• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan perpu0131960

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Perundangan perpu0131960"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR 13 TAHUN 1960

TENTANG

BANK DAGANG NEGARA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : a. bahwa dianggap perlu untuk mendirikan suatu bank negara yang

akan berusaha dilapangan perdagangan, yang berbentuk badan

hukum berdasarkan Undang-undang;

b. bahwa karena keadaan memaksa soal tersebut diatur dengan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang;

Mengingat : a. Pasal 22 Undang-undang Dasar Republik Indonesia;

b. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No.10 tahun 1960

(Lembaran-Negara tahun 1960 No. 31);

Mendengar : Musyawarah Kabinet Kerja pada tanggal 22 Maret 1960;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

TENTANG BANK DAGANG NEGARA,

(2)

BAB I

KETENTUAN UMUM.

Pasal 1 .

(1) Dengan nama "Bank Dagang Negara" didirikan sebuah bank

kepunyaan Negara.

(2) Bank Dagang Negara adalah badan hukum yang berhak melakukan

tugas-tugas berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-undang ini.

(3) Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini yang

dimaksud dengan :

a. Bank, ialah Bank Dagang Negara.

b. Direksi, ialah Direksi Bank Dagang Negara.

Pasal 2.

(1) Dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-undang ini maka atas Bank berlaku

hukum perdata Eropah dan hukum dagang Eropah.

(2) Bank dapat melakukan perbuatan-perbuatan menurut hukum adat

dengan orang-orang dan badan-badan yang takluk pada hukum adat

serta menjalankan hak-hak atas benda-benda yang takluk pada

hukum adat.

(3) Bank dapat mengadakan perikatan kredit (Credietverband)".

(3)

Pasal 3.

(1) Bank berkedudukan di Jakarta.

(2) Bank dapat mempunyai kantor-kantor cabang kantor-kantor

perwakilan atau koresponden-koresponden di dalam dan di luar

negeri untuk mntah.

Pasal 8.

(1) Direksi menentukan kebijaksanaan dalam pimpinan bank (2)

Direksi mengurus milik Bank dan menguasai atau menjalankan

segala tindakan pemilikan terhadap milik itu. suara terbanyak. Jika

suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya maka persoalan

yang akan diputuskan dianggap telah ditolak.

(4) Direksi mengangkat dan memperhentikan pegawai-pegawai Bank

menurut peraturan kepegawaian yang disetujui oleh Dewan

Pengawas, tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan yang telah

ditetapkan oleh pihak yang berwajib berdasarkan peraturan-peraturan

yang syah.

(5) Tata-tertib dan cara menjalankan pekerjaan Direksi diatur dalam

suatu peraturan yang ditetapkan oleh Direksi.

Pasal 9.

(1) Direksi mewakili Bank dihadapan dan diluar pengadilan.

(2) Direksi dapat menyerahkan hak perwakilan tersebut dalam ayat (1)

kepada seorang anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau

kepada seorang/beberapa orang pegawai, baik sendiri maupun

bersama-sama, atau kepada orang/badan lain.

(4)

(3) Dalam hal tagihan dan perkara hukum antara Bank dan

anggota Direksi, Bank diwakili oleh seorang anggota dari Dewan

Pengawas.

Pasal 10.

(1) Direksi bertanggung-jawab atas kesempurnaan pengurusan Bank.

(2) Tentang pengurusan Bank itu sekurang-kurangnya sekali

setahun. Direksi memberikan pertanggungan-jawab kepada Dewan

Pengawas Keuangan menurut cara yang dikehendaki oleh Dewan

tersebut.

(3) Anggota-anggota Direksi dan pegawai-pegawai Bank, yang karena

tindakannya yang melawan hukum atau yang karena kelalaiannya

langsung atau tidak langsung merugikan Bank diwajibkan mengganti

kerugian itu.

(4) Peraturan-peraturan yang ada tentang tuntutan ganti rugi terhadap

pegawai negeri bukan bendaharawan, berlaku juga terhadap

anggota-anggota Direksi dan pegawai-pegawai Bank.

Pasal 11.

(1) Anggota Direksi harus warga-negara Indonesia.

(2) Anggota Direksi harus bertempat tinggal ditempat kedudukan kantor

Pusat Bank.

(3) Antara anggota Direksi tidak boleh ada pertalian keluarga atau

periparan pada atau dalam sederajat ketiga, kecuali jika diijinkan

oleh Menteri pertama.

(5)

Jika sesudah pengangkatan mereka masuk periparan yang

terlarang itu maka yang termuda diangkat dari mereka itu tidak boleh

menerima jabatannya tanpa ijin Menteri Pertama.

(4) Anggota Direksi tidak boleh memangku pekerjaan, jabatan atau

tugas lain yang digaji.

Tidak termasuk dalam hal ini ialah :

a. jabatan yang dipikulkan Pemerintah kepadanya;

b. jabatan komisaris pada perusahaan-perusahaan kepunyaan negara

atau pada perusahaan-perusahaan dimana Pemerintah turut-serta

didalamnya secara langsung atau tidak langsung asal saja tidak

menjadi komisaris amanat.

Para anggota Direksi tidak boleh tetap memegang atau menerima

suatu pekerjaan yang tersebut dalam Sub b diatas kecuali jika

mendapat ijin dari Menteri Keuangan.

(5) Dua orang anggota Direksi tidak boleh bersama-sama menjadi

Komisaris pada suatu perusahaan termaksud dalam ayat (4) sub b.

(6) Anggota Direksi tidak boleh berdagang atau mempunyai kepentingan

pada usaha dagang manapun juga.

Pasal 12.

(1) Para anggota Direksi diangkat atas usul Menteri Keuangan oleh

Menteri Pertama untuk waktu selama-lamanya lima tahun. Setelah

waktu itu berakhir, anggota-anggota yang bersangkutan dapat

diangkat kembali.

(6)

(2) Dalam hal-hal dibawah ini atas usul Menteri Keuangan setelah

mendengar Dewan Pengawas, Menteri Pertama dapat

memperhentikan anggota Direksi meskipun waktu tersebut dalam

ayat (1) belum habis;

a. atas permintaan sendiri.

b. karena tindakan yang merugikan Bank.

(3) Pemberhentian karena alasan tersebut pada ayat (2) sub b, jika

merupakan suatu pelanggaran dari peraturan Hukum pidana,

merupakan pemberhentian tidak dengan hormat.

(4) Sebelum hukuman jabatan tersebut dalam ayat (2) sub b

dijatuhkan, anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan

untuk membela diri, hal mana harus dilaksanakan dalam waktu satu

bulan setelah anggota Direksi yang bersangkutan diberitahukan

tentang pemberhentian yang akan dilakukan itu.

(5) Selama persoalan tersebut dalam ayat (4) belum diputus, maka

Menteri Keuangan setelah mendengar Dewan Pengawas dapat

memberhentikan untuk sementara waktu anggota Direksi yang

bersangkutan. Jika dalam waktu dua bulan setelah pemberihentian

sementara dijatuhkan belum ada keputusan mengenai pemberhentian

anggota Direksi berdasarkan ayat (3) dari pasal ini maka

pemberhentian sementara itu menjadi batal dan anggota Direksi yang

bersangkutan dapat segera menjalankan jabatannya lagi.

(7)

BAB V

PENGAWASAN.

Pasal 13.

(1) Dewan Pengawas mengawasi pengurusan oleh Direksi.

(2) Dewan Pengawas terdiri dari sebanyak-banyaknya lima orang,

anggota yang diangkat oleh Menteri Pertama, diantaranya sedikitnya

dua orang yang ahli dalam urusan Bank.

(3) Pengangkatan itu berlaku untuk tiga tahun lamanya, setelah waktu itu

berakhir, anggota Dewan Pengawas yang berhenti dapat diangkat

kembali.

Pasal 14.

(1) Dewan Pengawas dalam batas kekuasaannya mengawasi dan

menjaga supaya ketentuan-ketentuan untuk mengatur dan mengurus

Bank ditaati sebagaimana mestinya.

(2) Ketua dan anggota-anggota Dewan Pengawas yang lain,

bersama-sama atau masing-masing, berhak meminta segala

keterangan dan memeriksa segenap buku-buku dan surat-surat, dan

berhak menunjuk ahli-ahli untuk memeriksa buku-buku dan

surat-surat tersebut segala sesuatu jika dipandang perlu untuk menjalankan

kewajibannya.

(3) Direksi wajib memberikan segala penjelasan yang diperlukan untuk

menjalankan pengawasn dengan semestinya.

(8)

Pasal 15.

(1) Dewan Pengawas berapat sekurang-kurangnya sekali dalam

seperempat tahun, selanjutnya Dewan berapat setiap waktu menurut

pertimbangan Ketua, atau atas permintaan tertulis dari seorang

anggota Dewan Pengawas atau dari Direksi. Segala ongkos sidang

dipikul oleh Bank.

(2) Keputusan Dewan Pengawas diambil dengan suara terbanyak.

Jika jumlah suara yang disetujui dan suara yang tidak setuju sama

banyaknya maka suara Ketua yang memutuskan, kecuali mengenai

perseorangan, dalam hal mana usul yang diajukan dianggap telah

ditolak.

(3) Tugas dan pekerjaan Dewan Pengawas dimuat dalam suatu

peraturan yang ditetapkan oleh Menteri Pertama.

(4) Dewan Pengawas dapat mengangkat atau menunjuk seorang

Sekretaris, uang jasanya ditentukan oleh Dewan dan dipikul oleh

Bank.

(5) Ketua dan anggota-anggota Dewan Pengawas menerima uang jasa

yang besarnya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Uang jasa tersebut

dipikul oleh Bank.

BAB VI

PENETAPAN SURAT-SURAT TAHUNAN DAN

PEMBAGIAN LABA.

Pasal 16.

(1) Tahun buku Bank mulai 1 Januari sampai dengan tanggal 31

Desember dari tahun yang berjalan.

(9)

(2) Neraca dan perhitungan laba-rugi disusun oleh Direksi dan

disampaikan kepada Dewan Pengawas.

(3) Dewan Pengawas menetapkan surat-surat tahunan ini untuk

sementara waktu dan dalam hal itu Dewan dibantu oleh Jawatan

Akuntan Negara.

(4) Selanjutnya neraca dan perhitungan laba-rugi sementara itu

diserahkan oleh Dewan Pengawas kepada Menteri Keuangan. Jika

dalam waktu dua bulan sesudah Menteri Keuangan menerima

surat-surat itu, tidak diajukan keberatan-keberatan dengan surat-surat oleh

Menteri Keuangan kepada Dewan Pengawas, maka surat-surat

tahunan itu dianggap disahkan oleh Menteri Keuangan.

(5) Neraca dan perhitungan laba-rugi yang disahkan demikian memberi

pembebasan kepada Direksi terhadap segala sesuatu yang termuat

didalam surat-surat tahunan itu, tanpa mengurangi apa yang

ditentukan dalam pasal 10 ayat (2).

(6) Dari laba Bank yang telah disahkan secara demikian, pertama-tama

disisihkan 20% untuk dana cadangan sampai dana tersebut mencapai

jumlah modal. Bank, disamping itu dipisahkan 0untuk Dana Pensiun

dan sokongan untuk pegawai sejumlah yang akan ditetapkan oleh

Menteri Keuangan, dan sisanya jatuh kepada Negara.

(10)

BAB VII

DANA PENSIUN DAN SOKONGAN PEGAWAI BANK.

Pasal 17.

(1) Bank mengadakan Dana Pensiun dan sokongan untuk para

pegawai Bank.

(2) Bank wajib mengusahakan supaya Dana ini mencapai jumlah harga

tunai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terhadap para

pegawai Bank, juga Bank wajib menjaga supaya jumlah harga tunai

itu jangan berkurang.

(3) Sumbangan-sumbangan Bank kepada Dana dan

peraturan-peraturan selanjutnya tentang. Dana ini ditentukan dengan suatu

peraturan Direksi yang disetujui oleh Dewan Pengawas.

Pasal 18.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini dapat disebut

Peraturan Bank Dagang Negara.

Pasal 19.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini mulai berlaku pada

tanggal 11 April 1960.

(11)

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini

dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 2 April 1960.

Pejabat Presiden Republik Indonesia,

DJUANDA.

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 2 April 1960.

Menteri Kehakiman,

SAHARDJO.

(12)

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

No. 13 TAHUN 1960

tentang

BANK DAGANG NEGARA.

I. UMUM.

Guna memperluas kelancaran hubungan lalu-lintas pembayaran dengan luar negeri bagi

penampungan urusan impor dan ekspor dan lalu-lintas pembayaran di dalam negeri, maka

dipandang perlu untuk mendirikan bank baru dengan nama "Bank Dagang Negara" yang

diberi tugas melakukan usaha bank umum dalam arti kata seluas-luasnya.

II. PASAL DEMI PASAL.

Pasal 1.

Dalam pasal ini ayat (2) ditegaskan bahwa Bank Dagang Negara adalah suatu badan

hukum yang dibentuk dengan Undang-undang dan berhak melakukan tugas-tugas

berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini.

Pasal 2.

Dalam hal ini ditetapkan bahwa Bank Dagang Negara sebagai badan hukum yang

dibentuk dengan Undang-undang diberi hak pula untuk melakukan

perbuatan-perbuatan yang diatur dalam hukum perdata Eropah dan hukum dagang Eropah yang

berlaku di Indonesia dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Disamping itu bank

tersebut dapat pula melakukan perbuatan-perbuatan yang takluk pada hukum adat.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan kredit dari masyarakat Indonesia pada umumnya

maka dianggap perlu untuk memberikan wewenang kepada Bank Dagang Negara

guna mengadakan perikatan kredit (Credietverband).

(13)

Pasal 3.

Cukup jelas.

Pasal 4.

Cukup jelas.

Pasal 5.

Risiko perkreditan memerlukan pembentukan Dana Cadangan yang kuat,

terlebih-lebih bagi suatu bank komersiil cadangan demikian adalah sangat penting untuk

mendapat kepercayaan dari masyarakat sebesar-besarnya. Dana Cadangan tersebut,

bersama-sama dengan modal bank, merupakan jaminan terhadap uang-uang yang

dipercayakan oleh masyarakat kepada Bank.

Pasal 6.

Telah cukup dijelaskan dalam bagian umum.

Pasal 7.

Pimpinan Bank dilakukan oleh suatu Direksi sebagai suatu badan kolegial.

Pasal 8.

Direksi sebagai suatu badan kolegial menentukan kebijaksanaan dalam pimpinan

bank.

Direksi mengangkat dan memberhentikan pegawai-pegawai Bank, sepanjang

mengenai pegawai-pegawai yang pengangkatan dan pemberhentiannya berdasarkan

peraturan-peraturan dari yang berwajib menjadi wewenang dari Direksi.

Pasal 9.

Cukup jelas.

(14)

Pasal 10.

Dalam pasal ini dimuat ketentuan-ketentuan yang mengatur pembayaran ganti-rugi

dari pegawai dan anggota Direksi Bank, yang karena tindakan-tindakan tidak syah

("onrechtmatig") atau karena kelalainnya merugikan Bank. Diakui disini bahwa tiap

pemberian kredit mengandung ditagih kembali. Akan tetapi tidaklah boleh terjadi,

Bank menderita rugi karena anggota-anggota Direksi atau pegawai-pegawai Bank

lalai mengambil tindakan-tindakan yang perlu untuk mengawasi.

Pasal 11.

Cukup jelas.

Pasal 12.

Oleh karena mungkin terjadi bahwa orang-orang yang akan menjadi anggota-anggota

Direksi tidak dapat memangku jabatannya selama lima tahun, maka masa

pengangkatannya ditetapkan selama-lamanya lima tahun, dengan catatan bahwa

anggota-anggota Direksi tersebut setelah waktu jabatannya berakhir dapat diangkat

kembali.

Selanjutnya maka dalam pasal ini dipandang perlu untuk mengatur hal pemberhentian

dan hal pemberhentian untuk sementara waktu.

Pasal 13.

Para anggota Dewan Pengawas seyogiyanya terdiri dari orang- orang yang lingkungan

pekerjaannya banyak berhubungan dengan Bank Dagang Negara khususnya dan yang

ahli dalam urusan bank.

Pasal 14.

Cukup jelas.

(15)

Ahli-ahli yang dimaksudkan dalam ayat (2) ialah Accountant dari atau yang ditunjuk

oleh Jawatan Akuntan Negara.

Pasal 15.

Cukup jelas.

Pasal 16.

Cukup jelas.

Pasal 17.

Cukup jelas.

Pasal 18.

Tidak perlu dijelaskan.

Pasal 19.

Tidak perlu dijelaskan.

Referensi

Dokumen terkait

Disarankan kepada perusahaan dalam hal ini produsen Blackberry yang diwakili oleh garansi-garansi resminya harus selalu melakukan riset terus menerus untuk mengetahui

VALUASI EKONOMI RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PENYERAP KARBON DAN PENGHASIL OKSIGEN (Kasus : Kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera

Produksi dan Nilai Tambah Sektor Agrobisnis dan Peningkatan Infrastruktur RKPD 2009 : Peningkatan Perekonomian Masyarakat dengan Tetap Meningkatkan Kualitas Sumber

Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang memiliki areal lahan sawah terluas ketiga di Jawa Barat setelah Indramayu dan Karawang, sekaligus merupakan penyumbang /

Kedua, hasil analisis dari struktur paradigmatik dalam lagu-lagu Efek Rumah Kaca yang bertema politik menunjukkan adanya keterkaitan antara lagu dari Efek Rumah Kaca

Kondisi SM Rimbang Baling sangat memprihatinkan saat ini, dan sangat disayangkan jika pada akhirnya, pemasalahan yang terjadi di kawasan konservasi menyebabkan

mengelolah aktiva, kewajiban kepada kreditur, dan kekayaan bersih dari koperasi, (2) Laporan Perhitungan Sisa Hasil Usaha yang menggambarkan kegiatan koperasi dan hasil operasi

1) Peserta didik mengamati contoh gambar. 2) Guru menunjukan gambar yang berkaitan dengan materi. 4) Guru menanyakan kembali ke peserta didik mengenai. materi yang sudah dijelaskan..