• Tidak ada hasil yang ditemukan

Publication Repository 7.C. Pickerling

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Publication Repository 7.C. Pickerling"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

WEBSITE PERANCANGAN SCRAPBOOK DENGAN PEMOTONGAN

GAMBAR OTOMATIS

C. Pickerling

Teknik Informatika,Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Scrapbook merupakan salah satu kegemaran yang saat ini sedang diminati oleh kalangan masyarakat. Namun seringkali tidak semua orang dapat membayangkan untuk membuat suatu karya sesuai dengan keinginannya tanpa melihat contoh atau membuat sendiri. Sering kali seseorang harus membeli bahan-bahan scrap terlebih dahulu dan kemudian mencobanya, jika tidak sesuai dengan seleranya maka barang yang sebelumnya telah dibeli tidak akan digunakan lagi dan mengakibatkan seseorang harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membelanjakan barang-barang yang seharusnya tidak diperlukan. Selain untuk menyediakan layanan penjualan barang-barang scrapbook, aplikasi ini juga digunakan untuk mendesain scrapbook sesuai keinginan customer dengan menggunakan barang-barang yang telah dibeli sebelumnya. Penerapan Algoritma Segmentasi Image digunakan untuk proses pemotongan sebuah image menjadi beberapa objek sehingga dapat mendukung pembuatan aplikasi ini dalam mendesain scrapbook secara custom.

Kata kunci: image segmentation, grayscale, noise reduction, bilevel, noise removal

PENDAHULUAN

Seiring dengan berkembangnya kebiasaan seseorang dalam mengumpulkan dan menyimpan foto, data atau barang-barang yang berkesan untuk menjadi suatu kenang-kenangan, maka muncul seni scrapbook. Seni scrapbook merupakan seni menempel foto, atau gambar dimedia kertas dan menghiasnya hingga menjadi suatu karya kreatif. Selain itu seni scrapbook juga merupakan perpaduan warna, motif, dan bentuk untuk menghasilkan karya-karya yang indah, sehingga diperlukan suatu keahlian untuk membuatnya dan tidak semua orang dapat menikmati kegemaran dalam membuat dan mendesain scrapbook.

Saat ini telah banyak tersedia online shop yang menyediakan layanan penjualan bahan-bahan scrap dan scrapbook yang telah siap digunakan. Sering kali seseorang harus membeli bahan-bahan scrap terlebih dahulu dan kemudian mencobanya, jika tidak sesuai dengan seleranya maka bahan-bahan yang sebelumnya telah dibeli tidak akan digunakan lagi dan mengakibatkan seseorang harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membelanjakan bahan-bahan yang seharusnya tidak diperlukan.

Dengan adanya fitur untuk mendesain secara custom, maka mempermudah seseorang dalam mengimajinasikan hasil karya scrapbook seperti yang diinginkannya. Hingga saat ini aplikasi yang dapat mendesain scrapbook saatlah minimal. Oleh karena itu, penulis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat aplikasi yang mudah digunakan untuk mendesain scrapbook secara custom dan juga sebagai jasa untuk membuatkan scrapbook.

Untuk mendesain scrapbook secara custom maka diperlukan penerapan algoritma segmentasi image. Segmentasi Image digunakan untuk proses pemotongan sebuah image menjadi beberapa objek sehingga dapat mendukung pembuatan aplikasi ini dalam mendesain scrapbook secara custom.

DESAIN SISTEM

(2)

Gambar 1. Arsitektur Sistem

Pertama-tama admin akan melakukan upload barang-barang yang ready stock. Material atau bahan yang dijual dapat berupa card stock, kertas bermotif, stiker, frame, pita, font dies, kancing dan lain-lain. Selain upload gambar material yang akan dijual, pada website ini juga terdapat proses untuk melakukan pemotongan image pada kertas bermotif ataupun stiker seperti gambar berikut ini.

Gambar 2. Proses Pemotongan Gambar

Pemotongan image dimaksudkan agar customer yang memilih kertas bermotif tersebut dapat menghias sesuai dengan keinginannya. Seluruh potongan yang telah diproses akan disimpan secara terpisah dalam database sehingga mempermudah customer untuk menghias scrapbooknya.

Dari sisi customer, pertama kali customer dapat mengunjungi website scrapbook ini terlebih dahulu. Customer memilih seluruh material yang diinginkan untuk dimasukkan ke shopping cart. Setelah melakukan pembelian material, maka

material yang terdapat pada shopping cart akan disimpan untuk proses layout scrap. Seluruh material yang dibeli akan dikategorikan

berdasarkan jenis materialnya sehingga

memudahkan customer untuk merancang

scrapbook yang diinginkan. Customer dapat melakukan peletakkan setiap gambar berdasarkan posisi layer seperti gambar di bawah ini.

Gambar 3. Penataan Layout Scrapbook

Setelah perancangan scrapbook selesai, maka customer dapat lanjut ketahap berikutnya, yaitu melihat view dari scrapbook yang telah dirancang. Jika layout tersebut sudah sesuai maka akan masuk pada proses pembayaran. Pada proses pembayaran akan diperhitungkan seluruh material yang telah dibeli, ongkos kirim serta ongkos jasa pembuatan scrapbook. Konfirmasi email akan dikirimkan ke customer saat pembayaran telah dilakukan dan barang (scrapbook yang telah jadi) akan siap dikirimkan.

PEMOTONGAN IMAGE MENGGUNAKAN ALGORITMA

SEGMENTASI IMAGE

(3)

Gambar 4. Arsitektur Segmentasi Image

INPUT (1-IMAGE)

Input yang diberikan merupakan suatu image (1-Image) dengan ukuran N x M x 3 depth yang terdiri dari banyak objek dengan batasan antar objek tidak boleh saling tumpang tindih (overlap).

PROSES

Pada proses terdapat beberapa tahapan untuk melakukan pengolahan data berupa image, yaitu: konversi ke grayscale, noise reduction, konversi ke bilevel, noise removal dan connected component labeling.

KONVERSI KE GRAYSCALE

Koversi ke grayscale dilakukan untuk mengubah image yang sebelumnya memiliki 3 depth warna (Red, Green, dan Blue) menjadi hanya 1 depth warna saja (range warna antara 0 – 255). Konversi ini dilakukan dengan menggunakan rumus berikut ini:

= 0.21 + 0.72 + 0.07

Dimana G melambangkan pixel grayscale sedangkan R, G, dan B melambangkan pixel Red, Green, dan Blue pada image input. Perhitungan ini dilakukan pada seluruh pixel yang terdapat pada image sehingga mampu mengubah ukuran image menjadi N x M x 1 depth.

NOISE REDUCTION

Image grayscale yang diperoleh pada proses sebelumnya, dilakukan pengurangan noise dengan menggunakan algoritma median filtering yang bertujuan agar image tersebut tidak mengandung terlalu banyak noise sehingga mengganggu proses segmentasi pada akhirnya. Rumus median filtering yang digunakan adalah sebagai berikut:

[ , ] = { [ , ], ( , ) ∈ }

Dimana Y melambangkan image hasil noise reduction, i dan j adalah posisi pixel dari image hasil yang hendak diperoleh, X melambangkan image input (image hasil grayscale), a dan b adalah

posisi pixel pada image input sedangkan W melambangkan pixel yang bertetangga dengan pixel i dan j. Hasil dari algoritma ini adalah sebuah image grayscale yang telah dikurangi noisenya dan memiliki ukuran N x M x 1 depth.

KONVERSI KE BILEVEL

Hasil dari proses sebelumnya (image grayscale yang telah dikurangi noisenya) diubah menjadi sebuah image bilevel (image yang hanya terdiri dari pixel 0 dan 1) dengan tujuan pixel yang berdekatan dapat menjadi 1 warna yaitu pixel 1 sedangkan background dari image dapat menjadi 1 warna juga yaitu pixel 0. Algoritma bilevel yang digunakan pada sistem ini adalah adalah algoritma Otsu dengan harapan image apapun yang diinputkan dapat diproses tanpa harus melakukan modifikasi nilai threshold secara manual.

Algoritma Otsu

01:Hitung histogram dan probabilitas dari masing-masing intensitas

06:Pilih threshold yang memiliki nilai ( ) paling besar

Hasil dari algoritma ini adalah sebuah image bilevel yang memiliki ukuran N x M x 1 depth.

NOISE REMOVAL

Image bilevel yang telah diperoleh pada proses sebelumnya, diproses lebih lanjut untuk menghilangkan noise yang dimiliki dengan lebih akurat. Algoritma yang digunakan untuk proses ini adalah Algoritma Morphology Opening dan Closing. Proses ini dilakukan dengan tujuan agar image bilevel yang diproses pada proses segmentasi image dapat lebih berkualitas.

° = ( ⊖ )⨁

Rumus diatas merupakan rumus Morphology Opening dimana o proses Morphology Opening, proses erosi, dan proses delasi. Sedangkan rumus untuk Morphology Closing adalah sebagai berikut:

⋅ = ( ⨁ ) ⊖

(4)

proses tersebut maka image hasil yang diperoleh adalah sebuah image bilevel yang dapat dikatakan tidak memiliki noise atau sedikit noise dengan ukuran N x M x 1 depth.

CONNECTED COMPONENT LABELING

Sesuai dengan namanya, connected component labeling bertujuan untuk melakukan pelabelan pada image bilevel (hasil dari proses noise removal) yang pixel-pixelnya saling terhubung1.

Seperti pada gambar 2 maka hasil dari connected component labeling dari image tersebut adalah 17 label dimana masing-masing label menandakan objek sendiri-sendiri. Algortma yang digunakan pada proses ini adalah Algoritma Two Pass dan menghasilkan output berupa region dari masing-masing label.

Algoritma Two Pass

01:Pass Pertama

02: Lakukan Raster Scanning

03: Jika pixel bukan merupakan background

04: Ambil pixel tetangga dan pixel saat ini

05: Jika tidak memiliki tetangga, labelkan pixel tersebut tersendiri dan lanjutkan proses

06: Sebaliknya, jika memiliki tetangga, cari tetangga dengan label terkecil dan catatkan pada pixel saat ini 07: Simpan ekuivalensi antar

label yang bertetangga 08:Pass Kedua

09: Lakukan Raster Scanning 10: Jika pikses bukan background 11: Labelkan ulang pixel tersebut

berdasarkan piksel terkecil dari tabel ekuivalensi

Hasil region dari proses ini bukan berupa kotak saja karena dalam pengambilan image hasil jika image input terlalu berdekatan dapat memotong image lain yang tidak selabel. Oleh karena itu pada penelitian ini, region yang dihasilkan berupa kotak dan image yang terdiri dari pixel hitam putih yang merupakan perwakilan dari image untuk label itu secara keseluruhan.

OUTPUT (N-IMAGE)

1Bertetangga satu dengan yang lain. Model piksel tetangga

yang digunakan adalah 4-tetangga atau 8-tetangga.

Output yang dihasilkan adalah image input (3 depth) yang dipotong berdasarkan region yang dihasilkan oleh connected component labeling dan diproses menggunakan operator AND dengan image hitam putih yang dihasilkan oleh connected component labeling yang merupakan representasi dari masing-masing label, sehingga output yang dihasilkan adalah image sejumlah label yang telah terpisah satu dengan yang lain (gambar 2 sebelah kanan).

UJI COBA

Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai uji coba yang telah dilakukan. Uji coba yang dilakukan terdiri dari fungsionalitas aplikasi penjualan scrapbook dan layout scrapbook secara custom serta uji coba output yang dihasilkan apakan mampu untuk direalisasikan. Ujicoba ini dilakukan untuk memastikan apakan setiap fungsi-fungsi yang dibuat dapat berfungsi-fungsi dengan baik. Berikut ini merupakan hasil pengujian melalui kuesioner.

Tabel 1. Hasil Uji Coba Kelayakan

PERTANYAAN SB B K SK

Bagaimana menurut Anda

tampilan dari website ini? 75% 20% 5% -

Apakah desain untuk fitur layout memudahkan Anda untuk mendesain scrapbook sesuai keinginan Anda?

95% 5% - -

Bagaimana kecepatan

menampilkan image pada fitur layout?

100% - - -

Bagaimana kecepatan proses penyimpanan hasil desain scrapbook yang telah Anda buat?

85% 15% - -

Apakah Anda tertarik

menggunakan aplikasi ini untuk mendesain scrapbook?

95% 5% - -

KESIMPULAN

Adapun beberapa kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Penerapan algoritma segmentasi image sangat

berguna untuk pemotongan image menjadi beberapa objek sehingga mempermudah user untuk mendesain scrapbook secara custom. 2. Dengan adanya fitur untuk melakukan layout

(5)

DAFTAR PUSTAKA

1. Richard Szeliski. 2010. Computer Vision:

Gambar

Gambar 2. Proses Pemotongan Gambar
Gambar 4. Arsitektur Segmentasi Image
Tabel 1. Hasil Uji Coba Kelayakan

Referensi

Dokumen terkait

Kartu bilangan ARIF adalah sebuah kartu yang terbuat dari kertas karton yang tebalnya 2 mm berbentuk persegi panjang dengan ukuran 5 x 8 cm, yang di dalamya terdapat

Analisis Data Data diperoleh dari hasil angket Analisis Regresi Ganda (signifikansi 5%). N

Hasil yang diperoleh pada Tabel IV menunjukkan bahwa rata-rata dari kadar kafein dalam sampel adalah 5,65% sehingga dapat dikatakan bahwa kopi bubuk murni robusta merek “X”

Temuan utama: Adapun data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu siswa kelas X di SMA N 7 Batang Hari memiliki karakter sikap toleransi yang sangat

Sebuah graf C n( C n) adalah graf yang diperoleh dengan mengambil barycentric subdivision dari sikel dan menggabungkan setiap titik-titik yang baru ditambahkan dari dua sisi

N¡NG SUÊT Vµ CHÊT L¦îNG THÞT CñA D£ Cá, F1 B¸CH TH¶O × Cá Vµ CON LAI BOER × F1 B¸CH TH¶O × Cá NU¤I T¹I NINH B×NH Carcass Performance and Meat Quality of Co Goats, F1 Bach Thao x Co

Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini sebagai berikut: 1 menghasilkan sebuah modul Keterampilan Tata Busana siswa tuna rungu Kelas X semester 1, 2 validitas modul

Berdasarkan hasil perhitungan rumus korelasi product moment diperoleh nilai korelasinya sebesar 0,69 sedangkan nilai r pada tabel n = 30 adalah 0,36, dengan demikian maka dapat