• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI III PENDAHULUAN (1) KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...iv. BAB II TUJUAN STRATEGIS dan SASARAN KEGIATAN (25)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI III PENDAHULUAN (1) KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...iv. BAB II TUJUAN STRATEGIS dan SASARAN KEGIATAN (25)"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

R E N C A N A S T R A T E G I S

(2)
(3)

iv

2.1 Tujuan Strategis dan Indikator Kinerja Tujuan (26)

2.2 Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan (26)

2.3 Target Capaian Reformasi

Birokrasi (28)

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi (30) 3.2 Kerangka Regulasi (31)

3.3 Kerangka Kelembagaan (32)

3.4 Tata NIlai LPMP Sulawesi Tengah (34)

4.1 Target Kinerja (35) 4.2 Kerangka Pendanaan (38)

Lampiran (41) PENDAHULUAN (1)

1.1 Kondisi Umum (1) 1.2 Potensi dan Permasalahan(11)

KATA PENGANTAR....iii DAFTAR ISI....iv

BAB II TUJUAN STRATEGIS dan SASARAN KEGIATAN (25)

BAB III ARAH KEBIJAKAN dan STRATEGI, KERANGKA REGULASI, KERANGKA KELEMBAGAAN (30)

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKAPENDANAAN (35) BAB V PENUTUP (40)

I

II

III

IV

V

DAFTAR ISI

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud No 26 tahun 2020).

Adapun fungsi LPMP meliputi:

1. Pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah; 2. Pelaksanaan supervisi satuan pendidikan dasar dan

pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan; 3. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dasar

dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan nasional;

4. Pengembangan model penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah secara nasional;

5. Pengembangan dan pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan mutu pendidikan secara nasional;

6. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

7. Pelaksanaan urusan administrasi.

Sesuai hasil evaluasi Renstra LPMP Sulawesi Tengah periode 2015-2019, dapat digambarkan kondisi umum, potensi dan permasalahan penjaminan mutu di Provinsi Sulawesi Tengah.

1.1 Kondisi Umum

Terdapat 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi wilayah kerja LPMP Provinsi Sulawesi Tengah. Berikut gambaran umum data pokok pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah.

(5)

2

Tabel 1.1 Rekap sekolah berdasarkan kabupaten/kota dan status sekolah Provinsi Sulawesi Tengah

Tabel 1.2 Rekap Guru berdasarkan kabupaten/kota dan jenjang sekolah Provinsi Sulawesi Tengah

Tabel 1.3 Rekap Rombel berdasarkan kabupaten/kota dan jenjang sekolah Provinsi Sulawesi Tengah

(6)

3

Tabel 1.4 Jumlah Guru Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan

Tabel 1.5 Jumlah Sekolah Berdasarkan status akreditasi

Berkenaan dengan satuan pendidikan yang telah diakreditasi pada tahun 2019 data-datanya adalah sebagai berikut:

(sumber: Profil Data Mutu Sulawesi Tengah Tahun 2019)

(7)

4

Tabel 1.6 Jumlah Sekolah yang diakreditasi tahun 2019

Selama periode 2015-2019 telah banyak capaian kinerja yang dihasilkan LPMP Sulawesi Tengah baik dalam peningkatan penjaminan mutu pendidikan sebagai tugas utamanya maupun dalam hal tata kelola organisasi. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja LPMP adalah capaian mutu SNP yang terus meningkat.

Capaian Renstra Periode 2015-2019

Berikut capaian kinerja selama periode 2015-2019 sesuai tugas dan fungsinya yaitu pemetaan,supervisi dan fasilitasi penjaminan mutu pendidikan.

(8)

5

Grafik 1.1 Capaian Renstra LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

1. Meningkatnya capaian Mutu SNP

Capaian mutu SNP pada semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami peningkatan. Rata-rata capaian SNP satuan pendidikan di provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2019 berada pada kategori “menuju SNP level 4”. Rata-rata indeks SNP jenjang SD berada pada angka 5,46; SMP 5,44; SMA 5,52; dan SMK 5,24. Capaian mutu SNP tersebut tidak terlepas dari berhasilnya pelaksanaan fasilitasi dan supervisi yang dilakukan.

Realisasi

Capaian Renstra Target

(9)

6

Grafik 1.2 Capaian SNP LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

2. Capaian Pemetaan Mutu Pendidikan

Berikut capaian pemetaan mutu pendidikan kepada seluruh sekolah dari SD, SMP, SMA, dan SMA. Pemetaan mutu pendidikan belum dilakukan di tahun 2019

Grafik 1.3 Capaian SNP Jenjang SD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

(10)

7

Grafik 1.4 Capaian SNP Jenjang SMP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Grafik 1.5 Capaian SNP Jenjang SMA Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Grafik 1.6 Capaian SNP Jenjang SMK Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

(11)

8 3. Capaian Fasilitasi dan Supervisi Mutu Pendidikan

Sampai dengan tahun 2019 seluruh sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK telah berhasil dilakukan fasilitasi dan supervisi delapan SNP.

Grafik 1.7 Capaian Supervisi dan Fasilitasi LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

4. Capaian satuan pendidikan yang meningkat indeks efektivitasnya

Grafik 1.8 Capaian Satuan Pendidikan Yang Meningkat Indeks Efektivitasnya Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Jumlah sekolah yang berhasil dilakukan fasilitasi dan supervisi mutu

(sumber: Laporan Kinerja LPMP Jateng 2019)

(12)

9 5. Capaian Data Dapodik yang Akurat, Terbarukan dan

Berkelanjutan

Berdasarkan rapor data pokok pendidikan (Dapodik) pada aplikasi

http://validasi.dikdasmen.kemdikbud.go.id/rapor/ untuk Provinsi Sulawesi Tengah rata-rata kualitas/rapor dapodik 91,14, yang terdiri dari aspek akurat 89,23, aspek berkelanjutan 98,76 dan aspek mutakhir 85,44

Berdasarkan data diatas menggambarkan kualitas data Dapodik masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan yaitu 95,00, oleh karena itu perlu disusun program yang bisa mendorong meningkatnya kualitas data pokok pendidikan di satuan pendidikan.

6. Capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja

Dalam hal tata kelola organisasi, LPMP Sulawesi Tengah telah menjadi Satuan kerja yang berhasil menerapkan sistem akuntabilitas kinerja dengan Predikat BB atau dengan interpretasi sangat baik dalam pengelolaan akuntabilitas kinerja.

(13)

10

Tabel 1.7 Capaian Nilai SAKIP LPMP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Demikian juga dengan perolehan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) LPMP Sulawesi Tengah berturut-turut sejak tahun 2018 s.d. 2019 adalah: 90.52 dan 96,42

Tabel 1.8 Capaian Nilai IKPA LPMP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018-2019

No Indikator

2018 Bobot 2019

Nilai Bobot Akhir Nilai Nilai Bobot Nilai Akhir 1 Realisasi/Penyerapan Anggaran 92.84 20% 18.57 100 20 20 2 Data Kontrak 91 10% 9.10 94 15 14,1 3 Penyelesaian Tagihan 96 20% 19.20 100 15 15 4 Pengelolaan UP dan TUP 96 10% 9.60 100 10 10 5 Revisi DIPA 100 5% 5.00 100 5 5 6 Deviasi Halama III DIPA 0 5% 0.00 71,78 5 3,59 7 LPJ Bendahara 75 0% 0.00 100 5 5 8 Renkas 100 5% 5.00 100 5 5 9 Kesalahan SPM 91.87 5% 4.59 80 6 4,8 10 Retur SP2D 98.69 5% 4.93 98,88 6 5,93 11 Pagu Minus 100 5% 5.00 100 4 4 12 Dispensasi SPM 100 5% 5.00 100 4 4 13 Capaian Output T O T A L 95.00 85.99 100 96,42 Nilai Akhir (Nilai Total/Konversi Bobot) 90.52 96,42

Isu Strategis Penjaminan Mutu Pendidikan

Kebijakan Merdeka belajar dimana terdapat empat pokok kebijakan belajar jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian

Target dan Capaian Nilai SAKIP 2015 - 2019

TAHUN 2015 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019 TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI

60 50% 75 68,09 75% 72,71 75% 74,3 75% 75,32

(14)

11

Nasional, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

- Guru dan sekolah diberi kewenangan dalam menilai hasil

belajar siswa (USBN diganti dengan ujian yang

dilaksanakan sekolah;

- UN diubah menjadi Assesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter;

- Penyerderhanaan RPP (minimal memuat 3 komponen inti yaitu tujuan dan kegiatan pembelajaran serta asessmen). Dengan penyederhanaan tersebut akan memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran;

- Kebijakan zonasi yang lebih fleksibel.

1.2 Potensi dan Permasalahan

Meskipun terjadi peningkatan capaian delapan standar mutu pada satuan pendidikan pada periode 2015-2019, namun

demikian masih terdapat permasalahan yang perlu

diselesaikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di provinsi Sulawesi Tengah. Untuk mengatasi permasalahan dan isu strategis yang dihadapi, LPMP Sulawesi Tengah menetapkan tujuan strategis dan sasaran strategis yang akan dicapai lima tahun ke depan.

Permasalahan-permasalahan yang terkait dengan mutu

pendidikan di provinsi Sulawesi Tengah pada saat ini dan lima tahun ke depan antara lain:

1. Data dan informasi hasil sistem Penjaminan Mutu

Pendidikan (SPMP) belum sepenuhnya valid. Tidak validnya hasil pemetaan mutu di antaranya dibuktikan dengan perolehan hasil Ujian Nasional (UN) yang tidak linear dengan hasil pemetaan tersebut. Selain itu, aktivitas pengisian instrumen penjaminan mutu ini menjadi tambahan beban kerja bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Selain itu belum optimalnya penerapkan pembelajaran sesuai Kurikulum 2013. Di antaranya, Kemendikbud belum memiliki mekanisme pelatihan dan pendampingan guru yang

dapat memastikan guru mampu mengembangkan model

(15)

12

Tabel 1.9 Analisis Permasalahan 1

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu pendidikan 1 Peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan dan implementasi Kurikulum 2013 kurang efektif Kekuatan: 1) LPMP memiliki Fasilitator Nasional (Fasnas) dan Fasilitator Daerah (Fasda) 2) Pemetaan mutu, supervisi dan

Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan merupakan output prioritas LPMP

Kelemahan:

1) Pemberian rekomendasi oleh LPMP belum didukung rencana aksi dari dinas pendidikan dan satuan pendidikan

2) Rekomendasi penjaminan mutu dari LPMP belum sepenuhnya memberikan dampak perbaikan mutu dan upaya perbaikan mutu oleh satuan pendidikan dan belum sepenuhnya terukur

3) LPMP belum memiliki mekanisme pelatihan dan pendampingan guru yang dapat memastikan guru mampu mengembangkan model pembelajaran

4) Hasil SPMP belum sepenuhnya valid

Kesempatan:

1) Pemda telah membentuk Tim Penjaminan Mutu Daerah (TPMD)

2) Satuan Pendidikan telah membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS)

3) Satuan pendidikan telah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)

4) standar kelulusan dan/atau kriteria kenaikan kelas yang kriterianya telah dituangkan dalam dokumen akademik sekolah.

5) Satuan pendidikan telah berupaya menerapkan penguatan pendidikan

a. LPMP bekerja sama dengan pemda dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota untuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan dan implementasi kurikulum 2013

(16)

13

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

karakter (PPK) dengan menciptakan harmonisasi antara keempat dimensi pengembangan dalam proses pembelajaran yaitu olah hati, olah rasa, olah raga, dan olah pikir.

Ancaman:

1) Pemda belum menjalankan siklus penjaminan mutu pendidikan berdasarkan data dan informasi yang valid. 2) Dinas pendidikan yang

belum optimal dalam memvalidasi isian instrumen penjaminan mutu dari satuan pendidikan sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan

3) Pemda belum menindaklanjuti

rekomendasi hasil penjaminan mutu sebagai acuan perbaikan mutu pembelajaran.

4) Dinas pendidikan belum menyediakan media evaluasi/ pelaporan pelaksanaan rekomendasi penjaminan mutu pada satuan pendidikan.

5) Dinas pendidikan belum memastikan bahan/media ajar dapat mendukung pembelajaran Kurikulum 2013. Akibatnya, proses pembelajaran (oleh pendidik), manajemen sekolah (oleh kepala satuan pendidikan), dan supervisi (oleh pengawas) atas proses pembelajaran belum mencerminkan penerapan muatan Kurikulum 2013. 6) Dinas Pendidikan kabupaten/kota belum sepenuhnya menyediakan media rekam jejak perkembangan peserta didik dalam sikap, keterampilan, maupun pengetahuan. Akibatnya, upaya

(17)

14

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

pembelajaran yang dirancang dan dijalankan tidak memberikan dampak peningkatan/perbaikan kualitas hasil belajar.

2. Belum ada satuan pendidikan dengan kategori “SNP”

Hasil pemetaan tahun 2019 menunjukkan, Rata-rata capaian SNP satuan pendidikan di provinsi Sulawesi Tengah berada pada kategori “menuju SNP level 4”. Jumlah satuan pendidikan yang berada pada kategori “SNP” belum ada. Tabel 1.10 Analisis Permasalahan 2

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu pendidikan 2 Belum ada satuan pendidikan dengan kategori “SNP” Kekuatan:

1) LPMP memiliki akses data capaian SNP tiap sekolah 2) LPMP telah melakukan

pembinaan untuk

peningkatan capaian SNP bagi sekolah model dan sekolah rujukan

3) LPMP memiliki SDM yang siap membantu perbaikan kinerja satuan pendidikan untuk dapat memenuhi SNP. 4) LPMP memiliki

kewenangan untuk menyusun program peningkatan mutu sesuai kebutuhan

5) LPMP memiliki sarana dan prasarana yang digunakan untuk menfasilitasi

peningkatan mutu pendidik Kelemahan:

1) LPMP tidak bisa menjamin akurasi data capaian SNP tiap sekolah

2) Hasil binaan LPMP terhadap sekolah model dan sekolah rujukan belum signifikan meningkatkan capaian SNP 3) LPMP belum memiliki

rancangan program pengembangan sekolah rujukan dan sekolah model

b. Pemberdayaan SDM Pejabat Fungsional untuk mendukung program sekolah penggerak agar mampu mencapai target memenuhi SNP.

c. Melanjutkan program sekolah model dan sekolah rujukan yang berfokus pada upaya pemenuhan SNP. d. Program kemitraan LPMP

dengan Pemda Kabupaten/Kota dan Provinsi perlu didesain ulang dengan melibatkan kelompok jabatan fungsional widyaiswara, widyaprada, dan PTP. e. Kegiatan pendataan

didesain kembali mulai perencanaan instrumen sampai pendataan di sekolah dalam rangka memperoleh rapor mutu yang valid

(18)

15

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

yang mengarah pada pencapaian target pemenuhan SNP. 4) Anggaran LPMP masih

terbatas.

5) LPMP belum sepenuhnya dapat mendesain sendiri program/kegiatan dan sering hanya meneruskan kebijakan pusat

6) Jumlah SDM tenaga fungsional kurang

Kesempatan:

1) Rata-rata nilai pemenuhan SNP pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK sudah pada kategori “menuju SNP 4” (satu tahap di bawah kategori “SNP”)

2) Dari 86,1% sekolah yang sudah terakreditasi, ada 11,7% yang akreditasi A 3) Adanya program sekolah

penggerak dan guru penggerak di setiap

kabupaten/kota tahun 2020 – 2024.

4) Secara umum, rasio siswa per guru, rasio siswa per rombel, dan rasio rombel per jenjang sekolah telah

memenuhi SNP.

5) Misi kabupaten/kota rata-rata focus untuk

meningkatkan kualitas mutu pendidikan

Ancaman:

1) Pemda belum sepenuhnya memanfaatkan peta mutu untuk penuyusunan rencana strategis daerah

2) Sebagian besar sekolah belum memanfaatkan peta mutu untuk menyusun program kerja secara berkelanjutan.

3) Adanya revisi substansi SNP yang belum dijadikan sebagai acuan dalam

(19)

16

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

pengembangan instrument pemetaan mutu yang menyebabkan validitas data capaian kinerja sekolah rendah.

4) Kepercayaan stake holders terhadap ketepatan isian data PMP masih rendah.

5) Kepercayaan pemerintah daerah terhadap data SNP 6) Regulasi dan kebijakan

sering berubah

3. Kompetensi literasi dan numerasi siswa masih perlu ditingkatkan.

Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang penting bagi siswa. Literasi atau numerasi sendiri adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa atau menggunakan angka-angka.

Kemampuan literasi, terutama numerasi siswa di Provinsi Sulawesi Tengah masih perlu ditingkatkan. Meskipun literasi dan numerasi tidak identik dengan pelajaran bahasa Indonesia dan Matematika. Namun setidaknya hanya dua pelajaran itu yang paling dekat digunakan untuk menggambarkan kompetensi bidang literasi dan numerasi siswa saat ini.

Berikut informasi nilai UN 2018/2019 dan survey Assemen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) yang dilakukan Pusat

Penilaian Pendidikan, Kemendikbud untuk provinsi

Sulawesi Tengah.

Grafik 1.9 Capaian UN Jenjang SMP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019

(20)

17

Grafik 1.10 Capaian UN Jenjang SMA/MA Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019

Grafik 1.11 Capaian UN Jenjang SMK Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019

Dengan merujuk data UN 2018/2019 di atas, kemampuan Bahasa Indonesia siswa di Provinsi Sulawesi Tengah cukup baik dibandingkan dengan kemampuan Matematika. Untuk tiga jenjang yaitu SMP, SMA dan SMK rata-rata nilai bahasa Indonesia adalah 57, sedangkan Rata-rata nilai matematika baik jenjang SMP dan SMA/SMK hanya 34.

Berbeda dengan data UN, hasil survey AKSI tahun 2019 yang dilakukan Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud untuk Provinsi Sulawesi Tengah pada siswa SMP menunjukkan rerata nilai membaca dan matematika masih rendah. (lihat grafik di bawah)

(21)

18 1,77 32,12 66,11 Kompetensi SAINS Baik Cukup Kurang

Grafik 1.12 Capaian AKSI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019

Tabel 1.11 Analisis Permasalahan 3 No permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu pendidikan 3 Kompetensi literasi dan numerasi siswa masih perlu ditingkatkan. Kekuatan:

1) Adanya kebijakan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) untuk mendorong peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa.

2) Semua jabatan fungsional telah mengikuti ToT

3) LPMP memiliki sapras (ruang kelas, asrama) yang memadai untuk program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Kelemahan:

1) Belum ada kejelasan peran LPMP dalam pelaksanaan asesmen kompetensi literasi dan numerasi untuk

memenuhi kompetensi minimal siswa.

2) Belum ada kejelasan peran LPMP dalam program guru penggerak dan sekolah

a. Peran LPMP dalam penyelenggaraan asesmen kompetensi literasi dan numerasi minimal perlu diperjelas.

b. Pemberdayaan SDM jabatan fungsional (widyaiswara, widyaprada, dan PTP) dalam mendukung peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa melalui program yang lebih spesifik. c. Peran LPMP dalam

mendukung program guru penggerak dan sekolah penggerak untuk peningkatan kompetensi literasi dan numerasi perlu diperjelas. d. Melalui tusi pelaksanaan

fasilitasi peningkatan mutu pendidikan, LPMP dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu 1,58 18,98 79,44 Kompetensi Matematika Baik Cukup Kurang 6,14 38,01 55,85 Kompetensi Membaca Baik Cukup Kurang (sumber: http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id)

(22)

19

No permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

penggerak sebagai upaya peningkatan kompetensi minimal literasi dan numerasi siswa.

3) Selama ini LPMP belum memiliki program yang spesifik untuk mendukung peningkatan literasi dan numerasi siswa.

Kesempatan:

1) Sudah ada beberapa guru pada tiap jenjang sekolah yang telah mengikuti pelatihan/bimtek Assemen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) untuk mengukur kompetensi literasi dan numerasi siswa.

2) Sudah banyak sekolah yang telah memulai program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) 3) Sebagian besar Dinas

Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi Sulawesi Tengah telah

menyelenggarakan kompetisi antar siswa untuk

peningkatan kompetensi literasi dan numerasi. Ancaman:

1) Sistem yang dikembangkan Dinas Pendidikan

Kabupaten/Kota dan Provinsi belum mampu

memberdayakan pengawas untuk dapat

menyelenggarakan supervise dan membina sekolah dan/atau guru dalam upaya memperbaiki kualitas layanan untuk meningkatkan

kompetensi literasi dan numerasi siswa.

2) Secara umum, program kerja sekolah yang secara khusus dimaksudkan untuk

meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Sulawesi Tengah masih kurang.

3) Hasil UN 2018/2019,

rata-peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa. e. LPMP memiliki kapasitas

dalam mengembangkan pola penjaminan mutu untuk upaya peningkatan kompetensi literasi dan numeric peserta didik.

(23)

20

No permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

rata nilai bahasa Indonesia siswa SMP, SMA dan SMK adalah 57. Sedangkan matematika hanya 34. 4) Hasil survey AKSI tahun

2019 oleh Puspendik:

Kemampuan membaca 6,14% baik, 38, 01% cukup, dan 55,85% kurang. Kemampuan matematika 1,58% baik, 18,98% cukup, dan 79,44% cukup. Kemampuan SAINS 1,77% baik, 32,12% cukup, dan 66,11% kurang.

4. Penguatan karakter siswa masih perlu ditingkatkan.

Persentase murid yang mengalami perundungan (bully) di Indonesia tahun 2018 mencapai 41,1% (sumber: OECD 2019). Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat 5 dari 78 negara di dunia.

Perundungan terhadap siswa di lingkungan sekolah masih marak terjadi dan tidak menutup kemungkinan di Provinsi Sulawesi Tengah juga terjadi cuma belum terekspos. Banyaknya perundungan yang dilakukan siswa menunjukkan masih rendahnya karakter seorang siswa.

Tabel 1.12 Analisis Permasalahan 4 No permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

4 Penguatan karakter siswa masih perlu ditingkatkan.

Kekuatan:

1) LPMP telah melakukan

penguatan karakter SDM internal melalui program ZI WBK. 2) LPMP telah berpengalaman

dalam mengawal implementasi kurikulum 2013 (K13) yang memuat program penguatan pendidikan karakter (PPK) Kelemahan:

1) LPMP belum memiliki data tentang karakter siswa.

2) Terkait program survey karakter Kemendikbud, peran LPMP belum jelas.

3) SDM LPMP belum berpengalaman dalam

pengembangan instrument untuk mengukur karakter.

a. LPMP memiliki sumber daya yang memadai untuk

mendukung Kemendikbud menyelenggarakan survey karakter.

b. LPMP memiliki SDM yang memadai untuk dapat dilatih dalam mengembangkan instrument survey karakter dan memetakannya.

c. LPMP dapat menjadi model dalam program penguatan karakter.

d. LPMP memiliki peran yang startegis dalam upaya penguatan karakter peserta didik melalui program kemitraan pengembangan penjaminan mutu dengan

(24)

21

No permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu

pendidikan

4) LPMP belum memiliki pola kemitraan dengan pihak eksternal dalam mengembangkan

penjaminan mutu untuk

penguatan karakter peserta didik. 5) Harmonisasi antara olah hati

(etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olahraga (kinestetik) masih belum optimal, karena sekolah masih memprioritaskan kompetensi pengetahuan akademis, tanpa diperkuat dengan pendidikan karakter.

6) Masih terbatasnya prasarana dan sarana fisik dan pembelajaran di sekolah yg kondisi kesenjangannya masih sangat beragam

7) Faktor keteladanan orang tua, guru maupun kepsek, dan bahkan tokoh-tokoh masyarakat yg tdk dpt menjadi role model bagi anak-anak

Kesempatan:

1) Belum ada kasus perundungan yang terekspose dari sekolah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah

2) Adanya kesamaan persepsi semua stake holders terkait penguatan karakter.

3) Adanya kebijakan survey karakter mendorong sekolah untuk

membuat program tersebut Ancaman:

1) Komitmen pemda dalam mendukung program penguatan karakter siswa masih lemah 2) Pada umunya Pemda belum

mengembangkan system pengendalian penyimpangan karakter di sekolah.

3) Sebagian besar sekolah hanya mengutamakan pencapaian kompetensi pengetahuan 4) Sebagian besar guru belum

menindaklanjuti perangkat penilaian sikap

satuan/program pendidikan dan pemda kabupaten/kota dan provinsi.

(25)

22 5. Data pokok pendidikan sekolah belum lengkap, wajar,

mutakhir, dan integritas

Sebagaimana kita ketahui bahwa data pokok pendidikan sangat penting untuk dimutakhirkan dan terintegrasi dengan sistem aplikasi yang tersedia. Hal ini penting

dilakukan mengingat perencanaan pemenuhan delapan

Standar Nasional Pendidikan (SNP)berpedoman pada data isian pada aplikasi dapodik.

Tabel 1.13 Analisis Permasalahan 5

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu pendidikan 5 Data pokok pendidikan sekolah belum lengkap, wajar, mutakhir, dan integritas Kekuatan: 1. Tersedianya aplikasi Dapodik yang selalu ter

update 2. Terbentuknya Tim Pendataan di provinsi/kabupaten/kota/k ecamatan Kelemahan:

1. Belum tersedianya akses untuk memverifikasi Dapodik

2. Kewenangan LPMP masih terbatas pada manajemen pendataan

Kesempatan:

1. Kesiapan dinas pendidikan

provinsi/kabupaten/kota untuk kerja sama dalam hal pendataan

Ancaman:

1. Tingkatkepercayaan masyarakat tentang validitas data relatif rendah

Membangun kerja

sama dengan

pemerintah daerah dalam verifikasi data

dapodik untuk

mendapatkan data

yang akurat,

terbarukan dan

berkelanjutan

6. Tata kelola dan pelayanan organisasi perlu terus ditingkatkan kualitasnya.

Tata kelola di LPMP Sulawesi Tengah sebenarnya telah sangat baik, hal itu ditunjukkan dengan tingkat implementasi akuntabilitas kinerja yang sudah berada di kategori BB.

(26)

23

Namun demikian perbaikan tata kelola dan pelayanan di LPMP masih perlu terus ditingkatkan kualitasnya dengan cara membuat inovasi-inovasi baru terkait dengan pelayanan.

Tabel 1.14 Analisis Permasalahan 6

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan

Penjaminann Mutu pendidikan

6 Tata kelola dan pelayanan

organisasi perlu terus ditingkatkan kualitasnya.

Kekuatan:

1) LPMP telah memiliki system tata kelola organisasi yang baik. 2) Komitmen pimpinan dan

pegawai LPMP kuat dalam mendukung kemajuan organisasi.

3) LPMP memiliki front office dan ULT yang dikelola secara baik. 4) LPMP telah memiliki SOP dan

SPP

5) LPMP memiliki System Informasi Manajemen sesuai Tusi

Kelemahan:

1) Masih ada beberapa layanan yang diberikan LPMP kurang terintegrasi.

2) Fungsi pengawasan atas layanan yang diberikan di LPMP masih lemah.

3) Praktek penjaminan mutu pendidikan di LPMP Sulteng masih lemah

4) Jadwal kegiatan lembaga sering berubah

5) Pengalokasian anggaran dalam rangka mendukung visi misi lembaga belum optimal Kesempatan:

1) Adanya dukungan dari pihak eksternal (sekolah, pemda, perguruan tinggi, dan lain-lain) terhadap perbaikan kinerja LPMP.

2) Adanya LPMP lain yang memiliki tata kelola organisasi lebih baik sebagai sumber belajar.

3) Adanya kebijakan reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja instansi a. Perbaikan system integrasi layanan internal dan eksternal perlu terus dikembangkan. b. Untuk meminimalisir kesalahpahaman pihak eksternal terhadap system tata kelola organisasi, LPMP perlu menyelenggarakan sosialisasi secara massif. c. Perbaikan system tata kelola organisasi dapat dilakukan melalui program magang ke LPMP yang lebih baik. d. Penyusunan Renstra dan RKT dapat dilakukan pada akhir tahun sebelumnya. e. LPMP dapat

mengembangkan model penjaminan mutu pendidikan internal yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

(27)

24

No Permasalahan Analisis Permasalahan

Potensi Pengembangan Penjaminann Mutu pendidikan 4) Ancaman:

1) Masih kurangnya pemahaman pihak eksternal terhadap system tata kelola organisasi yang dikembangkan LPMP 2) Masih ada beberapa

institusi/lembaga eksternal yang belum sinergis dalam

membangun tata kelola organisasi.

3) Eselon LPMP di bawah pemda 4) Struktur organisasi sering

(28)

25

Berdasarkan visi dan misi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sebagai unit utama maka visi LPMP Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020-2024 adalah mendukung visi dan misi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sebagai berikut :

“Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, berkhlak mulia, gotong royong dan berkebhinekaan global”.

Sebagai upaya untuk mewujudkan visi di atas, LPMP Provinsi Sulawesi Tengah juga mendukung Misi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun 2020-2024 yakni:

1. Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang relevan dan berkualitas

tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh

infrastruktur dan teknologi.

2. Mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan anak usia dini, Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah.

Mengacu pada permasalahan yang dikemukakan di bab sebelumnya, Renstra Kementerian dan Renstra Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah maka LPMP Provinsi Sulawesi Tengah merumuskan tujuan strategis dan sasaran strategis untuk periode 2020-2024.

BAB II

TUJUAN STRATEGIS DAN

SASARAN KEGIATAN

(29)

26

Tabel 2.1 Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis LPMP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024

2.1 Tujuan Strategis dan Indikator Kinerja Tujuan Strategis

Untuk mendukung tercapainya sasaran program Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah selaku unit kerja atasanya, LPMP Sulawesi Tengah menetapkan dua tujuan strategis yang akan dicapai sampai dengan tahun 2024, yaitu:

Sesuai dengan kebijakan penyusunan Renstra di lingkungan Kemendikbud dan untuk mengetahui cascading kinerja yang jelas mulai tingkat Kementerian, unit kerja eselon I, sampai unit kerja eselon III/UPT, maka rumusan tujuan strategis yang ditetapkan LPMP Sulawesi Tengah diambil dari salah satu Sasaran Program (SP) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan tugas dan fungsi LPMP.

2.2 Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan

Agar tujuan strategis yang ditetapkan di tahun 2024 dapat tercapai, dirumuskanlah sasaran kegiatan sebagai pentahapan capaian tiap tahunnya. Sasaran kegiatan dilengkapi dengan indikator kinerja untuk mengukur tingkat pencapaiannya. Sasaran kegiatan adalah sasaran strategis LPMP Sulawesi Tengah.

No Tujuan Strategis Indikator Kinerja Tujuan Strategis Target 2024 TS1 Meningkatnya Mutu satuan pendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

Persentase satuan

pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB dengan nilai scorecard minimum 75 (kategori tinggi)

30,1%

TS2 Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di lingkungan LPMP Sulawesi Tengah Predikat SAKIP LPMP Sulawesi Tengah A

(30)

27

Berikut rincian dua sasaran kegiatan beserta indikator kinerja kegiatan LPMP Sulawesi Tengah yang telah diturunkan dari dua tujuan strategisnya.

Tabel 2.2 Sasaran Kegiatan LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024

No Strategis Tujuan Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan TS1 Meningkatnya Mutu satuan pendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah SK1. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan IKK1.1 Persentase Satuan Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki nilai kinerja sekolah (Scorecard) minimal 75 IKK1.2 Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey

Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk IKK1.3Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkelanjutan TS2 Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di lingkungan LPMP Sulawesi Tengah SK2. Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di lingkungan LPMP Sulawesi Tengah

IKK2.1 Predikat SAKIP IKK2.2 Nilai Kinerja

Anggaran atas

Pelaksanaan RKAKL

*Definisi Operasional dan Metode Perhitungan Indikator Kinerja Kegiatan tercantum dalam lampiran

(31)

28 2.3 Target Capaian Reformasi Birokrasi

Program reformasi birokrasi yang bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik sedang dijalankan oleh seluruh instansi pemerintah termasuk di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada delapan area perubahan yang perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi meliputi manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tatalaksana, penataan sistem

manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan

pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai unit pelaksana teknis Kemendikbud, LPMP Sulawesi Tengah berkomitmen untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi di Kemendikbud. Komitmen besar itu ditunjukkan dengan mengupayakan agar LPMP Sulawesi Tengah dapat memperoleh predikat ZI/WBK setelah sebelumnya ditetapkan menjadi calon Satker yang diajukan menuju ZI/WBK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2018.

Untuk merealisasikan target menjadi satuan kerja

berpredikat ZI WBK, LPMP Sulawesi Tengah Tengah menetapkan target capaian reformasi birokrasi selama 2020-2024 yaitu:

Tabel 2.3 Target Capaian Reformasi Birokrasi LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024

No Indikator Capaian Satuan Target

2020 2021 2022 2023 2024

1 Jumlah

Perubahan/inovasi yang dibuat agen perubahan dan telah diintegrasikan dalam sistem manajemen dan dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas/pelayanan Jumlah perubahan/ Inovasi 2 2 2 2 2 2 Persentase pelanggaran disiplin pegawai % 5,2 3,9 2,6 2 1

3 Persentase Sasaran output

dalam DIPA dengan

capaian 100% atau lebih

% 100 100 100 100 100 4 Persentase Penyelesaian Pengaduan Masyarakat % 100 100 100 100 100 5 Rata-rata kecepatan penyelesaian pengaduan masyarakat Hari 3 3 2 2 1

(32)

29 No Indikator Capaian Satuan Target

2020 2021 2022 2023 2024

6 Persentase

pelayanan telah

dipermudah (waktu lebih cepat, alur lebih pendek,

terintegrasi dengan

aplikasi):

(33)

30 3.1 Arah Kebijakan dan Strategi

Untuk mencapai target kinerja tujuan dan sasaran yang ditetapkan diperlukan strategi dan kebijakan yang tepat. Kebijakan yang diambil haruslah selaras dengan kebijakan yang yang telah ditetapkan Kementerian dan unit kerja

atasannya namun demikian kebijakan tersebut dapat

disesuaikan dengan kondisi yang wilayahnya.

Sedangkan strategi merupakan cara yang dilakukan agar target yang ditetapkan dapat tercapai. Strategi sendiri berisikan kegiatan indikatif yang akan dilakukan untuk mendukung pencapaian target. Berikut kebijakan dan strategi yang diambil LPMP untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran selama periode 2020-2024.

Arah Kebijakan penguatan penjaminan mutu pendidikan

1. menyesuaikan dan mengutamakan standar nasional pendidikan untuk meningkatkan proses pembelajaran di ruang kelas serta indikator kinerja dan akuntabilitas guru;

2. mengembangkan kerangka kerja penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah (internal dan eksternal) yang lebih sederhana, berpusat pada keunggulan sekolah (school excellence) dan menggunakan data akreditasi, penjaminan mutu, evaluasi diri guru/sekolah dan hasil belajar siswa

(formative assessment), untuk mengidentifikasi langkah-langkah

peningkatan mutu pembelajaran, berdasarkan praktik-praktik baik global maupun masukan dari masyarakat dan DU/DI;

3. memperkuat peran dan pola pikir kelembagaan yang ada (LPMP, Dinas Pendidikan) dalam peningkatan mutu pendidikan

4. mendorong penerapan penilaian formatif pendidikan, seperti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar, untuk memonitor hasil pembelajaran dan menyediakan informasi diagnostik untuk guru;

5. Memberikan layanan penjaminan mutu pendidikan yang menjangkau seluruh satuan Pendidikan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah tanpa ada diskriminasi. 6. Melakukan inovasi penjaminan mutu berbasis teknologi informasi

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, REGULASI

DAN KELEMBAGAAN

(34)

31 Strategi penguatan penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah 1. Melaksanakan pemetaan mutu satuan pendidikan (SD, SMP, SMA, dan SLB) dengan lebih berkualitas

2. Melaksanakan supervisi dan fasilitasi kepada satuan pendidikan (SD, SMP, SMA, dan SLB) secara efektif dan efisien terutama kepada satuan pendidikan dengan nilai SNPnya rendah

3. Melakukan pengembangan model penjaminan mutu yang bermutu dan bermanfaat

4. Menjalin kerjasama dan kemitraan yang lebih kuat kepada stakeholders penjaminan mutu pendidikan

5. Melakukan pengendalian mutu pendidikan secara berkelanjutan

6. Melakukan Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang inovatif dan aplikatif

7. Melaksanakan urusan administrasi LPMP secara efektif, efisien dan akuntabel

3.2 Kerangka Regulasi

Regulasi yang menjadi dasar hukum keberadaan LPMP Sulawesi Tengah antara lain:

1. Permendikbud Nomor 26 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

2. Permendikbud Nomor 27 Tahun 2018 tentang Rincian Tugas unit kerja di Lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan;

Kerangka regulasi lain yang terkait dengan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan:

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan;

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah;

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;

(35)

32

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2007 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2007 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (SPMP);

a.1 Kerangka Kelembagaan

LPMP Sulawesi Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. setingkat eselon III.

LPMP Sulawesi Tengah dipimpin oleh seorang kepala, dengan dibantu oleh Kepala Subbagian Tata Usaha selaku pejabat eselon IV.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kelompok Jabatan Fungsional

(36)

33 melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. a. Pemetaan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah;

b. Supervisi satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penjaminan mutu pendidikan;

c. Fasilitasi peningkatan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penjaminan mutu nasional;

d. Pengembangan model penjaminan mutu Pendidikan dasar dan Menengah secara nasional;

e. Pengembangan dan pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan mutu pendidikan secara nasional;

f. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu Pendidikan Dasar dan Menengah; dan

g. Pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, LPMP Sulawesi Tengah didukung oleh sumber daya manusia dan sarana prasarana penunjang lainnya. Sumber daya manusia yang dimiliki berjumlah 77 orang yang terdiri atas, Pejabat Struktural 2 orang (Kepala LPMP 1 orang, Kepala Subbagian Tata Usaha 1 orang), Widyaiswara (WI) 13 orang, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda (PTP Muda) 3 orang, Widyaprada Ahli Muda (WP Muda) 2 orang, Pelaksana 57 orang, PPNPN yang terdiri dari satpam 9 orang, serta cleaning service 16 orang.

TUGAS LPMP

(37)

34 a.2 Tata Nilai LPMP Sulawesi Tengah

Dalam rangka mendukung pencapaian Renstra 2020-2024, Kemendikbud menetapkan tujuh tata nilai untuk dijadikan dasar dan arah bagi sikap dan perilaku bagi seluruh pegawai Kemendikbud termasuk LPMP Sulawesi Tengah.

Tujuh tata nilai Kemendikbud:

Integritas, Kreatif dan Inovatif, Inisiatif,

Pembelajar, Menjunjung Meritokrasi, Terlibat Aktif, Tanpa Pamrih.

Tata Nilai LPMP Sulawesi Tengah adalah:

1. Integritas

Konsisten dan teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan, terutama dalam hal kejujuran dan kebenaran dalam tindakan, memiliki integritas, bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan

2. Kreatif dan Inovatif

Memiliki pola pikir, cara pandang dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan serta mampu menghasilkan karya baru

3. Inisiatif

Kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan, atau dituntut dari pekerjaan melakukan sesuatu tanpa menunggu perintah lebih dahulu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil pekerjaan dan menciptakan peluang baru untuk menghindari timbulnya masalah

4. Pembelajar

Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran atas setiap kejadian

5. Terlibat aktif

Suka berusaha mencapai tujuan bersama serta memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya

6. Tanpa pamrih

Tidak memiliki maksud yang tersembunyi untuk memenuhi keinginan dan memperoleh keuntungan pribadi, memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk suka berusaha mencapai tujuan bersama, memberikan inspirasi dan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya

7. Ramah

Suka bergaul dan bertutur kata menyenangkan dalam pergaulan 8. Sopan

Bertingkah laku sesuai norma, agama, adat istiadat yang baik dan berbudi bahasa yang baik

9. Inklusif

Melakukan aktivitas tanpa membedakan latar belakang seperti jenis kelamin suku dan agama serta melakukan segala sesuatu dengan adil

10. Disiplin

Mentaati kode etik yang berlaku di lingkungan kerja diantaranya adalah mentaati peraturan jam kerja.

(38)

35

4.1 Target Kinerja

LPMP Sulawesi Tengah menetapkan target kinerja yang akan dicapai selama lima tahun ke depan secara bertahap mulai tahun 2020 sampai tahun 2024. Target kinerja ditetapkan pada setiap IKK, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.1 Target Kinerja LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024

Sasaran Kegiatan/

Indikator Kinerja Kegiatan

TARGET

2020 2021 2022 2023 2024 SK1. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh

jenjang pendidikan

IKK1.1 Persentase Satuan

Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki nilai kinerja sekolah

(Scorecard) minimal 75

26,5 27,4 28,3 29,2 30,1

IKK1.2 Persentase

kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk

5 5 5 5 5

IKK1.3 Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan

berkelanjutan

95 95,2 95,4 95,6 95,8

SK2. Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di lingkungan LPMP Sulawesi Tengah

IKK 2.1 Predikat SAKIP BB BB BB BB A

IKK 2.2 Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAKL 81 82 83 84 85

BAB IV

TARGET KINERJA DAN

KERANGKA PENDANAAN

(39)

36

6.1.1.

Indikator Kinerja Persentase Satuan Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki nilai kinerja sekolah (Scorecard) minimal 75 dengan rincian sebagai berikut: N No Jenjang T Total se Sekolah T Target 2020 2021 2022 2023 2024 1 SD 2.905 770 796 822 848 874 2 SMP 843 223 231 239 246 254 3 SMA 223 59 61 63 65 67 4 SLB 26 7 7 7 8 8

Output yang mendukung tercapainya indikator kinerja tersebut adalah:

a. Satuan pendidikan yang terpetakan mutu

pendidikannya

b. Satuan pendidikan yang telah disupervisi menuju SNP

c. Satuan pendidikan yang difasilitasi berdasarkan 8 SNP

a) Pengembangan model penjaminan mutu

penddidikan dasar dan menengah secara nasional

b) Pengembanga dan pelaksanaan kemitraan di bindang penjaminanan mutu pendidikan secara nasional

d. Satuan pendidikan yang terverifikasi mutunya

6.1.2.

Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk dengan rincian sebagai berikut:

N No Jenjang T Total se Sekolah T Target 2020 2021 2022 2023 2024 1 SD 2.905 145 145 145 145 145 2 SMP 843 42 42 42 42 42 3 SMA 223 11 11 11 11 11 4 SLB 26 1 1 1 1 1

Output yang mendukung tercapaianya indikator kinerja tersebut adalah:

a) satuan pendidikan yang disupervisi dalam

pencapaian SNP.

b) Satuan pendidikan yang difasilitasi dalam

pencapaian 8 SNP

c) Satuan pendidikan yang terverifikasi mutu

pendidikannya

6.1.3.

Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkelanjutan dengan rincian sebagai berikut:

(40)

37 Jumlah Kab./kota T 2020 2021 Target 2022 2023 2024 13 95 95,2 95,4 95,6 95,8

Output yang mendukung tercapainya indikator kinerja tersebut adalah Satuan pendidikan yang terverifikasi mutu pendidikannya yang terdiri dari 3 komponen:

• Akurat data mutu pendidikan

• Terbarukan data mutu pendidikan

• Berkelanjutan pengelolaan data seri tahunan

6.1.4.

Predikat SAKIP Predikat SAKIP LPMP Sulteng T Target 2020 2021 2022 2023 2024 BB BB BB BB A

Sistem

Akuntabilitas Kinerja LPMP Sulawesi Tengah pada tahun 2019 berada pada kategori BB dengan interpretasi sangat baik dalam pengelolaan kinerja dengan nilai 75,32. Target sampai dengan akhir periode renstra ini adalah 80 atau dengan kategori A dengan interpretasi memuaskan.

Adapaun output yang mendukung tercapaianya indikator kinerja tersebut adalah:

a. Layanan dukungan manajemen satker b. Layanan Perkantoran

c. Layanan sarana dan prasarana

6.1.5.

Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAKL

Nilai Indikator Kinerja Anggaran atas

Pelaksanaan RKAKL

T Target

2020 2021 2022 2023 2024

81 82 83 84 85

Adapaun output yang mendukung tercapaianya indikator kinerja tersebut adalah:

a. Layanan dukungan manajemen satker b. Layanan Perkantoran

(41)

38

4.2 Kerangka Pendanaan

Kerangka pendanaan disusun sebagai perkiraan anggaran yang dibutuhkan dalam pencapaian target-target yang ditetapkan. Berikut proyeksi kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membiayai pencapaian target yang ditetapkan selama periode Renstra 2020-2024.

Tabel 4.2 Kerangka Pendanaan LPMP Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024

Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Kegiatan

Rencana Pendanaan (ribu)

2020 2021 2022 2023 2024 Total Kebutuhan Anggaran LPMP Sulteng 2020-2024 SK1. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan IKK1.1 Persentase Satuan Pendidikan (jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki nilai kinerja sekolah (Scorecard) minimal 75 7.203.299 7.923.628 8.643.958 9.364.288 10.084.618 IKK1.2 Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk 6.751.299 7.426.428 8.101.000 8.776.688 9.451.000 IKK1.3 Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkelanjutan 3.762.836 4.139.119 4.515.403 4.891.686 5.267.970

(42)

39 Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja Kegiatan

Rencana Pendanaan (ribu)

2020 2021 2022 2023 2024

SK2. Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di lingkungan LPMP Sulawesi Tengah IKK 2.1 Predikat SAKIP 28.053.255 28.614.320 29.175.385 29.736.450 30.297.515 IKK 2.2 Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAKL 1.000.000 1.050.000 1.100.000 1.150.000 1.200.000

Anggaran yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan program/kegiatan di LPMP Sulawesi Tengah periode tahun 2020 - 2024 bersumber dari APBN yang termuat dalam DIPA.

(43)

40

LPMP Provinsi Sulawesi Tengah selalu mendukung program untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance)

khususnya melalui peningkatan akuntabilitas kinerja

merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh instansi pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyusun Renstra secara baik dan benar karena Renstra merupakan acuan dan penunjuk arah bagi unit kerja dan ekosistem didalamnya selama lima tahun ke depan.

Renstra LPMP Sulawesi Tengah 2020-2024 disusun mengacu pada Renstra Kementerian dan unit kerja eselon I atasannya. Renstra yang memuat tujuan strategis, sasaran strategis, indikator dan target kinerja serta strategi pencapaian akan menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan program.

Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara periodik untuk mengetahui permasalahan dan hambatan yang jumpai dalam upaya pencapaian target. Pemantauan dan evaluasi yang dilakukan juga untuk memastikan ketercapaian target yang ditetapkan dalam Renstra sesuai yang direncanakan. Capaian-capaian kinerja yang dihasilkan tersebut disajikan dalam Laporan Kinerja LPMP Sulawesi Tengah setiap tahunnya sebagai bentuk akuntabilitas kinerja.

Semoga Renstra LPMP Sulawesi Tengah 2020-2024, dapat memberikan kontribusi bagi penguatan akuntabilitas kinerja dan peningkatan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BAB V

PENUTUP

(44)

LAMPIRAN

(45)

Indikator Kinerja Definisi Operasional Metode Perhitungan Indikator Keberhasilan Unit Pelaksana Sumber data Persentase Satuan Pendidikan jenjang SD, SMP, SMA,dan SLB dengan nilai Score Card minimum 75 (kategori tinggi) Pencapaian penilaian kinerja satuan pendidikan yang diukur dari pembelajaran yang dipengaruhi oleh kondisi guru, kelas dan sekolah Scorecard yang diterapkan di satuan pendidikan adalah sistem penilaian kinerja yang komprehensif meliputi indikator AKM, Survey karakter, nilai rapor, kompetensi kualifikasi guru, kurikulum, rasio siswa per rombel, dan tata kelola sekolah(perencanaan keuangan, pelayanan pendidikan, akreditasi dan rapor mutu) Meningkatnya kinerja satuan pendidikan dengan perolehan minimal scorecard 75 < 54.9 sangat rendah 55-64.9 rendah 65-74.9 cukup 75-84.9 tinggi 85-94.9 sangat tinggi LPMP Provinsi Sulawesi Tengah Renstra Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk AKM adalah kompetensi yang sifatnya general dan mendasar. Kemampuan berpikir tentang, dan dengan, bahasa serta matematika diperlukan dalam berbagai konteks baik personal, sosial maupun profesional. Dengan mengukur kompetensi yang bersifat mendasar (bukan konten kurikulum atau pelajaran) pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa guru diharapkan berinovasi mengembangkan kompetensi siswa melalui berbagai pelajaran melalui pengajaran yang berpusat pada siswa Asesmen akan dilakukan pada siswa yang duduk di kelas 4 SD, kelas 8 untuk SMP dan kelas 11 untuk SMA Menurunnya persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey Karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk LPMP Provinsi

Sulawesi Tengah Renstra Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Definisi Operasional IKK

(46)

Indikator Kinerja Definisi Operasional Metode Perhitungan Indikator Keberhasilan Unit Pelaksana Sumber data Persentase kabupaten/kota yang data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkelanjutan Data pokok pendidikan adalah suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus diperbaharui secara online 1. Akurat: (Jumlah data akurat ÷ Jumlah data) x 100 % 2. Berkelanjutan: (jumlah satuan pendidikan dengan data seri tahunan ÷ jumlah satuan pendidikan) x 100 % 3. Terbarukan: (jumlah satuan pendidikan yang telah sinkron data ÷ jumlah satuan pendidikan) x 100 % 4. Σ (1+2+3)/3 Meningkatnya persentase data pokok pendidikan yang akurat, terbarukan dan berkelanjutan LPMP Provinsi

Sulawesi Tengah Pusdatin yang berasal dari laporan laman dapodik online Predikat SAKIP SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan Berdasarkan hasil evaluasi oleh Biro Perencanaan: - Predikat AA skor 90 - 100 - Predikat A skor 80 - 100 - Predikat BB skor 70 - 80 - Predikat B skor 60 - 70 - Predikat CC skor 50 - 60 - Predikat C skor 30 - 50 - Predikat D skor < 30 Tercapainya predikat BB pada SAKIP LPMP Sulawesi Tengah LPMP Provinsi

Sulawesi Tengah Biro Perencanaan Setjen Kemdikbud Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAKL

Nilai kinerja anggaran adalah nilai yang menggambarkan tingkat keberhasilan

penggunaan anggaran atas pelaksanaan RKA di LPMP Sulawesi Tengah yang penilaiannya dilakukan oleh Kemenkeu

Satuan = Jumlah (kuantitas absolut) Rumus : diperoleh langsung dari hasil penilaian yang dilakukan kemenkeu pada aplikasi SMART

Tercapaianya nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan anggaran atas pelaksanaan RKAKL yakni 81 persen LPMP Provinsi

Sulawesi Tengah Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu

Gambar

Tabel  1.2  Rekap  Guru  berdasarkan  kabupaten/kota  dan  jenjang sekolah Provinsi Sulawesi Tengah
Tabel 1.5  Jumlah	Sekolah	Berdasarkan	status	akreditasi
Grafik 1.3 Capaian SNP Jenjang SD Provinsi Sulawesi Tengah  Tahun 2015-2019
Grafik 1.5 Capaian SNP Jenjang SMA Provinsi Sulawesi  Tengah Tahun 2015-2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat yang berada didaerah, selain harus melaksanakan tugas dan fungsi sesuai yang diamanahkan, juga dituntut kontribusinya untuk

Perbandingan pola sebaran frekuensi tingkat keparahan VSD dengan lebar bukaan stomata populasi hasil persilangan TSH 858 x Sulawesi 3 .... Perbandingan pola sebaran frekuensi

Berdasarkan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh Provinsi Nanggroe

Renstra BPKAD Kabupaten Sidoarjo juga memiliki hubungan pada Renstra Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan

Kajian Bahaya Kontaminasi Air Tanah di Sekitar TPA Kaligending, Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.. ULIMA NURINA

Hasil yang ingin dicapai dari Kegiatan Pengawasan Pembangunan Sesat Agung Kabupaten Pesawaran ini adalah terlaksananya fungsi pengawasan dan monitoring terhadap setiap

4.3.1 Tanggapan Responden Mengenai Pengawasan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bandung ..... Pegawai Subbagian Tata Usaha Kantor

11 Tahun 2006 dan terbentuknya pemerintahan yang lebih otonom, maka Pemerintah Aceh melalui Badan Investasi dan Promosi Aceh dapat bertugas lebih mandiri untuk melaksanakan