, Cina, Afrika Barat dan Utara, dan Hindia Barat. Talas merupakan makanan pokok, selain sukun, di beberapa kepulauan di Oseania. Di Indonesia, talas populer ditanam hampir di semua daerah (Anonim, 2014).

Menurut Schott (1832), klasifikasi tanaman Talas adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida

Ordo: Alismatales Famili: Araceae

Genus: Colocasia

Spesies: Colocasia esculenta

Tumbuhan berupa terna, tegak. Sistem perakaran liar, berserabut, dan dangkal. Batang yang tesimpan dalam tanah pejal, menyilinder atau membulat, biasanya coklat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat di atas lampang daun tempat munculnya umbi baru, tunas atau stolon. Daun memerisai dengan tangkai

(6)

27

panjang dan besar. Perbungaan tongkol dikelilingi oleh seludang dan didukung oleh gagang yang lebih pendek dari tangkai daun, bunga jantan dan betina kecil, tempatnya terpisah pada tongkol, bunga betina di bagian pangkal, hijau, bunga jantan pada bagian atasnya warna putih steril, ujung tongkol dilengkapi dengan organ steril. Perbuahan seperti kepala yang berisi buah buni yang rapat. Biji membundar telur (Tjitrosoepomo, 1997).

(7)

28

Lampiran 4. Hasil Analisis Kadar Logam Hg Pada Tanaman dan Tanah

a. Kadar Logam Hg Pada Tanaman di TPA Gunung Tugel Purwokerto

Tanaman Satuan

Kadar Logam Hg (mg.l-1) tanaman pada setiap

ulangan

Rata-rata

1 2 3 4 5 6

Kangkung mg.l-1 0,0078 0,0031 0,0093 0,0038 0,0035 0,0036 0,0052 Bayam mg.l-1 0,0071 0,0048 0,0057 0,0074 0,0064 0,0057 0,0062 Labu mg.l-1 0,0027 0,0047 0,0033 0,0041 0,0035 0,0040 0,0037 Talas mg.l-1 0,0053 0,0065 0,0083 0,0059 0,0065 0,0074 0,0066

b. Kadar Logam Hg Pada Tanah di TPA Gunung Tugel Purwokerto

Tanah

Tanaman Satuan

Kadar Logam Hg (mg.l-1) tanah tempat tanaman

tumbuh pada setiap ulangan

Rata-rata

1 2 3 4 5 6

Tanah

Kangkung mg.l

-1 0,0038 0,0058 0,0065 0,0083 0,0090 0,0073 0,0068

Tanah

Bayam mg.l -1

0,0059 0,0074 0,0073 0,0077 0,0032 0,0056 0,0062

Tanah

Labu mg.l -1

0,0026 0,0040 0,0088 0,0076 0,0024 0,0041 0,0047

Tanah

Talas mg.l -1

0,0049 0,0033 0,0050 0,0064 0,0036 0,0048 0,0049

(8)

29

Lampiran 5. Pengukuran pH Tanah Tempat Tumbuh Tanaman di TPA Gunung Tugel

Tempat tumbuh tanaman

Nilai derajat keasaman (pH) tempat tumbuh tanaman pada setiap ulangan

1 2 3 4 5 6

Talas 6,7 6,8 6,7 6,8 6,8 6,8

Kangkung 6,5 6,4 6,4 6,4 6,5 6,4

Bayam 6,6 6,8 6,6 6,6 6,7 6,8

Labu 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4

Referensi

Dokumen terkait

“Pengaruh Substitusi Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Terhadap Kadar Betakaroten Dan Daya Terima Pada Biskuit Labu Kuning”. Program Studi Gizi Fakultas

Sediaan sabun transparan akan memberikan peningkatan aktivitas antioksidan seiring dengan peningkatan konsentrasi perasan/sari buah labu kuning ( Cucurbita moschata )

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh subsitusi tepung labu kuning ( Cucurbita moschata) terhadap serat pangan,aktivitas

Tanaman penutup tanah pada umumnya adalah jenis legum menjalar yang ditanam di antara tanaman tahunan, secara bergilir dengan tanaman semusim atau tanaman tahunan dan sebagai

RIP'S (Ribosome In-activating Protein) merupakan jenis senyawa yang secara intensif diteliti pada beberapa jenis tanaman dari famili Cucurbitaceae, seperti

Penelitian ini dilakukan bersamaan dengan penelitian tentang pengaruh pemberian serbuk biji labu kuning ( Cucurbita moschata ) terhadap penurunan kolesterol total pada

Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya

Dan dengan inovasi inilah kami dapat meningkatkan harga jual terhadap labu kuning.11 Cookies labu kuning adalah cemilan yang terbuat dari buah labu kuning atau cucurbita moschata