CABANG ACHMAD YANI MAKASSAR
SKIRIPSI
MASYITHAH 10572 03061 11
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2016
CABANG ACHMAD YANI MAKASSAR
SKIRIPSI
MASYITHAH 10572 03061 11
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen
Universitas Muhammadiyah Makassar
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2016
Loan Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT.
BANK RAKYATINDONESIA(Persero), Tbk Cabang Achmad Yani Makassar
Nama mahasiswa : Masyithah No. Stambuk/NIM : 10572 03061 11
Fakultas : Ekonomi Dan Bisnis
Jurusan : Manajemen
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar.
Telah diteliti dan disetujui pada uian skripsi fakultas ekonomi dan bisnis pada hari sabtu 14 januari 2017
Makassar, 21 januari 2017 Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
Moh. Aris Pasigai, SE., MM Samsul Rizal, SE., MM
KTAM : 1093485 KTAM : 947998
Mengetahui:
Dekan Ketua Jurusan
Dr. H. Mahmud Nuhung. MA Moh. Aris Pasigai, SE., MM KTAM : 497794 KTAM : 1093485
ii
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, anugerah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik yang merupakan tugas akhir guna memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi program satu (S1) dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Muhammadiyah Makassar. Salam serta shalawat semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, para keluarga , kerabat, sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Penulis menyadari bahwa tersusunnya skripsi ini tidak lepas dari perhatian, bimbingan, dorongan dan bantuan dari berbagai pihak.
Keberhasilan dari pekerjaan yang sulit dengan derajat bantuan, dukungan dan dorongan semangat individu yang terlibat dalam usaha tersebut, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa hormat yang setulusnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis terutama kepada kedua orang tua saya yang tercinta yang telah banyak memberikan dorongan, bantuan moral dan material serta do’anya yang tak henti-hentinya, dipanjatkan selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dan tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung, M.A, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
iv
2. Samsul Rizal, SE.,MM dan Moh. Aris Pasigai, SE., MM selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan serta penyelesaian skripsi ini.
3. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah membimbing dan mendidik penulis selama perkulihaan penulis.
4. Para pegawai administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah membantu kelancaran proses penyelesaian skripsi ini.
5. Seluruh Pimpinan dan Staff PT. Bank BRI (persero) Ahmad Yani Makassar Tirta yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dalam penyusunan skripsi ini.
6. Keluarga besar penulis yang telah memberikan bantuan dan dukungannya 7. Keluarga besar kelas Man.2/2011 terimakasih atas bantuan dan motivasi
semangatnya.
8. Seluruh teman-teman Manajemen 2011 atas bantuan dan semangatnya.
9. Sahabat tercinta untuk kesabaran yang tak putus-putusnya dan dorongan semangat untuk tidak putus asa mengakhiri proses skripsi ini.
10. Serta semua pihak-pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan skripsi ini sehingga skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat
v
bermanfaat bagi pembaca dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kesuksesan di masa yang akan datang. Aamiin!
Makassar, Juli 2016
Penulis
vi
7
Masyithah, 2016. Analisis Performing Loan dan Non Performing Loan Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. Cabang Achmad Yani Makassar Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Pembimbing Moh. Aris Pasigai., SE., MM Dan Pembimbing II Samsul Risal., SE., MM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Performing Loan (PL) dan Non Performing Loan (NPL), dari tahun 2013-2015 Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk.
Cabang Achmad Yani Makassar. Hipotesis yang diajukan bahwa Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk.
Cabang Achmad Yani Makassar dilihat dari Performing Loan (PL) dan Non Performing Loan (NPL) tahun 2013-2015 tidak sehat.
2013-2015 pada PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero),Tbk. Cabang Achmad Yani Makassar. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti adalah dengan metode kuantitatif yaitu menganalisis Loan Performing (PL), dan Non Performing Loan (NPL) tahun 2013-2015.
Hasil dalam penelitian ini bahwa Non Performing Loan (NPL) PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. Cabang Achmad Yani Makassar dari tahun 2013 sebesar 26,236 %, tahun 2014 sebesar 32,790 %, dan tahun 2015 sebesar 40,972 %, mak tingkat kesehatan kredit adalah tidak sehat. PL ( Performing Loan ) dari tahun 2013 sebesar 24,789 %, tahun 2014 sebesar 34,077 %, tahun 2015 sebesar 41,136%.
Kata kunci : Performing Loan dan N o n Performing Loan
viii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
BAB I : PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah... 4
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 4
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA ... 6
A. Pengertian Dan Jenis Bank... 6
B. Pengertian Performing Dan Non Performing Loan ... 11
C. Pengertian Kredit ... 14
D. Jenis-Jenis Kredit ... 14
E. Prinsip Perkreditan ... 15
F. Defenisi Kredit Bermasalah ... 16
G. Pengertian Tingkat Kesehatan Bank ... 16
H. Hasil Nilain Dan Predikat Tingkat Kesehatan ... 18
I. Rogram Rekapitulasi Bank ... 22
J. Kerangka Pikir ... 23
K. Hipotesis... 23
ix
C. Jenis Dan Sumber Data ... 27
D. Metode Analisis ... 27
E. Defenisi Operasional... 28
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 30
A. Sejarah Singkat Dan Gambaran Umum Pt Bank Bri(Persero) ... 30
B. Struktur Organisasi Perusahaan ... 33
C. Pelayanan Jasa Pada Pt Bank BRI (Persero) Ahmad Yani ... 43
D. Penyaluran Kredit Pada Pt Bank BRI (Persero) Ahmad Yani ... 48
E. Prosedur Pemberian Kredit Pada PT Bank BRI (Persero) Ahmad Yani ... 54
F. Faktor-Faktor Risiko Kredit ... 57
BAB V : PENUTUP ... 59
A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 60 DAFTAR PUSTAKA
xi
Gambar 2.1. Kerangka Pikir... ... 24
Gambar 3.1. Struktur Organisasi PT.BRI Ahmad Yani... ... 34
x
Tabel 2.1. Bobot Penilaian Factor CAMEL Untuk Bank Umum Dan
BPR... ... 21 Tabel 3.1. komposisi nasabah kredit... ... 50
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
1
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Dunia perbankan memegang peranan penting dalam sistem perekonomian terutama yang menyangkut pengelolaan dana dari masyarakat, dan penerapan sterategi-sterategi yang signifikan di dalam pemerataan pembangunan ekomoni di
segala bidang untuk mencapai tujuan Negara menuju masyarakat adil dan makmur.
Kredit yang di salurkan oleh bank memiliki tujuan yang sesuai dengan visi dan misi bank, yaitu memperoleh pendapatan bank dari bunga kredit, memanfaatkan dan memproduktifkan dana-dana yang ada, melaksanakan kegiatan operasional bank, memenuhi permintaan kredit dari masyarakat memperlancar lalu lintas pembayaran, menambah modal kerja perusahaan, dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu faktor yang sangat penting dalam aktifitas perbankan adalah menanamkan kepercayaan kepada masyarakat dalam pengelolaan dana masyarakat maupun penyaluran kredit terutama pengambilan kebijakan-kebijakan yang di terapkan kepada masyarakat guna menghindari kemungkinan terjadinya kerugian bank.
Pemberian kredit oleh bank, menurut tujuan penggunaannya, di bedakan dalam dua jenis, yaitu :
1. Kredit konsumtif, dimana kredit ini di berikan kepada mereka yang berpenghasilan tetap setiap bulannya seperti pegawai (Negeri dan Swasta nasional), guru, dosen, polisi, TNI dan pensiunan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
2. Kredit komersial, di mana kredit disalurkan oleh bank untuk membiayai usaha-usaha produktif, seperti membiayai kebutuhan dunia usaha atau prdagangan, baik tambahan modal kerja maupun Investasi.
Dalam menetapkan kebijakan pilihan jenis kredit yang disalurkan oleh bank, salah satu pertimbangan adalah efektifitas jenis kredit yang disalurkan untuk memberikan penghasilan bunga pinjaman bagi bank secara optimal.Kredit konsumtif merupakan salah satu jenis kredit menurut penggunaannya yang memiliki resiko yang relative kecil dengan penghasilan bunga yang optimal.
Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Performing Loan dan Non Performing Loan Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT. BANK RAKYATINDONESIA(Persero), Tbk Cabang Achmad Yani Makassar”.
B. Rumusan Masalah
Agar permasalahan yang dihadapi tidak terlalu luas cakupannya, maka dalam penyusunan tugas proposal membatasi permasalahan mengenai :
“Bagaimana Pengaruh Performing Loan dan Performing Non Loan Terhadap Tingkat Kesehatan Bank ?”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian a. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Performing loan dan Non Performing Loan Terhadap Tingkat Kesehatan Bank Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Cabang Achmad Yani.
b. Kegunaan penelitian
Adapun yang menjadi kegunaan penelitian ini adalah :
Sebagai bahan masukan/informasi bagi manajemen PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam mengukur tingkat kesehatan bank.
Untuk memperoleh cakrawala berpikir bagi penulis dalam mengetahui berbagai sistem informasi yang ada sehingga dapat menjadi bahan referensi yang berguna.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian dan Jenis Bank
Menurut undang-undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 Tanggal 10 Nopember 1998 tentang perbankan : “Bank adalah badan usaha yang kemenghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyatbanyak”.
Dari definisi tersebut diatas dapat di jelaskan bahwa bank merupakan lembaga keuangan yang tugas pokoknyadapatmenghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro dan deposito, kemudian menyalurkannya kembali dalam bentuk kedit kepada mereka yang membutuhkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bank adalah Lembaga keuangan.
Menurut Kasmir (2003:2) secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.
Murti Sumarni (2002:64) bank adalah lembaga keuangan yang mempunyai tugas pokok menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan kredit serta jasa- jasa dalam memperlancar area pembayaran uang. Oleh sebab itu, tujuan utama dari suatu bank dapat disebutkan disini yaitu untuk meningkatkan dan mempertahankan keuntungan yang diperolehnya.
6
Adapun menurut Totok Budisantoso (2006:9) secara umum fungsi dan bentuk bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan.
1. Jenis-jenis Bank
Dalam kegiatan perbankan di Indinesia saat ini terdapat jenis-jenis perbankan. Jika kita melihat jenis perbankan sebelum keluar Undang-undang perbankan No 10 tahun 1998 yang sebelumnya yatiu undang-undang No 14 tahun 1967, maka terdapat beberapa perbedaan. Namun kegiatan pokoknya atau yang utama pada bank adalah sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat tidak berbeda satu sama lainnya.
Perbedaan jenis perbankan dapat dilihat dari segi fungsi, serta kepemilikannya, dari segi fungsi, perbedaannya terletak pada luasnya kegiatan atau jumlah produk yang dapat di tawarkan serta jangkauan wilayah operasinya.Sedangkan kepemilikan perusahaan dilihat dari segi kepemilikan sahamnya.
Adapun jenis bank jika di tinjau dari beberapa segi antara lain:
1) Dilihat dari fungsinya a. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia bahkan keluar negeri, bank umum sering disebut juga bank komersial (commercial bank).
b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip-prinsip syariah.Dalam kegiatan BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, artinya jasa-jasa perbankan yang ditawarkan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan kegiatan bank umum.
1. Di lihat dari segi kepemilikannya
Dilihat dari segi kepemilikannya adalahsiapa yang memiliki bank tersebut.Kepemilikan ini dapat dilihat dari akte pendirian dan penguasaan saham yang dimiliki bank yang bersangkutan.
Antara lain:
a. Bank Milik Pemerintah
Merupakan bank yang akte pendiriannya maupun modalnya sebagian besar dimiliki oleh pemerintah Indonesia
Contoh BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri b. Bank Milik Swasta Nasional
Merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional dan akte pendirinya didirikan oleh swasta begitu pula pembagian keuntungannya.Contoh bank milik swasta yaitu BCA, Permata Bank, Bii, Bank Mega, Bank Muamalat, Bank Niaga, dll.
c. Bank Milik Asing
Merupakan cabang dari bank luar negeri, baik milik swasta atau pemerintah asing kepemilikan jelas oleh pihak asing (luar negeri). Contoh Bank milik asing:
Bank Of America, City Bank, Europian Asia Bank, dan lain sebagiannya.
d. Bank Milik Campuran
Merupakan Bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta.Tetapi secara mayoritas dipegang oleh warga Negara Indonesia.Contoh Bank Ficonesia, Bank Sakura Swardana, Inte Facikfik bank dan lain sebagainya.
2. Di lihat dari segi bunga atau pembagian hasil usaha.
a. Bank Konvensional
Dalam mencari keuntungan bagi bank penetapan sebagai harga, untuk produk simpanan seperti giro, tabungan, maupun deposito. Begitu pula dengan produk pinjaman (kredit), sedangkan jasa-jasa bank lain pihak perbankan konvensional menerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu.
b. Bank Berdasarkan Prinsip Syariah
Dalam mencari keuntungan bagi bank harus berdasarkan prinsip Syariah berupa pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (Murabahab), pembiayaan berdasarkan prinsip serta modal (Musyarakab), prinsip jual beli dengan memperoleh keuntungan (Murabahab), pembiayaan modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (Ijasah).Sedangkan untuk penetuan biaya-biaya jasa bank lainnya. Bagi bank yang berdasarkan prinsip Syariah yang dasar hukumnya adalah
Al-quran dan sunnah rasul. Serta mengharamkan produk dengan penggunaan tertentu.
2. Adapun fungsi bank sebagai berikut:
1. Agent
Dasar uang perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam hal penghimpunan dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan menitipkan dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan disalahguanakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik.
2. Agen Of Development
Kegiatan perekonomian masyarakat disektor moneter dan disektor pembiayaan perbankan rill tidakdapat di pisahkan.Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sektor rill tidak akan berkinerja degan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank merpakan penghimpunan dan penyaluran dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian disektor rill. Seperti kegiatan distribusi dan kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi, distribusi, konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi,distribusi, konsumsi. Ini tidak lain adalah kegiatan pembangun perekonomian suatu masyarakat.
3. Agent Of Service
Disamping melalukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat. Jasa
yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan perekonomian masyarakat.
Secara umum jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang berharga, pemberian jaminan bank, dan penyelesaian tagihan bank.
Ketiga fungsi bank diatas diharapkan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh dan lengkap mengenai fungsi bank dalam perekonomian, sehingga bank tidak hanya dapat diartikan sebagai lembaga perantara keuangan.
B. Pengertian Performing Loan dan Non Performing Loan
Kondisi dunia perbankan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan ini selain di sebabkan oleh peubahan internal dunia perbankan, juga tidak terlepas dari pengaruh pekembanganluar dunia bank, seperti factor rill, dalam perekonomian, politik, sosial, hukum,pertahanan dan keamanan. Dimulai dari tahun 1983 ketika berbagai macam deregulasi mulai dilakukan oleh pemerintah deregulasidan penerapan kebijakan yang terkait dengan kebijakan moneter.Sektor perbankan mepunyai kemampuan untuk meningkatkan kinerja ekonomi makro di Indonesia.Bisnis perbankan ini berkembang pesat dalam kurung waktu 1988-1996.
Namun pada pertengahan tahun 1997. Industri perbankan mengalami kemunduran total akibat terjadi krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda di Indonesia.
Kredit yang disalurkan oleh bank merupakan bagian terbesar asset yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.Oleh karena itu kegiatan perkreditan merupakan tulang punggung atau kegiatan utama bank.Melihat peranan kredit yang sangat besar dalam dunia perekonomian tentunya pemerintah dan dunia
perbankan harus menerapkan kebijakan yang dapat mengatur keseimbangan perkreditan nasional.Pada dasarnya semua bisnis tidak dapat terlepas dari resiko kegagalan.Demikian pula dari dunia perbankan.
Peningkatan Non Performing Loan (NPL) yang dialami perbankan nasional juga mengakibatkan tersendatnya penyaluran kredit.Banyaknya kredit bermasalah menyebabkan terkikisnya permodalan bankyang dapat dilihat dari menurunnya kemampuan bank dalam menyalurkan kredit yang pada akhirnya bank kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan laba yang optimal dari kegiatan pokoknya tersebut.
1. Penyelamatan Performing Loan
Penyelamatan performing loan menurut Suhardjono, (2003:273).Merupakan kredit dengan kolektibilitas dalam perhatian khusus, kurang lancer, diragukan atau macet.Upaya perbaikan yang dilakukan bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban membayar kredit.
Sterategi dalam melakukan penyelamatan kredit bermasalah dapat dilakukan dengan tindakan Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring (3R) :
a. Rescheduling (Penjadwalan Ulang)
Rescheduling adalah perubahan syarat kredit yang hanya menyangkut jadwal pembayar dan atau jangka waktunya.
b. Reconditioning (Persyaratan Ulang)
Reconditioning adalah perubahan sebagian atau seluruh syarat-syarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu dan
persyaratan lain. Sepanjang tiding menyangkut maksimum saldo kredit yang mencakup
c. Restructuring (Penataan Ulang)
Restructuring adalah perubahan syarat-syarat kredit yang meliputi penambahan dana bank, merupakan tindakan yang dilakukan oleh bank dalam rangka memperbaiki kinerja usaha debitur agar dapat beroperasi kembali secara normal dengan penambahan kredit.
Upaya penyelamatan dengan cara 3R tersebut diatas, dapat dilakukan apabila masih memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
1. Debitur menunjukkan itikad yang positif untuk bekerja sama dengan kooperatif terhadap upaya penyelamatan yang akan dijalankan.
2. Usaha debitur masih berjalan dan mempunyai prospek yang bagus.
3. Debitur masih mampu untuk membayar kewajiban yang harus dijadwalkan.
4. Debitur masih mampu membayar bunga berjalan.
5. Adanya kemampuan dan prospek usaha debitur untuk pulih kembali.
6. Posisi bank akan menjadi baik.
2. Non Performing Loan
Non Performing Loan menurut Mahmoedin (2002:2).Merupakan kredit yang tidak menepati jadwal angsuran sehingga terjadi tunggakan. Secara luas Non Performing Loan di definisikan sebagai suatu kredit dimana pembayaran dilakukan tersendat-sendat dan mencukupi kewajiban dana terbesar suatu bank juga berasal dari masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga aktivitas penghimpunan dana masyarakat yang memiliki kelebihan dana dan kemudian
menyalurkan dana tersebut kembali kedalam masyarakat dalam bentuk kredit merupakan aktivitas atau fungsi utama suatu bank.
C. Pengertian kredit
Kredit bersala dari kata Yunaniyaitu “Credere” yang berarti kepercayaan, sedangkan dalam bahasa latin yaitu “Creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Menurut UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan pasal 12 ayat 1 bahwa : kredit adalah “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yangmewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan”.
D. Jenis-Jenis Kredit
Menurut Sinungan (2000:212) bahwa pada umumnya jenis-jenis kredit dapat ditinjau dari beberapa sudut, antara lain :
1. Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun. Dalam kredit jangka pendek juga termasuk kredit untuk tanaman musiman yang bejangka waktu lebih dari satu tahun.
2. Kredit jangka waktu menegah, yaitu kredit yang berjangka waktu antara satu tahun sampai dengan 3 tahun, kecuali kredit untuk tanaman musiman tertentu.
3. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang yang berjangka waktu lebih dari 3tahun. Macam kredit berdasarkan pemakai atau berdasarkan tujuan yang dimaksud dengan pemakai kredit ialah pihak yang menerima kredit.
Mengingat bahwa permintaan akan kredit timbul dari adanya kebutuhan dari
pihak peminta kredit untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang direncanakan maka penggolongan kredit berdasarkan tujuan erat seali dengan penggolongan kredit berdasarkan pemakai.
E. Prinsip Perkreditan
Prinsip Perkreditan terdiri atas 5C yaitu :
1. CHARACTER. Yang dimaksud dengan kapasitas dengan „character‟ disini ialah karakter dari pinjaman. Integritasdan kejujuran dari pinjaman merupakan faktor yang paling menentukan, karena itu harus diberi bobot yang paling banyak.
2. CAPACITY. Yang dimaksud dengan kapasitas/capacity ini ialah kemampuan pimpinan perusahan yang mengajukan permohonan kredit dalam mengelola perusahaannya. Kalau kemampuan dalam mengelola baik, maka laba yang diperoleh perusahaan akan besar. Ini dengan sendirinya memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban membayar bunga dan pokok pinjamannya.
3. CAPITAL. Perusahaan dengan modal yang besar menunjukkan besarnya kemampuan perusahaan untuk dalam keadaan terpaksa melikuiditas kekayaannya guna melunasi kewajiban-kewajiban perusahaan.
4. COLLATERAL. Yang dimaksud dengancollateral ialah jaminan dalam bentuk aktiva, dalam artian bahwa apabila pihak peminjam tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka aktiva yang digunakan sebagai jaminan dijual dan hasil penjualannya dipergunakan untuk memenuhi kewajiban tersebut.
5. CONDITIONS. Yang dimaksud dengan conditions disini ialah apa yang biasa disebut suasana dunia usaha atau „bussines conditions‟ yaitu istilah lain untuk
keadaan perekonomian, khususnya dilihat dengan menggunakan kacamata perusahaan. Dalam mengambil keputusan apakah permohonan kredit investasi dikabulkan atau tidak, bank perlu memperhatikan apakah perekonomian menghadapi keadaan resesi ata bahkan depresi , ataukah ekspansi.
F. Definisi Kredit Bermasalah
Menurut Siswanto (1997:11) kredit bermasalah adalah suatu bunga dan atau kredit induk yang telah jatuh tempo, sehingga terjadi keterlambatan pembayaran atau sama sekali tidak ada pembayaran.
Menurut Bank Indonesia, kredit dapat dikategorikan kredit bermasalah bilamana :
a. Terjadi keterlambatan pembayaran bunga dan / atau kredit induk lebih dari 90 hari semenjak tanggal jatuh temponya.
b. Tidak dilunasi sama sekali.
c. Diperlukan negosiasi kembali atas syarat pembayaran kembali kredit dan bunga yang tercantum dalam perjanjian kredit.
G. Pengertian Tingkat Kesehatan Bank
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah Bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinyadengan baik dengan kata lain bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat. Dapat menjalankan fungsi Intermediasi, dapat membantu lalu lintas pembayaran serta dapat mendukung fungsi-fungsi tersebut pelayanan yang baik kepada masyarakat, bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.Serta harus mempunyai modal yang cukup, menjaga kualitas asset dengan baik pula, mengelola dan
mengoperasikan bank.Prinsip kehati-hatian menghasilkan keuntungan yang cukup untuk memepertahankan kelangsungan usahanya serta memelihara likuiditasnya harus senantiasa memenuhi berbagi ketentuan aturan yang ada.
Dalam melakukan penilaian atas tingkat kesehatan bank pada dasarnya dilakukan dengan pendekatan kualitatif atas berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank.Pendekatan tersebut dilakukan dengan penilaian faktor-faktor permodalan, kualitas aktiva produkif, manajemen, rentabilitas, dan likuiditas.
Pada tahap awal penilaian tingkat kesehatan suatu bank dilakukan dengan melakukan kompenen dari masing-masing faktor tersebut.Faktor dan kompenen tersebut selanjutnya diberi suatu bobot sesuai dengan besarnya pengaruh terhadap kesehatan suatu bank. Dengan sistem kredit yang dinyatakan dalam nilai kredit selanjutnya dikurangi dengan nilai kredit atas pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang lain, yang sanksinya dikaitkan dengan tingkat kesehatan bank. Dan selanjutnya masih dievaluasi lagi dengan memperhatikan informasi dan aspek- aspek lain yang secara materil dapat berpengaruh terhadap perkembangan masing- masing faktor. Pada akhirnya akan diperoleh suatu angka yang dapat menentukan predikat tingkat kesehatan bank, yaitu Sehat, Cukup Sehat, Kurang Sehat, dan Tidak Sehat.
H. Hasil Nilai dan Predikat Tingkat Kesehatan
Berdasarkan penjumlahan nilai kredit dari faktor-faktor sesuai bobotnya, kemudian dikurangi dengan penalti karena pelanggaran atas ketentuan yang memepengaruhi tingkat keshatan, maka akan diperoleh total nilai kredit tingkat kesehatan bank.
Total nilai terebut selanjutnya akan menentukan predikat tingkat kesehatan suatu bank sebagai berikut :
a. 81 – 100 predikat Sehat b. 66 < 81 predikat Cukup Sehat c. 51 < 66 predikat Kurang Sehat d. 0 < 51 predikat Tidak Sehat
Predikat tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari sehat, cukup sehat, kurang sehat, dapat gugur dan menjadi tidak sehat apabila terdapat perselisihan interen.
Campur tangan oleh pihak-pihak diluar bank, window dressing dalam pembukuan, praktek bank dalam bank, kesulitan yang mengakibatkan pengunduran diri dari kliring dan terdapat praktek lain yang dapat membayangkan kelangsungan usaha bank.
Penilaian tingkat kesehatan bank mencakup penilaian terhadap faktor-faktor CAMEL yang terdiri dari :
a. Permodalan (capita)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kuntitatif permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap kompenen-kompenen sebagai beikut :
1. Kecukupan pemenuhan kewajiban penyediaan modal minimum terhadap ketentuan yang berlaku.
2. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan modal bank.
3. Kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan laba ditahan.
b. Kualitas Asset (asset quality)
Penilaian peningkatan kuantitatif dan kuantitatif faktor kualitas asset antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap kompenen-kompenen sebagai berikut : 1. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan total aktiva produktif.
2. Debitur inti kredit diluar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit.
3. Perkembangan aktiva produktif bermasalah (non performing asset) dibandingkan aktiva produktif.
c. Manajemen (management)
Penilaian terhadap factor manajemen antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap kompenen-kompenen sebagai berikut :
a. Manajemen Umum
1. Praktek tata kelola perusahaan yang baik.
2. Struktur dan komposisi pengurus bank.
3. Penanganan pertentangan kepentingan (conflict of interest).
4. Kemampuan untuk membatasi/mencegah penurunan kualitas.
b. Penerapan sistem manajemen resiko.
1. Penerapan sistem manajemen resiko dinilai berdasarkan empat cakupan.
2. Pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi.
3. Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit.
4. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pementauan, dan pengendalian resiko serta sistem informasi manajemen.
d.Earning (penilaian)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kuantitatif factor rentabilitas (earning) antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap kompenen-kompenen sebagai berikut :
1. Pengembalian akta visa.
2. Pengambilan atas ekuitas.
3. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
4. Komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi pendapatan.
5. Penerapan prinsip dalam pengakuan pendapatan dan biaya.
e.Likuiditas
Penilaian pendekatan kuantiatif dan kuantitatif faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap kompenen-kompenen sebagai berikut : 1. Aktiva likuid kuang dari 1 bulan dibandingkan pasiva likuid kurang dari 1
bulan.
2. Rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga.
3. Ketergantungan pada dana antar bank dana deposan inti.
4. Stabilitas dana pihak ketiga.
Penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia sampai saat ini secara garis besar di dasarkan pada faktor-faktor CAMEL (Capital, Asset, Qualitas, Management, Earning, Liquidity). Kelima faktor tersebut berkaitan dan memang
merupakan faktor yang menentukan kondisi suatu bank. Apabila suatu bank mengalami permasalahan pada salah satu faktor tersebut, maka bank tersebut akan mengalami kesulitan.
Meskipun secara umum factor CAMEL relevan dipergunakan untuk semua bank.Dengan dasar ini, maka penggunaan factor CAMEL dalam penilaian tingkat kesehatan dibedakan antara bank umum dan BPR hanya pada bobot masing- masing factor CAMEL. Pelaksanaan penilaian selanjutnta diakukan sama tanpa ada perbedaan antara bank umum dan BPR
Bobot masing-masing factor CAMEL untuk bank umum dan BPR ditetapkan sebagai berikut :
Table 2.1
Bobot penilian factor CAMEL untuk Bank Umum dan BPR
No Factor CAMEL Bank Umum BPR
1 Permodalan 25% 30%
2 Kualitas aktiva produktif 30% 30%
3 Kualitas Manajemen 25% 20%
4 Rentabilias 10% 10%
5 Likuiditas 10% 10%
I. Program Rekapitulasi Bank
Program rekapitulasi bank merupakan pilar utama penyehatan perbankan melalui penyelesaian permasalahan solvabilitas yang disebabkan oleh minimya modal bank.Banyaknya bank yang mengalami permasalahan permodalan setelah krisis mengharuskan pemerintah untuk menambah modal pada bank-bank yang lainnya yang diperkirakan layak untuk terus beroperasi, sementara bank-bank yang lainnya yang kekurangan modal dan diperkirakan tidak mampu terus beroperasi ditutup dan dicabut izin usahanya.Rekapitulasi adalah penyertaan modal oleh pemerintah kepada bank-bank yang mengalami kesulitan modal dan diperkirakan masih dapat terus beroperasi untuk mendukung perekonomian nasional.
Dengan demikian program ini ditunjukkan untuk menyehatkan baik individu bank maupun industriperbankan secara keseluruhan sehingga mampu memaksimumkan konstribusinya terhadap perekonomian nasional secara sehat.
Obligasi yang dimiliki perbankan dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bagi bank-bank rekapitulasi melalui penerimaan bunga maupun dengan cara menjual dan memeperdagangkannya. Dalam kenyataannya, sebagian besar modal bank-bank rekapitulasi merupakan penyertaan modal pemerintah.Akan tetapi penyertaan modal pemerintah dimaksud bersifat sementara dan secara bertahap dijual kembali melalui program divestasi secara bertahap pada investor yang berminat.
J. Kerangka Pikir
Adapun kerangka pikir yang digunakan dalam pembahasan laporan ini yaitu PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Cabang Achmad Yani Makassar.
Sector yang kelebihan dana dan sector yangkekurangan dana salah satu bentuk kegiatan dalam perbankan yaitu menghimpun dana masyarakat dari pihak yang kelebihan dana bagi pihak bank akan menyalurkan kepada masyarakat atau kepada pihak-pihak yang memerlukan dana dalam bentuk kredit (pinjaman) guna memperlancar transksi, pergunakan untuk memeperlancar seluruh aktifitas keuangan msyaraka. Bank Rakyat Indonesia dalam melakukan aktifitasnya meyalurkan kredit kepada masyarakat yang kekurangan dana, tentunya di pengaruhi oleh besarnya dana yang dimiliki oleh bank.
Skema Kerangka Pikir
Rekomendasi
Gambar. 2.1 Kerangka Pikir
Penyaluran Kredit
PL
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk Cabang Achmad Yani
Makassar
NPL
Tingkat Kesehatan Bank (Likuiditas)
(
K.Hipotesis
Berdasarkan latar belakang masalah dan Landasan teori yang dikemukakan penulis memunculkan Hipotesis yaitu :
“ Di duga bahwa Performing Loan dan Non Performing Loan Berpengaruh Terhadap Tingkat Kesehatan Bank “ .
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian berlangsung pada berlokasi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Caban Achmad Yani Makassar, Jl. Jendral achmad yani No. 8 Makassar Telp. (0411) 312051-312495-31066, FAX : (0411) 312068- 325832, selama 2 bulan.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan laporan ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Penelitian lapang (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan pada obyek penelitian dan melakukan interview terhadap staff / karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Achmad Yani.
2. Penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca literatur-literatur serta buku-buku yang berkaitan dengan masalah pokok yang dibahas. Khususnya sistem dan prosedur pembukaan tabungan.
26
C. Jenis Data dan Sumber Data
1. Dalam penulisan laporan ini jenis data yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Data Kualitatif
Yaitu data yang diperoleh melalui catatan atau tulisan dari berbagai sumber, baik dalam bentuk tulisan maupun tidak tertulis.
b. Data Kuantitatif
Yaitu jenis data yang berbentuk angka dan dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan.Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan laporan.
2. Sumber data pada penelitian ini meliputi : a. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh data dari dokumen bank yang dieliti (obyek penelitian, berupa laporan tertulis yang dibuat secara berkala).
b. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh dari obyek penelitian berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pimpinan staff pada bank yang diteliti.
D. Metode Analisis
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang dikemukakan sebelumnya, maka metode analisis yang digunakan penulis adalah analisis rasio keuangan menurut Kasir (2008:289), rumus Non Performing Loan (NPL) dan Performing Loan (PL) yaitu sebagai berikut :
Total Kredit Lancar
PL = X 100
Total Kredit yang disalurkan
Total Kredit Lancar
NPL = X 100
Total Kredit yang disalurkan
E. Definisi Operasional
Untuk memudahkn penulisan ini maka, dikemukakan definisi operasional sebagai berikut :
1. Performing Loan merupakan total kredit lancer yang dibandingkan dengan total kredit yang disalurkan PT. Bank Rakyat Indonesia.
2. Non Performing Loan merupakan total kredit lancar yang dibandingkan dengan total kredit yang disalurkan PT.Bank Rakyat Indonesia.
3. Likuiditas merupakan ratio untuk mengukur kemampuan PT. Bank Rakyat indonesia dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
4. Tingkat Kesehatan Bank merupakan pengukuran kinerja keuangan suatu Bank yang di ukur NPL sesuai standar BI :Bank BRI menunjukan kinerja yang cukup baik dalam menekan jumlah krediy bermasalah. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya rasio NPL selama tahun 2010- 2012 sehingga pada tahun 2012 Bank BRI memperoleh peringkat yang baik sebesar 4,37%. Tingkat kecukupan manajemen risiko kredit yang baik adalah (2% < NPL < 5%).
Kinerja positif yang ditunjukkan oleh Bank BRI dalam mengendalikan jumlah kredit bermasalah ini juga tak lepas dari loyalitas dan kepatuhan nasabah dalam
membayar kembali pinjaman yang telah disalurkan oleh bank, dan mengindikasikan bahwa Bank BRI memiliki tingkat kecukupan manajemen risiko kredit yang baik. Secara umum, selama tahun 2010- 2012, rasio NPL pada Bank BRI masih aman dan memenuhi standar Bank Indonesia, yaitu antara 2% ≤ NPL ≤ 8%.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Sejarah singkat PT Bank Rakyat Indonesia dan Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Singkat PT Bank Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
30
(Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
2. Gambaran Umum Perusahaan
Merajut dari sejarah singkat diatas maka Bank Rakyat Indonesia mengalami beberapa kali perubahan nama, maka berdasarkan Surat Keputusan Direksi BRI Nokep :5.67 / Dir / 12 / 1982 tanggal 2 Desember 1982 ditentukan bahwa hari jadi Bank Rakyat Indonesia adalah tanggal 16 Desember 1895. Dan seiring dengan dinamika perekonomian Indonesia yang terus berkembang. BRI tumbuh menjadi bank yang besar dengan jaringan yang sangat luas sehingga pada tahun 1992 berubah status menjadi Persero dengan nama PT. Bank Rakyat Indonesia (persero).
Sejalan dengan perkembangan perekonomian yang searah dengan tujuan pembangunan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945, maka pemerintah menganggap perlu mendirikan kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia di setiap daerah seluruh Indonesia termasuk didirikannya Cabang Ahmad Yani yang bertepat dijalan Ahmad Yani.
Motto yang dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia adalah menjaga integritas, profesionalisme, kepuasan nasabah, keteladanan, serta penghargaan kepada sumber daya manusia.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Pada umumnya suatu perusahaan mempunyai tujuan yang merupakan syarat mutlak berdirinnya suatu perusahaan, oleh karena itu tujuan harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat ditentukan kegiatan-kegiatan apakah yang dilakukan oleh perusahaan.Perusahaan sebagai suatu organisasi merupakan suatu fungsi dari manajemen untuk mencapai sasaran dan tujuan dengan menggunakan sumber- sumber yang ada dalam perusahaan itu didalam melaksanakan kegiatan perusahaan.Salah satu hal yang rapi untuk kelancaran tugas operasional perusahaan.
PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Makassar Ahmad Yani sebagaimana dengan perusahaan lain juga mempunyai struktur organisasi. Format struktur organisasi dapat dilihat pada skema berikut ini.
Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Uraian tugas dan tanggung jawab dari jabatan-jabatan pada struktur organisasi PT. BRI Cabang Ahmad Yani sebagai berikut :
a. Pemimpi Kantor Cabang Tugas dan Tanggung jawab
1. Membina dan mengawasi kegiatan operasinaldi kanca (Kantor Cabang).
2. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kualitas setiap fungsi seperti : fungsi marketing, operasional dan support.
3. Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan negosiasi, merevisi dan mengupayakan pencapaian RKA (Rencana Kerja Administrasi).
4. Menciptakan dan menjamin kelancaran pelayanan operasional di Kantor Cabang.
5. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui/disahkan telah sesuai dengan kewenangannya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menjamin ketepatan dan kebenaran pembukuan.
7. Mengelola dan mengawasi kebutuhan logistic secara efisien.
b. Operation Office KANCA Tugas dan Tanggung jawab:
1. Membantu Pimpinan Cabang (Pinca) dalam penanganan kegiatan operasional kanca selama pinca tidak di tempat. Sedangkan bila
pinca ada ditempat, membantu kelancaran pelayanan bidang operasional kepada nasabah.
2. Mengelola kas dan surat berharga kanca selama pinca tidak ditempat.
3. Mengelola kas kanca, melaksanakan pergeseran kas antara unit kerja dang memelihara kerja register.
4. Mengaktifkan rekening pinjaman dan rekening peserta phone Banking / TAC (Transfer Antar Cabang).
5. Mengesahkan dalam OLSIB (On Line Sistem Informasi Bank) dan menandatangani bukti kas atau transaksi tunai, kliring, dan pemindah-bukuan yang ada dalam batas wewenangnya.
6. Melaksanakan tambahan kas awal hari / selama jam pelayanan kas bagi teller dan ATM (Automatic Teller Machine) serta menerima setoran kas dari teller.
Adapun bagian dari Operasional Office kanca yaitu : a) Administrasi Dana Jasa
1) Melayani aplikasi pembukuan rekening tertentu kepada pejabat yang berwenang untuk proses lebih lanjut.
2) Meneeruskan aplikasi pembukuan rekening tertentu kepada pejabat yang berwenang untuk proses lebih lanjut.
3) Menyiapkan cek / Bilyet Giro / Bilyet Deposito / Smartbri dan meminta pengesahan pejabat yang berwenang.
4) Mengisi data statis nasabah pada OLSIB (On Line Sistem Informasi Bank).
5) Meminta pejabat yang berwenang untuk melakukan pengaktifan rekening.
6) Melayani permintaan cek, bilyet giro, dan salinan R/K (Rekening Koran).
7) Memelihara kerjakan register.
8) Menghitung penalty pokok/bunga deposito yang dicairkan sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan yang berlaku.
b) Nasabah Inti Kerja Sama
1) Meneliti keabsahan dan kelengkapan dokumen yang diajukan dalam rangka penyelesaian transaksi yang berhubungan dengan rekening nasabah inti kerja sama.
2) Mengupdate table pembayaran gaji keloktif pada OLSIB sesuai daftar pembayaran yang diterima.
3) Menyiapkan aplikasi pelayaran rekening kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.
4) Mengupdate data pada bulog sesuai dengan L/C yang diterima dan setiap ada transaksi.
5) Memelihara kerjakan register-register NIK dan laporan-laporan NIK sesuai ketentuan yang berlaku.
c) Teller
1) Membuat aplikasi tambahan kas awal dan menerima uang dari OO (Oprotion Officer).
2) Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokkan dengan tanda setorannya.
3) Membayar uang kepada nasabah yang berhak.
4) Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima.
5) Mengesahkan data OLSIB dan menandatangani bukti kas atas transaksi tunai yang melebihi batas wewenangnya.
6) Meminta pengesahan/flat bayar kepada pejabat yang berwewenang atas transaksi tunai yang melebihi batas wewenangnya.
7) Mengelola dan menyetorkan uang fisik kas kepada OO baok selama jaman pelayanan kas maupun akhir.
8) Membayarkan biaya-biaya rumah tangga, realisasi kredit dan transaksi, yang kwitansinya telah disahkan oleh pejabat yang berwewenang.
9) Melayani transaksi jual beli Bank Note.
10) Mengolah kwitani pembayaran rekening listrik/telpon, PDAM/PBB dan menerima pembayaran dari pelanggan.
d) Payment Point
1) Menerima setoran uang.
2) Memeriksa kebenaran dan keabsahan bukti setoran dan dokumen pendukungnya.
3) Melakukan penyetoran uang ke teller atau OO (dalam hal bertindak sebagai teller).
4) Melakukan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan.
e) Unit Pelayanan Nasabah (UPN) Kanca
1) Memberikan informasi kepada calon nasabah/nasabah mengenai produk dab jasa BRI.
2) Memberikan informasisaldo simpanan, transfer maupun pinjaman bagi nasabah yang memerlukan.
3) Melayani permintaan salinan rekening Koran bagi nasabah yang memerlukan (diluar pengiriman sejara rutin tiap awal bulan).
4) Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan (seperti mengantarkan atau menjemput uang ketempat tingkat/usaha nasabah).
5) Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dan maupun jasa BRI.
6) Menerima dan menginvetarisir keluhan-keluhan nasabah untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang.
c. Petugas Administrasi Kredit Kanca Tugas dan Tanggung jawab :
1. Terpenuhnya kelengkapan dan persyaratan dokumen kredit sesuai PTK (Putusan Kredit).
2. Memastikan bahwa ketataan terhadap KUP (Kebijaksanaan Umum Perkreditan) BRI dan PKK (Pedoman Pelaksanaan Kredit) untuk setiap permohonan kredit telah dilaksanakan dengan memberikan pendapat/opini bahwa pemberian kredit telah sesuai dengan KUP BRI dan PKK serta kriteria yang ditetapkan telah terpenuhi.
3. Menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk realisasi kredit, seperti : surat penawaran putusan kredit (Offering Letter), surat hutang, bukti kepemilikan bangunan, bukti peningkatan bangunan, memastikan nota-nota pembukuan asuransi yang berhubungan dengan kredit telah dikelola/ administrasi sesuai dengan ketentuanyang berlaku.
4. Memastikan bahwa aspek yuridiss yang berkaitan dengan kredit telah diselesaikan dan memeberikan perlindungan yang memadai bagi BRI.
5. Memastikan bahwa offering letter telah dibuat sesuai dengan PTK.
6. Menyiapkan instruksi pencarian kredit (IPK) untuk diperiksa dan disetujui oleh pinca.
d. Sekretaris
Tugas dan Tanggung jawab ;
1. Menagendakan surat-surat keluar dan surat-surat masuk dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Mengatur lalu lintas pembicaraan melalui telepon.
3. Memelihara kerjakan register kas porti (kas kecil)
4. Mendistribusikan semua surat-surat masuk kepada pejabat-pejabat yang berwewenang di kanca.
5. Menyiapkan surat-surat keluar untuk diserahkan kepada petugas Ekspedisi.
6. Mengatur agenda kerja pinca.
7. Melayani tamu-tamu yang akan bertemu dengan pinca.
8. Mengisi surat/berita penting lainnya mulai telex/faxemail atas perintah pinca.
e. Personalia
Tugas dan Tanggung jawab :
1. Memelihara kerjakan data pembayaran gaji pegawai dari kanca induk, biaya pengobatan, cuti pegawai dan hak-hak pegawai lainnya dengan benar sesuai sesuai peraturan/ketentuan kepegawaian yang berlaku.
2. Memelihara kerjakan file kepegawaian secara tertib.
3. Memelihara, kerjakan absensi pegawai.
4. Mengadministrasikan semua bentuk hukuman jabatan bagi pegawai sesuai instruksi Opration Office/Pinca.
5. Mengatur pembagian kerja sopir, pramubakti, satpam secara efektif dan efisien.
6. Menindak lanjutkan semua temuan audit, baik dari intern maupun ekstern BRI.
7. Melakukan tugas-tugas lain sesuai dengan instruksi dari atasan.
f. Fungsi Logistik
Tugas dan Tanggung jawab :
1. Memenuhi kebutuhan logistik/supplies kepada pegawai sesuai kebutuhan.
2. Memenuhi kebutuhan bensin, penggantian suku cadang lalu lintas dan kebeutuhan logistic lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Mengadministrasikan semua aktiva tetap kanca dengan tertib dan benar.
4. Melakukan penyusutan aktiva tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyimpan laporan-laporan di bidang logistic sesuai permintaan kawin/kanpus.
6. Menindak lanjuti semua temuan auditor, baik dari intern maupik ekstern BRI.
7. Melakukan tugas-tugas lain sesuai dengan instruksi dari atasan.
C. Pelayanan Jasa Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Ahmad Yani Makassar
Seperti diketahui, sebagaimana dengan perantara keuangan lainnya, maka bank yang di akui eksistensinyaoleh pemerintah berfungsi untuk menyalurkan kredit dan melakukan produk jasa kepada masyarakat yang membutuhkannya.
Bank yangberfungsi menyalurkan kredit yang merupakan salah satu fasilitasuntuk memperoleh pinjaman uang yang harus dibayar kemudian menurut syarat-syarat yang di tetapkan dalam suatu bentuk perjanjian kredit. Namun demikian, bank selaku pemberi pinjaman tidaklah dengan mudahnya untuk memberi pinjaman uang kepada seorang calon debitur tanpa ditunjang dengan benda yang dapat dijadikan jaminan pelunasan hutang debitur dikemudian hari.
Produk/jasa yang ada di PTBank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan/dikelolaoleh bank yang merupakan usaha-usaha bank menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian bank menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kreditur) yang secara sistematis dan terarah.
System pemasaran jasa perbankan yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani, yang melalui costumer service agar dikenal oleh masyarakat Makassar pada khususnya, dapat dibagi atas 3antara lain:
1) Produk Pendanaan/Simpanan (Funding Product) Simpanan BRI terdiri dari berbagai jenis, anatara lain : a. Giro
1) Giro BRI Rupiah adalah simpanan pihak ketiga dalam mata uang rupiah yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan warkat cek/bilyet giroatau surat perintah penarikan lainnya.
2) Giribri Valas adalah simpanan dalam valuta asing pihak ketiga kepada BRI yang setiap saat dapat diambil ole pemegang rekening yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kepada pemegang rekening giribri valas tidak diberikan buku Cheque atau bilyet giro untuk penarikannya.
b. Tabungan
1) Britama adalah jenis tabungan yang dilaksanakan di kanca BRI dengan menggunakan tanda setoran atau bukti pengambilan yang telah dilakukan BRI sepanjang saldo mencukupi.
2) Simpedes adalah simpanan masyarakat pedesaan di BRI unit yang termasuk dalan kelompok tabungan, yang pengambilan maupun penyetoran tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi sepanjang saldo mencukupi.
3) Tabungan ONH BRI adalah tabungan yang diperuntukkan bagi perorangan guna mempersiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Bagi penabung yang mempunyai saldo cukup dapat
didaftarkan untuk mendapatkan nomor porsi melalui SISKOHAT sesuai dengan tahun keberangkatan yang diinginkan.
c. Deposito
1) Depobri Rupiah adalah simpanan berjangka dalam mata uang rupiah yang dikeluarkan oleh BRI, dimana penarikannya hanyadapat dilakukan hanya dalam jangka waktu tertentu telah diperjanjikan.
2) Depobri Valas adalah simpanan berjangka dalam bentuk mata uang asing yang dikeluarkan oleh BRI, dimana penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang telah diperjanjikan.
3) DOC (Deposit On Call) adalah simpanan atas nama bank (atau pihak ketiga bukan bank) yang penarikannya hanya dapat dilaksanakan dengan syarat pemberitahuan sebelumnya
3) Produk Pembiayaan/Pinjaman (Lending Product)
a. Kredit Investasi adalah kredit jangka menegah /panjang untuk memperluas rehabilitasi, modernisasi, eksvansi, dan pendirian proyek-proyek bagi debitur yang berasangkutan selain debitur pemerintah pusat.
b. Kredit modal kerja adalah pinjaman yang diberikan untuk keperluan modal kerja debitur yang bersangkutan selain debitur pemerintah pusat.
c. Kredit investasi kecil adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada jenis-jenis usaha kecil yang telah berjalan untuk memperluas usahanya.
d. Kredit dengan jenis deposito adalah kredit yang diberikan bank kepada nasabah pemegang bilyet deposito setelah aksep atau plafon kreditnya disetujui dan ditanda tangani maka deposito nasabahbersangkutan saldonya menjadi debet atau over draf maksimal sebesar plafon kredit tersebut.
4) Produk Jasa
a. Transfer atau kiriman uang adalah perintah nasabah kepada bank untuk membayar dan atau mengirim sejumlah uang kepada seseorang atau perusahaan yang ada di kota lain.
b. Inkaso adalah jasa perbankan untuk memperlancar dan mengefesiansikan penagihan utang nasabah dalam bentuk uang giral yang diterimanya dari kota lain.
c. Save deposit box adalah tempat menyimpan membayar ongkos penyimpana surat berharga tersebut.
d. Kliring adalah perhitungan atau pelunasan hutang piutang dan pertukaran warkat-warkat kliring sesame anggotanya yang dilaksanakan oleh lembaga kliring atau BRI.
e. Penerimaan Negara (pajak) adalah setoran yang diterima oleh bank pada pihak III berupa pajak, non pajak yang akan disetorkan ke rekening kas Negara yang tata usahanya di BRI.
f. Penerimaan PBB adalah setoran yang diterima oleh bank dari pihak ke III berupa pajak bumi dan bangunan yang akan disetorkan ke rekening kas Negara yang di tata usahakan di BRI.
g. Penerimaan pembayaran tagihan telfon adalah bentuk kerjasama antara BRI dengan PT. TELKOM dalam penerimaan pembayaran jasa telekomunikasi diseluruh Kanca BRI seluruh Indonesia.
h. Penerimaan pembayaran tagihan rekening listrik adalah bentuk kerjasama antara BRI dan PLN dalam hal pembayaran rekening listrik bulanan dan tagihan lain di seluruh kanca BRI seluruh Indonesia.
i. Penerimaan setoran ONH yang dilakukan masyarakat yang mempunyai niat untuk melaksanakan ibadah haji dan penyetoran dilakukan sekaligus sesuai dengan tarif ONH yang ditetapkan pemerintah dan calon haji sah terdaftar apabila sudah mendapatkan nomor penyetoran/Depag.
Dengan adanya pelayanan produk/jasa yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonsia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani jelaslah bahwa bank tersebut berfungsi sebagai lembaga perantara keuangan dan untuk dapat menjalankan fungsi tersebut, bank perlu dan harus memobilisasi dana dari masyarakat.
Mobilisasi dana adalah kegiatan atau usaha-usaha bank dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat.
Dalam mobilisasi dana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar
Ahmad Yani mempunyai jenis kegiatan yang dilakukan antara lain : Giro, Deposito On Call, Deposito Berjangka dan Tabungan.
D. Penyaluran Kredit pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yanitelah mendapatkan kepercayaandari pemerintah untuk menyalurkan kredit khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menegah kebawah.Saat itu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani mulai menekuni penyaluran kredit.
Sebagai konsekwensi dipilih usaha otomatis dari penyaluran kredit inilah diharapkan dapat diperoleh keuntungan yang maksimal. Pemberian kredit pada dasarnya adalah kepercayaan bahwa debitur akan dapat mengembalikan kredit tepat pada waktunya. Sehingga pemberian kredit itu tidak menjadi bermasalah, maka kredit harus diberikan pada debitur yang benar-benar berkualitas.
Penyaluran kredit yang benar, yaitu resiko kemungkinan dapat kembali, sehingga penyaluran kredit itu dapat menguntungkan diperlukan cara dengan sterategi untuk meminimumkan resiko tersebut. Salah satu factor yang menjadi pertimbangan dalam pemberian kredit adalah kepada siapa kredit itu akan diberikan, artinya calon debitur yang bagaimana yang layak diberi kredit sehingga dengan pemilikan calon debitur yang tepat diharapkan dapat menekan kemungkinan suatu kredit menjadi bermasalah.
Telah berbagai cara yang ditempuh oleh PT Bank Rakyat Indonesia(persero) Cabang Makassar Ahmad Yani dalam menganalisis resiko pemberian kredit
sifatnya kredit yang jumlah besar, dimana kredit yang diberikan kepada calon debitur agak tinggi dibandingkan kredit program.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, sterategi pemberian kredit pada PT Bank Rkayat Indonesia (Persero) Cabang Makassar Ahmad Yani telah melakukan suatu analisis yang dapat secara langsung atau tidak langsung diketahui, analisis kredit bank itu dari segi kemauan, kemampuan, dan andalan agunan, tetapi tidak lepas dari prinsip 5 c, 7 p, dan 3 r.
TABEL 3.1
Komposisi Nasabah Kredit
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Makassar Ahmad Yani Tahun 2013– 2015
No Tahun Jumlah kredit (Rp) Perubahan
Kredit lancar Kredit Bermasalah Rp % Rp %
1 2013 29.322.409.656 22.634.942.000 - - - -
2 2014 40.310.806.718 28.289.744.000 10.988.397.062 37 5.654.802.000 24 3 2015 48.662.441.448 35.348.853.000 8.351.634.730 21 7.059.109.000 25 Jumlah 118.295.657.822 86.273.539.000 19.340.031.792 58 12.713.911.000 49
Sumber : Kantor BRI Cabang Makassar Ahmad Yani (data diolah)
Berdasarkan table diatas Nampak jelas bahwa dana perkreditan pada BRI Cabang Makassar Ahmad Yani pada kredit lancer terlihat pada tahun 2013 jumlah nasabah kredit sebesar Rp. 29.322.409.656 atau sekitar 24,789%.
Pada tahun 2014 jumlah nasabah kredit yang dilayani sebanyak Rp.
40.310.806.718 atau sekitar 34,077% dan tahun 2015 jumlah nasabah meningkat Rp. 48.662.441.448 atau sekitar 41,136%. Sedangkan pada kredit bermasalah terlihat pada tahun 2013 sebesar Rp 22.634.942.000 atau sekitar 26,236% kemudian pada tahun 2014 sebesar Rp 28.289.744.000 atau sekitar 32,790% dan pada tahun 2015 sebesar Rp 35.348.853.000 atau 40,972%. Dengan demikian, jumlah nasabah kredit lancar pada Bank Rakyat Indonesia (persero) Cabang Ahmad Yani cukup
menggembirakan karena mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Dan Bank Rakyat Indonesia (persero) Cabang Ahmad Yani dapat menekan jumlah kredit bermasalah yang mengalami sedikit perubahan dari tahun ke tahun.Demikian tujuan utama Bank Rakyat Indonesia untuk memperbaiki ekonomi masyarakat dengan bantuan kredit lebih mudah tercapai dan meyentuh masyarakat menegah kebawah.
PL = Total Kredit Lancar
Total Kredit Yang disalurkan x 100
NPL = Total Kredit Bermasalah Total Kredit Yang disalurkan x 100
Besarnya PL untuk tahun 2013 PL = 29.32.409.656
118.295.657.822 x 100
= 24,789 %
Besarnya PL untuk tahun 2014 PL = 40.310.806.718
118.295.657.822 x100
= 34,077 %
Besarnya PL untuk tahun 2015 PL = 48.662.441.448
118.295.657.822 x100
= 41,136%
Sedangkan untuk menghitung Rasio Kredit atau Rasio Non Performing Loan ( NPL ) adalah :
Besarnya NPL untuk tahun 2013 NPL = 22.634.942.000
86.273.539.000 x100
= 26,236 %
Besarnya NPL untuk tahun 2014 NPL = 28.289.744.000
86.273.539.000 x100
= 32,790 %
Besarnya NPL untuk tahun 2015 NPL = 35.348.853.000
86.273.539.000 x100
= 40,972%