PEMBATALAN HIBAH KARENA MELANGGAR LEGITIME PORTIE AHLI WARIS LEGITMARIS (STUDI PADA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 841 K/PDT/2003) TESIS.
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Pemberian hibah ini juga tidak boleh melebihi 1/3 dari jumlah seluruh harta peninggalan pewaris.Serta menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata hak waris Anak Angkat sama
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul TINJAUAN YURIDIS ATAS HAK WARIS ANAK YANG BERBEDA AGAMA DENGAN ORANG TUA DITINJAU MENURUT
Hukum waris dalam KUH Perdata diatur dalam buku kedua (hukum kebendaan), penempatannya ditengah-tengah hak kebendaan ini berhubungan dengan pandangan yang diberikan oleh Pasal
Dengan demikian, apabila semasa hidupnya seorang pewaris membuat suatu wasiat atau hibah kepada pihak ketiga, yang telah melanggar bagian mutlak ahli waris legitimaris,
Menurut Idris Ramulyo, “bagian mutlak atau legitime portie adalah suatu bagian tertentu dari harta peninggalan yang tidak dapat dihapuskan oleh orang yang
Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam Pasal 171 mendefinisikan hibah sebagai berikut: “Hibah adalah pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpa imbalan
Dalam menetapkan perkara waris diatas Mahkamah Agung menyatakan anak perempuan akan menghalang saudara pewaris untuk menerima harta peninggalan karena memberikan