Karakteristik Fenotipe Itik Alabio (Anas Platyrhynchos Borneo) Di Kalimantan Selatan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari kedua jenis itik (alabio dan cihateup) yang paling cepat mengalami pergantian bulu tetas menjadi bulu tetap adalah pada bagian
POLA RONTOK BULU ITIK BETINA ALABIO (Anasplotyrhynchos borneo) DAN MO JOSARI (Anas pla@rhynchos javapzicus) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LEMAK DARAH (TRIGLISERIDA),.
Rataan bobot dada, persentase dada, bobot daging dada, persentase daging dada, bobot tulang dada dan persentase tulang dada itik alabio jantan umur 10
Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna bulu pada kepala, leher, dada, sayap, punggung, ekor, paha, warna paruh dan shank pada itik lokal jantan, entok jantan, dan tiktok
Meskipun tingkat cemaran AFB1 dan AFM1 pada produk itik Alabio masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan, namun prevalensi cemaran yang tinggi pada sampel perlu menjadi
Alabio duck in several areas in South Kalimantan has a varied phenotypic characteristics, both for qualitative traits (plumage color, color feature, color
Kecuali persentase produksi telur telur yang lebih tinggi pada sistem intensif 91% dan warna yolk yang lebih kuning kemerahan 12,54 RYCF pada sistem ekstensif, tidak terdapat perbedaan
Data Table 2, shows that the coat color of female Alabio ducks in the Hulu Sungai Utara area on the neck, has a color and a percentage of black 10%, brown spots 90%, and the back has a