• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP)"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN UMUM

PELAKSANAAN DANA PENGUATAN MODAL

LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP)

UNTUK PENGENDALIAN HARGA JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG DI TINGKAT PETANI TAHUN 2009

I.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Jagung, Kedele dan Kentang merupakan komoditas pangan yang strategis dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi, karena: (1) Kentang menjadi sumber pendapatan bagi rumah tangga petani khususnya di Kabupaten Kerinci; (2) Jagung merupakan bahan pangan dan bahan baku pakan ternak unggas. (3) Kedele sebagai sumber protein nabati bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan posisi strategisnya, pemerintah berkepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas tersebut, karena gejolak harga yang tajam dapat berdampak terhadap usahatani dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pola produksi tahunan yang mengikuti musim, maka harga komoditas tersebut berfluktuasi. Pada saat panen raya, khususnya di daerah-daerah sentra, produksi melimpah melebihi kebutuhan konsumsi, sehingga harga cenderung turun sampai tingkat yang kurang menguntungkan petani. Sebaliknya pada saat paceklik, volume produksi lebih rendah dari kebutuhan, sehingga harga cenderung meningkat yang dapat memberatkan konsumen.

Untuk itu secara nasional perberasan sudah ada kebijakan khusus yaitu, kebijakannya sudah diatur dalam Inpres Perberasan yang antara lain mengatur penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sedangkan untuk jagung, kedele dan kentang ada kebijakan serupa yang diterapkan melalui yaitu Harga Referensi Daerah.

Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekomi Pedesaan (DPM-LUEP) merupakan salah satu kegiatan pembangunan yang membantu petani memperoleh

Lampiran Peraturan Gubernur Jambi Nomor Tahun 2009 Tanggal 2009

(2)

harga minimal sama dengan harga referensi daerah untuk jagung, kedele dan kentang, harga tersebut telah diperhitungkan, dimana petani menerima harga jual produk komoditas tersebut telah bisa menerima keuntungan usaha taninya minimal 30%. Melalui kegiatan ini, pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai dana talangan kepada LUEP untuk membeli jagung, kedele dan kentang petani pada saat panen raya serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah. Tahun 2009 telah dialokasikan Dana dari APBD sebesar Rp. 0,5 milyar, yang digunakan untuk pengendalian harga jagung, kedele dan kentang pada kabupaten yang berpotensi.

Kegiatan DPM-LUEP pada tahun 2009 melibatkan: (a) LUEP perorangan atau kolektif yang telah bermitra dengan kelompok tani (Poktan); (b) Koperasi Tani (Koptan); atau (c) Koperasi Unit Desa (KUD).

2. Maksud dan Tujuan

Maksud penyelenggaraan kegiatan DPM-LUEP sebagai berikut:

a. menjaga stabilitas harga jagung, kedele dan kentang produksi petani agar tidak jatuh pada saat panen raya

b. memfasilitasi pengembangan ekonomi di pedesaan melalui usaha pembelian, pengolahan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang ;

c. memperkuat kelembagaan petani sebagai sarana kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

d. sebagai wadah pengembangan ekonomi kerakyatan.

Untuk mencapai maksud tersebut, maka tujuan penyelenggaraan kegiatan DPM-LUEP adalah:

a. melakukan pembelian jagung, kedele dan kentang petani dengan harga serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah;

b. meningkatkan kemampuan para pelaku usaha pertanian di pedesaan dalam mengakses modal untuk mengembangkan usaha di bidang pembelian, pengolahan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang;

c. mengembangkan kelembagaan petani dalam berorganisasi dan usaha bersama yang lebih komersil.

(3)

Sasaran DPM-LUEP terdiri dari: a. Sasaran Umum:

1. terlaksananya pembelian jagung, kedele dan kentang oleh LUEP dengan harga serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah;

2. meningkatnya kemampuan permodalan unit usaha milik kelompoktani, Koptan, atau KUD untuk mengembangkan usaha di bidang pembelian, pengolahan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang;

3. meningkatnya kemampuan kelembagaan petani dalam berorganisasi dan mengembangkan usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

b. Sasaran Kegiatan:

1. petani dalam poktan atau petani anggota Koptan atau KUD;

2. penerima DPM, a.l. LUEP/unit usaha, Koptan atau KUD yang memanfaatkan DPM untuk membeli jagung, kedele dan kentang petani dalam poktan; serta mengembalikan DPM secara tepat waktu dan jumlah;

3. Kabupaten pelaksana kegiatan DPM-LUEP untuk pengendalian harga jagung, kedele dan kentang.

4. Integrasi LUEP dengan Poktan

Agar kegiatan DPM-LUEP Tahun 2009 lebih berpihak dan memberi manfaat yang lebih besar bagi petani, maka LUEP perorangan atau kolektif penerima DPM diwajibkan untuk berintegrasi dengan poktan. Integrasi tersebut merupakan upaya meningkatkan peran LUEP dalam memberdayakan petani yang tergabung dalam poktan.

Integrasi tersebut dapat dilakukan melalui pola berikut :

a. LUEP perorangan atau kolektif yang telah memenuhi persyaratan menerima DPM berintegrasi dengan Poktan setempat yang tidak mempunyai unit usaha, sehingga LUEP menjadi unit usaha dalam Poktan. Tim Teknis memfasilitasi proses integrasi melalui : (i) sosialisasi tentang maksud dan manfaat, serta prospek pengembangan Poktan, (ii) bimbingan proses pembentukan Poktan, kepengurusan, pembagian tugas dan tanggungjawab serta hak masing-masing pihak melalui musyawarah, dan (iii) pembinaan dan pendampingan kegiatan Poktan.

b. Poktan memupuk modal dari iuran anggota untuk kemudian disertakan dalam modal LUEP menjadi modal usaha bersama. Keuntungan usaha dibagi secara proporsional

(4)

sesuai dengan kontribusi masing-masing kelompok anggotanya. Keuntungan tersebut dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

c. Tim Teknis memfasilitasi Poktan dengan program pemerintah lainnya untuk memperbesar aset/modal usaha, meningkatkan kemampuan manajemen dan atau meningkatkan kemampuan usaha.

d. LUEP perorangan atau kolektif yang telah memenuhi persyaratan dan selama ini telah menerima DPM difasilitasi Tim Teknis untuk bersama kelompoktani mitranya. Proses integrasi selanjutnya mengikuti pola (a) di atas.

e. LUEP perorangan atau kolektif yang telah memenuhi persyaratan menerima DPM difasilitasi Tim Teknis untuk bersama kelompoktani di sekitarnya. Proses integrasi selanjutnya mengikuti pola (a) di atas.

(5)

II. PENDEKATAN KEGIATAN

Kegiatan DPM-LUEP bersifat komplementer dengan kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah, seperti kegiatan pengembangan lumbung masyarakat, sistem tunda jual, lumbung desa modern, pengadaan gabah/beras dalam negeri, Raskin, dan cadangan pangan daerah. Disamping itu juga dimaksudkan untuk mendorong pemerintah daerah mengalokasikan/meningkatkan dana APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk kegiatan serupa.

Mengingat kegiatan DPM-LUEP untuk komoditi jagung, kedele dan kentang disediakan melalui APBD sebagai dana talangan untuk penguatan modal usaha, maka dana tersebut harus dikembalikan ke Rekening Kas Daerah. DPM disalurkan kepada LUEP dalam bentuk pinjaman tanpa bunga untuk pembelian jagung, kedele dan kentang secara berulang, melalui kontrak dengan petani dengan mengikuti “Prosedur Pencairan, Penyaluran, dan Pengembalian”. Guna memperoleh nilai tambah, LUEP dapat mengolah serta mengemas dan memasarkannya ke pasar umum (lokal, perdagangan antar pulau, ekspor), dan pasar khusus (koperasi dan industri tertentu sebagai mitrausahanya).

LUEP yang ditetapkan di lokasi sentra produksi jagung, kedele dan kentang 5 (lima) Kabupaten, diwajibkan membeli jagung, kedele dan kentang dengan harga serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah.

Hal-hal yang belum diatur di dalam Pedoman Umum ini, dapat diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) oleh Kabupaten yang ditetapkan oleh pelaksana teknis ditingkat kabupaten, sepanjang tidak bertentangan dengan isi Pedoman Umum DPM-LUEP ini.

(6)

III. INDIKATOR KEBERHASILAN

Untuk mengukur keberhasilan kegiatan DPM-LUEP, digunakan beberapa indikator kinerja, yaitu:

1. Indikator input:

a. Jumlah LUEP per kabupaten yang ditetapkan; b. Jumlah alokasi DPM per LUEP yang ditetapkan;

c. Jumlah Poktan yang berintegrasi dengan LUEP, petani anggota Koptan/KUD sesuai kontrak; dan

d. Jumlah jagung, kedele dan kentang akan dibeli oleh LUEP.

2. Indikator output:

a. Jumlah DPM yang dicairkan oleh LUEP secara tepat waktu, jumlah, dan sasaran; b. Jumlah DPM yang dimanfaatkan oleh LUEP untuk pembelian jagung, kedele dan

kentang petani dalam poktan;

c. Harga pembelian LUEP untuk jagung, kedele dan kentang terendah sesuai harga referensi daerah;

d. Putaran pembelian oleh LUEP serendah-rendahnya dua kali; dan e. Jumlah pengembalian DPM lunas dan tepat waktu.

3. Indikator outcome:

Harga yang diterima petani dalam Poktan atau petani anggota Koptan/KUD, dan atau petani di wilayah sekitar kegiatan DPM-LUEP, serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah untuk jagung, kedele dan kentang dan petani mendapat keuntungan usaha taninya minimal 30%;

4. Indikator benefit:

Meningkatnya penyerapan surplus jagung, kedele dan kentang saat panen pada wilayah kegiatan DPM -LUEP;

5. Indikator dampak:

Stabilnya harga jagung, kedele dan kentang saat panen pada wilayah kegiatan DPM-LUEP pada kisaran harga sesuai harga referensi daerah untuk jagung, kedele dan kentang.

(7)

IV. ORGANISASI PELAKSANAAN

Organisasi Penyelenggaraan kegiatan DPM-LUEP sebagai berikut:

a. Organisasi Penyelenggara di Tingkat Provinsi Jambi serta tugas fungsinya

1. Gubernur melalui Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi mengalokasikan anggaran APBD untuk kegiatan DPM-LUEP di tingkat kabupaten/kota untuk pengendalian harga jagung, kedele dan kentang.

2. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jambi selaku Ketua Tim Teknis Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) Provinsi Jambi.

3. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi selaku Wakil Ketua Tim Teknis Provinsi yang ditetapkan oleh Gubernur, melaksanakan:

(a) Koordinasi kegiatan DPM-LUEP di Provinsi dan menetapkan LUEP.

(b) Pemantauan, evaluasi, pengawasan, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan DPM-LUEP.

(c) Mengelola, Penetapan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk melaksanakan pengelolaan anggaran, baik administrasi keuangan maupun realisasi fisik kegiatan DPM-LUEP.

(d) Membuat kontrak, penyaluran DPM kepada LUEP, dan pengembalian DPM ke Rekening Kas Daerah.

(e) Penyerahan agunan pinjaman DPM-LUEP beserta nilai tunggakan LUEP kepada KPKNL setelah 50 hari jatuh tempo pengembalian DPM, dengan bukti Berita Acara (Lampiran 2).

4. Bendaharawan Pengeluaran Badan Koordinasi Penyuluhan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bertanggung jawab terhadap administrasi pembukuan untuk pencairan dan penyaluran DPM kepada LUEP sesuai ketentuan yang berlaku. 5. Bendaharawan Penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jambi bertanggung jawab terhadap pengembalian DPM-LUEP, dalam hal:

a. Penerimaan pengembalian DPM dari LUEP dan KPKNL;

b. Menyerahkan/menyetor pengembalian DPM dari LUEP dan KPKNL ke Rekening penampungan Dana LUEP di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi a.n. Pemerintah Provinsi Jambi;

(8)

c. Pengiriman fotokopi/salinan bukti Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) ke Biro Keuangan dan Asset Sekretariat Daerah Provinsi Jambi; d. Administrasi pembukuan untuk penerimaan pengembalian dan penyetoran

pengembalian DPM sesuai ketentuan yang berlaku.

6. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Jambi melakukan proses pelelangan terhadap agunan LUEP yang menunggak dan telah melewati jatuh tempo pengembalian DPM, serta menyerahkan pengembalian DPM kepada bendahara penerima pada Badan Koordinasi Penyuluhan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi.

7. Tim Teknis Pengelola DPM-LUEP dalam rangka pengendalian harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani Provinsi Jambi, dengan anggota dari berbagai instansi terkait ditetapkan Gubernur, melaksanakan dan bertanggung jawab dalam verifikasi, pembinaan, pemantauan, evaluasi, pelaporan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan kegiatan DPM-LUEP, serta penagihan pengembalian DPM oleh LUEP.

b. Organisasi Penyelenggara di Tingkat Kabupaten serta tugas dan fungsinya.

1. Bupati bertanggungjawab dalam pengelolaan kegiatan DPM-LUEP mencakup penerimaan, penyaluran, penggunaan, dan pengembalian DPM oleh LUEP. 2. Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan di

Kabupaten selaku Ketua Tim Teknis Kabupaten yang ditetapkan oleh Bupati, melaksanakan:

a. koordinasi kegiatan DPM-LUEP di daerahnya;

b. pengusulan LUEP calon penerima DPM yang telah mendapat persetujuan Bupati disampaikan kepada Badan Koordinasi Penyuluhan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, dengan melampirkan penilaian agunan yang ditandatangani oleh Tim Teknis Kabupaten;

c. pemantauan, evaluasi, pengawasan, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan DPM LUEP;

d. sosialisasi dan fasilitasi pembinaan Poktan dan pembinaan LUEP; e. Percepatan pengembalian DPM oleh LUEP.

3. Bupati bertanggungjawab untuk mengatur dan menentukan peserta dan alokasi pinjaman kepada masing-masing LUEP yang diusulkan, serta bertanggungjawab terhadap pengembalian pinjaman sampai batas waktu yang

(9)

ditentukan. Bupati dalam hal ini melimpahkan tugas tersebut kepada Tim Teknis Kabupaten yang sudah dibentuk.

4. Tim Teknis Kabupaten dengan anggota berbagai instansi terkait di tingkat Kabupaten/Kota yang ditetapkan Bupati, melaksanakan dan bertanggung jawab dalam identifikasi, fasilitasi pembentukan dan pembinaan Poktan/Koptan/KUD, pemberian rekomendasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan kegiatan oleh LUEP, serta penagihan pengembalian DPM oleh LUEP.

5. LUEP yang ditetapkan bertanggungjawab dalam:

a. pembelian jagung, kedele dan kentang petani secara tunai, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat harga;

b. pengembalian DPM kepada Bendahara Penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi secara tepat jumlah dan tepat waktu melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi.

6. Petani dalam poktan atau petani anggota Koptan atau KUD wajib menyediakan jagung, kedele dan kentang sesuai kesepakatan dalam kontrak dengan LUEP .

(10)

V. PERSYARATAN PENETAPAN, KETENTUAN ALOKASI DPM, DAN PERJANJIAN/KONTRAK

1. Persyaratan Penetapan

Persyaratan penetapan lokasi, LUEP, dan bank pelaksana sebagai berikut:

a. Lokasi (Kabupaten/Kota) :

1. Sentra produksi jagung, kedele dan kentang yang dinyatakan oleh Tim Teknis Provinsi Jambi;

2. Terjadi fluktuasi dan atau kecenderungan penurunan harga jagung, kedele dan kentang pada saat panen raya;

3. Terdapat Poktan atau unit usaha (korporasi), Koptan atau KUD; 4. Tidak mempunyai tunggakan DPM-LUEP.

b. LUEP penerima DPM : Kriteria :

(a) Unit usaha dalam Poktan yang bergerak di bidang pembelian, pengolahan, pengemasan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang;

(b) LUEP perorangan atau kolektif yang bersedia berintegrasi dengan Poktan di wilayahnya yang tidak memiliki unit usaha. LUEP menjadi unit usaha dalam Poktan dan bersedia memberikan insentif dari hasil usaha pembelian, pengolahan, pengemasan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang yang bersumber dari DPM-LUEP kepada Poktan (Lampiran 3);

(c) LUEP perorangan atau kolektif yang selama ini sudah menerima DPM bersama poktan mitranya dan bersedia membentuk unit usaha. LUEP menjadi unit usaha dalam Poktan (Lampiran 3);

(d) LUEP perorangan atau kolektif bersama poktan di sekitarnya yang bersedia membentuk unit usaha. LUEP menjadi unit usaha dalam Poktan

(Lampiran 3);

(e) LUEP berbentuk Koptan atau KUD yang memiliki hubungan kelembagaan dengan petani/kelompoktani

(11)

Persyaratan :

1. Berbadan Hukum atau Badan Usaha; 2. Mempunyai kantor dan alamat yang jelas;

3. Memiliki rekening (giro) Badan Usaha pada Bank Pemerintah/Bank Pemerintah Daerah;

4. Sudah berpengalaman dan sampai saat ini masih operasional dalam perdagangan jagung, kedele dan kentang dengan bukti-bukti kuitansi/kontrak/kerjasama yang disyahkan Tim Teknis Kabupaten;

5. Tidak mempunyai tunggakan kredit pada perbankan bagi LUEP lama dan baru, dan tidak mempunyai tunggakan pokok dan denda kegiatan DPM-LUEP;

6. Sehat manajemen, keuangan dan organisasi bagi Koptan atau KUD, telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota untuk mendapatkan persetujuan mengelola DPM yang dituangkan dalam bentuk Berita Acara (Lampiran 4).

7. Memiliki dan atau melakukan kemitraan dengan unit usaha pengolahan (pengeringan, penggilingan, prosesing, pengemasan, penyimpanan) jagung, kedele dan kentang yang dibuktikan dengan Perjanjian Kerjasama dan diketahui oleh Tim Teknis Kabupaten;

8. Memiliki Surat Perjanjian Jual Beli jagung, kedele dan kentang dengan Kelompoktani;

9. Memiliki mitra dagang untuk pemasaran jagung, kedele dan kentang; 10. Mampu menyediakan dan menyerahkan agunan senilai

sekurang-kurangnya 125 persen dari DPM yang diperolehnya. Agunan tersebut dalam bentuk Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) untuk agunan barang tidak bergerak, dan sertifikat Fidusia untuk agunan barang bergerak yang disyahkan oleh notaris. Apabila Gapoktan dan koperasi, agunannya merupakan milik pribadi anggota Poktan/pengurus perlu dilengkapi dengan Surat Pernyataan Berita Acara Penyerahan Agunan Anggota Poktan/Koptan/KUD kepada LUEP (Lampiran 5).

11. Bersedia membayar biaya Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang dipilih LUEP untuk mendapatkan Surat APHT;

12. Bersedia menyerahkan surat kuasa pemindahbukuan dana LUEP dari rekening Giro I (satu) kepada Rekening Bendaharawan Penerima Badan

(12)

Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

13. Tidak menyalurkan DPM yang diterimanya kepada unit usaha lainnya atau kepada Badan/Lembaga usaha lainnya;

14. Menggunakan DPM untuk pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani;

15. Bersedia membuat laporan Form-A setiap bulan dan dikirimkan kepada Tim Teknis Kabupaten dan Provinsi.

c. Bank Pelaksana:

1. Sanggup menerbitkan rekening LUEP dalam dua nomor, yaitu rekening Giro

I (satu) untuk penerimaan transfer, pencairan DPM oleh LUEP setelah

mendapat rekomendasi dari Tim Teknis Kabupaten, dan pengembalian DPM, serta rekening Giro II (dua) untuk penerimaan dan pengeluaran oleh LUEP; 2. Bersedia memberikan laporan perkembangan keuangan DPM-LUEP kepada

Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan Kabupaten dan Kepada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi.

2. Ketentuan Alokasi DPM:

a. Jumlah DPM yang dialokasikan untuk diterima oleh masing-masing LUEP maksimal Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah);

b. Bagi LUEP yang mengajukan permohonan DPM lebih besar dari jumlah maksimal yang ditentukan, maka LUEP tersebut wajib mendapatkan rekomendasi khusus dari Bupati kepada Gubernur melalui Tim Teknis Provinsi, dengan tetap mempertimbangkan azas pemerataan dan keadilan dalam pengalokasian dana.

3. Perjanjian/Kontrak

a. Dasar Pelaksanaan

1. Alokasi DPM yang telah ditetapkan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Tahun 2009 pada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi.

2. Pedoman Umum Pelaksanaan DPM-LUEP Untuk Pengendalian Harga Jagung, kedele dan kentang di Tingkat Petani Tahun 2009 yang ditetapkan Gubernur.

(13)

3. Surat Keputusan Penetapan LUEP sebagai Pelaksana Pembelian Jagung, kedele dan kentang yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi (Lampiran 6).

4. Dana APBD II untuk mendukung kegiatan operasional DPM-LUEP untuk pembelian jagung, kedele dan kentang petani yang dialokasikan oleh Bupati.

b. Perjanjian Kontrak antara Penggunaan Anggaran (PA) dengan LUEP

sebagaimana diatur dalam Lampiran 7 dilengkapi dengan syarat-syarat sebagai berikut :

1. LUEP menyerahkan Surat Perjanjian Jual Beli Jagung, kedele dan kentang antara LUEP dengan Kelompoktani yang diketahui oleh Kepala Badan/Dinas/Kantor/Instansi/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan Kabupaten (Lampiran 8), surat perjanjian ini diperbaharui setiap periode perputaran pembelian.

2. LUEP menyerahkan proposal penggunaan DPM untuk pembelian jagung, kedele dan kentang petani.

3. LUEP menyerahkan agunan yang diikat dalam APHT dan atau Sertifikat Fidusia. 4. LUEP menyerahkan Surat Pernyataan (Lampiran 9) yang berisi:

a. Penggunaan dana selama satu tahun atau 12 (dua belas) bulan dari 1 Mei

2009 sampai dengan 30 April 2010.

b. Bersedia mengembalikan DPM sebesar jumlah dana yang diterimanya kepada Bendaharawan Penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi selambat-lambatnya pada tanggal 30

April 2010;

c. Bersedia membayar denda apabila pengembalian DPM tidak sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan sebesar satu permil per hari dan maksimum

lima persen dari sisa tunggakan (50 hari) sejak tanggal jatuh tempo;

d. Bersedia menyerahkan agunan selambat-lambatnya 50 hari setelah batas akhir jatuh tempo pengembalian DPM LUEP ke KPKNL setempat melalui Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi; e. Bersedia melunasi kekurangan tunggakan pokok dan denda apabila nilai

(14)

5. LUEP bersedia melaksanakan pembelian jagung, kedele dan kentang minimal

dua kali putaran. Setiap kali putaran pembelian dilaksanakan melalui

perjanjian jual beli dengan kelompoktani mitranya.

c. Surat Perjanjian Jual Beli Jagung, kedele dan kentang antara LUEP dengan kelompoktani dalam Gapoktan yang direkomendasikan oleh Tim Teknis Kabupaten :

1. Poktan menyusun perencanaan penyediaan jagung, kedele dan kentang;

2. LUEP wajib membeli jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani sesuai kontrak, serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah.

(15)

VI. PROSEDUR PELAKSANAAN

Penyelenggaraan kegiatan DPM-LUEP dilakukan melalui prosedur sebagai berikut:

1. Penyediaan dan Pencairan Dana Penyediaan Dana :

Penyediaan dan Pencairan DPM oleh LUEP untuk pembelian jagung, kedele dan kentang, dilakukan melalui dana APBD dengan mekanisme Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Povinsi Jambi Tahun 2009, Nomor : 1.27.01.16.65.5.2 tanggal 27 Januari 2009 harus dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku:

Dana APBD yang tersedia pada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi berjumlah Rp.500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) untuk pengendalian harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani.

Pencairan Dana :

a. Gubernur menetapkan:

(1). Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi sebagai penanggungjawab pengelolaan DPM-LUEP (Lampiran 11);

(2). Pengguna Anggaran (PA) yang bertanggungjawab sebagai pengelola pelaksanaan kegiatan DPM-LUEP;

(3). Bendahara pengeluaran dan bendahara penerimaan; (4). Pejabat Penguji dan Penerbit SPM; dan

(5). Tim Teknis Pengelola DPM-LUEP dalam rangka pengendalian harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani.

b. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menetapkan LUEP, dan PPTK selaku PA.

c. Penggunaan Anggaran (PA) membuat kontrak dengan LUEP dan melalui bendahara pengeluaran Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi mengajukan SPP-LS (Lampiran 12) kepada Pejabat Pembuat SPM/Penguji SPP dengan melampirkan surat permintaan pembayaran LS oleh

(16)

LUEP (Lampiran 13) dan kuitansi yang ditandatangani oleh Kepala/Pimpinan LUEP, yang disetujui oleh PA Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dan Bendaharawan Pengeluaran Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi (Lampiran 14) untuk diteruskan ke Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi.

d. Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan mentransfer DPM ke rekening Giro I LUEP.

e. Pencairan Dana Penguatan Modal (DPM) ke LUEP selambat-lambatnya pada tanggal 15 Desember 2009.

2. Penetapan LUEP

Penetapan LUEP dilakukan melalui prosedur dengan tahapan sebagai berikut (Lampiran 15):

a. Gubernur menetapkan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi sebagai penanggungjawab kegiatan dan menetapkan Tim Teknis DPM-LUEP Provinsi Jambi.

b. Bupati melalui Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan Kabupaten menetapkan Tim Teknis Kabupaten, dan mengusulkan calon penerima DPM-LUEP kepada Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi.

c. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menetapkan peserta kegiatan DPM-LUEP dengan proses penetapan sebagai berikut:

1. Tim Teknis Kabupaten melakukan identifikasi dan penilaian terhadap LUEP sebagai calon peserta kegiatan, sesuai dengan Lampiran 16 dan

Lampiran 17;

2. LUEP yang dinilai memenuhi persyaratan, membuat Surat Perjanjian Jual Beli Jagung, kedele dan kentang dari petani dalam poktan dan serta membuat kesepakatan tentang pembelian jagung, kedele dan kentang;

3. Atas dasar Surat Perjanjian Jual Beli Jagung, kedele dan kentang dari petani dalam poktan oleh LUEP dan hasil identifikasi Tim Teknis Kabupaten, Bupati mengusulkan: (a) calon LUEP; (b) kebutuhan modal usaha LUEP; dan (c) wilayah kerja LUEP kepada Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

(17)

4. Usulan dari Bupati terhadap LUEP diverifikasi oleh Tim Teknis Provinsi Jambi, yang hasilnya disampaikan kepada Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

5. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, berdasarkan hasil verifikasi Tim Teknis Provinsi Jambi, menetapkan: (a) LUEP sebagai pelaksana kegiatan; (b) jumlah dana penguatan modal yang dialokasikan bagi masing-masing LUEP dan (c) jumlah jagung, kedele dan kentang petani dalam poktan yang akan dibeli oleh LUEP.

3. Penyaluran dan Pengembalian Dana

Penyaluran DPM kepada LUEP dan data pengembalian DPM dari LUEP dilakukan melalui prosedur berikut (Lampiran 18):

a. Dana yang telah diterima melalui Rekening Giro I LUEP di Bank Pelaksana Kabupaten, dapat dicairkan oleh LUEP dengan tahapan dan mekanisme sebagai berikut:

1. LUEP mengajukan usulan penarikan DPM-LUEP ke Bank Pelaksana berdasarkan rekomendasi Tim Teknis Kabupaten. Untuk tahap pertama, usulan pengambilan dana oleh LUEP hanya diperkenankan maksimal 40 persen dari nilai kontrak;

2. Pencairan untuk tahap berikutnya sebanyak 60 persen dapat dilaksanakan setelah penggunaan pencairan tahap pertama dipertanggungjawabkan dan berdasarkan rekomendasi Tim Teknis Kabupaten sesuai penilaian kinerja LUEP;

3. Berdasarkan usulan penarikan dana oleh LUEP dan rekomendasi Tim Teknis Kabupaten, Bank Pelaksana mentransfer ke Rekening Giro II LUEP; 4. LUEP dapat mencairkan DPM dari Rekening Giro II, untuk selanjutnya

digunakan membeli jagung, kedele dan kentang petani dalam poktan sesuai dengan perjanjian kontrak jual beli;

5. LUEP wajib membeli jagung petani dalam poktan pada wilayah kerja LUEP sesuai dengan kontrak yang disepakati. Pengunaan dana oleh LUEP sekurang-kurangnya dua kali putaran yang tersedia dengan batas waktu pembelian jagung.

b. Dana pinjaman hanya boleh digunakan selama satu tahun, selambat-lambatnya pada tanggal 30 April tahun 2010 (lama pinjaman bulan Mei 2009 s/d 30 April

(18)

2010) LUEP wajib mengembalikan DPM sebesar dana yang diterima ke rekening Bendaharawan Penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Bagi LUEP yang mengembalikan DPM setelah tanggal 30 April 2010, wajib membayar denda sebesar satu permil per hari dan maksimum 5 (lima) persen dari sisa tunggakan selambat-lambatnya 50 hari setelah jatuh tempo pembayaran.

c. Dana pengembalian DPM oleh LUEP yang diterima Bendaharawan Penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, dengan

menggunakan SSPB (Lampiran 19) disetor ke Rekening Kas Daerah pada

Mata Anggaran Kegiatan Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Foto kopi bukti setor/transfer ke Rekening Kas Daerah tersebut disampaikan kepada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi ke Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Jambi.

d. PA Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi melalui PPTK mengembalikan jaminan/agunan LUEP yang telah melunasi DPM baik pokok maupun denda dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Agunan Pinjaman DPM-LUEP (Lampiran 20).

e. Setelah tanggal 30 April 2010, PA Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi merekapitulasi data pengembalian per-LUEP untuk kemudian dilaporkan kepada Gubernur dan Bupati, pada tanggal 1 dan 15 setiap bulannya (Lampiran 21).

f. Pada saat tidak ada pembelian jagung, kedele dan kentang LUEP wajib mengembalikan DPM yang diterimanya ke rekening I yang diatur lebih lanjut dalam petunjuk pelaksanaan.

4. Penyelesaian Tunggakan

a. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menyerahkan agunan LUEP yang belum melunasi tunggakan pengembalian DPM-LUEP Tahun Anggaran 2009 ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di wilayah kerja pelayanan untuk diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bendahara penerima Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi membukukan pengembalian tunggakan DPM dari KPKNL sesuai dengan tahun penerimaan, serta menyetorkannya melalui

(19)

SSPB dengan mencantumkan tahun tunggakan (Lampiran 22).

b. Penyerahan agunan dilakukan 50 (Lima puluh) hari setelah jatuh tempo pengembalian, dengan melampirkan:

(1) Data Penyerahan Kasus Piutang;

(2) Berkas Agunan asli yang diterima bendahara pengeluaran; (3) Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) dan Sertifikat Fidusia.

(4) Apabila nilai agunan yang dilelang lebih rendah dari nilai tunggakan maka LUEP wajib melunasi kekurangannya.

(5) KPKNL Jambi melaporkan perkembangan proses pelelangan kepada Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, untuk selanjutnya direkapitulasi dan dilaporkan kepada Gubernur. (Lampiran 23).

(20)

VII.

MEKANISME KOORDINASI, MONITORING DAN EVALUASI,

PENGAWASAN, PENGENDALIAN, DAN PELAPORAN

1. Mekanisme Koordinasi

Koordinasi dilaksanakan sebagai berikut;

a. Bupati melakukan koordinasi dengan melibatkan instansi terkait di tingkat Provinsi/Kabupaten, Tim Teknis Provinsi/Kabupaten, dan Asosiasi LUEP Kabupaten, serta melaporkan hasilnya kepada Gubernur dengan tembusan disampaikan kepada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

b. Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi melakukan koordinasi dengan melibatkan instansi terkait di tingkat Provinsi/kabupaten, Tim Pengendali, Tim Teknis Provinsi/kabupaten, dan Asosiasi LUEP Provinsi Jambi, serta melaporkan hasilnya kepada Gubernur/Bupati;

2. Mekanisme Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berjenjang dan berkala dari kabupaten dan provinsi.

a. Badan/Dinas/Kantor/Unit kerja ketahanan pangan Kabupaten bersama Tim Teknis Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pengelolaan, pelaksanaan, dan pencapaian sasaran kegiatan DPM, serta melaporkan hasilnya kepada Bupati dengan tembusan kepada Gubernur. Bupati memberi arahan tindak lanjut hasil evaluasi, khususnya untuk mengatasi masalah yang dihadapi pelaksana di tingkat lapangan.

b. Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Tim Teknis Provinsi Jambi melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan DPM, serta melaporkan hasilnya kepada Gubernur Jambi. Gubernur Jambi memberi arahan tindak lanjut hasil evaluasi, dan apabila diperlukan memberikan dukungan/fasilitasi dalam penyelesaian masalah pelaksanaan kegiatan DPM di tingkat provinsi.

3. Mekanisme Pengawasan

(21)

berjenjang dari Provinsi ke Kabupaten .

b. Pengawasan internal dilokasi secara berjenjang mulai dari kabupaten sampai provinsi

4. Mekanisme Pengendalian

Mekanisme pengendalian dilakukan secara berjenjang mulai dari kabupaten, ke provinsi dengan mengacu pada laporan hasil evaluasi dan pengawasan, terhadap penyimpangan administratif dan teknis pada pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan DPM-LUEP di tingkat lapangan untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

5. Mekanisme Pelaporan

a. Pelaporan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari LUEP, kabupaten, dan provinsi sebagai berikut (Lampiran 24):

(1) LUEP wajib membuat pembukuan penggunaan DPM yang terdiri dari: buku keuangan (penerimaan, pengeluaran, dan pengembalian) (Lampiran 25), buku pembelian (Lampiran 26), dan buku penjualan (Lampiran 27);

(2) LUEP wajib membuat laporan bulanan dan laporan akhir dengan menggunakan Form A berdasarkan pembukuan sesuai butir (1) (Lampiran

28), dan dikirim kepada: Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani

ketahanan pangan Kabupaten dengan tembusan kepada Badan Koordinasi Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

(3) Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan Kabupaten, setiap bulan dengan menggunakan Form B (Lampiran 29) merekap seluruh laporan LUEP di kabupaten, yang hasilnya disampaikan kepada Bupati dengan tembusan kepada Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi;

(4) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, setiap bulan dengan menggunakan Form C (Lampiran 30) merekap seluruh laporan Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan Kabupaten, yang hasilnya disampaikan kepada Gubernur.

b. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menyusun dan menyampaikan laporan tengah tahun dan akhir tahun tentang perkembangan pelaksanaan DPM kepada Gubernur Jambi untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengalokasikan dana kegiatan DPM tahun berikutnya.

(22)

VIII.

LAIN – LAIN

1. Pemanfaatan Dana Operasional DPM-LUEP

Dana operasional DPM-LUEP yang bersumber dari APBD hanya dapat digunakan untuk identifikasi, sosialisasi dalam rangka integrasi LUEP dengan Poktan, pembinaan, rapat-rapat koordinasi, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan.

2. Dana Enumerator yang bersumber dari APBD

Dana tersebut digunakan untuk membiayai tenaga enumerator dalam melaksanakan pemantauan perkembangan harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani di wilayah LUEP dan Non-LUEP.

3. Tenaga Enumerator

Untuk memantau perkembangan harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani di wilayah LUEP dan Non-LUEP, daerah menetapkan Tenaga Enumerator yang sudah dilatih dan mempunyai tugas sebagai berikut:

c. melakukan pencatatan harga mingguan jagung, kedele dan kentang, baik pada saat panen raya maupun di luar musim panen raya;

d. melaporkan hasil pencatatan harga secara berkala dan berjenjang dari kabupaten ke provinsi dan selanjutnya ke Gubernur Jambi.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat maka kabupaten yang jumlah LUEP nya cukup besar dapat menambah tenaga enumerator dengan dibiayai melalui dana APBD II masing-masing.

4. Pendampingan LUEP

Dalam rangka mengoptimalkan kinerja LUEP dalam pemanfatan DPM, maka masing-masing daerah kabupaten menetapkan tenaga pendamping yang dibiayai melalui dana APBD II dan mempunyai tugas sebagai berikut:

(23)

a. membantu LUEP dalam bidang administrasi, pembukuan keuangan, dan penyusunan laporan;

b. mengawasi LUEP dalam pelaksanaan kerjasama dengan kelompoktani, terutama dalam pembelian jagung, kedele dan kentang;

c. membantu Tim Teknis kabupaten dalam proses pembentukan dan penguatan kelembagaan Poktan;

d. memantau penggunaan dan pengembalian DPM;

e. membantu enumerator dalam pengumpulan data harga dan volume pembelian jagung, kedele dan kentang oleh LUEP.

(24)

IX.

PENUTUP

Pedoman Umum DPM-LUEP, disusun sebagai bahan arahan untuk :

1. mengarahkan gerakan pelaksanaan dilapangan dalam rangka mengendalikan harga jagung, kedele dan kentang ditingkat petani.

2. Sebagai bahan acuan bagi Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi dan Instansi terkait dalam pelaksanaan operasional di tingkat lapangan. 3. Sebagai bahan acuan bagi Badan/Dinas/Kantor yang menangani ketahanan pangan

kabupaten dan instansi terkait kabupaten dalam melaksanakan operasional ditingkat lapangan dan dalam menyusun petunjuk pelaksanaan (JUKLAK) di tingkat lapangan dengan tidak mengurangi arti dan makna yang tercantum di dalam pedum ini.

4. Dengan ditaati dan dijabarkannya PEDUM ini oleh para pelaksana dilapangan disemua tingkatan, diharapkan kegiatan DPM-LUEP dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

GUBERNUR JAMBI

(25)

Lampiran 1.

ALOKASI DPM-LUEP KOMODITI JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG

PROVINSI JAMBI TAHUN 2009

BERDASARKAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPA-SKPD) BADAN KOORDINASI PENYULUHAN

DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI NOMOR 1.27.01.16.65.5.2 TANGGAL 27 JANUARI 2009

NO KABUPATEN D A N A (Rp.) KETERANGAN 1 KERINCI 200.000.000,- Jagung/kentang 2 MERANGIN 75.000.000,- Kedele 3 BUNGO 100.000.000,- Jagung 4 TEBO 75.000.000,- Kedele

5 TANJAB. TIMUR 50.000.000,- Kedele

Jumlah 500.000.000,-

(26)

Lampiran 2 BERITA ACARA PENYERAHAN AGUNAN PINJAMAN DPM LUEP

Antara

BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI Dengan

KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) PROVINSI JAMBI Nomor : ...

Pada hari ini ………, tanggal ……….. bulan……….. tahun………….bertempat di... Jalan..., kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. . . : Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jambi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi yang berkedudukan di Jalan . . . yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. . . . . : Kepala/Pimpinan KPKNL . . . ., dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama

KPKNL Provinsi Jambi, yang berkedudukan di Jalan . . . yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA telah menyerahkan 1 (satu) berkas dokumen agunan barang bergerak dan

atau barang tidak bergerak serta bukti jumlah tunggakan dan denda LUEP(Koptan/KUD*) )...

kepada PIHAK KEDUA dalam keadaan lengkap dan baik.

Demikian berita acara penyerahan agunan pinjaman DPM-LUEP yang dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenar-benarnya.

Berita acara ini dibuat di :

...

Hari/tanggal : ...

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

... ...

(27)

Lampiran 3. SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KETUA LUEP ...

UNIT USAHA POKTAN ...

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama . . . ... . . sebagai Ketua (LUEP ... Unit Usaha Poktan, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama LUEP... . . ., yang berkedudukan di Jalan . . . .. . menyatakan bahwa saya bersedia :

(a) Bersama kelompoktani mitra membentuk Kelompoktani (Poktan) sesuai dengan asas musyawarah

dan mufakat sebagaimana terlampir dalam Berita Acara Kesepakatan;

(b) memberikan insentif dari hasil usaha pembelian, pengolahan, pengemasan dan pemasaran

jagung,kedele dan kentang yang bersumber dari DPM-LUEP kepada anggota Gapoktan.

Demikian Surat Pernyataan Kesediaan ini dibuat dan ditandatangani tanpa tekanan dari pihak manapun.

YANG MEMBUAT PERNYATAAN

materai Rp.6000

Ketua LUEP...

...

MENGETAHUI:

KEPALA BADAN/DINAS/KANTOR/UNIT KERJA PROVINSI/KABUPATEN YANG MENANGANI KETAHANAN PANGAN/CAMAT

……… NIP.

(28)

Lampiran 4. BERITA ACARA RAPAT ANGGOTA KOPTAN/KUD*)...

UNTUK MENERIMA DPM-LUEP TAHUN 2009 Nomor : ...

Pada hari ini ………, tanggal …..…….. bulan ………..…….. tahun……...…….bertempat di... Jalan..., kami pengurus dan perwakilan kelompok anggota Koptan/KUD*)...

No Nama Anggota Alamat No Telp Tanda tangan

1 2 3 4 5 dst

telah menyelenggarakan Rapat Anggota dan menyepakati untuk menerima DPM-LUEP yang dimanfaatkan untuk pembelian, pengolahan, pengemasan dan pemasaran jagung, kedele dan kentang*) sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Demikian Berita Acara Rapat Anggota pengurus dan perwakilan kelompok anggota dibuat dengan sebenar-benarnya.

Berita acara ini dibuat di :

...

Hari/tanggal : ...

MENGETAHUI:

Ketua Koperasitani/KUD...

(29)

Lampiran 5. SURAT PERNYATAAN PENYERAHAN AGUNAN PINJAMAN DPM-LUEP

Nomor : ...

Pada hari ini ………, tanggal ……….. bulan……….. tahun………….bertempat di... Jalan..., kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. . . : Anggota Poktan/Koptan/KUD*)..., dalam hal ini bertindak untuk dan atas

nama pribadi yang berkedudukan di Jalan . . . yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. . . . . : Pimpinan LUEP.../ Koptan/KUD*) ... . . ., dalam hal ini bertindak untuk

dan atas nama LUEP.../Koptan/KUD*) . . . ., yang berkedudukan di

Jalan . . . .. . . yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Dalam rangka peminjaman DPM-LUEP dengan persyaratan agunan yang harus dipenuhi oleh PIHAK KEDUA, dengan ini PIHAK PERTAMA secara sadar, sehat jasmani dan rohani tanpa tekanan pihak manapun bersedia menyerahkan ... (ditulis dengan huruf) berkas dokumen bukti kepemilikan barang bergerak dan atau tidak bergerak yang diagunkan untuk pinjaman DPM kepada PIHAK KEDUA untuk selanjutnya diproses menjadi Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) dan atau Sertifikat Fidusia. Apabila dalam pengembalian DPM terdapat tunggakan, PIHAK PERTAMA tidak keberatan jika agunan diproses oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Demikian Berita Acara Serah Terima Agunan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya dan merupakan alat bukti yang sah bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Berita acara ini dibuat di : ...

Hari/tanggal : ...

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

... ...

NIP. MENGETAHUI:

Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja Yang Menangani Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

……… NIP.

(30)

Lampiran 6.

SURAT KEPUTUSAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

NOMOR : ……….

TENTANG PENETAPAN LUEP

SEBAGAI PELAKSANA PEMBELIAN JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG

Menimbang : a ………... ...………...……….. b ………... ...………...……….. Mengingat : 1 ………... ...………...……….. 2 ...………. ...………...……….. 3 ...………. ...………...……….. 4 ...………. ...………...………..

Memperhatikan : Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi No. ……….…… tanggal ……….. Tahun Anggaran .………….

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Menetapkan LUEP sebagaimana tersebut dalam Lampiran Surat Keputusan ini, sebagai Pelaksana Pembelian Jagung, Kedele dan Kentang petani/kelompoktani .

Kedua : LUEP diwajibkan membeli jagung, kedele dan kentang milik petani /kelompoktani dengan Dana Penguatan Modal (DPM) sesuai Surat Perjanjian Jual Beli jagung, kedele dan

(31)

Lanjutan lampiran 6.

Ketiga : Segala biaya akibat dikeluarkannya Surat Keputusan ini dibebankan pada dana DPA-SKPD Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi

Jambi sesuai dengan yang tercantum dalam DPA-SKPD Nomor:……… tanggal ……Tahun Anggaran 2009.

Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata LUEP dalam menggunakan DPM tidak sesuai dengan diktum kedua, maka sanksi dan penyelesaian perselisihan berlaku pasal 6 dan pasal 7 Surat Perjanjian/Kontrak antara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dengan LUEP... (Poktan/Koptan/KUD) Nomor ………. tanggal…………

Kelima : Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, akan ditinjau kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keenam : Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan, untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI JAMBI

PADA TANGGAL ………...……….……2009

KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

………... NIP. Tembusan : 1. Gubernur Jambi

2. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi 3. Bupati *) ………;

4. Badan/Dinas/Kantor/Unit yang menangani Ketahanan Pangan Kab. ...;

(32)

Lanjutan lampiran 6a. LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

NOMOR : ……….

TANGGAL : .………

DAFTAR LUEP YANG DITETAPKAN SEBAGAI PELAKSANA PEMBELIAN JAGUNG PETANI/KELOMPOKTANI

Volume pembelian Jagung Kering (Kg)

Harga Pembelian (Rp/kg) No Nama LUEP Nama Ketua

Izin Usaha/No Badan Hukum Alamat Jumlah Kel.tani

Tongkol Pipilan Tongkol Pipilan

Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 5 Dst Jumlah ………., tgl……….

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi

……….. NIP.

(33)

Lanjutan lampiran 6b. LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

NOMOR : ……….

TANGGAL : .………

DAFTAR LUEP YANG DITETAPKAN SEBAGAI PELAKSANA PEMBELIAN KEDELE PETANI/KELOMPOKTANI

No Nama LUEP Nama Ketua

Izin Usaha/No Badan Hukum Alamat Jumlah Kel.tani Volume pembelian Kedele Biji Kering (Kg) Harga pembelian Kedele Biji Kering (Kg) Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 5 Dst Jumlah ………., tgl……….

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi

……….. NIP.

(34)

Lanjutan lampiran 6c. LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

NOMOR : ……….

TANGGAL : .………

DAFTAR LUEP YANG DITETAPKAN SEBAGAI PELAKSANA PEMBELIAN KENTANG PETANI/KELOMPOKTANI

No Nama LUEP Nama Ketua

Izin Usaha/No Badan Hukum Alamat Jumlah Kel.tani Volume pembelian Kentamg (Kg) Harga pembelian Kentang (Kg) Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 5 Dst Jumlah ………., tgl……….

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi

……….. NIP.

(35)

Lampiran 7.

SURAT PERJANJIAN/KONTRAK Antara

PENGGUNA ANGGARAN (PA) Dengan

LUEP... Tentang

PEMBELIAN JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG PETANI Nomor :

Pada hari ini, . . . tanggal . . . bulan . . . . tahun dua ribu sembilan bertempat di Kantor

Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Jalan Samarinda Kotabaru Jambi, kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1. . . : Pengguna Anggaran Kegiatan Provinsi Tahun Anggaran 2009, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Penyuluhan dan

Ketahanan Pangan Provinsi Jambi yang berkedudukan di Jalan Samarinda

Kotabaru Jambi yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. . . . . : Pimpinan LUEP ...//Koptan/KUD. . . , dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama LUEP . . . ., yang berkedudukan di Jalan . . . yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian/Kontrak yang mengikat dan berakibat hukum bagi kedua belah pihak untuk pelaksanaan kegiatan pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani dengan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan, dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal-pasal berikut.

Pasal 1

DASAR PELAKSANAAN

a Keppres Nomor 42 Tahun 2002, tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja b Peraturan Gubernur Jambi tentang Pedoman Umum DPM-LUEP untuk Pengendalian Harga jagung, kedele

dan kentang di tingkat Petani Tahun 2009;

c Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Tahun 2009 Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Nomor : 1.27.01.16.65.5.2 tanggal 27 Januari 2009

d Surat Edaran Gubernur Jambi tentang Petunjuk Pengelolaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi No. 954/450/Keu tanggal 31 Januari 2007.

(36)

Lanjutan lampiran 7.

e Keputusan Gubernur Jambi, Nomor:……… tanggal ……….tentang Penetapan Badan Koordinasi

Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi sebagai penanggung jawab pengelolaan DPM LUEP.

f Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi

Jambi Nomor:……….. tanggal ………, tentang Penetapan Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan

g Surat Kerjasama Jual Beli Jagung, kedele dan kentang) Petani dalam kelompoktani antara LUEP ... dengan Kelompoktani Nomor :………. tanggal …………

h Surat Perjanjian Kontrak/Kerjasama Penjualan Hasil Pembelian Jagung, kedele dan kentang) oleh LUEP... dengan ...

Pasal 2

LINGKUP PEKERJAAN DAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

(1) PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah setuju untuk menerima dan melaksanakan pembelian Jagung, kedele dan kentang sebanyak ………ton dengan harga serendah-rendahnya sesuai harga referensi daerah untuk jagung, kedele dan kentang dengan kelompoktani tersebut sebagaimana terlampir pada surat perjanjian/kontrak ini.

(2) PIHAK KEDUA setelah melakukan pembelian jagung, kedele dan kentang) pada ayat 1 (satu) pasal ini wajib melakukan pembelian jagung kembali minimal satu kali putaran.

(3) Surat perjanjian/kontrak ini mulai berlaku efektif setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Adapun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani sesuai surat perjanjian/kontrak sampai tanggal 30 April 2010.

Pasal 3

SUMBER DANA DAN JUMLAH BIAYA

Sumber dana dan jumlah biaya pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani seperti dimaksud pada pasal 2 Surat Perjanjian/Kontrak ini adalah :

(1) Sumber dana sebagaimana tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun 2009, Badan Koodinasi Penyuluhan dan Ketahanan pangan Provinsi Jambi Nomor : 1.27.01.16.65.5.2 tanggal 27 Januari 2009.

(2) Jumlah biaya yang diperlukan disepakati sebesar Rp. ……….…..……,- (dengan huruf).

(3) Setelah masa kontrak berakhir atau selambat-lambatnya tanggal 30 April 2010, PIHAK KEDUA berkewajiban mengembalikan seluruh dana yang digunakan untuk pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani sesuai nilai kontrak ke Rekening Bendaharawan Penerima Provinsi.

(4) Bendaharawan Penerima Provinsi, berdasarkan ayat (3) pasal ini selanjutnya menyetorkan seluruhnya ke Rekening Kas Daerah dengan nomor rekening ... dalam waktu 1 x 24 jam setelah tanggal penerimaan.

(37)

Lanjutan lampiran 7. Pasal 4

PEMBAYARAN

Pembayaran harga pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani dimaksud pada pasal 3 Surat Perjanjian/Kontrak ini akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, dilaksanakan melalui Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi dan Rekening Kas Daerah ……… (yang berkedudukan di ibu kota provinsi), dengan cara pembayaran langsung ke rekening Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan ………. pada Bank ………Jl. ……….. Nomor Rek.: ……….……….……

Pasal 5 JAMINAN/AGUNAN

(1) PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan/agunan beserta Sertifikat APHT/Sertifikat Fidusia/Surat Kuasa Jual dalam bentuk barang bergerak dan atau tidak bergerak senilai Rp. ……….,- (dengan huruf).

(2) PIHAK PERTAMA mengembalikan jaminan/agunan kepada PIHAK KEDUA setelah PIHAK KEDUA mengembalikan seluruh dana penguatan modal untuk pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani yang diterima dari PIHAK PERTAMA, yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima jaminan/agunan dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 6 S A N K S I

(1) Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan pembelian jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani sesuai dengan Pasal 2 ayat (1), maka PIHAK PERTAMA berhak secara sepihak mencabut seluruh dana yang diterima PIHAK KEDUA yang mengakibatkan surat perjanjian/kontrak batal.

(2) Apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak dapat mengembalikan seluruh dana yang diterima dari PIHAK PERTAMA sesuai dengan batas waktu seperti tersebut pada pasal 3 ayat (3) yang disebabkan oleh kesalahan/kelalaian atau hal-hal lain dalam batas tanggungjawab PIHAK KEDUA, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda 1 0/00 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dan maksimum 5% (lima

perseratus) dari sisa tunggakan sejak tanggal jatuh tempo.

(3) Apabila dalam waktu yang telah ditetapkan sebagaimana tersebut dalam ayat (2), PIHAK KEDUA tidak mengembalikan dana yang diterima dari PIHAK PERTAMA, maka jaminan/agunan sebagaimana tersebut dalam Pasal 5 ayat (1) diserahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk diproses sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Pasal 7 PERSELISIHAN

(1) Apabila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehubungan dengan surat perjanjian/kontrak ini maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk memperoleh mufakat.

2) Apabila dengan cara musyawarah belum dapat dicapai suatu penyelesaian, maka kedua belah pihak menyerahkan perselisihan ini kepada Pengadilan Negeri ……….., sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(38)

Lanjutan lampiran 7. (3) Keputusan Pengadilan Negeri yang telah mempunyai kekuatan hukum adalah mengikat kedua belah

pihak.

Pasal 8 FORCE MAJEURE

(1) Jika timbul keadaan memaksa (force majeure) yaitu hal-hal yang diluar kekuasaan PIHAK KEDUA sehingga tertundanya pelaksanaan pekerjaan, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis yang disyahkan oleh Bupati/Walikota setempat dalam waktu 4 x 24 jam kepada PIHAK PERTAMA.

(2) Keadaan memaksa (force majeure) yang dimaksud pasal 8 ayat (1) adalah:

a. Bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, banjir besar, kebakaran yang bukan disebabkan kelalaian PIHAK KEDUA.

b. Peperangan.

c. Perubahan kebijakan moneter berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Pasal 9 LAIN – LAIN

(1) Segala lampiran yang melengkapi surat perjanjian/kontrak ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

(2) Perubahan atas surat perjanjian/kontrak ini tidak berlaku kecuali terlebih dahulu harus dengan persetujuan kedua belah pihak.

(39)

Lanjutan lampiran 7. Pasal 10

P E N U T U P

Surat perjanjian/kontrak ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa adanya paksaan baik psikis maupun fisik dari manapun, dan dibuat rangkap 6 (enam) yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk digunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

...……… ………..………...

NIP.

MENGETAHUI:

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

……… .………

(40)

Lanjutan lampiran 7a. Lampiran : Surat Perjanjian/Kontrak Pembelian Jagung Petani

Nomor :

Tanggal :

DAFTAR NAMA KELOMPOK TANI PENJUAL JAGUNG

Volume pembelian Jagung Kering

(Kg) Harga Pembelian (Rp/kg)**) No Nama

Kel.tani Nama Ketua Alamat

Tongkol Pipilan Tongkol Pipilan

Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 5 Dst Jumlah

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

...……… . ...………..

NIP.

MENGETAHUI:

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja

Provinsi Jambi Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

……… .………

NIP

(41)

Lanjutan lampiran 7b. Lampiran : Surat Perjanjian/Kontrak Pembelian Kedele Petani

Nomor :

Tanggal :

DAFTAR NAMA KELOMPOK TANI PENJUAL KEDELE

No Nama LUEP Nama Ketua Alamat

Volume pembelian Kedele Biji Kering

(Kg)

Harga pembelian Kedele Biji Kering

(Kg) Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 Dst Jumlah

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

...……… . ...………..

NIP.

MENGETAHUI:

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja

Provinsi Jambi Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

……… .………

NIP

*) coret yang tidak perlu NIP.

(42)

Lanjutan lampiran 7c. Lampiran : Surat Perjanjian/Kontrak Pembelian Kentang Petani

Nomor :

Tanggal :

DAFTAR NAMA KELOMPOK TANI PENJUAL KENTANG

No Nama LUEP Nama Ketua Alamat

Volume pembelian Kentang (Kg) Harga pembelian Kentang (Kg) Alokasi DPM (Rp.) 1 2 3 4 Dst Jumlah

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

...……… . ...………..

NIP.

MENGETAHUI:

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja

Provinsi Jambi Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

……… .………

NIP

(43)

Lampiran 8. SURAT PERJANJIAN JUAL BELI JAGUNG/KEDELE/KENTANG

ANTARA

LUEP …...………. DENGAN

KELOMPOKTANI ………. PADA PUTARAN I/II/III/dst

Pada hari ini ………, tanggal ……….. bulan……….. tahun…………. yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama :

Alamat :

Jabatan : Ketua LUEP …………..………., selaku pembeli jagung, kedele dan kentang*) petani yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2. Nama :

Alamat :

Jabatan : Ketua Kelompoktani ...……… selaku penjual jagung, kedele dan kentang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

(1) PIHAK PERTAMA bersedia membeli jagung kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA bersedia menjual jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani kepada PIHAK PERTAMA. Pembelian jagung, kedele dan kentang oleh PIHAK PERTAMA dalam bentuk jagung tongkol kering/jagung pipilan kering Rp……….../kg sebanyak...ton.

(2) PIHAK KEDUA, sebagai Ketua Kelompoktani bersedia mengkoordinasikan anggota kelompok untuk menjual jagung, kedele dan kentang petani dalam kelompoktani kepada PIHAK PERTAMA.

Demikian Surat Perjanjian Jual Beli Jagung, kedele dan kentang ini dibuat dan menjadi kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA.

………..,………20…..

PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA

………. ………

Mengetahui:

Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota

………...……….

Keterangan NIP.

*) coret yang tidak perlu

Materai Rp.6.000,-

(44)

Lampiran 9.

SURAT PERNYATAAN

LUEP …...……….

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama . . . sebagai Ketua LUEP ... ., dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama LUEP..., yang berkedudukan di Jalan . . . menyatakan bahwa saya bersedia :

(a) mengembalikan DPM sebesar jumlah dana yang saya terima dan jasa tunggakan kepada Bendaharawan Penerima Provinsi selambat-lambatnya pada tanggal 30 April 2009, terhitung sejak diterimanya transfer ke rekening giro LUEP ...;

(b) membayar denda yang dikenakan satu permil per hari dan maksimum lima persen dari sisa tunggakan (50 hari) sejak tanggal jatuh tempo yang diatur dalam kontrak jika terjadi keterlambatan pengembalian DPM sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan; dan

(c) menyerahkan agunan DPM-LUEP ke kantor KPKNL Provinsi Jambi melalui Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, apabila setelah batas akhir jatuh tempo sesuai perjanjian kontrak belum melunasi pengembalian beserta denda.

(d) melunasi kekurangan tunggakan pokok dan denda apabila nilai agunan yang dilelang lebih rendah dari nilai tunggakan pokok dan denda.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dan ditandatangani secara sadar, sehat jasmani dan rohani dan tanpa tekanan dari pihak manapun serta merupakan alat bukti yang sah bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

YANG MEMBUAT PERNYATAAN

materai Rp.6000

... Ketua LUEP ... MENGETAHUI:

KEPALA BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DANKETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI

………

Keterangan NIP.

(45)

Lampiran 10. PROSEDUR PENCAIRAN DANA

GUBERNUR Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan & Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Selaku PA Bendaharawan Pengeluaran Penguji dan Penerbit SPM Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK)

LUEP (UNIT USAHA GAPOKTAN/KOPTAN/

KUD)

BIRO KEUANGAN

Rek. Giro I

Rek. Giro II BANK a b d SPP-LS c d e Keterangan : Garis Komando

(46)

Lampiran 11. KEPUTUSAN GUBERNUR JAMBI

NOMOR /Kep.Gub/BKPKP/2009 TENTANG

PENUNJUKAN BADAN KOORDINASI PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB PELAKSANA PENGELOLAAN

KEGIATAN DPM LUEP UNTUK PENGENDALIAN HARGA JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG DI TINGKAT PETANI

Menimbang : a .………. ……….. b ….………. .………. Mengingat : 1 .………. .………. 2 .………. .………. 3 .………. .………. 4 .………. .……….

Memperhatikan : Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2009 No. ……….

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU : Menunjuk Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi

Jambi, diberi tugas untuk menangani Ketahanan Pangan sebagai penanggungjawab pelaksana pengelolaan Dana Penguatan Modal LUEP untuk Pengendalian Harga jagung, kedele dan kentang di Tingkat Petani.

KEDUA : Bertanggungjawab kepada Gubernur Jambi dan menyampaikan laporan

pelaksanaan secara berkala.

KETIGA : Segala biaya akibat dikeluarkannya Keputusan ini dibebankan pada dana

Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi sesuai yang tercantum dalam DPA-SKPD Nomor:………tanggal ……….Tahun Anggaran 2009.

(47)

Lanjutan lampiran 11.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal penetapan sampai dengan

berakhirnya 30 April 2010 dengan ketentuan akan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini.

KELIMA : Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan, untuk dilaksanakan

sebagaimana mestinya. DITETAPKAN DI JAMBI PADA TANGGAL 2009 GUBERNUR JAMBI (………..) NIP. Tembusan :

1. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jambi ……….;

2. Kepala Biro Organisasi dan Hukum Setda Provinsi Jambi ...;

3. Bupati Kab. ………;

4. Kepala Badan/Dinas/Kantor/Unit Kerja yang menangani Katahanan Pangan Kab...

(48)

Lampiran 12 SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG (SPP-LS)

DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN UNTUK PENGENDALIAN HARGA JAGUNG, KEDELE DAN KENTANG DI TINGKAT PETANI

Kepada Yth :

Pejabat Pembuat Surat Perintah Membayar (SPM)/Penguji SPP Satker Pengembangan Kelembagaan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi

Di ………..

Dengan memperhatikan Keputusan Presiden No. 17 dan 18 Tahun 2000 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Jambi Nomor : 954/450/Keu, tanggal 31 Januari 2007 serta DPA-SKPD Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi TA. 2009 Nomor 1.27.01.16.65.5.2 Tanggal 27 Januari 2009 serta berdasarkan (1) Keputusan Gubernur Jambi Nomor .../Kep.Gub/BKPKP/2009 tanggal ... 2009 tentang Penunjukan BKPKP Provinsi Jambi sebagai penanggung jawab pengelolaan DPM-LUEP untuk pengendalian harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani Provinsi Jambi, (2) Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Nomor:……….. tanggal ………, tentang Penetapan LUEP, dan (3) Surat Perjanjian Jual-Beli Jagung, kedele dan kentang antara LUEP... dengan Kelompoktani mitranya Nomor : . . . tanggal . . . …………, dengan ini diminta bantuan Saudara untuk membayar Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan untuk pengendalian dalam rangka stabilisasi harga jagung, kedele dan kentang di tingkat petani pada Kode Rekening …...

Untuk hal tersebut kami mohon untuk dapat ditransfer dana sebesar Rp. ………. yang akan digunakan sebagai penguatan modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan untuk pembelian Jagung.tongkol kering...ton/Jagung pipilan kering ... ton, kedele dan kentang*) petani ke rekening LUEP... pada Bank ……. (Pemerintah) dengan nomor rekening ………. dengan uraian sebagai tersebut dibawah ini :

No. LUEP ... Nama Ketua LUEP(Unit Usaha Gapoktan/Kopt an/KUD*) Alamat Jumlah Kel.Tan Jumlah Anggota Volume Yang dibeli (ton) Harga Satuan (Rp.) Total (Rp.) 1. Jagung tongkol kering ………. 2. Jagung pipilan Kering …………

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan model latihan kombinasi dribbling, passing dan shooting untuk peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2

Khaled berulangkali menjelaskan bahwa penggantian secara halus dan lebih-lebih jika dilakukan secara kasar, kekuasaan atau otoritas Tuhan (Author) oleh Pembaca

Metode yang digunakan adalah dengan mengevaluasi jenis - jenis kerusakan yang terjadi sesuai dengan tingkat kerusakannya yaitu dengan cara mengukur panjang, luas dan

I ni bagi saya adalah petanda PAS akan menemui 'ajalnya' setelah terjebak dengan 'pakatan ahzab' bersama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan DAP untuk menjatuhkan Kerajaan

sejenisnya dibuktikan dengan surat keterangan bebas narkoba dari Rumah

pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik lebih tinggi secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran

NO JENIS PENGADAA N PERKIRAAN BIAYA (RP,-) LOKASI PEKERJAAN KEGIATAN JENIS BELANJA LELANG / SELEKSI PENUNJUKAN LANGSUNG / PENGADAAN LANGSUNG PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK

Ada beberapa perbedaan pada sistem ini dibandingkan jika perusahaan menerapkan sistem rekrutmen tradisional, namun perbedaan tersebut bukanlah suatu masalah karena perusahaan