• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 Strategy Supply Chain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 2 Strategy Supply Chain"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 2

(2)

2.1 Definisi Strategi Supply Chain

Strategi akan mengarahkan jalannya

(3)

Strategi pada hakekatnya bukanlah sebuah

keputusan atau aksi tunggal melainkan

adalah

kumpulan berbagai keputusan dan aksi yang

(4)

Operation strategy didefinisikan sebagai the

pattern of strategic decisions and actions

which set the role, objectives and

(5)

Domain keputusan dan aksi pada sebuah

supply chain tidak lagi terbatas pada

kegiatan operasi sebuah perusahaan

Strategi supply chain mencakup hal yang

(6)

Didalamnya akan tercakup keputusan

strategis tentang jaringan pasokan (supply

network) yang menyangkut keputusan tentang

supplier mana yang akan dipilih,

supplier mana yang akan diajak sebagai mitra

(7)

di mana saja lokasi gudang dan pusat

distribusi akan didirikan,

apakah akan melakukan sendiri kegiatan

(8)

Dalam menyusun strategi operasi,

“kebutuhan pasar” maupun “ketersediaan

sumberdaya” harus sama-sama dipakai

(9)

Dengan kata lain, suatu strategi harus

mampu

menerjemahkan kebutuhan pasar ke dalam

keputusan-keputusan operasi (market perspective) dan

mampu mengeksploitasi kemampuan

(10)

Jadi strategi operasi pada hakekatnya

adalah

rekonsiliasi antara kebutuhan pasar dengan

(11)

Karena supply chain pada hakekatnya

adalah jaringan banyak perusahaan maka

kata pasar dan sumber daya tidak mudah

(12)

Kata pasar dalam konteks supply chain

(13)

Sebagai contoh, pabrik chips tidak akan

(14)

Pasar bagi pabrik chips bukanlah pabrik

perakit computer yang membeli chips

(15)

Di sisi lain, kata sumber daya bukan lagi

(16)

Yaitu sumber daya yang mendukung semua

aktivitas sehingga produk jadi bisa sampai ke

tangan pelanggan akhir dengan harga,

(17)

Sumber daya pada sebuah supply chain

computer bisa termasuk

 pabrik pembuat komponen beserta semua

sumber daya di dalamnya,

 pabrik perakit computer beserta semua sumber

daya yang dimilikinya,

 perusahaan penyalur dan toko computer,

(18)

Jadi strategi supply chain dapat

didefinisikan sebagai

kumpulan kegiatan dan aksi strategis di

sepanjang supply chain yang menciptakan

rekonsiliasi antara apa yang dibutuhkan pelanggan akhir dengan kemampuan

(19)

2.2 Tujuan Strategis pada Supply Chain

Strategi tidak bisa dilepaskan dari tujuan

jangka panjang.

(20)

Tujuan-tujuan strategis tersebut perlu

dicapai untuk membuat supply chain

(21)

Untuk bisa memenangkan persaingan

pasar maka

supply chain harus bisa menyediakan

(22)

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut

maka

supply chain harus bisa menerjemahkan

tujuan-tujuan tersebut ke dalam

(23)

Dalam konteks operasi supply chain,

tujuan-tujuan di atas bisa dicapai apabila

memiliki kemampuan untuk

1. Beroperasi secara efisien 2. Menciptakan kualitas

3. Cepat

(24)

Masing-masing aspirasi pelanggan

(25)

Misalnya aspirasi untuk mendapatkan

produk yang murah tidak hanya didukung

oleh kemampuan supply chain untuk

beroperasi secara efisien, tetapi juga oleh

kemampuannya untuk menciptakan

(26)

Demikian juga, kemampuan supply chain

untuk menciptakan kualitas juga

berpengaruh pada tujuan untuk

(27)

beroperasi secara efisien menciptakan kualitas cepat fleksibel inovatif murah berkualitas tepat waktu bervariasi

(28)

2.3 Karakteristik Produk dan Pasar

Tingkat kepentingan dari empat aspirasi

(29)

Untuk memudahkan memahami

karakteristik produk,

produk dapat dikategorikan menjadi dua

(30)

Produk fungsional adalah

Produk dengan konfigurasi standard dan

siklus hidup panjang.

Produk fungsional biasanya memiliki sedikit

variasi.

Kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu

(31)

Permintaan terhadap produk-produk seperti

ini relative stabil dari waktu ke waktu

Permintaan pelanggan mudah untuk

(32)

Metode-metode ramalan sederhana bisa

digunakan dan bisa menghasilkan tingkat akurasi yang relative tinggi.

Karena akurasi ramalan tinggi, tingkat

(33)

Penurunan harga atau diskon secara

besar-besaran tidak lumrah untuk produk seperti ini karena musim penjualannya tidak

(34)

Sebagian contoh produk fungsional :

kertas HVS, staples, paku paying, CD, lampu

(35)

Produk inovatif memiliki sifat-sifat yang

sebaliknya.

Setiap kelompok produk inovatif memiliki

(36)

Tiap produk hanya akan bertahan sebentar

(37)

Perkembangan teknologi yang cepat serta

selera pasar yang cepat berubah

(38)

Karena karakteristiknya yang demikian,

meramalkan permintaan produk-produk

inovatif adalah pekerjaan yang sangat sulit.

Kesalahan ramalannya biasanya jauh lebih

(39)

Sebagai konsekuensinya, baik kekurangan

(40)

Kelebihan produk akan memaksa

perusahaan melakukan penurunan harga secara besar-besaran di akhir musim jual.

Kekurangan produk membuat pelanggan

(41)

Aspek Fungsional Inovatif Siklus hidup Panjang, bisa lebih dari 2

tahun Pendek, antara 3 bulan sampai 1 tahun Variasi per kategori Sedikit, 10-20 variasi Banyak, bisa mencapai

ribuan

Volume Tinggi Rendah

Peramalan permintaan Relatif mudah, akurasi

tinggi Sangat sulit, kesalahan ramalan tinggi Tingkat kekurangan produk

(stockout rate) Hanya 1%-2% Bisa sampai 10%-40% Kelebihan persediaan di

akhir musim jual Jarang karena musim jual sangat panjang Sering terjadi Biaya penurunan harga jual

(markdown) Mendekati 0% 10-25% Marjin keuntungan per unit

yang terjual dengan harga normal

(42)

2.4 Strategi Supply Chain: Efisien atau Responsif

Karakteristik yang berbeda antara produk

fungsional dan inovatif menyebabkan

(43)

Strategi Efisien

Karena sifat-sifatnya, supply chain

management untuk produk fungsional

seharusnya berfokus pada upaya untuk

(44)

Investasi besar untuk meningkatkan

inovasi dan fleksibilitas tidak akan banyak

membantu produk fungsional untuk

(45)

Bahkan investasi tersebut bisa jadi akan

menyebabkan produk tidak kompetitif

karena harga produk menjadi mahal,

(46)

Aktivitas-aktivitas mediasi pasar tidak

perlu banyak dilakukan sehingga

ongkos yang dominan adalah

(47)

Strategi Responsive

Sebaliknya, pendekatan untuk

(48)

Komponen ongkos-ongkos mediasi pasar

pada supply chain produk-produk inovatif

sangat besar sehingga penurunan beberapa

persen saja dari ongkos-ongkos ini bisa

(49)

Dengan kata lain, supply chain harus

mampu mengurangi ongkos akibat

(50)

Ini bisa dilakukan dengan memperbaiki

metode peramalan dan meningkatkan

(51)

Lebih responsive pada pasar bisa berarti

(52)

Kesesuaian antara karakteristik produk dan strategi

Menciptakan kesesuaian antara

(53)

Kesesuaian ini, yang disebut juga sebagai

(54)
(55)

Area strategic fit adalah area dimana

(56)

Gambar tersebut memperlihatkan bahwa

strategi efisiensi cocok untuk produk

(57)

Area strategic fit ada di tengah-tengah

untuk menunjukkan bahwa tidak semua

produk ada pada kategori murni

fungsional atau murni inovatif,

sehingga strategi supply chain juga tidak

(58)

2.5 Kesesuian antara Strategi Supply Chain dengan Kebijakan Taktis

Strategi supply chain harus tercermin

(59)

Keputusan Taktis Supply Chain meliputi

Kebijakan atau keputusan mengenai di mana

fasilitas lokasi akan didirikan dan

Bagaimana cara mengatur dan

(60)

Bagaimana kebijakan-kebijakan tentang

(61)

Kebijakan mengenai pengembangan produk

(62)

Kebijakan tentang lokasi fasilitas

Oleh karena itu kebijakan lokasi tentu berbeda

(63)

Supply chain yang mementingkan efisiensi

fisik akan memilih mendirikan pabrik di

(64)

Model focused factory (pemusatan kegiatan

(65)

Kebijakan tentang system produksi

menentukan efisiensi maupun kecepatan

(66)

Sistem produksi yang memiliki konfigurasi

(67)

Di sini konsep-konsep seperti lean

manufacturing dan just in time (JIT) akan

(68)

Kebijakan Persediaan :

Efisiensi pada supply chain bisa dicapai

(69)

Sebaliknya, perubahan permintaan yang

terjadi secara tiba-tiba pada

produk-produk inovatif membutuhkan supply

chain untuk menyimpan cadangan

(70)

Kebijakan Alat Transportasi

Keputusan tentang alat transportasi apa yang

akan digunakan dan apakah akan

memperbolehkan pengiriman di bawah beban penuh (less than truck load, LTL atau less

(71)

Seringkali perusahaan jasa logistik bisa

melakukan pengiriman dengan lebih murah karena mereka bisa menggabungkan beban dari beberapa pelanggan dalam satu

(72)

Kebijakan mengenai supplier

Dalam memilih supplier, strategi efisiensi

(73)

Sebaliknya, kalau supply chain ingin

responsive terhadap pasar, memilih supplier yang paling murah tidak akan menciptakan sinergi.

Di sini, kriteria fleksibilitas dan kecepatan

(74)

Kebijakan pengembangan produk

Kecepatan dan kemampuan untuk

merancang dan meluncurkan produk-produk baru sangat penting bagi produk-produk

(75)

Untuk produk inovatif, fleksibilitas dan

kecepatan dalam merancang produk-produk baru ditingkatkan dengan membuat produk dalam modul-modul standard sebelum

(76)

Perusahaan menyimpan modul-modul ini

(77)

Menunda konfigurasi akhir produk sampai

ada permintaan yang definitive bisa

(78)

Konsep menunda konfigurasi akhir ini

dinamakan postponement.

Jadi Postponement adalah penundaan

(79)

Keputusan taktis Efisiensi Responsif

Lokasi fasilitas Tempatkan

pabrik di Negara yang ongkos

tenaga kerjanya murah

Cari lokasi yang dekat pasar,

punya akses

tenaga terampil dan teknologi yang memadai

Sistem produksi Tingkat utilitas

system produksi harus tinggi Sistem produksi harus fleksibel dan ada kapasitas ekstra

Persediaan Perlu upaya

(80)

Transportasi Pengiriman TL/CL atau subkontrakkan ke pihak ketiga Diperlukan transportasi

cepat. Bila perlu tetapkan

kebijakan LTL/LCL

Pasokan Pilih supplier

dengan harga dan kualitas sebagai criteria utama Pilih supplier berdasarkan kecepatan, fleksibilitas dan kualitas Pengembangan

produk Fokus ke minimasi ongkos Gunakanmodular design dan tunda

(81)

2.7 Decoupling Point pada Supply Chain

Keputusan sampai dimana aktivitas

produksi bisa dilakukan tanpa menunggu

permintaan definitive dari pelanggan

(82)

Keputusan tersebut akan secara langsung

berpengaruh terhadap kemampuannya

(83)

Produk-produk yang relative standard

seperti kertas, tepung terigu dan gula

pasir bisa dibuat oleh pabrik hanya

(84)

Produk-produk fungsional seperti ini bisa

disimpan untuk dijual pada bulan

(85)

Sebaliknya, produksi pesawat terbang

atau kapal pesiar harus menunggu

pesanan dari pelanggan

karena kebutuhan masing-masing

pelanggan berbeda dan besarnya

(86)

Walaupun demikian, tidak berarti suatu

pesawat atau kapal baru akan dimulai

dibuat dari nol begitu ada permintaan dari

pelanggan.

Banyak komponen dan modul-modul yang

(87)

Komponen atau modul yang bisa

dikerjakan sebelum ada pesanan biasanya

adalah komponen atau modul yang

standard yang tetap akan dibuat tanpa

(88)

Titik temu sampai dimana suatu kegiatan

bisa dilakukan atas dasar peramalan

(tanpa menunggu permintaan pelanggan)

dan dari mana kegiatan harus ditunda

(89)

Decoupling Point (DP) : Titik yang

memisahkan antara “kegiatan yang

(90)

Akademisi dan praktisi SCM juga

(91)

Konfigurasi dan cara pengelolaan system

produksi sebelum dan sesudah

(92)

Lean

•Komponen/modul standard •Fokus pada efisiensi fisik •Sedikit variasi •Volume tinggi •Ketidakpastian permintaan rendah •Produksi berdasarkan ramalan

•Independent demand (tidak tergantung pada demand) •Sistem produksi: flow shop/batch •SL (service level)berdasarkan ketersediaan OPP/DP Agile •Customized products

•Fokus pada kecepatan dan flexibility •Banyak variasi •Volume rendah •Ketidakpastian permintaan tinggi •Produksi berdasarkan permintaan •Dependend demand

(tergantung pada demand) •Sistem produksi: job

shop/project

•SL (service level)

(93)

Biasanya proses produksi secara umum

bisa diklasifikasikan menjadi empat

bagian utama yaitu

perancangan produk,

fabrikasi komponen,

perakitan menjadi produk akhir dan

(94)

Proses produksi dapat diklasifikasikan dalam

4 kelompok

1. Make to Stock (MTS)

2. Assembly to Order (ATO) 3. Make to Order (MTO)

4. Engineer to Order (ETO)

Decoupling point bisa diposisikan di salah

(95)
(96)

MTS :

DP berada pada proses terakhir yaitu

pengiriman ke pelanggan.

Produk akhir dibuat berdasarkan ramalan. Hanya kegiatan pengiriman yang dilakukan

(97)

Untuk supply chain yang seperti ini, efisiensi

fisik menjadi fokus dalam pengelolaannya.

Sistem MTS akan cocok untuk produk-produk

fungsional yang variasinya sedikit dan

(98)

Aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam

mengelola supply chain yang beroperasi pada lingkungan MTS adalah

penentuan berapa dan dimana persediaan produk

akhir harus disimpan dan

bagaimana mekanisme atau aturan pengiriman

(99)

Keseimbangan antara tingkat layananan

pelanggan dan banyaknya persediaan produk jadi menjadi hal penting yang harus ditentukan pada supply chain yang beroperasi dengan

(100)

ATO

ATO adalah system di mana hanya kegiatan

(101)

ATO cocok pada system yang memproduksi

(102)

DP ditempatkan di awal proses perakitan yang

(103)

Pelanggan harus mendapatkan informasi yang

cukup tentang konfigurasi produk apa saja

(104)

Supply chain harus punya akses informasi

(105)

Di samping jumlah variasi harus banyak, salah

satu hal kritis yang juga menentukan daya

(106)

MTO

Pada system yang mengikuti MTO, kegiatan

fabrikasi komponen tidak bisa dikerjakan tanpa menunggu pesanan dari pelanggan karena

setiap pesanan mungkin membutuhkan jenis

(107)

Kemiripan komponen antar produk relative

sedikit.

Jumlah komponen mungkin sangat banyak,

(108)

ETO

ETO memiliki DP di awal proses perancangan

produk.

Produk baru dirancang setelah ada pesanan

(109)

Model ini cocok kalau tiap pelanggan

membutuhkan produk dengan rancangan yang spesifik.

Pada system ETO kegiatan perancangan produk

(110)

Pelanggan maupun supplier biasanya terlibat

dalam perancangan produk.

Karena sering kali waktu merancang sebuah

produk sangat lama, kesuksesan system ETO sangat ditentukan oleh kecepatan bagian

(111)

Posisi decoupling point bisa diubah maju

(112)

Menggeser DP ke arah hulu

Akan menciptakan produk-produk dengan

banyak variasi,

mengurangi ketergantungan terhadap

ramalan permintaan,

mengurangi persediaan barang setengah

jadi dan

(113)

Pergeseran ke arah hulu biasanya

(114)

Mengubah posisi ke arah hilir berarti

memperbanyak proses-proses standard

dalam supply chain dan

membatasi proses customized hanya pada

(115)

Salah satu strategi penting pada supply

chain yang terkait dengan pergeseran

(116)

Postponement pada dasarnya menunda

differensiasi produk sampai ada pesanan dari pelanggan.

Postponement sangat penting bagi supply chain

yang menangani produk-produk inovatif.

Postponement bisa mengurangi resiko suatu

produk menumpuk berlebih di akhir musim

(117)

Pengiriman langsung persediaan ke eselon terakhir

 Mengirim langsung persediaan ke eselon terakhir pada

jaringan distribusi akan mengurangi waktu tunggu

pelanggan yang ingin membeli produk,

Tapi juga berarti meningkatkan resiko suatu wilayah

(118)

Sehingga perlu dimungkinkan adanya pengiriman

antar wilayah (dari yang kelebihan persediaan ke wilayah yang kekurangan).

Kegiatan pengiriman antar dua eselon yang sejajar

(119)

Ringkasan

Strategi supply chain bisa didefinisikan sebagai

kumpulan kegiatan dan aksi strategis di

sepanjang supply chain yang menciptakan rekonsiliasi antara apa yang dibutuhkan

(120)

Strategi ini sangat penting untuk menciptakan

daya saing di pasaran

Erat kaitannya dengan strategi supply chain

(121)

Tujuan strategis ini harus mempertemukan

(122)

Dari sisi pasar, tujuan strategis yang harus

dicapai adalah menyediakan produk yang

(123)

Tujuan strategis tersebut bisa diwujudkan kalau

internal supply chain memiliki kemampuan untuk menciptakan efisiensi, kualitas,

(124)

Untuk menciptakan strategi yang tepat, supply

(125)

Ada dua klasifikasi umum karakteristik produk

pada supply chain yaitu produk fungsional dan produk inovatif.

Strategi supply chain untuk kedua produk

(126)

Produk fungsional lebih tepat didukung oleh

strategi efisiensi fisik, sedangkan produk

(127)

Strategi supply chain harus didukung oleh

kebijakan atau keputusan taktis yang terkait. Keputusan atau kebijakan itu meliputi lokasi fasilitas, system produksi, persediaan,

(128)

Erat kaitannya dengan strategi supply chain

adalah penempatan decoupling point.

Decoupling point adalah titik temu antara

(129)

Fokus supply chain di sebelah hulu dan sebelah

hilir supply chain tidaklah sama.

Efisiensi fisik lebih tepat untuk

(130)

Menggeser posisi decoupling point ke hilir dan

ke hulu perlu dilakukan untuk menyesuaikan supply chain dengan perubahan karakteristik pasar.

Perubahan ini akan berpengaruh pada

(131)

Klasifikasi system produksi atau supply chain

berdasarkan make to stock, assembly to order, make to order dan engineer to order dibuat

Referensi

Dokumen terkait

Konsep Servqual disini digunakan untuk melakukan penelitian terhadap tingkat fleksibilitas Supply Chain dari perusahaan yang diteliti, kemampuan dari Supply Chain

Salah satu faktor kunci ( key factor ) untuk mengoptimalisasikan supply chain ialah dengan menciptakan alur informasi yang bergerak secara mudah dan akurat diantara jaringan

Jadi, sumber daya manusia adalah modal yang paling penting dari setiap kegiatan manusia, untuk menciptakan sebuah kemampuan yang padu antara daya pikir serta

The Effect of Supply Chain Management Practices on Supply Chain Quality Integration Supply chain quality integration refers to the degree to which company synchronized and

• merupakan suatu referensi model yang digunakan untuk mengukur kinerja dari Supply Chain. • di kembangkan oleh Supply Chain Council

Pada analisis strategi supply chain telah disimpulkan, bahwa strategi yang tepat untuk PT. Zangrandi Prima adalah kombinasi antara strategi efisiensi dan

Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memetakan risiko-risiko rantai pasokan Supply Chain Risk dan mengetahui desain rantai pasokan Supply Chain Design Strategy

strategi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko Handayani, 2016 faktor yang dapat menyebabkan risiko dapat di inggat bahwa dalam rantai pasokan atau supply chain mengembangkan strategi