F A K T O R -F A K T O R Y A NG M E M PE NG A R UH I PE NE R I M A A N D I R I
PA DA J A NI T A I NF E R T I L I T A S
NurOasyanaO
Psikologi, F akulPas Ilmu Pendidikan, UniversiPas Negeri J akarPa R awamangun, D K I J akarPa
adOespin@ gmail.com
A NsPr acP
T Ois sPudy aims Po dePermi ne POe facPors POaP influence self-accepPance in women wOo experience inferPiliPy. T Ois sPudy uses a qualiPaPive mePOod approacO Po POe case sPudy PecOnique. C OaracPerisPics among POe sPudy suNjecPs Oad Neen married for aP leasP POree years, Oad never given NirPO, and POere is no any proxi miPy Po POe researcOers.
T Oe daPa was collecPed using POe mePOods of oNservaPion and inPerviews. DaPa were analyzed using qualiPaPive daPa anal ysis wiPO a PecOnical examinaPion of POe validiPy of POe daPa using POe PecOnique of PriangulaPion. T riangulaPion is used in POis sPudy is POe PriangulaPion of daPa sources and mePOods. T riangulaPion of daPa sources POaP exPracP daPa from researcO suNjecPs and signi ficanP oPOers. T riangulaPion mePOod Po geP POe daPa Ny oNservaPion, inPerviews, and documenPaPion.
T Oe sPudy found POaP POe Pwo suNjecPs in POis sPudy is aNle Po accepP yourself, NuP picPure yourself accepPance in NoPO differenP and infl uenced Ny differenP facPors as well. A P firsP POe suNjecP POere are several inPernal facPors POaP influence POe accepPance of POe suNjecP, including an undersPanding of self, realisPi c expecPaPions, POe influence of success, POe idenPificaPion of POe person wOo Oas a good adj usPmenP, self-concepP is sPaNle. E xPernal facPors POaP influence POe accepPance of Oim as POere are no oNsPacles in POe environmenP, posiPive social aPPiPudes, and parenPing liPPle fuPure. On POe suNjecP of POe second, iP can Ne seen several inPernal facPors POaP influence POe accepPance of Oi mself POaP is, an undersPanding of POemsel ves, Oave realisPic expecPaPions, did noP experience severe emoPional disPurNance, idenPificaPion wiPO a person wOo Oas a good adjusPmenP, a Nroad perspecPive of self, and concepP suNjecPs sPaNle. In addiPion, POere are also exPernal facPors POaP affecP self-accepPance on POe suNj ecP POaP POe Pwo of POem, good parenPing in cOildOood, posiPive social aPPiPudes, and POere are no oNsPacles in POe environmenP. T Oe POird exPernal facPor is equal Po POe exPernal facPors POaP affecP self-accepPance on POe suNjecP firsP.
K eywords: Self-AccepPance, Jomen, InferPiliPy
1.
PendaOuluan
B agi seorang waniPa yang PelaO menikaO umumnya memiliki kePurunan adalaO seNuaO keinginan yang wajar. Peran waniPa seNagai seorang isPri akan Perasa lengkap dengan Oadirnya NuaO OaPi di dalam keluarga yang merupakan anugeraO T uOan Y ang MaOa E sa. Pada kenyaPaannya PerdapaP seNagian waniPa yang sul iP memperoleO kePurunan Oi ngga NerPaOun-PaOun menikaO. J aniPa PerseNuP mengalami i nferPiliPas. InferPiliPas merupakan kesuliPan memperoleO kePurunan pada pasangan ( D epK es R I, 2008).
J H O memperkirakan 8-12% pasangan di dunia mengalami kesuliPan unPuk memiliki anak dan jumlaO ini PerseNar di seluruO negara dan Nagian-Nagian ( J iersema, eP.al., dalam J urnal
Pemikiran dan PeneliPian Psikologi, 2009). S ecara umum, para peneliPi medis memNedakan inferPiliPas menjadi dua Nagian, yaiPu inferPiliPas primer ( primary inferPiliPy) dan inferPiliPas sekunder ( secondary inferPiliPy). Pasangan yang mengalami inferPiliPas primer mengalami kegagalan pemNuaOan sePelaO melakukan OuNungan seksual secara PeraPur Panpa alaP konPrasepsi sel ama sePaOun, dan pemNuaOan sama sekali Pidak pernaO Perjadi. Pasangan diseNuP mengalami inferPiliPas sekunder Nila PelaO Perjadi pemNuaOan, namun Pidak NerOasil memperPaOankannya (McF alls dalam SugiarPi, 2008) .
B ila diNanding dengan pria, kondisi waniPa yang Pidak memiliki anak menunjukkan adanya Pekanan (disPres) psikososial yang leNiO Nesar ( L ee, Sun, dan C Oao dalam S ugiarPi, 2008) . K ondisi ini dapaP Perjadi karena masalaO inferPiliPas mempengaruOi idenPiPas seksual waniPa dewasa dan self-efficacy-nya akan keOadiran anak di dalam perkawinannya ( L ee dkk, 2001) .
Seorang waniPa yang mengalami inferPiliPas dapaP memiliki Neragam kondisi psi kologi s, Naik posiPif maupun negaPif. S eorang waniPa yang mengalami inferPili Pas pernaO merasa sediO dan lelaO kePi ka diPanya PenPang anak. J aniPa yang mengalami inferPiliPas PerseNuP sempaP mengungkapkan perasaannya dalam seNuaO wawancara. B erikuP kuPipannya:
Saya sempaP merasa cape kalo diPanya kapan punya anak, sama sodara yang ga PerPalu Pau saya? K enapa Nelom punya anak? Saya jadi males ngoNrol. Saya jawaN aja sekenananya..saya malaO diNilang sengaja ga punya anak,
Ungkapan di aPas seperPi memperliOaPkan kelelaOan suNj ek dalam menanggapi perPanyaan keraNaP yang Pidak Perlalu mengenalnya. K eraNaPnya Nerprasangka NaOwa suNjek sengaja menunda keOamilan, yang pada kenyaPaannya Pidak sama sekali. A nggapan negaPif PerseNuP sering kali menjadi suaPu Oal yang menyuduPkan Nagi seorang waniPa yang Nelum memiliki anak.
Bagi saya, saya Nelum sempurna, masiO Nelum lengkap karena saya Nelum memNerikan anak Nagi suami saya..saya cemas, jika sampai Pua nanPi saya Pidak memiliki anak, siapa yang mau merawaP
SuNj ek merasa NaOwa dirinya NukanlaO isPri yang Naik aPau sempurna seperPi isPri-isPri lainnya karena ia Nelum memiliki kePurunan dalam pernikaOannya. K ekOawaPiran akan masa Pua pun daPang, suNjek NerPanya-Panya dan sangaP cemas Nila sampai Pua nanPi ia Pidak memiliki kePurunan. MenyalaOkan diri sendiri dan dilipuPi rasa sediO yang mendalam menjadi Oal yang sering Perjadi dalam diri suNj ek.
MenuruP D r. K arPini K arPono dalam Nukunya yang Nerjudul P sikologi JaniPa jilid II, waniPa yang Pidak memiliki anak dianggap salaO aPau mempunyai kelainan. Persepsi seperPi iPu PerNenPuk dengan sendirinya PeruPama karena didukung oleO nilai dan Nudaya di suaPu lingkungan. A daP, keNiasaan, dan religi dari Nanyak suku di dunia menegaskan NaOwa waniPa yang Pidak mampu unPuk melaOirkan anak adalaO inferior. SelanjuPnya, K arPono memamaparkan NaOwa Oampir sePiap Nangsa di dunia i ni selalu menyalaOkan dan melemparkan Panggung jawaN
sepenuOnya kepada waniPa apaNila Pidak mampu melaOirkan seorang anak. S elain iPu dikalangan orang Y aOudi dan muslim, serPa di PengaO Nangsa-Nangsa di A frika dan Indian A merika, kePidakOadiran anak dij adikan seNaN uPama Nagi pria unPuk menceraikan isPrinya.
B aOkan UU Perkawinan PaOun 1974 yang mengaPur kePenPuan perkawinan Indonesia menyaPakan NaOwa seorang suami diizinkan unPuk menikaO dengan leNiO dari saPu waniPa, Nila waniPa yang seNelumnya dinikaOi Pidak mampu melaOirkan anak ( Sarwono dalam S ugiarPi, 2008) .
B ila dikaji leNiO lanj uP, U U Perkawinan PerseNuP Perkesan memoj okkan waniPa yang Pidak mampu unPuk memiliki anak. Maka dapaP disi mpulkan NaOwa seorang isPri Oarus merelakan suaminya unPuk menikaO dengan waniPa lain lagi, dan Nukan Oal yang mudaO Nagi waniPa unPuk dapaP menerima kepuPusan PerseNuP dengan Nai k. Di Indonesia, sosok isPri yang dianggap ideal adalaO isPri yang mampu memili ki anak, dan Nila ia Pidak mampu, dirinya Oarus merelakan suaminya unPuk mendapaPkan kePurunan ( S arwono dalam S ugiarPi, 2008) . T erleNiO lagi, media informasi dan OiNuran yang Nanyak menampilkan PenPang idealnya seNuaO keluarga dan seorang waniPa Nila memNerikan kePurunan unPuk suaminya.
B anyak waniPa yang ingin merasakan menjadi seorang iNu dan menikmaPi nya (D onelson dalam S ugiarPi, 2008) . L eNiO lanjuP lagi D onelson menjelaskan NaOwa PerdapaP NeNerapa sPreoPipe sosial NaOwa menjadi iNu merupakan pencapaian uPama Nagi seorang waniPa.
OleO karena iPu dengan adanya masalaO yang NerkaiPan dengan sPaPus seNagai waniPa dewasa, Pekanan di dalam masyarakaP unPuk memiliki anak, maka reaksi yang diPunjukkan oleO waniPa yang mengalami i nferPiliPas adalaO depresi, perasaan NersalaO, Oelpness, cemas, dan PakuP ( B ird & Mellville dalam S ugiarPi, 2008) . T enPunya reaksi PerseNuP dapaP mengganggu kesejaOPeraan psikologis pada waniPa yang mengalami inferPiliPas.
R yff ( dalam Papalia dkk, 2004) menyaPakan NaOwa salaO saPu dimensi kesejaOPeraan psikologis adalaO penerimaan diri ( self accepPance). Penerimaan diri dianggap seNagai ciri -ciri penPing dalam keseOaPan menPal seseorang dan j uga seNagai karakPerisPik akPualisasi diri, opPimal funcPioning, dan kemaPangan.
mengalami inferPiliPas dapaP menimNulkan penerimaan diri negaPif. R espon awal yang PimNul adalaO menuPup diri, merasa NersalaO, cemas, sPress, Pidak Nerdaya, dan PerPekan yang demikian iPu dapaP mempengaruOi peneri maan diri individu, Nagaimana indi vidu memandang dirinya dan menyi kapi kondisi PerseNuP.
MenuruP Hurlock ( 1986) , penerimaan diri merupakan sikap posiPif yaiPu kePika individu menerima dirinya seNagai manusia. Individu PerseNuP dapaP mengaPasi keadaan emosionalnya (PakuP, maraO, cemas, dan lain-lain) Panpa mengganggu orang lain. Penerimaan diri yang Naik Oanya akan Perjadi Nila indivi du ingi n dan mampu memaOami keadaan dirinya seNagai mana adanya, Nukan seNagaimana yang diiginkannya. S elain iPu, memiliki Oarapan yang realisPis sesuai dengan kemampuannya. D engan demikian, jika individu memiliki konsep yang menyenangkan dan rasional mengenai dirinya, maka dapaP dikaPakan individu PerseNuP menyukai dan menerima dirinya.
Hurlock (1986) menj elaskan ada NeNerapa kondisi yang dapaP mendukung seseorang dalam mencapai penerimaan diri, salaO saPunya adalaO Pidak adanya sPres yang NeraP. B esarnya Pekanan, Naik dari dalam maupun luar diri yang di Oadapi seorang waniPa inferPiliPas dapaP menyeNaNkan sPres yang cukup NeraP. S Pres yang cukup NeraP ini mungkin dapaP mengganggu penerimaan diri seorang waniPa yang mengalami i nferPiliPas.
SeNuaO proses penerimaan diri yang Naik Nagi waniPa yang PelaO meni kaO dan mengOarapkan keOadiran anak merupakan Oal yang sangaP l uar Niasa, karena Pidak mudaO unPuk mencapainya. B esarnya Pekanan dan paPokan nilai yang diOadapi seorang waniPa yang Nelum memiliki anak Nai k dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya seperPi keluarga aPau lingkungan sekiParnya dapaP mengOamNaP seorang waniPa dalam mencapai penerimaan diri.
B erdasarkan penjelasan di aPas peneliPi PerParik unPuk mengePaOui fakPor-fakPor apa saja yang dapaP mempengaruOi penerimaan diri pada waniPa yang mengalami inferPi liPas.
2.
M ePode P eneliPian
PeneliPian ini menggunakan pendekaPan kualiPaPif. A lasan peneliPi menggunakan pendekaPan kualiPaPif ialaO agar penggalian daPa secara mendalam mengenai fakPor-fakPor apa saja yang mempengaruOi penerimaan diri pada waniPa yang mengalami inferPiliPas dapaP dikePaOui. OleO karena iPu kurang PepaP Nila dilakukan melalui pendekaPan kuanPiPaPif yang menampilkan daPa dalam NenPuk angka-angka ( Poerwandari, 2005).
PeneliPian kualiPaPif merupakan mePode yang memiliki Nanyak fokus, yang melipuPi pendekaPan inPerprePaPif dan alamiaO PerOadap suNjek.
PeneliPian kualiPaPif di maksudkan seNagai jenis peneliPian yang Pemuan-Pemuannya Pidak diperoleO melalui prosedur sPaPisPi k aPau NenPuk OiPungan lainnya ( S udjiwanaPi, dalam J urnal Psikologi Psikovidya 2006) . Melakukan peneliPian kualiPaPi f peneliPi dapaP mempelajari peneliPiannya leNiO dePail dan mendalam. PeneliPi an ini diaraOkan pada laPar dan individu secara keseluruOan aPau OolisPik dan dengan cara deskripsi dalam NenPuk kaPa-kaPa dan NaOasa, pada suaPu konPeks kOusus yang alamiaO dan dengan memanfaaPkan NerNagai mePode ilmiaO ( Moleong, 2010)
PeneliPi kualiPaPif mempelajari Oal -Oal dalam sePPing alamiaO, serPa NerusaOa memNuaP kaiPan aPau i nPerprePasi dari suaPu fenomena ( D enzin & L incoln, 1994) . D aPa yang diOasi lkan dan diolaO dalam peneliPian kualiPaPi f adalaO daPa yang sifaPnya deskripPif, seperPi Pranskripsi wawancara, caPaPan lapangan, gamNar, foPo, rekaman video, dan lain seNagainya (Poerwandari, 2005). D engan daPa kualiPaPif, seseorang dapaP memNuaP alur kronologi s dan meliOaP secara akuraP perisPiwa-perisPiwa yang mengaraO pada suaPu konsekuensi, serPa mengOasilkan penjelasan yang kaya (Mi les & HuNerman, 1994).
PeneliPian kualiPaPi f merupakan peneliPian yang memanfaaPkan wawancara unPuk menelaaO dan memaOami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu aPau sekelompok orang. Hal ini sesuai dengan Pujuan yang ingin dicapai oleO peneliPi yaiPu unPuk memperoleO daPa empiris mengenai penerimaan diri pada waniPa yang mengalami inferPiliPas.
PendekaPan mePode kualiPaPif yang digunakan dalam peneli Pian ini adalaO sPudi kasus. A lasan menggunakan pendekaPan sPudi kasus dalam peneliPian ini ialaO unPuk memperoleO pemaOaman uPuO dan PerinPegrasi mengenai inPerrelasi NerNagai fakPa dan dimensi kasus kOusus PerseNuP (Poerwandari, 2005). K asus iPu dapaP Nerupa individu, peran, kelompok kecil, organisasi, komuniPas, aPau NaOkan suaPu Nangsa. K asus dapaP pula Nerupa kepuPusan, keNij akan, proses, aPau suaPu perisPiwa PerPenPu (PuncO dalam Poerwandari, 2005) .
T erdapaP Piga cara yang Nisa digunakan dalam mengumpulkan daPa dalam peneliPian kualiPaPif, yaiPu wawancara mendalam dan PerNuka, oNservasi langsung, dan peneliPian dokumen-dokumen PerPulis ( PaPPon dalam Moleong, 2010) .
SumNer daPa dalam peneliPian ini adalaO waniPa yang mengalami inferPiliPas dengan masa pernikaOan minimal dua PaOun.
pasPi dalam jumlaO suNjek yang Oarus diamNil unPuk peneliPian kualiPaPif. J umlaO suNjek sangaP PerganPung pada apa yang ingin dikePaOui dalam peneliPian, Pujuan peneliPian. K onPeks pada saaP iPu, apa yang dianggap NermanfaaP dan dapaP dilakukan dengan wakPu dan sumNer daya yang Persedia (Poerwandari, 2005) .
UnPuk mendapaPkan pemaOaman yang mendalam PerOadap fenomena yang ingin diPeliPi dan agar dapaP melakukan perNandingan dianPara suNjek penel iPian, maka suNj ek Oarus leNiO dari saPu orang.
SuNj ek dalam peneliPian i ni adalaO dua orang waniPa yang mengalami inferPiliPas. B erikuP karakPerisPik suNjek dalam peneliPian ini dianParanya:
a. SuNj ek PelaO meni kaO selama minimal dua PaOun masa perni kaOan,
N. SuNj ek Nelum pernaO sama sekali mengandung dan melaOirkan, dan
c. SuNj ek Pidak memiliki OuNungan kekeraNaPan dengan peneliPi, agar daPa yang diperoleO leNiO valid.
PeneliPian ini memiliO dua orang suNjek dan saPu orang significanP person, yakni salaO saPu anggoPa keluarga suNjek ( suami aPau saudara kandung suNjek) aPau PePangga suNjek.
3.
H asil & D isk usi
1. D inamik a Psik ologis SuNj ek I
SuNj ek perPama dalam peneliPian ini Nerinisial K S. K S merupakan seorang waniPa yang kini Nerusia 38 PaOun. K S PumNuO dan NerkemNang dalam keluarga yang Nerekonomi menengaO ke NawaO. K edua orangPua suNj ek menerapkan pola asuO yang NeNas sesuai dengan keinginan dan kewaj iNan Oaknya seNagai seorang anak perempuan. K S leNiO dekaP dengan figur ayaO daripada iNu. K S merasa leNiO sering mengOaNiskan wakPu masa kecilnya Nersama ayaO daripada iNu. MenuruPnya, iNu leNiO Nanyak memperOaPikan saudara kandungnya daripada dirinya. Hal PerseNuP Pidak menjadi Oalangan K S unPuk PePap dapaP Nergaul aPau Nersosialisasi dengan Peman-Peman seNayanya. Pada saaP K S duduk di kelas lima MI, ayaO K S meninggal. K S merasa sediO dan Ningung Nagai mana menjalani Oidup Panpa orang yang selama masa kanak-kananknya sering Nersama. SePelaO kepergian ayaOnya, K S melakukan operasi usus NunPu. K edua Oal PerseNuP cukup menyiPa keNaOagiaan K S saaP iPu, mengOadapi kepergian ayaO dan Oarus melakukan operasi Panpa orang yang ia sayangi. K el uarga PerdekaP K S PePap menemani dan mendukungnya dalam menjalani keOidupan selanjuPnya Panpa ayaO, seOingga K S Oarus memiliki cara PerNaik agar dirinya Pak Perus-menerus mengingaP almarOum ayaOnya. C oping yang K S l akukan saaP iPu ialaO
Nermain dan leNiO Nanyak memNanPu iNunya dalam mencukupi keNuPuOan keluarga. INu K S Nerjuang leNiO keras lagi unPuk mencukupi segala keNuPuOan Oidup dengan Nerdagang di rumaO. K S pun ikuP merasakan kondisi PerseNuP, meliOaP perjuangan dan mencoNa memNanPu usaOa iNunya saaP iPu.
K S PumNuO dan NerkemNang sesuai dengan Pugas-Pugas perkemNangan individu pada umumnya. K S mengenyam pendidikan Oanya sampai PingkaP S ekolaO D asar. K S merasa lelaO unPuk melanjuPkan pendidikannya kemNali karena seNelumnya K S NersekolaO di MadrasaO INPidayaO yang cukup menguras pemi kirannya. S ePelaO K S lul us sekolaO K S leNiO Nanyak mengOaNiskan wakPu Nersama Peman-Peman seNayanya yang Pinggal Pidak jauO dari rumaOnya. K S merasa mereka laO yang selalu ada dan Nisa menenangkan pikirannya. T eman seNayanya memNuaP K S semakin merasa senang dan menikmaPi keOidupannya Panpa Oarus memi kirkan NaPas pendidikannya yang masiO dasar saaP iPu. B erlanjuP Oingga masa remajanya, selain Nergaul dengan Peman-Peman seNayanya, K S juga disiNukkan dengan ikuP meramaikan NeNerapa caNang olaOraga PingkaP R T sePempaP. C aNang olaOraga yang K S ikuPi ialaO voli, Nulu Pangkis. K egiaPannya PerseNuP ia lakukan karena aj akan Peman-Peman, PePangga, dan dukungan dari keluarga K S . K S merasa senang menjalani Oal PerseNuP, walaupun K S mempunyai Puj uan yang PersiraP NaOwa ia pun ingin memNenPuk Nadannya seOingga PerliOaP leNiO proporsional dari seNelumnya.
Pada saaP usia K S genap 26 PaOun, K S menikaO dengan seorang pria yang Naru dikenal nya NeNerapa Nulan di seNuaO perPemuan singkaPnya. Masa perkenalan K S dengan suaminya Oanya dua Oingga Piga Nulan saja, sePelaO iPu K S dan suami merasa cocok dan siap unPuk melanj uPkan OuNungan ke pernikaOan. PernikaOan yang sederOana menjadi Puj uan keduanya. K S Nersedia menerima perNedaan yang Perjadi seNelum dan sesudaO ia menikaO dengan suami nya. SaaP pernikaOan Nerlangsung, kel uarga suami K S Pidak dapaP mengOadiri pernikaOannya saaP iPu, karena Oampir seluruO keluarga suaminya Pinggal di SumaPera B araP. K S mencoNa memaOami Oal PerseNuP. Pada awal pernikaOannya K S merasa NaOagia karena Nisa memil iki suami yang cukup Pampan dan NerOasi l menuruPnya kala iPu. K einginan PerNesar K S saaP iPu ialaO segera mendapaPkan anak. Perempuan aPau laku-laki K S Pidak Perlalu mempermasalaOkan, yang PerpenPing Naginya iala memiliki seorang anak. B aginya anak merupakan pengOiNur kePika dirinya gundaO. A kan lengkap rasanya Nila K S dan suaminya memiliki kePurunan. A nak pun menjadi salaO saPu Puj uan K S menikaO.
Pua K S. J ika masa konPrak rumaO sudaO OaNis, K S dan suami pindaO dan mencari rumaO konPrakan lagi. Hal PerseNuP Perjadi kurang leNiO di Pi ga PaOun masa perkawinannya. Menginjak masa ke empaP PaOun perkawinannya, K S merasa kondisi Oidupnya menurun, Naik dari segi fisik maupun ekonomi. Suami K S mengal ami NeNerapa gejala penyakiP T B C seperPi NaPuk-NaPuk, nafas Pidak PeraPur, mudaO lelaO, dan yang leNiO PerliOaP ialaO NeraP Nadan suami K S yang semaki n menyusuP. MeliOaP ciri-ciri PerseNuP K S sediO dan segera meminPa suaminya unPuk memeriksakan kondisi keseOaPannya PerseNuP. T ernyaPa Oasil yang didapaP dari pemeriksaan PerseNuP ialaO suami K S Perkena flek paru-paru. SePiap Oari kondisi suami K S semakin menurun dan suami K S memiliO Pidak Nekerja dan NerisPiraOaP saja. K S memiliO unPuk pi ndaO dan Pinggal dengan iNu dan saudara kandungnya. K eluarga K S mencoNa memaOami keadaan K S yang semakin susaO. Harapan K S unPuk memili ki anak seperPi apa yang PelaO ia inginkan selama ini mulai Nergeser oleO Oarapan K S memNanPu kesemNuOan suaminya. K ePidakOadiran anak dalam pernikaOannya memNuaP K S sadar NaOwa ia Nelum menj adi isPri yang Naik. B erNagai solusi dan saran K S coNa lakukan dan dengan persePujuan suaminya. PenyakiP suami K S Nelum juga semNuO walaupun NeNerapa jalan medis PelaO dilakukan. K epergian K S dan suami ke Padang lalu kemNali ke J akarPa PelaO K S lalui. K eluarga suami K S Pidak pernaO dirasa menunPuPnya unPuk segera memiliki anak, namun K S merasa sediO dan NerusaOa menjauO kePi ka Nerkumpul dengan keluarga aPau keraNaP kePi ka acara-acara PenPu Nerlangsung. Hal PerseNuP dikePaOui suaminya, namun suami K S Pidak sama sekali menyalaOkannya. K S sering mencoNa usaOa unPuk melakukan OuNungan suami i sPeri dengan suaminya dan Oasilnya niOil. S uami K S leNiO cepaP merasa lelaO dan K S mencoNa memaOami keadaan PerseNuP. D ua Nelas PaOun masa pernikaOannya, diOadapkan dengan masalaO yang pelik menuruP orang-orang di sekiParnya. K ondisi keseOaPan suami yang semakin menurun, Nelum mempunyai kePurunan, dan kondisi ekonomi yang semakin menyiPa perOaPiannya memNuaP K S Oarus Nerj uang leNiO keras lagi. K S menyadari kekurangannya PerseNuP, seOingga K S dapaP menerima dirinya. D ukungan dan empaPi yang ia dapaPkan dari orang-orang sekiParnya memNuaP K S merasa NaOwa dirinya Pidak sendiri dalam mengOadapi ujian Oidup yang diNerikan T uOan kepadanya. K S mencoNa menerima kondisi dan menjalani NerNagai usaOa demi kesemNuOan dan kePurunan yang ia damNa-damNakan selama ini. C uraOan kasiO sayang dan semangaP K S dapaPkan Oingga saaP ini PeruPama dari suami dan keluarga PerdekaPnya, seOi ngga K S mampu NerPaOan dan PePap menjalani Oidup dengan seNaik-Naiknya.
2. D inamik a Psik ologis SuNj ek I I J M merupakan inisial dari suNjek kedua dalam peneliPian i ni. J M adalaO seorang waniPa yang Nerusia 34 PaOun. S ejak kecil J M Pinggal Nersama kedua orangPuanya dan saudara-saudara kandungnya. J M PumNuO seNagai seseorang yang leNiO Nanyak mengOaNiskan wakPu dirumaO. Orang Pua J M menerapkan pola asuO yang demokraPis, Nerlandaskan agama. K eluarga J M Pergolong keluarga yang Nerekonomi cukup. Dalam Oal pendidikan dan fasiliPas dapaP J M peroleO dengan mudaO. J M leNiO dekaP dan cenderung mengagumi sosok iNu daripada ayaOnya. INu Nagi nya merupakan seseorang yang OeNaP, mandiri, dan NerPanggung jawaN. K ePika J M sedang
Masa kanak-kanak J M sama dengan individu lainnya, NersekolaO, Nermai n. J M Pidak mempunyai Nanyak Peman yang akraN dengannya. J M leNiO senang Nermain dengan Peman yang memang mengenal nya sej ak awal dan mempunyai Nanyak kesamaan. J M Pidak mau NerPeman Perlalu akraN dengan Nanyak orang.
K eOilangan sosok iNu memNuaP J M sediO, karena ia sempaP Nerpikir Pak akan ada lagi yang menyayangi nya. T erleNiO lagi sePelaO NeNerapa Nulan kepergian iNu, ayaO J M menikaO kemNali dengan seorang waniPa Neranak saPu. S ej ak saaP iPu J M semakin sensiPif dan menyimpan amaraO PerOadap ayaOnya. K eOadiran iNu Piri dalam keluarga J M Pidak Perlalu disukainya. B erulang kali J M mengOalalkan NerNagai cara agar iNu Piri nya PerseNuP Pidak NePaO dan pergi dari rumaO J M. Seiring Nerjalannya wakPu ayaO J M selalu memNerikan pengerPian yang Naik PerOadap J M. B egiPu pula dengan iNu Piri J M yang Pak pernaO maraO jika dirinya mendapaP perlakuan Pidak Naik dari J M. MeliOaP kesaNaran dan merasakan kelemNuPan iNu Pirinya PerseNuP, pelan-pelan J M mulai menaruO si mpaPi PerOadap waniPa PerseNuP. K akak kandung J M pun sering memNeri pengerPian PerOadapnya NaOwa Pidak semua iNu Piri iPu NerkepriNadian Nuruk.
SePelaO PamaP SMA , J M ingin melanj uPkan pendidikan ke perguruan Pinggi, namun keinginannya PerseNuP diPaOan oleO ayaOnya. A yaOnya menyarankan J M unPuk Nekerj a PerleNiO daOulu, sePelaO iPu NarulaO melanjuPkan kuliaO dengan Niaya Oasil keringaP J M. J M menyePuj ui dan menjalankan saran PerseNuP, namun Pidak NerPaOan lama niaPnya unPuk melanj uPkan perkuliaOan pun gagal. J M Perlanjur menikmaPi Oidupnya seNagai seorang pekerja.
Nerlangsung Oi ngga dua PaOun masa pernikaOannya saj a. Suami J M merasa kurang puas jika masiO Pi nggal dengan orangPua J M, maka dari iPu suami J M mencari rumaO konPrakan dan akOirnya menemukan rumaO konPrakan yang lokasinya Pak jauO dengan rumaO orang Pua suami J M.
A wal pernikaOan J M merencanakan ingin memiliki empaP anak dengan sepasang anak kemNar. K einginannya unPuk memili ki anak NegiPu Nesar, PerleNiO lagi karena ia meliOaP orang-orang sekiPar, Peman-Peman seNayanya yang sePelaO menikaO NeNerapa Nulan segera mendapaPkan anak. suami J M pun menyePujui dan mendukung Oal PerseNuP. B agi J M memNerikan kePurunan Nagi suami dan keluarga merupakan kesempurnaan seorang waniPa dalam menjalani kodraPnya. S uaPu keNanggaan yang Oaki ki Nila seorang waniPa PelaO menjadi seorang isPeri dan iNu Nagi anak-anaknya kelak. B agiPu pula dengan suaminya yang secara PersiraP ingi n memiliki anak dari raOim J M. Hari demi Oari Oinga PaOun ke empaP masa pernikaOan J M dengan suaminya Pak kunj ung mendapaPkan kePurunan. K ekosongan akan Oari-Oari yang dilalui J M kian Perasa. K eraNaP jauO yang NerPemu dengan J M kePika suaPu acara PerPenPu mulai NerPanya sili O NerganPi. T ak Oeran J M mengaliOkan kegiaPan seOari-Oarinya dengan Nekerja, memNanPu perekonomian ia dan suaminya. J M sempaP merasa kurang dan Pidak lengkap dalam menjalani masa pernikaOannya ini, kekosongan dan rasa Oampa akan Pnagis dan canda Pawa seorang anak sangaP ia Oarapkan. A palagi j ika ia meliOaP suami nya menggendong anak kecil, keponakan suaminya. J M merasa Nelum Nisa memNaOagiakan suaminya.
A kOirnya J M memi nPa kesediaan suami nya unPuk memeriksakan kondisi keseOaPan reproduksi keduanya ke rumaO sakiP. Hasil yang didapaP menyaPakan NaOwa ia mengalami i nferPi liPas, walaupun Pidak ada kelainan. Semakin Oari J M NerusaOa semakin kuaP menerima segala kePenPuan yang T uOan Nerikan unPuknya, aPas kePerNaPasan yang ia miliki. J M NerusaOa menj alankan solusi yang diNerikan oleO orang-orang disekiParnya. J M merasa NaOwa usaOa dan masa penanPiannya Nelum seNerapa diNanding dengan masalaO-masalaO yang orang lain yang leNiO NeraP. J M PePap menanPi unPuk mendapaPkan kePurunan dan merealisasikan segala kei nginannya dengan Perus NerusaOa. S uami dan keluarga dekaP nya sangaP Nerperan dalam proses penerimaan diri J M. T anpa mereka J M merasa sendiri dan semakin kurang Nersosialisasi dengan orang-orang di sekiParnya. J M Nerpikiran NaOwa dirinya Oarus Nisa Pegar dan mandiri seperPi apa yang diconPoOkan iNunya daOulu.
3. M ak na A nak
SalaO saPu Pujuan perkawinan adalaO unPuk memiliki anak, dan perkawinan merupakan wadaO unPuk pengesaOan kelaOiran anak (J ooleP dalam L inPang, 2008). B egiPu pula pada kedua suNj ek dalam peneli Pian ini. Makna anak Nagi kedua suNjek sama-sama memNerikan pengaruO posiPif PeruPama PerOadap diri dan suami. Mempunyai anak merupakan Pujuan dan keNanggaan Nagi sePiap pasangan yang menikaO. Namun, pada masing-masing suNjek memiliki pandangan dan keNuPuOan yang NerNeda PerkaiP dengan makna anak.
MenuruP K S anak adalaO OarPa PerindaO Nagi sePiap keluarga. K elengkapan keluarga ada kePi ka anak Oadir di PengaO-PengaO Oidup K S dan suaminya. A nak merupakan damNaan sePiap keluarga karena dengan Oadirnya anak Nisa menjadi pengOiNur, pengOilang rasa sunPuk dan seNagainya. Pasangan suami isPri yang menikaO ingin merasakan E njoymenP and fun, anak diliOaP seNagai pemNawa keNaOagiaan dan warna Nagi keOidupan orangPua, seperPi apa yang diungkapkan oleO J ooleP, POoenix, dan L l oyd ( dalam S ugiarPi 2008) .
T ak pernaO PerNayangkan oleO K S NaOwa Pidak mempunyai anak Oingga akOir OayaPnya. Namun, K S juga menyadari kondisi dirinya dan suaminya yang menderiPa penyakiP T B C . Selain mengakiNaPkan suaminya NerOenPi Nekerja, kualiPas OuNungan seksual mereka pun menjadi Pidak semaksi mal seNelumnya.
K S mencoNa menerima dan memaOami keadaan suaminya PerseNuP dengan cara Pidak memaksakan keadaan unPuk memil iki anak. K S Pidak mau memperkeruO keadaan dan memNeNankan i mpiannya memiliki anak pada suaminya. Hal yang leNiO diOarapkannya saaP ini adalaO kesemNuOan suaminya, karena perPi mNangan NeNerapa fakPor, PeruPama usia K S yang kini Pak produkPif lagi unPuk melaOirkan. Namun, keOadiran anak yang menjadi Oarapannya sePelaO dua Nelas PaOun pernikaOan masiO PePap ada.
B erNeda dengan K S , J M memiliki makna Persendiri PenPang keOadiran anak dalam Oidupnya. A nak merupakan suaPu anugeraO PerindaO yang diNerikan T uOan kepada OamNanya. T ak dapaP PerganPi kan rasa NaOagianya kePika seorang waniPa yang meni kaO dapaP melaOirkan anak.
J M j uga mengungkapkan NaOwa anak adalaO OarPa yang paling NerOarga dan dinanPikannya Oingga kapanpun. E mpaP PaOun pernikaOan sudaO cukup memNuaPnya merindukan keOadiran anak.
MenuruP J M, anak merupakan masa depan Nagi sePiap pasangan yang menikaO. J M NerOarap unPuk memiliki anak agar di masa Puanya nanPi ada yang merawaP J M dan suaminya. B aOkan, J M sempaP merasa diri nya Nelum sempurna seNagai seorang waniPa karena Nelum memNerikan kePurunan dalam pernikaOannya. D isaaP seperPi iPu, suami J M memNerikan keyakinan dan dukungan yang leNiO PerOadapnya, seOingga J M paOam NaOwa ini semua kePenPuan T uOan. J M dan suami masiO NerOarap, NerusaOa dan PeruPama Nerdoa agar suaPu saaP nanPi mereka Nisa mendapaPkan anak.
4. P ener imaan D ir i
Self accepPance aPau penerimaan diri merupakan suaPu kondisi psi kologis yang Oarus ada pada sePiap individu. Self accepPance yang Naik Oanya akan Perjadi Nila individu yang NersangkuPan Nersedia dan mampu memaOami keadaan dirinya seNagaimana adanya, Nukan seNagaimana yang diinginkannya. Selain iPu ia juga Oarus memiliki Oarapan yang realisPis, sesuai dengan kemampuannya. D engan demikian Nila seseorang individu memiliki konsep yang menyenangkan dan rasional mengenai dirinya, maka dapaP dikaPakan NaOwa orang PerseNuP dapaP menyukai dan menerima dirinya ( Hurlock, 2000).
Penerimaan diri pada sePiap individu dipengaruOi sepul uO fakPor yang masing-masing diklasi fikasi kan dalam dua fakPor, fakPor inPernal dan eksPernal. T erdapaP PujuO fakPor inPernal yang dapaP mempengaruOi peneri maan diri seseorang yakni pemaOaman PenPang diri sendiri, Oarapan yang realisPis, Pidak adanya gangguan emosional yang NeraP, pengaruO keNerOasilan yang dialami, idenPi fikasi dengan orang yang memi liki penyesuaian diri yang Naik, perspekPif diri yang luas, dan konsep diri yang sPaNil. Sedangkan fakPor eksPernal yang mempengaruOi penerimaan diri, dianParanya Pidak adanya OamNaPan di lingkungan, sikap-si kap sosial yang posiPif, dan pola asuO di masa keci l.
Hurlock ( 1986:436), memNeri pandangan NaOwa semakin Naik seorang indi vidu dapaP menerima dirinya, semakin Naik pula penyesuaian diri dan penyesuaian sosial nya. Penyesuaian diri yang posiPif adalaO adanya keyakinan dan adanya Oarga diri seOingga Pi mNul kemampuan menerima dan memNangun kriPi k demi perkemNangan dirinya. Peneri maan diri yang diserPai dengan rasa aman unPuk mengemNangkan diri ini memungkinkan seseorang unPuk menilai dirinya
secara leNiO realisPis seOingga dapaP menggunakan poPensinya secara efekPif.
Semaki n Naik seseorang meneri ma dirinya, maka semakin Naik penyesuaian diri dan penyesuaian sosial nya. Orang yang memili ki penyesuaian diri yang Naik akan merasa NaOagia dan dapaP mencapai keNerOasilan.
K edua suNjek dapaP dikaPakan PelaO mencapai penerimaan diri. Namun, penerimaan diri dianPara keduanya memiliki gamNaran dan proses yang NerNeda. Penerimaan diri K S PerNenPuk oleO pemaOaman dirinya yang Nai k, konsep diri yang sPaNil, dan dukungan serPa semangaP dari suami dan keluarga yang Permasuk dalam sikap-sikap sosial yang posiPif. K S memaOami NaOwa saaP i ni kemungkinannya unPuk memiliki anak leNiO kecil diNandingkan dengan masa-masa awal pernikaOannya, selai n karena usianya yang Pak lagi produkPif, kondisi keseOaPan suami K S pun kurang Naik. PemaOaman diri ini juga memNawa K S unPuk memiliki Oarapan yang leNiO realisPis, yaiPu kesemNuOan suami nya. Harapan ini muncul karena K S memil iki pemaOaman mengenai kekuaPan dan kelemaOan, kePerNaPasan aPas kemampuan dirinya.
PemaOaman diri K S j uga PerNenPuk karena K S mau menerima dengan i kOlas dan mencoNa unPuk Pidak PerlaruP dalam masalaO yang diOadapinya. S ikap ini mampu mencegaO adanya gangguan emosional yang NeraP, walaupun awalnya keinginan K S unPuk memiliki anak sangaPlaO Nesar. T anpa gangguan emosional yang NeraP, K S dapaP memNenPuk evaluasi diri yang posiPif, K S NerusaOa menerima dan mampu menjalani Oidupnya yang Oanya Nerdua dengan suaminya Panpa keOadiran anak. Secara PersiraP keinginan PerNesar K S saaP ini adalaO kesemNuOan suaminya.
K eNerOasilan K S dalam memperPaOankan rumaO Pangganya Oi ngga kini merupakan saPu pencapaian yang NerarPi Naginya, seOingga mendukung K S dalam mendapaPkan perasaan yang PenPram. Hal PerseNuP merupakan keNerOasilan yang Perjadi pada diri K S yang akan memNuaP K S memiliki penerimaan diri yang posiPif.
K S merasa suami dan keluarganya selalu menunj ukkan sikap yang posiPif PerOadap dirinya, mereka Pidak pernaO menekan K S unPuk segera memiliki anak. J usPru mereka memNerikan perOaPian dan NeNerapa solusi unPuk K S dalam mengOadapi masalaOnya. S eOingga K S Pidak merasakan adanya OamNaPan di lingkungan sekiParnya.
suami dalam mengOadapi masalaO rumaO Pangganya.
A danya penerimaan diri yang Naik dengan permasalaOan yang dialami K S memNuaP dirinya pun mampu dalam melakukan penyesuaian diri dan penyesuaian sosial nya. T erNukPi dari K S yang leNiO memprioriPaskan OuNungan dengan suami, memNanPu penyemNuOan suami, dan menyadari keadaan yang dialaminya. Harapan memili ki anak mampu K S sesuai kan dengan kenyaPaan yang K S Oadapi. Penilaian yang realisPis PerOadap diri K S juga menjadikan K S Nersikap juj ur dan Pidak Nerpura-pura. Penyesuaian sosial K S pun Nerjalan dengan Naik. K S masiO memperOaPikan keluarga dan lingkungan sekiParnya. S elain iPu, K S mampu mengaPasi keadaan emosionalnya Panpa mengganggu orang lain.
B erNeda dengan K S , penerimaan diri J M PerNenPuk dengan kuaP karena konsep diri yang sPaNil, pemaOaman diri, idenPifikasi dengan orang yang mempunyai penyesuai an diri yang Nai k. K onsep diri yang sPaNil mendukung J M unPuk dapaP menerima dirinya dengan Naik dalam sePiap peruNaOan yang Perjadi pada dirinya. PemaOaman PenPang diri sendiri muncul kePika J M mampu menyadari kekurangannya yakni Nelum menjadi waniPa yang sempurna karena Nelum memili ki anak. Namun, Oal PerseNuP Pidak memNuaP J M menjadi priNadi yang mengOindar aPas kePenPuan yang PelaO diNerikan T uOan. T erleNiO lagi dukungan dan keyaki nan dari suaminya NaOwa suaPu saaP nanPi akan mempunyai anak. S emaki n individu memaOami dirinya, maka semakin Nesar penerimaan individu PerOadap dirinya. INu merupakan salaO saPu fakPor yang mendukung penerimaan diri J M. S osok iNu Naginya merupakan sosok yang PepaP unPuk diidenPifikasinya. J M ingin menerapkan NeNerapa sikap-si kap posiPif iNunya. IdenPifikasi dengan orang yang mempunyai penyesuaian diri yang Naik dapaP memNuaP J M Nerproses memNenPuk penerimaan diri yang Nai k pula. T erliOaP j elas, dalam mengOadapi masalaO yang PimNul dengan orang-orang sekiParnya, semakin memNuaP J M mengerPi karakPerisPik mereka dan memakl uminya. L eNiO Pegar dan mandiri PelaO ia Perapkan dalam dirinya. Ingin menconPoO sifaP posiPif iNunya, j uga menjadi Oarapan yang realisPis dalam Oidupnya.
Perlu dikePaOui, Oarapan J M unPuk memiliki anak sangaPlaO reali sPis karena menuruP pemeriksaan, J M memiliki kesempaPan yang Nesar unPuk mendapaPkan anak. S elain iPu, memiliki usaOa sendiri, seperPi yang pernaO iNunya lakukan dulu memNuaP J M Nerkeinginan unPuk memiliki warung. Hal PerseNuP merupakan Oarapan yang realisPis, seNaN dalam prosesnya J M sedang mengumpulkan modal demi memiliki seNuaO warung.
Prilaku negaPif yang J M dapaPkan dari piOak keluarga suaminya Pidak yang memNuaPnya merasa sangaP PerPekan. J alaupun awalnya J M sempaP merasa sediO dan Ningung mengapa mereka Nerprilaku seperPi iPu PerOadap dirinya. J M mencari Peman unPuk mengeluarkan segala keluO kesaOnya PerseNuP dan akOirnya J M menemukan adik iparnya seNagai Peman NerNagi selai n dengan suaminya. Hal PerseNuP dapaP mengOindari J M dari gangguan emosional yang NeraP.
J M sempaP resaO kePika Peman kerj anya mengejek dan menanyakan kenapa Oingga empaP PaOun pernikaOan ini Nelum memili ki
anak
. J M sempaP Nerpikir NaOwa dirinya Nelum sempurna, sama seperPi yang anggapan Peman kerjanya. Namun, J M NerusaOa unPuk PePap memandang dirinya secara posiPif, dengan keyakinan diri dan dukungan suaminya. Hal PerseNuP juga Pidak memNuaP J M merasa PerOamNaP dalam menjalani Oidup Nersama suaminya.J M yakin NaOwa orang-orang yang leNiO dekaPnya dapaP memaOami Nagaimana keadaan dirinya dengan Naik. Hal PerseNuP PerNukPi dari dukungan dan solusi yang diNerikan oleO keluarga PerdekaPnya. Pola asuO yang diPerapkan oleO orangPua J M juga memNeri kan pengaruO penPi ng dalam penerimaan diri J M. S ikap posiPif yang diPunjukkan oleO suaminya memNuaP J M Pidak merasa PerPekan dan dapaP mencipPakan Oarapan yang realisPis agar rumaO Pangganya PePap langgeng walaupun Nelum memili ki anak.
D ampak adanya penerimaan diri pada J M PenPu NerpengaruO pada penyesuaian diri dan sosial nya. J M leNiO mengePaOui kePerNaPasannya Oingga saaP ini. S elain iPu, J M mampu meni lai diri secara realisPis, Panpa Oarus menjadi orang lain. Penyesuaian sosial J M dapaP PerliOaP dari OuNungannya dengan lingkungan sekiPar seperPi keluarga, Peman kerja, dan PePangganya, Panpa Oarus merasa rendaO diri. J M dapaP mengaPasi emosi negaPifnya Panpa Oarus mengganggu lingkungannya.
5.
K esi mpulan
Penerimaan diri pada suNjek perPama dipengaruOi oleO NeNerapa fakPor inPernal yang paling mendasari dianParanya, pemaOaman PenPang diri sendiri, Oarapan yang realisPis, Pidak adanya gangguan emosional yang NeraP, pengaruO keNerOasilan, konsep diri yang sPaNil. T iga fakPor eksPernal yang mempengaruOi penerimaan diri pada suNjek perPama dianParanya mendapaPkan sikap-si kap sosial yang posiPif, Pidak adanya OamNaPan di lingkungan, dan pola asuO yang Naik di masa kecil. Pada suNjek kedua fakPor inPernal yang mempengaruOinya ialaO pemaOaman PenPang diri sendiri, Oarapan yang realisPis, pengaruO keNerOasilan, idenPi fikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang Naik, perspekPif diri yang luas, konsep diri yang sPaNil. Selain fakPor inPernal, fakPor eksPernal pun Nerperan dalam proses penerimaan diri pada suNjek kedua, dianParanya pola asuO di masa kecil, sikap-si kap sosial yang posiPif, dan Pidak adanya OamNaPan di laingkungan.
D afPar PusPak a
B rill, R .R . (2000) . E moPional HonsePy and Self-AccepPance. UniPed S PaPes of A merica: X liNris C orporaPion.
C reswell, J .J . (2010) . P endekaPan K ualiPaPif, K uanPiPaPif, dan Mixed. Y ogyakarPa: PusPaka B elajar.
D eparPemen K eseOaPan R I. (2008). Yang Perlu D ikePaOui P ePugas K eseOaPan PenPang: K E S E HA T A N R E PR OD UK S I. J akarPa: D eparPemen K eseOaPan R epuNlik Indonesia D irekPoraP J enderal B ina K eseOaPan MasyarakaP D irekPoraP B ina K eseOaPan INu.
Harga D iri pada Pasangan inferPiliPas. ( 2010).D iakses pada
Panggal 6 A pril 2012 dari
OPPp://digiliN.unimus.ac.id/files/disk1/111/j PpPunim
us-gdl-maOfudikOs-5510-2-NaNi.pdf
HermawanPi, Puji. (2011). Penerimaan D iri Perempuan P ekerja Seks yang MengOadapi SPaPus HIV PosiPif di P aPi J awa T engaO. J awa T engaO: PS IK OB U A NA J urnal IlmiaO Psikologi.
HidayaO, Nurul. 2007. MakalaO IdenPifikasi dan P engelolaan SPress InferPiliPas. B andung: F akulPas Psikologi. D iakses Panggal 6 A pril 2012, dari
OPPp://i mages.ikapsi.mulPiply.mulPiplyconPenP.com/
aPPacOmenP/0/S cT V 9woK C GcA A A N5A
lI1/ka1-nurul%20OidayaO
20idenPifi kasi%20dan%20pengelolaan%20sPress% 20inferPiliPas.pdf? key=i kapsi:journal:22& nmid=22 1545165
Hurlock, E lizaNePO B . ( 1986). P ersonaliPy D evelopmenP. New D elOi: McGraw-Hill Inc.
K arPono, K . (2007). P sikologi JaniPa jilid 2: Mengenal JaniPa seNagai INu dan Nenek. B andung: Mandar Maju.
Moleong, L .J . (2010) . MePodologi P eneliPian K ualiPaPif. B andung: PT . R emaj a R osdakarya
PaPPon, M.Q. ( 1990). QualiPaPive E valuaPion and ResearcO MePOod. (3
rd
). C alifornia: Sage PuNlicaPion. PermaPasari, E ka Mudya. (2010). P enerimaan D iri pada
JaniPa D ewasa Madya yang MenderiPa G agal Ginjal K ronik. Skripsi Pidak dipuNlikasikan. F akulPas Psi kologi UniversiPas G unadarma, D epok.
Poerwandari, K risPi. (2005). P endekaPan K ualiPaPif unPuk P eneliPian P erilaku Manusia. D epok: L PS P3 F akulPas Psi kologi UniversiPas Indonesia.
Siregar, H asanaO R . Siregar, Grace. M. (2009) Makna Hidup pada Pasangan yang Nelum Memiliki K ePurunan. J urnal Pemikiran dan PeneliPian Psikologi PSIK OL OGIA . S umaPera U Para: F akulPas Psi kologi UniversiPas S umaPera UPara. S miPO, J onaPOan A . (2009). D asar-dasar Psikologi
K ualiPaPif Pedoman P rakPis MePode PeneliPian. B andung: Nusa Media.
Sudj iwanaPi. ( 2006) . P endekaPan K uanPiPaPif dan K uliPaPif dalam PeneliPian Psikologi. PS IK OV ID Y A J urnal Psikologi. J awa T imur: F akulPas Psikologi UniversiPas J isnuwardOanamalang.
SugiarPi, L inPang. ( 2008) . GamNaran Proses P enerimaan D iri pada JaniPa InvolunPary C Oildness. Skripsi Pidak dipuNlikasikan. D epok: F akulPas Psikologi UniversiPas Indonesia.
S yaiful Hamidin, A ep. ( 2012) . AkOirnya, Aku Bisa Punya Anak ! . J ogjakarPa: D IV A Press ( A nggoPa IK A PI). J ardOani, D yaO A yu. ( 2010). P enerimaan D iri pada INu RumaO T angga yang Mengalami H isPerokPomi. Skripsi Pidak dipuNlikasikan. D epok: F akulPas Psikologi UniversiPas G unadarma.