• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS BABON HULU TERHADAP DEBIT PUNCAK SUNGAI BABON JAWA TENGAH -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS BABON HULU TERHADAP DEBIT PUNCAK SUNGAI BABON JAWA TENGAH -"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 4.23 Keterkaitan luas penggunaan lahan terhadap debit ................... 99
Tabel. 2.1 Nilai koefisien air larian (C) untuk persamaan rasional
Tabel 2.2 Nilai Koefisien Aliran Menurut McGueen, 1989
Tabel 2.3 Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Sistem Hidrologi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sekripsi ini adalah “Kajian Debit Aliran Sungai dan Sedimen Melayang serta Arahan Penggunaan Lahan pada Tiga Outlet Sub DAS di Kawasan Hulu DAS Padang” , yang

Laju perubahan kenaikan koefisien air larian akibat perubahan tipe penggunaan lahan di Sub-Das Citarik relatif sama dibanding DAS Cikapundung, yaitu dari 0,05 pada

Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terahdap Erosi Pada Cekungan Cikumutuk Daerah Tangkapan Air Citarik Sub-DAS Cimanuk Hulu Kabupaten Garut. Dibimbing oleh

Perencanaan Ruang di Sub DAS Brantas Hulu dibuat dengan mempertimbangkan kemampuan lahan dan kondisi pemanfaatan lahan eksisting. Perubahan dilakukan pada pemanfaatan lahan

Langkah pertama dalam analisis ini adalah mengumpulkan data sekunder berupa data potensi desa di DAS Babon yang meliputi data jumlah penduduk, luas lahan untuk pertanian irigasi,

DAS Blorong merupakan Daerah Aliran Sungai yang melintasi 2 kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Kendal dan Kabupaten Kota Semarang. Perubahan penggunaan DAS Blorong, dimana

Pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap kondisi hidrologi DAS Konaweha Hulu difokuskan pada koefisien aliran permukaan (C), debit maksimum (Qmax) dan

Laju perubahan kenaikan koefisien air larian akibat perubahan tipe penggunaan lahan di Sub-Das Citarik relatif sama dibanding DAS Cikapundung, yaitu dari 0,05 pada