METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Membangun agroindustri yang tangguh dan berdaya saing tinggi seharusnya dimulai dengan membangun sistem jaringan rantai pasokan yang tangguh dan saling menguntungkan serta bersinergi dengan rencana pembangunan pemerintah (Harris, 2004). Pada sistem rantai pasokan industri tapioka belum ada sinergi antara industri tapioka halus, industri tapioka kasar dan petani. Proses bisnis dalam jaringan rantai pasokan tapioka, harga ditentukan oleh mekanisme pasar dan industri besar dengan modal lebih kuat.
Fluktuasi harga terjadi akibat adanya ketidakpastian harga pasar, kualitas produk dan kemampuan pasokan. Ketidakpastian harga mengakibatkan ketidak pastian tingkat keuntungan yang diperoleh pelaku dalam jaringan rantai pasokan. Harga tapioka halus ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar dan persaingan industri tapioka dengan modal lebih besar dan tapioka impor. Harga tapioka kasar ditetapkan oleh industri tapioka halus yang berfluktuasi berdasarkan perubahan harga tapioka halus dan variasi kualitas tapioka kasar.
Teknologi produksi tapioka kasar masih sangat sederhana dan biasanya mengandalkan cahaya matahari dalam proses pengeringannya. Hal ini menyebabkan kualitas tapioka sangat tidak memenuhi standar dan beragam. Keragaman kualitas tapioka kasar sebagai bahan baku tapioka halus mengakibatkan beragamnya kualitas tapioka halus. Kualitas bahan baku merupakan salah satu penentu harga tapioka kasar. Apabila ada ketidak cocokan harga maka produsen tapioka kasar akan menjual di tempat lain atau ke industri makanan. Hal ini akan menyebabkan kurangnya pasokan bahan baku bagi industri tapioka halus yang berakibat tersendatnya produksi, sehingga banyak permintaan yang tidak terpenuhi dan mengancam kelangsungan industri.
Industri kecil tapioka merupakan industri padat karya. Dengan berhentinya produksi tapioka halua atau memproduksi dibawah kapasitas standar maka akan berakibat pada masalah sistem ketenagakerjaan, pengangguran dan penurunan
56
pendapatan petani. Oleh karena itu perlu dibuat rancangan model pengembangan agroindustri tapioka dengan lingkup pada rantai pasokan industri tapioka. Model ini dirancang dengan tidak mengabaikan kondisi ekstrim yang tidak terkendali dari faktor-faktor penyusun sistem rantai pasokan. Model yang akan dibangun diharapkan dapat menyelidiki kondisi turbulensi yang mungkin terjadi pada sistem agroindustri tapioka, sehingga model pengendalian yang dihasilkan dapat mengatasi permasalahan sesuai kondisi nyata, seperti yang dikemukakan oleh Kotler (2009) dengan sebutan chaotic management system.
Kerangka pemikiran dalam perancangan model pada penelitian ini mencakup 3 tahapan, yaitu: 1) identifikasi sumber turbulensi, 2) pengembangan sistem deteksi dini, dan 3) perancangan manajemen pengendalian krisis.
Tahap identifikasi sumber turbulensi dilakukan melalui penentuan faktor– faktor kunci sebagai sumber krisis agroindustri tapioka dan penentuan variabel yang berpengaruh terhadap faktor-faktor kunci sumber krisis. Penentuan faktor kunci sebagai sumber krisis diidentifikasi berdasarkan studi lapangan, kajian pustaka dan pendapat pakar. Penentuan variabel yang berpengaruh terhadap faktor kunci berdasarkan kajian pustaka dan pendapat pakar melalui proses pembobotan.
Tahap pengembangan sistem deteksi dini meliputi yaitu: 1) identifikasi keadaan chaos terhadap faktor-faktor kunci dengan pendekatan teori chaos. 2) pengembangan model prediksi/peramalan terhadap faktor-faktor kunci, 3) pengembangan treshold analysis terhadap faktor-faktor kunci.
Tahap perancangan manajemen pengendalian krisis yaitu merespon dan menanggulangi krisis dengan mengkonstruksikan beberapa skenario strategi da kebijakan serta memilih alternatif kebijakan berdasarkan pada prioritas manfaat dan resiko. Perumusan strategi diawali dengan analisis Issue Management Technology, eksternal dan internal analisis. Pemilihan alternatif kebijakan dengan menggunakan OWA dan rule base.
Secara garis besar kerangka pemikiran ditunjukkan pada Gambar 10.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di industri tapioka halus di desa Ciluar Kabupaten Bogor, industri tapioka kasar dan petani ubi kayu di desa Karangtengah Kabupaten
Bogor. Industri tapioka halus di desa Ciluar dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki banyak pabrik tapioka halus dengan kualitas produk yang baik. Penelitian difokuskan pada salah satu pabrik tapioka halus yang memiliki kapasitas paling besar dan mampu mengasilkan kualitas produk yang paling baik yaitu “Tapioka Setia”.
Observasi lapang dilaksanakan pada Februari 2009 dan Juli 2009 untuk mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan. Pengembangan model, analisis data dan kegiatan penelitian yang lain dilakukan secara simultan dengan melengkapi data yang dibutuhkan.
Teknik dan teori yang digunakan
Penelitian ini menggunakan berbagai teknik dan teori untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Identifikasi faktor kunci sumber krisis dilakukan berdasarkan studi pustaka yang digambarkan dalam causal loop diagram dan diagram tulang ikan kemudian diklarifikasi oleh pakar melalui Focus Group
Discussion (FGD). Hasil identifikasi ini akan menjadi masukan pada identifikasi
sumber turbulensi, model uji eksistensi chaos dan model prediksi.
Identifikasi sumber turbulensi dilakukan dengan pembobotan preferensi pakar. Preferensi pakar diakuisisi melalui pengisian kuisioner perbandingan berpasangan. Teknik pembobotan yang digunakan adalah Fuzzy Pairwise
Comparison. Hasil dari identifikasi sumber turbulensi ini berupa bobot pengaruh
variabel terhadap faktor kunci sumber krisis. Keluaran ini akan digunakan sebagai variabel input pada model prediksi faktor kunci sumber turbulensi.
Uji eksistensi chaos dilakukan untuk menyelidiki perilaku data time series faktor kunci sumber turbulensi terhadap dugaan chaos. Pada uji eksistensi chaos ini menggunakan teori chaos dengan menghitung eksponen Lyapunov dan dimensi fraktal. Hasil dari pengujian ini adalah nilai eksponen Lyapunov dan dimensi fraktal. Keluaran uji eksistensi chaos ini digunakan sebagai informasi untuk masukan pada model prediksi dan formulasi strategi kebijakan pemulihan dan pencegahan krisis.
58
Prediksi faktor kunci sumber turbulensi dilakukan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Hasil prediksi ini akan digunakan sebagai masukan pada model analisis sinyal krisis dengan threshold analyasis.
Analisis sinyal krisis menggunakan analisis batas ambang (threshold
analysis) dengan membandingkan hasil prediksi faktor kunci dengan batas
kelayakan minimal industri. Hasil dari analisis sinyal krisis ini berupa sinyal normal atau krisis. Sinyal ini selanjutnya digunakan sebagai masukan pada model pemilihan strategi kebijakan pemulihan atau pencegahan krisis.
Perancangan formulasi strategi dan kebijakan pemulihan krisis menggunakan teori manajemen strategis dengan menganalisis faktor internal dan eksternal industri, analisis krisis dan metoda Issue Management Technology (IMT) melalui FGD. Formulasi strategi pemulihan krisis ini akan digunakan sebagai masukan model pemilihan kebijakan pemulihan krisis.
Pemilihan kebijakan pemulihan dan pencegahan krisis menggunakan teknik
multi criteria decision making dengan agregasi parameter menggunakan teknik Odered Weighted Averaging (OWA) . Dalam penentuan rekomendasi kebijakan
menggunakan rule base.
Verifikasi model dilakukan untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua elemen sistem nyata dalam cakupan penelitian sudah terwakili dalam model. Verifikasi dilakukan dengan logika konseptual. Validasi dilakukan untuk mendapatkan keyakinan bahwa model mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan pengambil kebijakan. Validasi ini dilakukan dengan running program dengan input data pada studi kasus. Proses verifikasi dan validasi ini menggunakan teknik face
validity yaitu pemangku kepentingan melakukan evaluasi dan penelusuran secara
menyeluruh terhadap logika konseptual dan kesesuaian keluaran model dengan sistem nyata.
Metoda Pengumpulan Data
Pengumpulan data dan akuisisi pengetahuan dilakukan atas dasar kebutuhan sistem. Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh informasi tentang teknik pengolahan ubi kayu menjadi tapioka, potensi industri tapioka, produksi ubi kayu,
wilayah sentra industri tapioka rakyat, harga tapioka dan bahan baku. Data sekunder ini dikumpulkan dari laporan, publikasi, buku yang dikeluarkan oleh lembaga yang terkait seperti BPS, Dinas Pertanian, Perdagangan dan Lembaga Riset lainnya. Data primer dkumpulkan dari survey lapang di beberapa industri tapioka, pengrajin tapioka kasar, petani ubi kayu dan wawancara pakar, baik secara langsung maupun melalui kuisioner. Proses akuisisi pengetahuan dan proses pembobotan dilakukan melalui forum Focus Group Discusion (FGD)
Tahapan penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan seperti pada Gambar 11 yaitu:
1. Mempelajari rantai pasokan agroindustri tapioka melalui diskusi dengan pemilik pabrik tapioka halus, pemilik pabrik tapioka kasar, petani ubi kayu dan beberapa pakar terkait dengan agroindustri tapioka.
2. Untuk lebih memahami proses bisnis dan proses produksi tapioka dilakukan melalui studi pustaka. Sumber pustaka diambil dari buku-buku dan penelitian terdahulu yang terkait dengan budidaya dan bisnis ubi kayu serta teknologi proses dan sistem tata niaga tapioka.
3. Studi pustaka juga dilakukan terhadap teori dan metoda yang terkait dengan permasalahan yaitu teori chaos, manajemen krisis, fuzzy Analytic Hierarchy
Process, Jaringan syaraf tiruan, IMT, manajemen strategis, sistem
penunjang keputusan intelijen.
4. Menentukan faktor kunci sumber krisis pada industri tapioka melalui FGD dengan pemilik pabrik tapioka dan pakar terkait agroindustri tapioka. Pada FGD ini sekaligus diidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap faktor kunci sumber krisis.
5. Mengindentifikasi sumber turbulensi dengan melakukan pembobotan preferensi pakar /stake holder. Alat pengambilan data adalah kuisioner perbandingan berpasangan Fuzzy yang diberikan kepada responden yang berkompeten dalam hal industri tapioka. Pengolahan data dilakukan dengan software Microsoft Excel untuk menghitung bobot variabel.
60
6. Menyusun algoritma untuk menghitung bilangan eksponen Lyapunov dan dimensi fraktal
7. Membuat program Matlab untuk menghitung bilangan eksponen Lyapunov dan dimensi fraktal
8. Merancang struktur jaringan syaraf tiruan dengan pendekatan backpropagation untuk prediksi faktor-faktor kunci sumber krisis
9. Membuat program Matlab untuk prediksi dengan jaringan syaraf tiruan sesuai dengan struktur jaringan yang telah dibuat
10. Membuat formulasi penghitungan Harga Pokok Produk (HPP) 11. Membuat formulasi penghitungan kapasitas produksi
12. Mengumpulkan data faktor-faktor internal dan eksternal industri
13. Melakukan analisis faktor internal, eksternal, analisis krisis dan membuat peta posisi industri
14. Menyusun formulasi strategi pemulihan dan pencegahan krisis
15. Melakukan FGD untuk klarifikasi formulasi strategi dan perumusan parameter manfaat dan dampak kebijakan
16. Penyebaran kuisioner perbandingan berpasangan parameter manfaat dan dampak
17. Penghitungan bobot parameter manfaat dan dampak.
18. Merumuskan formulasi agregasi parameter manfaat dan dampak dengan pendekatan OWA
19. Akuisisi pengetahuan pakar untuk menyusun rule base pemilihan strategi kebijakan.
20. Penyusunan rule base pemilihan strategi kebijakan. 21. Melakukan klarifikasi rule base dengan pakar.
22. Merancang model Sistem Manajemen Ahli dalam software Matlab 7.1 23. Pengumpulan data historis faktor kunci sumber krisis dilakukan terhadap
beberapa pabrik tapioka halus.
24. Pengumpulan data historis dari variabel yang berpengaruh terhadap faktor-faktor kunci sumber krisis. Sumber data dari pabrik tapioka halus, pabrik tapioka kasar, petani dan BPS
25. Melakukan verifikasi dan validasi model untuk mendapatkan keabsahan dan keyakinan bahwa model mampu bekerja sesuai kebutuhan pengambil kebijakan.
Dunia nyata Identifikasi keadaan Chaos Artificial neural network Model prediksi faktor kunci chaos Treshold Analysis Sistem pakar Potensi krisis? Pengendalian rutin tdk ya
Tindakan kontrol pemulihan krisis
Sistem Deteksi Dini
Identifikasi sumber turbulensi
- Eksponen Lyapunov - Dimensi Fraktal
Tindakan kontrol pencegahan krisis Potensi
chaos? ya
tdk
Mempelajari rantai pasokan agroindustri
tapioka
Studi pustaka Studi lapang
Identifikasi faktor kunci
sumber krisis FGD
Uji eksistensi Chaos:
- Menghitung eksponen Lyapunov - Menentukan dimensi fraktal
Identifikasi sumber turbulensi: - Menghitung bobot variabel yang berpengaruh terhadap faktor kunci
Fuzzy Pairwise comparison
Teori Chaos
Prediksi faktor kunci: - Harga tapioka - Pasokan bahan baku
Jaringan syaraf tiruan
Threshold analysis Harga Pokok Produk
Kapasitas Produksi Pemilihan strategi pemulihan krisis - OWA - Rule base Formulasi Strategi Kebijakan pencegahan dan pemulihan krisis - Analisis Internal & eksternal - Analisis krisis - IMT FGD Perancangan Sistem Manajemen Ahli Verifikasi Sesuai ? - Logika, - kesesuaian konseptual, - kerja komputasi Validasi Valid ? Face validity Implementasi pada studi kasus Tidak Ya Tidak Ya
64 Mempelajari rantai pasokan agroindustri tapioka Studi pustaka Studi lapang
Identifikasi faktor kunci
sumber krisis FGD
Uji eksistensi Chaos:
- Menghitung eksponen Lyapunov - Menentukan dimensi fraktal
Identifikasi sumber turbulensi: - Menghitung bobot variabel yang berpengaruh terhadap faktor kunci
Fuzzy Pairwise comparison
Teori Chaos
Prediksi faktor kunci: - Harga tapioka - Pasokan bahan baku
Jaringan syaraf tiruan
Threshold analysis Harga Pokok Produk
Kapasitas Produksi Pemilihan strategi pemulihan krisis - OWA - Rule base Formulasi Strategi Kebijakan pencegahan dan pemulihan krisis - Analisis Internal & eksternal - Analisis krisis - IMT FGD Perancangan Sistem Manajemen Ahli Verifikasi Sesuai ? - Logika, - kesesuaian konseptual, - kerja komputasi Validasi Valid ? Face validity Implementasi pada studi kasus Tidak Ya Tidak Ya