Tanggung jawab sosial
dan etika manajerial
BY MELDAWATI
•
Apakah tanggung jawab
sosial
•
Manajemen hijau (green
manajement)
•
Manajer dan perilaku etis
•
Mendorong perilaku etis
•
Tanggung jawab sosial dan
masalah etika dunia masa
kini
•
Apakah tanggung jawab
sosial
•
Manajemen hijau (green
manajement)
•
Manajer dan perilaku etis
•
Mendorong perilaku etis
•
Tanggung jawab sosial dan
masalah etika dunia masa
kini
POKOK POKOK PEMBAHASAN
POKOK POKOK PEMBAHASAN
• Membedakan apa iu kewajiban sosial,responsivitas
sosial, dan tanggung jawab sosial.
• Membahas apakah organisasi perlu melakukan
keterlibatan sosial
• Membedakan apa iu kewajiban sosial,responsivitas
sosial, dan tanggung jawab sosial.
• Membahas apakah organisasi perlu melakukan
keterlibatan sosial
Apakah tanggung jawab sosial
•
Kewajiban sosial
Kewajiban sosial adalah keterlibatan
perusahaan dalam aksi sosial dikarenakan
kewajibannya untuk memenuhi tanggung
jawab ekonomi dan hukum.organisasi
melakukan apa yang wajib di lakukan dan
tidak lebih.
Sebagai contoh : Beberapa perusahaan
menetapkan kebijakan merekrut tenaga kerja
dari daerah lokasi sekitar perusahaan.
•
Responsivitas sosial
Responsivitas sosial berarti bahwa perusahaan terlibat dalam beberapa aktivitas sosial yang populer.manajer dalam perusahaan ini dipandu oleh
norma dan nilai sosial dalam membuat keputusan praktis dan berorientasi
pasar.
Sebagai contoh : para manjer di american express company
mengidentifikasi tiga tema layanan komunitas,warisan budaya,dan
peminpin masa depan sebagai panduan dalam memutuskan program dan
organisasi mana yang akan mereka dukung di seluruh dunia.
•
Tanggung jawab sosial
Tanggung jawab sosial adalah
sebuah itensi bisnis melampauai
kewajiban legal dan ekonomi untuk
melakukan hal yang benar dan
betindak dengan cara yang baik
bagi masyarakat.
Sebagai contoh : aktivitas
perusahaan tambahan yang di
maksudkan untuk meningkatkan
kesejahteraan sosial dan
meningkatkan kondisi sosial atau
lingkungan
•
Apakah organisasi harus terlibat
secara sosial
Menentukan apakah organisasi harus
terlibat secara sosial yaitu dengan cara
menilai dampak dari keterlibatan sosial
pada kinerja ekonomi perusahaan dan
mengevaluasi kinerja dari dana investasi
tanggung jawab sosial (SRI) versus dana
non SRI. Berdasarkan informasi seperti
itu,kita dapat menyimpulkan bahwa
sebuah perusahaan bisa bertanggung
jawab secara sosial tanpa mengurangi
kinerja ekonominya
.
•
Cara lain untuk melihat keterlibatan
sosial dan peforma ekonomi adalah
melihat dana investasi tanggung
jawab sosial yang memberikan cara
bagi investor individu untuk
mendukung perusahaan yang
bertanggung jawab secara sosial.
Sebagai contoh : dana investasi
tanggung jawab sosial biasanya tidak
diinvestasikan dalam perusahaan yang
terlibat dalam minuman
keras,perjudian,tembakau,tenaga
nuklir,senjata penetapan harga, atau
penipuan atau di perusahaan yang
mempunyai keamanan produk yang
buruk
Mendefenisi
menjadi hijau (go green)
Menguraikan bagaimana perusahaan
dapat
menjadi hijau (go green)
Menjelaskan bagaimana
tindakan manajemen
hijau dapat di evaluasi
Menjelaskan bagaimana
tindakan manajemen
hijau dapat di evaluasi
Manajemen hijau(greenmanajement)
•
Mendefenisikan Manjemen
Hijau
•
Adalah manajemen yang
mengacu pada pengelolaan
interaksi perusahaan dengan
berdampak pada lingkungan
dan telah melampaui
kepatuhan dan kebutuhan
peraturan untuk memasukkan
alat alat konseptual,seperti
pencegahan polusi produk
dan prusahaan tan ggung
jawab sosial.
Menguraikan bagaimana
perusahaan dapat go green
Terdapat 4 pendekatan untuk
perusahaan menjadi hijau :
1. Pendekatan hukum (hijau muda )
2. Pendekatan pasar
3. Pendekatan pemangku kepentingan
4. Pendekatan aktivis (hijau tua)
•
Pendekatan hukum
( hijau muda )
Adalah pendekatan di mana
cukup mengikuti apa yang di
perintahkan hukum.dan
pendekatan ini yang
menggambarkan kewajiban
sosial organisasi hannya
menunjukkan sedikit
sensitivitas terhadap
lingkungan .mereka mematuhi
hukum,peraturan,dan regulasi
tanpa berusaha melawannya
secara legal dan itulah
jangkauan mereka terhadap
gerakan menjadi hijau.
Pendekatan pasar
Pendekatan pasar adalah
merespon pilihan lingkungan dari
para konsumen,apapun yang di
minta para konsumennya dalam
arti produk ramah lingkungan
akan di sediakan oleh organisasi.
Contoh : dupont
mengembangkan herbisida jenis
baru yang membantu para
petani di seluruh dunia untuk
mengurangi penggunaan bahan
kimia.
Pendekatan pemangku kepentingan (stakeholder)
Adalah sebuah oeganisasi bekerja untuk memenuhi
tuntutan dari berbagai pemangku kepentingan.seperti
karyawan,pemasok atau komunitas.
Contoh : Hewlett packard
mempunyai beberapa program lingkungan korporasi di tempat untuk rantai persediaan
(pemasok).desain produk dan daur ulang produk (konsumen dan masyarakat),dan operasi
kerja (karyawan dan komunitas).
Pendekatan aktivis (hijau tua)
Adalah mereka yang mencari untuk melindungi sumber daya alam bumi ini. Pendekatan
aktivis merefleksikan tingkatan tertinggi dari sensitivitas
terhadap lingkungan dan menggambarkan tanggung jawab sosial.
Contoh : Sebuah perusahaan dari belgia menghasilkan
produk ramah lingkungan
dalam pabrik yang hampir tidak mengeluarkan emisi sama
sekali.
Mendefenisikan tindakan
manajemen hijau dapat di evaluasi
•
Tindakan hijau dapat di evaluasi
dengan memeriksa laporan
yang di kumpulkan perusahaan
mengenai kinerja lingkungan
mereka,dengan melihat
pemenuhan standar global bagi
manajemen lingkungan dan
dengan menggunakan daftar
global100 korporasi yang paling
berkelanjutan di dunia.
Manajer dan perilaku etis
1.Mendefenisikan apa itu etika
1.Mendefenisikan apa itu etika
2.
Membahas faktor faktor yang
mempengaruhi apakah
seseorang berperilaku etis
dan tidak etis
2.
Membahas faktor faktor yang
mempengaruhi apakah
seseorang berperilaku etis
dan tidak etis
3.
Menguraikan apa yang harus
di ketahui manajer tentang
etika internasional
3.
Menguraikan apa yang harus
di ketahui manajer tentang
etika internasional
Mendefenisikan apa itu etika
•
Etika didefenisikan
sebagai prinsip, nilai dan
kepercayaan yang
menetukan keputusan dan
perilaku benar dan
salah.faktor yang
mempengaruhi perilaku
etis dan tidak etis
termasuk tingkat
pengembangan moral dari
seseorang,karakteristik
individu,variabel stuktural
dan intensitas masalah
.
Faktor yang menetukan tindakan
beretika dan tidak beretika
Ada 5 faktor yang mempengaruhi :
•
Tingkatan pengembangan moral
•
Karaktristik individual
•
Variabel struktural
•
Budaya organisasi
•
Intensitas masalah
Tingkat pengembangan
moral
Riset membenarkan adanya tiga level perkembangan
moral.masing masing mempunyai dua tingkatan.pada setiap tingkatan tersebut,penilaian moral seeorang semakin tidak bergantung kepada pengaruh dari luar dan lebih internasional.
• Level pertama,level prakonvesional pilihan seseorang antara benar dan salah di dasarkan pada konsekwensi personal dari sumber luar.seperti hukuman
fisik,hadiah,atau pertukaran kebutuhan.
• Level kedua,level konvesional keputusan etika
bergantung pada penjagaan standar yang di harapkan dan memenuhi espektasi dari orng lain.
• Pada level prinsipal,individu mendefenisikan nilai
moaral terpisah dari otooritas kelompok tempat mereka bergabung atau masyarakat umum.
Karakteristik individual
• Dua karakteristik individual nilai dan kepribadian memainkan peran
dalam menentukan apakah seseorang berprilaku sesuai
etika.setiap orang menjadi anggota sebuah organisasi dengan sejumlah nilai pribadi yang ralatif tetap,yang merenpresentasikan keyakinan
dasar tentang apa yang benar dan apa yang salah nilai nilai
berkembang sejak kita masih
muda,berdasarkan apa yang kita lihat dan dengar dari orang
tua,guru,teman teman dan orang lain.
Kekuatan ego
• Kekuatan ego mengukur
keyakinan seseorang,orang yang memiliki ego tinggi sering
menolak ransangan untuk
bertindak secara tidak etis dan tidak mengikuti keyakinan
mereka .maka,orang dengan
kekuatan ego yang tinggi sering melakukan apa yang mereka
anggap benar dan lebih
kensisten dalam penilaian dan tindakan moral mereka di
bandingkan orang dengan kekuatan ego rendah.
Kemanpuan mengendalikan
• Adalah tingkat sampai dimana orang
yakin mereka dapat mengendalikan nasibnya sendiri.mereka lebih suka bertanggung jawab terhadap
konsekkuensi dan bergantung pada
mandar internal mereka sendiri tentang baik atau buruk memandu perilaku
mereka.orang yang memiliki
pengendalian eksternal yakin bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah akibat keberuntungan atau peluang.mereka tidak suka mengenban tanggung jawab pribadi atas konsekuensi prilaku mereka dan lebih sering bergantung bergantung pada kekuatan eksternal.
Variabel struktural
• Desain struktural organisasi dapat
mempengaruhi perilaku etis
karyawan struktur tersebut dapat meminimalkan ambiguitas dan
ketidak pastian dengan aturan dan regulasi formal dan terus
mengingatkan karyawan tentang etika yang lebih mendorong
perilaku etis.variabel struktural lain yang mempengaruhi pilihan etika meliputi tujuan,sistem penilaian kinerja,dan prosedur alokasi
penghargaan.
Budaya organisasi
• Kekuatan budaya organiasi
mempengaruhi perilaku etis. Nilai nilai ini mencerminkan tujuan
organisasi dan yang di
yakininya.dan nilai nilai ini
menciptakan lingkungan yang
mmpengaruhi perilaku karyawan
secara etis maupun tidak etis.ketika sampai pada perilaku etis,budaya yang mendorong standar etika
yang tinggi adalah standar standar etika yang memiliki toleransi
risiko,kendali,dan toleransi konflik yang tinggi.
Etika dalam konteks internasional
Apakah standar etika bersifat
univesal ? Meskipun ada beberapa keyakinan moral yang
umum.perbedaan budaya dan sosial ntar negara merupakan faktor
penting yang menentukan perilaku etis dan tidak etis.
Sebagai contoh : ada seorang manajer di sebuah perusahaan
meksiko menyuap beberapa pejabat pemerintah tingkat tinggi di mexico city untuk mengamankan kontrak
pemerintah yang menguntungkan.
Mendorong perilaku etis
Menguraikan peran penting manajer
dalam mendorong perilaku etis
Membahas cara khusus yang bisa di
lakukan manajer untuk mendorong
perilaku etis
Peran penting manajer dalam
mendorong perilaku etis
• Perilaku dari manajer adalah faktor yang paling
penting yang mempengaruhi keputusan
seseorang untuk bertindak etis atau tidak etis. Niat manejer mendorong perilaku etis mencakup memberi peerhatian Kepada pemilihan
karyawan,mempunyai dan menggunakan kode etik.Mengenali pentingnya peran kepeminpinan etis yang mereka jalankan dan apa yang mereka lakukan jauh lebih penting dari apa yang mereka katakan,memastikan penilaian tujuan dan
kinerja.Dengan tidak memberikan penghargaan pada pencapaian tujuan tanpa
memperhitungkan proses tujuan yang di
capai.Menggunakan pelatihan etika dan audit sosial yang independen dan menciptakan
Cara khusus yang bisa dilakukan
manajer untuk mendorong perilaku
etis
Beberapa kiat spesifik manejer
mendorong perilaku etis :
1.
Pemilihan karyawan
2.
Kode etik dan peraturan keputusan
3.
Kepeminpinan manejer tingkat atas
4.
Tujuan pekerjaan dan penilaian kinerja
5.
Pelatihan etika
6.
Audit sosial independen
7.
Mekanisme protektif
Pemilihan karyawan
• Proses
seleksi(wawancara,tes,pengecekan latar belakang,dll)harus dipandang sebagai kesempatan untuk
mempelajari tingkat pengembangan moral,nilai personal,kekuatan ego,dan kemanpuan mengontrol seorang
individu.tetapi,bahkan proses seleksi yang dirancang dengan hati-hatipun masih dapat dikelabui bahkan dalam kondisi terbaik.individu dengan
standar benar dan salah di pertanyakan dapat diterima.
Kode etik dan peraturan keputusan
Bagaimana kode etik harus terlihat? Kode etik harus cukup spesifik
untuk menunjukkan kepada karyawan tentang semangat bahwa mereka
harus melakukan hal yang benar namun cukup longgar untuk memungkinkan kebebasan
penilaian.
Sayangnya kode etik tidak terlihat bekerja dengan
baik.sebuah suvei bagi
karyawan perusahaan di AS menemukan bahwa 56
persen dari mereka yang di survei mengetahui
pelanggaran etika atau
hukum termasuk didalamnya konflik kepentingan ,perilaku kasar atau mengidentifikasi dan berbohong kepada
karyawan.dan 42 persen dari karyawan tersebut tidak
melaporkan pelanggaran yang diketahui.
Saran-saran yang harus dilakukan
manajer untuk mengembangkan
kode etik :
• Peminpin organisasi harus memberi contoh yang baik
tentang perilaku dan memberi imbalan mereka yang bertindak etis.
• Semua manajer harus senantiasa meneguhkan
pentingnya kode etik dan secara konsisten mendisiplinkan mereka yang melanggar.
• Para pemangku kepentingan perusahaan harus turut
dipertimbangkan pada saat kode etik dikembangkan atau ditingkatkan.
• Para manajer harus mengkomunikasikan dan
menegakkan kode etik secara teratur.
• Manajer harus melakukan pendekatan untuk memandu
karyawan pada saat menghadapi dilema etika.
Kepeminpinan manajemen tingkat atas
•
Melakukan bisnis secara beretika
(etis) membutuhkan komitmen
dari para manajer tingkat
atas.Mengapa? Karena
merekalah yang menyangga
nilai-nilai bersama dan
memberikan nuansa
budaya.Mereka adalah tokoh
Tujuan pekerjaan dan penilaian kinerja
• Di bawah tekanan tujuan yang tidak
realistis,kaeyawan yang seharusnya mempunyai etika munkin merasa bahwa mereka tidak mempunyai pilihan kecuali melakukan apa yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tersebut.juga,pencapaian tujuan biasanya merupakan hal kunci dalam penilaian kinerja.Bila
penilaian kinerja berfokus hannya pada tujuan ekonomis,tujuan akhir akan membenarkan caranya untuk mendorong perilaku etis,baik tujuan maupun caranya harus dievaluasi.
Pelatihan etika
• Dewasa kian banyak organisasi yang mengadakan
seminar,lokakarya dan program pelatihan etika sejenis
untuk mendorong perilaku beretika(etis). Program pelatihan semacam itu bukannya tanpa kontroversi,kekawatiran
utamanya adalah apakah etika dapat diajarkan.Para kritikus menekankan bahwa usaha ini tidak ada tujuannya karena masyarakat menetukan sistem penilaian perorangan
mereka sendiri ketika mereka muda.Meskipun demikian pendapat yang bertentangan menyatakan bahwa beberapa studi telah memperlihatkan bahwa nilai dapat dipelajari
setelah masa awal kanak-kanak.
Audit sosial independen
• Audit sosial independen,yang mengevaluasi keputusan dan
praktek manajemen berdasarkan kode etik organisasi,meningkatkan kemungkinan itu audit semacam ini bisa menjadi evaluasi berkala,atau dapat diadakan secara acak.tanpa pemberitahuan
sebelumnya,program etika yang efektif munkin memerlukan
keduanya.untuk mempertahankan integritas,penulis harus bertanggung jawab pada dewan direktur
perusahaan dan mempresentasikan penemuan mereka secara langsung kepada dewan.
Mekanisme protektif
•
Karyawan yang menghadapi dilema
etika memerlukan mekanisme
protektif agar mereka dapat
melakukan apa yang benar tanpa
takut mendapat peringatan.sebuah
organisasi dapat menugaskan
konselor etika bagi karyawan yang
menghadapi dilema
etika.penasehat ini juga dapat
menyarankan alternatif yang
dianggap “benar” secara moral.
Tanggung jawab sosial dan
masalah etika di dunia masa kini
Mengelola kegagalan moral
dan kebobrokan sosial
Mengelola kegagalan moral
dan kebobrokan sosial
Menjelaskan peran
enterpreneur sosial
Menjelaskan peran
enterpreneur sosial
Membahas
bagaimana bisnis dapat
mempromosikan perubahan sosial
yang positif
Membahas
bagaimana bisnis dapat
mempromosikan perubahan sosial
yang positif
Mengelola kegagalan moral dan
kebobrokan sosial
Ada dua tindakan sangat penting :
• Kepemimpinan yang beretika Apa yang dilakukan manajer
mempunyai pengaruh yang kuat kepada keputusan karyawan untuk berperilaku etis atau tidak.ketika manajer
menipu,berbohong,mencuri,memani pulasi,mengambil keuntungan atas suatu situasi atau seseorang atau memperlakukan yang lain dengan tidak adil.
•
Perlindungan bagi karyawan
yang mengangkat isu etika
Apa yang akan anda lakukan apabila
melihat karyawan lain melakukan
sesuatu yang ilegal,tidak bermoral atau tidak etis? Akankah anda maju ke
depan? Banyak dari kita tidak akan melakukannya karena risiko
anggapan.karena itu penting bagi manajer untuk memastikan agar
karyawan yang mengangkat masalah atau isu etika tidak akan menghadapi risiko pribadi ataupun karir,individu ini yang sering kali disebut peniup
peluit,dapat menjadi bagian penting dari program etika setiap perusahaan.
Menjelaskan peran enterpreneur sosial
Enterpreneur sosial memainkan peran penting dalam memecahkan masalah sosial dengan mencari kesempatan untuk memajukan masyarakat lewat pendekatan praktis,inovatis,dan
berkelanjutan.Enterpreneur sosial hendak membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan
mempunyai dorongan keinginan untuk membuatnya terjadi.Bisnis dapat
mempromosikan perubahan sosial melalui filantropi korporat dan usaha sukarelawan karyawan.
Bagaimana bisnis dapat
mempromosikan perubahan sosial
yang positif
Bisnis dapat melakukannya
dengan dua cara :
• Filantropi perusahaan
Filantropi perusahaan dapat menjadi
jalan yang efektif bagi perusahaan untuk menghadapi masalah masyarakat.
Sebagai contoh : Kampanye “merah muda” untuk mengangkat kesadaran
bahaya kanker payudara dan kampanye merah AIDS global adalah cara-cara
perusahaan mendukung gerakan sosial.Banyak organisasi juga
menyumbangkan uang bagi berbagai tujuan yang diperhatikan oleh karyawan dan pelanggan.
.
Usaha sukarelawan karyawanSukarelawan karyawan adalah jalan yang populer bagi bisnis untuk terlibat dalam promosi perubahan sosial.
Sebagai contoh : 11 anggota tim eksekutif Molson-coors
menghabiskan sehari penuh pada acara pembangunan tim dengan membangun sebuah rumah di Las vegas bersama Habitat For Humany karyawan pricewaterhousecoopers merenovasi sekolah yang
ditinggalkan di newark.