• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tim Editor Editor-In-Chief: Managing Editor: Editorial Board: EJA is Indexed by:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tim Editor Editor-In-Chief: Managing Editor: Editorial Board: EJA is Indexed by:"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Tim Editor

Editor-In-Chief:

Dodik Ariyanto, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali-Indonesia

Managing Editor:

1. I Gusti Ayu Eka Damayanthi, Faculty of Economics and Business, Udayana of University,

Bali-Indonesia

2. Ayu Aryista Dewi, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali- Indonesia

Editorial Board:

1. I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri, Faculty of Economics and Business, Udayana of University,

Bali-Indonesia

2. Ni Putu Sri Harta Mimba, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali-

Indonesia

3. Dewa Gede Wirama, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali-

Indonesia

E-Jurnal Akuntansi [e-ISSN 2302-8556] is an electronic scientific journal published online once a month. E-journal aims to improve the quality of science and channel the interest of sharing and dissemination of knowledge for scholars, students, practitioners, and the observer of science in accounting. E-Journal of Accounting accept theresults of studies and research articles In the field of financial accounting, auditing, management accounting, government accounting, accounting information systems, taxation, behavioral accounting, bank accounting and rural credit institutions which have not been published in other media.

(3)

Vol. 28 No. 2, Agustus 2019

Published : 2019-08-10

Artikel

Pengaruh Persepsi Sikap, Norma Subjektif dan Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Monika Karolina, Naniek Noviari 800 – 827

Pengaruh Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Efisiensi Investasi

Gede Diatmika Putra, I Gst Ayu Eka Damayanthi 828 – 851

Pengaruh Keterampilan, Pengetahuan dan Karakter Pada Tingkat Profesionalisme Dosen di Perguruan Tinggi

I Gusti Ngurah Abiana, Ni Ketut Rasmini 852 – 873

Pengaruh Pengendalian Internal Pada Efisiensi Kredit Di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Se-Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar

Kadek Ari Dyah Wilatini, Made Gede Wirakusuma 874 – 902

Pengaruh Penerapan E-System Perpajakan danPengetahuan Perpajakan Wajib Pajak Pada Kepatuhan WPOP

Ni Putu Wina Purnama Dewi, Ni Luh Supadmi 903 – 928

Pengaruh Motivasi dan Persepsi Biaya Pendidikan pada Minat Mahasiswa Mengikuti Pendidikan Magister Akuntansi

I Gede Agus Dicky Surya B., I Gusti Ayu Nyoman Budiasih 929 – 956

Persepsi Karyawan Mengenai Pengaruh Efektifitas Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi Dan Kesesuaian Kompensansi Terhadap Kecurangan

Nurlenni Astuti Marlina, Ahmad Rifa’i, Ni Ketut Surasni 957 – 986

Reaksi Pasar Atas Pengungkapan Management Discussion and Analysis

Putu Aldhi Surata, Ida Bagus Putra Astika 987 – 1011

Pengaruh Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosional, dan Religiusitas terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi

I Komang Raditya Wiguna, I Ketut Suryanawa 1012 – 1035

Pengaruh Sanksi, Sosialisasi Tax Amnesty Dan Pemeriksaan Pajak Pada Keikutsertaan Tax Amnesty KPP Pratama Gianyar

Tjokorda Gde Agung Sayogaditya W. P. P., I Made Sukartha 1036 – 1058

Pengaruh Time Budget Pressure, Komitmen Organisasi,Pemahaman Good Governance dan Kompleksitas Tugas Pada Kinerja Auditor

(4)

Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi

Chandra Wijaya, Maria Mediatrix Ratna Sari 1116 – 1141

Pengaruh Keterlibatan Pengguna pada Efektivitas Penggunaan SIA dengan Kapabilitas Personal Sistem Informasi Sebagai Variabel Pemoderasi

Ida Bagus Baskara, I Gde Ary Wirajaya 1142 – 1169

Good Corporate Governance sebagai Pemoderasi Pengaruh Financial Distress pada Opini Audit Going Concern

Ketut Memi Wulandari, Ketut Muliartha 1170 – 1199

Pengaruh Motivasi, Penghargaan Finansial, Pelatihan Profesional, Pertimbangan Pasar Kerja, Lingkungan Pada Karir Akuntan Publik

Putu Nanda Rahayu, Nyoman Wijana Asmara Putra 1200 – 1229

Pengaruh Partisipasi Penganggaran Pada Senjangan Anggaran Dengan Gaya Kepemimpinan Dan Karakter Personal Sebagai Variabel Pemoderasi

I Putu Suardi Antara Putra Mendi, Herkulanus Bambang Suparsto 1230 – 1262

Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Akuntansi, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Motivasi Kerja Pada Kinerja Individu

Ni Luh Gede Dewi Sapitri, I Dewa Nyoman Wiratmaja 1263 – 1294

Pengaruh Good Governance dan Budaya Organisasi pada Kinerja Aparatur Penyelenggara Pemerintahan Desa di Kota Denpasar

Ni Putu Rika Raheni, I.G.A.M Asri Dwija Putri 1295 – 1322

Penyertaan Modal Negara Pertumbuhan Aset Dan Kinerja Badan Usaha Milik Negara

Agung Dinarjito 1323 – 1345

Pengaruh Persepsi Kegunaan, Kemudahan Penggunaan dan Risiko Terhadap Minat Mahasiswa Menggunakan Sistem Blockchain

Dewa Ayu Dita Witami, I Wayan Suartana 1346 – 1376

Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Perilaku Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi

Ni Putu Laksmi Gayatri, Ni Gst. Putu Wirawati 1377 – 1404

Pengaruh Rasio BOPO, Modal Intelektual, dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Profitabilitas Perusahaan Perbankan

(5)

Pengaruh Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Dengan Modal Intelektual sebagai Pemoderasi

Ni Luh Meili Andreani, I Made Pande Dwiana Putra 1435 – 1463

Pengaruh Kesadaran WP, Kualitas Pelayanan, Kewajiban Moral, Sanksi, Pemeriksaan Pada Kepatuhan WP Hotel BAPENDA Badung

Putu Arisna Dewi, I Ketut Jati 1464 – 1493

Pengaruh Kesadaran, Kualitas Pelayanan, Dan Pemeriksaan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Bermotor Di Kabupaten Gianyar

Ni Putu Krismayanti, Ni Ketut Lely Aryani Merkusiwati 1494 – 1521

Pengaruh Love of Money, Equity Sensitivity, dan Machiavellian Pada Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi

Ni Luh Putu Widia Ananda Sari, A.A.G.P Widanaputra 1522 – 1549

Pengaruh Dimensi Keadilan, Sosialisasi Pajak, Sanksi Pajak, Penghasilan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Kepatuhan WPOP UMKM

Putu Nadiani Putri Utama, Putu Ery Setiawan 1550 – 1579

Pengaruh Kompetensi Karyawan, Motivasi Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Di LPD

Wayan Putra Valentino Anggara, I Ketut Yadnyana 1580 – 1606

Kinerja Individu Sebagai Pengukuran Kesuksesan Adopsi SIA dengan Model UTAUT dan Delone & Mc Lean

(6)

halaman termasuk referensi

JUDUL (maksimal 15 kata menggunakan huruf besar)

Nama Penulis 1 Nama Penulis 2

1

Identitas Institusi, Provinsi, Negara alamat e-mail lengkap Penulis 1 2

Identitas Institusi, Provinsi, Negara

ABSTRAK

Judul Artikel. Abstrak bahasa Indonesia ( ≈ 75-150 kata). Abstrak

sebaiknya terdiri dari latar belakang masalah (satu kalimat, boleh tidak ada), tujuan penelitian, metode penelitian ringkas, hasil utama temuan termasuk fakta-fakta baru, simpulan utama, dan keberartiannya atau implikasi.

Kata kunci: kata kunci dipisah dengan titik koma; (setidaknya ada 3-5 kata kunci)

PENDAHULUAN (tidak boleh ada sub bab atau penomoran)

Pendahuluan intinya berisi uraian masalah atau alasan penelitian atau pernyataan logis yang mengarah ke hipotesis atau tema pokok. Bagian Pendahuluan seharusnya terdiri dari:

• Alenia pertama ditulis rata kiri, margin atas 4 cm, kiri 4 cm, bawah 3 cm, kanan 3cm, spasi double.

Latar belakang umum penelitian (tips: usahakan maksimum satu paragraf);

State of the art atau kajian singkat literatur penelitian lainnya (sebelumnya) yang mirip untuk menjustifikasi kebaruan / novelty penelitian dalam artikel ini (tips: satu hingga dua

paragraf);

Pustaka acuan di bagian state of the art penelitian sebelumnya harus mutakhir, relevan, dan asli (pustaka primer) ulasan pustaka tidak terlalu ekstensif;

Gap analysis atau pernyataan kesenjangan atau kebaruan atau novelty berdasarkan state of the art (pernyataan kesenjangan sebaiknya mengandung dua unsur, yaitu dari sisi penting tidaknya riset dan apa keunikan atau kebaruan riset ini dibanding riset2 sebelumnya);

Hipotesis (kalau ada) dinyatakan tidak selalu tersurat dan tidak perlu dalam bentuk kalimat tanya.

Proporsi Pendahuluan 15-20% dari total panjang artikel.

METODE PENELITIAN (tidak boleh ada sub bab atau penomoran)

(7)

nama jika bakuan, atau uraian jika prosedur baru atau dimodifikasi), hindari bentuk kalimat perintah dalam menguraikan prosedur; kurang baik jika menuliskan “Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif…” atau…..

Tuliskan secara lengkap lokasi penelitian, jumlah responden, cara mengolah hasil pengamatan atau wawancara atau kuesioner, cara mengukur tolok ukur kinerja; metode yang sudah umum tidak perlu dituliskan secara detil, tetapi cukup merujuk ke buku acuan.

Proporsi Metode 15-20% dari total panjang artikel.

HASIL DAN PEMBAHASAN (tidak boleh ada sub bab atau penomoran)

Hasil disajikan secara bersistem dapat dilihat di „tujuan penelitian’ atau „hipotesis‟ dan harus didukung oleh olahan data dan ilustrasi yang baik. Narasi angka dalam tabel atau ilustrasi tidak diperlukan; setiap gambar dan tabel harus diacu di dalam teks begitu juga sebaliknya; pada pengacuan gambar atau tabel, jangan menggunakan kata-kata lokasi “di atas” atau “di

bawah”, contoh hindari/tidak boleh: “Berdasarkan Gambar 1 di atas….”, “… disajikan di

Tabel 3 berikut ini: …”; Pastikan memeriksa hal-hal berikut dalam hasil dan pembahasan: 1. tercerminkah kecendekiaan penulis? 2. logiskah argumentasi penulis?, 3. bagaimana penulis mengaitkan dengan pendapat atau hasil penelitian lain?, 4. bagaimana mengaitkan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan atau hipotesis?, 5. adakah implikasi hasil penelitian baik teoretis maupun penerapan?, bermanfaatkah tafsiran penulis?, 6. adakah keterbatasan temuan?, 7. adakah spekulasi yang berlebihan?

Tabel 1. Analisis Data

Nomor Informan Keterangan

1. Bapak Hamid Kepala desa

2. Ibu Siti Sekretaris desa

3. Bapak Robi Camat

Sumber: dijelaskan, tahun

Gambar 1. Judul Gambar

Perhatikan: Tabel tidak ada garis vertikal untuk table dengan jarak 1 (satu) spasi dengan ukuran 10.

Judul gambar diletakkan di bawah, tengah. Sumber gambar diletakkan di bawah rata kiri dengan jarak 1 (satu) spasi dengan ukuran 10

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tabel dan gambar (peta dan grafik), yaitu:

(8)

tabel 1 (satu) spasi.

Bila tabel atau gambar yang disajikan diambil atau dikutip dari suatu sumber tertentu, maka

sumber ditulis di bawah tabel atau gambar dengan jarak 1 (satu) spasi.

Sedapat mungkin tabel disajikan dalam satu halaman yang sama. Apabila table lebih dari 1 halaman dan terpaksa harus diputus, maka dapat dilanjutkan dengan halaman berikutnya namun diberi keterangan lanjutan dan diberi judul tabel, dan judul kolom (kepala tabel).

• Penulisan data dengan angka desimal menggunakan tanda koma (,)

• Gambar diberi nomor urut dengan angka Arab (menunjukkan nomor urut gambar). Contoh: Gambar 2. (merupakan gambar ke dua)

Proporsi Hasil Dan Pembahasan 40-60% dari total panjang artikel.

SIMPULAN (tidak boleh ada sub bab atau penomoran)

Simpulan memuat simpulan penelitian, saran dan atau implikasi penelitian; jangan membahas

lagi HASIL di bagian kesimpulan; biasanya dituliskan dalam satu paragraf, hindari daftar simpulan dalam bentuk bullet/angka.

Tuliskan Saran dalam satu paragraf setelah paragraf berisi Simpulan, tetapi masih dalam satu sub-bab di Simpulan. Judul sub bab Simpulan tidak boleh “Simpulan dan Saran” atau tidak

boleh “Penutup”, tetapi cukup “Simpulan”.

Author disarankan menggunakan aplikasi pengutipan ( ) yang sudah kami sediakan

di halaman website.

Referensi menggunakan style American Psychological Association 6th Edition sebagai pedoman

penulisan daftar referensi.

REFERENSI

Chabrak, N., & Craig, R. (2013). Student Imaginings, Cognitive Dissonance and Critical Thinking. Critical Perspectives on Accounting, 24(2), 91–104.

https://doi.org/10.1016/j.cpa.2011.07.008

Cyan, M. R., Koumpias, A. M., & Martinez-vazquez, J. (2016). The determinants of tax morale in Pakistan. Journal of Asian Economics, 47, 23–34.

https://doi.org/10.1016/j.asieco.2016.09.002

Kusdewanti, A. I., Setiawan, A. R., Kamayanti, A., & Mulawarman, A. D. (2014). Akuntansi Bantengan: Perlawanan Akuntansi Indonesia Melalui Metafora Bantengan dan Topeng Malang. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 5(1), 149–169.

Lehman, G. (2014). Moral Will, Accounting and the Phronemos. Critical Perspectives on Accounting, 25(3), 210–216. https://doi.org/10.1016/j.cpa.2013.10.004

Mulawarman, A. D. (2007). Melampaui Pilihan Keberpihakan: Pada UMKM atau Ekonomi Rakyat. In Seminar Regional Tinjauan Kritis Rancangan Undang-Undang tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Triyuwono, I. (2003). Kearifan Lokal: Internalisasi “Sang Lain” dalam Dekonstruksi Pengukuran Kinerja Manajemen. In I. Triyuwono & A. E. Yustika (Eds.), Emansipasi Nilai Lokal Ekonomi dan Bisnis Pascasentralisasi Pembangunan (pp. 155–173). Malang: Bayumedia.

(9)

Rajawali Pers.

Jumlah referensi tidak perlu banyak yang penting adalah mutu pustaka acuan (primer, mutakhir, relevan), Daftar Rujukan minimal 80% berupa pustaka terbitan 10 tahun terakhir.

Unsur-unsur penulisan referensi harus lengkap, meliputi:

JURNAL :nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman awal- halaman akhir (untuk jurnal),

BUKU: nama penulis, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota terbit (untuk buku), dan lain- lain.

(10)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493 DOI: https://doi.org/10.24843/EJA.2019.v28.i02.p25

1464

Pengaruh Kesadaran WP, Kualitas Pelayanan, Kewajiban Moral, Sanksi, Pemeriksaan Pada Kepatuhan WP Hotel BAPENDA Badung

Putu Arisna Dewi1 I Ketut Jati2

1,2

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi perpajakan dan pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Jumlah sampel yang digunakan adalah 96 wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik analisis data yaitu analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan ditentukan dengan metode

nonprobability sampling, yaitu incidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini

ditemukan bahwa variabel kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi perpajakan dan pemeriksaan pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Artinya, semakin baik kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi perpajakan dan pemeriksaan pajak akan mendorong wajib pajak hotel untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kata kunci: Kesadaran, kualitas pelayanan, kewajiban, kepatuhan wajib pajak, sanksi perpajakan.

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the effect of taxpayer awareness, service quality, moral obligations, tax sanctions and tax audits of hotel taxpayer compliance in the Regional Revenue Agency of Badung Regency. The number of samples used is 96 hotel taxpayers in the Regional Revenue Agency of Badung Regency. The research instrument used was a questionnaire with data analysis techniques namely multiple linear regression analysis. The sample used was determined by the nonprobability sampling method, namely incidental sampling. Based on the results of this study it was found that variable awareness of taxpayers, service quality, moral obligations, tax sanctions and tax audits had a positive effect on hotel taxpayer compliance in the Regional Revenue Agency of Badung Regency. That is, the better awareness of taxpayers, service quality, moral obligations, tax sanctions and tax audits will encourage hotel taxpayers to fulfill their tax obligations.

Keywords: Awareness, service quality, obligations, taxpayer compliance, tax sanctions.

PENDAHULUAN

Pajak merupakan sumber dana bagi pemerintah yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah serta berfungsi sebagai alat ukur untuk mengatur atau melaksanakan kebijksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi (Mardiasmo, 2016:4). Maka, pengeluaran negara yang bersifat rutin

(11)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1465 maupun pengeluaran untuk pembangunan nasional dibiayai oleh pajak.

Di Indonesia, pajak memiliki peran yang penting sebagai sumber penerimaan negara. Pemerintah membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun dan menjalankan pemerintahan. Sebagai salah satu unsur penerimaan negara, pajak memiliki peran yang sangat besar dan semakin diandalkan untuk kepentingan pembangunan dan pengeluaran pemerintahan (Supadmi, 2009).

Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah adalah salah satu landasan yuridis bagi pengembangan otonomi daerah di Indonesia. Dalam undang-undang disebutkan bahwa pengembangan otonomi pada daerah kabupaten dan kota diselenggarakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan, serta potensi dan keanekaragaman daerah. Tujuan dilaksanakannya otonomi daearah adalah untuk meningkatkan kemandirian daerah dan mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat. Sistem pemerintahan yang bersifat otonomi di Indonesia, memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur sendiri daerah yang dipimpinnya untuk memajukan dan mengembangkan potensi daerahnya. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah (Christina &Keprameni, 2012). Sistem pemerintahan otonomi daerah diharapkan dapat membantu peningkatan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia sehingga pembangunan nasional di Indonesia akan berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan pembangunan tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya (Romandana, 2012). Dalam meningkatkan kemandirian suatu daerah,

(12)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1466 sangat besar kaitannya dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daearh (PAD) salah satunya dengan cara mengelola PAD secara efektif, ekonomis, dan efisien.

Kabupaten Badung adalah salah satu kabupaten di Bali yang memiliki potensi PAD yang sangat besar dari sektor pariwisata. Pesatnya perkembangan pariwisata di Badung menyebabkan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang berdampak pada berkembangnya penyedia jasa peristirahatan atau Hotel. Pemerintah Kabupaten Badung saat ini tengah berusaha meningkatkan PAD salah satunya melalui pajak daerah.

Menurut Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 yang mengatur tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menetapkan jenis pajak kabupaten/kota terdiri atas pajak hotel,pajak restoran,pajak hiburan,pajak reklame, pajak penerbangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pajak hotel di Kabupaten Badung merupakan salah satu pajak daerah yang memberikan kontribusi cukup besar disamping pajak daerah lainnya.

Pesatnya pembangunan akomodasi dalam sektor pariwisata khususnya penyediaan sarana peristirahatan yaitu hotel dan restaurant, maka pemerintah Kabupaten Badung mengeluarkan Perda No.15/Tahun 2011 sebagai antisipasi penyempitan lahan di Kabupaten Badung.

Untuk lebih meningkatkan intensifikasi dan eksistensi penerimaaan pajak hotel, maka pemerintah mengeluarkan Perda No.2 Tahun 2016 khususnya dalam menerapkan sistem online pembayaran pajak daerah, untuk memudahkan wajib pajak melakukan kewajiban pembayaran pajaknya, sesuai asas pemungutan pajak

(13)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1467 berlandaskan Self Assessment System. Diterapkannya Self Assessment System membawa misi dan konsekuensi perubahan sikap (kesadaran) wajib pajak untuk membayar pajaknya secara sukarela (voluntary comliance)(Harahap, 2004:3). Mengingat kepatuhan wajib pajak merupakan faktor penting bagi peningkatan penerimaan pajak daerah, maka perlu secara intensif dikaji faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak (Chau & Leung, 2009).

Menurut Brown dan Mazur (dalamMarti, et al, 2010), kepatuhan pajak adalah suatu ukuran yang secara teoritis dapat digambarkan dengan mempertimbangkan tiga jenis kepatuhan seperti kepatuhan dalam pembayaran, kepatuhan dalampenyimpanan, dan kepatuhan dalam melaporkan. Wajib pajak patuh akan kewajibannya karena menganggap kepatuhan terhadap pajak adalah suatu norma (Lederman, 2003). Apabila pajak tidak dipatuhi dan dipenuhi pemabayarannya oleh wajib pajak maka pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik (Hammar, et al, 2005).

Setelah dilakukan Self Assessment System wajib pajak cenderung memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan hal tersebut masih dapat dilihat dari adanya tunggakan pajak hotel di Kabupaten Badung yang cukup besar. Tunggakan pajak hotel disebabkan oleh masih rendahnya kewajiban moral wajib pajak hotel. Banyaknya tunggakan-tunggakan pajak hotel yang belum dibayar oleh wajib pajak, ini lah yang menyebabkan timbulnya tunggaakan pajak hotel yang cukup besar pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut didukung oleh data terkait jumlah tunggakan pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung yang disajikan dalam Tabel 1.2 berikut.

(14)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1468

Tabel 1.

Jumlah TunggakanWajib Pajak Hotel di Kabupaten Badung Tahun 2013-2017

Tahun Tunggakan Pajak Hotel Pertumbuhan (%)

2013 84,609,330,529.43 -

2014 88,031,316,895.25 4,04

2015 98,858,941,417.22 12,30

2016 124,169,653,394.76 25,60

2017 128,079,759,076.56 3,15

Sumber: Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung/Pasedahan Agung, 2018

Berdasarkan Tabel 1 tunggakan pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun menandakan bahwa masih rendahnya kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel. Apabila ditinjau berdasarkan persentase pertumbuhannya, maka data menunjukkan tunggakan pajak mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2013 hingga 2016 mencapai 25,60% lalu mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2017 menjadi 3,15%. Jika dilihat berdasarkan jumlah tunggakannya, maka data menunjukkan pada tahun 2013 terdapat tunggakan pajak hotel sebesar 84,609,330,529.43 hingga tahun 2017tunggakan pajak hotel sudah mencapai 128,079,759,076.56.

Data terkait jumlah tunggakan wajib pajak hotel ini sesuai dengan teori kepatuhan yang disampaikan oleh Brown dan Mazur (dalamMarti et al., 2010) yang menyatakan bahwa kepatuhan pajak adalah suatu ukuran yang secara teoritis dapat digambarkan dengan mempertimbangkan kepatuhan dalampembayaran.

Salah satu masalah yang besar dan serius bagi para pembuat dan pengamat kebijakan ekonomi adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kepatuhan wajib pajak dapat dikatakan sebagai kepatuhan salam prasyaratan pelaporan pajak dimana wajib pajak mengajukan dan melaporkan kewajibaannya sesuai peraturan

(15)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1469 yang berlaku (Devos, 2009). Kepatuhan perpajakan pada prinsipnya adalah tindakan wajib pajak mengajukan dan melaporkan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksanaan perpajakan yang berlaku dalam suatu negara. Mendorong tingkat kepatuhan wajib pajak adalah salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh para pembuat kebijakan ekonomi (Torgler & Schaltegger, 2005). Mengingat kepatuhan merupakan faktor penting penerapan Self Assessment System dalam peningkatan penerimaan pajak, maka perlu secara intensif dikaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak.

Ada beberapa faktor yang terkait dengan tingkat kepatuhan wajib pajak, khususnya dalam membayar pajak hotel (Chau & Leung, 2009). Faktor yang pertama dipengaruhi oleh kesadaran wajib pajak. Masyarakat harus sadar akan keberadaannya sebagai warga negara yang senantiasa selalu menjungjung tinggi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar hukum penyelenggaraan negara. Kesadaran wajib pajak merupakan faktor terpenting dalam sistem perpajakan modern (Harahap, 2004:43). James dan Nobes(1997) menyatakan kesadaran masyarakat yang tinggi akan mendorong semakin banyak masyarakat memenuhi kewajibanyya untuk mendaftarkan diri sebagai wajib pajak, melaporkan dan membayar pajaknya dengan benar sebagai wujud tanggung jawab dalam berbangsa dan bernegara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kesadaran adalah keadaan tahu, keadaan mengerti, dan merasa. Kesadaran wajib pajak adalah suatu kondisi dimana Wajib Pajak mengetahui, memahami, dan melaksanakan ketentuan perpajakan dengan benar dan sukarela (Asri, 2009).

(16)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1470 Kesadaran wajib pajak dapat dilihat dari kesungguhaan, ketaatan dan keinginan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Wajib pajak perlu mengerti, mengetahui, menghargai, dan menaati peraturan perpajakan agar dapat mewujudkan masyarakat yang patuh dalam membayar pajak. Dalam hal ini perlu adanya kesadaaran dari wajib pajak dimana masyarakat harus sadar alan keberadaanya sebagai warga negara yang senantiasa selalu menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar hukum penyelenggaraan negara (Suardikha, 2009). Jika kesadaran wajib pajak meningkat maka kepatuhan wajib pajak akan meningkat (Nugroho, 2005). Tingkat kepatuhan pelaporan pajak akan lebih tinggi ketika wajib pajak memiliki tanggung jawab yang lebih kuat (Ho & Wong, 2009).

Faktor yang kedua tinggi rendahnya kepatuhan wajib pajak juga dapat dapat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan merupakan suatu sikap atau pertimbangan global tentang kuangan dari suatu pelayanan (Supadmi, 2009). Kualitas pelayanan yang baik akan mendorong seseorang untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Kualitas pelayanan petugas yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan kepuasan waji pajak sehingga meningkatkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pelayanan yang berkualitas merupakan kemampuan suatu instansi yang dapat memberikan kepuasan pada pelanggan dan tetap dalam batas memenuhi standar pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan (Gilbert, Veloutsou, Goode, & Moutinho, 2004). Kualitas pelayanan inilah yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah. Peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan diharapkan menimbulkan perasaan

(17)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1471 puas atau senang atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah akan dapat memberikan motivasi dan kepatuhan bagi wajib pajak yang nantinya juga akan meningkatkan penerimaan Negara.

Faktor yang ketiga tinggi rendahnya kepatuhan wajib pajak juga dapat dipengaruhi oleh kewajiban moral. Etika, prinsip hidup, perasaan bersalah merupakan kewajiban moral yang dimiliki setiap seseorang dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dalam hal ini untuk kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel. Ketika wajib pajak memiliki kewajiban moral yang kuat, maka secara otomatis kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel menjadi lebih tinggi. Satu karakteristik yang berbeda adalah adanya perasaan bersalah yang dimiliki satu pihak namun tidak dimiliki pihak lain. Inilah norma individu atau kewajiban moral.

Faktor yang keempat tinggi rendahnya kepatuhan wajib pajak juga dipengaruhi oleh sanksi perpajakan. Kurangnya kesadaran dari masyarakat dalam masyarakat terus meningkat, menyebabkan pemerintah memberlakukan dan lebih mempertegas sanksi perpajakan yang ada. Sanksi pajak dapat dokenakan agar memberikan efek jera bagi wajib pajak yang kurang taat terhadap kewajibannya. Sanksi pajak merupakan alat pencegah agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan. Sanksi pajak dapat dijadikan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan akan dipatuhi.

Faktor yang kelima tinggi rendahnya kepatuhan wajib pajak juga dipengaruhi oleh pemeriksaan pajak. Pemeriksaan merupakan salah satu cara agar wajib pajak tetap berada dikoridor peraturan pajak dan fiskus dalam

(18)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1472 melaksanakan tugasnya tidak hanya untuk kegiatan formalitas saja, melainkan untuk memperkuat kebenran dari transaksi dan kepatuhan hukum dengan undang-undang yang berlaku agar wajib pajak tetap patuh dalam menjalankan hak dan kewajibannya membayar pajak. pemeriksaan pajak bertujuan untuk menetapkan koreksi atas transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak agar tidak mengalami kekeliruan yang mengakibatkan kerugian bagi wajib pajak ataupun Negara, maka pemeriksa harus berkali dengan pemahaman transaksi di bidang usaha yang berkaitan dengan penelitian ini adalah bidang usaha Hotel.

Hal-hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini menggunakan data tunggakan pajak hotel yang terbaru dan lokasi penelitian yang terletak di Kabupaten Badung, yang merupakan penghasil penerimaan pajak daerah terbesar di Bali. Penelitian ini juga menggunakan variabel pemeriksaan pajak untuk mengetahui pengaruhnya pada kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel di Bapenda Kabupaten Badung. Penelitian ini juga berpedoman pada kajian penelitian terdahulu, dimana ditemukan adanya research gap pada penelitian sebelumnya. Penelitian Jaya dan Jati(2016) dan Pravitasari, Hidayati dan Wahyuni (2017) menyatakan hasil bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, namun hasil penelitian Rahayu(2015) menyatakan bahwa kesadaran pajak tidak berpengaruh pada kepatuhan pelaporan wajib pajak. Selanjutnya penelitian Prabawa dan Noviari (2012), Dharma dan Suardana (2014), menyatakan hasil bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak, sedangkan penelitian Rahayu(2015) menyatakan hasil bahwa kualitas pelayanan

(19)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1473 tidak berpengaruh pada kepatuhan pelaporan wajib pajak. Lalu penelitian yang dilakukan oleh Dewi dan Wirama(2016), Widnyani dan Widnyani dan Suardana (2016) menyatakan hasil bahwa sanksi perpajakan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak, sedangkan penelitian Rahayu (2015) menyatakan bahwa sanksi perpajakan tidak berpengaruh pada kepatuhan pelaporan wajib pajak. Kesadaran wajib pajak sangat berpengaruh dengan kepatuhan wajib pajak jik dihubungkan dengan teori legitimaasi. Kesadaran akan kewajibannya membayar pajak merupakan faktor yang paling penting dalam melaksanakan sistem self-assessment. Seorang wajib pajak harus memahami dan menaati serta memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan baik dan benar sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan yang telah dibuat pemerintah. Semakin wajib pajak memahami dan menaati akan kesadarannya dalam membayar pajak maka penerimaan pajak juga akan semakin meningkat. Jika kesadaran masyarakat masih rendah otomatis akan menyebabkan penerimaan pajak menjadi rendah.

Teori keperlilakuan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak jika dikaitkan dengan kesadaranan wajib pajak. Hal ini dapat dilihat dari sikap dan perilaku menggambarkan hal-hal apa saja yang dapat memengaruhi wajib pajak untuk jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya membayar pajak.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Jotopurnomo dan Mangoting (2013) membuktikan kesadaran membayar pajak memiliki pengaruh positif terhadap pengaruh kepatuhan wajib pajak. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmadian dan Murtedjo(2013) membuktikan bahwa kesadaran wajib pajak secara parsial

(20)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1474 berpengaruh pada kepatuhaan wajib pajak. Hasil tersebut didukung oleh (Nugroho, Andini dan Raharjo(2016) juga menyatakan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1: Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak

hotel.

Teori legitimasi jika dikaitkan dengan kualitas pelayanan sangat berpengaruh, sebab pelayanan yang baik dan benar merupakan rasa puas bagi pelanggan yang dalam hal ini adalah seorang wajib pajak. Apabila pelanggan diberikan pelayanan yang sangat baik, maka dapat menimbulkan kepatuhan wajib pajak akan meningkat.

Teori keperilakuan jika dikaitkan dengan kualitas pelayanan sangat berpengaruh. Hal ini dapat dilihat dari sikap dan perilaku menggambarkan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi pelayanan yang diberikan para pegawai isntansi kepada wajib pajaknya yang membayar pajak. Apabila pelayanannya sangat baik diterima wajib pajak maka secara otomatis wajib pajak akan bertanggung jawab dengan kewajibannya sehingga kepatuhan wajib pajak akan meningkat.

Kualitas adalah suatu kondisi dimana yang berhubungan dengan produk, jasa manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pihak yang menginginkannya. Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Kepatuhan wajib pajak hotel dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak salah satunya

(21)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1475 dipengaruhi bagaimana mutu pelayanan yang diberikan oleh petugas pajak. Petugas pajak diharapkan mampu memberikan pelayanan secara professional dan tanggap dalam menghadapi kesulitan oleh wajib pajak serta ahli dalam bidangnya.

Teori ini didukung oleh Prabawa dan Noviari(2012) meneliti bahwa kualitas pelayanan dan sikap terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi di KPP Badung Utara secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi. Menurut Arista(2011) menyatakan kualitas pelayanan dan kewajiban moral berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Utami et al.(2012) menyimpulkan bahwa adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepatuhan. Berdasarkan hal tersebut muncul hipotesis sebagai berikut:

H2 : Kualitas pelayanan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel.

Jika dikaitkan dengan teori legitimasi kewajiban moral sangat berpengaruh, sebab wajib pajak harus memiliki motivasi yang muncul untuk membayar pajak. Motivasi ini dapat berupa kesadaran akan kewajiban moral wajib pajak untuk berpartisipasi kepada pemerintah untuk menjalankan kewajibannya dalam membayar pajak. Wajib pajak yang sudah sadar akan moralnya otomatis akan mentaati aturan perpajakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Sehingga dengan adanya kewajiban moral yang baik akan meningkatkan kepatuhannya.

Teori keperilakuan akan berpengaruh jika dikaitkan dengan kewajiban moral, sebab apabila wajib pajak tidak memiliki sikap dan perilaku kesadaran

(22)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1476 akan kewajibannya dan tanggung jawabnya dalam membayar pajak secara otomatis kepatuhan wajib pajak akan menurun.

Kewajiban moral adalah integritas dan martabat pribadI yang dimiliki manusia. Moral wajib pajak, etika, dan norma sosialnya sangat berpengaruh terhadap perilaku dari wajib pajak. Wajib pajak yang lebih menggunakan prinsip moral dalam pengambilan keputusan pembayaran pajak akan lebih patuh dibandingkan dengan wajib pajak lainnya. Kewajiban moral yang lebih kuat dari wajib pajak akan mampu meningkatkan tingkat kepatuhannya.

Menurut (Sanjaya, 2014) kualitas pelayanan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel. Menurut Andriana(2011) menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak memenuhi kewajiban pajak.

H3 : Kewajiban moral berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel.

Sanksi perpajakan jika dikaitkan denganteori legitimasi sangat berpengaruh, sebab sanksi perpajakan tidak lepas dari undang-undang yang telah dibuat pemerintah tentang perpajakan dan peraturan pelaksanaanya. Seorang wajib pajak yang mentaati kewajibannya dalam membayar pajak walaupun tidak diberikan penghargaan oleh pemerintah, wajib pajak harus tetap sadar melakukan kegiatan perpajakannya. Apabila wajib pajak sengaja tidak melaksanakan kewajibannya membayar pajak maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan pemerintah.

Teori keperilakuan berpengaruh jika dikaitkan dengan saknsi perpajakan, sebab apabila wajib pajak memiliki sikap dan rasa tanggung jawab dalam hal

(23)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1477 membayar pajaknya dengan tepat waktu maka secara otomatis kepatuhan wajib pajak akan meningkat.

Sanksi adalah tanggungan (tindakan dan hukuman) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan perundang-undangan. Sanksi perpajakan merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan dalam perpjakan (norma perpajakan) akan dipatuhi. Dengan kata lain sanksi perpajakan merupakan alat pencegahan agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan. Dengan adanya sanksi perpajakan akan membuat wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya apa bila sanksi dalam perpajakan akan lebih banyak merugikan. Penerapan sanksi perpajakan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam memeuhi kewajiban peprjakannya.

Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Muliari dan Setiawan(2011) memperoleh hasil persepsi wajib pajak tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajin pajak scara parsial berpengaruh positif dan siginifikan pada kepatuhan pelaoran wajib pajak orang pribadi. Hasil penelitian Mutia(2014) menyebutkan bahwa sanksi pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. H4 : Sanksi perpajakan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel.

Pemeriksaan pajak jika dikaitkan dengan teori legitimasi berpengaruh terhadap pemeriksaan pajak, sebab dengan adanya pemeriksaan maka wajib pajak secara otomatis akan menaati dan mengikuti kebijakan peraturan perpajakan yang dibuat pemerintah. Pemeriksaan juga dilakukan agar wajib pajak tidak melakukan penyimpangan dalam pemenuhan kewajiban membayar pajak sehingga wajib

(24)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1478 pajak lebih patuh dan taat. Semakin sering ada pemeriksaan pajak maka semakin patuh dalam kewajibannya membayar pajak. Dengan adanya pemeriksaan diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Pemeriksaan pajak jika dikaitkan dengan teori keperilakuan berpengaruh terhadap pemeriksaan pajak, sebab dengan adanya pemeriksaan pajak para wajib pajak akan memiliki rasa tanggung jawab untuk membayar pajaknya dengan tepat waktu, sikap dan perilaku yang jujur dalam mengikuti aturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku dibuat oleh pemerintah.

Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (Mardiasmo, 2016). Pemeriksaan dilakukan untuk membuat wajib pajak yang ditemukan melakukan penyimpangan dalam kewajiban perpajakan agar menjadi lebih taat dalam melakukan kewajibannya. Pemeriksaan dilakukan oleh fiskus tidak hanya untuk kegiatan formalitas saja, melainkan juga memperkuat kebenaran dari transaksi dan kepatuhan hukum dengan undang-undang yang berlaku agar eaib pajak tetap patuh dalam menjalankan hak dan kewajibannya (Hidayat, 2005).

Teori ini didukung oleh Dewi dan Supadmi(2014) meneliti bahwa pemeriksaan pajak, kesadaran, kualitas pelayanan berpengaruh positif pada tingkat kepatuhan wajib pajak badan. Penelitian Ardianti(2012) meneliti pengaruh kewajiban moral, kualitas pelayanan, pemeriksaan pajak dan sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan.

(25)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1479 H5 : Pemeriksaan pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel.

METODE PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah 9616 wajib pajak hotel yang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Dimana tahun 2013 jumlah wajib pajak hotel sebesar 1.395, pada tahun 2014 jumlah wajib pajak hotel sebesar 1.662, pada tahun 2015 jumlah wajib pajak hotel sebesar 1.919, kemudian pada tahun 2016 jumlah wajib pajak hotel sebesar 2.166 dan pada tahun 2017 sudah mencapai 2474 wajib pajak hotel.

Penentuan ukuran sampel adalah wajib pajak hotel yang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung menggunakan rumus Slovin, yaitu:

………...……….. (1)

Keterangan:

n = Jumlah anggota sampel N = Jumlah anggota populasi e = Nilai kritis (batas ketelitian 0,1) Perhitungan sampel:

n = 2474

(1 + 2472(0,1)2) n = 96,2

n = 96 (dibulatkan)

Ukuran populasi (N) sebesar 2474 dengan persentase kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditolerir atau diinginkan (e) adalah 0,1. Melalui perhitungan menggunakan rumus Slovin,

(26)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1480 jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 96,2 yang dibulatkan menjadi 96 wajib pajak hotel yang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung periode 2017.

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui ketergantungan satu variabel dependen hanya pada satu variabel independen atau tanpa variabel moderator, serta untuk mengetahui ketergantungan satu variabeldependen pada variabel-variabel independen.Model regresi linear berganda dirumuskan sebagai berikut:

Ŷ= α+β1X12X2+β3X3+β4X44X4+β5X5+ɛ……….….(2)

Dimana:

Ŷ = kepatuhan wajib pajak α = nilai konstanta

β1 = koefisien regresi dari kesadaran wajib pajak (X1)

β2 = koefisien regresi dari kualitas pelayanan

β3 = koefisien regresi dari kewajiban moral

β4 =koefisien regresi dari sanksi perpajakan

β5 = koefisien regresi dari pemeriksaan pajak

X1 = kesadaran wajib pajak

X2 = kualitas pelayanan

X3 = kewajiban moral

X4 = sanksi perpajakan

X5 = pemeriksaan pajak

ɛ = error

HASIL DAN PEMBAHASAN

Statistik deskriptifdalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner penelitian. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan tanggapan responden terhadap masing-masing pernyataan. Seluruh variabel

(27)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1481 dideskripsikan dengan menggunakan nilai rata-rata. Penilaian distribusi data setiap variabel menggunakan rentang kriteria yang dihitung dengan persamaan:

Nilai Interval = –

……..(3)

=

= 0,75

Berdasarkan hasil interval range maka dapat disusun kriteria hasil pengukuran konstruk dalam Tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2.

Kriteria Skor Variabel Penelitian

Nilai Skor Kriteria Skor Penilaian 1,00 – 1,75 Sangat tidak baik / Sangat Rendah >1,75 – 2,50 Tidak baik / Rendah

>2,50 – 3,25 Baik / Tinggi

>3,24 – 4,00 Sangat baik / Sangat Tinggi

Sumber: Data diolah, 2019

Kriteria pengukuran tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai rata-rata yang diperoleh menunjukkan semakin baik tanggapan responden terhadap item maupun variabel tersebut. Adapun hasil uji statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut:

Tabel 3.

Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Kesadaran WP 96 13.00 24.00 20.1354 2.71301 Kualitas Pelayanan 96 44.00 68.00 55.9271 6.45347 Kewajiban Moral 96 5.00 12.00 9.6458 1.75906 Sanksi Pajak 96 8.00 16.00 12.4271 2.33394 Pemeriksaan Pajak 96 11.00 20.00 16.8542 2.08745 Kepatuhan Pajak 96 12.00 20.00 16.8750 2.42899 Valid N (listwise) 96

Sumber: Data diolah, 2019

Variabel kesadaran wajib pajak memiliki nilai minimum sebesar 13 dan nilai maksimum sebesar 24. Variabel kesadaran wajib pajak yang diukur dengan 6 item pernyataan dengan bantuan skala likert 4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar

(28)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1482 20,1354.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 6 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,36.

Nilai rata-rata variabel kesadaran wajib pajak sebesar 3,36 berada pada kriteria sangat tinggi yaitu pada rentang nilai 3,24-4,00, maka dapat dikatakan bahwa mayoritas hotel yang terdaftar sebagai wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudah memiliki kesadaran yang sangat tinggi dalam membayar pajak.Nilai standar deviasi variabel kesadaran wajib pajak sebesar 2,713. Hal ini berarti nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan kesadaran wajib pajaksudah merata. Variabel kualitas pelayanan memiliki nilai minimum sebesar 44 dan nilai maksimum sebesar 68. Variabel kualitas pelayanan yang diukur dengan 17 item pernyataan dengan bantuan skala likert 4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar 55,927.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 17 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,29.

Nilai rata-rata variabel kualitas pelayanan sebesar 3,29 berada pada kriteria sangat baik yaitu pada rentang nilai 3,24-4,00, maka dapat dikatakan bahwa kualitas pelayananpada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudahterlaksana dengan sangat baik.Nilai standar deviasi variabel kualitas pelayanan sebesar 6,4534. Hal ini berarti nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan kualitas pelayanansudah merata.

Variabel kewajiban moral memiliki nilai minimum sebesar 5 dan nilai maksimum sebesar 12. Variabel kewajiban moral yang diukur dengan 3 item

(29)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1483 pernyataan dengan bantuan skala likert 4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar 9,646.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 3 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,21.

Nilai rata-rata variabel kewajiban moral sebesar 3,21 berada pada kriteria baik yaitu pada rentang nilai 2,51-3,25, maka dapat dikatakan bahwa wajib pajak hotel yang terdaftar diBadan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudah memiliki kewajiban moral yang baik.Nilai standar deviasi variabel kewajiban moral sebesar 1,759. Hal ini berarti nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan kewajiban moralsudah merata.

Variabel sanksi pajak memiliki nilai minimum sebesar 8 dan nilai maksimum sebesar 16. Variabel sanksi pajak yang diukur dengan 4 item pernyataan dengan bantuan skala likert 4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar 12,427.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 4 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,11.

Nilai rata-rata variabel sanksi pajak sebesar 3,11 berada pada kriteria tinggi yaitu pada rentang nilai 2,51-3,25, maka dapat dikatakan bahwa Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudahmemberikan sanksi pajak yang tinggi pada wajib pajak hotel yang melanggar peraturan.Nilai standar deviasi variabel sanksi pajak sebesar 2,334. Hal ini berarti nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan sanksi pajaksudah merata.

(30)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1484 Variabel pemeriksaan pajak memiliki nilai minimum sebesar 11 dan nilai maksimum sebesar 20. Variabel pemeriksaan pajak yang diukur dengan 5 item pernyataan dengan bantuan skala likert4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar 16,854.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 5 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,37.

Nilai rata-rata variabel pemeriksaan pajak sebesar 3,37 berada pada kriteria sangat baik yaitu pada rentang nilai 3,24-4,00, maka dapat dikatakan bahwa pemeriksaan pajakpada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudah terlaksana dengan sangat baik.Nilai standar deviasi variabel pemeriksaan pajak sebesar 2,087. Hal ini berarti nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan pemeriksaan pajaksudah merata.

Variabel kepatuhan wajib pajak hotel memiliki nilai minimum sebesar 12 dan nilai maksimum sebesar 20. Variabel kepatuhan wajib pajak hotel yang diukur dengan 5 item pernyataan dengan bantuan skala likert4 poin memiliki nilai rata-rata sebesar 16,875.Nilai rata-rata tersebut apabila dibagi dengan 5 item pertanyaan diperoleh hasil sebesar 3,37.

Nilai rata-rata variabel kepatuhan wajib pajak hotel sebesar 3,37 berada pada kriteria sangat baik yaitu pada rentang nilai 3,24-4,00, maka dapat dikatakan bahwa mayoritas pajak hotelyang terdaftar pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung sudahmemiliki kepatuhan pajak yang sangat baik.Nilai standar deviasi variabel kepatuhan wajib pajak hotel sebesar 2,428. Hal ini berarti nilai ini

(31)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1485 lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata, yang artinya sebaran data terkait dengan kepatuhan wajib pajak hotelsudah merata.

Tabel 4.

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1,533 1,503 -1,020 0,310

Kesadaran wajib pajak 0,156 0,069 0,174 2,268 0,026 Kualitas pelayanan 0,064 0,031 0,169 2,051 0,043 Kewajiban moral 0,282 0,115 0,205 2,449 0,016 Sanksi pajak 0,179 0,083 0,172 2,176 0,032 Pemeriksaan pajak 0,401 0,085 0,344 4,733 0,000 R Square 0,671 Adjusted R Square 0,653 F hitung 36,769 Signifikansi F 0,000

Sumber: Data diolah, 2018

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda seperti yang disajikan pada Tabel 4 , maka dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = -1,533 + 0,156 X1 + 0,064 X2 + 0,282 X3 + 0,179 X4 + 0,401 X5 + e

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen.Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan oleh nilai determinasi total (R Square) sebesar 0,671 mempunyai arti bahwa sebesar 67,1% variasi kepatuhan wajib pajak hotelyang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung dipengaruhi oleh variasi kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi pajak, danpemeriksaan pajak, sedangkan sisanya sebesar 32,9% djelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.

Uji kelayakan model regresi bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas yang diidentifikasi (kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan,

(32)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1486 kewajiban moral, sanksi pajak, danpemeriksaan pajak) tepat digunakan memprediksi kepatuhan wajib pajak. Uji ini sering juga disebut dengan uji F. Hasil pengolahan data pada Lampiran 9 dengan menggunakan program SPSS diperoleh nilai Fhitung sebesar 36,769 dengan signifkansi sebesar 0,000< 0,05,

maka dapat disimpulkan bahwa pada kelompok yang diujimemiliki perbedaan yang nyata (signifikan). Hasil ini mempunyai arti bahwa kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi pajak, danpemeriksaan pajaksecara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak hotelyang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

Pengaruh variabel kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, kewajiban moral, sanksi pajak, dan pemeriksaan pajakterhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiuji dengan menggunakan Uji t. Kriteria pengujian untuk menjelaskan interpretasi pengaruh antar masing-masing variabel yakni apabila nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sebaliknya, jika nilai

signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,026 dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,156. Nilai Signifikansi 0,026 < 0,05 mengindikasikan bahwa H1 diterima. Hasil ini mempunyai arti bahwa kesadaran wajib

pajakberpengaruh positif padakepatuhan wajib pajak hoteldi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,043 dengan nilai koefisien

(33)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1487 regresipositif sebesar 0,064. Nilai Signifikansi 0,043 <0,05 mengindikasikan bahwa H2 diterima. Hasil ini mempunyai arti bahwa kualitas

pelayananberpengaruh positifpadakepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh kewajiban moral terhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,016 dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,282. Nilai signifikansi 0,016< 0,05 mengindikasikan bahwa H3 diterima. Hasil ini mempunyai arti bahwa kewajiban moralberpengaruh

positif padakepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,032 dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,179. Nilai signifikansi 0,032<0,05 mengindikasikan bahwa H4

diterima. Hasil ini mempunyai arti bahwa sanksi pajakberpengaruh positif padakepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak hoteldiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,401. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 mengindikasikan bahwa H5 diterima. Hasil ini mempunyai arti bahwa pemeriksaan

pajakberpengaruh positif padakepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

(34)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1488

SIMPULAN

Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.Semakin tinggi tingkat kesadaran wajib pajak akan manfaat dari pajak yang mereka bayar maka akan berpengaruh pada semakin meningkatnya kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung dalam membayar pajak tepat waktu.

Kualitas Pelayanan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.. Semakin baik Kualitas Pelayanan yang diberikan maka kepatuhan wajib pajak juga akan semakin meningkat. Ini berarti bahwa apabila kualitas pelayanan pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung semakin membaik maka akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak hotel dalam membayar pajak.

Kewajiban moral berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Semakin tinggi kewajiban moral seorang wajib pajak maka kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung juga akan semakin meningkat.

Sanksi perpajakan berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Semakin berat sanksi perpajakan yang diberikan maka kepatuhan wajib pajak juga akan semakin baik. Ini berarti bahwa apabila sanksi perpajakan yang diterapkan semakin memberatkan wajib pajak maka akan cenderung meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak hotel di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung.

(35)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1489 Pemeriksaan pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak hotel di Badan Pendpatan Daerah Kabuapten Badung. Semakin tinggi intensitas pemeriksaan pajak maka kepatuhan wajib pajak hotel dalam melaksanakan kewajiban perpajakan akan semakin meningkat.

REFERENSI

Andriana, A. (2011). Analisis Atas Pengaruh Penerapan Self Assessment System Dan Kualitas Pelayanan Pajak Terhadap Kepatuhan Format Wajib Pajak di KPP Cicadas Kota Bandung. UNIKOM Bandung.

Ardianti, N. H. (2012). Pengaruh Kewajiban Moral, Kualitas Pelayanan, Pemeriksaan Pajak, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Timur. Universitas Udayana.

Arista, M. Y. (2011). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kewajiban Moral terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Pada Kanto Bersama Samsat Denpasar. Universitas Udayana. Asri, M. (2009). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Biaya Kepatuhan Pajak dan

Kesadaran wajib Pajak pada Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Badan yang Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar. Universitas Udayana.

Chau, G., & Leung, P. (2009). A critical review of Fischer tax compliance model : A research synthesis. Journal of Accounting and Taxation, 1(2), 34–40.

Retrieved from

http://www.academicjournals.org/app/webroot/article/article1379342283_Ch au and Leung.pdf

Christina, N. K., & Keprameni, P. (2012). Pengaruh Kewajiban Moral, Kualitas Pelayanan dan Sanksi Perpajakan pada Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat Denpasar. Jurnal Riset Akuntansi, 2(2), 137–150.

Devos, K. (2009). An Investigation Into Australian Personal Tax Evaders- Their Attitudes Towards Compliance And The Penalties For Non-Complance An Investigation Into Australian Personal Tax Evaders- Their Attitudes. Revenue

Law Journal, 19(1), 1–41. Retrieved from

(36)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1490 Dewi, I. G. A. C. S., & Supadmi, N. L. (2014). Pengaruh Pemeriksaan Pajak, Kesadaran, Kualitas Pelayanan pada Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan. E-Journal S1 Akuntansi Universitas Udayana, 9(2), 505–514. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/9278/7793 Dewi, N. P. R. A., & Wirama, D. G. (2016). Kepercayaan Diri Sebagai

Pemoderasi Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar Pada Tingkat Pemahaman AKuntansi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana,

16(1), 615–644. Retrieved from

https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/20320/14323

Dharma, G. P. E., & Suardana, K. A. (2014). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan, Kualitas Pelayanan Pada Kepatuhan Wajib Pajak. E-Journal S1 Akuntansi Universitas Udayana, 6(1), 340–353. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/8201/7273

Gilbert, G., Veloutsou, C., Goode, M., & Moutinho, L. (2004). Measuring customer satisfaction in the fast food industry: A cross-national approach.

Journal of Services Marketing, 18, 371–383.

https://doi.org/10.1108/08876040410548294

Hammar, H., Jagers, S. C., & Nordblom, K. (2005). Tax Evasion and the Importance of Trust.

Harahap, A. A. (2004). Paradigma Baru Perpajakan Indonesia Perspektif Ekonomi. Jakarta: Identitas Dinamika Press.

Hidayat, N. (2005). Prioritas Dalam Pemeriksaan Pajak. Bnadung: Universitas Kristen Maranatha.

Ho, D., & Wong, B. (2009). A Study of Hong Kong Tax Compliance Ethics.

International Business Research, 2(4), 188–193.

https://doi.org/10.5539/ibr.v2n4p188

James, & Nobes. (1997). The Economics of Taxatio Principle, Policy and Practice. Europe: Prentice Hall.

James, S., & Alley, C. (2009). Tax Compliance , Self-Assessment and Tax Administration. Open Research Exter, 2(2), 27–42. Retrieved from https://ore.exeter.ac.uk/repository/bitstream/handle/10036/47458/james2.pdf ?seq

Jaya, I. B. M., & Jati, I. K. (2016). Pengaruh Kesadaran, Kualitas Pelayanan, Pemeriksaan Dan Sanksi Perpajakan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Restoran. E-Journal S1 Akuntansi Universitas Udayana, 16(1), 471–500. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/19201

(37)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1491 Jotopurnomo, C., & Mangoting, Y. (2013). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak , Kualitas Pelayanan Fiskus , Sanksi Perpajakan , Lingkungan Wajib Pajak Berada terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Surabaya. Tax &

Accounting Review, 1(1), 50–54. Retrieved from

https://media.neliti.com/media/publications/157195-ID-pengaruh-kesadaran-wajib-pajak-kualitas.pdf

Lederman, L. (2003). The Interplay Between Norms and Enforcement In The Tax Compliance. George Mason Law & Economics Research Paper, 64(6),

1453–1514. Retrieved from

https://papers.ssrn.com/sol3/Delivery.cfm/SSRN_ID589428_code48125.pdf? abstractid=391133&mirid=1

Mardiasmo. (2016). Perpajakan. Yogyakarta: Andi Offset.

Marti, L. O., Wanjohi, M. S., & Magutu, O. (2010). Taxpayers Attitudes and Tax Compliance Behaviour in Kenya. African Journal of Business Management,

1(2), 112–122. Retrieved from

http://www.uonbi.ac.ke/conferences/aibuma/journal/Paper9_TaxPayers_Attit udes_Lumumba.pdf

Muliari, N. K., & Setiawan, P. E. (2011). Pengaruh Persepsi Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak Pada Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Denpasar Timur. E-Journal S1 Akuntansi

Universitas Udayana, 6(1), 1–23. Retrieved from

https://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/article/view/2641

Mutia, S. P. T. (2014). Pengaruh Sanksi Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, dan Tingkat Pemahaman Tethadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Universitas Negeri Malang, 1–30. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/download/902/652 Negara, P. R. S., & Wirajaya, I. G. A. (2018). Pengaruh Partisipasi Penyusunan

Anggaran pada Budgetary Slack dengan Komitmen Organisasi , Opportunistic Behavior dan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 22(3), 2339–2367. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/EJA.2018.v22.i03.p26

Nugroho, A., Andini, R., & Raharjo, K. (2016). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan. Journal of Accounting, 2(2), 1–13. Retrieved from https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/AKS/article/view/452

Nugroho, M. A. S., & Sumadi. (2005). Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kupuasan Wajib Pajak: Studi pada Objek Pajak Penghasilan di KPP

(38)

Vol.28.2.Agustus (2019): 1464-1493

1492 https://media.neliti.com/media/publications/86573-ID-pengaruh-kualitas-pelayanan-terhadap-kep.pdf

Permana, O. T. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Asimetri Informasi, Tekanan Anggaran Dan Komitmen Organisasi Terhadap Senjangan Anggaran Di Pemerintah Kabupaten Banyumas. Jurnal Organisasi Dan Manajemen.

Prabawa, M. A. M., & Noviari, N. (2012). BADUNG UTARA Naniek Noviari kualitas layanan. E-Journal S1 Akuntansi Universitas Udayana, 1(2), 1–15. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/2060 Pravitasari, N., Hidayati, K., & Wahyuni, S. T. (2017). Pengaruh Pengetahuan

Perpajakan, Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Karang Pilang. Jurnal Ekonomi Akuntansi, 3(3), 548–561. Rahayu, S. (2015). Pengaruh Tanggung Jawab Moral, Kesadaran Wajib Pajak,

Sanksi Perpajakan, Dan Kualitas Pelayanan Pada Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajrahak Orang Pribadi. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/37158/19/NASKAH PUBLIKASI.pdf

Rahmadian, R., & Murtedjo. (2013). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Jakarta Kembang. Jakarta. Retrieved from http://thesis.binus.ac.id/doc/Lain-lain/2012-2-00533-AK

WorkingPaper001.pdf

Romandana, A. (2012). Pengaruh Pengetahuan Pajak, Persepsi Tentang Petugas Pajak terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Surabaya. Retrieved from http://eprints.perbanas.ac.id/3316/

Sanjaya, I. P. A. (2014). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kewajiban Moral Dan Sanksi Perpajakan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Pembayaran Pajak Hotel. E-Journal S1 Akuntansi Universitas Udayana, 7(1), 207–222. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/8656 Suardikha, I. M. S. (2009). Pengaruh Sistem Perpajakan yang Kondusif Terhadap

Dunia Usaha. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 2(2), 1–14. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/article/view/2572

Supadmi, N. L. (2009). Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Kualitas Pelayanan. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 4(2), 1–14. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/article/download/2598/1809

(39)

Putu Arisna Dewi dan I Ketut Jati. Pengaruh …

1493 Torgler, B., & Schaltegger, C. A. (2005). Tax Morale and Fiscal Policy.

Montesquieu. Retrieved from

http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.79.4906&rep=rep1 &type=pdf

Utami, S. R., Andi, & Soerono, A. N. (2012). Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang. Jurnal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 1(1), 1– 28. Retrieved from http://sna.akuntansi.unikal.ac.id/makalah/084-PPJK-12.pdf

Widnyani, I. A. D., & Suardana, K. A. (2016). Pengaruh Sosialisasi, Sanski Dan Persepsi Akuntabilitas Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Kendaraan Bermotor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16(3),

2176–2203. Retrieved from

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat likuiditas berpengaruh positif pada agresivitas pajak, kepemilikan institusional dapat memperlemah pengaruh tingkat

Penelitian yang dilakukan oleh Januarti dan Faial (2010) menunjukkan hasil bahwa skeptisme profesional auditor mempunyai pengaruh yang positif terhadap kualitas

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi bagi pihak-pihak yang terkait dalam mengukur kinerja pada Rumah Sakit di Kota Denpasar dengan menerapkan

Hasil menunjukan bahwa independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment pada BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, Semakin tinggi tingkat

tersebut, sehingga dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Negara Asal dan Citra Merek terhadap Niat Beli Kosmetik Asal Korea Selatan”.

Berdasarkan hasil statistik deskriptif, pernyataan hasil kuisoner dengan nilai rata-rata jawaban tertinggi untuk variabel kemampuan pengguna adalah item ketiga yaitu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel persepsi mahasiswa, motivasi diri , dan kecerdasan adversity memiliki pengaruh yang positif terhadap minat

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pengguna SIA di seluruh perusahaan SPPBE di Bali.Metode pengambilan sampel menggunakan metodenon-probability sampling dengan teknik