BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
a. HASIL PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus, yakni siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan sedangkan pada siklus kedua tiga kali pertemuan.
a. Deskripsi Siklus 1 1. Pertemuan Pertama
a. Perencanaan
Pada siklus satu pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2013 di TKIT Rabbani Bengkulu. Pembelajaran berlansung berdasarkan rencana kegiatan harian yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Tema yang digunakan adalah Diri sendiri dengan sub tema Aku, dengan mengangkat judul bermain peran “Liburan Kerumah Nenek” sesuai RKH (terlampir).
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada kegiatan awal anak melakukan kegiatan rutin yaitu berbaris di depan kelas, bernyanyi bersama kemudian masuk ke kelas mengucapkan salam dan dilanjutkan dengan berdo’a, membaca surat-surat pendek, pembacaan hadis. Selanjutnya guru menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan.
Pada kegiatan inti guru memberikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran untuk meningkatkan kecerdasan
intrapersonal pada anak, Sebelum kegiatan dilakukan terlebih dahulu guru menjelaskan bagaimana cara bermain peran tujuan kegiatan bermain peran, tokoh-tokoh yang akan dimainkan. Sedangkan anak dibagi menjadi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang bermain peran dan yang satu kelompok lagi menjadi penonton, Anak latihan bermain peran sesuai dengan skenario, ketika masuk pada kegiatan inti barulah anak memainkan peran yang sebenarnya. Setelah kegiatan bermain peran selesai anak diajak mendiskusikan secara seksama, diskusi tentang peran-peran yang dimainkan
Setelah melakukan kegiatan inti anak-anak istirahat yaitu makan bersama. Dan kegiatan akhir mendiskusikan kembali tentang kegiatan pada hari itu, berdo’a keluar kelas, do’a naik kendaraan dan do’a tutup pelajaran. Dan bernyanyi hari sudah siang dan pembacaan janji pulang sekolah mengucapkan salam dan anak pulang.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dan Evaluasi dilaksanakan bersama dengan proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan untuk mengamati segala aktivitas atau tingkah laku anak selama malaksanakan kegiatan dalam hal ini bermain peran. Selain observasi guru juga melakukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran. Hasil observasi dan tindakan kelas pada siklus 1 pertemuan pertama dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel IV. 1
Perkembangan intrapersonal anak dalam pembelajaran bermain peran dengan judul ”Liburan Kerumah Nenek“
No Aspek yang dinilai
Kriteria Penilaian
B C K
F % F % F %
1 Anak percaya diri dalam bermain peran
0 0 0 0 15 100 2 Anak menghayati peran
yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat
0 0 0 0 15 100
3 Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya
0 0 0 0 15 100
Berdasarkan tabel di atas hasil yang diperoleh pada pertemuan pertama dan siklus pertama pada aspek percaya diri anak yang mendapat kategori baik belum ada (0), semua anak 15 orang(100%) mendapat kategori kurang. Begitupun dengan aspek menghayati peran dan memerankan tokoh 15 (100 %) orang anak mendapat kategori kurang.
d. Refleksi
Dilihat dari siklus satu pertemuan pertama anak masih kaku dan malu dalam melaksanakan kegiatan bermain peran, anak belum percaya diri dan belum bisa menghayati peran serta masih dibantu banyak oleh ibu guru dalam memerankan tokoh yang diberikan padanya.
Rekomendasi yang di kemukakan berdasarkan hasil Refleksi adalah a. Memberikan penjelasan dengan rinci dan memotifasi untuk
mengembangkan keberanian dan percaya diri.
b. Meningkatkan pengelolaan kelas sesuai dengan kebutuhan dalam bermain peran.
c. Menyiapkan berbagai media yang sesuai dengan tokoh-tokoh dalam bermain peran dan menyediakan kelas yang luas sehingga anak merasa lebih leluasa dalam bermain.
d. Memberikan reward pada anak.
2. Pertemuan Kedua a. Perencanaan
Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2013 di sekolah. Sama halnya pada pertemuan pertama namun pertemuan kedua ini mengalami peningkatan dari pertemuan pertama dan mengangkat judul “ Senangnya Bangun Pagi “.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada kegiatan awal anak melakukan kegiatan rutin yaitu berbaris di depan kelas, bernyayi bersama kemudian masuk kekelas mengucapkan salam dan dilanjutkan dengan berdo’a, membaca surat-surat pendek dilanjutkan pembacaan hadis. Selanjutnya guru menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan.
Sebelum kegiatan inti guru memberikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak , terlebih dahulu guru menjelaskan dengan rinci dan selalu memotifasi pada setiap anak agar tetep percaya diri, guru menata kelas dengan rapi sesuai kebutuhan dalam bermain peran, menyediakan media-media untuk dipakai dan digunakan dalam bermain peran. Guru juga memberikan reward kepada anak apabila nanti
dalam bermain peran serius dan tidak main-main dan serius tidak mengganggu temannya. Setelah semuanya siap anak latihan bermain peran,anak tetap dibagi menjadi dua kelompok,satu kelompok yang bermain peran dan yang satu kelompok lagi menjadi penonton. selesai latihan barulah anak bermain peran sebenarnya dan anak memainkan tokoh-tokoh dalam sekenario, yang terakhir anak diajak mendiskusikan kegiatan bermain peran yang sudah dimainkan.
Setelah melakukan kegiatan inti anak-anak istirahat yaitu makan bersama. Dan kegiatan akhir mendiskusikan kembali tentang kegiatan pada hari ini, berdo’a keluar kelas, do’a naik kendaraan dan do’a tutup pelajaran. Dan bernyanyi hari sudah siang dan pembacaan janji pulang sekolah mengucapkan salam dan anak pulang.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung, observasi dilakukan untuk mengamati segala aktivitas atau tingkahlaku anak selama melaksanakan kegiatan. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel IV. 2
Perkembangan intrapersonal anak dalam pembelajaran bermain peran dengan judul “ Senangnya bangun pagi “
No Aspek yang dinilai
Kriteria Penilaian
B C K
F % F % F %
1 Anak percaya diri dalam bermain peran
0 0 4 27 11 73 2 Anak menghayati peran
yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat
0 0 0 0 15 100
tokoh yang ditugaskan padanya
d. Refleksi
Pertemuan kedua ini pada aspek percaya diri terdapat 4 orang anak (27%) dalam kategori cukup dan 11orang anak (73%) pada kategori kurang dan dalam aspek penghayatan peran terdapat 15 orang anak (100%) anak masih dalam kategori kurang, dan pada kemampuan anak dalam memerankan tokoh yang ditugaskan padanya terdapat 2 orang anak (13%) dalam kategori cukup dan 13 orang anak (87%) dalam kategori kurang.
Berdasarkan pengamatan peneliti dan kalabolator yang mengamati pembelajaran dari awal sampai ahir, selama pertemuan kedua ini masih beberapa anak yang belum fokus dan masih main-main sehingga terciptalah situasi yang kurang kondusif dan tidak nyaman bagi anak, masih terdapat anak yang mengganggu sewaktu pembelajaran berlansung.
Rekomendasi yang dikemukakan berdasarkan hasil refleksi adalah: A. Sebelum melakukan kegiatan guru tetap memberikan penjelasan dengan rinci dan anak terlebih dahulu dikondisikan dan diberikan pembekalan tentang bagaimana cara menghargai ketika ada teman yang lagi berbicara atau lagi belajar.
B. Sebelum pembelajaran dimulaui, guru menata kelas seindah mungkin sehingga situasi kelas menjadi nyaman buat anak. C. Sebelum bermain peran hendaknya guru memberikan
kebebasan kepada anak untuk memilih peran yang mereka senangi.
D. Guru sesalalu memberikan reward kepada anak yang serius dalam bermain peran.
b. Deskripsi Siklus II 1. Pertemuan Pertama
a. Perencanaan
Pada pertemuan tersebut mengacu pada siklus pertama yang dituangkan dalam RKH terlampir, pertemuan pertama pada siklus kedua ini dilakukan pada tanggal 3 September 2013, tema yang di gunakan adalah lingkungan dengan sub tema sekolahku, mengangkat judul “ Menjenguk Teman Yang Lagi Sakit “
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada kegiatan awal anak melakukan kegiatan rutin yaitu berbaris didepan kelas, bernyayi bersama kemudian masuk kekelas mengucapkan salam dan dilanjutkan dengan berdo’a, membaca surat-surat pendek dilanjutkan pembacaan hadis. Selanjutnya guru menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan. guru menata kelas terlebih dahulu sesuai dengan cerita yang akan dimainkan oleh anak, Sebelum kegiatan dilakukan terlebih dahulu guru menjelaskan secara rinci bagaimana
bermain peran dan Anak dibagi menjadi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang bermain peran dan yang satu kelompok lagi menjadi penonton, guru menawarkan kepada anak untuk memilih tokoh-tokoh yang disukainya dan anak merasa senang untuk memainkannya, tak lupa pula guru memberikan semangat kepada anak agar tetap percaya diri,menghayati peran. Seanjutnya barulah anak latihan bermain peran sesuai dengan skenario, sudah selesai latihan Anak barulah bermain peran yang sebenarnya sesuai dengan sekenario, yang terakhir anak mendiskusikan tentang peran-peran yang sudah dimainkan.
Setelah melakukan kegiatan inti anak-anak istirahat yaitu makan bersama. Dan kegiatan akhir mendiskusikan kembali tentang kegiatan pada hari ini, berdo’a keluar kelas, do’a naik kendaraan dan do’a tutup pelajaran. Dan bernyanyi hari sudah siang dan pembacaan janji pulang sekolah mengucapkan salam dan anak pulang.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran berlangsung. Selain observasi guru juga melakukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran sebagai dasar untuk memberikan nilai atau tingkat keberhasilan anak.
Hasil observasi dan evaluasi anak dapat dilihat pada tabel dibawah ini adalah sebagai berikut:
Tabel IV. 3
Perkembangan intrapersonal anak dalam pembelajaran bermain peran dengan judul “ Menjenguk teman yang lagi sakit “
No Aspek yang dinilai
Kriteria Penilaian
B C K
F % F % F %
1 Anak percaya diri dalam bermain peran
4 27 8 53 3 20 2 Anak menghayati peran
yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat
0 0 11 73 4 27
3 Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya
4 27 9 60 2 13
Berdasarkan tabel diatas hasil yang diperoleh pada pertemuan pertama siklus kedua untuk aspek percaya diri terdapat 4 orang anak (27%) yang dalam kategori baik dan ada 8 orang anak (53%) dalam kategori cukup serta 3 orang anak (20%) dalam kategori kurang, Pada aspek penghayatan anak pada peran yang dimainkan terdapat 11 orang anak (73%) yang pada kategori cukup dan 4 orang anak (27%) pada kategori kurang, sedangkan pada aspek anak mampu memainkan peran dengan inisiatif sendiri terdapat 4 orang anak (27%) pada kategori baik dan 9 orang anak (60%) pada kategori cukup serta 2 orang anak (13%) pada kategori kurang.
d. Refleksi
Pada pertemuan pertama ini terdapat beberapa anak yang masih dalam kategori cukup dan kurang, namun walau demikian terjadi peningkatan dari siklus pertama, pada siklus kedua pertemuan pertama ini
terlihat anak yang belum serius dan masih main-main, serta belum menghayati betul peran yang dimainkannya.
Rekomendasi dilakukan berdasarkan hasil refleksi adalah:
a. Guru lebih meningkatkan lagi pengelolaan kelas sehingga anak lebih menghayati peran yang dimainkan.
b. Memilih cerita dengan tokoh-tokohya yang mudah anak kenali dan mudah ditiru.
c. Guru selalu memberikan motifasi dengan memberikan reward kepada anak.
2. Pertemuan Kedua a. Perencanaan
Pertemuan kedua ini dilakukan pada tanggal 7 September 2013 pembelajaran berlansung berdasarkan rencana kegiatan harian yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, tema yang digunakan adalah lingkunganku.dengan mengangkat judul ”Bagi raport” sesuai Rencana Kegiatan Harian (terlampir).
b. Pelaksanaan tindakan
Pada kegiatan awal anak melakukan kegiatan rutin yaitu berbaris di depan kelas, bernyayi bersama kemudian masuk ke kelas mengucapkan salam dan dilanjutkan denga berdo’a, membaca surat-surat pendek dilanjutkan pembacaan hadis. Selanjutnya guru menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan.
Pada kegiatan inti guru memberikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak, Sebelum kegiatan dilakukan terlebih dahulu guru menata kelas sesuai dengan tema atau judul bermain peran yang akan dilakukan, menjelaskan secara rinci bagaimana cara bermain dan anak memperhatikan tujuan kegiatan bermain peran dan tokoh-tokoh yang akan dimainkan, anak dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang bermain peran dan yang satu kelompok lagi menjadi penonton, guru menyediakan media sesuai dengan kebutuhan dalam bermain peran, Anak diberikan kebebasan untuk memilih tokoh yang akan dimainkan, anak latihan bermain peran sesuai dengan sekenario, selesai latihan pada kegiatan inti barulah Anak bermain peran yang sebenarnya sesuai dengan sekenario, terakhir anak mendiskusikan tentang peran-peran yang sudah dimainkan.
Setelah melakukan kegiatan inti anak-anak istirahat yaitu makan bersama. Dan kegiatan akhir mendiskusikan kembali tentang kegiatan pada hari ini, berdo’a keluar kelas, do’a naik kendaraan dan do’a tutup pelajaran. Dan bernyanyi hari sudah siang dan pembacaan janji pulang sekolah mengucapkan salam dan anak pulang.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran berlansung. Selain observasi guru juga melakukan evaluasi untuk
mengetahui ketercapaian pembelajaran sebagai dasar untuk memberikan nilai atau tingkat keberhasilan anak.
Hasil observasi dan tindakan kelas pada siklus kedua dan pertemuan kedua dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel IV. 4
Perkembangan intrapersonal anak dalam pembelajaran bermain peran dengan judul “Bagi Raport “
No Aspek yang dinilai
Kriteria Penilaian
B C K
F % F % F %
1 Anak percaya diri dalam bermain peran
6 40 9 60 0 0 2 Anak menghayati peran
yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat
2 13 12 80 1 7
3 Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya
1 7 14 93 0 0
Pada pertemuan kedua ini terjadi peningatan terlihat pada tabel diatas, pada aspek percaya diri terdapat 6 orang anak (40%) dalam kategori baik dan 9 orang anak (60%) dalam kategori cukup, pada aspek penghayatan peran dengan expresi yang tepat terdapat 2 orang anak (13%) dalam kategori baik, dan 12 orang anak(80%) dalam kategori cukup, 1 orang anak (7%) dalam kategori kurang. Sedangkan pada aspek kemampuan anak dalam memainkan perannya terdapat 1 orang anak (7%) dalam kategori baik, dan 14 orang anak (93%) dalam kategori cukup.
d. Refleksi
Pada siklus II pertemuan kedua ini terdapat beberapa anak yang masih dalam kategori cukup dan kurang. walau demikian terjadi peningkatan dari siklus pertama, pada siklus kedua anak sudah berani
dan percaya diri, penghayatan bermain peran sudah mulai tampak baik begitupun ketepatan memainkan tokoh-tokoh dalam sekenarionya. Namun ada beberapa anak yang masih dibantu oleh ibu guru karena lupa, belum hafal teks yang ingin disampaikan dengan lawan mainnya.
Rekomendasi pada pertemuan kedua pada siklus kedua ini adalah : a. sebelum kegiatan inti terlebih dahulu guru mempersiapkan
anak dan melakukan latihan dengan berulang-ulang sehingga anak betul-betul hafal apa yang akan dimainkan,
b. guru benar-benar memberikan reward kepada anak yang sudah berhasil dalam bermain peran.
3. Pertemuan Ketiga a. Perencanaan
Pada pertemuan ketiga ini dilakukan pada tanggal 10 September 2013. pembelajaran berlansung berdasarkan rencana kegiatan harian yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Tema yang digunakan adalah lingkungan, dengan mengangkat judul “Setia Kawan“.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada kegiatan awal anak melakukan kegiatan rutin yaitu berbaris didepan kelas, bernyayi bersama kemudian masuk kekelas mengucapkan salam dan dilanjutkan dengan berdo’a, membaca surat-surat pendek dilanjutkan pembacaan hadis. Selanjutnya guru menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan.
Selanjutnya guru kembali menyiapkan media yang sesuai dengan cerita yang akan dimainkan, mempersiapkan hadiah yang berupa bintang yang dibuat dari kertas lipat sebagai hadiah bagi anak yang telah memainkan peran dengan sungguh-sungguh, (percaya diri, menghayati peran yang dimainkan,dan mampu memainkan tokoh dalam cerita dengan inisiatif sendiri artinya tanpa bantuan dari ibu guru lagi. Anak dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang bermain peran dan yang satu kelompok lagi menjadi penonton, Anak latihan bermain peran sesuai dengan sekenario, setelah latihan dan sudah siap barulah anak bermain peran yang sebenarnya sesuai dengan skenario, yang terakhir anak mendiskusikan tentang peran-peran yang sudah dimainkan.
Setelah melakukan kegiatan inti anak-anak istirahat yaitu makan bersama. Selanjutnya pada kegiatan akhir mendiskusikan kembali tentang kegiatan hari ini, berdo’a keluar kelas, do’a naik kendaraan, do’a tutup pelajaran, kemudian bernyanyi hari sudah siang, pembacaan janji pulang sekolah, lalu mengucapkan salam dan anak pulang.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran berlansung. Selain observasi guru juga melakukan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran sebagai dasar untuk memberikan nilai atau tingkat keberhasilan anak.
Hasil observasi dan tindakan kelas pada siklus kedua dan pertemuan ketiga dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel IV. 5
Perkembangan intrapersonal anak dalam pembelajaran bermain peran dengan judul “Setia Kawan“
No Aspek yang dinilai
Kriteria Penilaian
B C K
F % F % F %
1 Anak percaya diri dalam bermain peran
13 87 2 13 0 0 2 Anak menghayati peran
yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat
12 80 3 20 0 0
3 Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya
14 93 1 7 0 0
Dari tabel diatas terlihat sempurna dari sebelumnya karena anak-anak sudah percaya diri dan terdapat 13 orang anak-anak (87%) dalam kategori baik dan 2 orang anak (13%) dalam kategori cukup, begitu dengan aspek penghayatan peran dengan ekspresi terdapat 12 orang anak(80%) dalam kategori baik dan terdapat 3 orang anak (20%) dalam kategori cukup, sementara kemampuan anak dalam memerankan tokoh-tokoh yang ditugaskan tanpa bantuan ibu guru terdapat 14 orang anak (93%) dalam kategori baik dan 1 orang anak (7%) dalam kategori cukup.
d. Refleksi
Berdasarkan pertemuan ketiga ini dapat dilihat bahwa dalam bermain peran perkembangan kecerdasan intrapersonal anak sudah mengalami peningkatan, tahapan demi tahapan yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan sudah dilakukan, seperti aspek kepercayaan dirinya, pengahayatan peran yang dimainkan, kemampuan memerankan
tokoh yang ditugaskan padanya, Alhamdulillah sudah 85% mencapai keberhasilan.
b. PEMBAHASAN
Melalui penerapan metode bermain peran yang dilakukan dengan dua siklus secara bertahap terdapat peningkatan dari setiap pertemuannya, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel perbandingan berikut ini :
Tabel IV. 6
Perbandingan kecerdasan intrapersonal Siklus I dengan Siklus II
ASPEK YANG DITELITI SIKLUS I SIKLUS II JML F % F % B C K B C K B C K B C K Anak percaya diri
dalam bermain peran - 4 11 - 27 73 13 2 - 87 13 - 100 Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat - - 15 - - 100 12 3 - 80 20 - 100 Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya - 2 13 - 13 87 14 1 - 93 7 - 100
Berdasarkan tabel perbandingan diatas maka nampak jelas bahwa penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak usia dini. Karena metode bermain peran dapat mengembangkan percaya diri anak, mengembangkan penghayatan diri anak, mengembangkan kemampuan memerankan tokoh yang ditugaskan
padanya hal tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Montolalu dkk (2005.1016), bahwa permainan yang memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda sekitar anak, dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi), dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Penerapan metode bermain peran dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak A1 TK IT Rabbani Bengkulu terbukti dari perolehan angka perkembangan kecerdasan intrapersonal anak meningkat pada Siklus II (kedua) pertemuan ke tiga. Untuk leibih jelasnya dapat dijabarkan sebagai berikut : Pada aspek percaya diri yang mendapat kriteria baik ada 13 orang (87%) dan pada kriteria cukup, ada 2 anak (13%). Sedangkan pada kriteria kurang, tidak ada.Pada aspek penghayatan peran yang mendapat kriteria baik ada, 12 anak (80%), cukup 3 anak (20%), dan pada kriteria kurang tidak ada, Begitupun pada aspek kemampuan memerankan tokoh yang mendapat kriteria baik 14 anak (93%), pada kriteria cukup 1 anak (7%), pada kriteria kurang tidak ada lagi.
B. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat dikemukakan beberapa rekomendasi kepada guru, orang tua, dan sekolah antara lain :
1. Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu guru memberikan penjelasan secara rinci dan selalu memotivasi anak untuk mengembangkan keberanian dan percaya diri.
2. Meningkatkan pengelolaan kelas sesuai dengan kebutuhan dalam bermain peran.
3. Menyiapkan berbagai media yang dibutuhkan dalam bermain peran.
4. Memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih peran yang mereka senangi.
5. Memilih cerita yang mana tokoh-tokohnya dikenal oleh anak. 6. Latihan dengan berulang-ulang sehingga anak betul-betul tau
apa yang ingin dilakukan.
7. Memberikan reward kepada anak yang telah berhasil dalam bermain peran.
DAFTAR PUSTAKA
Hildayani, Rini. dkk. (2005). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka
Kunandar (2011). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Pt. RajaGrafindo Persada.
Masitoh, dkk (2004). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta : Universitas Terbuka.
Moeslichatoen (1999). Metode Pengajaran Di Taman Kanak-Kanak. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Montolalu, B. E. F. dkk. (2007). Bermain Dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka.
Musfiroh, Tadkiroatun (2009). Pengembangan Kecerdasan Majemuk. Jakarta : Universitas Terbuka.
Prasetyono, Dwi Sunar (2008). Biarkan Anakku Bermain. Jogjakarta : Diva Press.
Solehuddin, M. dkk (2006). Pembaharuan Pendidikan TK. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sujiono, Yuliana Nurani. Dkk (2010). Bermain Kreatif Berbasis
Kecerdasan Jamak. Jakarta : PT. Indeks.
Sujiono, Yuliana Nurani (2004). Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka.
Surya, Sutan (2007). Melejitkan Multiple Intelligence Anak Sejak Dini. Jogjakarta : CV. Andi Offset.
Suyanto, Slamet (2005). Konsep dasar dini pendidikan anak usia. Jakarta : Dirjen Dikti.
Wibowo,Hery (2010). Psikologi Untuk Pengembagan Diri. Jakarta : Widya Padjajaran.
Wijana, D Widarmi. Dkk (2010) Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka.
LAMPIRAN
SURAT PERNYATAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT
Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Dela Yulianti
NPM : A1I111107
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Prodi : S1 PAUD Program Guru Dalam Jabatan Menyatakan bahwa
Nama : Ellyda Susanti, Spd. Tempat mengajar : TK IT Rabbani Bengkulu
Teman sejawat yang akan membantu dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran pada penelitian tentang “Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak A TK IT Rabbani Bengkulu”.
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Bengkulu, Oktober 2013 Teman Sejawat Mahasiswa
SIKLUS I Pertemuan Pertama
LEMBAR OBSERVASI GURU
Nama Peneliti : Dela Yulianti Status Peneliti : Guru Kelas Siklus : 1 (Satu) Tema : Diri Sendiri
No Kegiatan Ya Tidak Ket
I Kegiatan Awal Pembelajaran a. Muroja’ah surat, hadis dan doa
b. Memberitahukan tema dan sub tema yang akan dipelajari pada proses pembelajaran berlangsung berdasarkan SKH
c. Guru memberikan motivasi kepada anak II Kegiatan Inti
a. Guru memberikan stimulus kepada anak b. Guru mempersiapkan media pembelajaran
c. Guru mengelompokan anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
d. Keterampilan guru dalam memberikan pembelajaran dengan peguasaan kelas
e. Keterampilan guru dalam proses belajar
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada anak, guru sebagai fasilitator
g. Guru merespon aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung
h. Keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui kegiatan bermain peran III Kegiatan Akhir / Penutup
Guru mengevaluasi kegiatan yang sudah dipelajari berdasarkan SKH
Bengkulu, 2013
Rekan Sejawat Guru Kelas
DISKRIPTOR OBSERVASI ANAK
N o
Anak Yang Diamati Diskriptor
B C K
1
2
3
Anak percaya diri dalam permainan peran.
Anak sangat menghayati peran yang dimainkan dengan expresi yang tepat.
Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya. Anak mampu memainkan peran dengan tidak malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya sesuai dengan peran. Anak mampu memahami peran yang dimainkannya atas inisiatif sendiri. Anak mampu bermain peran tetapi masih malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya tetapi dengan bantuan ibu guru. Anak mampu memahami peran yang dimainkan tetapi masi dengan bantuan ibu guru. Anak belum mampu bermain peran. Anak belum mampu mengekspresi kan wajahnya dalam bermain peran. Anak belum mampu memahami peran yang dimainkannya.
TABEL PERKEMBANGAN INTRAPERSONAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
PADA SIKLUS I PERTEMUAN PERTAMA
N O
Nama Anak
Aspek yang diamati
Jumlah Rata-Rata Anak percaya diri dalam permainan peran Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya B C K B C K B C K 1 Ai - - 1 - - 1 - - 1 3 1 2 At - - 1 - - 1 - - 1 3 1 3 Ar - - 1 - - 1 - - 1 3 1 4 Ay - - 1 - - 1 - - 1 3 1 5 Fa - - 1 - - 1 - - 1 3 1 6 Hn - - 1 - - 1 - - 1 3 1 7 Im - - 1 - - 1 - - 1 3 1 8 Kv - - 1 - - 1 - - 1 3 1 9 Mo - - 1 - - 1 - - 1 3 1 10 Mu - 1 - - 1 - - 1 3 1 11 Na - - 1 - - 1 - - 1 3 1 12 Ns - - 1 - - 1 - - 1 3 1 13 Rf - - 1 - - 1 - - 1 3 1 14 Rk - - 1 - - 1 - - 1 3 1 15 Ty - - 1 - - 1 - - 1 3 1 Jumlah hasil 45 15 Keterangan :
B : Baik, skor nilai : 3 C : Cukup, Skor nilai : 2 K : Kurang, Skor nilai : 1
SIKLUS I Pertemuan Kedua
LEMBAR OBSERVASI GURU
Nama Peneliti : Dela Yulianti Status Peneliti : Guru Kelas Siklus : 1 (Satu) Tema : Diri Sendiri
No Kegiatan Ya Tidak Ket
I Kegiatan Awal Pembelajaran a. Muroja’ah surat, hadis dan doa
b. Memberitahukan tema dan sub tema yang akan dipelajari pada proses pembelajaran berlangsung berdasarkan SKH
c. Guru memberikan motivasi kepada anak II Kegiatan Inti
a. Guru memberikan stimulus kepada anak b. Guru mempersiapkan media pembelajaran
c. Guru mengelompokan anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
d. Keterampilan guru dalam memberikan pembelajaran dengan peguasaan kelas
e. Keterampilan guru dalam proses belajar
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada anak, guru sebagai fasilitator
g. Guru merespon aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung
h. Keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui kegiatan bermain peran III Kegiatan Akhir / Penutup
Guru mengevaluasi kegiatan yang sudah dipelajari berdasarkan SKH
Bengkulu, Agustus 2013
Rekan Sejawat Guru Kelas
DISKRIPTOR OBSERVASI ANAK
N o
Anak Yang Diamati Diskriptor
B C K
1
2
3
Anak percaya diri dalam permainan peran.
Anak sangat menghayati peran yang dimainkan dengan expresi yang tepat.
Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya. Anak mampu memainkan peran dengan tidak malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya sesuai dengan peran. Anak mampu memahami peran yang dimainkannya atas inisiatif sendiri. Anak mampu bermain peran tetapi masih malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya tetapi dengan bantuan ibu guru. Anak mampu memahami peran yang dimainkan tetapi masi dengan bantuan ibu guru. Anak belum mampu bermain peran. Anak belum mampu mengekspresi kan wajahnya dalam bermain peran. Anak belum mampu memahami peran yang dimainkannya.
TABEL PERKEMBANGAN INTRAPERSONAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
PADA SIKLUS I PERTEMUAN KEDUA
N O
Nama Anak
Aspek yang diamati
Jumlah Rata-Rata Anak percaya diri dalam permainan peran Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya B C K B C K B C K 1 Ai - - 1 - - 1 - - 1 3 1 2 At - 2 - - - 1 - - 1 4 1.3 3 Ar - - 1 - - 1 - - 1 3 1 4 Ay - - 1 - - 1 - - 1 3 1 5 Fa - - 1 - - 1 - - 1 3 1 6 Hn - - 1 - - 1 - - 1 3 1 7 Im - 2 - - - 1 - 2 - 5 1.6 8 Kv - - 1 - - 1 - - 1 3 1 9 Mo - 2 - - - 1 - - 1 4 1.3 10 Mu 2 - - - 1 - 2 - 5 1.6 11 Na - - 1 - - 1 - - 1 3 1 12 Ns - - 1 - - 1 - - 1 3 1 13 Rf - - 1 - - 1 - - 1 3 1 14 Rk - - 1 - - 1 - - 1 3 1 15 Ty - - 1 - - 1 - - 1 3 1 Jumlah hasil 51 16.8 Keterangan :
B : Baik, Skor nilai : 3 C : Cukup, Skor nilai : 2 K : Kurang, Skor nilai : 1
SIKLUS II Pertemuan Pertama
LEMBAR OBSERVASI GURU
Nama Peneliti : Dela Yulianti Status Peneliti : Guru Kelas Siklus : 1 (Satu) Tema : Diri Sendiri
No Kegiatan Ya Tidak Ket
I Kegiatan Awal Pembelajaran a. Muroja’ah surat, hadis dan doa
b. Memberitahukan tema dan sub tema yang akan dipelajari pada proses pembelajaran berlangsung berdasarkan SKH
c. Guru memberikan motivasi kepada anak II Kegiatan Inti
a. Guru memberikan stimulus kepada anak b. Guru mempersiapkan media pembelajaran
c. Guru mengelompokan anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
d. Keterampilan guru dalam memberikan pembelajaran dengan peguasaan kelas
e. Keterampilan guru dalam proses belajar
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada anak, guru sebagai fasilitator
g. Guru merespon aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung
h. Keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui kegiatan bermain peran III Kegiatan Akhir / Penutup
Guru mengevaluasi kegiatan yang sudah dipelajari berdasarkan SKH
Bengkulu, September 2013
Rekan Sejawat Guru Kelas
DISKRIPTOR OBSERVASI ANAK
N o
Anak Yang Diamati Diskriptor
B C K
1
2
3
Anak percaya diri dalam permainan peran.
Anak sangat menghayati peran yang dimainkan dengan expresi yang tepat.
Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya. Anak mampu memainkan peran dengan tidak malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya sesuai dengan peran. Anak mampu memahami peran yang dimainkannya atas inisiatif sendiri. Anak mampu bermain peran tetapi masih malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya tetapi dengan bantuan ibu guru. Anak mampu memahami peran yang dimainkan tetapi masi dengan bantuan ibu guru. Anak belum mampu bermain peran. Anak belum mampu mengekspresi kan wajahnya dalam bermain peran. Anak belum mampu memahami peran yang dimainkannya.
TABEL PERKEMBANGAN INTRAPERSONAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
PADA SIKLUS II PERTEMUAN PERTAMA
N O
Nama Anak
Aspek yang diamati
Jumlah Rata-Rata Anak percaya diri dalam permainan peran Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya B C K B C K B C K 1 Ai - - 1 - 2 - - 2 - 5 1.6 2 At - - 1 - - 1 - - 1 3 1 3 Ar - - 1 - - 1 - - 1 3 1 4 Ay - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 5 Fa - 2 - - 2 - 3 - - 7 2.3 6 Hn 3 - - - 2 - 3 - - 8 2.6 7 Im 3 - - - 2 - 3 - - 8 2.6 8 Kv - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 9 Mo 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 10 Mu 3 - - - 2 - 3 - - 8 2.6 11 Na - 2 - - - 1 - 2 - 5 1.6 12 Ns - 2 - - - 1 - 2 - 5 1.6 13 Rf - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 14 Rk - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 15 Ty - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 Jumlah hasil 89 29.2 Keterangan :
B : Baik, Skor nilai : 3 C : Cukup, Skor nilai : 2 K : Kurang, Skor nilai : 1
SIKLUS II Pertemuan Kedua
LEMBAR OBSERVASI GURU
Nama Peneliti : Dela Yulianti Status Peneliti : Guru Kelas Siklus : 1 (Satu) Tema : Diri Sendiri
No Kegiatan Ya Tidak Ket
I Kegiatan Awal Pembelajaran a. Muroja’ah surat, hadis dan doa
b. Memberitahukan tema dan sub tema yang akan dipelajari pada proses pembelajaran berlangsung berdasarkan SKH
c. Guru memberikan motivasi kepada anak II Kegiatan Inti
a. Guru memberikan stimulus kepada anak b. Guru mempersiapkan media pembelajaran
c. Guru mengelompokan anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
d. Keterampilan guru dalam memberikan pembelajaran dengan peguasaan kelas
e. Keterampilan guru dalam proses belajar
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada anak, guru sebagai fasilitator
g. Guru merespon aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung
h. Keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui kegiatan bermain peran III Kegiatan Akhir / Penutup
Guru mengevaluasi kegiatan yang sudah dipelajari berdasarkan SKH
Bengkulu, September 2013
Rekan Sejawat Guru Kelas
DISKRIPTOR OBSERVASI ANAK
N o
Anak Yang Diamati Diskriptor
B C K
1
2
3
Anak percaya diri dalam permainan peran.
Anak sangat menghayati peran yang dimainkan dengan expresi yang tepat.
Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya. Anak mampu memainkan peran dengan tidak malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya sesuai dengan peran. Anak mampu memahami peran yang dimainkannya atas inisiatif sendiri. Anak mampu bermain peran tetapi masih malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya tetapi dengan bantuan ibu guru. Anak mampu memahami peran yang dimainkan tetapi masi dengan bantuan ibu guru. Anak belum mampu bermain peran. Anak belum mampu mengekspresi kan wajahnya dalam bermain peran. Anak belum mampu memahami peran yang dimainkannya.
TABEL PERKEMBANGAN INTRAPERSONAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
PADA SIKLUS II PERTEMUAN KEDUA
N O
Nama Anak
Aspek yang diamati
Jumlah Rata-Rata Anak percaya diri dalam permainan peran Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya B C K B C K B C K 1 Ai - 2 - 3 - - - 2 - 7 2.3 2 At - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 3 Ar - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 4 Ay - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 5 Fa 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 6 Hn 3 - - 3 - - - 2 - 8 2.6 7 Im 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 8 Kv - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 9 Mo 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 10 Mu 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 11 Na - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 12 Ns - 2 - - 2 - - 2 - 6 2 13 Rf 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 14 Rk - 2 - - - 1 - 2 - 5 1.6 15 Ty - 2 - - 2 - 3 - - 7 2.3 Jumlah hasil 98 32.3 Keterangan :
B : Baik, Skor nilai : 3 C : Cukup, Skor nilai : 2 K : Kurang, Skor nilai : 1
SIKLUS II Pertemuan Ketiga
LEMBAR OBSERVASI GURU
Nama Peneliti : Dela Yulianti Status Peneliti : Guru Kelas Siklus : 1 (Satu) Tema : Diri Sendiri
No Kegiatan Ya Tidak Ket
I Kegiatan Awal Pembelajaran a. Muroja’ah surat, hadis dan doa
b. Memberitahukan tema dan sub tema yang akan dipelajari pada proses pembelajaran berlangsung berdasarkan SKH
c. Guru memberikan motivasi kepada anak II Kegiatan Inti
a. Guru memberikan stimulus kepada anak b. Guru mempersiapkan media pembelajaran
c. Guru mengelompokan anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan
d. Keterampilan guru dalam memberikan pembelajaran dengan peguasaan kelas
e. Keterampilan guru dalam proses belajar
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada anak, guru sebagai fasilitator
g. Guru merespon aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung
h. Keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui kegiatan bermain peran III Kegiatan Akhir / Penutup
Guru mengevaluasi kegiatan yang sudah dipelajari berdasarkan SKH
Bengkulu, September 2013
Rekan Sejawat Guru Kelas
DISKRIPTOR OBSERVASI ANAK
N o
Anak Yang Diamati Diskriptor
B C K
1
2
3
Anak percaya diri dalam permainan peran.
Anak sangat menghayati peran yang dimainkan dengan expresi yang tepat.
Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya. Anak mampu memainkan peran dengan tidak malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya sesuai dengan peran. Anak mampu memahami peran yang dimainkannya atas inisiatif sendiri. Anak mampu bermain peran tetapi masih malu-malu. Anak mampu mengekspresi kan wajahnya tetapi dengan bantuan ibu guru. Anak mampu memahami peran yang dimainkan tetapi masi dengan bantuan ibu guru. Anak belum mampu bermain peran. Anak belum mampu mengekspresi kan wajahnya dalam bermain peran. Anak belum mampu memahami peran yang dimainkannya.
TABEL PERKEMBANGAN INTRAPERSONAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
PADA SIKLUS II PERTEMUAN KETIGA
N O
Nama Anak
Aspek yang diamati
Jumlah Rata-Rata Anak percaya diri dalam permainan peran Anak menghayati peran yang dimainkan dengan ekspresi yang tepat Anak mampu memerankan tokoh yang ditugaskan padanya B C K B C K B C K 1 Ai 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 2 At - 2 - - 2 - 3 - - 7 2.3 3 Ar - 2 - - 2 - 3 - - 7 2.3 4 Ay 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 5 Fa 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 6 Hn 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 7 Im 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 8 Kv 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 9 Mo 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 10 Mu 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 11 Na 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 12 Ns 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 13 Rf 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 14 Rk 3 - - - 2 - - 2 - 7 2.3 15 Ty 3 - - 3 - - 3 - - 9 3 Jumlah hasil 129 42.9 Keterangan :
B : Baik, Skor nilai : 3 C : Cukup, Skor nilai : 2 K : Kurang, Skor nilai : 1
DOKUMENTASI PROSES BELAJAR ANAK
Anak-Anak Mendengarkan Penjelasan Dari Ibu Guru
Anak-Anak Melakukan Percakapan Dalam Bermain Peran Pada Siklus I Pertemuan Pertama
Pada Saat Anak Memerankan Tokoh Ayah Dan Anak
Pada Saat Anak Menelpon Teman Yang Belum Datang Siklus I Pertemuan Kedua
Pada Saat Anak-Anak Mau Pergi Menjenguk Teman Yang Sakit
Anak-Anak Sedang Melihat Teman Yang Sakit Pada Siklus II Pertemuan Pertama
Pada Saat Mau Pergi Kesekolah
Anak-Anak Senang Menerima Hadiah Dari Ibu Guru Atas Prestasi Belajarnya Pada Siklus II Pertemuan Kedua
Anak-Anak Lagi Menunggu Teman-Temannya Yang Belum Datang Karena Hujan
Anak-Anak Merasa Senang Karena Teman-Temanya Semua Sudah Datang Dan Bisa Belajar Dan Bermain Bersama Pada Siklus II Pertemuan Ketiga
DAFTAR RIWAYAT
Penulis dilahirkan di Desa Renah Panjang Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma pada Tanggal 4 September 1983, anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ayahanda bernama Muhidin dan ibunda bernama Rumya. Pendidikan formal yang ditempuh yaitu pada tahun 1995 menamatkan jenjang pendidikan SD Negeri Renah Panjang. Pada tahun 1998 menamatkan SLTP Negeri 3 Sukaraja. Pada tahun 2001 SMU Negeri 1 Sukaraja. Pada tahun 2007 menamatkan D2 PGRA STAIN Bengkulu. Pada tahun 2012 melanjutkan penulis melanjutkan S1 Program Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) di Universitas Bengkulu. Profesi penulis pada tahun 2005 mengajar di PAUD Darma Mulya Desa Renah Panjang dan pada tahun 2009 Penulis mengajar di TKIT Rabbani Bengkulu dan pada tahun 2009 penulis menikah dengan Elvis SK.