• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

www.ung.ac.id

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

(2)

Vivien Novarina A. Kasim

BIOKIMIA

SISTEM IMUN

(3)

IMUNOKIMIA

3

Imunologi

cabang ilmu yang mempelajari sistem pertahanan tubuh/sistem imun.

Imunokimia mempelajari struktur, bentuk sel-sel,

komponen, ataupun fungsi dari sistem imun.

(4)

4

Respon imun merupakan segala mekanisme perlindungan tubuh

terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan dari berbagai bahan

dalam lingkungan

SISTEM IMUN

(5)

5

Fungsi Sistem Imun

Pertahanan Homeostasis Pengawasan

(6)

6

Fungsi Sistem Imun

Pertahanan Homeostasis Pengawasan

Mencegah dan melawan infeksi mikroorganisme

di luar tubuh.

Mengeliminasi komponen-komponen dan sel-sel tubuh yang

sudah tua.

Mengenal dan

menghancurkan sel-sel tubuh yang mengalami

mutasi.

(7)

7

Antigen

bahan yang dapat menstimulasi respon imun.

Epitop

Bagian dari antigen yang dapat

menginduksi pembentukan antibodi.

(8)

LAPISAN

PERTAHANAN

TUBUH

(9)

Lapisan Pertama

9

a. Pertahanan Fisik a. Pertahanan Fisik

Kulit Kulit

b. Pertahanan Kimia b. Pertahanan Kimia

Selaput lendir Selaput lendir

Silia Silia Batuk Batuk Bersin Bersin

HCl HCl Lisozim Lisozim Laktoferin Laktoferin

(10)

Lapisan Kedua

10

Sel Fagosit → Fagositosis

Membunuh sel ganas dan sel yang mengandung virus secara

nonspesifik tanpa bantuan antibodi.

Sel NK

 Memfagosit, membunuh, menghancurkan, mengeliminasi antigen dari tubuh.

 Bekerjasama dengan komplemen dan sistem imun sebagai opsonin.

(11)

11

Komplemen

C-reactive protein

(CRP) Interferon

(IFN)

Komponen Serum &

Cairan lain dalam sistem

imun non-spesifik

(12)

12

Komplemen

C-reactive protein (CRP) Interferon (IFN)

Salah satu contoh protein fase akut (protein yang kadarnya dalam darah meningkat saat terjadi infeksi akut).

Glikoprotein yang dihasilkan oleh berbagai sel tubuh berint dan dilepas sebagai respon terhadap infeksi virus.

Molekul Sistem Imun Non-spesifik yang terlarut dalam keadaan tidak aktif,namun dapat diaktifkan oleh antigen maupun kompleks imun.

Pengertian

(13)

13

Komplemen

C-reactive protein (CRP) Interferon (IFN)

Sebagai opsonin untuk memudahkan fagositosis.

Menginduksi sel-sel sekitar sel yang terinfeksi virus, sehingga menjadi resisten terhadap virus.

Menghancurkan sel ganas dengan mengaktifkan sel NK.

Menghancurkan antigen asing melalui mekanisme inflamasi, opsonisasi partikel antigen & merusak membrane mikroorganisme.

Peran

(14)

14

(15)

Sel Darah Putih (Leukocytes)

15

 Limfosit

 Antigen Penyerang spesifik

 Dibentuk dalam struktur limfa dan sumsum tulang

 Monosit

 Sangat besar

 Dibentuk dalam sumsum tulang

 Matang dalam Kelenjar thymus

(16)

16

 Bersifat fagosit ( memakan sel )

 Berkembang dari monosit

 Memakan sel penyerang

 Memakan antigen yang rusak

Macrophages

(17)

Lapisan Ketiga

17

 Antibodi

 Limfosit

 T-cells  pertahanan imun seluler

 B-cells  pertahanan imun humoral

(18)

T-Cell (Sel-T)

18

Salah satu jenis limfosit

Dihasilkan dalam sumsum tulang

Matang dalam kelenjar thymus

Mengatur pertahanan sistem imun

Membunuh antigen secara kontak langsung

(19)

B-Cell (Sel-B)

19

Disebut juga plasma sel

Salah satu tipe Limfosit

Dihasilkan dalam sumsum tulang

Tidak membunuh antigen secara langsung

Menghasilkan dan melepaskan antibodi

(20)

Antibodies

20

Disebut imunoglobulin (Ig)

Dihasilkan oleh sel – B Composed of proteins

Menyerang dan membunuh antigen spesifik

“Lock and Key” adalah metode penyerangannya

(21)

21

Antigen memiliki banyak sisi ikatan di permukaannya

Molekul antibodi menempatkan antigen dan memengikatkannya di permukaan

Antibodi merusak antigen

Antibodi menghalangi antigen dari penyerangan sel tubuh

Antibodi “call macrophages” untuk datang dan memakan antigen yang telah rusak tadi

The Antigen/Antibody

Response

(22)

22

(23)

FAGOSITOSIS

23

Neutrophile to go out from blood vessel to site of infection:

diaphedesis

Specific oligosaccharide (of neutrophil)bind with lectin (of endothelial cells)

(24)

Opsonisasi bakteri dalam plasma oleh

24

partikel opsonin, untuk memfagosit

(25)

25

Neutrofil memakan streptococus

Contoh perilaku makrofag

(26)

Contoh peristiwa fagositosis

26

(oxidative burst )

jamur

Penambahan indikator warna nitroblue tetrazolium (NBT) menunjukkan bahwa sel leukosit tersebut mampu membunuh jamur dengan menggunakan kemampuan oksidatifnya yang mematikan ( H2O2,NO )

(27)

Struktur

27

Imunoglobulin

Rantai berat/panjang (Heavy Chains)

& ringan/pendek (Light Chains)

Semua rantai disatukan oleh ikatan disulfida

Dalam rantai (Intra-chain) Antar Rantai (Inter-chain)

Mengandung minimal 2 rantai ringan (L) identik dan 2 rantai berat (H) identik, yang disatukan menjadi tetramer (L2H2)

CH1 VL

CL

VH

CH2 CH3

Wilayah Engsel (Hinge Region)

karbohidrat Ikatan disulfida

(28)

28

(29)

29

 IgG - Gamma () heavy chains

 IgM - Mu () heavy chains

 IgA - Alpha () heavy chains

 IgD - Delta () heavy chains

 IgE - Epsilon () heavy chains

Kelas

Immunoglobulin

(30)

30

 Struktur

 Monomer (7S)

IgG

IgG1, IgG2 and IgG4 IgG3

(31)

31

 Sifat-sifat

 Ig serum utama

 Ig utama dalam cairan extravaskuler

 Transfer Plasenta

 Fiksasi komplemen

 Berikatan dengan Reseptor Fc receptors

 Fagosit - opsonisasi

 Sel K - ADCC

IgG

(32)

32

 Struktur

 Pentamer (19S)

 domain ekstra (CH4)

 Rantai J CH4

J Chain

IgM

(33)

33

 Sifat-sifat

 Ig serum ketiga terbanyak

 Ig pertama yang dibuat oleh fetus dan sel B

• Ig permukaan sel B

 Fiksasi komplemen

Bgn Ekor

IgM

(34)

34

 Struktur

 Serum - monomer

 Sekresi (sIgA)

• Dimer (11S)

• Rantai J

• Komponen sekrotori

Rantai J Komponen

Sekretori

IgA

(35)

35

 Sifat-sifat

 Ig no. 2 terbanyak dalam serum

 Ig sekretori utama (Kekebalan lokal dan mukosa)

• Airmata, Air liur, sekresi lambung dan paru- paru

IgA

(36)

36

 Struktur

 Monomer

 Domain ekstra (CH4)

CH4

IgE

(37)

37

 Sifat-sifat

 Paling rendah dalam serum

• Berikatan dengan basofil dan sel mast

 Bertanggung jawab dalam alergi

 Infestasi Parasit (Cacing)

• Berikatan dengan Reseptor Fc Eusinofil

IgE

(38)

38

(39)

39

(40)

40

HOMEWORK

https://quizizz.com/join?gc=51924376

(41)

www.ung.ac.id

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Menganalisis pengaruh BOPO terhadap Return on Asset (ROA) pada Bank Perkreditan Rakyat yang berada di provinsi Lampung..

optimum mungkin bervariasi sesuai dengan karakteristik dan seluruh komposisi kimiawi di dalam air baku, tetapi biasanya dalam hal ini fluktuasi tidak besar, hanya pada saat-saat

Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan merupakan cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan

HASYIM siti Aminah Guru Kelas MI MI Swasta Tarbiyatul Islam.

Pada tabel ini juga menunjukkan bahwa petani utama Kabupaten Grobogan terbesar berada di kelompok usia 45-54 tahun yakni sebesar 76.894 rumah tangga (29,11 persen) atau dengan

Dari hasil karakterisasi lapisan tipis CuInSe2 dengan EDAX tersebut, muneul unsur lain yaitu 0, unsur 0 muneul dimungkinkan karena unsur Cu, In dan Se bereaksi dengan 0 di udara

Tesis yang berjudul “KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU SD IT BAITUL JANNAH BANDAR LAMPUNG” ditulis oleh: ANNI SUHANAH, Nomor Pokok

Dari perumusan strategi yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa strategi, yang pertama yaitu dengan menjaga kualitas produk perusahaan agar konsumen tidak berpindah ke