• Tidak ada hasil yang ditemukan

7.1.1.1 SK Kebijakan Pelayanan Klinis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "7.1.1.1 SK Kebijakan Pelayanan Klinis"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG

PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG

DINAS KESEHATAN

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TIDENG PALE

PUSKESMAS TIDENG PALE

Jl. Kuburan RT. 07 Tideng Pale 77611

Jl. Kuburan RT. 07 Tideng Pale 77611 e-mail: [email protected]: [email protected]

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TIDENG PALE KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TIDENG PALE

NOMOR : 445/ ... /SK/PUSK-TP/IV/2018 NOMOR : 445/ ... /SK/PUSK-TP/IV/2018

TENTANG TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS UPT PUSKESMAS TIDENG PALE UPT PUSKESMAS TIDENG PALE

KEPALA UPT PUSKESMAS TIDENG PALE KEPALA UPT PUSKESMAS TIDENG PALE

Menimbang

Menimbang : : a. a. Bahwa Bahwa pelayanan pelayanan klinis klinis memperhatmemperhatikan ikan kebutuhan kebutuhan pasien,pasien, diupayakan dan dipenuhi sesuai dengan misi dan sumber diupayakan dan dipenuhi sesuai dengan misi dan sumber daya yang tersedia di puskesmas, dan dalam daya yang tersedia di puskesmas, dan dalam pelaksanaannya mencerminkan penerapan upaya pelaksanaannya mencerminkan penerapan upaya keselamatan pasien dan petugas.

keselamatan pasien dan petugas. b.

b. Bahwa Bahwa pelayanan klinis pelayanan klinis harus diberikan harus diberikan dengan efektif dengan efektif dandan efesien.

efesien. c.

c. Bahwa sehubung dengan Bahwa sehubung dengan butir a dan butir a dan butir b maka butir b maka perluperlu menetapkan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas menetapkan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Tideng Pale sebagai dasar ditetapkan layanan klinis di Tideng Pale sebagai dasar ditetapkan layanan klinis di UPT Puskesmas Tideng pale.

UPT Puskesmas Tideng pale.

Mengingat

Mengingat : : 1. 1. Undang-Undang Undang-Undang Republik Republik Indonesia Indonesia Nomor Nomor 36 36 TahunTahun 2009 tentang Kesehatan.

2009 tentang Kesehatan. 2.

2. Peraturan Menteri Kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NomorRepublik Indonesia Nomor 75 tahun 2014, tentang Puskesmas;

75 tahun 2014, tentang Puskesmas; 3.

3. Peraturan Menteri Kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia NomorNomor 46 tahun 2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan 46 tahun 2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;

Tingkat Pertama; 4.

4. Peraturan Menteri Peraturan Menteri Kesehatan ReKesehatan Republik publik Indonesia NoIndonesia Nomormor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;

Bidang Kesehatan; 5.

5. Keputusan Keputusan Menteri Menteri Kesehatan Kesehatan RI RI NomorNomor 828/MENKES/SK/IX/2008 Tentang Petunjuk Teknis 828/MENKES/SK/IX/2008 Tentang Petunjuk Teknis Standart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Standart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di kabupaten/Kota

kabupaten/Kota

MEMUTUSKAN MEMUTUSKAN

Menetapkan

(2)

TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS UPT PUSKESMAS TIDENG PALE

Kesatu : Kebijakan Pelayanan Klinis di UPT Puskesmas Tideng Pale mulai dari pendaftaran, pengkajian, pelaksanaan layanan hingga rujukan sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.

Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan : Tideng Pale Pada Tanggal : 2018

Kepala UPT

Puskesmas Tideng Pale

dr. Gondhiar Ponti Rameka NIP. 19820429 201101 1 009

(3)

KEBIJAKAN LAYANAN KLINIS

 A. PENDAFTARAN PASIEN

1. Pendaftaran pasien harus dipandu dengan prosedur yang jelas.

2. Pendaftaran pasien memperhatikan keselamatan pasien dengan memastikan identitas pasien minimal dengan dua cara identifikasi sebagai berikut : nomor rekam medis, nama pasien, tanggal lahir pasien, dan alamat.

3. Informasi tentang jenis pelayanan klinis yang tersedia, dan informasi lain yang dibutuhkan masyarakat yang meliputi: tarif, jenis pelayanan, jadwal pelayanan dan informasi tentang kerjasama dengan fasilitas kesehatan yang lain harus dapat disediakan di tempat pendaftaran.

4. Kendala fisik, bahasa, dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi dan ditindak lanjuti. Untuk hambatan bahasa daerah akan ditindaklanjuti sebagai berikut :

a. Bahasa Tidung oleh Fery Suhanda,amd.kep

b. Bahasa Dayak brusu oleh Margaretha Erna,amd.keb c. Bahasa Bugis oleh Arnida, SKM

5. Terdapat mekanisme koordinasi dan komunikasi antara pendaftaran dengan unit-unit terkait melalui petugas pembawa rekam medis.

B. PENGKAJIAN LAYANAN

1. Kajian awal dilakukan secara paripurna dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pasien/keluarga. Dalam kajian awal tersebut meliputi anamnesis/alloanamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang serta kajian sosial

2. Proses Kajian dilakukan oleh tenaga yang kompeten mengacu standar profesi dan standar asuhan. Kajian awal meliputi kajian medis, kajian keperawatan, kajian kebidanan, dan kajian lain oleh tenaga profesi kesehatan sesuai dengan kebutuhan.

3. Informasi kajian baik medis, keperawatan, kebidanan, dan profesi kesehatan lain wajib diidentifikasi, dicatat dalam rekam medis, dan memperhatikan untuk tidak melakukan pengulangan yang tidak perlu baik dalam pemeriksaan penunjang maupun pemberian terapi

4. Koordinasi dan komunikasi antar unit atau antar petugas tentang informasi kajian dituangkan dalam form yang sudah disepakati bersama.

5. Pasien dengan kondisi darurat, mendesak, atau segera emergensi harus diprioritaskan dalam pelayanan dan diindentifikasi dengan proses triase yang dilakukan oleh petugas yang terlatih.

6. Pasien emergensi diperiksa dan dibuat stabil terlebih dahulu sesuai kemampuan Puskesmas sebelum dirujuk ke pelayanan yang mempunyai kemampuan lebih tinggi dan dipastiakan kesiapan tempat rujukan untuk menerima rujukan.

7. Pada kasus penanganan secara tim wajib dilakukan tim kesehatan antar profesi. Lampiran : Surat Keputusan Kepala UPT

Puskesmas TIDENG PALE Nomor : 445/ ... /SK/PUSK-TP/IV/2018 Tentang : Tentang Kebijakan Pelayanan

Klinis

Upt Puskesmas Tideng Pale Tanggal :

(4)

8. Pendelegasian wewenang baik dalam kajian mapun keputusan layanan harus dilakukan melalui proses pendelegasian wewenang. Pendelegasian wewenang diberikan kepada tenaga kesehatan profesional yang memenuhi persyaratan 9. Peralatan dan tempat pelayanan wajib menjamin keamanan pasien dan petugas

dan di evaluasi secara berkala

10. Risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi. Efek samping dan risiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus diinformasikan kepada pasien

11. Rencana layanan terpadu disusun secara komprehensif oleh tim kesehatan antar profesi meliputi : tujuan layanan yang akan diberikan, pendidikan kesehatan pada pasien dan/atau keluarga pasien, jadwal kegiatan, sumber daya yang akan digunakan, dan kejelasan tanggung jawab tiap anggota tim kesehatan dalam melaksanankan layanan.

12. Penyusunan rencana layanan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan biologis, psikologis, sosial, spiritual dan tata nilau budaya pasien.

C. PELAKSANAAN LAYANAN:

1. Pelaksanaan layanan dipandu dengan pedoman dan prosedur pelayanan klinis 2. Pedoman dan prosedur layanan klinis meliputi: pelayanan medis, keperawatan,

kebidanan, dan pelayanan profesi kesehatan yang lain 3. Pelaksanaan layanan dilakukan sesuai rencana layanan

4. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam medis

5. Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis 6. Tindakan medis/pengobatan yang berisiko wajib diinformasikan pada pasien

sebelum mendapatkan persetujuan

7. Pemberian informasi dan persetujuan pasien (informed consent) wajib didokumentasikan

8. Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor, dievaluasi, dan ditindak lanjut

9. Kasus-kasus gawat darurat harus diprioritaskan dan dilaksanakan sesuai prosedur pelayanan pasien gawat darurat

10. Kasus-kasus berisiko tinggi harus ditangani sesuai dengan prosedur pelayanan kasus berisiko tinggi

11. Kasus-kasus yang perlu kewaspadaan universal terhadap terjadinya infeksi harus ditangani dengan memperhatikan prosedur pencegahan (kewaspadaan universal)

12. Pemberian obat/cairan intravena harus dilaksanakan dengan prosedur pemberian obat/cairan intravena yang baku dan mengikuti prosedur aseptik. 13. Kinerja pelayanan klinis harus dimonitor dan dievaluasi dengan indikator yang

 jelas

14. Keluhan pasien/keluarga wajib diidentifikasi, didokumentasikan dan ditindak lanjuti

15. Pelaksanaan layanan dilaksanakan secara tepat dan terencana untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu

16. Pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, perencanaan layanan, pelaksanaan layanan, pemberian obat/tindakan, sampai dengan pasien pulang atau dirujuk harus dijamin kesinambungannya

17. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dipandu dengan prosedur baku

18. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dilaksanakan oleh petugas yang kompeten

(5)

19. Sebelum melakukan anestesi dan pembedahan harus mendapatkan informed consent

20. Status pasien wajib dimonitor setelah pemberian anestesi dan pembedahan

21. Pendidikan/penyuluhan kesehatan pada pasien dilaksanakan sesuai dengan rencana layanan

D. RENCANA RUJUKAN DAN PEMULANGAN

1. Dokter yang menangani bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemulangan atau rujukan

2. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindak lanjuti oleh dokter yang menangani

3. Jika pasien tidak mungkin dirujuk, puskesmas wajib memberikan alternatif pelayanan

4. Rujukan pasien harus disertai dengan resume klinis

5. Resume klinis meliputi: nama pasien, kondisi klinis, prosedur/tindakan yang telah dilakukan, dan kebutuhan akan tindak lanjut

6. Pasien diberi informasi tentang hak untuk memilih tempat rujukan

7. Pasien dengan kebutuhan khusus perlu didampingi oleh petugas yang kompeten

Ditetapkan : Tideng Pale Pada Tanggal : 12 April 2018

Kepala UPT

Puskesmas Tideng Pale

dr. Gondhiar Ponti Rameka, S.Ked NIP. 19820429 201101 1 009

Referensi

Dokumen terkait

PERTAMA : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG PENAGGUNG JAWAB PELAKSANAAN EVALUASI PERILAKU PETUGAS DALAM PELAYANAN KLINIS;.. KEDUA : Sebagaimana dimakksud pada DIKTUM

Bukti dalam rekam medis tentang pelaksanaan pelayanan untuk mengatasi nyeri sesuai dengan kebutuhan.  PPA, Staf

TENAGA KLINIS YANG TERLIBAT DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS KARANG MULYA5. KEPALA PUSKESMAS

b.Puskesmas harus melakukan proses perancangan (desain)yang baik, mengacu pada visi, misi, dan tujuan Puskesmas 1aepana kebutuhan pasien, petugas pelayanan kesehatan,

Adanya rujukan ke sarana lain yang sesuai dengan kebutuhan pasien diatur dengan proses yang jelas.. Terdapat proses rujukan dilakukan berdasarkan kebutuhan pasien untuk

Pelayanan rumah sakit di seluruh unit kerja harus selalu berorientasi pada keselamatan pasien , mutu, menyenangkan pasien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan Visi, Misi

Untuk pasien dan masyarakat, mutu pelayanan berarti suatu empathy, respect dan tanggapan akan kebutuhannya, pelayanan harus sesuai dengan kebutuhan

Dokumen ini membahas tentang kebijakan pelayanan klinis di UPTD Puskesmas Kademangan,