• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) MATAKULIAH: INTERDISIPLINER Santosa T. Slamet suparno

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) MATAKULIAH: INTERDISIPLINER Santosa T. Slamet suparno"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

MATAKULIAH: INTERDISIPLINER

Santosa

T. Slamet suparno

PRODI PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI

PASCASARJANA

INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA

2014/2015

(2)

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Matakuliah

: Interdisipliner

Pengajar

: Santosa

T. Slamet Suparno

Kode/SKS

:

Mata Kuliah

: Wajib

Deskripsi singkat

: Matakuliah ini memberikan bekal kepada

mahasiswa tentang pendekatan dalam

pemecahan suatu masalah dengan

menggunakan berbagai sudut pandang ilmu

serumpun yang relevan secara terpadu.

Tujuan Pembelajaran

Umum

: Pada akhir semester mahasiswa diharapkan

dapat menjelaskan pendekatan dalam

pemecahan suatu masalah dengan

menggunakan berbagai sudut pandang ilmu

serumpun yang relevan secara terpadu.

Tujuan Pembelajaran

Khusus

: Pada akhir semeter mahasiswa dapat

mengaplikasikan pendekatan dalam pemecahan

suatu masalah yang berkaitan dengan rencana

penelitiannya, dengan menggunakan berbagai

sudut pandang ilmu serumpun yang relevan

secara terpadu dalam sebuah paper.

Outcome Pembelajaran

: Mahasiswa dapat melaksanakan penelitian

secara baik dalam

(3)

Jadwal RPP Mingguan

Minggu Topik Bahasan Ceramah dan diskusi

9 04/05

- Hauser, Arnold. Sociology of Art. Chicago and London: The University Press, 1974.

Ceramah dan diskusi

10 11/05

- Turner Bryan S. The Theories of Modernity

and Postmodernity. Terj. Imam Baehaqi

dan Ahmad Baidlowi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Ceramah dan diskusi

11 18/05

- Ritzer, George-Goodman, Douglas J.

Modern Sociological Theory. Terj.

Alimandan. Jakarta: Kencana, 2004.

Ceramah dan diskusi

12 25/05

- Lauer, Robert H. Perspectives on Social

Change. Terj. Alimandan. Jakarta: Rineka

Cipta, 1993.

Ceramah dan diskusi

13 01/06

- Gandhi, Leela. Teori Poskolonial: Upaya

Meruntuhkan Hegemoni Barat. Yogyakarta:

Qalam, 2001.

Ceramah dan diskusi

14 08/06

- Abdullah, Irwan. Konstruksi dan

Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2006.

Ceramah dan diskusi

15 15/06

- Liliweri, Alo. Gatra-Gatra Komunikasi

Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,

2001.

Ceramah dan diskusi

16 22/06

- Ibrahim, Idi Subandy dan Dedy Djamaludin Malik (ed.). Hegemony Budaya.

Yogyakarta: Bentang Budaya, 1997.

Ceramah dan diskusi

17 29/06

- Kaplan, David dan Albert A. Manners. The

Theory of Culture. Terj. Landung

Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Ceramah dan diskusi

18 05/07

- Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rusdakarya, 2009.

(4)

TUGAS

Dalam perkuliahan ini mahasiswa mendapat tugas pada akhir semester mahasiswa diberi tugas untuk membuat paper sedapat mungkin yang berkait dengan rencana penelitiannya.

PENILAIAN

Penilaian terdiri atas tugas harian, tugas tengah semester, dan tugas akhir semester

REFERENSI

Abdullah, Irwan. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Gandhi, Leela. Teori Poskolonial: Upaya Meruntuhkan Hegemoni Barat. Yogyakarta: Qalam, 2001.

• Hauser, Arnold. Sociology of Art. Chicago and London: The University Press, 1974. Ibrahim, Idi Subandy dan Dedy Djamaludin Malik (ed.). Hegemony Budaya.

Yogyakarta: Bentang Budaya, 1997.

Kaplan, David dan Albert A. Manners. The Theory of Culture. Terj. Landung Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Lauer, Robert H. Perspectives on Social Change. Terj. Alimandan. Jakarta: Rineka Cipta, 1993.

Liliweri, Alo. Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Liliweri, Alo. Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Ritzer, George-Goodman, Douglas J. Modern Sociological Theory. Terj. Alimandan. Jakarta: Kencana, 2004.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rusdakarya, 2009.

Turner Bryan S. The Theories of Modernity and Postmodernity. Terj. Imam Baehaqi dan Ahmad Baidlowi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

(5)

Abdullah, Irwan. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Pemosisian kebudayaan sebagai sistem simbol mengandung empat persoalan penting, yang merupakan dasar argumen dalam buku ini. Pertama, tentang batas-batas ruang budaya yang memengaruhi pembentukan simbol dan makna yang ditransmisikan secara historis. Kedua, batas-batas kebudayaan itu yang menentukan konstruksi makna dipengaruhi oleh hubungan kekuasaan yang melibatkan sejumlah aktor. Ketiga, pola hubungan kekuasaan itu kemudian mengejawantah dalam identitas kelompok dan kelembagaan, yang menjadikannya realitas obyektif dan menentukan cara pandang antar kelompok. Keempat, identitas yang terbentuk melalui serangkaian simbol, selain diterima juga menjadi obyek pembicaraan, perdebatan, dan gugatan yang menegaskan perubahan yang mendasar dalam batas-batas kebudayaan.

Gandhi, Leela. Teori Poskolonial: Upaya Meruntuhkan Hegemoni Barat. Yogyakarta: Qalam, 2001.

Poskolonialisme merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh sangat penting feminisme, teori ras, psikoanalisis, dan etnisitas. Gandhi membicarakan

poskolonialisme dari sisi sejarah, tokoh-tokoh, dan gagasan-gagasan, serta kritik yang dilontarkan terhadapnya. Selain itu, juga dibicarakan mengenai peran perempuan dan wacana gender atau feminisme di Dunia Ketiga.

• Hauser, Arnold. Sociology of Art. Chicago and London: The University Press, 1974.

Sociology of Art membicarakan hubungan antara seni dan masyarakat, di antaranya

tentang (1) Art as Product of Society; (2) Society as the Product of Art; (3) Art

Criticism; (4) The Consumer of Art; (5) The Defferentiation of Art According to Cultural Strata (Folk Art, Popular Art, Mass Art, The Mass Media, Pop Art)

Ibrahim, Idi Subandy dan Dedy Djamaludin Malik (ed.). Hegemony Budaya. Yogyakarta: Bentang Budaya, 1997.

Buku ini berisi kumpulan tulisan yang mencoba membahas gejala-gejala baru yang muncul di tengah masyarakat. Perkembangan ilmu dan teknologi yang demikian cepat telah membawa perubahan yang mungkin tidak kita sadari. Kehadiran media massa yang semakin banyak, dalam jumlah maupun jenisnya, telah menghujani jiwa masyarakat dengan budaya baru. Sebuah budaya massa hasil ciptaan media,lebih banyak menonjolkan nilai-nilai hedonisme dan konsumerisme.

Kaplan, David dan Albert A. Manners. The Theory of Culture. Terj. Landung Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Buku ini menuntun pembaca untuk mengenali kesepakatan-kesepakatan teoritik dari masa ke masa. Pembaca dituntun untuk mengenali persamaan dan perbedaan antar aliran antropologi dalam menjelaskan kesamaan dan perbedaan budaya maupun perubahannya dari masa ke masa. Hal itu seturut orientasi teoritik dari

evolusionisme, fungsionalisme, sejarah dan ekologi. Pentingnya memahami teori dengan sangat kuat ditekankan oleh Kaplan dan Manners. Bagi mereka”teori adalah pengetahuan yang diorganisasikan dengan cara tertentu yang meletakkan fakta di bawah kaidah umum”.

(6)

Lauer, Robert H. Perspectives on Social Change. Terj. Alimandan. Jakarta: Rineka Cipta, 1993.

Seluruh negara berada dalam keadaan berubah terus-menerus. Perubahan yang dihadapi telah didefinisikan dengan berbagai cara seperti: mengagumkan, sesuai, menyakitkan, dapat diterima, tak terelakkan, dan sebagainya. Perubahan sosial menimbulkan semacam tanggapan, dan selain tak terelakkan juga membawa dampak bagi kehidupan. Buku ini ditujukan kepada semua orang yang memikirkan perubahan, namun tidak membahas semua aspek perubahan, tetapi menunjukkan masalah dan isu terpenting saja. Beberapa topik penting dalam buku ini adalah: peranan pemuda dalam perubahan, hubungan kekerasan dan perubahan, strategi untuk melaksanakan perubahan, teori-teori perubahan, mekanisme perubahan, dan pola-pola perubahan di dunia sekarang.

Liliweri, Alo. Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Buku ini merupakan bungarampai makalah penulis dari beberapa seminar. Kata “gatra” dipilih oleh penulis untuk menjelaskan konsep tentang beragam sudut

pandang terhadap pelbagai tulisan tentang komunikasi antarbudaya. Buku ini dibagi dalam tiga gatra besar. Pertama, gatra teoritis yang memuat latarbelakang historis, perspektif teoritis komunikasi antarbudaya dalam konteks ilmu sosial, dan sumber-sumber teori komunikasi antarbudaya. Kedua, beberapa naskah tentang gatra-gatra komunikasi antarbudaya dalam konteks sosial seperti organisasi, lembaga

pendidikan, lembaga agama, hubungan media massa dengan dengan komunikasi antarbudaya. Ketiga, gatra yang berisi contoh penelitian komunikasi antarbudaya yang dirangkum dalam satu tulisan yang bertujuan memberikan gambaran sekilas tentang proses dan pelaporan penelitian.

Ritzer, George-Goodman, Douglas J. Modern Sociological Theory. Terj. Alimandan. Jakarta: Kencana, 2004.

Buku ini merupakan publikasi edisi keenam yang ditandai dengan kontinuitas dan perubahan. Buku edisi keenam ini memberikan tinjauan komprehensif tentang teori dan teoritisi kontemporer terpenting dalam konteks sosial, politik, dan historis. Beberapa teori sosiologi yang dibahas dalam buku ini di antranya: (1) fungsionalisme struktural, neofungsionalisme, dan teori konflik; (2) teori sistem; (3) interaksionisme simbolik; (4) etnometodologi; (5) teori feminis modern; (6) teori modernitas

kontemporer; dan (7) strukturalisme, post-strukturalisme, dan kemunculan teori sosial post-modern.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rusdakarya, 2009. Dalam perbincangan mengenai semiotika sebagai sebuah ilmu, ada semacam “ruang kontradiksi” yang secara historis dibangun di antara “kubu” semiotika, yakni semiotika kontinental Ferdinand deSaussure dan semiotika Amerika Charles Sander Peirce. Seakan-akan eksisitensi kedua kubu semiotika itu dapat direduksi

berdasarkan kerangka oposisi biner: statis vs dinamis, konvensional vs progresif, teori vs praksis, dsb. Seakan-akan tidak ada lagi ruang di luar “ruang oposisi biner”.

Turner Bryan S. The Theories of Modernity and Postmodernity. Terj. Imam Baehaqi

Referensi

Dokumen terkait

Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan

Terampiljika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep jarak titik, garis dan bidang dalam pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan masalah

Jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan strategi Segmenting,

Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan

Cukup terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan jarak pada bangun

Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan dan berkaitan dengan anatomi dan fisiologi sistem perkemihan

Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan bentuk akar.

Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmatika